Anda di halaman 1dari 53

Anemia adalah istilah yang menunjukkan rendahnya hitung sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit

dibawah normal

Anemia bukan penyakit, melainkan keadaan suatu penyakit atau akibat gangguan fungsi tubuh

berdasarkan etiologi:
Anemia defisiensi:
Defisiensi besi, asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin

Anemia aplastik

Anemia hemoragik:
Akibat proses perdarahan masif atau perdarahan yang menahun

Anemia hemolitik:
a) Intrasel Talasemia, sickle cell anemia/ hemoglobinopatia, sferosis kongenital, defisiensi G6PD b) Ektrasel Intoksikasi, malaria, inkompabilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah. xx

Anemia mikrositik hipokromik

Anemia Normokromik Normositik

Anemia Makrositik

Nonmegaloblastik

anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoiesis karena cadangan besi kosong yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang

jumlah Fe dalam makanan tidak cukup

absorbsi Fe rendah

kehilangan darah

Anamnesis : Pucat lama Ditemukan penyebab/etiologi Ada / tidaknya komplikasi : PIKA, koilonikia, stomititis angularis

Pemeriksaan fisik: Pucat Tanpa perdarahan Tanpa organomegali Penyebab

Kadar Hb <10 g/dL, Ht menurun MCV <80, MCHC <32 % Mikrositik hipokrom, poikilositosis, sel target SSTL sistem eritropoetik hiperaktif SI menurun, IBC meningkat Pewarnaan besi sumsum tulang dan jaringan hati (invasif)

Pemberian zat besi


Sulfas ferosus : 4-6mg besi elemental/kgBB/hari diberikan dalam 2-3 hari dosis sehari

Diet Sumber hewani, Sumber nabati, Makanan tinggi vitamin C

Edukasi

Transfusi darah
suspensi sel darah merah (PRC) dosis 2-3 ml/kgBB persatu kali

Modifikasi diet Penambahan Fe pada makanan Suplementasi besi Pencegahan primer : (intake adekuat) Diet - <1 thn : makanan tambahan kaya Fe + Vit. C - > 1 thn : susu formula

Fe dalam vitamin ASI ekslusif - bayi matur: Fe habis dalam 6 bln berikan Fe pd usia 4-6 bln - bayi prematur : Fe habis dalam 4 bulan berikan Fe pada usia 1-2 bulan Pencegahan sekunder : skrining terapi - uji tapis terhadap bayi/ anak dengan risiko mengalami ADB - bayi cukup bulan: dilakukan pd usia 912 bln - bayi prematur/ berat lahir rendah : 6 bln

anemia makrositik yang ditandai dengan adanya peningkatan ukuran sel darah merah yang disebabkan oleh abnormalitas hematopoiesis dengan karakteristik dismaturasi nucleus dan sitoplasma sel myeloid dan eritroid sebagai akibat gangguan sintesis DNA

Defisiensi asam folat

Defisiensi vitamin B12

Lain-lain :
Gangguan sintesis DNA kongenital dan didapat

Defisiensi asam folat Iritabel Gagal mencapai berat badan yang cukup dan diare kronis Perdarahan karena trombositopenia Kwarshiorkor, marasmus atau sprue.

Defisiensi vitamin B12 Lemah Lelah Gagal tumbuh atau iritabel Pucat Glositis Muntah Diare dan ikterus

Kadang-kadang timbul gejala neurologis parestesia, defisit sensori, hipotonia, kejang, keterlambatan perkembangan regresi perkembangan dan perubahan neuropsikiatrik.

Defisiensi asam folat Pada defisiensi yang lama

anemia makrositik (MCV>100Fl) anisositosis dan poikilositosis retikulositopenia dan sel darah merah berinti dengan morfologi megaloblastik

trombositopenia dan neutropenia Neutrofil besar-besar dengan nukleus hipersegmentasi Kadar asam folat serum menurun

Anamnesis
keluhan karena gejala anemianya, riwayat diet, riwayat operasi, riwayat pemakaian obat-obatan sepeti antibiotik, antikonvulsan, gejala saluran cerna

Pemeriksaan fisik
anemia, ikterus ringan, lemon yellow skin, glositis, stomatitis, purpura, neuropati

Pemeriksaan laboratorium
pemeriksaan darah rutin termasuk indeks eritrosit, apus darah tepi dan sumsum tulang

Diagnosis pasti
pemeriksaan kadar asam folat, vitamin B12 dan tes Schilling sesuai indikasi

Gambaran anemia makrositer : Leukemia akut Anemia hemolitik (pada krisis hemolitik) Anemia aplastik Gangguan sintesis DNA kongenital Gangguan sintesis DNA didapat

Anemia megaloblastik karena defisiensi asam folat


asam folat dengan dosis 0.5-1mg/hari, diberikan peroral atau parenteral Pada keadaan diagnosis pasti masih diragukan dapat dilakukan tes diagnostic dengan pemberian preparat asam folat dosis kecil 0.1mg/ hari selama 1 minggu

Anemia megaloblastik karena defisiensi vitamin B12


vitamin B12 1mg parenteral Jika terjadi perbaikan neurologis, harus diberikan injeksi vitamin B12 1 mg intramuscular minimal selama 2 minggu terapi pemeliharaan seumur hidup dengan cara pemberian injeksi 1mg vitamin B12/ bulan

berkurangnya sel-sel darah dalam darah tepi sebagai akibat terhentinya pembentukan sel hemapoetik dalam SSTL

Anemia aplastik dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :


Kongenital : sindrom fanconi
Didapat :
radiasi sinar rontgen dan sinar radioaktif, zat kimia, obat-obatan, alergi, hepatitis, keganasan, penyakit ginjal, penyakit endokrin

Gejala klinis panas pucat perdarahan tanpa adanya organomega li

Diagnosis pasti (pemeriksaan biopsy sumsum tulang)

Gambaran darah tepi pansitopen ia dan limfositosi s relative

gambaran sel sangat kurang banyak jaringan penyokong dan jaringan lemak aplasia sistem eritropoietik granulopoietik dan trombopoietik

Pengobatan : Prednison /kortikosteroid 2-5 mg/KgBB/hari secara oral Androgen/ testosteron 1-2 mg /KgBB/ hari secara parenteral

Transfusi darah

Tranplantasi sumsum tulang

Transfusi darah bila perlu Pengobatan terhadap infeksi sekunder Makanan lunak Istirahat Transplantasi sumsum tulang pada pasien muda, antithymocyte globulin (ATG) untuk pasien tua.

umur eritrosit menjadi lebih pendek (normal umur eritrosit 100-120 hari)
-Terjadi kompensasi eritrosit oleh sumsum tulang -Anemia timbul bila sumsum tulang tidak menghancurkannya

Anemia hemolitik bawaan : - gangg. enzim dalam eritrosit (defisiensi) - hemoglobinopatia - kelainan dinding eritrosit Anemia hemolitik didapat : Proses imun - alloimun (rhesus, ABO inkompatibilitas) - autoimun haemolytic : anemia (AIHA)

Non-Imun - infeksi : malaria, streptococcus B hemolyticus - obat obat - terbakar - racun ular

Gangg. Enzim dlm eritrosit Defisiensi enzim G6PD - melalui jalur hexose monophosphate eritrosit NADPH, yg mempertahankan glutathione dalam keadaan tereduksi, yg diperlukan untuk menghindarkan eritrosit dari kerusakan oksidatif - G6PD eritrosit mudah pecah oleh oksidan

Defisiensi enzim pyruvat kinase - jarang anemia hemolitik kronik - ditemukan pad orang-orang eropa utara - autosomal resesif Hemoglobinopatia kelainan bawaan yg berupa: - kelainan struktur rantai polipeptida (HbC, HbD, HbE, HbS) - kelainan produksi rantai polipeptida, kurang atau tidak dibentuk (thalassemia)

Kelainan dinding membran eritrosit (spherocytosis) - autosomal dominan - kelainan protein pada membran eritrosit - bentuk eritrosit spheroidal

Pengaruh obat-obatan tertentu Penyakit Hookin, limfosarkoma, mieloma multiple, leukemia limfositik kronik Defisiensi glukosa 6 fosfat dihidrigenase Proses autoimun Reaksi transfusi Malaria Mutasi sel eritrosit/perubahan pada sel eritrosit Antigen pada eritrosit berubah Dianggap benda asing oleh tubuh sel darah merah dihancurkan oleh limposit Anemia hemolisis

- Anemia
- Ikterus (pada bayi) - Hepar dan Limpa membesar (pd yg kronis) - gangg.pertumbuhan (pd yg kronis)

Hb Leukosit - normal jumlahnya - pd yg kronis (oleh krn normoblas) Retikulosit Sumsum tulang hiperaktif sistem eritropoietik (pd yg kronis) Urobilin urin Hemoglobinuri (pd yg akut dan berat)

Tergantung etiologi (Anemia Hemolitik autoimun): - Glukokortikoid - Splenoktomi - Imunosupresif - Azatioprin : 80 mg/m2/hari, atau - Siklofosfamid : 60-75 mg/m2/hari - Obat imunosupresif intravena : 0,4 gr/kgBB/hari sampai 1 gr/kgBB/hari selama 5 hari

Pada yang didapat - kausal - transfusi atau transfusi tukar - terapi sinar biru (blue light) pada bayi - kortikosteroid (AIHA) - serum anti racun (ular)