Anda di halaman 1dari 16

RENCANA ANGGARAN BIAYA

PEKERJAAN LOKASI TAHUN : PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN DENGAN SENG BJLS TINGGI 2 M : DESA LEMBAK - SUMARTERA SELATAN : 2013 HARGA SATUAN ( Rp) I. 1 2 PEKERJAAN PERSIAPAN Mobilisasi alat dan bahan kerja Penjaga Keamanan selama pekerjaan berlangsung JUMLAH HARGA ( Rp)

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SAT.

1.00 1.00

Ls Ls

500,000.00 250,000.00 Sub Jumlah

500,000.00 250,000.00 750,000.00

II. 1

PEKERJAAN PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN Pembuatan pagar pengaman seng gelombang t. 2,00 m

290.00

M1

199,100.00 Sub Jumlah

57,739,000.00 57,739,000.00

III. 1 2 3

PEKERJAAN PENGECATAN Pek. Cat Seng Baru Administrasi dan Dokumentasi Pembersihan Akhir

580.00 1.00 1.00

M2 Ls Ls

43,965.00 350,000.00 200,000.00 Sub Jumlah

25,499,700.00 350,000.00 200,000.00 26,049,700.00

#REF! REKAPITULASI BIAYA


PEKERJAAN LOKASI TAHUN : PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN DENGAN SENG BJLS TINGGI 2 M : DESA LEMBAK - SUMARTERA SELATAN : 2013 JUMLAH BIAYA NO. URAIAN PEKERJAAN ( Rp) 750,000.00 57,739,000.00 26,049,700.00 JUMLAH Jasa 10% TOTAL DIBULATKAN 84,538,700.00 8,453,870.00 92,992,570.00 92,992,000.00

I. II. III.

PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN PEKERJAAN PENGECATAN

TERBILANG : DELAPAN PULUH SEMBILAN JUTA DELAPAN RATUS TIGA PULUH LIMA RIBU RUPIAH
Bersama ini kami ajukan penawaran Total nilai penawaran adalah Masa berlaku penawaranJaminan adalah penawaran - Penawaran ini belum termasuk Palembang, juli 2013 Hormat Kami CV. Restu Ilahi

Kurniady, ST Direktur

70,000.00

Rp

6,000.00

2500/btg 6 mtr

DAFTAR ANALISA SATUAN PEKERJAAN


PEKERJAAN LOKASI TAHUN NO. URAIAN Anls 1 1 M1 Pembuatan pagar pengaman sementara dari seng gelombang t. 2,00 m a. Bahan : 2.5000 Kg Semen PC 0.0050 m3 Pasir beton 0.0090 m3 Koral Beton 0.6000 Btg Kayu Gelam 0.0450 m3 Kayu Kls IV 1.1500 Lbr Seng BJLS 0.0900 Kg Paku b. Tenaga 0.3500 Oh Pekerja 0.2300 Oh Tukang Kayu 0.0300 Oh Kepala Tukang 0.0200 Oh Mandor : : : PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN DENGAN SENG BJLS TINGGI 2 M DESA LEMBAK - SUMARTERA SELATAN 2013 SATUAN HARGA JUMLAH HARGA JUMLAH BIAYA BAHAN TENAGA (Rp.) (Rp.)

HARGA SATUAN (Rp.)

JUMLAH BAHAN + TENAGA (Rp.)

1,360.00 95,000.00 350,000.00 20,000.00 1,600,000.00 49,000.00 22,500.00 70,000.00 90,000.00 90,000.00 90,000.00 Jumlah

3,400.00 475.00 3,150.00 12,000.00 72,000.00 56,350.00 2,025.00 24,500.00 20,700.00 2,700.00 1,800.00 49,700.00

149,400.00

199,100.00

1 M2 Mengecat Bidang Seng Baru (Cat dasar 1 x Finishing , 3 x cat penutup) a. Bahan : 0.3000 Kg Cat Mengkilat 0.1700 Kg Cat dasar 0.2000 Ltr Thiner 0.2000 Kg Cat menie 0.3000 Bh Amplas Niken b. Tenaga : 0.0700 Oh Pekerja 0.0800 Oh Tukang cat 0.0150 Oh Kepala tukang 0.0035 Oh Mandor

45,000.00 25,000.00 22,500.00 30,000.00 6,000.00 70,000.00 90,000.00 100,000.00 90,000.00 Jumlah

13,500.00 4,250.00 4,500.00 6,000.00 1,800.00 4,900.00 7,200.00 1,500.00 315.00 13,915.00

30,050.00

43,965.00

DAFTAR HARGA SATUAN DASAR UPAH DAN BAHAN SATUAN KERJA PEKERJAAN LOKASI TAHUN : : : : 0 PAGAR PENGAMAN LOKASI LAHAN DENGAN SENG BJLS TINGGI 2 M DESA LEMBAK - SUMARTERA SELATAN 2013 HARGA SATUAN (Rp) A. 1 2 3 4 HARGA SATUAN UPAH Kepala Tukang Tukang Mandor Pekerja

NO.

URAIAN

SATUAN

Org/Hari Org/Hari Org/Hari Org/Hari

100,000.00 90,000.00 90,000.00 70,000.00

B. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

HARGA SATUAN BAHAN Semen Portland (PC) @ 50 Kg Semen Portland (PC) Semen Putih Semen Warna Pasir Pasang Pasir Beton Pasir Urug Batu Koral Batu Bata Lobang Tanah Urug Besi Beton Polos Kawat Pengikat Beton Besi Hollow 40.40 Paku bermacam ukuran Seng BJLS 7 ' Paku Beton Paku Plywood Paku Sekrup Paku Genteng Metal Kayu kls II Kayu kls III Kayu kls IV Kayu Gelam dia. 8-10 panjang 4 m' Amplas Niken Amplas Biasa Cat Dasar Cat Menie Cat Tembok Cat Minyak Minyak Cat / Terpentin Thinner Minyak Bekisting Dempul Kayu Jadi Kuas Cat uk. 3" Rol Cat Tembok Tatakan Cat Tembok Ter / Residu

/Zak /Kg /Zak /Kg /M3 /M3 /M3 /M3 /Bh /M3 /Kg /Kg /Btg /Kg /lbr /Bh /Kg /Kg /Kg /M3 /M3 /M3 /Btg /Lbr /Lbr /Kg /Kg /Kg /Kg /Ltr /Ltr Ltr /Kg /Bh /Bh /Bh /Ltr

68,000.00 1,360.00 97,000.00 1,940.00 95,000.00 95,000.00 80,000.00 350,000.00 600.00 75,000.00 11,500.00 14,000.00 20,500.00 22,500.00 49,000.00 500.00 27,000.00 35,000.00 30,000.00 4,100,000.00 3,500,000.00 1,600,000.00 20,000.00 6,000.00 4,500.00 25,000.00 30,000.00 15,000.00 45,000.00 12,500.00 22,500.00 17,500.00 50,000.00 7,500.00 15,000.00 15,000.00 7,500.00

Palembang, juli 2013 Hormat Kami

CV. Restu Ilahi

Kurniady, ST Direktur

SPESIFIKASI DAN PELAKSANAAN TEKNIS


A. LINGKUP DAN LETAK PEKERJAAN. 1. Secara umum ruang lingkup pekerjaan adalah : Pekerjaan yang dilaksanakan adalah pekerjaan Renovasi Gedung Ruang Arsip Pt. Jamsostek (Persero) cabang Palembang Lokasi pekerjaan ini adalah terletak di Jalan Jenderal Sudirman No.131 Palembang

2. B.

PENJELASAN UMUM 1. Penjelasan Umum Bangunan. a. Perincian komponen bangunan tersimpul dalam gambar. b. Pekerjaan Rehabilitasi tersebut meliputi : - Renovasi dinding gedung Samping Kanan dan belakang. - Renovasi Gedung ruangan samping Kiri bagian depan. - Renovasi Plapong dan Atap Gedung. - Penambahan tinggi dinding gedung dan talang air beton.

C.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN : Secara umum pekerjaan Rehabilitasi Pagar Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang meliputi : 1. : Pembuatan Direksi Keet/Gudang bahan dan Barak kerja, Pembongkaran pada bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan, Pengukuran dan Pasangan Bouwplank, Pembuatan papan nama proyek. Pekerjaan Pondasi : Pondasi batu bata adukan 1 Pc : 4 Psr untuk dan pondasi setempat beton cor adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl untuk struktur kolom. Untuk pekerjaan Dinding gedung dipasang , Kolom beton, Ring balok Pek. Struktur Beton : a. beton dan plat beton bertulang dengan adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl untuk talang air beton. b. Untuk talang air dicor dengan Beton bertulang adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl dan, dilapisi dengan plester. c. Untuk Ruang Staf Pengadaan Barang dan jasa diperluas ruanganngan dang membongkar dinding satu ruangan. Dinding : Batu bata lobang tebal 1/2 batu diplester ad. 1 Pc : 4 Psr Kusen Pintu, Jendela dan Bouvenly dipasang dari kayu klas II. Kusen : a. b. Kusen Pintu Gudang Ruangan dan Skat KM/WC Lt. III dipasang kusen kayu kls II jenis merawan/setara. Pintu utama dipasang dari kayu klas II. Daun Pintu : a. b. Untuk dinding skat ruang Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dipasang dipasang kusen pintu untuk rauang arsip dari kayu klas II c. Pintu Ruang Arsip dipasang Panil kayu kls II danpintu KM/WC Lt. III dipasang Panil allumunium. Daun Jendela dan Bouvenly dipasang rangka dari kayu kls II + kaca 5 Daun Jendela dan Bouwvenlight : a. mm Rangka Plafond : Dipasang dari besi hollow ukuran 40.40.dan 40.20. yang berkualitas baik. Untuk Lt. III dipasang plafond Calsiboard 3,5 mm. Penutup plafond : a. Lantai : Untuk ruangan Gedung yang belum terpasang keramik ukuran 30 x 30 cm ditambah pemasangannya dan selasar Saluran air dicor Beton ad. 1 Pc : 3 Psr : 5 Krl pada bagian yang rusak. Pekerjaan Persiapan

2. 3.

4. 5.

6.

7. 8. 9. 10.

11.

Elektrikal

12.

Finishing

: Kabel instralasi menggunakan kabel NYY 2 x 2,5 mm2 dan NYY 2 x 4 mm2 yang mendapat lisensi dari PLN, Lampu dipasang Lampu TL 2 x 20 watt in box dan Lampu SL 18 watt produksi philips, Stop kontak, saklar dipasang produksi vimar atau setara. Dinding & plafond difinishing dengan cat tembok yang bermutu baik ex. : a. Nippon Paint atau setara Kusen, daun pintu kayu, teralis besi difinishing dengan cat minyak : b. mutu B deng c. Khusus kusen, daun pintu, jendela, bouvenly dan railling tangga difinishing dengan cat yang bermutu baik.

D. SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PENDAHULUAN a. b. Membuat papan nama proyek yang bertuliskan tentang nama proyek, sumber dana, nama pekerjaan / kegiatan, biaya serta lokasi pekerjaan dan lain-lain yang diperlukan. Mengamankan dan menjaga semua barang-barang yang akan digunakan pada pekerjaan ini, agar kwalitas/kwantitas barang/bahan tersebut tetap dalam keadaan baik, yaitu dengan cara membuat/mendirikan Direksi Keet dan gudang bahan. Membersihkan lokasi pekerjaan dari rumput dan segala macam kotoran yang dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan termasuk membongkar tonggak/akar tumbuhan batang kayu sampai Mendatangkan (Leveransir) pengelolaan, pengangkutan dan pengerahan tenaga kerja, yang secara langsung atau tidak langsung mengarah dalam usaha penyelesaian pekerjaan yang baik, Membuat perancah-perancah/steiger sebagai alat bantu untuk melaksanakan pekerjaan dan mengadakan sumber air untuk kerja maupun MCK. Syarat-syarat pelaksanaan : i. papan nama pekerjaan dibuat dari plywood tebal 6 mm ukuran 60 x 120 cm dengan rangka kayu kasau ukuran 5/7 cm, dan ditempatkan pada posisi tidak berada jauh dari lokasi ii. pekerjaan. Gudang bahan dibuat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dilapangan. iii. Air kerja yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh masing-masing pekerjaan iv. Penempatan dan pemasukkan bahan/material akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas/kelancaran pekerjaan lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini, serta mudah diambil dengan cepat dalam penggunaannya. v. Memasang lampu/penerangan pada gudang bahan/material dan alat-alat kerja. Pekerjaan bongkaran akan dilaksanakan serapih mungkin dan tidak mengganggu konstruksi lain yang ada hubungannya dengan pekerjaan bongkaran tersebut.

c. d. e. f.

2.

PEKERJAAN BONGKARAN a. b. c. Pekerjaan bongkaran pada gedung dilaksanakan pada sebagian kusen, atap, dan plafond. Pekerjaan bongkaran pada gedung dilaksanakan pada pekerjaan sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi. Syarat-syarat pelaksanaan : i. Pekerjaan bongkaran akan dilaksanakan serapih mungkin dan tidak mengganggu konstruksi lain yang ada hubungannya dengan pekerjaan bongkaran tersebut, serta tidak mengganggu ii. Hasil pekerjaan bongkaran yang tidak bisa dipakai lagi harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan, sedangkan hasil bongkaran yang masih baik dan dapat dipergunakan lagi, sebelum dipakai harus mendapat persetujuan dari Direksi. iii. Setiap hasil bongkaran yang masih baik dan bernilai, pembongkarannya harus dilakukan secara hati-hati dan hasil bongkarannya diserahkan kepada Direksi.

3.

PEKERJAAN TANAH a. Pekerjaan tanah dalam hal ini dilaksanakan untuk : i. Galian tanah pondasi, Pondasi saluran air sesuai dengan gambar kerja serta pada pekerjaan lain yang sesuai dengan gambar. Syarat-syarat pelaksanaan : i. Sebelum pekerjaan dimulai, dilakukan pengukuran dan pemasangan bouwplank dari kayu kls IV jenis racuk atau sejenis yang disetujui oleh Direksi. ii. Jika ukuran tidak sesuai/tidak cocok dengan keadaan dilapangan, harus melaporkan secara tertulis kepada Direksi yang selanjutnya akan dipertimbangkan dan dicari jalan pemecahannya iii. Sebelum dilakukan penggalian, lokasi/areal halaman harus dibersihkan terlebih dahulu dari segala macam kotoran berupa rumput, tanaman liar, dan akar-akar yang ada harus dibuang

b.

iv. Tanah bekas galian yang bersih dapat digunakan untuk tanah timbunan pada daerah yang rendah atau sekitar galian pondasi dan untuk timbunan peninggian lantai. v. Pelaksanaan galian harus dihindarkan dari konflik dengan pekerjaan lain misalnya adanya jaringan pipa-pipa air PDAM, jaringan kabel dari Telkom, jaringan kabel dari PLN dan lain-lain. vi. Pelaksanaan pengukuran bangunan harus dikerjakan dengan teliti dan sempurna serta penentuan tinggi harus dilakukan dengan alat waterpass atau theodolite. 4. PEKERJAAN PASIR Pekerjaan pasir dilaksanakan untuk pasir urugan, pasir pasangan, pasir plesteran dan pasir untuk a. pekerjaan beton. Pasir urugan dilaksanakan dibawah pondasi, lantai dan pada pekerjaan lain sesuai dengan b. c. Syarat-syarat pelaksanaan : i. Pasir urugan dan pasir untuk pasangan menggunakan pasir kali atau pasir sungai yang bersih dan bebas dari segala macam kotoran, dan pasir untuk pasangan dan plesteran bila perlu ii. urugan pasir harus dipadatkan dengan cara ditimbris sambil disiram dengan air hingga padat PEKERJAAN BATU BATA a. Pondasi pagar menggunakan adukan 1 Pc : 4 Psr, ukuran sesuai dengan gambar. Pasangan batu bata ad. 1 Pc : 4 Psr tebal 1/2 batu dilaksanakan pada : b. Dinding skat dan pagar serta pada pekerjaan lain sesuai dengan gambar. c. Syarat-syarat pelaksanaan : i. Untuk semua sisi tegak yang berhubungan dengan kolom beton harus dipasang angker besi begel diameter 8 mm, panjang angker minimal 30 cm dan dipasang dengan jarak 50 - 80 cm. ii. Pemasangan batu bata harus dikerjakan waterpass lapis demi lapis, dan setiap susut pertemuan harus membentuk sudut (90). iii. Semua batu bata sebelum dipasang harus direndam (disiram) air secukupnya, batu bata yang dipakai adalah batu bata lobang ukuran besar harus bermutu baik, keluaran satu pabrik iv. Nat-nat (siar) pasangan batu bata baik yang mendatar maupun vertikal tidak boleh lebih lebar v. Semua pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas harus memenuhi persyaratan dari masingmasing pekerjaan atau menurut petunjuk Direksi.

5.

Kualitas Pekerjaan : Dibawah bagian pondasi, lantai, rabat dan saluran harus diberi lapisan pasir dan dipadatkan dengan tebal sekurang-kurangnya 10 cm padat. 6. PEKERJAAN PONDASI Lingkup Pekerjaan : Pekerjaan pasangan Pondasi setempat kolom praktis. Kualitas Pekerjaan : 1. Pekerjaan kolom praktis bentuk dan ukuran sesuai gambar. 2. Pada pelaksanaan pekerjaan pondasi dapat dilaksanakan menurut petunjuk Direksi dan bentuk maupun ukurannya sesuai dengan gambar detail yang terlampir. 7. PEKERJAAN BETON. Lingkup Pekerjaan : 1. Pekerjaan pembesian untuk beton sesuai dengan gambar terlampir. 2. Membuat bekisting / cetakan beton, sesuai dengan rencana dan petunjuk Direksi. 3. Merawat dan menyiram beton cor yang telah dituangkan dalam cetakan (bekisting) 4. Menyiapkan peralatan untuk pengecoran beton. 5. Memperbaiki hasil pengecoran beton yang kurang sempurna. 6. Mengecor beton bertulang dan tak bertulang adukan 1 Pc : 2 Psr ; 3 Krl serta beton tumbuk adukan 1 Pc : 3 Psr : 5 Krl. Kualitas Pekerjaan : 1. Semua pekerjaan beton yang keropos dan terlihat mata / tidak tertutup material harus diperbaiki dengan plesteran ad. 1 : 3 sehingga sempurna. 2. Pada pelaksanaan pemasangan bekisting dan pembesian harus sesuai dengan gambar maupun petunjuk Direksi. 3. Pada pelaksanaan pekerjaan ini berlaku AV. 1941 pasal 139 dan Peraturan Beton Bertulang untuk Indonesia (PBI) 1978 yang disusun oleh Dewan Normalisasi, berlaku pula selanjutnya tambahan-tambahan pada PBI 1978. 4. Ukuran dari semua bagian konstruksi beton telah dan akan ditentukan sebanyak mungkin didalam gambar dan bertambah/berkurang adalah menjadi keuntungan/ resiko kontraktor. Kecuali kalau ada perubahan-perubahan ukuran bangunan yang ditentukan Direksi sehingga merubah bentuk

8.

PEKERJAAN PASANGAN BATU Lingkup Pekerjaan : 1. Pekerjaan batu bata untuk Dinding. 2. Pelaksanaan pemilihan batu bata dengan mutu baik dengan satu ukuran. 3. Membuat steiger-steiger untuk memasang batu kali. 4. Memasang lapis demi lapis batu kali diantara siar adukan. 5. Mengadakan penelitian waterpass baik vertikal maupun horizontal. 6. Merendam batu-bata sebelum dipasang dan menyiram pasangan dinding. Kualitas Pekerjaan : 1. Pasangan batu bata dengan adukan 1 : 4 dipasang pada dinding dan pondasi pagar. 2. Untuk pekerjaan batu-bata dipakai batu-bata dengan ukuran normalisasi rata-rata sama dan bermutu baik dan disetujui Direksi.

9.

PEKERJAAN PLESTERAN Lingkup Pekerjaan : 1. Melaksanakan plesteran dinding dan pagar tembok. 2. Menyediakan adukan pasir dan Portland Cement. Kualitas Pekerjaan : 1. Pasangan Dinding Bata bata dan pagar diplester dengan ad. 1 : 4. 2. Plesteran digunakan untuk bidang beton yang langsung tampak oleh mata dan menurut 3. Semua pekerjaan plesteran harus dikerjakan sedemikian rupa, sehingga rata, datar dan licin tidak berlubang bilamana perlu sebelum melaksanakan pekerjaan plesteran terlebih dahulu dibuat kepala atau ukuran yang mantap. 4. Setiap pertemuan sudut luar, plesteran dibuat siku/tidak tajam dan harus rapi.

10.

PEKERJAAN KUSEN 1. 2. Kusen kayu kls II jenis kulim/setara dilaksanakan pada kusen pintu, bouvenly gudang Lt. I dan dinding skat KM/WC Lt. III serta pada pekerjaan lain sesuai dengan gambar. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Kusen kayu dilaksanakan dari kayu kls II jenis kulim / setara yang tua, kering tidak cacat dan berkualitas baik serta disetujui oleh Direksi. b. Pemasangan/penyetelan kusen terhadap dinding dilakukan dengan baik dan rapih. c. Penempatan kusen dilaksanakan sesuai dengan gambar. d. Pemilihan bahan, penyerut dan penyambungan harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan teknis yang berlaku, hasil pekerjaan harus memnuhi criteria baik dan rapih.

11.

PEKERJAAN PINTU PANIL, JENDELA DAN BOUVENLY. 1. 2. 3. 4. Pasangan Pintu frame kaca 12 mm dan pintu, jendela dan bouvenly rangka alluminium yang dikerjakan, pelaksanaan dan penempatannya dilaksanakan sesuai gambar atau petunjuk Direksi. Pintu panil, bouvenly gudang Lt. I dan dinding skat KM/WC Lt. III dilaksanakan dari kayu kls II jenis merawan/setara yang bermutu baik. Khusus untuk KM/WC Pos Jaga menggunakan kusen + pintu PVC. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Pintu frame kaca 12 mm + Accesories dilaksanakan bahan berkualitas baik dan disetujui oleh b. Pintu, jendela dan bouvenly dilaksanakan rangka alluminium + kaca raybend 5 mm berkualitas baik serta disetuji oleh Direksi. c Pemilihan bahan, penyerutan dan penyambungan harus berpedoman pada ketentuanketentuan teknis yang berlaku, hasil pekerjaan harus memenuhi criteria baik dan rapih. d Semua pekerjaan pintu baik motif, ukuran maupun penempatannya dilaksanakan sesuai e Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar dan pelaksanaan di lapangan, sehingga diperlukan perubahan dalam segi perencanaan, harus dilaporkan/diberitahukan kepada Kusen dan pintu untuk KM/WC dilaksanakan dari pintu allumunim ukuran standard toko yang f berkualitas baik lengkap dengan alat penggantung, kunci dan assesoriesnya.

12.

PEKERJAAN KACA 1. 2. Pemasangan kaca 5 mm dilaksanakan pada Kusen tetap dan pada daun pintu, jendela, bouvenly dilaksanakan dari kaca raybend 5 mm serta pada pekerjaan lain sesuai dengan gambar kerja. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Pintu utama dipasang kayu klas II dan pada pintu, jendela, bouvenly dipasang jenis raybend 5 mm.

b. Kaca yang dipasang harus benar-benar yang berkualitas baik, ukuran standard dan tidak cacat (ada goresan). c. Pemasangan kaca dilaksanakan setelah bagian kayu yang menempel pada kaca (sponing) terlebih dahulu diberi dempul secukupnya. d. Untuk menandai bahwa kaca telah terpasang harus menggunakan lakband (isolatif) dan tidak boleh menggunakan cat. 13. PEKERJAAN PLAFOND. 1. 2. Pekerjaan plafond pada bangunan dilaksanakan dari bahan calsiboard tebal 3,5 mm. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Rangka plafond menggunakan besi hollow ukuran 40.40 dan 40.20 yang disetujui oleh Direksi. b. Penutup plafond pada Gedung dan Ruang arsip dilaksanakan dari bahan calsiboard tebal 3,5 mm c. Pemasangan plafond, baik rangka maupun penutup plafond harus dikerjakan serapih dan sekuat mungkin serta tidak bergelombang, ukuran tinggi plafond dari muka lantai disesuaikan dengan gambar atau menurut petunjuk Direksi. 14. PEKERJAAN KERAMIK. 1. 2. Pekerjaan pasangan keramik dilaksanakan pada rabat bangunan yang ditentukan dalam gambar. Syarat-syarat Pelaksanaan : a. Keramik yang digunakan untuk pekerjaan untuk lantai rabat dipasang keramik ukuran 30 x 30 b. Keramik menggunakan keramik standard keluaran roman atau setara yang berkualitas baik dan sebelum dipasang harus mendapat persetujuan dari Direksi. c. Pemasangan keramik menggunakan adukan 1 Pc : 4 Psr, jarak nat pasangan keramik tidak boleh lebih 4 mm, dan hasil pekerjaan pasangan harus benar-benar rapih dan waterpass.

15.

PEKERJAAN GANTUNGAN / KUNCI. 1. 2. Pekerjaan pemasangan kunci-kunci dan alat penggantung dilaksanakan pada seluruh daun pintu, jendela dan bouvenly. Syarat-syarat Pelaksanaan : a. Untuk daun pintu dipasang kunci tanam ukuran 2 slaag produksi lokasl lengkap dengan rosed kunci handle/pegangan berkualitas baik serta disetujui oleh Direksi. b. Setiap daun pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel kuningan ukuran 4 dan untuk daun jendela dipasang engsel kuningan ukuran 3. c. Pada pintu dipasang grendel pintu dan pada daun jendela dipasang grendel jendela serta handle jendela dan kait angin. d. Semua alat penggantung diutamakan dipakai buatan dalam negeri yang bermutu baik dan disetujui oleh Direksi.

16.

PEKERJAAN SANITASI. 1. Pekerjaan sanitasi berupa : b. Penyedian Bak Air fiber sudut dan kran dan shower. c. Pemasangan Closed duduk Standar pada Ruang KM/WC

17.

PEKERJAAN ELEKTRIKAL. 1. 2. Pekerjaan elektrikal berupa pemasangan instalasi listrik dan armature baru pada ruangan bangunan yang dikerjakan, berikut pelaksanaan administrasinya. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Sebelum pelaksasnaan, harus dibuat gambar-gambar kerja dari pekerjaan yang dimaksud, lengkap dengan system / cara kerja yang dipersyaratkan dari masing-masing peralatan yang digunakan. Gambar kerja harus ditanda tangai oleh penanggung jawab teknis kelistrikan, sebagai tanda menjamin bahwa dengan berpedoman pada gambar-gambar tersebut, hasil pekerjaan dapat dipertanggung jawabkan. b. Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik harus dilaksanakan oleh instalatur yang terdaftar di PLN setempat dan telah memiliki izin ke instalatiran dari PLN dan masih berlaku. c. Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi listrik dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat dan wajib mengikuti mengikuti ketentuan-ketntuan PUIL dan PLN setempat. d. Hasil pemasangan harus dipertanggung jawabkan ke PLN setempat sehingga instalatir berkewajiban menyrahkan bukti pemeriksaan dengan hasil baik kepada Direksi. e. Instalatir wajib menyerahkan gambar instalasi listrik yang dipasangnya dengan pengertian semua lampu, stop kontak, proteksi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung

f.

Bahan-bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini berupa : Kabel jenis NYA ukuran 2, 5 mm untuk kabel instalasi penerangan, stop kontak, saklar dan untuk penghubung antara distribusi dengan panel pembagi. Kabel jenis NYA ukuran 4 mm untuk penghubung antara panel pembagi dengan panel Pipa untuk instalasi listrik penerangan dalam tembok memakai pipa PVC diameter 5/8. Pixture penerangan bangunan menggunakan tegangan 220 Volt 50 Hz menggunakan produk Philips jenis / type : * * Lampu TL 2 x 20 watt in box dan SL 18 Watt. Untuk stop kontak, saklar memakai merk Vimar yang dipasang di dinding setinggi 135 145 cm dari muka lantai.

18.

PEKERJAAN PENGECATAN DAN POLITURAN. 1. 2. 3. 4. Pengecatan tembok dilaksanakan pada dinding tembok dan Plafond. Pengecatan Minyak dilaksanakan pada kusen, pintu dan bouvenly.. Polituran dilaksanakan pada kusen, rangka pintu, jendela, bouvenly dan railling tangga. bouvenly.. Syarat-syarat pelaksanaan : a. Bidang yang akan dicat dan dipolitur harus dalam keadaan kering, bersih dari segala macam kotoran dan tidak berminyak. b. Pekerjaan pengecatan tembok dilaksanakan setelah seluruh plapond dan dinding tembok dan pada pekerjaan lain yang telah ditentukan. c. Seluruh pekerjaan pengecatan dipakai cat mutu B dan polituran yang berkualitas baik dan disetujui oleh Direksi.

19.

PEKERJAAN LAIN-LAIN. 1. 2. 3. Selama pekerjaan berlangsung harus ditempatkan petugas keamanan dan penjaga malam untuk menjaga dan mengantisifasi hal-hal yang dapat menggangu kelangsungan pekerjaan. Pembersihan akhir pekerjaan meliputi pembersihan seluruh sisa-sisa atau kotoran akibat pekerjaan akan diangkut keluar lokasi pekerjaan. Membuat Laporan kemajuan pekerjaan, laporan harian, mingguan dan bulanan. Laporan pelaksanaan pekerjaan kegiatan harian, yang meliputi progress kemajuan pekerjaan, jumlah tenaga kerja, peralatan dan bahan yang digunakan serta keadaan cuaca selama pelaksanaan. Membuat dokumentasi mulai dari 0%, 50% dan 100% semua pekerjaan kami foto dan dijadikan dokumen, setiap pengambilan foto kami lengkapi lembar informasi ukuran folio ditulis dengan huruf cetak berisikan keterangan. Setiap set foto setelah disetujui dengan Direksi kami susun dengan album yang kami sediakan. Membuat gambar-gambar as Built Drawing dan diserahkan kepada Direksi.

4.

5.

E. SYARAT-SYARAT PEKERJAAN SIPIL 1. AIR (P.U.B.I 1970 / NI - 31) a. Air yang digunakan untuk campuran beton maupun untuk curing harus air tawar yang bersih, segar dan tidak mengandung minyak, asam, alkali, garam, gula dan bahan-bahan organik atau bahanbahan lain yang dapat menurunkan mutu pekerjaan dan sesuai dengan pasal 3.6 PBI-1971 dan pasal PUBI - pelaksanaan 1982. b. Untuk 9 seluruh pekerjaan dipakai air tawar yang bersih dan tidak boleh mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang merusak bangunan. Dalam hal ini harus dinyatakan dengan hasil tes dari laboratorium yang berkompeten. Khusus untuk beton jumlah air yang digunakan untuk membuat adukan disesuaikan dengan jenis c. pekerjaan beton, dapat ditentukan dengan ukuran isi atau ukuran berat serta harus dilakukan setept-tepatnya. PASIR (P.U.B.I 1970 / NI - 21) a. Pasir Urug. Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras. Pasir laut untuk maksud-maksud tersebut dapat dipergunakan asal dicuci terlebih dahulu dan seizin Direksi pekerjaan. Pasir Pasang. Pasir untuk adukan pasangan, adukan plesteran dan beton bitumen, harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut : i. ii. iii. iv. Butiran-butiran harus tajam dank eras, tidak dapat dihancurkan dengan jari. Kadar Lumpur tidak boleh lebih dari 5% Butiran-butiran, harus dapat melalui ayakan berlubang persegi 3 mm. Pasir laut tidak boleh digunakan.

2.

c.

Pasir Beton. Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PBI (1971 N 2) diantaranya yang paling penting : i. ii. iii. iv. Butir-butir harus tajam, keras tidak dapat dihancurkan dengan jari dan pengaruh cuaca. Kadar Lumpur tidak boleh lebih dari 5% Pasir laut tidak boleh digunakan. Syarat-syarat tersebut diatas harus dibuktikan dengan pengujian laboratorium.

3.

KERIKIL DAN BATU PECAH a. b. c. Kerikil adalah butiran-butiran mineral yang harus dapat melalui ayakan berlubang persegi 76 mm. Tertinggal ayakan berlubang 5 mm. Batu pecah adalah butiran-butiran mineral hasil pecahan batu alam yang dapat melalui ayakan berlubang persegi 76 mm dan tertinggal diatas ayakan berluang persegi 2 mm. Kerikil dan batu pecah untuk beton harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PBI 1971 (NI-3) diantaranya : harus terdiri dari butiran-butiran yang keras, tidak berpori, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca. Kerikil dan batu pecah harus keras, bersih serta sesuai butiran dan gradasinya bergantung pada penggunaannya. Kerikil/batu pecah tidak boleh mengandung Lumpur lebih dari 1% Wadahnya harus hitam mengkilap keabu-abuan.

d. e. f. 4.

Agregat Agregat beton dapat berupa agregat hasil desintegrasi alami atau buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu, tetapi agregat tersebut harus memenuhi test standard laboratorium dan mempunyai gradasi yang memenuhi persyaratan ASTM C-33. Agregat halus untuk beton harus memenuhi ketentuan dari AASHTO M6, sedangkan agregat kasar harus memenuhi ketentuan dari AASHTO M80. Agregat kasar harus mempunyai susunan gradasi yang baik, cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). Selain itu, agregat beton yang digunakan haruslah bersih, uncoated, keras dan terbebas dan lumpur, garam, partikel pipih dan material-material merusak lainnya seperti alkali, organik dan bahanbahan lunak & ekspansif. Agregat beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan PBI-1971 dan ASTM C-33 seperti : a. Agregat halus harus memenuhi persyaratan : Modulus kehalusan Kotoran organik Kadar lumpur Kekerasan Kekekalan (Na SO4) (5 siklus) < 210% : : : : : = 2.3 = 2.3 3.1 3.1 no.3 no.3 < 3% < 3% < 2,2% < 10%

- Peresapan (Absorpsi) : < 5% - Tidak bersifat reaktif terhadap alkali. b. Agregat kasar harus memenuhi persyaratan : Kadar lumpur Kandungan butiran pipih Abrasi Los Angeles Kekekalan (Na SO4) (5 siklus) < 212% : : : : < 1% < 20% < 40% < 12%

- Peresapan (Absorpsi) : < 5% - Tidak bersifat reaktif terhadap alkali. Dimensi maksimum dari agregat kasar tidak lebih dari 20 mm sesuai dengan ASTM Grade Size 67 (5 sampai 19 mm).

Tabel Ukuran maksimum agregat kasar yang digunakan : Ukuran Ayakan [in] 3/4 3/8 Komulatip persentase Berat yang lolos 100 55 20 10 0 0

[mm] 19 10 4.75 2.36

[nomor] 4 8

Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam serta bebas dari bahan-bahan organik, tanah lempung dan sebagainya. Tabel Gradasi agregat halus : Ukuran Ayakan [in] Komulatip persentase Berat yang lolos 100 100 - 80 85 - 50 63 - 25 35 - 10 15 - 2

[mm] 4.75 2.36 1.19 0.59 0.30 0.15

[nomor] 4 8 16 30 50 100

5.

PORTLAND CEMENT Semen yang digunakan adalah semen Portland yang memenuhi Standar semen Indonesi (NI-81964), AASHTO C-32 dan kantong utuh/baru. b. Portland Cement atau PC yang digunakan harus PC yang sejenis dengan NI-8 dan kantong utuh/baru. c. Bila menggunakan PC yang sudah disimpan lama harus diadakan pengujian lebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten. d. Dalam pengangkutan PC ke tempat pekerjaan harus dijaga agar tidak menjadi lembab, begitu pula penempatannya harus di tempat yang kering. e. PC yang sudah membatu (menjadi keras) dan sweeping tidak boleh dipakai. f. Semen harus disimpan dengan teratur dan rapi sesuai urutan kedatangan. g. Umur semen yang akan digunakan tidak boleh lebih dari 2 bulan untuk semen yang tersimpan h. Semen yang digunakan harus produk dari satu pabrik untuk semua komponen yang terlihat. Perkecualian diijinkan untuk air-entraining cement yang dicampurkan untuk mengurangi airentrainment yang berlebihan. KAYU (PPKI 1961) Pada umunya kayu harus bersifat baik dan sehat dengan ketentuan bahwa segala sifat dari a. Pada kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakaiannya tidak ada rusak atau mengurangi nilai konstruksi (Bangunan). b. Mutu kayu ada 2 (dua) macam yaitu mutu a dan mutu b. c. Yang dimaksud dengan mutu a ialah kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : i. Harus kering udara. ii. Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3,5 cm. iii. Balok tidak boleh mengandung Vanvlak yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok. iv. Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi tebal kayu dan retak-retak menurut lingkaran tumbuh tidak boleh melebihi 1/5 tebal kayu. v. Miring arah serat (tangensial) tidak boleh lebih dari 1/10. d. Yang dimaksud dengan mutu b ialah kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : i. ii. iii. iv. Kadar lengas kayu 30%. Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 5 cm. Balok tidak boleh mengandung Vanvlak yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok. Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi 1/3 tebal kayu dan retak-retak menurut lingkaran tumbuh tidak boleh melebihi 1/4 tebal kayu. v. Miring arah serat (tangensial) tidak boleh lebih dari 1/7. a.

6.

7.

PEKERJAN BETON BERTULANG Pekerjaan Beton yang dibentuk dari tulangan besi dan beton yang digunakan mutu beton K-275 dan K225 yang di bentuk sesuai dengan gambar, sfesifikasi campuran beton dan besi yang digunakan mengacu pada dokumen pengadaan dan cara-cara pengecoran dilaksanakan sesuai spesifikasi yang disyaratkan. a. PEMBESIAN 1. Baja tulangan merupakan batang baja billet yang polos atau berulir grede U24 atau batang baja berulir grede U40 mengikuti persyaratan SII 0236-84. 2. Kawat ikat tulangan merupakan kawat ikat baja sesuai dengan AASHTO M32-78. 3. Penulangan Pada anyaman Baja AASHTO M-55. 4. Besi beton harus bebas dari karat, sisik, oli, gemuk dan kotoran-kotoran lain yang dapat mengurangi lekatannya pada beton dan harus memenuhi persyaratan dalam PBI-1971. Kecuali ditentukan lain dalam gambar, digunakan tulangan ulir dengan fy = 400 MPa untuk diameter tulangan > 12 mm dan digunakan tulangan polos dengan fy = 240 MPa untuk diameter tulangan 12 mm. Berat minimum besi tulangan per meter panjang harus mengacu pada : Tabel Berat minimum besi tulangan Diameter Normal (mm) 8 10 12 13 16 19 22 25 32 Berat (kg/m) 0.395 0.617 0.888 1.042 1.578 2.226 2.984 3.853 6.313

Toleransi Besi Tabel Toleransi berat tulangan Diameter, ukuran sisi (Jarak antara dua permukaan yang berlawanan) < 10 mm 10 mm - 16 mm > l6 mm Variasi dalam berat yang diperbolehkan Toleransi diameter

7% 5% 4%

< 10 mm 10 mm - 16 mm > l6 mm

b.

Selimut Beton Tebal bersih selimut beton yang harus disediakan terhadap tulangan terluar adalah minimum 35 mm. SEMEN 1. Semen yang digunakan adalah semen Portland Type I yang memenuhi Standar semen Indonesi (NI-8-1964), AASHTO C-32 dan kantong utuh/baru. 2. Semen harus disimpan dengan teratur dan rapi sesuai urutan kedatangan. 3. Umur semen yang akan digunakan tidak boleh lebih dari 2 bulan untuk semen yang tersimpan dalam kantong. 4. Semen yang digunakan harus produk dari satu pabrik untuk semua komponen yang terlihat. Perkecualian diijinkan untuk air-entraining cement yang dicampurkan untuk mengurangi airentrainment yang berlebihan. 5. Bila menggunakan PC yang sudah disimpan lama harus diadakan pengujian lebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten. 6. Dalam pengangkutan PC ke tempat pekerjaan harus dijaga agar tidak menjadi lembab, begitu pula penempatannya harus di tempat yang kering. 7. PC yang sudah membatu (menjadi keras) dan sweeping tidak boleh dipakai.

c.

BETON (PBI-1971/NI-1) a. Mutu beton yang dipakai didalam pekerjaan struktur adalah mutu beton K-225 (ad. 1:2:3) sehingga menghasilkan kekuatan tekan karakteristik ialah kekuatan tekan dari sejumlah besar dari hasil-hasil pemeriksaan benda uji kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja. b. Kekuatan beton ialah kekuatan yang diperoleh dari benda uji kubus, yang berisi 15 cm pada umur 28 hari. c. Benda-benda kubus harus dibuat cetakan-cetakan yang paling sedikit mempunyai dua dinding yang berhadapan yang terdiri dari bidang-bidang yang rata betul dari plat baja, atau plat alluminium (kayu tidak boleh dipakai) untuk silinder digunakan dari pipa baja yang ukuran diameternya 15 cm dan tinggi 30 cm, bidang-bidangnya harus rata dan licin. Cetakan harus disapu sebelumnya dengan Vaseline dan lemak atau minyak harus dilepaskan dari betonnya, kemudian diletakkan diatas bidang yang alasanya rata dan tidak menyerap air. d. Adukan beton untuk benda-benda uji diambil langsung dari mesin pengaduk dengan menggunakan ember atau alat lain yang tidak menyerap air. Bila dianggap perlu adukan beton diaduk lagi sebelum diisikan (dituangkan) ke dalam cetakan. e. Kubus-kubus silinder yang telah dicetak, harus disimpan di tempat yang bebas dari getaran dan ditutupi dengan karung basah selama 24 jam setelah kubus-kubus/silinder itu dilepas dengan hati-hati dari cetakannya (dengan seizing Direksi). Setelah itu masing-masing kubus/silinder diberi tanda seperlunya dan disimpan di suatu tempat dengan suhu yang sama dengan suhu udara luar, sampai saat pemeriksaan. f. Kubus/silinder uji pada umur yang disyaratkan diuji olah laboratorium yang berkompeten dengan biaya dibebankan kepada Kontraktor. g. Campuran Beton. Campuran adukan beton menggunakan perbandingan berat/volume setelah dilakukan tes i. Untuk menentukan campuran tergantung kepada hasil tes kubus pertama. ii. Kekuatan adukan beton harus diperiksa dengan pengujian Slump dengan sebuah kerucut terpancung akbram. Nilai-nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus menurut table 441 PBI 1971. h. Benda Uji i. Setiap 5 m3 pengecoran beton harus selalu dibuat 3 benda uji kubus ukuran 15 x 15 cm untuk masing-masing umur pengujian sesuai dengan Standar Konstruksi Bangunan Indonesia 1.4.5.3.1989-UDC:693.5 dan diberi tanggal dan nomor urut yang menerus. Pengambilan benda uji dilakukan atas persetujuan Direksi. ii. Benda uji harus disimpan dan dirawat di lokasi dalam kondisi terjelek yang mungkin dialami oleh elemen-elemen struktur yang direpresentasikannya. Pengujian harus dilakukan secukupnya dan dilakukan pada umur beton yang ditentukan untuk pelepasan cetakan, penarikan tendon dan umur-umur lain yang mungkin diperlukan. iii. Selain itu juga harus disiapkan benda-benda uji kontrol untuk setiap 5 m3 beton dengan minimum 3 benda uji kubus ukuran 15 x 50 cm untuk masing-masing umur pengujian setiap melakukan pengecoran untuk pengujian permeabilitas beton yang dilakukan sesuai dengan persyaratan DIN 1048. Agar memenuhi persyaratan spesifikasi ini, maka benda uji harus dibuat menurut dan iv. sesuai metode standar dari PBI-1971, AASHTO Mix design yang diusulkan harus disetujui oleh Direksi sebelum dapat digunakan dalam proyek ini. Mix design yang diusulkan harus mencantumkan nama, sumber, type dan label dari masing-masing material yang akan digunakan serta kuantitas dari masingmasing komponen yang diperlukan untuk membuat 1 m3 beton. Tabel Persyaratan Sifat Campuran KEKUATAN KARAKTERISTIK [kg/cm2] Contoh Kubus Contoh Silinder 15 X 15 X 15 cm 15 cm X 30 cm 7 Hari 28 Hari 7 Hari 28 hari 350 285 250 210 110 500 400 350 300 225 295 240 210 175 95 420 336 295 252 190 SLUMP [mm] Dengan Tanpa alat alat getar getar 100-120 100-120 100-120 80-100 80-100 -

Kelas Beton

K 500 K 400 K 350 K 300 K 225

Jumlah semen yang digunakan harus sedemikian rupa sehingga mutu beton yang diinginkan dapat 3 dicapai. Jumlah semen maksimum tidak boleh melebihi 450 kg untuk tiap 1 m beton. Tabel Ratio kuat tekan terhadap kuat tekan umur 28 hari Perbandingan Kuat Tekan Beton pada Berbagai Umur Terhadap kekuatan tekan beton umur 28 hari Umur Beton (Hari) Ratio Kuat Tekan d. Bekisting dan Perancah - Bekisting dan perancah dibuat dari kayu dan Multiplek 16 mm atau bahan lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan dan dibuat dengan tingkat kekakuan yang cukup sehingga kedudukannya dapat dipertahankan pada saat pengecoran, pemadatan dan perawatan beton terjadi deformasi/lendutan. Bekisting yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini menggunakan bahan multiplek. - tanpa - Bekisting dan perancah dipasang dengan sedemikian rupa sehingga pada waktu dibongkar tidak menyebabkan kerusakan beton. 8. BATU BATA Persyaratan bata merah harus memenuhi syarat-syarat seperti yang tertera dalam NI-10 atau secara singkatnya sebagai berikut : a. b. c. Bata merah harus satu pabrik, satu ukuran, satu warna dan satu kualitas. Ukuran batu bata yang dipakai : panjang 200 mm lebar 100 mm tebal 100 mm. Penyimpangan terbesar dari ukuran seperti tersebut diatas adalah sebagai berikut : untuk panjang maksimum 3% lebar maksimum 4%, terbesar dengan ukuran terkecil selisih maksimum adalah sebagai berikut : diperbolehkan maksimum 10 mm i. Untuk panjang ii. Untuk lebar diperbolehkan maksimum 5 mm iii. Untuk tebal diperbolehkan maksimum 4 mm. Warna : satu sama lainnya harus sama dan bila dipatahkan warna penampang harus sama dan merata. Bentuk : bidang harus rata, sudut-sudutnya atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat, bidangnya tidak boleh retak-retak. Berat satu sama lainnya harus sama yang berarti ukuran, pembakaran dan pengadukan sama dan sempurna. 3 0.45 7 0.65 14 0.88 21 0.95

d. e. f.