Anda di halaman 1dari 141

Silabus Metrologi Industri

Jenis dan cara pengukuran Konstruksi alat ukur Sifat-sifat umum alat ukur Penyimpangan proses pengukuran Alat ukur linier langsung Alat ukur linier tak langsung Alat ukur sudut Pengukuran kedataran dan kelurusan Pengukuran kebulatan Pengukuran kekasaran permukaan

JENIS ALAT UKUR:


Alat ukur langsung :skala ukur terkalibarasi, hasil dpt dibaca langsung Alat ukur pembanding: skala ukur terkalibrasi, pembaca selisih suatu dimensi terhadapt ukuran standar Alat ukur standar: menunjukkan ukuran tertentu & digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur lain Alat ukur batas (kaliber): menunjukkan dimensi berada di dalam atau diluar toleransi Alat ukur bantu: alat yang membantu proses pengukuran

CARA-CARA PENGUKURAN
a. Pengukuran Langsung Dgn alat ukur yang hasilnya dapat terbaca langsung b. Pengukuran Tidak Langsung Pengukuran dengan alat-alat ukur dari jenis pembanding, alat ukur standar dan alat ukur pembantu c. Pengukuran dengan Kaliber Batas Tidak menentukan dimensi dengan pasti hanya, hanya untuk mengetahui ukuran dalam batas toleransi atau tidak d. Perbandingan dengan Bentuk Standar Bentuk suatu produk dibandingkan dengan suatu standar pada layar alat ukur proyeksi ketepatan bentuk

PENGUKURAN LANGSUNG
Dengan alat ukur yang hasilnya dapat terbaca langsung Contoh : Pengukuran dengan Mikrometer, jangka sorong atau mistar ukur.

Pengukuran Tidak Langsung


Penjelasan gambar pada kuliah

Pengukuran dengan Kaliber Batas


Tidak menentukan dimensi dengan pasti hanya, hanya untuk mengetahui ukuran dalam batas toleransi atau tidak.

Penjelasan gambar pada kuliah

Perbandingan dengan Bentuk Standar

Bentuk suatu produk dibandingkan dengan suatu standar pada layar alat ukur proyeksi ketepatan bentuk.

KONSTRUKSI UMUM ALAT UKUR


Tiga Komponen Utama Konstruksi Alat Ukur: 1. SENSOR 2. PENGUBAH 3. PENUNJUK/PENCATAT

SENSOR ALAT UKUR


Sensor adalah peraba alat ukur. Yang menghubungkan alat ukur dan benda ukur. Contoh: Ujung kontak mikrometer jarum pada alat ukur kekasaran permukaan lensa pada alat ukur optis poros & lubang kecil pada alat ukur pneumatis

PENGUBAH ALAT UKUR


Sinyal dari sensor diubah/diolah sebelum diteruskan pada bagian lain alat ukur. Beberapa prinsip kerja pengubah: mekanis/kinematis optis elektris pnuematis gabungan dari hal-hal di atas

PENGUBAH ALAT UKUR


Tujuan pengubah:
Memperbesar atau memperbesar perbedaan yang kecil dari geometri obyek ukur

Pengubah Mekanis
Contoh: Sistem roda gigi dan batang bergigi dari jam ukur (dial indikator) (lihat ilustrasi gbr pada kuliah)

Pengubah mekanis
Roda gigi kecil 2 Roda gigi besar

Roda gigi kecil 1

batang bergigi

Faktor pembesarannya dial indikator ini tergantung kepada susunan dan ukuran diameter roda gigi. Keterangan lebih lanjut diterangkan langsung pada kuliah

Pengubah Mekanis-Optis
Faktor pembesaran diterangkan langsung pada kuliah.

Penjelasan gambar pada kuliah

Pengubah elektris
Pengubah elektris melibatkan perubahan besaran arus atau tegangan listrik. Contoh pengubah elektris adalah pengubah dengan: - prinsip kapasitif (dua pelat didekatkan dengan jarak l) - prinsip induktif (transformator): adanya arus imbas dari kumparan primer ke kumparan sekunder

Pengubah kapasitif
L Vo = K1. L
K1= penguat (amplifier) Adanya perubahan DL pada pelat dielektrik di atas (akibat dari perubahan jarak yang diukur) mengakibatkan perubahan tegangan listrik D Vo dan D Vo dikuatkan dengan rangkaian penguat DVo = K1 DL
Rang. Penguat (Amplifier)

Prinsip induktif (transformator)


Contoh LVDT (Linier Variable Differential Transformer

Prinsip LVDT
Prinsip kerja transformator: timbulnya tegangan imbas pada kumparan sekunder akibat tegangan listrik pada kumparan primer. Tegangan imbas pada kedua kumparan sama bila kedudukan inti (core) tepat ditengah. Bila core bergeser (adanya perubahan jarak) maka salah satu tegangan imbas pada kumparan sekunder menurun sedangkan pada sekunder yang lain naik sebanding dengan perubahan jarak core. V1 = V mula + C/2 V mula. D l V2 = V mula - C/2 V mula. D l

Bila kedua kumparan dihubungkan secara seri maka Vo = V1-V2= C .Vmula. Dl : dari persamaan ini tampak bahwa perubahan jarak yang dirasakan sensor (Dl) sebanding dengan tegangan yang keluar pada kumparan sekunder (Vo)

Pengubah Optis-Elektris
Sistem pita Moire dengan susunan photosel Prinsip photosel: bila intensitas cahaya yang diterima photosel berubah maka arus listrik pada rangkaiannya juga berubah. Alat ukur didisain agar perubahan jarak akan mengakibatkan perubahan intensitas cahaya yang diterima photosel karena prinsip pita moire Prinsip pita moire terjadi karena dua pelat dari garisgaris tipis sejajar didekatkan dan salah satunya dimiringkan. Hal ini mengakibatkan pita gelap dan pita terang yang berbeda tergantung pergerakan salah satu pelatnya.

Pita-pita Moire dengan susunan photosel

Prinsip Optis Elektris ini nantinya berbasis teknologi digital (pita gelap terang dapat menghasilkan sinyal digital (1 dan 0)), sehingga konsep ini banyak dipakai pada alat ukur terkini.

Pengubah Pneumatis
Prinsip kerja adalah bahwa kondisi aliran udara akan berubah bila ada perubahan celah antara permukaan benda ukur dengan permukaan sensor alat ukur . Perubahan kondisi aliran udara diketahui dengan cara mengukur:
Perubahan tekanan Perubahan kecepatan aliran

(gambar ilustrasi lihat pada kuliah)

Pengubah Pneumatis Penjelasan


gambar pada kuliah

Perubahan celah yang dirasakan sensor (untuk mengukur diameter benda ukur) sebanding dengan perubahan kecepatan aliran udara. Posisi pengapung dengan penunjuk berskala menyatakan besar celah antara benda ukur & sensor.

Pengubah optis
Prinsip dari proyektor
Penjelasan gambar pada kuliah

PENUNJUK/PENCATAT
Kategori penunjuk/pencatat: Penunjuk berskala Penunjuk digital (angka) Pencatat (membuat grafik pada kertas berskala)

Skala Nonius
Fungsi: menaikkan kecermatan pembacaan yang ada pada skala utama

Kecermatan: skala terkecil yang mampu terbaca pada alat ukur

Prinsip skala nonius satu dimensi


A

u
O A n

u
n

u
n

k=un
mis: u = 1.0 mm (jarak skala utama) n = 0.9 mm (jarak skala nonius) k = 0.1 mm (kecermatan) Garis nol nonius tergeser sejauh k dari garis A; garis pertama nonius segaris dengan garis skala utama Garis nol nonius tergeser sejauh 2k dari garis A; garis kedua nonius segaris dengan garis skala utama

O
A

Skala Nonius
Kecermat Besar u an pada skala utama

Skala nonius
Besar n pada skala nonius 0,9 mm Jumlah bagian Panjang keseluruh an 9 mm

1/10 (0,10 mm) 1/20 (0,05 mm) 1/50 (0,02 mm)

1 mm

10

1 mm

0,95 mm

20

19 mm

1 mm

0,98 mm 0,98 mm

50 25

49 mm 24,5 mm

Skala nonius satu dimensi pada jangka sorong


Skala nonius 50 skala untuk 1 mm skala utama, sehingga kecermatan 1/50 = 0,02 mm. Terlihat juga skala nonius memiliki 50 skala berimpit dengan 49 skala utama. Jarak skala nonius adalah 0,98 mm.

Skala Mikrometer
1. Skala tetap (pembacaan kasar) 2. Skala putar (pembacaan halus)

Untuk satu putaran selinder putar (pembagian skala putar 50 skala) akan menggeser sejauh setengah bagian skala utama (0,5 mm)

Kecermatan= 0,5 mm/ 50 = 0,01 mm

Mikrometer
Untuk satu putaran selinder putar (pembagian skala putar 50 skala) akan menggeser sejauh setengah bagian skala utama (0,5 mm)
Kecermatan= 0,5 mm/ 50 = 0,01 mm

Pembacaan skala mikrometer

Kecermatan = 0.01 mm

Penunjuk/Pencatat
LED (Light Emitting Diode)

Penunjuk digital elektronis

Alat pencatat dengan prinsip galvanometer


Apabila ada arus listrik (berasal dari pengubah elektrik) yang melalui kumparan maka posisi kumparan akan terputar s/d kedudukan tertentu tergantung kepada besarnya arus (i). Ingat prinsip Lorenz

arus
Medan magnet Gaya shg kumparan terputar galvanometer

Sifat-sifat Umum Alat ukur


Rantai kalibrasi/mampu usut (traceability) Kepekaan (sensivity) Histerisis Kepasifan (passivity) Pergeseran (shifting) Kestabilan nol (zero stability) Pengambangan (floating)

Rantai Kalibrasi/ mampu usut


Kalibrasi/peneraan: mencocokan harga-harga yang tercantum pada skala alat ukur dengan harga-harga standar.
Suatu alat ukur harus terjamin rantai kalibrasinya artinya harus mampu diusut (traceability) tingkatan kalibrasinya. Tingkatan kalibrasi: 1.Alat ukur kerja (mis: mikrometer) dengan alat ukur standar kerja (mis: Blok ukur kualitas 3) 2. Alat ukur standar kerja dengan alat ukur standar 3.Alat ukur standar dengan alat ukur standar nasional 4.Alat ukur standar nasional dengan standar meter (internasional)

Standar meter (internasional)


Sebelum tahun 1960: Jarak antara 2 garisan batang platinum-irridium yang disimpan di Sevres, Perancis Sesudah tahun 1960: 1.650.763,73 kali panjang gelombang spektrum cahaya oranye-merah atom krypton-86 dalam sebuah ruang vakum.
Alasan: - kecepatan cahaya di ruang vakum sama dimana saja (definisi lebih universal) - standar lama bisa jaga hilang/ musnah pada suatu waktu

Kepekaan (Sensivity)

Kemampuan alat ukur untuk merasakan sesuatu perbedaan yang relatif kecil dari harga yang diukur (lihat gambar: alat ukur A lebih peka dari alat ukur B). Kepekaan alat ukur sangat tergantung kepada mekanisme pengubahnya.

Histerisis

Histerisis adalah penyimpangan yang timbul sewaktu dilakukan pengukuran secara kontinyu dari dua arah yang berlawanan. Dari gambar terlihat pengukuran naik dengan dial indikator tidak menghasilkan harga yang sama dengan pengukuran turun. Ada histerisis sebesar D

Passivity, Shifting
Kepasifan atau kelambatan reaksi: Suatu perbedaan yang kecil dari harga yang diukur (dirasakan sensor) tidak menimbulkan suatu perubahan apapun pada jarum penunjuk. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kelembaman, mis: pegas alat ukur tidak elastis sempurna Pergeseran (shifting): Terjadi perubahan harga yang ditunjukkan pada skala sedangkan sesungguhnya sensor tidak mensyaratkan suatu perubahan. Sering terjadi pada alat ukur pengubah elektris, karena komponen elektronik sudah tua.

Floating, Zero stability


Floating:
Jarum penunjuk selalu berubah-ubah posisi atau skala digital menunjukkan angka yang berubah-ubah. Hal ini disebabkan oleh kepekaan (sensivitas) alat ukur yang terlalu besar.

Kestabilan nol (zero stability): Apabila jarum penunjuk pada alat ukur tidak kembali keposisi semula (posisi nol). Penyebabnya masalah mekanik seperti keausan alat

Ketelitian (Accuracy)
Kesesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya (dimensi obyek ukur)
Accuracy : Correctness (exactness) to the actual value.

Ketepatan (Precision)
Kemampuan dari proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang.
Precision : Reproducibility / consistency of measurements

Accuracy vs. Precision


Accuracy : Correctness (exactness) to the actual value. Precision : Reproducibility / consistency of measurements
Precise Accurate
In a dart game one needs to utilize both of these in-order to win

Accurate and Precise

Ketelitian (Accuracy)
Salah satu alat ukur panjang disamping ini tidak teliti (akurat) karena salah satu darinya tidak sesuai dengan ukuran (harga) yang sebenarnya (dalam hal ini 10 meter), walaupun keduanya memiliki kecermatan yang sama.

Penyimpangan dalam proses pengukuran


Sumber-sumber yang membuat pengukur menjadi tidak teliti (accurate) atau tidak tepat (precise) adalah: 1. alat ukur 2. benda ukur 3. posisi pengukuran 4. lingkungan 5. pengukur

Penyimpangan dari alat ukur


Hal ini diakibatkan oleh karena alat ukur yang belum dikalibarasi

Penyimpangan dari benda ukur


Hal ini diakibatkan oleh defleksi pada benda ukur akibat : - pengaruh tekanan kontak karena benda ukur lunak - pengaruh tekanan kontak pada benda ukur yang berselinder tipis Oleh sebab itu pada mikrometer selalu ada pembatas momen putar agar menjaga tekanan pengukuran sekecil mungkin dan konstan.

Peyimpangan posisi pengukuran


q d M
Biasanya garis pengukuran harus sejajar dengan garis dimensi. Kalau garis pengukuran membuat sudut q dengan garis dimensi (akibat posisi pengukuran yang salah) maka akan menimbilakan kesalahan kosinus (cosine error) seperti pada L gambar.

L = M cos q - d cos q

Peyimpangan akibat lingkungan


Yang perlu diperhatikan adalah pengaruh temperatur pada proses pengukuran, dimana benda padat terutama logam berubah dimensinya apabila temperatur berubah ( ingat !! DL = Lo a DT sifat pemuaian logam). Supaya hasil pengukuran sama maka secara internasional sudah disetujui temperatur standar untuk pengukuran geometris adalah 20oC. Contoh: poros baja yang baru dibubut dengan diameter nominal 100 mm dapat mempunyai temperatur 400c, andai kata pengukuran dilakukan pada temperatur ini maka poros tersebut lebih besar 0,023 mm dibandingkan temperatur standar. Perbedaan ini sama dengan nilai toleransi IT7.

Peyimpangan dari si pengukur


Dua orang yang melakukan pengukuran dengan alat ukur dan obyek ukur yang sama berkemungkinan menghasilkan pengukuran yang berbeda. Hal ini dapat diakibatkan oleh: pengalaman praktek mengukur, cara melakukan pengukuran yang salah akibat tidak mengetahui dasar-dasar pengukuran yang benar.

ALAT UKUR LINIER LANGSUNG

MISTAR UKUR
alat ukur linier yang paling sederhana sederhana dan banyak dikenal pelat dari baja Jangkauan ukur: 150 mm 300 mm Kecermatan pembacaan mm dan 1 mm

Jangka sorong (Vernier Calipper)

1. Rahang ukur pengukuran luar 2. Rahang ukur pengukuran dalam 3. Lidah pengukur kedalaman (depth) 4. Skala utama mm 5. Skala utama inci

6. Skala nonius mm 7. Skala nonius inci 8. Kunci peluncur (untuk memblok gerakan peluncur sehingga mempermudah pembacaan hasil)

Animasi pengukuran dengan jangka sorong

Jangka sorong kecermatan 0,02 mm


Skala nonius 50 skala untuk 1 mm skala utama, sehingga kecermatan 1/50 = 0,02 mm

Jangka sorong (Vernier Caliper) *

Obyek yang diukur: a. Mengukur ketebalan, jarak luar atau

diameter luar b. Mengukur kedalaman c. Mengukur tingkat d. Mengukur jarak celah atau diameter dalam

* Jangka sorong disebut juga mistar ingsut

Jangka sorong jam (Dial Calipper)

Dilengkapi dengan jam ukur (pengganti dari skala nonius) Kecermatan 0.01 mm 1 putaran jarum penunjuk (100 bagian skala) = pergeseran sensor (rahang ukur gerak) sejauh 100 x 0.01 mm atau 1 mm.

Jangka sorong dengan pembacaan digital


Skala nonius diganti dengan sensor posisi (sensor yang dapat merasakan perubahan jarak) dengan pengubah elektronik dan dengan penunjuk digital.

Height Gauge (Jangka Sorong ketinggian)


Fungsi : Mengukur ketinggian Membuat garis gores Alat ukur pembanding Alat ukur kemiringan

Jangka sorong ketinggian

Membuat garis gores pada ukuran tertentu secara teliti

Jangka Sorong Tak Sebidang


Fungsi : Mengukur jarak antara 2 permukaan yang bertingkat.

Jangka Sorong Jarak Senter


Mengukur : Jarak antara senter lubang. Jarak dari senter ke tepi.

Jangka Sorong Pipa

Mengukur : Alur didalam silinder

Jangka sorong pipa


Mengukur : Tebal dinding pipa dan tebal plat yang melengkung.

Jangka Sorong Putar


Mengukur : jarak antara dua permukaan yang sejajar tapi tidak sebidang.

Jangka Sorong tekanan Ringan

Mengukur diameter luar pipa yang tipis dan lunak.

Jangka Sorong Serba Guna


Mengukur : Pengukur diameter luar/ tebal plat. Pengukur diameter dalam. Pengukur kedalaman. Pengukur sudut. Pengukur tinggi. Dapat sebagai jangka dan penggores.

Jangka Sorong Penggores


Mengukur : pengukur ketinggian dan sekaligus membuat goresan pada ketinggian tersebut.

Jangka Sorong kedalaman


Mengukur kedalaman dari obyek ukur.

MIKROMETER

Ratchet (gigi gelincir) Mur Penyetel Silinder Putar Mur Penyetel Ulir Utama Ulir Utama Silinder Tetap Kunci Poros Ukur
0

45 40

Poros Ukur Landasan

Silinder Putar

Skala Putar Skala Tetap Lubang Penyetel Posisi Nol

Mulut Ukur

Rangka

P LIT LAS DA AN

mempunyai kecermatan yang lebih baik daripada jangka sorong Umumnya kecermatan mikrometer adalah 0,01 mm. Untuk hal-hal khusus, mikrometer dapat dibuat dengan kecermatan 0,005 mm; 0,002 mm hingga 0,001 mm Komponen utama dalam mikrometer adalah ulir utamanya yang sangat teliti. Untuk jatak satu kisar (pitch) bergeser 0,5 mm

Beberapa jenis Mikrometer


Mikrometer Luar (Outside Micrometer)
Mengukur ukuran luar dengan kapasitas ukur hingga 25 mm. Untuk mengukur dimensi lebih besar dari 25 mm maka dipakai yang memakai kapasitas ukur 25 s/d 50 mm, dan begitu seterusnya.

Mikrometer dalam (inside micrometer)


Mengukur diameter dalam. Kapasitas ukur dapat diubah dengan mengganti batang ukur. Kedua ujung dari mikrometer berfungsi sebagai sensor.

Mikrometer kedalaman (depth micrometer)


mengukur kedalaman suatu lubang atau permukaan bertingkat.

Mikrometer
Mikrometer luar

Mikrometer dalam

Mikrometer kedalaman

Mikrometer Indikator
Sensor (landasan tetap yang dapat bergerak) Kunci Silinder putar (tanpa gigi gelincir)
5 0 45

15

10

10

15
20

Indikator

20

Tombol penekan Pembatas toleransi

Jam ukur bergerak sesuai yang dirasakan sensor

Gabungan antara mikrometer dan jam ukur. Landasan tetap dapat bergerak sesuai dengan daerah ukur dari jam ukur (sekitar +/- 0,02 mm) dengan kecermatan hingga 0,001 mm (sangat tinggi). Mikrometer ini dapat berfungsi sebagai mikrometer luar dan juga dapat dipakai sebagai kaliber (perubahan skala pada indikator jam ukur dapat berfungsi sebagai kaliber yang mengecek apakah suatu ukuran berada dalam batas toleransi).

Mikrometer Batas
GO
5 0 45

NOT GO

5 0 45

Kunci

Berfungsi seperti kaliber batas untuk pengukuran produk dalam jumlah banyak. Ukuran GO berarti obyek ukur harus lewat dan ukuran NOT GO berarti obyek ukur harus tidak lewat. Biasanya untuk mengukur suatu ukuran dengan nilai toleransi. Ukuran GO = toleransi bawah, ukuran NOT GO = toleransi atas.

ALAT UKUR LINEAR TAK LANGSUNG


digunakan untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran Alat ukur linear ini dipakai karena alat ukur linier langsung tidak dapat digunakan yang disebabkan kondisi objek ukur.

Alat Ukur Linier Tak Langsung


Pada alat ukur linier langsung, didapatkan ukuran secara langsung seperti yang terbaca pada skala. Sedangkan alat ukur linier tidak langsung, tidak dipakai untuk mendapatkan suatu ukuran tertentu, akan tetapi dapat berfungsi sebagai: Alat ukur standar : dimana ukuran yang dimiliki sebagai acuan ketelitian alat ukur lain Alat ukur pembanding: tidak dapat mendapatkan langsung ukuran tetapi pembacaan ukuran dari selesih suatu dimensi terhadap ukuran standar

Alat Ukur Linier Tak Langsung


Alat Ukur Standar : Blok ukur (Gauge Block) Batang ukur (length bar) Kaliber induk tinggi (heigth master) Alat ukur pembanding : Jam ukur (dial indicator) Jam ukur tes/pupitas ( dial test indicator) Pembanding ( comparator)

Blok Ukur (Gauge Block)


Nama lain : gauge block, end gauge, slip gauge, atau Johannsen gauge Sebagai alat ukur standar untuk proses kalibrasi suatu alat ukur Muka ukurnya sangat halus dan rata sehingga dapat disusun sehingga bersatu dengan kuat Memiliki bermacam-macam ukuran menurut standar metrik. Jumlah ukurannya bisa 27, 33, 50, 87, 105, dan 112 Sebagai alat ukur standar juga dapat dipakai dalam pengukuran tidak langsung dengan cara membandingkan

Blok Ukur (Gauge Block)


Untuk mendapat ukuran tertentu maka beberapa blok ukur dapat disusun sebagai suatu ukuran baru dan standar (digunakan untuk proses kalibrasi) dibuat dari baja karbon tinggi, baja paduan atau karbida logam yang setelah mengalami proses laku panas (heat treatment) Kestabilan dimensi yang baik Tahan korosi, tahan aus

Blok Ukur (Gauge Block)

Gambar satu set Blok Ukur (Gauge Block)

Blok ukur sebagai alat ukur standar sering dipakai untuk mengkalibrasi mikrometer atau jangka sorong pada bengkel produksi.

Blok Ukur
Blok ukur biasanya dipakai secara kombinasi sehingga dalam satu set tersedia berbagai macam ukuran. Jumlah blok ukura dalam satu set menurut standar metrik adalah 27, 33, 50, 87, 105, dan 112. Jarak ukur kenaikan Jumlah blok 1,001 -1,009 0,001 9 1,010 -1,490 0,010 49 0,50 24,50 0,50 49 25 100 25 4 1,0005 1 -------------------------------------------------------1 set blok ukur jumlah : 112 buah Kualitas Blok ukur dibuah dengan kualitas tertentu yaitu: Kelas 01 (paling tinggi/standar nasional), Kelas 0, Kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 (paling rendah/ pada bagian produksi)

Pemakaian blok ukur


Muka ukur adalah bagian penting. Jangan sering disentuh atau kena keringat (mengandung asam) Membersihkan blok ukur dengan wash bensin. Setelah dipakai dibersihkan kembali dengan wash bensin dan diberi vaseline (agar tidak langsung kontak dengan udara terbuka) Blok ukur yang tipis jangan disatukan dengan blok ukur tipis lainnya karena bisa terdeformasi Blok ukur yang terlalu lama dipengang bisa memuai dan menyebabkan penyimpangan pada suatu pengukuran Pengukuran yang standar dengan blok ukur adalah Temperatur 20oC dan kelembaban udara 50-60%

Pemilihan Susunan Blok Ukur


Ukuran standar yang ingin diperoleh: 58,975 mm Mulai dari angka desimal paling belakang (0,005), maka blok ukur yang diambil 1,005 mm Sisa ukuran 57,970 mm. Lihat dua desimal terakhir (0,97), ambil blok ukur 1,47 mm (karena blok ukur 1,97 mm tidak ada) Sisa ukuran 56,5 mm. Ambil blok ukur 6,5 mm dan 50 mm Susunan blok ukur 1,005; 1,47; 6,5; 50 mm (Tugas di kelas) Cobalah cari susunan blok ukur yang lain. ???

BATANG UKUR (Length Bar)


Ukuran blok ukur terpanjang 100 mm. Untuk mendapat ukuran blok ukur yang lebih panjang lagi maka dipakai batang ukur. Batang ukur berpenampang melingkar dengan diameter 22 mm.
Gambar Batang Ukur (Length Bar)

Height Master (Kaliber Induk Tinggi)


Prinsip kerja:
Gabungan Skala putar pengatur ketinggian dengan kecermatan tinggi

+
Susunan blok ukur dengan ukuran yang sama (10 atau 20 mm)

Merupakan alat ukur standar yang digunakan dalam pengukuran tidak langsung dengan cara membandingkan sehingga memberi kecermatan yang tinggi. Alat ukur standar ini dibuat untuk mempercepat dan mempermudah pengukuran, karena menyusun blok ukur memakan waktu yang relatif lama.

Pengukuran tak langsung dengan Height master


Ukuran standar diambil dari height master. Ukuran yang terbaca adalah selisih dengan ukuran standar yang terbaca pada pupitas Height Master Pupitas (dial test indicator)

JAM UKUR (DIAL INDIKATOR)


Kecermatan pembacaan skala adalah 0,01; 0,005 atau 0,002 mm dengan kapasitas ukur yang berbeda, misalnya 20, 10, 5, 2 dan 1 mm. Untuk kapasitas ukur yang besar dilengkapi dengan jam kecil

Dial indikator
Merupakan alat ukur pembanding yang banyak digunakan di industri pemesinan. Prinsip kerja secara mekanis dimana gerak linier dari sensor diubah menjadi gerak putaran.

Dial Indicator
Dapat dipakai untuk memeriksa kebulatan (benda ukur diletakan pada Blok V Dapat dipakai untuk mengukur toleransi kesalahan putar Dapat dipakai juga untuk mengetahui kelurusan suatu garis

Pupitas (Dial Test Indicator)

Jam ukur dengan kapasitas ukur yang lebih kecil (0,8 atau 0,2 mm), karena gerakan sensor tidak garis lurus tetap merupakan busur. Sensor dapat diatur sehingga dapat membuat sudut atau sejajar dengan sumbu dari badan pupitas. posisi sensor harus kurang lebih sejajar dengan permukaan benda uku

Dial indikator dengan magnetic stand dalam suatu proses pengukuran. Magnetic Stand memakai prinsip magnetik untuk menempel pada suatu permukaan datar.

Dial indikator dengan magnetic stand dalam suatu proses pengukuran.

Dial indikator dipakai sebagai alat ukur untuk melihat besar toleransi putar (run-out) putaran suatu poros selindrik yang dicekam pada spindel mesin bubut. Dial indikator dipegang oleh magnetik stand yang ditempelkan pada headstock mesin.

Kaliber batas (Limit Gauges)


Pada pembuatan produk secara massal tidak mungkin dilakukan pengukuran satu persatu dari suatu ukuran. Yang perlu diketahui/ diperiksa apakah obyek ukur tidak melebihi batas maksimum atau kurang dari batas minimum (konsep toleransi geometrik). Untuk itu dibuat suatu alat ukur yang disebut kaliber batas (limit gauge)

Kaliber Batas
Ingat !!! ukuran 50H7 (untuk lubang) H penyimpangan terhadap garis dasar 7 besar toleransi Apa bedanya dengan ukuran 50G7 dan 50H6?

Kaliber poros untuk memeriksa lubang

Ingat!!!! ukuran 50h7 (untuk poros) h penyimpangan terhadap garis dasar 7 besar toleransi Apa bedanya dengan 50g7 dan 50h6 ?

Kaliber lubang (ring) untuk memeriksa poros

Toleransi Pembuatan Kaliber Batas Batas ukuran maks


10% NOT GO 10% GO

Arah keausan

10% Batas ukuran min


Arah keausan Kaliber

GO Poros pemeriksa lubang

Kelonggaran keausan 10% NOT GO Kaliber ring/celah pemeriksa poros

Toleransi pembuatan 10% dari toleransi obyek ukur Kelonggran keausan sekitar 20% dari toleransi pembuatan

Kaliber Poros (Plug Gauge) pemeriksa lubang

Kaliber poros dipakai untuk memeriksa diameter lubang yang sudah tahu batas maksimum & minimumnya mis : ukuran 50H7 batas minimum 50,000 mm dan batas maksimum 50,018 mm Kaliber poros GO dibuat sama dengan diameter lubang minimum (selalu akan masuk), sedangkan kaliber NOT GO dibuat sama dengan diameter lubang maksimum (selalu tidak akan masuk). Berapakah dimensi pembuatan kaliber GO dan NOT GO pada kaliber 18

Kaliber Poros (Plug Gauge)

Untuk memeriksa lubang

Kaliber celah (Snap Gauge)

Kaliber pemeriksa poros

Kaliber celah yang dapat disetel


Muka ukur dapat diatur posisinya dengan bantuan blok ukur

kaliber celah dengan prinsip kerja elektronik

kaliber celah dengan Dial Indikator


Gauging travel 0.5 mm
The Bowers SNAPMATIC + Dial Indicator snap gauge has been designed specifically for quick, reliable and accurate measurement of external cylindrical diameters

Kaliber Ring

Kaliber pemeriksa poros

Kaliber poros konus (Taper Plug Gauge)


Kemiringan bidang konus diperiksa dengan cara mengoleskan dua garis tipis dari cat minyak biru sepanjang pemukaan kaliber, kemudian kaliber dimasukkan kelunag konus yang diperiksa dan diputar-putra. Lubang yang bagus mengakibatkan cat minyak biru merata Ketelitian diameter konus (ukuran maks dan minimum) dilihat dengan melihat garis GO dan NOT GO apakah ia berada di depan, pas atau di belakang garis GO atau NOT GO tersebut

ALAT UKUR SUDUT


Selain pengukuran linier, pengukuran sudut merupakan hal yang penting untuk menjamin sifat mampu tukar atau fungsional komponen. Definisi: 1o sudut dari 1/360 bagian lingkaran sempurna 1 (satu menit): satu derajat dibagi dengan 60 bagian 1 (satu detik): satu menit dibagi dengan 60 bagian

Jenis alat ukur sudut


Alat ukur sudut langsung
Busur baja Busur bilah Profil proyektor Clinometer
(untuk kecermatan yang

Alat ukur sudut tak langsung


Blok sudut
tinggi)

Batang sinus Angle dekkor

Busur Baja (Steel Engineer Protractor)

Alat ukur langsung hingga kecermatan 1 derajat Dipakai hanya untuk perkiraan harga sudut secara kasar Diperlukan bantuan penyiku bila mengukur sudut yang kecil dan terpancung (gambar kanan)

Busur Bilah
Piringan dasar Pelat dasar Piringan indeks tempat skala nonius sehingga kecermatan hingga 2 menit Bilah utama

Pemakaian busur bilah nonius


Posisi bilah utama dengan pelat dasar tegak lurus (900)

Diputar kebalikan jarum jam Digunakan skala nonius kanan Sudut terbaca dari bilah utama ke pelat dasar searah jarum jam

Diputar searah jarum jam Digunakan skala nonius kiri Sudut terbaca dari bilah utama ke pelat dasar searah jarum jam

Clinometer

Prinsip kerja : gabungan pendatar (spirit level) dengan skala sudut busur bilah Setelah clinometer diletakan di atas permukaan benda ukur, maka skala piringan diputar sampai posisi tabung dengan gelembung kurang lebih datar. Kemudian dilakukan pemutar halus samapai gelembung tepat ditengah, kemudian pembacaan sudut lewat okuler (kecermatan 1)

Blok Sudut (Angle Gauge)


Bila dalam pengukuran linier dikenal Blok Ukur, maka dalam pengukuran sudut dikenal dengan blok sudut. Satu set blok sudut terdiri dari 13 buah dengan sudut-sudut sbb:

Dari ketiga belas sudut ini dapat dibuat hampir semua sudut yang diingini. (ngak percaya !!!!!??)

Susunan Blok Sudut

270+ 70+ 20 = 370

270 - 90+ 20 = 210

Bila 13 blok ukur tersebut disusun berurutan naik maka diperoleh sudut 810 40 59. Sudut yang lebih besar dari itu dicapai memalui blok segi empat (square block)

Bagaimana susunan blok sudut 0 untuk 57 34 9


9 = +3 + 6 34 = + 1 - 3 + 9 + 27 540 = +10 30 -90 +270 +410

Pemakaian Blok Sudut

Pemeriksaan kesejajaran antara permukaan benda ukur dengan muka ukur dari blok sudut dengan dengan pisau lurus (straight edge). Blok persegi (square block) dan dengan bantuan blok ukur untuk pemeriksaan sudut yang besar

Batang Sinus (Sine Bar)


Batang baja dengan dua buah rol pada kedua ujung sisi bawah. Kerataan batang baja tersebut memiliki toleransi yang sangat sempit, begitupun kesejajaean kedua rol tersebut

Batang Sinus

cara pengukuran tak langsung dengan batang sinus


Perkirakan harga sudut a dengan busur bilah mis a= 200 25 Mencari tinggi h (susunan blok ukur). h = l sin a l = 100 mm maka h = 100 sin 200 25 = 34, 844 mm Disiapkan blok ukur dengan ukuran: 25 - 6 1,40 - 1,48 1,004 mm Bila untuk jarak 50 mm pada permukaan benda ukur menunjukkan selisih ketinggian 0,012 mm (dibaca pada dial indikator) maka tinggi h harus dikoreksi y = d l/l = 0,012 x 100/50 = 0,024 mm maka h baru = 34,884 + 0,024 = 34, 908 mm Jika setelah dikoreksi maka permukaan sejajar maka sin a = 34,908/100 = 0,34908 Maka sudut a = 200 25 51 (sangat teliti)

Cara menentukan sudut dengan batang sinus

Angle Dekkor
Prinsip kerja optis Angle dekkor merupakan alat ukur pembanding, dengan demikian pengukuran dilakukan dengan membandingkan dengan blok sudut Prinsip kerja: Adanya berkas cahaya sejajar yang menuju permukaan ukur dan cahaya tersebut dipantulkan kembali dan terlihat pada skala pantul. Skala pantul dan skala tetap dipakai untuk pembacaan pengukuran Kap. Sampai 60 menit dengan kecwermatan menit

Ketegaklurusan
0.12 A

Penyiku dan pemakaiannya

Standar siku
Standar siku adalah selinder berdinding tebal dengan diameter 100 mm dan tinggi 100, 150, 200 mm. Permukaan selinder sangat halus dan rata.

Tempelkan sensor jam ukur pada permukaan selinder dan set nol Setelah itu selinder siku diganti dengan benda ukur dan lihat apakah ada penyimpangan pada dial indikator/ jam ukur Bila peyimpangan x mm, maka ketidaktegaklurusan sebesar x mmm untuk setinggi l mm

Dua Bidang Paralel

ALAT UKUR KEDATARAN & KELURUSAN


Datar datar air Alat ukur kedataran pada hakekatnya merupakan alat ukur sudut Kelurusan: sejauhmana suatu garis pada permukaan menyimpang dari garis permukaan lurus Kedataran suatu bidang ditentukan berdasarkan analisa data kelurusan beberapa garis dengan pola tertentu mis: pola Union Jack (bendera Inggris raya) yang memerlukan 8 garis .

PENDATAR (SPIRIT LEVEL, WATERPAS)

Prinsip pendatar

R= jari-jari kelengkungan tabung L= jarak kaki

Penurunan rumus berdasarkan sudut a segitiga BOB sama dengan sudut a segitiga AOA. Sehingga d = R h / L

Mis : d = 2 mm, R = 200 m (200.000 mm), berarti satu skala d sama dengan kemiringan: d/R = 2/ 200.000 rad = 2/200.000 (180/phi) (3600 detik) = 2 detik Bila L = 200 mm , maka h = d L/R = 2. 200/ 200000 = 0,002 mm Maka kepekaan 1 skala = 0,002 mm/200 mm = 0,002/ 0,2 = 0,01 mm/m

Pembacaan skala pendatar

Kepekaan = kenaikan horizontal/ panjang L Kenaikan horz. = 200 mm x +0,04 mm/m = 200 mmx +0,00004 = +0,008 mm Kenaikan horz. = 200 mm x -0,08 mm/m = 200 mmx -0,00008 = +0,016 mm

Kalibrasi pendatar

1. Gunakan meja datar sebagai alat pemeriksa kedataran dasar pendatar 2. Letakan pendatar dan cari posisi pendatar shg gelembung ditengah 3. Balikan posisi pendatar pada tempat yang sama. Untuk membantu pemosisian dapat dipakai batang lurus yang diklem pada meja datar 4. Apabila gelembung tidak berubah berarti pendatar horizontal, tetapi bila gelembung bergeser +2 skala, maka putarlah baut pengatur sampai posisi gelembung dari harga semula.

Autokolimator

Dudukan tabung autokolimator dapat diatur (dengan memutar tiga kakinya) sehingga gelembung diposisi nol. 2 garis sinar sejajar keluar dari autokolimator dan mengenai reflektor (target). Sinar pantul ditangkap oleh skala pada autokolimator yang menunjukan skala sudut (sampai kecermatan detik) Refektor digeser secara bertahap untuk mendapatkan data untuk memeriksa kelurusan garis

Analisa Kelurusan

L = 200 mm (jarak kaki) Kepekaan pendatar =0,04 mm/m

L = 103,5 mm(jarak kaki)

1skala = 0,04 mm/m x 200 mm = 0,008 mm = 8 mm


1 skala = 8 mm

1 detik= 103,5 mm x konv detik radian = 103,5 mm x 0,0000485 = 0,0005 mm = 0,5 mm 1 detik = 0,5 mm

Koreksi L = 1 detik = 0,5 mm Contoh analisa pengukuran

Grafik kesalahan kelurusan