Anda di halaman 1dari 17

KONSEP ISLAM TENTANG HIDUP SEHAT DAN MENSIKAPI SAKIT

Oleh : DR.H.AKHYAK, M.Ag

KONSEP ISLAM

TENTANG HIDUP SEHAT DAN MENSIKAPI SAKIT IBADAH BAGI ORANG SAKIT MERAWAT ORANG SAKIT DALAM PANDANGAN ISLAM BIMBINGAN MENGHADAPI SAKARATUL MAUT MERAWAT JENAZAH TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH MENURUT ISLAM

KESEHATAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Agama islam sangat memperhatikan kesehatan manusia karena dengan kesehatan seseorang dapat menjalankan ibadah dengan baik. Dalam tarikh dikatakan bahwa Nabi Mu hammad SAW. Selama hidupnya hanya dua kali sakit, pertama sakit demam biasa, kedua pada waktu ajal tiba (meninggal). Rahasia kesehatan Nabi antara lain beliau bangun sebelum subuh dengan menghirup udara segar pada waktu pergi ke mesjid, makan jika sudah terasa lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang.

Beberapa tokoh muslim dalam ilmu kesehatan sebagai

berikut: Hunain Ibnu Ishaq Beliau dilahirkan pada tahun 809 M dan meninggal pada tahun 874 M. Beliau ialah spesialis mata. Hasil karyanya ialah buku-buku yang membicarakan berbagai penyakit. Beliau banyak menerjemahkan buku-buku kedoteran yang berbahasa Yunani kedalam bahasa Arab. Abu Bakar Muhammad ibnu Zakaria Ar Razi Beliau di lahirkan pada tahun 866 M dan meninggal pada tahun 909 M. Buku karangannya tentang kedokteran dijadikan buku pegangan di Fakultas Kedokteran. Bukunya di beri nama Al Hawi (menyeluruh). Ia yang menemukan penyakit cacar, kemudian membaginya menjadi cacar air (variola) dan cacar merah (rovgella), menemukan terapi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan masih banyak lagi penemuannya yang lain. Ibnu Sina Ibnu sina, di lahirkan di Afsara (asia tengah) pada tahun 980 H/ 1593 M dan meninggal di Isfahan pada tahun 1037 H/1650 M. Bukunya yang sangat terkenal dibidang kedokteran adalah Al Qanun Fi Al Thib, dijadikan buku pedoman kedokteran, baik di Universitasuniversitas Eropa maupun Negara Islam. Abu Mawar Abdul Malik ibnu Abil Ala Ibnu Zuhur Beliau lahir pada tahun 1091 M dan meninggal pada tahun 1162 M. Beliau sebagai dokter spesialis penyakit dalam atau internis.

Islam menaruh perhatian yang besar terhadap dunia kesehatan dan

keperawatan guna menolong orang yang sakit dan meningkatkan kesehatan . Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja, beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Ajaran islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S.AlBaqarah: 168) Anjuran Islam untuk bersih juga menunjukkan obsesi Islam untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, sebab kebersihan pangkal kesehatan, dan kebersihan di pandang sebagai bagian dari iman. Itu sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan, seperti buang kotoran dan sampah sembarangan, membuang sampah dan limbah di sungai atau sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya, dan Islam sangat menekankan Kesucian atau Al-thaharah, yaitu kebersihan atau kesucian lahir dan batin. Dengan hidup bersih, maka kesehatan akan semakin terjaga, sebab selain bersumber dari perut sendiri, penyakit sering kali berasal dari linngkungan yang kotor.

Firman ALLAH, artiinya:

Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia, demikian sabda Nabi

ALLAH berfirman: yang artinya: Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan

Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka islam menegaskan perlunya istiqamah memantapkan dirinya dengan menenggakkan agama islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangannya. penyembuh bagi (Q.S.Yunus: 57) Imam al-syatibhi dalam kitabnya fi ushul Al-Ahkam, mengatakan bahwa tujuan kehadiran agama Islam dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Guna melaksanakan lima tujuan Islam tersebut maka kesehatan memegang peranan penting. Tanpa adanya kondisi sehat dalam badan, maka berbagai upaya untuk memenuhi kewajiban pokok akan sulit di laksanakan. Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa kesehatan merupakan modal pokok dan utama dalam mencapai tujuan agama. Oleh karena itu, Islam memberikan petunjuk yang jelas, utuh, komprehensif, dan integrated tentang cara-cara memelihara kesehatan. Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan, maka profesi keperawatan tidak bisa di hindari. Kapan dan di manapun keperawatan sangat di butuhkan, baik yang di lakukan secara sederhana dan tradisional sampai pada yang semi modern dan supermodern. Keperawatan secara umum dapat di bagi dua, yaitu pelayanan kesehatan danpelayanan medis. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, pelayanan kesehatan di artikan sebagai pelayanan yang di terima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan, diagnosis dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu. Menurut Benjamin Lumenta, pelayanan kesehatan ialah kegiatan yang sama yang dilakukan oleh pranata social atau pranata politik terhadap keseluruhan masyarakat sebagai tujuannya. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan makro social yang berlaku antara pranata atau lembaga dengan suatu populasi, masyarakat atau komunitas tertentu.

Kemudian Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita mengenai kesehatan,


tidak sedikit dari ucapannya mengandung unsur medis yang mutakhir. Dari ajaran beliau mengenai perihal orang sakit ialah: Perintah untuk berobat Kewajiban bagi setiap muslim yang sakit untuk berobat. Setiap penyakit ada obatnya Seperti: 1) Karantina penyakit, Nabi bersabda jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang berpenyakit lempra. 2) Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar dalam penagulangan berbagai penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat. Sabda Nabi yang berbunyi jangan engkaulah masuk ke dalam suatau daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya 3) Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan upaya proteksi diri (ikhtiar) dari berbagai penyakit infeksi, misalnya dengan imunisasi. Menyembuhkan orang sakit Merupakan suatu keharusan dalam agama. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya kesehatan. Kesehatan merupakan hal yang mutlak dalam menjalani aktivitas kehidupan manusia, bila tubuh manusia dalam keadaan sehat mereka bisa melakukan aktivitas ibadah (hubungan manusia dengan Tuhannya), aktivitas social (hubungan manusia dengan manusia), serta aktivitas dunia (hubungan manusia dengan alam). Oleh karena itu di butuhkanlah sebuah metode untuk menjaga kesehatan manusia, maka ALLAH memberikan petunjuk melalui perantara Nabi dengan segala aktivitas dan ucapan-ucapan Nabi yang telah di rancang sedemikian rupa untuk bisa diikuti manusiawi secara utuh dan mempunyai sifat yang eternaliabel.

Menurut Prof Dr. Nasaruddin Umar M.A, Guru besar UIN Syarif hidayatullah Jakarta

Firman ALLAH, yang artinya: Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan

mengatakan manusia ada tiga unsur, yaitu unsur jasad (jasadiyyah), unsur nyawa, dan unsur ruh yang dalam Al-Quran di sebut KHALQAN AKHAR. Seseorang baru di sebut manusia jika memiliki ke tiga unsur ini. Hubungan antara makhluk dengan Tuhannya akan berjalan baik bila sang makhluk menaati apa yang di perintahkan ALLAH, adakalanya manusia melanggar nilai-nilai keseimbangan antara khalik-makhluk. Namun selain itu, ada pula ciri-ciri jiwa yang sehat yang dalam Al-Quran di sebut Qalbun Salim, seperti hati yang selalu bertobat (at-taqwa), hati yang selalu menjaga dari hal-hal keduniaan (al-zuhd), hati yang selalu ada manfaatnya (al-shumi), hati yang selalu butuh pertolongan ALLAH (alfaqir). 3.Kesehatan social Hidup bermasyarakat dalam arti yang seluas-luasnya adalah merupakan salah satu naluri manusia. Menurut Aristoteles menyebutkan manusia adalah Zoon Polition, yaitu manusia yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Oleh karena itulah dalam islam di kenal istilah Ukhuwah (persaudaraan). Dalam konsep islam manusia di ikat dalam sebuah persaudaraan yang akan mendatangakan muamalah (saling menguntungkan), hal ini memungkinkan rasa persaudaraan lebih tinggi.
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah (Q.S. Al-Hujarat: 13)

Ajaran islam tentang perlunya membangun kesehatan masyarakat yang sehat, terdapat

pada hamper seluruh misi, semuanya dapat terlihat dalam ajaran Islam. Pada zaman Rasulullah, telah ada piagam Madinah. Dalam piagam itu di tegaskan orang harus menjaga hubungan baik dengan masyarakat. 4. Kesehatan seksual Kehidupan seksual merupakan pokok bahasan yang penting bagi orang muslim, karena sangat berpengaruh bagi kesehatan dan perilaku manusia. Adapun poin-poinnya yaitu: a.menjaga kebersihan dan kesucian organ-organ seksualitas, misalnya bersuci setelah buang air besar dan buang air kecil. b.larangan berhubungan seksual ketika istri sedang haid c.berhubungan badan melalui dubur. d.membersihkan alat kelamin setelah berhubungan badan dan setelah datang bulan.

Beberapa bentuk kesehatan antara lain:

1.Kesehatan jasmani Manusia adalah makhluk yang selalu ingin memenuhi seluruh kebutuhannya,

Firman ALLAH , yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan

keinginan manusia yang tidak terbatas kadang membuat manusia menjadi rakus. Makan berlebih, pola hidup yang tidak baik, penggundulan hutan untuk bahan bangunan, eksploitasi laut yang tidak bertanggung jawab, semuanya itu akan membuat keseimbangan alam terganggu. Di sadari maupun tidak, manusia merupakan bagian dari alam, badan kesisteman yang berlaku. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kesehatan jasmani berhubungan dengan alam. Nabi pernah bdersabda sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu. Kesehatan fisik merupakan keadaan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas lainnya. Hal ini di sebabkan karena dalam perintah ALLAH pada manusia banyak yang berupa aktivitas fisik yang memerlukan kondisi yang prima, seperti shalat, puasa, ibadah haji dan ibadah lainnya. Ajaran islam untuk menjaga kesehatan fisik terlihat dalam beberapa perintah ALLAH, seperti shalat yang mampun meregangkan otot. Karena setiap gerakan shalat seperti mempunyai kunci tubuh, sehingga sendi-sendi bisa lentur dan menyehatkan. Wudhu yang menurut penelitian bisa merangsang saraf-saraf pada daerah yang terusap air wudhu, puasa yang menyehatkan, ibadah haji yang merupakan puncak dari ibadah yang membuat tubuh kuat, karena rukun-rukunnya yang melatih kondisi stamina tubuh. Dengan demikian tampaklah jelas ajaran Islam yang sangat mementing kesehatan jasmani dan fisik yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan, olahraga, menjaga asupan makanan. Dan semuanya terintegrasi dalam setiap aktivitas ibadah. Hal ini agar menjadi kebiasaan yang tidak disadari untuk umat Islam dan merupakan bentuk pendidikan dari ALLAH. 2.Kesehatan rohani mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Al-Rad: 28)

Kebersihan Dalam Islam 1.Tubuh: Islam memerintahkan mandi bagi umatnya untuk membersihkan tubuhnya

5.Perlindungan sumber air Rasulullah melarang umatnya membuang kotoran di tempat-tempat

dari najis dan hadas. Dia mengajarkan kepada umatnya, mulai memotong kuku, membersihkan luas jari, mencabut bulu ketiak dan bersiwaq hingga bagaimana cara dia makan. 2.Tangan Nabi Muhammad SAW.bersabda: cucilah kedua tanganmu sebelum dah sesudah makan dan cucilah kedua tanganmu setelah bangun tidur. Tidak seorang pun tau di mana tangannya berada di saat tidur. Islam memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian yang bersih dan rapi. 3.Makanan dan Minuman Lindungilah makan dari debu dan serangga. Rasulullah SAW.bersabda tutuplah bejana air dan tempat minummu. 4.Rumah Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu, sebagaimana di anjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan.

sembarangan, misalnya sumur, sungai, dan pantai. Perintah-perintah Rasulullah tersebut memiliki makna bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran pencernaan

Kesehatan harus menjadi tujuan dan keperawatan

kedokteran sebagai cara, pasien adalah Tuan, dokter dan perawat sebagai pelayannya. Karena itu dokter dan perawat mengeban tugas mulia, yang dalam sumpah jabatannya mereka sudah bersumpah dengan nama Tuhan, berjanji untuk mengingat Tuhan dalam profesinya, melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan, melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkannya dari kematian, penyakit, rasa sakit dan kecemasan. Allah berjanji akan menolong setiap orang di akhirat dan di hari pembalasan, siapa saja yang menolong saudaranya. Walaupun kematian merupakan hak prerogatif Allah menentukannya, namun manusia di beri kewenagan yang maksimal untuk mengatasi penyakitnya dengan bantuan dokter dan perawat. Itu sebabnya terhadap penyakit yang parah sekali pun, dokter dan perawat tetap melakukan usaha maksimal dan memberi semangat hidup pada pasien bersangkutan.

Konsep Sakit, Perspektif Islam Dalam setiap perjalanan hidup manusia, senantiasa dipertemukan pada tiga kondisi

dan situasi yakni sehat, sakit atau mati. Sebagian manusia memandang sehat dan sakit secara berbeda. Pada kondisi sehat, terkadang melupakan cara hidup sehat dan mengabaikan perintah Allah Swt, sebaliknya pada kondisi sakit dianggapnya sebuah beban penderitaan, malapetaka dan wujud kemurkaan Allah Swt kepadanya. Padahal Allah SWT dalam Q.S. Shaad : 27 selalu menciptakan sesuatu atau memberikan suatu ujian kepada hambanya pasti ada hikmah/pelajaran dibalik itu semua.

Dalam perspektif Islam, setiap penyakit merupakan cobaan yang diberikan oleh Sang Pencipta Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menguji keimanannya. Sabda Rasulullah SAW yang artinya Dan sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum, dicobanya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. Dan barang siapa yang murka (tidak ridha) dia akan memperoleh kemurkaan Allah SWT (HR. Ibnu Majah dan At Turmudzi) Sakit juga dapat dipandang sebagai peringatan dari Allah SWT untuk mengingatkan segala dosa-dosa akibat perbuatan jahat yang dilakukannya selama hidupnya. Pada kondisi sakit, kebanyakan manusia baru mengingat dosa-dosa dari perbuatan jahatnya dimasa lalu. Dalam kondisi sakit itulah, kebanyakan manusia baru melakukan taubat dengan cara memohon ampunan kepada Allah SWT dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan jahatnya di kemudian hari.
Kondisi sehat dan kondisi sakit adalah dua kondisi yang senantiasa dialami oleh setiap manusia. Allah SWT tidak akan menurunkan suatu penyakit apabila tidak menurunkan juga obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda yang yang artinya: Allah swt tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari).

Bila dalam kondisi sakit, umat Islam dijanjikan oleh Allah Swt

berupa penghapusan dosa apabila ia bersabar dan berikhtiar untuk menyembuhkan penyakitnya. Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim , yang artinya: Tidaklah seorang muslim

tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.

Sementara bagi Umat Islam lainnya yang berada dalam kondisi sehat dianjurkan oleh Allah Swt untuk menjenguk saudara seiman yang menderita sakit. Apabila orang yang sehat minta didoakan dari orang yang sakit, maka Allah Swt berjanji akan mengabulkannya. Hal ini diriwayatkan Asy-Suyuti, Jika kamu menjenguk orang sakit,

mintalah kepadanya agar berdoa kepada Allah untukmu, karena doa orang yang sakit seperti doa para malaikat.
Dengan demikian, kedudukan orang yang menderita sakit bukanlah orang yang hina, malah memiliki kedudukan yang mulia. Simak hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari

Tidak ada yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan (kronis), kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya

Menurut Aswadi Syuhadak dalam sebuah tulisannya berjudul Sakit

versus Kesembuhan Dalam Islam, kata maradl (Sakit) dan syifa (Sembuh) dalam QS. Al-Syu`ara [26/47]: 80 yang artinya, apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dikaitkan dengan manusia, sedangkan syifa (kesembuhan) diberikan pada manusia dengan disandarkan pada Allah swt. Kandungan makna demikian ini juga mengantarkan pada sebuah pemahaman bahwa setiap ada penyakit pasti ada obatnya, dan apabila obatnya itu mengenai penyakitnya sehingga memperoleh kesembuhan, maka kesembuhannya itu adalah atas ijin dari Allah swt. sebagaimana diisyaratkan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi saw bersabda: Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu

digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas ijin Allahswt (HR. Muslim).
Lebih lanjut merujuk pada catatan Ibnu Faris, maradl merupakan bentuk kata yang berakar dari huruf-huruf m-r-dl( - - )yang makna dasarnya berarti sakit atau segala sesuatu yang mengakibatkan manusia melampaui batas kewajaran dan mengantar kepada terganggunya fisik, mental bahkan tidak sempurnanya amal atau karya seseorang atau bila kebutuhannya telah sampai pada tingkat kesulitan. Terlampauinya batas kewajaran tersebut dapat berbentuk ke arah berlebihan yang disebut boros, sombong maupun takabbur; dan dapat pula ke arah kekurangan yang disebut kikir, bodoh, dungu dan kolot. oleh karenanya maradl juga dapat dikatakan sebagai Hilangnya suatu keseimbangan bagi manusia.

Aswadi Syuhadakmenemukan sebanyak tiga belas kali dalam Al-Quran

katamaradl, kesemuanya dikaitkan dengan qulub ,hati dalam bentuk jamak, kecuali sekali disebut kata qalb dalam bentuk tunggal. Kata maradl juga biasa diidentikkan dengan kata saqam. Dalam hal ini, kata saqam hanya difokuskan pada penyakit jasmani, sedangkan maradl terkadang digunakan untuk sebutan Jasmani, Ruhani, dan Psikologis. Sementara kata syifa itu sendiri adalah berakar dari huruf-huruf - - dengan pola perubahannya - -( syafa-yasyfi-syifa) yang menurut catatan ibnu Mandhur berarti obat yang terkenal, yaitu obat yang dapat menyembuhkan penyakit Ibnu Faris bahkan menegaskan bahwa term ini dikatakan syifa karena ia telah mengalahkan penyakit dan menyembuhkannya. Sejalan dengan pengertian ini, al-Raghib al-Ashfahani justru mengidentikkan term syifa min al-maradl (sembuh dari penyakit) dengan syifa al-salamah (obat keselamatan) yang pada perkembangan selanjutnya term ini digunakan sebagai nama dalam penyembuhan, baik mabarrat, klinik maupun rumah sakit.
Beberapa pengertian syifa tersebut secara sederhana dapat dipahami bahwa syifa itu sendiri selain menunjuk pada proses dan perangkat tekniknya juga merujuk pada hasil yang diperolehnya, yaitu sebuah kesembuhan dari suatu penyakit. Sedangkan kata sehat yang merujuk pada kata salim sebagaimana tercantum dalam QS al-Shaffat [37]:85-86 dan QS as-Syuara ayat 87-90. Kandungan ayat ini menunjukkan upaya dan permohonan Nabi Ibrahim kepada Allah swt untuk memperoleh keselamatan maupun kesehatan sejak dalam kehidupan di dunianya hingga dihari kebangkitan

Secara filosofis, makna kesehatan menurut ajaran Islam adalah kebersihan dalam diri

manusia meliputi sehat jasmani dan rohani atau lahir dan batin. Orang yang sehat secara jasmani dan ruhani adalah orang berperilaku yang lebih mengarah pada tuntunan nilai-nilai ruhaniyah, uluhiyah (ilahiyah) maupun rububiyyah (insaniyah) sehingga melahirkan amal saleh. Jasad, raga, dan badan serta unsur-unsur fisik yang mengalami kerusakan hingga kesakitan dapat disembuhkan melalui ayat-ayat qauliyah sebagaimana tersebut dalam QS al-Isra: [17/50]: 82-83, ayat-ayat kauniyah dalam QS al-Nahl [16/70]: 69 dan gabungan antara ayat-ayat qauliyah dan kauniyah sebagaimana diisyaratkan dalam QS al-Taubah [9/113]: 14 dan 15 yang dapat disebaut sebagai penyembuhan dan kegunaannya secara holistik.
Untuk mencegah datangnya penyakit, manusia dibebaskan untuk berikhtiar. Namun Islam sudah memberikan kuncinya secara umum dengan cara mencegah kelebihan makan. 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid[534], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Rasulullah juga memberikan tips dalam sabdanya,

Sakit sebagai salah satu ciptaan Allah SWT yang ditimpakan kepada manusia juga
pasti ada maksudnya. Salah satu hikmah Allah SWT kepada hamba-Nya adalah sebagai ujian dan cobaan untuk membuktikan siapa-siapa saja yang benar-benar beriman. Firman Allah SWT :

Tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga sisanya untuk nafasnya (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-H