Anda di halaman 1dari 1

1.

LATAR BELAKANG MASALAH Samarinda sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur yang saat ini tengah berkembangdengan pesat, namun di tengah perkembangan ini Kota Samarinda masih selalu dideradengan permasalahan banjir. Fenomena kejadian banjir saat ini tidak hanya terjadi pada saatmusim penghujan namun pada saat terjadi hujan dengan durasi 3 jam saja sudah dapatmengakibatkan banjir. Kondisi yang demikian ini sangat mengganggu aktivitas warga KotaSamarinda.Berbagai upaya telah dilakukan, namun upaya tersebut belum optimal dalammengatasi masalah banjir. Upaya tersebut berupa pemeliharaan saluran drainase kota, pembenahaan sungai-sungai yang melinatasi kota, berbagai studi terkait pengendalian banjir kota, pembangunan sarana pengendali banjir serat beberapa aturan telah dikeluarkan untuk pengendalian banjir. Upaya-upaya tersebut ternyata kalah cepat dengan perkembangan kota.Oleh sebab itulah maka diperlukan suatu penataan terpadu pengendalian banjir denganmenyusun prioritas penanganan dan pembiayaan sesuai dengan kondisi actual serata prediksi pembangunan masa mendatang.Di Samarinda kini hanya terlihat dua sungai yang membelah "Kota Tepian" itu, yakniSungai Mahakam sebagai sungai terpanjang dan terlebar di Kaltim dan Sungai KarangMumus, merupakan anak Sungai Mahakam. Apabila terjadi hujan lebat dalam beberapa jam,maka sebagian kawasan Samarinda tergenang. Kian parah, apabila terjadi hujan lebat dikawasan utara Samarinda karena Waduk Benanga tidak mampu menahan jutaan meter kubik air hujan sehingga Sungai Karang Mumus akan meluap menyebabkan banjir kian merata dikota itu.Luas DAS Sungai Karang Mumus sekitar 36.527 ha dengan panjang alur utamasekitar 40 km. Jarak muara sungai Karang Mumus sampai Bendung Lempake sekitar 20 km. http://www.scribd.com/doc/54338908/Makalah-Permasalahan-Banjir-Di-KotaSamarinda-Kalimantan-Timur http://www.scribd.com/doc/92750097/Das-Samarinda http://www.scribd.com/doc/66352678/BANJIR-SAMARINDA