Anda di halaman 1dari 11

EXECUTIVE SUMMARY

KERTAS KERJA ANGKATAN

A. Latar Belakang

1. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, mengatur bahwa Pemerintah Pusat menyerahkan kewenangan penuh kepada daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 Tentang perobahan sebagian Undang-undang 32 Tahun 2004. Bahwa Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah dari pemerintah pusat kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009, Tentang Ketertiban Umum. 4. Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2009, Tentang Penataan Pasar dan Penetapan Kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) 5. Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2010 yang merupakan Perubahan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau.
1

6. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau mempunyai tugas pokok : Melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang

Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. 7. Dalam menjalankan proses yang kompleks, pelaksanaan tugas dan kewenangan pada perangkat daerah ini tidak serta merta dapat berjalan optimal, tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang dihadapi, hambatan-hambatan dari masyarakat dan Pemerintahan Kabupaten Sanggau turut menjadi bagian yang memperlambat proses

optimalisasi penataan Pedagang Kaki Lima. 8. Dalam Kertas Kerja Angkatan (KKA) ini kami berusaha mengkaji secara objektif permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau guna menyampaikan masukan-masukan yang semoga dapat memberi kontribusi positif bagi pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi lembaga ini. 9. Tema umum dari Kertas Kerja Angkatan Kaki (KKA) Lima dan ini adalah Dinas Kecil

Optimalisasi Perindustrian, Menengah

Penataan

Pedagang

pada Usaha

Perdagangan,

Koperasi Tema

Kabupaten

Sanggau.

tersebut

merupakan

rangkuman dari empat Isu Aktual yang menjadi empat Judul Kertas
2

Kerja Kelompok (KKK), yang mana untuk satu judul disusun oleh Tim Perumus kertas Kerja Angkatan (KKA) sehingga menjadi bagian utuh dalam penulisan Kertas Kerja Angkatan (KKA) ini.

B. Isu Aktual Dalam penulisan Kertas Kerja Angkatan (KKA) ini, kami

mengangkat Belum optimalnya penataan Pedagang Kaki Lima pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau , sebagai isu aktual secara umum, Isu aktual tersebut diatas dispesifikasikan menjadi 4 (empat) isu aktual, yaitu :

1.

Kelompok

Belum Sarana

optimalnya dan

Penyediaan

Prasarana Pedagang Dinas Perindustrian,

Kaki Lima pada

Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau. 2. Kelompok II : Belum Pedagang optiomalnya Kaki Lima perencanaan pada Dinas

Perindustrian, dan Usaha

Perdagangan, Menengah

Koperasi Kabupaten

Sanggau.
3

3.

Kelompok

III

Belum Sumber

optimalnya Daya

pengembangan pada Dinas

Manusia

Perindustrian,

Perdagangan,

Koperasi

dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau. 4. Kelompok IV : Belum optimalnya pelaksanaan

sosialisasi terhadap Pedagang Kaki Lima pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau.

C. JUDUL

Judul masing-masing kelompok berdasarkan isu aktual adalah sebagai berikut :

1.

Kelompok

Optimalisasi

Penyediaan

Sarana

dan

Prasarana pedagang Kaki Lima pada Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau.
4

2.

Kelompok

II

Optimalisasi Perencanaan Pedagang kaki lima pada Dinas Perindustrian,

Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau. 3. Kelompok III : Optimalisasi Pengembangan Sumber

Daya Manusia pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sanggau 4. Kelompok IV : Optimalisasi Pelaksanaan Sosialisasi

Terhadap Pedagang Kaki Lima pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Sanggau.. D. Identifikasi Masalah Kecil Menengah Kabupaten

1.

Kelompok

Belum optimalnya

Penyediaan

Sarana

dan Prasarana Pedagang

Kaki lima

disebabkan oleh masalah pokok dominan yaitu; Belum optimalnya sarana untuk berjualan bagi PKL, hal itu disebabkan oleh masalah spesifik dominan yaitu; Kurangnya tempat untuk berjualan bagi PKL.

2.

Kelompok

II

Belum optimalnya disebabkan

Perencanaan

PKL

oleh masalah pokok dominan yaitu; Belum tersusunnya Grand Design penataan PKL, hal itu disebabkan oleh masalah spesifik dominan yaitu; belum tersusunnya Master Plan Penataan PKL
3.

Kelompok

III

Belum

optimalnya

Pengembangan

Sumber Daya Manusia disebabkan oleh

masalah

pokok dominan Kompetensi

yaitu; belum Sumber Daya

optimalnya

Manusia, hal itu disebabkan oleh masalah spesifik dominan yaitu; kurangnya

keterampilan pegawai. 4. Kelompok IV : Belum optimalnya pelaksanaan Sosialisasi terhadap PKL disebabkan oleh masalah6 pokok dominan yaitu Belum Efektifnya

strategi pelaksanaan sosialisasi, hal itu

E. Identifikasi Sasaran

1. Kelompok

Sasaran Pokok sebagai berikut : a. Terwujudnya pembangunan sarana sanitasi pasar b. Terpenuhinya sarana untuk berjualan bagi PKL c. Terwujudnya peningkatan pembiayaan operasional pasar Dari ketiga sasaran tersebut di atas yang paling dominan adalah : Terpenuhinya sarana untuk berjualan bagi PKL.

2. Kelompok

II

Sasaran Pokok sebagai berikut : a. Terwujudnya implementasi Perbup 33 Tahun 2009 yang optimal b. Tersusunnya Grand Design Penataan PKL c. Tersusunnya RDTR Kabupaten Sanggau Dari ketiga sasaran tersebut diatas yang paling dominan adalah:

Tersusunnya Grand Design Penataan PKL.

3. Kelompok

III

Sasaran Pokok sebagai berikut : a. Terwujudnya perencanaan sumber daya manusia


7

b. Terwujudnya Kompetensi sumber daya manusia c. Terwujudnya penempatan sumber daya manusia Dari ketiga sasaran tersebut diatas yang paling dominan adalah: Terwujudnya kompetensi sumber daya manusia.

4. Kelompok IV Sasaran Pokok sebagai berikut : a. Terpenuhinya sosialisasi. b. Terwujudnya strategi pelaksanaan sosialisasi yang Efektif c. Tersedianya anggaran sosialisasi. Dari ketiga sasaran pokok tersebut diatas yang paling dominan yang memadai untuk pelaksanaan jumlah petugas khusus untuk melaksanakan

adalah : Terwujudnya Strategi Pelaksanaan Sosialisasi yang Efektif.

F. Alternatif pemecahan masalah / Rekomendasi

1. Kelompok I Sasaran spesifik : Terpenuhinya Penyediaan sarana untuk berjualan bagi PKL, hal tersebut dapat dicapai melalui :
8

a. Menyediakan Shelter dan tendanisasi b. Menyediakan gerobak bagi PKL c. Menyediakan Los bagi PKL Dari gabungan ketiga alternatif kegiatan setelah dilakukan Cost Benefit Analisis (CBA), maka Rekomendasi kegiatan adalah : Menyediakan Gerobak bagi PKL. prioritas

2. Kelompok II Sasaran spesifik : Tersusunnya Master Plan penataan PKL, hal tersebut dapat dicapai melalui : a. Mereview Renstra SKPD Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sanggau. b. Menyusun Renstra Khusus penataan PKL pada Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sanggau c. Melakukan koordinasi dengan dinas/instansi terkait. Dari gabungan ketiga alternatif kegiatan setelah dilakukan analisis Mc.Namara, maka Rekomendasi berikut : Menyusun Renstra Khusus penataan PKL pada Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sanggau
9

kegiatan

prioritas

sebagai

3. Kelompok III Sasaran spesifik : Terwujudnya kompetensi sumber daya manusia. hal tersebut dapat dicapai melalui : a. Menyediakan tenaga konsultan ahli pengelola pasar. b. Melaksanakan magang c. Menempatkan Tenaga Teknis pengelola pasar ( UPT Pasar ) Dari gabungan ketiga alternatif kegiatan setelah dilakukan analisis Mc.Namara, maka Rekomendasi berikut: Melaksanakan magang. kegiatan prioritas sebagai

4. Kelompok IV Sasaran spesifik : Tersedianya Metode Sosialisasi yang Efektif. hal tersebut dapat dicapai melalui : a. Menyebarluaskan informasi melalui berbagai media b. Melaksanakan pendekatan/pertemuan secara persuasif c. Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan operasi Yustisi secara terpadu. Dari gabungan ketiga alternatif kegiatan setelah dilakukan analisis Mc.Namara, berikut:
10

maka

Rekomendasi

kegiatan

prioritas

sebagai

Melaksanakan pendekatan/pertemuan secara persuasif.

11