Anda di halaman 1dari 15

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Oleh : Eza Amelinda


Abstarct : This study aimed to investigate the effect of financial statement disclosures. This study examined the effect on the financial statements and the factors that influence disclosure as liquidity, leverage, profitability, firm size, the share of public shares Ownership and corporate basis. The study was conducted on 20 companies going public are listed on the Indonesia Stock Exchange in 2008-2010. Sampling is done by using a purposive sampling method and using secondary data that the company's annual report samples including the financial statements and the notes obtained did not last through a media intermediary that processed the data from the IDX ICMD. Data processing and analysis of data using multiple linear regression analysis, which includes ujinormalitas. Classical assumption test, test and test hypotheses heterokeditasitas. The results of this study indicate that among liquidity, leveragre, profitability, firm size, the share of public ownership and the base of a company that has a significant influence on the disclosure of financial statements is profitability and firm size. Keywords: financial statement disclosure, liquidity, leverage, profitability, firm size, the share of public ownership, and firm base. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja kerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan dapat bermanfaat bagi sejumlah pengguna dalam pengambilan keputusan.Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. Laporan keuangan yang diharapkan tentunya memiliki kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Kelengkapan pengungkapan laporan yang dimaksud dapat diukur dan digunakan untuk melihat manfaat potensial dari sisi laporan tahunan. Sehingga tingginya kualitas informasi akan sangat berkaitan dengan tingkat kelengkapan. Kelengkapan pengungkapan laporan keuangan suatu perusahaan tidak bersifat statis, tetapi meningkat sejalan dengan perkembangan pasar modal dan sosial di Negara bersangkutan. Pentingnya kelengkapan pengungkapan laporan keuangan karena laporan tahunan merupakan media utama menyampaian informasi oleh manajemen kepada pihak luar perusahaan. Selain itu, laporan tahunan juga menjadi alat komunikasi antara kondisi keuangan dan informasi lainnya kepada pemegang saham, kreditur, stackeholders

ataustackeholderslainnya. Laporan keuangan tahunan pada dasarnya adalah sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi dalam pasar modal, juga sebagai sarana pertangungjawaban manajemen atas sumber daya dipercayakan kepadanya. Proses pembuatan laporan tahunan tidak lepas dari penelitian mengenai kelengkapan pengungkapan (disclosure) dalam laporan tahunan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena akan memberikan gambaran kondisi perusahaan, serta mampu menunjukkan sifat perbedaan kelengkapan pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Laporan tahunan perusahaan dapat memberikan gambaran kinerja selama satu tahun, dan dapat menjelaskan masa depan perusahaan tersebut (Windarti, 2010). Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntanbilitas publik, pengungkapan laporan keuangan menjadi faktor yang signifikan. Laporan keuangan dapat diungkapkan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh,kontijensi, metode persediaan, jumlah saham yang beredar dan ukuran alternative, seperti pos-pos yang dicatat berdasarkan Historical cost (Naim dan Rakhman,2000). 1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah 1. Apakah Likuiditas berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 2. Apakah leverageberpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 3. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 4. Apakah size perusahaan berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 5. Apakah porsi kepemilikan saham publikperusahaan berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 6. Apakah basis perusahaanberpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 1.3 Tujuan Penelitian 1. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh likuiditas terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 2. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh leverage terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 3. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh profitabilitas terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan 4. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh size perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 5. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh porsi kepemilikan saham publikperusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 6. Untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh basis perusahaanperusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.

1.4

Manfaat Penelitian Penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan mengenai masalah pengungkapan laporan keuangan tahunan perusahaan, terutama di Indonesia. 2. Bagi peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian sejenis, baik untuk tujuan menguji pada periode dan sampel yang berbeda, ataupun untuk tujuan pengembangan penelitian selanjutnya. 3. Bagi bidang akademik Diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penelitian dibidang akuntansi terutama yang berkaitan dengan pengungkapan laporan keuangan, likuiditas, leverage, profitabilitas, ukuran (size) perusahaan, porsi kepemilikan saham publik, basis perusahan. 4. Bagi para investor Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai sejauh mana kualitas informasi yang disajikan dalam laporan tahunan perusahaan dapat diukur. Sistematika Penulisan Pada tulisan ini, peneliti membagi penulisan menjadi 5 bab, yaitu : BAB I : Pada bab ini akan diuraikan tentang latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah, batasan masalah yang dibahas pada penelitian ini, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan yang digunakan penulis. BAB II : Bab ini membahas mengenai teori-teori yang digunakan sebagai dasar penelitian dan pembahasan selanjutnya, penelitian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian, pengembangan hipotesis dan model penelitian. BAB III : Bab ini menguraikan tentang populasi penelitian dan penentuan sampel, jenis dan sumber data, variabel penelitian yang digunakan dan pengukurannya, teknik yang digunakan serta pengujian hipotesis. BAB IV : Bab ini menguraikan gambaran umum hasil penelitian, hasil analisis data serta pembahasan hasil penelitian untuk tiap variabel yang digunakan dalam penelitian. BAB V : Bab ini memuat kesimpulan atas hasil penelitian, keterbatasan penelitian serta saran-saran untuk perbaikan dimasa yang akan datang untuk penelitian yang sejenis. Kajian Teori

1.5

2.1. Pengungkapan Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi, yaitu proses pengkomunikasian laporan. Laporan keuangan merupakan mekanisme yang penting bagi manajer untuk berkomunikasi dengan investor luar, yaitu investor publik di luar lingkup

manajemen serta tidak terlibat dalam pengelolaanperusahaan. Dengan kata lain laporan tahunan pada dasarnya pula merupakan sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal dan juga sebagai saran pertanggungjawaban manajemen atas dasar sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Melalui laporan keuangan ini perusahaan dapat memberikan pengungkapan informasi yang telah diatur oleh lembaga yang berwenang yaitu pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela sebagai tambahan pengungkapan minimum yang telah ditetapkan. Beberapa penelitian mengenai pengungkapan laporan keuangan menggunakan indeks disclosure sebagai indikator empiris pengungkapan.Indeks pengungkapan merupakan rasio antara jumlah elemen (item) informasi yang dipenuhi dengan jumlah elemen informasi yang mungkin dipenuhi.Makin tinggi indeks pengungkapannya maka makin tinggi pula pengungkapannya.Pengungkapan laporan keuangan (disclosure of financial statement) menjadi isu yang paling menarik dalam dunia pasar modal karena pengungkapan laporan keuangan merupakan factor signifikan dalam pencapaian efensiensi pasar modal dan merupakan sarana akuntabilitas public. Oleh karena itu penelitian empiris mengenai faktorfaktor apa saja yang dapat mempengaruhi pengungkapan ini menjadi menarik perhatian para peneliti. Dasar perlunya praktek pengungkapan laporan keuangan oleh manajemen kepada pemegang saham dijelaskan dalam agency theory.Konsep teori keagenan adalah hubungan atau kontrak antara principal dan agen (Anthony dan govindarajan,1995:569). Prinsipal (seseorang atau lebih) memperkerjakan orang yakni untuk melakukan pekerjaan.Dengan kontrak tersebut, prinsipal mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen.Menurut Herianto dan Sudomo (1998:240) dalam Irawan (2006) teori keagenan membahas hubungan antara manajemen dengan pemegang saham, dimana dengan principal adalah pemegang saham dan agen adalah manajemen pengelola perusahaan. Prinsipal menyediakan fasilitas dana untuk menjalankan perusahaan, di lain pihak manajemen mempunyai kewajiban untuk mengelola apa yang diamanahkan pemegang saham kepadanya. Agen diwajibkan memberi laporan periodic pada principal tentang usaha yang dijalankannya. Prinsipal akan menilai kinerja agennya melalui laporan keuangan yang disampaikan kepadanya. Oleh karena itu, laporan keuangan merupakan sarana akuntabilitas manajemen kepada pemiliknya. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan secara garis besar dapat dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu pemakai langsung (direct user) meliputi pemilik, manajer,kreditur,pemasok,pelanggan, karyawan, dan pemakai tidak langsung (indirect user) mencakup analisis sekuritas, penasihat investasi, pengacara dan asosiasi perdagangan. Meskipun kepentingan masing-masing kelompok pemakai tidak sama, tetapi laporan keuangan tidak boleh menyimpang dari aturan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan pedoman penyusunan keuangan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat umum, sehingga tidak dapat memenuhi informasi setiap pemakai laporan keuangan. Pengungkapan informative yang memadai yang disajikan oleh suatu perusahaan tidak sama dengan perusahaan lain. Memadai berarti tidak berlebihan namun juga tidak kurang sehingga tidak menyesatkan orang yang membacanya. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 menyebutkan bahwa manajemen wajib mengungkapkan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam manajemen laporan keuangannya. Para pemakai laporan keuangan membutuhkan keterangan kebijakan akuntansi pilihan sebagai bagian informasi yang dibutuhkan untuk membuat penilaian handal jika laporan keuangan tidak

mengungkapkan dengan jelas kebijakan akuntansi pilihan yang penting dalam penyusunan laporan keuangan. 2.2. Peneltian Terdahulu Simanjuntak dan Widiastuti (2004) meneliti pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi kepemilikan saham oleh investor luar dan umur perusahaan terhadap kelengkapam pengungkapan laporan keuangan.Disimpulkan bahwa, leverage, likuiditas, profitabilitas, porsi kepemilikan saham oleh investor luar dan umur perusahaan mampu mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan pada industry manufaktur.Namun secara parsial hanya leverage, profitabilitas, dan porsi kepemilikan saham publik yang mempengaruhi kelengkapan laporan keuangan pada industry manufaktur. Amalia (2005) meneliti pengaruh ukuran perusahaan, leverage, basis perusahaan, struktur kepemilikan saham public, umur perusahaan, return on equity, dan price book value terhadap luas pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) pada laporan tahunan perusahaan yang tercatat di BEJ. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa hanya ukuran perusahaan dan struktur perusahaan yang berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela. Hertanti (2005) meneliti pengaruh faktor-faktor fundamental yaitu likuiditas, leverage, profitabilitas, porsi kepemilikan saham publik, dan ukuran perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, leverage, porsi kepemilikan saham publik dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Irawan (2006) meneliti pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, proporsi kepemilikan saham public, ukuran perusahaan, umur perusahaan, status perusahaan, operating profit margin, net profit margin dan return on equity terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa proporsi kepemilikan saham publik, status perusahaan, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan. Alamalia dan Retrinasari (2007) meneliti pengaruh likuiditas, rasio leverage, net profit margin, ukuran perusahaan dan status perusahaan terhadap kelengkapan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak dua ratus perusahaan selama tahun 2001-2004.Hasil penelitian mereka menyatakan bahwa variabel yang mempengaruhi kelengkapan wajib yaitu, variabel likuiditas, rasio leverage, ukuran perusahaan, dan status perusahaan.Kelengkapan sukarela tidak mempengaruhi kelengkapan (wajib dan sukarela) adalah variabel likuiditas, ukuran perusahaan, dan status perusahaan. Dwiningsih (2009) meneliti pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan proporsi dewan komisaristerhadap transparansi informasi laporan keuangan.Dengan melakukan studi empiris pada 100 perusahaan publik terbesar di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel ukuran perusahaan yang mampu mempengaruhi tingkat transparansi informasi laporan keuangan. Farichah (2009) meneliti pengaruh likuiditas, solvabilitas rentabilitas, ukuran perusahaan, jenis industri dan status perusahaan terhadap tingkat kelengkapan informasi pada laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan hanya status perusahaan yang berpengaruh terhadap tingkat kelengkapan informasi pada laporan keuangan. Novalita dan Indrayani (2009), meneliti tentang Pengaruh Karakteristik Perusahaan

terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan Tahunan Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Net Profit Margin berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan, sedangkan Dept to equity ratio dan Total asset tidak berpengaruh signifikan. Kumala (2009), meneliti tentang Pengaruh Luas Pengungkapan Laporan Keuangan Tahunan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia terhadap Keputusan Investor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dan porsi kepemilikan saham publik berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan. Sedangkan Debt to equity Ratio, Return On Asset, Net Profit Margin, Operating Profit Margin dan kepemilikan saham manajerial tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan. Juli (2010) meneliti pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan porsi kepemilikan saham public terhadap luas pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan jasa yang terdaftar di BEI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa size perusahaan dan porsi kepemilikkan saham tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan laporan keuangan. Mustika (2010) meneliti pengaruh basis perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, porsi kepemilikan saham public, reputasi kantor akuntan publik, dan likuiditas terhadap kelengkapan pengungkapan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa size perusahaan dan leverage berpengaruh signifikan. Metode Penelitian 3.1. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling, artinya sampel yang dipilih dengan menetapkan kriteria-kriteria tertentu.Hal ini untuk menjamin bahwa data yang dapat memberikan distribusi normal. Kriteria-kriteria yang digunakan untuk menerapkan sampel purposive adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan merupakan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2008,2009,2010. 2. Perusahaan telah menerbitkan laporan keuangan dan tahunan lengkap pada periode 2008,2009,2010. 3. Perusahaan menerbitkan informasi laporan kelengkapan pengungkapan laporan keuangan dan juga informasi lain mengenai variabel yang digunakan di penelitian ini. 4. Mencantumkan informasi mengenai variabel yang digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan kriteria diatas yang dapat dijadikan sebagai sampel penelitian adalah 20 perusahaan. 3.2. Defenisi Operasional Variabel Penelitian Untuk mengoperasionalkan variabel dalam penelitian ini akan dijelaskan defenisi operasional dan pengukurannya. 1. Variabel Dependen Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (sugiono,2009). Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.Kelengkapan pengungkapan laporan keuangan dinilai dengan indeks Disclosure.Berdasarkan keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal

dan Lembaga Keuangan Nomor : KEP-134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan public yang dituangkan pada Peraturan Nomor X.K.6 adalah : a. Kewajiban penyampaian laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik b. Bentuk dan isi laporan tahunan (terdapat 33 item). Ukuran penilaian terhadap pengungkapan atau penjelasan, pemberian informasi oleh perusahaan, baik yang positif maupun yang negative, yang mungkin berpengaruh atas suatu keputusan investasi (Novalita dan Indrayani,2009). DI= 100% Keterangan : DI = Indeks Disclosure n = Jumlah item yang diungkap oleh perusahaan k = Jumlah item yang seharusnya diungkapkan 2. Variabel Independen Pengukuran variabel independen sebagai berikut : a) Likuiditas. Penelitian ini menggunakan rasio lancar perusahaan yang dijadikan sampel tahun 2008-2010, yang diukur dengan membagi aktiva lancar terhadap kewajiban lancar. b) Leverage. Penelitian ini menggunakan Dept to Equity Ratio (DER) perusahaan yang dijadikan sampel tahun 2008-2010 yang diukur dengan membagi total kewajiban dengan ekuitas pemegang saham. c) Profitabilitas. Penelitian ini menggunakan ROA yang dijadikan sampel tahun 2008-2010 yang diukur deangan earning after tax (EAT) dengan total asset. d) Size perusahaan. Dalam penelitian ini size perusahaan dapat diukur dengan menggunakan total aktiva dari perusahaan sampel tahun 2008-2010. Ukuran perusahaan = Ln Total Asset e) Porsi kepemilikan Saham Publik. Dalam penelitian ini porsi kepemilikan saham publik dapat diukur dengan membagi antara jumlah saham yang dimiliki masyarakat dengan total saham perusahaan. yang f) Basis perusahaan. Diukur menggunakan variabel dummy penggolongannya dilakukan dengan member notasi 0 untuk perusahaan PMDN dan diberi notasi 1 untuk perusahaan PMA. 3.3. Teknik Analisis Data Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Melakukan perhitungan terhadap rasio-rasio variabel yang dianalisis, yaitu : likuiditas, leverage, profitabilitas, size perusahaan, porsi kepemilikan saham publik, dan basis perusahaan. 2. Analisis deskriptif merupakan suatu metode dalam mengorganisis dan menganalisis data kuantitatif, sehingga diperoleh gambaran yang teratur mengenai suatu kegiatan. 3. Uji asumsi klasik, terdapat empat asusmi, yaitu : Uji normalitas, Uji multikolinieritas, Uji heterokedasitas, dan Uji autokorelasi. 4. Analisis regresi berganda dihasilkan dengan cara memasukkan input data variabel ke fungsi regresi. Analisis persamaan regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Persamaan

regresi berganda dapat dinyataka sebagai berikut : Y= + 1 X1 + 2 X2 + 3 X3 + 4 X4 + 5 X5 + 6 X6 + e Dimana : Y = Kelengkapan pengungkapan = Konstanta ( tetap ) 1,2, 3, 4, 5, 6, = Koefisien regresi X1 = rasio likuiditas X2 = rasio leverage X3 = profitabilitas X4 = size perusahaan X5 = porsi kepemilikan saham publik X6 = basis perusahaan e = kesalahan baku / error Hasil Penelitian 4.1 Pengujian Asumsi Klasik Model regresi yang baik adalah distribusi datanya normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini semua data residualnya berdistribusi normal, sehingga dapat disimpulkan data penelitian berasal dari populasi yang normal sehingga analisis statistic dapat dilakukan. Dan pada model regresi ini tidak mengalami masalah Heterokedasitas dimana H0 menyatakan tidak ada hubungan anatara variabel bebas dengan nilai residual absolutnya diterima. Dalam model regresi multikolinearitas semua variabel independen tidak terdapat hubungan linear karena sig > alpha. Pada uji autokorelasi yang digunakan adalah uji Durbin Watson, yang hasil pengujiannya memperoleh nilai 1,501. Artinya tidak ada korelasi positif atau negative, ayau dengan kata lain bahwa model ini bebas dari masalah autokorelasi yang berarti variabel dependen tidak berhubungan dengan dirinya sendiri. 4.2. Pengujian Hipotesis Adapun arah pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel dependen, ditentukan berdasarkan tanda positif atau negative pada koefisien regresi variabel yang bersangkutan. Nilai t-hitung dalam SPSS selanjutnya dikonversikan menjadi nilai p-value pada kolom sig dimana nilai p-value akan dibandingkan dengan nilai sebesar 5%. Bila pvalue bernilai lebih kecil dari 5% maka dinyatakan terdapat pengaruh signifikan.
coefficients
a

Model 1 (Constant) CURRAT LEV ROA SIZE

Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 6.977 .727 .012 .022 .069 .434 .284 .208 -.027 .015 -.239 -2.319E-9 .000 -.140

t 9.598 .521 1.528 -1.769 -.957

Sig. .000 .604 .132 .043 .031

PUBC BASIS

1.315 .188

2.356 .577

.086 .046

.558 .325

.579 .746

a. Dependent Variable: ID Sumber : Hasil Pengolahan Data

Dari tabel 4.4 diatas da[at diketahui bahwa persamaan regresi berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut : ID = 6,977+ 0,012 CURRAT + 0,434 LEV - 0,027PROFIT 2,319E9SIZE+1,315 PUBC+ 0,188 BSS Dari persamaan regresi tersebut di atas, dapat dijelaskan bahwa : a. Besarnya konstanta adalah 6,977. Hal ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen (Profitabilitas, size perusahaan, kepemilkan saham publik, basis perusahaan, likuiditas, dan leverage) dianggap konstan (bernilai 0), maka besarnya kelengkapan pengungkapan laporan keuangan (Indeks Disclosure) adalah 6,977. Tanda koefisien regresi variabel bebas menunjukkan arah hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen. b. Variabel likuiditas bertanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara likuiditas dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabel likuiditas sebesar 0,012. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel likuiditasakan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 0,012%. c. Variabel leverage bertanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara leverage dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabel leverage sebesar 0,434. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel leverage akan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 0,434%. d. Variabel profitabilitas (ROA) bertanda negatif menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan antara profitabilitas dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabel profitabilitas sebesar -0,027. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel profitabilitas akan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 0,027%. e. Variabel size perusahaan bertanda negatif menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan antara size perusahaan dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabelsize perusahaan sebesar -2,319E. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel size perusahaanakan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 2,319E. f. Variabel porsi kepemilikan saham publikbertanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara porsi kepemilikan saham publik dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabel porsi kepemilikan saham publik sebesar 1,315. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel porsi kepemilikan saham publik

akan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 1,315%. g. Variabel basis perusahaan bertanda positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara basis perusahaan dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Koefisien regresi untuk variabel basis perusahaan sebesar 0,188. Ini berarti apabila faktor lainnya konstan, maka pertambahan 1% pada variabel basis perusahaanakan menyebabkan berkurangnya tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan sebesar 0,188%. 4.3 Signifikan model Hasil output SPSS yang berkaitan dengan signifikan model regresi adalah berupa nila R2 dan nilai F dapat dilihat pada uraian sebagai berikut :
Model Summary
b

Model 1
a. b.

R .321a

R Square .103

Adjusted R Square .002

Std. Error of the Estimate 1.95116

Dubin Watson 1.501

Predictors: (Constant), LEVERAGE, KEPEMILIKAN.SAHAM, PROFIT, LIKUIDITAS, BASIS, SIZE Dependent Variable: ID

Output statistik di atas menyatakan bahwa : - Nilai R adalah 0,321 menujukkan suatu hubungan yang sama sekali tidak ada hubungan antar variabel. Jadi hasil ini dapat dikatakan bahwa hubungan variabel independen ( Current, Debt to Equity, ROA, SIZE, PUBC, BASIS ) terhadap luas pengungkapan laporan keuangan perusahaan dapat dikatakan kuat. - Nilai R square adalah sebesar 0,103yang berarti bahwa sebesar 10,3% variansi dependen variabel dijelaskan oleh ke enam independen variabel dan sebanyak 89,7% variabel independen ditentukan oleh faktor-faktor eksternal selain ke enam variabel independen. - Nilai adjust R square 0,002 menujukkan bahwa 0,2% dari keseluruhan variabel independen dikoreksi atau disesuaikan dalam menentukan variabel dependen, sedangkan 99,8% dikoreksi atau disesuaikan oleh variabel lain. - Standart Error of Estimate sebesar 1,95116. Semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.
ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F 1 Regression .212 6 .035 2.862 Residual .772 53 .014 Total .984 59 a. Predictors: (Constant), CURRAT, LEV, ROA, SIZE, PUBC, Basis b. Dependent Variable: ID Sumber : Hasil Pengolahan data SPSS

Sig. .006a

Pada tabel ANOVA dipaparkan nilai F sebesar 2,862 dengan niali value sebesar 0,006. Mengingat niali value tersebut bernilai lebih kecil dari besar 5% maka disimpulkan bahwa keenam variabel independen ternyata berpengaruh secara simultan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa current, debt to equity, ROA, SIZE, PUBC, dan BASIS mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan, artinya investor dapat mengandalkan pengungkapan laporan keuangan tahunan untuk pengambilan keputusan. Penutup 5.1. Kesimpulan Hasil evaluasi terhadap model penelitian dan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil pengujian data menunjukkan beberapa bahwa pada tahun 2008-2010 variabel indeks pengungkapan yang merupakan proksi dari kelengkapan pengungkapan berdistribusi normal. Hasil pengujian asumsi klasik terhadap data penelitian juga nenunjukkan bahwa model regresi yang digunakan terbebas dari gangguan autokorelasi, multikolerasi, dan heterokedasitas. 2. Berdasarkan analisis berganda dengan menggunakangoodness of fit( Uji F) maka dapat diketahui bahwa variabel independen yaitu likuiditas, leverage, prfitabilitas, size perusahaan, porsi kepemilikan saham publik, dan basis perusahaan dinyatakan layak terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan. 3. Berdasarkan analisis regresi berganda dengan menggunakan Uji t dapat diketahui bahwa hanya variabel dependen profitabilitas dan size perusahann yang berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan. 4. Berdasarkan analisis regresi tersebut juga dapat diketahui bahwa empat variabel lainnya yakni likuiditas, leverage, profitabilitas dan porsi kepemilikan saham publik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 5. Mengamati nilai koefisien determinasi (adjusted R-square) sebesar 0,127 yaitu bahwa variabel independen yang digunakan dalam peneltian ini yakni likuiditas, leverage, profitabilitas, size perusahaan, porsi kepemilikan saham publik, dan basis perusahaan mampu menjelaskan kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010 sebesar 12,7% sedangkan sisanya 87,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. 5.2. Keterbatasan Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan atau keterbatasan. Evaluasi atas hasil penelitian ini harus mempertimbangkan beberapa keterbatasam yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian, antara lain : 1. Sampel pada penelitian ini hanya berasal dari satu sektor usaha saja, yaitu perusahaan perbankan sehingga berkemungkinan menyebabkan rendahnya hasil analisis tingkat signifikansi. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai koefisien determinasi pada penelitian ini. 2. Pada penelitian ini hanya melihat variabel likuiditas, leverage, profitabilitas, size

perusahaan, porsi kepemilikan saham dan basis perusahaan sebagai variabel independen yang mempengaruhu pengungkapan laporan keuangan, sedangkan masih banyak variabel lainnya yang ikut mempengaruhi tindakan pengungkapan laporan keuangan tersebut. 3. Penelitian ini hanya melihat pengaruh dari likuiditas, leverage, profitabilatas, size perusahaan, porsi kepemilikan saham publik terhadap pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan perbankan yang teraftar di Bursa Efek Indonesia untuk beberapa waktu periode pengamatan saja, yaitu periode 2008-2010 5.3. Saran Evaluasi atas hasil dan keterbatasan dalam penelitian ini menghasilkan beberapa saran yang diharapkan dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya, antara lain : 1. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan pemilihan populasi dan sampel dari sektor usaha lai karena hal ini berkemungkinan berpengaruh terhadap tingkat signifikansi model penelitian. 2. Selain yang dijadikan variabel independen dalam penelitian ini, masih terdapat variabel lainnya yang mempengaruhi pengungkapan laporan keuangan seperti suku bunga, inflasi, kepemilikan saham manajerial, biaya modal, dll. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan variabel lain yang mempengaruhi pengungkapan laporan publik. 3. Periode pengamatan yang sempit pada penelitian ini, dapat dijadikan pertimbangan untuk adanya perluasan periode pengamatan pada penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA Amalia, Dessy 2005.Faktor-faktor Yang Memepengaruhi Pengungkapan Sukarela (voluntary disclosure) Pada laporan Tahunan Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.Jurnal Akuntansi Perintah.Vol 1, No. 2, November 2005 Baridwan, Zaki. 2000. Intermediate Accounting. Penerbit BPFE : Yogyakarta. Belkaoui, Ahmed Riahi. 2000. "Accounting Theory". Edisi Pertama. diterjemahkan oleh Harjanti Widiastuti. Salemba Empat :Jakarta. Brighman, Eugene F, & Houston Joel F. 2006.Manajemen Keuangan. Penerbit Erlangga : Jakarta Chairiri, Anis dan Imam Ghozali. 2001. Teori Akuntansi. Penerbit UNDIP : Semarang. Dwiningsih, Rhia. 2009. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, dan Komisaris Independen terhadap Transparasi Informasi.Skripsi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Riau Farichah. 2009. Analisis Hubungan antara Karakteristik dan Kualitas Pengungkapan pada Laporan Kauangan Perusahaan Indonesia.Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.14 No. 2. Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Ghozali, Imam dan Anis Chairiri. 2003. Teori Akuntansi. Edisi 1.UNDIP : Semarang. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit UNDIP : Semarang. Handoko, Handi. 2006. "Pengaruh Size Perusahaan, Likuiditas, Solvabilitas. Lamanya Listing, dan Proporsi Kepemilikan Publik Terhadap level of Disclosure pada perusahaan Manufaktur Yang Listing di Bursa Efek Jakarta". Skripsi SI Fakultas Ekonomi Universitas Riau. Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Analisis Krisis Laporan Keuangan. Penerbit Raja Grafindo Persada : Jakarta. Harianto, farid dan Sudomo Siswanto. 2001. Perangkat dan Teknis Analisa Investasi di Pasar Modal. Penerbit Bursa Efek Jakarta : Jakarta. Hendriksen, Elda S dan Van Breda, Michael F. 2002.Teori akunting.Penerbit Interaksa : Jakarta. Hery.2007. Siklus Akuntansi Perusahaan.Penerbit Graha Ilmu : Yogyakarta. Husnan Suad. 2006. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Laporan Keuangan

Perusahaan manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Akuntansi. Universitas Insalam Indonesia : Yogyakarta. IAI. 2007. "Standar Akuntansi Keuangan". Salemba Empat. Jakarta. Irawan, Bambang. 2006. "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ". Skripsi SI Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.Yogyakarta. IDX. 2009."Indonesian Capital Market Directory. Juli Sutriana. 2010. Pengaruh karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan laporan Keuangan Pada Perusahaan Jasa Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Akuntansi universitas Riau. Kasmir.2009. Teori Akuntansi.Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta. Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta. Kieso, dkk. 2001. Akuntan Intermediate. Edisi ke-10 jilid 3 Erlangga : Jakarta Keown, J Athur et al. 2001."Dasar-Dasar Manajemen Keuangan". Salemba Empat. Simon and Schuster (Asia), Ltd. Jakarta. Kumala, Dewi, 2009, Pengaruh Luas pengungkapan laporan keuangan tahunan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia terhadap keputusan investor, Jurnal Akuntansi, Universitas Gimadaimas :Jakarta. Kuncoro, Muddarajat. 2003. Jakarta. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi.Penerbit Erlangga :

Munawir, S. 2001. "Analisis Laporan Keuangan". Liberty. Yogyakarta. Munawir. 2003. Analisis Laporan Keuangan. Penerbit Liberty : Jakarta Mustika Debby Apsari. 2010.Faktor-faktor Yang mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan laporan keuangan pada Perusahaan manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Akuntansi unversitas Riau. Novalita, Larasmita & Indrayani, Emmy, 2009, Pengaruh Karakteristik perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan dalam laporan keuangan tahunan sektor property dn real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Jurnal Akuntansi, Universitas Gunadarma Jakarta Prayitno, Duwi. 2008. Mandiri belajar SPSS. Media Kom : Yogyakarta.

Riyanto, bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelajaran perusahaan. BPFE : Yogyakarta. Sawir, Agnes. 2003. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan.PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Simanjuntak & Widiatuti. 2004. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Effek Jakarta.Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 7 No. 3 Subroto, Bambang.2005.Faktor-Faktor yang Mmempengaruhi KepatuhanKepada Ketentuan Pengungkapan Wajib Oleh Perusahaan-Perusahaan Publik dan Implikasinya TerhadapKepercayaan Para Investordi Pasar Modal.Disertasi, Universitas Gajah Mada. Sugiono. 2009. Metodologi Penelitian Bisnis. Cetakan ke-13. Penerbit afabeta : Bandung. Suprapto. 2004. Sattistik Pasar Modal Keuangan dan perbankan. Rhineka Cipta : Jakarta. Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi Ketiga Penerbit BPFE : Yogyakarta. Spica, Lusiana dan Retrinasari, Ika, 2007, Analisis pengaruh karakteristik perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta , Jurnal Akuntansi ,Universitas Trisakti Jakarta Syamsuddin, Lukman. 2007. "Manajemen Keuangan Perusahaan". Edisi Baru-9.PT.Raja Grafindo Persada. Jakarta. Syamsudin, Lukman. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan. Penerbit Rajawali Ekspres : Jakarta. Yuliansyah, dan Yenny Megawati. 2007. "Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Jakarta": Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 12 No. 1.Bandarlampung. http//: www.bapepam.go.id http//: www.idx.co.id Surat keputusan Ketua Bapepam No.-134/BL/2006