P. 1
DATA-POTENSI.docx

DATA-POTENSI.docx

|Views: 180|Likes:
Dipublikasikan oleh Prd Dighizqi
DATA-POTENSI.docx
DATA-POTENSI.docx

More info:

Published by: Prd Dighizqi on Oct 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

5

A. Potensi Pengembangan 1. Pertanian Usaha pertanian masih merupakan salah satu usaha terpenting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana; seperti halnya dengan usaha pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia karakteristik Usaha Pertanian Kabupaten Bombana adalah multikultur. Usaha pertanian dilaksanakan petani dengan mengusahakan tanah yang dimilikinya untuk berbagai jenis usaha pertanian yang meliputi Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Usaha pertanian tersebut hanya dalam skala kecil atau berskala rumah tangga. a. Pertanian Tanaman Pangan Pada dasarnya pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jenis tanaman padi dan palawija dan kelompok holtikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan). (1) Tanaman Padi dan Palawija Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Bombana sebanyak 8 jenis tanaman utama yaitu tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Luas panen tanaman bahan makanan Tahun 2010 seluas 4.704 ha atau 72,32% dari total luas lahan tanaman bahan makanan. Persentase luas panen tanaman bahan makanan dibandingkan dengan luas menurut jenis komoditi, keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.22 Tabel: 3.22 Luas Tanam, Panen, Produktivitas serta Produksi Tanaman Padi dan Palawija Menurut Jenis Komoditi di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Jenis Tanaman Padi - Padi Sawah - Padi Ladang Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah Luas Tanam (ha) 5.746 127 296 118 21 73 78 45 6.504 Luas Panen Ha 4.172 124 162 80 19 52 62 33 4.704 % 72,61 97,64 54,73 67,80 90,48 79,49 73,33 72,32

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

6

Persentase perkembangan luas tanaman bahan makanan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 22,02%. Sedangkan persentase perkembangan luas tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 52,17% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 22,34% per tahun. Perkembangan luas lahan dan luas panen menurut jenis komoditi tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 3.23

Tabel: 3.23 Perkembangan Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Menurut Jenis Komoditi Kabupaten Bombana 2005 - 2010 Jenis Komoditi 2005 I. Luas Tanam a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah I II. Luas Penen a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah II Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 13.650 13.635 15 3.683 2.725 614 28 225 50 41 17.333 13.600 13.585 15 3.667 2.715 614 28 219 50 41 17.267 Luas (Ha) 2010 5.873 5.746 127 631 296 118 21 73 78 45 6.504 58.73 4.172 124 408 162 80 19 52 62 33 6.281 Perkembangan (%) 05 - 10 19,01 -19,43 70,58 -35,66 -42,59 -33,79 -6,94 -24,51 11,76 2,35 -22,02 -18,94 -25,76 69,56 -42,25 -50,58 -39,92 -30,19 5,53 -5,28 -22,34

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

7

Produksi tanaman padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang tahun 2009 masing-masing sebanyak 17.252,30 ton dan 273,90 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) masing-masing mengalami pertumbuhan minus 67,85% dan 77,28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing mengalami penurunan rata-rata 27,11% per tahun dan 51,13% per tahun. Sementara produksi palawija tahun 2010 sebanyak 825,45 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 65,67% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 73,37% per tahun. Untuk jelasnya perkembangan produksi padi dan palawija menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel : 3.24

Tabel: 3.24 Perkembangan Produksi Tanaman Padi dan Palawija Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Ton) Jenis Komoditi 1. Tanaman Padi a. Padi Sawah b. Padi Ladang 2. Tanaman Palawija a. Jagung b. Ubi kayu c. Ubi jalar d. Kacang tanah e. Kacang kedelai f. Kacang hijau Jumlah Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 61.184,5 61.132 52,50 164.253 67.875 92.100 1.260 2.190 500 328 225.437,5 2010 17.526,2 17.252,30 273,90 825,45 206,60 393,10 76,00 54,25 73,90 21,60 18.352,10 Perkembangan (%) 05-10 -26,84 -27,11 51,13 -73,37 -76,51 -74,44 Minus Minus -40,65 Minus Minus

Kabupaten Bombana Tahun 2011

16. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 66. kacang panjang. terung. Luas panen jenis tanaman sayur-sayuran seluruhnya berjumlah 689 ha. buncis. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka 2005 14 13 20 26 1 2 5 5 4 2010 15 16 7 31 144 49 147 129 34 4 64 49 Perkembangan (%) 05 – 10 79.25 Tabel: 3. 11. petsai/sawi.44%.09 39.34% per tahun. Hasil Per Hektar. kubis. tomat. 7. 2. 14.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 8 2.25 Meningkat Meningkat Meningkat - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . kacang merah. dan semangka. 3. kangkung. Untuk jelasnya lihat perkembangan luas panen tanaman sayursayuran menurut jenis komoditi keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. lobak. Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 15 jenis yaitu : bawang daun. 19. dan Produksi Sayur-sayuran dan Buah-buahan Semusin Per Jenis Tanaman Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Kwintal) Jenis Komoditi 1.65 49. cabe.34 64. 5. labu. 10. 12. 17. 8. 9. 20. Hortikultura (Sayur-sayuran dan Buah-buahan) 1. 15.25 Luas Panen. bayam. 18. 13. ketimun. 4. 6. jika dibandingkan dengan luas panen tahun sebelumnya (2009) menurun sebesar 21. Sayur-Sayuran Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kab.

19.845 ton (2010). Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka Jumlah 2005 8 2 5 24 3 48 90 Produksi (Kwintal) 2009 99 13 141 5. 6. 12. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi sayursayuran menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. 13.26.26 Perkembangan Produksi Sayur-sayuran Kondisi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis Komoditi 1. 20.34 Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Kwintal) 2005 90 2010 689 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi sayur-sayuran untuk seluruh jenis komoditi tahun 2009 sebanyak 27. 14.417 5009 7 3.026 5.187 1.845 kwintal. 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 9 Perkembangan (%) 05 – 10 66. 10. 17.845 Perkembangan (%) 05 – 09 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 11. 3. 5. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) meningkat 22. 18. 16.858 6. 7.51% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010 yaitu meningkat dari 9 ton (2005) menjadi 27. Tabel : 3. 15. 2.223 865 27. 4. 8.

899 39. salak. nangka.51 714 39. Jenis tanaman buahbuahan yang diusahakan di Bombana meliputi 19 jenis.26 1.641 129.821 3.34 207 43.630 10. Kondisi Tahun 2010 Jenis Komoditi 1. durian.65 4. 4.21 609 16. sukun.93 406 5.357 1.227 pohon atau 31.581 10. mangga.393 20.58 0.27 Banyaknya Pohon dan Jumlah Pohon yang Menghasilkan Buah-buahan Per Jenis Tanaman. 6. 5. 9.754 39.129 4. manggis. jambu air. sirsak.00 10 12. 2. duku/langsat.93 50. rambutan.33 116 32.66 79.05 11.24 5.227 31. nanas.751 26. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Papaya Pisang Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun Melinjo Petai Jumlah Banyaknya Pohon 462 454 454 7.275 16. 7.068 Jumlah Pohon Persentase jumlah Yang Pohon yang Menghasilkan Menghasilkan 107 23.31 36 7.31 1. yaitu : Alpukat.17 1. 8.31 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . pepaya. 3. belimbing.08 14 6.539 227 6. Banyaknya jumlah pohon jenis buah-buahan yang menghasilkan menurut jenis komoditi tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.27 Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 10 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 1) Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditi andalan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di daerah ini.31% dari total jumlah pohon yang ditanam. melinjo dan petai.11 325 7.420 23.892 30.249 39. pisang.16 124 27. jeruk.221 26.091 4.430 489 356 33 79 253. Banyaknya jumlah pohon yang menghasilkan dari berbagai komoditi tanaman buah-buahan tahun 2010 sebanyak 79. jambu biji.

569 1.78 Cempedak 11 Nenas 19. Duku Langsat 12. Jambu Biji 10.835 221.526 3.584 16.235 26.355 129. Mangga 1.631 24 227 14 Minus -41.77 10 Nangka/ 539.682 1.361 39.070 5.28 Banyaknya Pohon Yang Ditanam dan Yang Menghasilkan Menurut Jenis Komoditi Buah-Buahan Tahun 2005 .863 6.474 614 7.892 Pluls -17.88 5.221 Minus -74.53 4.808 45.137 31.249 Plus -64.28 Tabel: 3.91%. Untuk jelasnya perkembangan banyaknya pohon yang ditanam dan yang menghasilkan jenis tanaman buah-buahan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.091 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 11 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Perkembangan banyaknya pohon buah-buahan yang menghasilkan tahun 2010 dibanding tahun 2005 menurun 73.357 406 Minus -33. Jeruk 7.420 Minus -75.641 4.91 3.25 6.2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.017 10.60 12 Pepaya 940 12.64 13 Pisang 25.068 2.90 2005 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .315 3. Alpukat 1. Belimbing 45 537 454 124 Plus -76.558 959 462 107 Minus -88.204 4.19 9.735 49 454 36 Minus -26.393 Plus -82.129 1.07 14 Rambutan 1.630 Plus 2.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 1.685 14.84 2. Jambu Air 92.821 714 Minus -72.754 Plus -77.81 1.539 11.yang Mengha. Manggis 1.899 5.275 50.751 609 Minus Minus 7. Durian 71.73 8.

427 829 489 207 Minus -75. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi buah-buahan menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 12 2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.286 kwintal (2010).30 19 Melinjo 75 9 20 Petai 305 37 79 10 Minus -72.433 4.782 847 356 116 Minus -86.91 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 Produksi buah-buahan dari berbagai jenis komoditi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 1.29 Perkembangan Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Komoditi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Produksi (Kwintal) 2005 2009 Perkembangan (%) 05-09 Jenis Komoditi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .035 79.668 kwintal (2005) menjadi 397.03 18 Sukun 8.97 Jumlah 857.227 -70.188 303.656 253.672 2.64 16 Sawo 17 Sirsak 2.29 Tabel: 3.48 -73.430 325 Minus -86.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 15 Salak 33.yang Mengha.

yaitu : aren/enau.011 Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun 6 Melinjo Petai Jumlah 1. jambu mente. kopi. 7.14% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 0. kakao.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 13 Produksi (Kwintal) 2005 2009 21 90 5 10 184 390 1. kemiri. kapuk. lada dan pala. 8. cengkeh. 5. Bombana terdiri dari 12 jenis. jika luas areal tanaman perkebunan tahun 2009 tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 32.465 ha (76. 9.48% per tahun. terdiri dari areal tanaman yang menghasilkan seluas 35.329 7.59 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Plus Jenis Komoditi 1. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat 0 Belimbing 0 Duku Langsat 0 Durian 21 Jambu Biji 121 Jambu Air 7 Jeruk 284 Mangga 122 Manggis Nangka/Cempedak 17 Nenas 13 Pepaya 63 Pisang 1.286 Perkembangan (%) 05-09 11. kelapa hibrida. 6. Luas areal tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi tahun 2010 seluas 46.636 ha.91%) dan areal tanaman yang belum menghasilkan seluas 8. Tanaman Perkebunan Tanaman perkebunan rakyat yang telah dikembangkan di Kab. areal tanaman tua renta seluas 2756 ha (5.677 1. kelapa dalam. asam jawa.668 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 B.04%).588 464 136 71 163 15 397.064 307 772 384.05 Plus 161. 3.05%). Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan luas areal tanaman perkebunan rakyat menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2. 4.415 ha (18.

520 6 Kapuk 46 155 24 7 Kelapa Dalam 1.380 14.668 486 5 Kakao 2.465 2.16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .636 Tabel: 3.493 3.986 304 7 46.749 288 186 1.687 225 11.484 Perkembangan (%) 05-10 -6.705 98 2 Asam Jawa 5 9 3 Cengkeh 28 129 15 4 Jambu Mete 3.30 Luas Areal Tanamn Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman Tahun 2010 ( Ha ) Tanaman Tanaman Tanaman Belum Jenis Tanaman Menghasilkan Tua Renta Menghasilkan (Pohon) (Pohon) (Pohon) 1 Aren / Enau 681 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 14 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.415 35.015 6.71 Perkembangan Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Bombana. Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2009) Jenis Tanaman 1 Aren / Enau Luas (Ha) 2005 2010 4.534 9.384 93 11 Lada 135 154 11 12 Pala 1 6 Jumlah 8.472 9.790 487 8 Kelapa Hibrida 92 183 13 9 Kemiri 47 130 9 10 Kopi 509 1.152 1.756 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah 3.30 Tabel: 3.70 dan Tabel : 3.484 14 172 18.

5 225 0.98 14.46 6 Kapuk 221.39 7 Kelapa Dalam 13.64 18. Bombana Jenis Tanaman 2005 Produksi tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi Tahun 2010 sebanyak 36.494. Untuk lebih jelasnya lihat perkembangan produksi perkebunan menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.734 10.641.29% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.95 304 37.669.413.749 -3.136.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 15 Luas (Ha) Perkembangan (%) 05-10 2010 2 Asam Jawa 8 14 15.61% per tahun.02 Jumlah 45.54 12 Pala 4 7 15.636 0.687 2.7 1.09 10 Kopi 1.54 6.63 458 20 15 549.685 2.1 53 14.88 -30.85 288 -5.00 36.4 1.57 46.5 1 10.54 Meningkat 18.94 34. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 32.791.95 -6.26 20.152 221.395 11.98 -15.38 1.480.08 5 Kakao 8.48 -11.03 0.214.07 -31.15 9 Kemiri 106 186 15.569.92 1.2010 Jenis Komoditi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aren / Enau Asam Jawa Cengkeh Jambu Mete Kakao Kapuk Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kemiri Kopi Lada Pala Jumlah Produksi (Ton) 2005 2010 1.4 231 1 2 34.801 9.72 Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Komoditi Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .777 3.22 8 Kelapa Hibrida 355.986 7.37 11 Lada 84.950 ton.02 3 Cengkeh 113 172 11.25 9.61 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .89 39.07 4 Jambu Mete 16.950 % Perkembangan 05-10 9.48 Sumber: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.201.9 41 5.72 Tabel: 3.534 3.35 11.

480 14.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 16 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 C.591 207 704.482 177 1. Populasi ternak kecil tahun 2010 sebanyak 14. Ayam kampung 2.241. Peternakan Usaha peternakan yang diusahakan di daerah ini merupakan usaha peternakan yang berskala kecil.880 678.73 Tabel: 3. Kuda Ternak Kecil 1.241 1. Kerbau 3.77 3. Domba Ternak Unggas 1.61 21. Jenis ternak besar yaitu sapi.078 1.61% per tahun.111 1.73 Perkembangan Populasi Ternak Besar.55% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat 3.37% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1. Ayam ras Produksi (Ekor) 2005 23. Kambing 2. ternak kecil dan ternak unggas menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) dapat dilihat pada Tabel : 3.37 -1. Untuk jelasnya lihat perkembangan Populasi ternak besar. kerbau dan kuda sedangkan jenis ternak kecil yaitu kambing. Ternak Besar 1.259. dan itik/manila.84 15. Jenis ternak yang diusahakan peternak meliputi : jenis ternak besar.07 1. ayam ras.84% per tahun. Sapi 2.84 2.845 12.891 ekor.910 21.05 - II III Kabupaten Bombana Tahun 2011 .545 13. Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Uraian I.97% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 15. Ternak Kecil dan Ternak Unggas menurut Jenis Ternak.232 1.76 -3.287 1.111 ekor.44 3. Perkembangan populasi ternak besar di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 27.891 13.259. domba dan babi dan unggas meliputi ayam buras. Populasi ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1. ternak kecil.155 Perkembangan (%) 05-10 3.683 1. Babi 3.44% per tahun.377 ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 6.377 24.58 -1. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 4. maupun unggas.047 1.050 2010 27. jika dibandingkan dengan tahun 2050 meningkat 9.

806 101.191. mabe.725 2010 104.93 1.830 742.180 210 43.923 96.800 58.74 Perkembangan Produksi Hasil Ternak Tahun 2010 Produksi (Kg. Babi 3.354.418 56.19 63. agar-agar/rumput laut dan lain-lain.070 10.05 5.887. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .100 1. Wilayah perairan laut Kabupaten Bombana mengandung berbagai jenis kekayaan laut berupa ikan dan hasil laut lainnya seperti cumi-cumi.35 20.125 1. Itik/manila Jumlah 2005 26. dapat merupakan lapangan kerja serta sumber pendapatan bagi para nelayan yang berarti di masa mendatang.324 3. Ternak Besar 1.06%.94 4.301. Perikanan III Kabupaten Bombana memiliki perairan laut sekitar 11.23 23.795 Jumlah 1.379 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Produksi hasil ternak yang meliputi daging ternak besar.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 17 Produksi (Ekor) Perkembangan (%) 05-10 -9.286 1.600 1.819 Perkembangan Rata-Rata (%) 5. Domba 2005 98. Itik/manila 18.66 23.888 12.819 kg. Produksi daging menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 disajikan pada Tabel : 3. Kuda Ternak Kecil 1.79 II Ternak Unggas 966. Kerbau 3.) Uraian I.635 2010 17. Kambing 2.51 102.354.375 313 46.74 Tabel: 3.578 1.200 1.121. Ayam ras 5.956 1.64 26.27 -13.31 km atau 78.624 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 D.164.769 16.406 1.53 49.123 12.459 2. Sapi 2.95 5.12% dari total luas wilayah (daratan + kepulauan). jika dibandingkan tahun 2005 meningkat rata-rata 15. ternak kecil dan ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.06 Uraian 3. Ayam kampung 942.405 1.55 15.

19. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 9.335 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) mengalami kenaikan rata-rata 23. 21. 16. 2.81% per tahun. 20.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 18 Selain perairan laut daerah ini memiliki potensi perairan darat yaitu areal tambak seluas 3. 6. 11. 8. 5. 17. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 Motor Tempel 84 46 1. 14.176 335 41 826 563 61 17 13 717 198 672 452 17 6. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.068 unit. 4. 18. 3. Jumlah sarana penangkapan ikan menurut kecamatan. 15.068 Perahu Tanpa Motor 88 23 191 218 19 356 408 61 11 8 405 70 538 364 8 2.976 117 22 147 155 6 5 273 61 100 69 7 3. 12.768 Kapal Motor 4 2 9 323 39 67 34 19 2 499 Jumlah 176 71 2.75 Tabel: 3.335 unit (motor tempel sebanyak 3.2010) Kecamatan 1. Jumlah sarana penangkapan ikan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 sebanyak 6.962 ha dan Rawa 285 ha dan kolam /empang / tebat seluas 6. 7.75 Jumlah Sarana Penangkapan Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 . perahu tanpa motor sebanyak 2768 unit dan kapal motor sebanyak 449 unit. 13. 22.187 ha. 10. Jika jumlah sarana penangkapan ikan tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 1.

742 1.65 18.878 1. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 2.77 tercatat sebanyak 18.77 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tabel: 3.43% per tahun.47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi ikan di Kab.48 15.47 -3. 05-10 52. Jumlah alat tangkap ikan menurut kecamatan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 19 Kapal Motor 749 -9.480 ton).81 Jenis alat tangkap ikan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 9043 unit.08 ton (perikanan laut sebanyak 13.196 9. Produksi ikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 3.382 % Perkemb.08 ton dan perikanan darat 5.78 -5. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 10.696 23.043 -27.65 Perahu Tanpa Motor 2005 565 1.010.76 Tabel: 3.43 % Perkembangan 05-10 -16.498 32.493 1.600 2010 290 34 983 169 4.48 61.47 22. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) mengalami penurunan rata-rata 27.64% per tahun.130 1.96 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Motor Tempel Jumlah 2.76 Jumlah Alat Tangkap Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong Pukat cincin Jaring insang Jaring angkat Pancing Perangkap Lain-lain Jumlah Jumlah (Unit) 2005 596 5 553 76 28.16 -35.73%. Bombana tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.490.

Poleang Utara 17.2 67.08 1.08 1.33 39.07 13.397.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 20 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat (Ton) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 dan Perkembangan Selama Kurun Waktu 2005-2010 Perikanan Darat Perikanan Kecamatan Jumlah Perairan Laut Budi Daya Umum 1.18 11.666.479.399. Poleang Barat 182.701.701.350. Kabaena Tengah 7. Poleang Selatan 144 144 18. Kabaena Utara 3. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 udang mengalami penurunan produksi sedangkan bandeng menunjukkan kenaikan produksi.3 14.17 2.78 Produksi Udang dan Bandeng (Kg) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .490.30 166. Kabaena Selatan 4.80 1. Kep.451. Rumbia Tengah 1.17 1.008 2. Lantari Jaya 1. Kabaena Barat 1.701.84 -3.5 % Perkembangan 05-10 -11.17 9.33 94.46 .8 5.957.400 kg.397. Mata Usu 15.4 182. Kabaena Timur 2. Poleang 1.4 1.06 10.577. Poleang Timur 1.2 19.505. Tontonunu 22. Rarowatu 12. Mata Oleo 1.07 1.41 20.4 21.010.08 5.004 20. Masaloka Raya 1.78 Tabel: 3.480 18.08 2005 18.662. Kabaena 2. Rarowatu Utara 1.607.78 22.104 1.64 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi Bandeng dan Udang tahun 2010 masing-masing sebanyak 51. Poleang Tengah 240 240 Jumlah 2010 13.516.645. Rumbia 1.456.2.38 8.84 3. Untuk jelasnya lihat Produksi Udang dan Bandeng menurut kecamatan di Kabupaten Bombana.104 16.577.000 kg dan 3. Poleang Tenggara 67.17 6.471.5 2. keadaan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.422.

759 ha. 10.000 2.139 Kecamatan 1. 8.80 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 14. hutan lindung.000 51. 9.79 dan Tabel : 3.400 153.043. Luas kawasan hutan yang ditetapkan menurut fungsinya dan menurut Kecamatan tahun 2010 masing-masing disajikan pada Tabel : 3. 19.000 3. 3.200 120. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 2005 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka E. 16. 12. 2. 15. hutan wisata / PPA dan hutan produksi yang dapat dikonversi. 13. 20.700 2. hutan produksi terbatas.400 840. 21. 6. Menurut fungsinya hutan di Kabupaten Bombana terdiri dari hutan produksi biasa. 7. 5. Luas hutan tetap di Kabupaten Bombana sekitar 216.400 152. 11. 17. Kehutanan Dalam pelaksanaan pembangunan potensi hutan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dan peningkatan devisa.645. 18. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.100 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 21 Produksi Udang Bandeng 900 41.500 22. 4.000 200.000 78. 22.000 332.

801 816 5.927 5.693 1.) 91. Kabaena 2.643 12.709 4.366 - HPK 1.674 686 11. Mata Oleo 9. Rumbia 8. 3. 5.660 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 22 Tabel: 3. Kehutanan.673 7. Lantari Jaya 14. Rarowatu 12.111 437 83 10.190 216.043 2.610 - Jumlah 3. Kep. Jenis HPB HPT HL Hutan Wisata / PPA HPK Bombana Sumber: Hektar (Ha.285 52. 2.707 HPT 157 926 472 739 7.78 100.90 3.911 8.317 Kecamatan 1. Kabaena Barat 5.36 20. Perkebunan dan Peternakan Kab.163 8.240 2. Kabaena Timur 6.287 8.083 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .80 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan Menurut Kecamatan (Ha) Tahun 2010 Hutan Wisata / PPA 23.970 3.160 1.801 45. Masaloka Raya 10.160 19. Rumbia Tengah 11. Kabaena Tengah 7.970 21.269 9.221 35.059 HL 3. Mata Usu HPB 78 1.003 726 7.064 686 4.759 % 42. Bombana Tabel: 3.06 8.182 19. 4. Rarowatu Utara 13.90 24.879 1. Kabaena Selatan 4.403 855 1.278 21.00 Dinas Pertanian.79 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan menurut Fungsinya (Ha) Tahun 2010 No 1. Kabaena Utara 3.518 42.

Poleang Selatan 18.025 1.095 m3 dan kayu rimba campuran logs sebesar 120.77 -29. 3. Poleang Timur 16.4 120.801 HPK 456 6. Poleang Utara 6.123 4.52 m3 dengan nilai produksinya masing-masing Rp.285 HL 2.160 Jumlah 8.941 21.759 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Komoditas kehutanan di Kabupaten Bombana antara lain produksi kayu jati logs sebanyak 101. 5. 36. Poleang 230 Tengah 91. 30.973 14.225 1.885. 2.287 Kecamatan HPB HPT 978 4.81 Tabel: 3. Produksi Kayu Jati Logs (m3) Kayu Jati Gergajian (m3) Kayu Rimba Logs (m3) Kayu Rimba Gergajian (m3) Rotan (ton) Jumlah I (m3/ton) II.16 -32.52 *) *) *) *) Kabupaten Bombana Tahun 2011 . perkembangan dan nilai produksi hasil hutan menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.000) 1.978 4.250 101.80 - 3.800 17. Poleang Tenggara 19. Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Uraian I.500 dan Rp. Poleang Barat 21.142 20.190 216.156.215.52 926 409.007 230 15. 4.671 1.032 3.106 52.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 23 Hutan Wisata / PPA 45.367 22.000. Poleang 3. 1. Nilai Produksi (Rp.400 416.719 590.838 183 19.4 101.901 22.81 Perkembangan Produksi dan Nilai Hasil Hutan menurut Jenisnya.095 2.124 - Jumlah 3. Tontonunu 10. Produksi 2. Kayu Jati Logs (m3) Jumlah 2005 2010 Perkembangan (%) 05-10 136.328.761 10.459 12.

77%. Sejalan dengan hal tersebut. Kayu Rimba Gergajian (m ) *) Rotan (ton) *) 3 Jumlah II (m /ton) Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka *) Data tidak tersedia F. menunjang pembangunan daerah.39%. Uraian Perindustrian Pembangunan bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja. jika dibandingkan dengan tahun 2005 masing-masing menurun 18. sedangkan industriindustri yang dapat dikategorikan industri besar dan industri sedang belum ada.93% dan 133. maka sampai saat ini pemerintah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk membuka berbagai kegiatan investasi di bidang industri. Industri yang ada di Kabupaten Bombana hingga Tahun 2010 masih berskala industri kecil dan industri rumah tangga. Kayu Jati Gergajian (m3) *) 4. Untuk jelasnya keadaan dan perkembangan perusahaan industri menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 24 Jumlah 2010 *) *) *) *) Perkembangan (%) 05-10 - 2005 3. memanfaatkan sumber daya alam dan energi serta sumber daya manusia. Sebagaimana disajikan pada tabel 3. meningkatkan ekspor.82 Keadaan dan Perkembangan Perusahaan Industri Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan Kecil (TK 5-19) Rumah Tangga Jumlah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kayu Rimba Logs (m3) *) 3 5.82 Tabel: 3.81 jumlah industri kecil di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 5 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 205 orang. jumlah industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 393 unit dengan tenaga kerja 1. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005) masing-masing meningkat 33.01% dan 11.225 orang. memeratakan kesempatan berusaha.

17 -14. 21. 22. 19.571 Unit 1.83 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 10. 14. 5. 4. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. industri kimia dan bahan bangunan. 17. 11. 9. industri logam dan elektronik dan industri kerajinan.19 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 12.431 1. 16. 20. 7.93 133. 13. industri sedang. 12. 15. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Tahun 2010 Tahun 2005 1 15 2 4 1 2 11 1 16 1 1 1 56 75 Naker 4 42 6 13 3 6 33 3 86 3 3 3 205 478 % Perkembangan 05-10 33. Keadaan dan perkembangan banyaknya perusahaan dan tenaga kerja menurut jenis industri tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 25 Unit 119 22 16 87 35 10 19 69 16 393 458 Naker 412 66 70 259 112 42 26 152 86 1.225 1. 6.08 -18. 2.39 Ditinjau dari jenis industri di Kabupaten Bombana terdiri dari 5 jenis industri yaitu industri pangan. 8.01 -11. 3.093 Unit 119 22 16 87 1 50 2 4 10 1 21 80 1 32 1 1 1 449 533 Naker 412 66 70 259 4 154 6 13 42 3 32 186 3 172 3 3 3 1. 18.

00 0. Secara umum jenis endapan mineral emas di daerah ini adalah placer dengan kadar yang sangat bervariasi dan di beberapa tempat juga menunjukan indikasi primer dengan kandungan yang belum diketahui. Industri Kimia dan Bahan 171 Bangunan 4.00 0. Pasir Kuarsa. Industri Sandang 15 3. Batugamping / Batukapur. Potensi tambang yang dapat diberdayakan dan dikembangkan di Kabupaten Bombana antara lain meliputi : Emas.75 6 0. Sektor Pertambangan Dalam usaha meningkatkan kontribusi Sektor Pertambangan untuk meningkatkan pendapatan daerah.57 0. maka pembangunan Sektor Pertambangan dan Energi diarahkan pada peningkatan produksi yang efektif.00 0. Industri Pangan 207 2.83 -0.89 -2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 26 Tabel: 3. Mata Usu.000 Ha yang meliputi Kecamatan-kecamatan Rarowatu. Tanah Liat. Rarowatu Utara.00 0. Meskipun tidak secara keseluruhan tetapi beberapa indikasi memperlihatkan di TK 530 32 624 118 2 1.  Nikel (Laterit Nikel) Tersebar di beberapa tempat di Pulau Kabaena dengan luasan yang cukup besar. Marmer. Industri Logam dan Elektronik 56 5.00 Industri 1. dan Lantari Jaya.2 -1.392 -2.86 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .  Emas Tersebar pada wilayah daratan diperkirakan mencapai luas areal ± 100.00 14. Kromit.2010 2005 Unit 1. Nikel. Industri Kerajinan 1 Jumlah 450 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka G.433 2010 Unit 197 15 168 56 1 437 TK 527 32 713 118 2 Perkembanga n (%) Unit TK -4.83 Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri di Kabupaten Bombana Tahun 2005 . hal ini dapat dilihat dari penyebaran batuan ultrabasa yang ada yaitu lebih dari 65% luas wilayah Pulau Kabaena. Krisopras. Poleang Utara.

Kromit (Cr) Tersebar dibeberapa tempat di Pulau Kabaena. Sangat disayangkan potensi yang ada. akan tetapi dikelola secara individu tanpa arah pengembangan yang jelas. hingga saat-saat ini belum diberdayakan secara massal.41 % Al2O2 = 0. bahkan untuk wilayah sekitar Purano dengan kawasan seluas 1. Krisopras (Batu Setengah Permata) Dijumpai di Desa Batuawu. antara lain putih. putih.60 % Fe2O3 = 0. kadar tanah liat yang ada memiliki komposisi : . dengan penyebaran hingga puluhan ribu hektar dan ketebalan hingga puluhan meter. Pasir – Kerikil Kuarsa Dijumpai di daerah Waemputtang – Padang Pa’jongang’e Kecamatan Poleang Timur dan daerah Rakadua Kecamatan Poleang Barat. secara umum penyebaran mineral krisopras ini cenderung berasosiasi dengan keberadaan kromit yang ada di daerah ini. dan ketebalan belasan meter. kerikil dan pasir kuarsa yang ada di daerah ini memiliki kadar SiO2 78% . sehingga sangat layak untuk diberdayakan dan dikembangkan.000 Hektar. Pongkalaero dan Purano.000. dengan luasan tidak kurang dari 3.267 % Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tanah Liat (Lempung) Dijumpai di daerah Mulaeno dan sekitarnya dengan penyebaran cukup luas. Bersasarkan hasil analisa laboratorium yang telah dilakukan. orange. selain itu di daerah ini juga dijumpai adanya jenis silica yang lain dengan variasi warna yang cukup menarik. Berdasarkan hasil eksplorasi semi detail yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa potensi batu setengah permata ini sangat besar. sekitar daerah Toli-Toli.SiO2 = 89. kelabu cerah. diperkirakan luas areal tanah liat yang dapat dikembangkan dapat mencapai 10.MgO = 2.94 % .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 27     beberapa lokasi yang memiliki kadar Ni (nikel) lebih dari 1% dengan ketebalan laterit secara umum lebih dari 2 meter.500 Ha. akan tetapi hingga saat ini berdasarkan hasil suvery yang telah dilakukan wilayah yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan adalah di daerah BatuawuPongkalaero-Purano. Berdasarkan hasil analisa laboratorium.500 Ha memiliki cadangan tidak kurang dari 12. dan menyebar hingga wilayah sebelah selatan Dongkala. sebelah timur daerah Rahantari. Krisopras yang ada umumnya berwarna hijau muda hingga hijau gelap. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Lokasi-lokasi yang mengindikasikan keberadaan laterit nikel yang memiliki potensi cukup baik antara lain adalah wilayah sebelah selatan Pongkalaero.98%. kehijauan dan coklat. secara umuk Kadar Cr2O3 di ketiga lokasi tersebut berada pada kisaran 52-67%. maka dengan luas penyebaran yang ada diperkirakan jumlah cadangan kromit di lokasi tersebut berkisar 2 juta ton.000 ton.

Sampai sejauh ini potensi marmer yang ada sama sekali belum dapat diberdayakan dan dikembangkan.118.000 hektar.675 hektar. terdiri dari : Pasir sebanyak 4.716. kecuali baru sebatas pemanfaatannya sebagai bahan bangunan (pondasi. kelabu dan coklat.  Batu Gamping (Batu Kapur) Dijumpai terutama di daerah Boera Kecamatan Poleang. dan tanah liat. hal ini didasari atas keterdapatan bahan baku semen di daerah tersebut yaitu batu gamping. terdapat satu kawasan yang dapat dikembangkan menjadi wilayah industri semen.K2 O = 0. Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan. dari sejumlah obyek wisata tersebut belum ada satu pun yang dikelola secara komersial. yaitu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan memiliki luas hingga 14. serta ketersediaan lahan dan air. marmer di lokasi ini memiliki variasi warna hitam.650 ribu meter kubik.311 m3. Hingga saat ini bahan galian ini juga belum diberdayakan secara optimal. perumahan dan jalan) Dengan melihat potensi yang ada ini.84 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .931.550.290 m3 Tanah urug sebanyak 15. pasir kuarsa. yaitu di daerah sekitar Poleang dan Poleang Timur. tidak semata-mata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi lebih memberikan efek ganda ekonomi yang dihasilkan oleh pergerakan wisatawan dan juga telah mampu untuk dapat membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap budaya. dengan cadangan terkira hingga 5. Obyek Wisata Obyek wisata di Kabupaten Bombana sebanyak 22 unit. yaitu tidak kurang dari 8. Adapun ke 22 obyek wisata dimaksud dan daya tarik dari masing-masing obyek wisata dapat di lihat pada Tabel : 3. dan kadar CaO lebih dari 45%.80 % H2O = 1. 1. Pengembangan pariwisata dalam konteks pembangunan daerah saat ini.962 m3 - Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana memiliki kaitan yang luas dengan ekonomi kerakyatan. Bahan galian yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri semen ini memiliki penyebaran yang cukup luas.64 %  Marmer / Batugamping Kristalin Dijumpai di daerah Lengora Kecamatan Kabaena Timur (Pulau Kabaena).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 28 . Produksi tambang galian C di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27. kecuali oleh beberapa masyarakat yang memanfaatkannya menjadi batu belah untuk kebutuhan sendiri. dengan luas penyebaran yang cukup besar.214 m3 Batu gunung sebanyak 5.845 m3 Batu kali / kerikil sebanyak 919.

84 Data Obyek Wisata dan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. Pantai Lanere 10. Benteng Tangkeno Kabaena Tengah 12. Gunung Watu Sangia 6. Air Terjun Kabaena Ulungkara Tengah 17. Puurano 9. Tahi Ite Rarowatu Sepeda Motor & Mobil Alam Sejarah Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor Alam Tirta Alam Tirta Bahari Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Goa Watu Buri Speed Boat Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor & Mobil Sejarah Sepeda Motor & Mobil Bahari Speed Boat Bahari Bahari Alam Alam Sejarah Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil 11. Tapuahi Rumbia Tengah 19. Benteng Tirongkotua 7. 2. Air Terjun Ee Kabaena Meloro Tengah 14. 4. 3. Air Terjun Rumbia Sangkona 18. Air Panas Lareete Kabaena Tengah 15. Benteng Wasauri Kabaena Tengah 13. Pantai Landuli 8. Gunung Kabaena Sampapolulu Tengah 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 29 Tabel: 3. Pulau Sagori Pulau Bakau Pulau Motaha Watu Bangka Lokasi Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Selatan Kabaena Tengah Jarak (Km) 80 70 70 70 70 70 60 80 65 60 55 55 55 55 65 65 6 4 30 Daya Tarik Wisata Bahari Bahari Bahari Tirta Akses Transportasi 5.

Pantai Timbala Poleang 70 Bahari Barat Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1.082 1. Tabel : 3. sedangkan Kecamatan lainnya belum memiliki sarana perhotelan. 11. Rumbia Tengah. 2. Tempat Tidur dan Tamu yang Menginap di Hotel/Akomodasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Hotel / Akomodasi 1.440 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Danau Ponu-ponu Poleang 70 Alam Barat 22. Rumbia. Pulau Basa Poleang 65 Bahari 21.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 30 Daya Tarik Wisata Akses Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kecamatan Lokasi Jarak (Km) 20. Sebagaimana disajikan pada tabel 3. namun memasuki tahun 2010 mulai terlihat kemajuan di dalam fasilitas yang mendukung pembangunan kepariwisataan seperti hotel. 6. 5. Alam Panorama Kawanua Yayad Pantai Bahagia Wonua Bombana Iqrah Rahmat Mustafa Nirwana Mujur Citra Zam-zam Jumlah Kamar 9 12 6 10 6 7 7 4 11 9 4 8 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 15 12 8 12 6 9 9 4 22 18 5 10 69 60 278 2. 12.049 720 901 1.815 1.85 Jumlah Kamar. 4.85 di Kabupaten Bombana tahun 2009 terdapat 16 penginapan dengan 110 kamar serta 149 tempat tidur. Poleang Selatan dan Poleang. 7. 3. 8. 9. 10. Hotel-hotel/ penginapan-penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kabaena Barat. penginapan atau akomodasi lainnya dan tentunya ke depan akan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kepariwisataan itu sendiri. tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut masih sangat terbatas. Kabaena Timur. Prasarana/Sarana Kepariwisataan Sebagaimana diketahui bahwa daerah Kabupaten Bombana merupakan daerah yang baru terbentuk.265 750 150 1.

16. Banyak penambang dan pengusaha yang memanfaatkan hotel dan penginapan untuk menginap.514 orang (mengalami peningkatan 1. dan jumlah kamar keadaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel : 3.92 20.87 Banyaknya Rumah Makan/Warung Makan. meja dan kursi menurut kecamatan sebagaimana disajikan pada Tabel : Tabel: 3. Penginapan Rosalina Fasilah Maros Indah Penginapan Kenangan Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Perkembangan jumlah hotel / akomodasi.86 Tabel: 3. Kamar 52 110 3. Peningkatan ini masih dipengaruhi oleh pertambangan emas di Kabupaten Bombana. 14. Kamar dan Tempat Tidur Kab.49 Uraian 2005 2010 1. Meja dan Kursi Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Untuk jelasnya lihat banyaknya rumah makan / warung makan. Hotel / Akomodasi 8 16 2.79%). Kabaena Rumah Makan 3 Meja 6 Kursi 24 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Banyaknya rumah makan yang dalam hal ini mencakup tempat makan secara umum tanpa melihat klasifikasinya tersebut di 16 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 31 Jumlah Kamar 3 7 4 3 110 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 3 9 4 3 149 12 923 11. Tempat Tidur 53 149 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya tamu yang menginap di hotel/penginapan selama tahun 2010 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hingga mencapai 11.514 Hotel / Akomodasi 13.2010 Jumlah Perkembangan (%) 05-09 18. Bombana selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 . di Kabupaten Bombana telah memiliki 65 Rumah makan/warung makan dengan jumlah meja 208 buah dan kursi 783 buah.86 Banyaknya Jumlah Hotel / Akomodasi.60 29. Selama tahun 2010. 15.

904. 22. 16.-.88 Tabel: 3. 8.05 ton dengan nilai sebesar Rp. 13. 15. 14. 17. 58. 21.000.80 -97.88 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 18. 20.26 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka a). 6. Perdagangan Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat usaha pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 32 Meja Kursi Kecamatan 2. peternakan. 11. Sedangkan kelompok kedua adalah komoditas hasil laut yang meliputi ikan dan hasil-hasil laut lainnya. kelompok pertama adalah komoditas hasil bumi yang meliputi hasil pertanian.13 4.625. perkebunan. 19. dan hasil hutan. 4. Masaloka Raya 1 1 4 Rumbia Tengah 5 20 61 Rarowatu 5 18 68 Rarowatu Utara 4 4 16 Lantari Jaya 10 24 96 Mata Usu Poleang Timur 7 24 69 Poleang Utara 4 8 32 Poleang Selatan 1 2 6 Poleang Tenggara Poleang 6 20 50 Poleang Barat 2 4 8 Tontonunu 1 1 Poleang Tengah 1 1 Jumlah 2010 65 208 783 Jumlah 2005 69 724 751 % Perkembangan 05-10 -5. 9. 7. Volume dan nilai masing-masing komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel 3. Rumah Makan Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat 3 10 40 Kabaena Timur 1 3 16 Kabaena Tengah 1 2 7 Rumbia 11 60 280 Mata Oleo 1 2 6 Kep. 3. Komoditi potensial yang diperdagangkan di Kabupaten Bombana merupakan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut yang terdiri dari dua kelompok. 12. 10. 5.311. Volume keseluruhan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut tahun 2010 berjumlah 90.

Biji Jumlah II III. Kapas Rakyat 6. Cengkeh 8.600 80 3. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan 1. Unggas 6.200 2.000) 736.525 2.25 273. Kacang Hijau 3.000.000 20.05 1. Bawang Merah 6.000 172.000 2.000 25. Kulit Ternak Besar 4. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan 1. Kopi 11. Kacang Kedele 2.000 390.60 21. Kakao 5.120. Jagung 5. Kerbau 2.680 30 Nilai (Rp.000 1.097. Kacang Mete 4.800.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 33 Volume dan Nilai Komoditi Perdagangan Antar Pulau Hasil Bumi dan Hasil Laut Tahun 2010 Jenis Komoditi I.125 410.800 678. Pinang 14. Mete Gelondongan 3.60 5 6 434. Asam 13.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kacang Tanah 4. Tepung Kelapa 12.400 75. Merica 9. Kemiri Kupas 10. Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan 1. Kopra 2. Biji Kapuk 7. Beras Ketan 8. Sapi 3.920.000 23. Telur Jumlah III IV. Lada 9. Ternak Kecil 5.60 54. Lainnya Jumlah I II. Jeruk 7. Agar-agar Volume (Ton) 73. Perdagangan Antar Pulau Hasil Pertanian Tanaman Pangan 1.

Lain-lain 700 1. Cumi-cumi kering Ikan kering Mete Lele putih Ikan kayu Japing-japing Ekor ikan hiu Daging ikan hiu Kulit ikan hiu Biji mutiara Kulit mutiara Ikan kering belahan Ikan teri Teripang campuran Siput Ikan layang Daging kepiting Daging moci Sirip ikan hiu Kepala ikan hiu Tulang ikan hiu Rajang beku / udang Ikan cakalang segar Ikan tongkol / tuna Ikan segar Campuran Ikan sunu hidup Boli-boli Ikan kerapu hidup gurita Jumlah IV V. 20. Jati gelondongan 3. 27.000 225.035.000) 250.000 10.000 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 10.000 40. 5.000 Jenis Komoditi 2.000 15.000 10. Madu alam 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 34 Volume (Ton) 10 25 1 1 1 10 15 2 11 1 1 1 15 20 10 15 20 8 4 2 203 Nilai (Rp.000 3. Kulit kayu galapari 5. 17. 8. 9.500. 15. 12. 24. 3.000 35. Kayu rimba log 6.000 150. Rotan 8. Rotan polis 9.000 300.000 10. 6. 26. 7. 11. 29 30.000 10. 22. 19.000 200.000 400.000 100.000 10. 16. 28. 4. 13. 31.000 200. Gembol 4. Jati olahan 2.000 40 60*) - 1. 10.000 385.000 1.000 400. 23. 18.890.000 300. Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan 1. 21. 14. Kayu rimba gergajian 7. 25.

100 190.071.25.867.844.751 276.904.89 Tabel: 3.248 2.27% per tahun dan 22.920. 000) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah 7.200 15.000 51.18% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing menurun 24.65% per tahun.89 Volume dan Nilai Perdagangan Menurut Jenis Perdagangan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Komoditi 2005 Volume (ton) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah Nilai (Rp.880.000) 3.05 Perkembangan (%) 05-10 Plus Minus Minus Minus -24.847**) 90.047.453.413.805.311.454.96 -25.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 35 Volume (Ton) 1.582 3.525 123.3 14.831.035.05 3.000 60.03% sedangkan nilai perdagangan menurun 12.27 Plus Minus Minus -47.740 Nilai (Rp.051 259.900 23.000 Jenis Komoditi Jumlah V Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 *) Dalam Liter Jika volume dan nilai perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 masing-masing untuk volume perdagangan meningkat 494.6 Jumlah 2010 434.805.000 .65 24.564 58.200 14. Untuk jelasnya lihat volume dan nilai perdagangan menurut jenis perdagangan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.700 2.680 203 1.182 3.097.740*) 84.625 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Sarana perdagangan di Kabupaten Bombana meliputi : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Rumbia Tengah 2 1 17 8 11.90 - Tabel: 3.90 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2010 Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1. Lantari Jaya 1 1 1 40 5 14. Rarowatu 1 1 22 1 4 12. Poleang Timur 1 1 1 72 6 14 16. Kabaena Selatan 1 1 4. Kep. Poleang Utara 1 1 3 5 17. Rarowatu Utara 1 3 13. Kabaena Timur 2 2 12 3 9 6. Mata Usu 1 15. Poleang Selatan 1 4 Kecamatan Pasar Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Masaloka Raya 1 10. Untuk jelasnya lihat sarana perdagangan menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Mata Oleo 2 1 12 1 4 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 36 Pasar umum sebanyak 18 unit Pasar Ikan sebanyak 12 unit Kelompok pertokoan sebanyak 4 unit Kios/warung sebanyak 572 unit Bank sebanyak 5 unit Koperasi Unit Desa sebanyak 26 unit Koperasi Non KUD sebanyak 116 unit. Kabaena 1 1 98 1 8 2. Kabaena Utara 2 1 3. Rumbia 1 3 1 22 8. Kabaena Barat 1 1 1 7 5. Kabaena Tengah 2 1 7.

22. Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1 1 1 1 1 269 1 2 10 1 1 30 1 6 1 1 2 Pasar 18 22 4 574 5 26 116 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka BAB IV PEMBANGUNAN DAERAH A. 19. 20.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 37 Kecamatan 18. Ekonomi Kabupaten Bombana telah berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi yang bertumpu pada keunggulan daerah yang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 21. Aspek Ekonomi dan Keuangan 1.

17 8.847.68 4. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan sektornya masingmasing.28 Restoran 7.2010) sebesar 7.623.33%/tahun.22 Komunikasi 8.49 17.637. Listrik.36 8.228.00 Jasa Perusahaan 9. Perdagangan. Pengangkutan dan 4.19 42.74%per tahun .07 19. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan masingmasing sektornya.83 9.74 6. Pertumbuhan Ekonomi Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kabupaten Bombana tahun 2010.065.89 40.834.2 sebagai berikut : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .55 7.543.024.79 55. Hotel dan 30.653.87 7. Untuk jelasnya lihat Tabel 4. Industri Pengolahan 5. Pertanian 2.64 947.29 Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Laju pertumbuhan ekonomi Bombana jika dilihat dari dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir (2005-2010) yang mencapai sebesar ratarata 18.712. Persewaan & 13. Gas dan Air Bersih 785.78 Produk Domestik 290. Pertambangan dan Penggalian 3.52 1.149.05 388.96 4.988.80 9. Konstruksi 28.946.64 8.80 12.887. Jasa-Jasa 40. dihitung berdasarkan angka PDRB atas dasar Harga Konstan periode lima tahun terakhir (2005 . Untuk jelasnya lihat Tabel: 4.105.42 5.25 8.11 7. Indikator makro sebagai berikut : b).799.681.489.05 197.76 15. Keuangan.1 Tabel: 4.1 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha Nilai PDRB Perkembangan (%) (Jutaan Rupiah) 05-10 2005 2010 157.05 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 38 mampu menciptakan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan yang ditandai dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi daerah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator.

879.891.79% (2010).2 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan Rupiah) Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha 1.35 40.73 87. Struktur perekonomian Kab.16 13. Bombana Tahun 2005 sebesar 54.33 b) Struktur Perekonomian/Komposisi dan Peran Sektor Lapangan Usaha Untuk memperoleh gambaran tentang struktur perekonomian di Kabupaten Bombana dapat dilihat dari peran setiap sektor di dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bombana.31 15. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Nilai PDRB Perkem(Jutaan Rupiah) bangan (%) 05-10 2005 2010 307.94 42.97% (2005) menjadi 49.705.054. Sedangkan kedelapan sektor lainnya di luar sektor pertanian bergeser naik dari 40. 4.98 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 39 Tabel: 4.03% bergeser menurun tinggal menjadi 50.35 20.00 2.01 22. 8. 2.3 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .33% (2001).997.357.804. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. 6.307.528.54 544.32 23.631.38 13.624.758.484.401. Untuk jelasnya lihat pergeseran peranan sektor selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.118.99 6.970.612.17 6.48% (2005) menjadi 46.66 21. 3.57 15.49 20. 7. Bombana dilihat dari dasar Harga Berlaku menunjukkan sektor pertanian bergeser turun dari sebesar 59.93 42.01 130.88 1.903. 5.70 32.06 132.012.67% Tahun 2010.03 516.94 1.50 21. Bombana berdasarkan Harga Konstan menunjukkan bahwa Sektor Pertanian yang demikian besarnya dalam pembentukan PDRB Kab. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.62 17. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.337.48 56.21% (2001).49 10.60 18.166. Struktur perekonomian Kab. Sedangkan kedelapan sektor lainnya bergeser naik dari 45.52% (2005) menjadi 53.

03 3. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .36 7.Nilai shift share = 0.46 11.10 1. Pertambangan dan Penggalian 3. Konstruksi 6. Hotel dan Restoran 7. Keuangan. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 2005 59.20 11.67 10.24 10.78 10. Industri Pengolahan 4. Industri Pengolahan 4.28 8. Pertanian 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 40 Tabel: 4. Gas dan Air Bersih 5.52 2. Listrik. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.00 2010 53.90 14. Perdagangan.99 100.85 0.01 1.77 13.34 0.40 2.67 4. Pertambangan dan Penggalian 3.26 1.97 4. Pertanian 2.Nilai shift share > 0.3 Distribusi Persentase PDRB Bombana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005 – 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 1. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah relatif sama. Konstruksi 6.93 100.04 0.27 9.21 1.79 4. Keuangan.71 1. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Listrik.23 0. Pengangkutan dan Komunikasi 8.67 4. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat tinggi. Di dalam perhitungan shift share dapat dibedakan ke dalam tiga klasifikasi apabila : .15 12.00 C) Pengaruh / Posisi Sektor terhadap Perekonomian Daerah Untuk mengetahui pengeruh/posisi sektor-sektor perekonomian terhadap perekonomian daerah dapat diketahui dari hasil analisis shift share. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku 1.87 1.35 4.Persewaan & Jasa Perusahaan 9.98 100.64 13. Gas dan Air Bersih 5. Hotel dan Restoran 7. Analisis shift share dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan murni suatu sektor tertentu tanpa dipengaruhi sektor-sektor lain atau karena perubahan perekonomian secara keseluruhan. Perdagangan.00 54.56 4.00 50.49 1.30 100. .

24 8. Sektor Konstruksi / Bangunan.740. 3.342. kedua sektor dimaksud yaitu Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.715.39 2. 7. Hasil Perhitungan Shift Share N R M S 8.24 11.012.60 1. Untuk lebih jelasnya lihat capaian nilai shift share masingmasing sektor sebagaimana disajikan pada Tabel 4.04 2.37 490.10 2.4 Tabel: 4.55 670.336.03 12.58 3.215.267.77 1. Hotel dan Rumah Makan. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. maka dari 9 sektor perekonomian daerah.41 -13.89 14.93 1.64 11.66 67.15 861. Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa.96 1.30 536. terdapat 7 sektor di antaranya mencapai nilai shift share > 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.13 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Ketujuh sektor dimaksud yaitu Sektor Pertanian. Sektor Industri.04 6.00 451. Di dalam menghitung shift share menggunakan rumus: S = R . 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 41 . Jasa-Jasa 4.32 2.2 60.874.20 -6038. Berdasarkan teknik perhitungan di atas.35 1.130.47 5. 5. Sektor Keuangan.192.001. Sedangkan Kedua sektor lainnya mencapai Nilai shift share < 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian rendah. Sektor Perdagangan.4 Pengaruh/Posisi Sektor Terhadap Perekonomian Daerah ( Hasil Perhitungan Shift Share ) Tahun 2010 Lapangan Usaha 1.93 -5.143.852.64 -13. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.057.88 12.02 4.N . Persewaan & Jasa Perusahaan 9. 6.33 323. Sektor Pertambangan dan Penggalian.Nilai shift share <0.47 1.339.45 S R N M = = = = Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat rendah.09 2.162.39 1.M Nilai murni sektor Perubahan absolut suatu sektor (waktu tertentu) Perubahan sektor tertentu terhadap perekonomian daerah Pengaruh pertumbuhan yang ditimbulkan oleh sektorsektor tertentu. 8. 4.

. Nilai LQ diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai LQ dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi. yaitu: . gas dan air minum.Apabila Nilai LQ > 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. sektor konstruksi/bangunan. yaitu sektor pertambangan dan penggalian. persewaan dan jasa perusahaan. .6 (enam) sektor lainnya nilai LQ < 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian Sultra relatif rendah. Berdasarkan teknik perhitungan di atas. hotel dan rumah makan. LQ adalah angka yang menunjukkan perbandingan nilai relatif suatu sektor di tingkat kabupaten dengan nilai relatif sektor tersebut di tingkat provinsi.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 42 c).5 Tabel: 4. Pengaruh / Posisi Sektor Perekonomian Kabupaten Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Gambaran tentang pengaruh/posisi sektor perekonomian Kabupaten Bombana terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari hasil analisis Location Question (LQ). ketiga sektor dimaksud yaitu sektor pertanian. sektor industri pengolahan. . dan sektor jasa-jasa.3 (tiga) sektor di antaranya mencapai nilai LQ > 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian provinsi sangat tinggi. Keenam sektor di maksud.Apabila Nilai LQ = 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi sama pertumbuhannya. maka dari 9 sektor lapangan usaha di Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa : .5 Posisi Sektor Perekonomian Kab.Apabila Nilai LQ < 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. pertumbuhannya relatif sangat kecil. sektor pengangkutan dan komunikasi. dan sektor keuangan. pertumbuhannya relatif lebih besar. Untuk jelasnya lihat hasil perhitungan LQ sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. sektor listrik. Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sultra (Hasil Perhitungan LQ) Tahun 2010 Lapangan Usaha PDRB Jutaan Rupiah LQ Kabupaten Bombana Tahun 2011 . sektor perdagangan.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

43

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kab. Bombana Prov. Sultra 2010 2010 Pertanian 197.024,42 3.731.856,51 Pertambangan dan Penggalian 17.105,76 558.809,44 Industri Pengolahan 7.964,64 953.959,86 Listrik, Gas dan Air Bersih 947,89 74.292,58 Konstruksi 40.681,19 877.513,86 Perdagangan, Hotel dan Restoran 42.799,55 1.695.809,00 Pengangkutan dan Komunikasi 7.653,07 849.519,56 Keuangan, Persewaan & Jasa 19.065,79 620.181,58 Perusahaan Jasa-Jasa 55.623,05 1.405.098,89 Jumlah 388.847,36 10.767.041,28

1,46 0,85 0,23 0,35 1,28 0,70 0,02 0,85 1,10 xx

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka c). Pendapatan Per kapita Nilai Pendapatan Per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan Harga Konstan 2000 keadaan Tahun 2010 sebesar Rp. 3..689.653,68,- jika dibandingkan dengan Tahun 2005 selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 6,14%/Tahun. Pendapatan per kapita Kabupaten Bombana, jika dilihat dari harga berlaku keadaan tahun 2010 sebesar Rp. 10.720.138,35,jika dibanding tahun 2005, selama kurun waktu 5 Tahun (20052010) meningkat rata-rata 17,14%/Tahun. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan pendapatan per kapita baik berdasarkan harga konstan maupun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel: 4.6 Perkembangan Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Konstan dan Harga Berlaku Tahun 2005 - 2010 Perkembangan (%) Atas Dasar Atas Dasar Harga Harga Konstan Berlaku 4,01 22,68 5,90 18,05 6,21 11,19 6,62 25,29 6,19 13,61

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009

Atas Dasar Harga Konstan 2.739.203,15 2.900.755,91 3.080.837,84 3.284.646,06 3.488.014,64

Atas Dasar Harga Berlaku 4.860.670,99 5.737.790.62 6.380.004,03 7.993.784,11 9.081.381,48

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

44 10.720.138,35 xx 5,78 6,14 18,05 17,14

2010 Jumlah

3.689.653,68 xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010

d). Tingkat Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga dari seluruh barang dan jasa pada umumnya di suatu daerah. Manfaat diketahuinya data inflasi adalah sebagai berikut: a. Memperkirakan harga barang dalam rangka menetapkan biaya proyek b. Berhubungan dengan tarif pajak/retribusi yaitu untuk perubahan tarif Langkah-langkah menghitung Inflasi adalah sebagai berikut:  Menghitung tingkat perbandingan antara PDRB harga konstan dengan PDRB harga berlaku (indeks harga)

 Menghitung rata-rata tingkat inflasi dengan cara:

Berdasarkan tehnik perhitungan diatas maka laju Inflasi di Kabupaten Bombana dihitung berdasarkan indikator PDRB Tahun 2005-2010 sebesar 9,06%/Tahun. Untuk jelasnya lihat perkembangan inflasi setiap tahun selama kurun waktu 20062009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.7 Tabel: 4.7 Perkembangan Inflasi di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 No. 1. 2. 2 3. 4. Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan 290.988,29 311.233,70 333.442,16 360.926,76 388.874,36 Harga Berlaku 516.357,94 605.277,49 690.514,22 878.380,98 1.012.401,49 Indeks Harga 1,774 1,945 2,071 2,434 2,603 Inflasi (%) 8,79 6,04 14,91 6,49

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

45 Indeks Harga xx Inflasi (%) 9,06

No.

Tahun Rata-Rata

PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan xx Harga Berlaku xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 e). Tingkat Kemiskinan Prof. Dr. Sayogyo memberikan ukuran Tingkat Kemiskinan dilihat dari besarnya pendapatan per kapita per tahun, apabila: - Pendapatan Per kapita setelah dikonversi ke beras mencapai > 360 kg/kapita/tahun maka tingkat kemiskinan Kabupaten tergolong dalam klasifikasi tidak miskin/berada di bawah garis kemiskinan - Hasil Konversi < 360 Kg/Kapita/Tahun maka tingkat kemiskinan kabupaten tergolong dalam klasifikasi miskin/di bawah garis kemiskinan - Sementara itu Kepmendagri No. 414.3/316/PMD Tanggal 17 Februari 2003 memberikan ukuran tingkat kemiskinan dilihat dari besarnya jumlah penduduk miskin, apabila:  Jumlah penduduk miskin < 20% dari total penduduk Kabupaten tergolong miskin  Jumlah penduduk miskin > 20% dari total penduduk Kabupaten dikategorikan tidak miskin Adapun nilai pendapatan per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan harga konstan, keadaan tahun 2009 setelah di konversi ke Beras mencapai 698 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana tahun 2009 sebagaimana disajikan pada tabel 3.51 adalah sebanyak 30.286 KK atau 27,17% dari total penduduk miskin Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2009) sebanyak 111.481 jiwa dan merupakan urutan terbanyak ke empat bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bombana ditinjau dari Indikator Pendapatan sesuai (kriteria Prof. Sayogyo) tergolong Tidak Miskin dan dilihat dari besarnya jumlah penduduk Miskin sesuai surat Mendagri Nomor 412.4/316/PMD tanggal 17 Februari 2003, tergolong dalam kategori Miskin. Tabel 4.8 Banyaknya KK Miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009 No. Kabupaten / Kota Jumlah KK Jumlah Jiwa

Kabupaten Bombana Tahun 2011

pinjaman pemerintah daerah dan yang bersumber dari urusan kas dan perhitungan.772.54% dari target pendapatan daerah pada tahun yang sama. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah Kabupaten Bombana terdiri dari bagian sisa lebih perhitungan anggaran Tahun yang lalu.803 283.960 67.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 46 52. 342.400 77. pendapatan dari pemberian pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi.212 1.215.544 50.709 41.251 13.136 12. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Buton Kolaka Utara Konawe Kolaka Bombana Muna Buton Utara Wakatobi Kota Bau-Bau Kota Kendari Konawe Utara Konawe Selatan Jumlah Sumber : Diolah dari Data BPMD Provinsi Sulawesi Tenggara B.369 30. a) Pendapatan Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.740 16.558 208.Keuangan Daerah 1. realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp.908 54.52.272 27.836 167. Realisasi pendapatan daerah menurut jenis anggaran keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel: 4.144 159.9 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .476 121.004 55.850 19.960 20.134.977 13.818 6. bagian Pendapatan Asli Daerah sendiri. baik berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dan atau setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat Provinsi.840 82. Keuangan Pemerintah Daerah Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah.659 15.636 61.232 1. Secara makro rencana dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tampak meningkat setiap Tahunnya.820 atau mengalami penurunan 89.286 39.

61 183.200.000.44 428.820 93.000.72 kesehatan . Pendapatan 64.000 94.000.39 .Pajak Penerangan Jalan 177.000 28.Retribusi parkir di tepi jalan umum .181.Pajak Reklame 3. C .000.600.000.000 .000 100.000 110.481.000.33 200.200.Pajak Pemanfaatan Hasil-hasil Perkebunan dan Hasil Ikutannya .000.000.000.Retribusi pemakaian kekayaan daerah .000 .Retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan .Lainnya 28.Retribusi pelayanan 121.000.000 100.23 Retribusi Jasa Usaha .000 46.00 b.718.000 .92 Retribusi Jasa Umum .000 . Pajak Daerah 405.000.000 99.751.000.000 .000 Pengolahan Galian Gol.33 3.000.000 100.000.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 47 Tabel: 4.000 133.Retribusi kapal pengujian perikanan Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 90.780 14.320 47.Retribusi pasar 95.Pajak Kekayaan daerah .000.Lainnya 265.000.Pajak Pengambilan dan 184.400.Retribusi terminal 30.Pajak Hiburan 3.500.000 85.Retribusi pengujian kendaraan .47 cetak KTP dan Akta Catatan Sipil .000 26.000 90.250.000 105.000. Retribusi Daerah 28.00 4.560.000 112.000 a.24 A.000 75.280.Pajak Hotel dan Restoran 9.000 199.Retribusi penggunaan biaya 117.74 .Pajak Lingkungan .000.578.9 Terget dan Realisasi Pendapatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana Keadaan Tahun 2010 Uraian Target Realisasi Nilai Persentase 30.Retribusi pelayanan kepelabuhan .000 113.73 10.Retribusi penjualan produksi usaha daerah .200.

000 70. Nilai Persentase .194.Retribusi izin trayek 33.513.400 22.250.820 95.000 903.000 20.156.11 Bagi Hasil Pajak dan Bukan 21.322.Retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .000 21.751.Retribusi izin usaha konstruksi .Retribusi izin usaha bidang infokom .066.Retribusi surat izin usaha koperasi .Retribusi izin pendirian pelayanan koperasi .Retribusi izin usaha bidang 20.Retribusi wajip daftar perusahaan .040.13 Pajak Dana Alokasi Umum 229.681.Retribusi perizinan dan pengaturan PHH .000.000 80.000 65.000.Retribusi izin usaha industri dan perdagangan .826.215.947. b.000.410.370.820 25.Retribusi izin penjualan minuman beralkohol .Retribusi izin gangguan tempat usaha .000 2.50 perikanan .Retribusi Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) .000.40 .Retribusi sewa alat-alat berat .000.000. B.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 48 Realisasi c.000 49.Retribusi provisi SD hutan dan dana reboisasi peng.Retribusi lainnya 26.44 Hasil Pengelolaan Kekayaan 0 2.Retribusi surat izin usaha industri .31 .41 Uraian Target Kabupaten Bombana Tahun 2011 .00 .Retribusi tempat penginapan 25.000 11.000.500 Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD 30.000 11.681.000.500 52.686. a.030.000.000 3.000 291.Retribusi IMB 1.500 96. Hasil hutan/ ikutannya .300. d.896.122.582.000 880.Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Retribusi Perizinan Tertentu .00 Dana Perimbangan 303.

000.000.000.000.000.826.000.000 694.240.000 19.60 Sah a. Pendapatan Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana AD HOC (Penyesuaian Gaji) Lain-lain Pendapatan yang Sah Realisasi 2009 2010 7.896.000 57.200.000.000.000.82 d. 7. Departemen Keuangan Uraian Target Jika realisasi pendapatan daerah tahun 2010 tersebut dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun sebelumnya (2008) sebesar Rp.980.718. c.710. Dana AD HOC (Penyesuaian 3.00 atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan 382.550.156.560.000.212. c. Pendapatan Hibah 4.000 100.000 0 e.030. a.500 11.472.000 142.000.157 26.194.156.000 1.000.000.156.201 428.000.156.550.898.481.000. b. Bantuan Keuangan dari Provinsi 3.000 Perkembangan (%) 924. b. DBH Pajak dari Provinsi 2.000 49.10 Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2010 Uraian A.000.000 19.234.mengalami kenaikan sangat tinggi sekitar 4630.60 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 342.540 903.000 25.820 2.000 100.237.490.320 399.820 89.578. Dana Penyesuaian Infrastruktur 4. d.215.000 3.000.10 Tabel: 4. B.14 Gaji) C.947.898 30.550.500 594.54 Sumber : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.000 6.100.00 d.000 49. Dana Alokasi Khusus 49.000.000.080. d.234.000 2.761.500.00 b.000 291.000 2..60 7.668.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 49 Realisasi Nilai Persentase c. Dana Darurat c.000.761.500 49.680.772.000. a.215. C.000 15.16%. Perkembangan realisasi pendapatan menurut jenis anggaran tahun 2009 dibandingkan dengan sebelumnya disajikan pada Tabel: 4.18 325.513. Lain-lain Pendapatan yang 13.

realisasi belanja daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar.772. Pendapatan Hibah Dana Darurat DBH Pajak dari Provinsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan Jenderal 7.124 104.16 Perimbangan Keuangan.000 3.) Realsiasi (Rp.761.842.278.000 - a.234.000. Departemen Sumber : Direktorat Keuangan b) Realisasi Belanja Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.574 juta (2009). BELANJA a. e.50 95.783 juta (2005) menjadi Rp.532.550.722.000 15.630.722. b. 397.820 4.11 Rencana dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bombana menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2010 Uraian 1. 4.698. d. Rp.) % 123. Belanja Langsung .000.215.085.064.000.80% dari target belanja daerah pada tahun yang sama. c.000.865.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 50 1.11 Tabel : 4.698. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja daerah tahun sebelumnya (2008) menurun dari Rp.574 juta atau 105.000.120 128.55.Belanja Pegawai / Personalia Target (Rp.120 99. Untuk jelasnya realisasi belanja daerah tahun 2009 menurut jenis pengeluaran disajikan pada Tabel: 4.124 103. 397.201.898 342.23 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

000 22.Belanja Pegawai .574.310.440.187. 59.) Uraian Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintah Desa % 5.722.000 873. 55. Belanja Langsung .000 102.801.506.187.081 79.000.-..823.179 111.801.771.76 96.072.883 36.452 397.39 106.278.75 - .120.) 5.000.933.Belanja Modal Jumlah Belanja 2009 Jumlah Belanja 2008 c) 22.007 4.506.000 Realsiasi (Rp.074 4.Belanja Barang dan Jasa .520. Untuk lebih jelasnya realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Bombana menurut jenisnya keadaan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.000 252.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten dan Pemerintah Desa .306.731.905.000.26 105.000.250 375.252 122.313.581.027.783.620.26 1.100.jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran daerah Kabupaten Bombana pada tahun yang sama terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp.623.000 100.294.500.124.96 127.80 95.232.000 269.92 94.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 51 Target (Rp.Belanja Tidak Terduga b.068.187.954 38.000.08 Pembiayaan Pembangunan Realisasi penerimaan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 sebesar Rp.828 86.808.929.876 126.000.

74 .926 2. hal ini berarti bahwa terjadi penurunan realisasi nilai pajak dari sebesar Rp.034.000 46.Penerimaan kembali pemberian pinjaman .00%).000.00 . Perpajakan Salah satu sumber keuangan daerah adalah pajak dari masyarakat maupun pelaku usaha. 682.Sisa lebih perhitungan / silfa 59. Perkiraan nilai pajak tahun 2009 sebanyak Rp. hingga akhir tahun 2009 realisasi pajak PBB sebesar Rp.(2008) menjadi Rp.278.000 63.19%.506.12 Tabel: 4.Pembayaran utang pokok .Pencairan dana cadangan . Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diberikan kepada pemerintah.atau 46.684.(2009)..71 . 1.000.Penerimaan pinjaman daerah .956. Perkembangan jumlah obyek pajak tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) tidak ada kenaikan (0.506.000. perkiraan obyek pajak sebanyak 51.801. 682.264.926 4. Penerimaan Daerah 59..718.12 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Bombana Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 Uraian Target (Rp.187 .12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000. 1.Pemberian pinjaman daerah 2.187 .Penerimaan piutang daerah b..278.801.) Persentase (%) 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 52 Tabel : 4.330.433 dengan Poleang sebagai Kecamatan dengan obyek pajak terbanyak hingga mencapai 6.000 100.-.264.000 2.) Realsiasi (Rp.000. Pada Tahun 2011. hingga akhir tahun 2009 realisasi obyek pajak yang melunasi pajak 100%.Pembentukan dana cadangan 4. Pengeluaran Daerah 6. PEMBIAYAAN a.020.482.Penyertaan modal 2.477.000.034.000.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan .000.948. Untuk jelasnya lihat realisasi penerimaan PBB atas dasar harga pokok tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.718.

422 22.501 54.108 24.61 29.875.927 98.77 1.558.341 1.407 1.338 17. 16.399 118.034 46.672 71.896 213 3.486 94. 2.013.578 125.553 67. 19.945 6.tahun 2010 menjadi Rp.740. 12.039.55 64.482.530 960 2.029.704 11.50 40.795 1.633.771.19 2009 51.560 Rp.547 44.362.177 1.362.13 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 21.75 38. 26.846 6.398 40.138 3.645 29..151.704 31.599.482.354.658.596 2.482 144.462 60. 5.138 3.470 1.000 70.948 100.425 2.532.994 9. 6. 1. 18.00 Sumber: Dinas Pendapatan.795 1. 4.020.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 53 Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. 11.669.919 12. 20.248 56.792 2.938 65.830.507 49.236.354. 1.015.487.433 1.210 29.929.456 47.153 25.684 4.412 488 1.356.974 1.264.264.568 188.67 14.603.425 2.948 51.684 4.57 45.433 1.037.47 24. 7. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 53. 9.000.00 4.035.71 34.402.560 Realisasi Rp. % 21.18 35.433 1.956 51.43 15.048.249 90.470 1. 22.151. 15.149 635 1.881.984.477. 13.-.149 635 1.839 66.694.684 36.40 12.99% (Rp.000 33.58 8. 14.887 21.78 57.482.330.296 12.00 72.792 2.412 488 1.339.000 197.225 59.974 1. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Ketetapan Op.116 100.596 2.034.45 46.896 213 3.530 960 2.283 4.847 15.433 682. 682.848.513. Untuk jelasnya lihat perkembangan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menurut Kecamatan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.296 15.850.846 6. 10.466.392 86.62 16.120 19.945 6.234.116 101.34 100. 1.048. 17.37 8.260 80.20 Jumlah 2010 51. 8.060.080.18 59. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 3.726.461 Op.851.407 1.746.341 1.590.51 46.680.

37 -28.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 54 Tabel: 4. 9.850.41 -45.000 Perkembangan (%) -19.120 19.22 -42.50 -59.765 118.513. 3.669.244.248 56.704 11. 5. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.116 72.13 Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan Tahun 2009 .66 -2. 4.66 -52. 11.013.151. 12.733 40.40 -53.456 12.000 2010 21.994 9.2010 Kecamatan 1.025 101. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Realisasi PBB 2009 26.672 29.704 36.740.501 14.151.938 4.558.249 15.782 17.746.035.354.234.137 44.30 -34.050.927 98.565 15.153 25.645 29. 6.466.225 8.694.590. 10. 8.887.487.362.61 7.33 -9.236. 13.000.57 -40.260 8. 7. 14.606.296 15.417.82 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .283 4.53 -75.35 -68.059.354.659 12.580.080.600 24. 2.

507 49.034 Dinas Pendapatan.776.039. Koperasi yang ada di Kabupaten Bombana terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan Non KUD.108 33. Untuk itu.893. ketersediaan sarana perbankan dalam suatu daerah menjadi indikator kemajuan daerah dalam mengatur pendanaannya. Jumlah Bank di Kabupaten Bombana Tahun 2009 berjumlah 5 unit. Kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar koperasi menjadi lembaga yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah. 19.830. 18. 21. Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Sumber: 3.848. perkreditan dan sekaligus juga menjadi tempat pengamanan modal.80 -53.462 60. Perkembangan jumlah Koperasi Unit Desa dan Non KUD di Kabupaten selama 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.486 94.518 188. Selain itu. 17.037.015.726.684 682.38 -83. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Perbankan Bank merupakan sarana pelayanan masyarakat dalam rangka mengatur sirkulasi uang dalam suatu daerah.048. dan Bank Muamalat 1 unit.14 Tabel: 4.576 125.29 -65.482.392 86.633.82 -40. BRI sebanyak 3 unit.604.553 67.887 21.985.33 -35.210 29.337 144. 20.25 -61.851.99 Kecamatan 15.461 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 55 Realisasi PBB Perkembangan (%) -64.296 12.85 -53.680.43 -54.360 66.422 22.14 Jumlah Koperasi dan Anggotanya di Kabupaten Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . perbankan juga sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat sebagai sarana investasi.029. 4. 2009 197. yaitu Bank PBD 1 unit. Koperasi Koperasi merupakan sarana perekonomian yang menganut asas demokrasi dan kekeluargaan.356. 22.264. 16.929.984 2010 70.

5.820.656.000 423.400.600.000 Volume Usaha 292..67 82.964.970. 12.344.14 33.400.000 224.164.850.784. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 5.000. sedangkan banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Non KUD masing-masing sebanyak Rp.200. 8. 11.dan Rp.120. 2.432.510. jumlah simpanan dan volume usaha Koperasi (KUD + Non KUD) di Kab.300. 1.000 321..000.000.200. 15.60 dan tabel 4. 4.000 129.480. 9.040. Tabel: 4.700 xx Perkembangan (%) Jumlah Anggota Koperasi 66.37 34. 10. masingmasing disajikan pada tabel 3. 7.51 2005 21 2006 35 2007 15 2008 23 2009 68 Rata-rata xx Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Bombana tahun 2010.-.000 105.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .446.60 53.800.15 Banyaknya Anggota.000 80.376.000 817. 13.000..000 56.43 -57.840.65 347.210.33 16.072. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Jumlah Anggota KUD 2 1 1 3 2 1 1 1 1 6 120 77 110 189 221 280 24 145 80 454 Simpanan 73.000 585.600. 6. Simpanan dan Volume Usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.000 58.400. Banyaknya unit.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 56 Tahun 2005 – 2010 Tahun Jumlah Koperasi Anggota 535 976 326 380 1.450. 4. 3.56 195.000 518.000 233.000 17.000 268.000 4. masing-masing sebanyak Rp.000 146. 14.000 204.000 1. 14.dan Rp.14 -66.800. Bombana keadaan tahun 2009.15.

000 57.200.000 Volume Usaha 523. 20.200.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .830. 19.320.784.656.000 52.000 1.294 Simpanan 130.000 231. 22.000 211.446.950.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 57 Kecamatan 16. 18. Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 3 1 2 1 26 207 96 110 181 2.164.000 311. 21.000 77.000 5.800. 17.800.800.

800.620.000 Volume Usaha 1.000 1.000.760. 5.060.440. 6.416.340.970.000 2.000 379.000 185. 4.000 H.000 232. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 8 1 1 7 9 1 22 4 1 8 4 3 5 14 5 4 10 6 1 2 116 768 21 29 398 316 20 1.000 14.000 407. 16.820.890.400.000 94.560.000 126.000 147.000 31. 2.000 521. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.000 58.850.980. 15. 13.964. 21.760.000 982. 17.560.630.835. 14. 1. 11.065.000 4.000 130.000.558 Simpanan 359. 9.000 36.000 800.000 521.201.240.000 694. Simpanan dan Volume Usaha Non KUD Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Aspek Sosial Budaya Kondisi sosial budaya masyarakat suatu daerah ikut mempengaruhi atau memberi corak terhadap perwujudan daerah.000 1. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .439.240.000 16.035.260.020.320.000 61. 22.190.405.000 3.628.200.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 58 Tabel: 4. 8.000 240. 3.000 557.000 11.000 173.840.920.080.16 Banyaknya Anggota. 18.570. 12.765.000 61.750. 19.000 245.000 69.023.432.335.000 279. 7.280.000 1.000 245.520. 10.000 2. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk diharapkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Aspek Sosial a) Pendidikan Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak akan terlepas dari pembangunan bidang pendidikan.000 47.000 4. 20.000 255.362 123 75 284 156 74 139 590 139 95 617 244 41 72 5.830.000 247.228.340.000 11.760.960.

TK (Diknas) .665 1.36 65.) II 1.11 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .17 Perkembangan Jumlah Sekolah.61 31.85 21.) SLTP / MTs.RA (Depag. 3.) Murid SD (Diknas) MI (Depag. Jumlah murid: .076 20.390 3. Jumlah Guru: . 2. Jumlah Unit: SLTP (Diknas) MTs (Depag. 2.541 124 54 40 14 7.02 10.376 2010 111 111 3. SD / MI Jumlah Unit: SD (Diknas) MI (Depag. dapat dilihat pada Tabel 4. guru dan murid) keadaan tahun 2010 dan keadaan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010). III 1.22 6.50 23.021 1.87 9.74 17.61 30.174 51 51 123 123 13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 59  Fasilitas Pendidikan Tersedianya fasilitas pendidikan dengan kualitas cukup serta keberadaannya menyebar secara merata di setiap wilayah diharapkan pula dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pendidikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jumlah Unit: .174 1.TK (Diknas) .) 2. Guru dan Murid Menurut Tingkat Sekolah Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Tingkat Pendidikan I TK/RA 1.264 Perkembangan (%) 05-10 31.) 3.36 30.17 Tabel: 4.RA (Depag.949 810 810 17 17 3.949 13.46 4.TK (Diknas) .) Murid Jumlah 2005 37 37 1.22 65.390 380 380 158 144 14 21.RA (Depag.055 1.45 19. Keadaan dan perkembangan fasilitas pendidikan (jumlah unit.) Jumlah Guru: SD (Diknas) MI (Depag.44 33.

878 68 68 2010 5.634 1. Persentase penduduk Kabupaten Bombana dengan ijazah tertinggi setingkat SD sekitar 23.30 31.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 60 Jumlah 2005 3.) Jumlah murid: SLTA (Diknas) MA (Depag. IV 1.878 1.) Jumlah Guru: SLTP (Diknas) MITs(Depag.418 jiwa.630 852 630 222 24 14 4 4.376 158 158 8 8 1.98 - Tingkat Pendidikan 3.674 3. Dari jumlah terebut ada 38.) SMTK Jumlah unit Jumlah murid Jumlah guru Sumber : Bombana Dalam Angka 2010  Tingkat Pendidikan Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sumber daya manusia.14%. Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2010. V SLTP (Diknas) MTs (Depag.) SLTA / MA Jumlah Unit: SLTA (Diknas) MA (Depag.99 69.518 296 563 335 79 6 860 149 Perkembangan (%) 05-10 13.61 15. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tingkat pendidikan dapat tercermin dari masih rendahnya persentase Kabupaten Bombana Tahun 2011 .60 16. jumlah penduduk Kabupaten Bombana usia 15 tahun ke atas adalah 57. Dari empat jenjang pendidikan formal yang dibahas di sini. baik dari sekolah swasta maupun sekolah negeri. 2.82%.39 41.63 48. 3.82%.02 25.68% tidak memiliki ijazah dengan kata lain penduduk tersebut tidak berhasil menamatkan pelajaran pada suatu jenjang pendidikan formal. sedangkan yang setingkat SLTP sekitar 14.66 52.) Jumlah Guru: SLTA (Diknas) MA (Depag. terlihat bahwa persentase kepemilikan ijazah terbesar pada tingkat pendidikan SD/MI/Sederajat. Demikian juga penduduk yang sempat menyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang menengah atas sekitar 17.

Sementara itu APS usia 13-15 tahun adalah sekitar 91.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 61 penduduk yang telah mendapatkan ijazah pada jenjang pendidikan di atas SLTA. Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Sebagai satu hal yang perlu dicermati. SMU dan seterusnya. Demikian juga dengan APS kelompok usia SD (7 – 12) tahun yang masih sekolah dengan jumlah penduduk sekolah bersangkutan SLTP. bahwa dari data yang ada sekitar 76.18 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut kelompok umur. dapat diperoleh dengan membagi jumlah penduduk yang sekolah pada kelompok tersebut dengan total penduduk kelompoknya. Untuk jelasnya lihat angka partisipasi sekolah (APS) menurut kelompok umur Kabupaten Bombana tahun 2010.36% penduduk usia ini tidak bersekolah lagi. Selanjutnya APS kelompok usia 16-18 tahun adalah sekitar 75.64%. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan antara lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). dapat diartikan sebagian besar anak usia 4 – 6 tahun telah menikmati pendidikan TK. atau sekitar 8. Berdasarkah hasil analisis data / diolah dari data Kabupaten Bombana dalam angka tahun 2010. Tinggi rendahnya angka ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang mendasar yaitu wajib belajar 9 tahun serta ketersediaan sarana sekolah. APS kelompok umur 7-12 tahun Kabupaten Bombana adalah sekitar 99. Persentase penduduk yang mendapatkan ijazah Diploma I/Universitas adalah sekitar 5. APS kelompok usia TK Kabupaten Bombana (4 – 6) tahun sekitar 87.64% penduduk Kabupaten Bombana hanya berpendidikan SLTP ke bawah. atau dapat diartikan bahwa hampir seluruh anak usia 7-12 tahun telah menikmati pendidikan dasar. Tabel: 4. APS kelompok usia TK (4 – 6) tahun yang masih bersekolah dengan jumlah penduduk sekolah yang bersangkutan.91%.64%.33%.54%.

Posyandu 212 unit. Apotik 2 unit dan Toko obat 6 unit. Puskesmas Keliling (roda 4 sebanyak 9 unit dan Boad 1 unit).64 75.33 99.674 *) APS 87.246 4. tenaga kesehatan yang cukup dan profesional serta kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.64 91. Angka ini memberikan gambaran bahwa pencapaian pendidikan di Kabupaten Bombana masih perlu terus ditingkatkan dengan meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa hingga melebihi angka 95%.152 7.907 6. Fasilitas kesehatan di Bombana Tahun 2010 meliputi Rumah Sakit 1 unit. Polindes 22 unit. Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 62 Penduduk Usia Sekolah 3.91 *) Kelompok Umur Usia TK (4-6 Thn) Usia SD (7-12 Thn) Usia SLTP (13-15 Thn) Usia SLTA (16-18 Thn) Usia Perguruan Tinggi (19 – 25 Thn) Sumber : Diolah dari data Kabupaten Bombana dalam Angka Tahun 2010 *) Data tidak tersedia  Melek Huruf dan Buta Huruf Melek huruf adalah kemampuan seseorang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya dan merupakan indikator yang dapat menggambarkan mutu sumber daya manusia. b) Kesehatan dan Keluarga Berencana 1) Kesehatan Pelayanan kesehatan secara merata. Puskesmas Plus 7 unit.343 Penduduk Bersekolah 3. (a). Untuk meningkatkan pelayanan tersebut.882 21. Pustu 32 unit. sementara angka buta huruf sekitar 11. mudah dan terjangkau adalah dambaan seluruh masyarakat.157 10. Hasil Susenas 2010 menunjukkan bahwa angka melek huruf pada penduduk dewasa yaitu 88.80%. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . pemerintah telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana kesehatan.076 7. Puskesmas Perawatan 8 unit.20%.390 21. Fasilitas Kesehatan Efektivitas pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas yang memadai.

20.61 6.93 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .48 31. Perkembangan jumlah tenaga kesehatan Tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. SPPH 5 orang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 63 Perkembangan jumlah fasilitas kesehatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada pada Tabel: 4.20 2005 1 5 34 180 9 7 1 3 231 Jumlah 2010 1 8 32 212 19 9 3 7 22 2 6 302 Perkembangan (%) 05-10 0. Puskesmas Plus 7. Rumah Sakit Puskesmas Perawatan Pustu Posyandu Puskesmas Keliling . SKM 11 orang.50 4. 5. SPK 19 orang. bidan 33 orang. dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 164 orang.00 -1.19 Tabel: 4. 2. SPGR 3 orang. Tabel: 4. Polindes 8.19 Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis 1. 3.00 10.54 6. Pedagang Farmasi Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis) di Kabupaten Bombana tahun 2010 terdiri dari Dokter umum 3 orang.Roda empat . Toko Obat 11. 4. Apotik 10. Puskesdes 9.Boat 6.18 20.

4.43 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .14 18. 2. 5.81 53.94 -26. 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 64 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 – 2010) Jenis 1. 6. 3. 8. 9. Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK Tenaga Kesehatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Bombana Banyaknya 2005 4 115 2 121 2010 3 33 11 3 5 19 164 238 Perkembangan (%) 05-10 -6.

DPT-1. DPT-3. yaitu BCG.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Keadaan dan perkembangan jumlah bayi yang di imunisasi. Kepemilikan WC serta Pemakaian Listrik sebagai sumber penerangan utama dan ledeng sebagai air minum utama Dari sejumlah 2. calon pengantin yang diimunisasi dan murid sekolah yang diimunisasi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 65 (b). Polio-2. jenis imunisasi bagi ibu hamil dan calon pengantin yaitu TT-1 dan TT-2 sedangkan jenis imunisasi bagi murid sekolah yaitu Campak/KL1. TT1 KL2 dan TT2 KL3. Pelayanan Kesehatan Imunisasi Selain pemberian air susu ibu (ASI) upaya membangun kekebalan tubuh dilakukan melakui imunisasi. KL1/DT. Rumah yang memenuhi syarat kesehatan tercermin pula dari kondisi rumah itu sendiri (Luas dan Jenis Lantai. DPT-2. Dinding dan Atap Rumah. Sebagian masyarakat lainnya menggunakan air minum yang berasal dari sumur tak terlindung dan mata air (c). Polio-1. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan antara lain tercermin dari kepemilikan rumah yang memenuhi syarat kesehatan/layak huni yang memberikan suasana nyaman bagi penghuninya. Polio-3.781 Rumah Tangga yang ada di Kabupaten Bombana menunjukkan :  Terdapat sejumlah RT masih menempati rumah yang luas lantainya < 20 M2  Terdapat sejumlah RT masih mendiami rumah berlantai tanah  Terdapat sejumlah RT yang dinding rumahnya terbuat dari pepohonan  Terdapat sejumlah RT yang atap rumanya terbuat dari dedaunan  Terdapat sejumlah rumah tangga tidak menggunakan Listrik sebagai sumber penerangan  Tedapat sejumlah RT tidak memiliki WC sendiri atau menggunakan WC bersama/WC umum dan lainnya sebagai tempat buang air  Hanya sebagian kecil masyarakat yang terlayani oleh Perusahaan Air Minum PDAM. Polio-4 dan campak. Jenis imunisasi yang dilakukan bagi bayi.

912 1.007 1. Campak II.35 10.275 1. Ibu Hamil dan calon pengantin / TT/ WUS yang diimunisasi 1.643 2.80 11.21 Perkembangan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian I.632 Perkembangan (%) 05-10 6.345 2. DPT-2 4.18 10. Polio-2 7. TT 3.598 1. Bayi yang diimunisasi 1.60 8. BCG 2.638 2.05 9.632 3.498 1.43 10.177 2.27 10.535 1. DT 2. Polio-4 9.363 2. Banyak Murid yang diimunisasi 1. TT-1 2.459 2010 2.200 3.194 2.229 1.24 11. DPT-3 5. TT-2 III.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 66 Tabel: 4. Polio-3 8.448 1. Polio-1 6.567 2.083 3. DPT-1 3.786 1.167 2.496 1.18 - Keluarga Berencana (KB) Pengetahuan tentang pengendalian kelahiran dan keluarga berencana merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi dan Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Campak Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2) Jumlah (Orang) 2005 2.

Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah PUS 529 653 469 1.291 1.92 66. 11. 20. 19.886 1.71 64.15 69. 9.327 2.426 1.51 59. 16. Tinjauan peserta KB (KB aktif + KB baru) menurut kecamatan tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.21% dari jumlah PUS.380 62.187 594 779 860 1. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 24. 12.95 41.21 Persentase Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 59.084 779 474 1. 3.28 48.694 1. 22.539 307 1. 6.22 Banyaknya PUS dan Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 317 437 292 660 511 339 1.70 62.609 1.721 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .059 1.22 Tabel: 4.92 63.74 93.60 73. Tingginya angka pemakaian alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggambarkan tingginya angka kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.04 69.316 676 247 517 633 952 1.417 453 300 15.140 171 1.14 61.42 57. 13.57 55.380 pasang atau 62.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 67 selanjutnya berpengaruh terhadap pemakaian alat/cara KB yang tepat dan efektif.20 54.446 788 2. 17.58 66. 2. 15. 4.10 60.10 No. Jumlah peserta KB (KB aktif + KB baru) tahun 2010 sebanyak 15. 14.02 69. 10.064 491 1. 8.78 56. 7. Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 21. 1.37 73.721 pasang.307 7.831 1. 5. 18.85 468 24.48 46.

303 63 7. Tabel: 4.97 menunjukan jumlah PUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi jenis IUD sebanyak 67 pasang. kondom 315 pasang. persentase perkembangan banyaknya peserta KB aktif menurut alat kontrasepsi yang digunakan tahun 2010 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 disajikan pada Tabel: 4. IUD 2.574 128 1.89 -31.24 Perkembangan Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Alat Kontrasepsi 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 68 Peserta KB (KB Akfit + KB Baru) menurut jenis kontrasepsi sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.922 2010 67 6.768 1. Obat Vaginal Sumber: BPS Kabupaten Bombana Perkembangan banyaknya peserta KB aktif tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 menurun 5. Pil 3.858 203 10 Jumlah 67 8. 3. Implant 6.83 -4.24 Tabel: 4.18 -4. IUD Pil Kondom Suntikan Implant 2005 85 7. dan MOP/MOW 76 pasang. Pil 8.95 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . suntikan 8. 5.308 Perkembangan (%) -21.511 76 - 1.511 pasang.626 1.116 1.558 pasang .67%.23 Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 – 2010 Alat Kontrasepsi Akseptor Aktif 67 6.984 187 6. implant 1.626 pasang.37 196. Kondom 4. MOP/MOW 7.768 1. 2.984 187 6. 4. Suntikan 5.308 66 Akseptor Baru 1.558 315 8.

12 IUD 37 Pil 1. PPKBD dan Sub PPKBD.563 Kondom 134 Suntikan 1.659 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Hingga tahun 2005 – 2001 jenis sarana pelayanan Keluarga Berencana meliputi klinik KB. 3.319 Implant 562 MOP/MOW 44 Obat Vaginal Jumlah 3. Target Realisasi 1.858 203 10 3.25 Tabel: 4. 5. MOP/MOW 7.73 103.67 Alat Kontrasepsi 6. 4.52 140.773 Persentase 100.70 95. KKB. KKB. Klinik KB KKB PPKBD Sub PPKB Jumlah 2005 9 9 185 311 2010 17 14 139 434 587 Perkembangan Rata-Rata 15. 7.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .12 22.380 Perkembangan (%) -4. PPKBD dan Sub PPKBD selama kurun waktu 2005-2008 disajikan pada Tabel: 4. Perkembangan jumlah sarana pelayanan KB (Klinik KB. 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 69 2010 66 15.26 Tabel: 4.574 128 1.12% dari target akseptor baru yang ditetapkan. 3. 6.305 Realisasi akseptor baru tahun 2010 sebanyak 3773 pasang atau 103.26 Perkembangan Jumlah Sarana Pelayanan KB menurut Jenisnya Tahun 2005-2010 Jenis 1. 2. Realisasi akseptor baru menurut alat kontrasepsi yang digunakan pada tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.87 Plus 32. 2.86 36.35 -5. Obat Vaginal Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2005 69 16.25 Banyaknya Akseptor Baru menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 Alat Kontrasepsi 1.87 17.

5. ketunasusilaan dan korban bencana alam. . tuna wicara. 2. keterbelakangan. 4.27 Perkembangan Tenaga Medis Pengelola Program KB Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Jenis 1. bisu/tuli 120 orang. cacat anggota badan 1.791 jiwa atau 18.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 70 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga medis pengelola program KB di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 sebanyak 9 orang terdiri dari PPLKB sebanyak 6 orang dan penyuluh KB 3 orang. rungu.Penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tercatat di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 2. dan SMA 5 orang. Jumlah anak asuh tahun 2010 sebanyak 38 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 4 orang.00 Minus -26. Anak panti asuhan yang mengikuti pendidikan tahun 2008 sebanyak 30 orang terdiri dari SD sebanyak 12 orang. tuna netra 275 orang.27 Tabel: 4. SMP 13 orang. keterlantaran.25% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama.Panti asuhan yang ada di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 hanya sebanyak 1 unit dengan kapasitas tampung sebanyak 50. . Perkembangan jumlah tenaga medis pengelola program KB Kabupaten Bombana selama kurun waktu 20052010 disajikan pada Tabel: 4. .Kesejahteraan Sosial Usaha mewujudkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat yaitu dengan mengatasi masalah-masalah pokok kesejahteraan sosial yang berupa kemiskinan. cacat mental 170 orang.373 orang yang terdiri dari cacat ganda 28 orang.86 Dokter 2 Bidan 2 PPLKB 6 Penyuluh KB 13 Penyuluh Paramedis Jumlah 23 Sumber: BPS Kabupaten Bombana C). penyandang penyakit Ex-Kronis 380 orang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .200 orang. 2005 2010 6 3 9 Perkembangan Rata-Rata 0. 3.Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 21.

6.521 orang (2.6.76% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2010) sedang sisanya sebanyak 2.765 3. Aspek Agama Agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Bombana umumnya beragama Islam.28 Tabel: 4. 3. dan Budha. Aspek Budaya Penduduk Kabupaten Bombana terdiri dari beberapa macam etnis atau suku. Hindu. Dalam hubungan antar suku/integrasi secara umum sangat baik dan dapat dibuktikan dengan pernikahan campuran yang sudah biasa dan tidak menimbulkan masalah.2. Untuk jelasnya lihat jumlah penduduk menurut agama dan Kecamatan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Politik dan Hankam 1.742 .742 6. Dalam hubungannya dengan ikatan adat dan tradisional di kalangan anggota masyarakat sudah longgar dan pada umumnya sekedar menghormati tradisi. 2. Khasanah Kehidupan masyarakat di Kabupaten Bombana bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Bombana tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini.490 2.556 .2.Peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah bencana banjir sebanyak 1 kejadian 2.451 6. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bombana yang menganut agama Islam sebanyak 108.191 2.191 .845 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya . 6.981 orang atau 97. Mengenai stratifikasi masyarakat secara adat dalam kehidupan masyarakat masih ada tetapi sudah agak longgar begitu pula kebanggaan terhadap daerah masih tinggi namun tidak fanatik. Katolik/Protestan. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Islam Katolik 2. 4.28 Banyaknya Penduduk menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut Tahun 2010 Kecamatan 1.3.451 .24%) menganut Agama Kristen.845 I.2.765 66 . Agama/Religius. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 71 .

062 . 10.8. 20.981 47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Sejalan dengan perkembangan jumlah pemeluk agama tersebut telah dibangun mesjid sebanyak 221 unit.444 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 72 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya 309 .259 27 Lantari Jaya 4.2.3. 2.536 .412 Jumlah 108.6.4. 14.481 Kecamatan 7. 9.30 Tabel: 4.416 Poleang Barat 9. 11. 22.953 .373 Poleang Tenggara 3. 8.412 995 311 1.987 Mata Usu 1. Keadaan Perkembangan jumlah tempat peribadatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing disajikan pada Tabel: 4. 3.13.716 Poleang Utara 8.062 Poleang Tengah 3. 16.5.1.586 Rarowatu Utara 4.29 dan Tabel: 4.716 97 257 .613 73 893 .931 Rumbia Tengah 3.2.459 . 4.227 Mata Oleo 6.3. 10.022 . mushallah 33 unit. 5. 9.444 Kep.456 373 . 12.29 Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Agama dan Kecamatan Kecamatan 1.4. 17. 8.5.313 43 .289 Tontonunu 3. 13.310 Poleang 13.931 4 .959 139 188 .452 Rarowatu 2. 6. 19. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.9. Islam Katolik Rumbia 5. 7. 21. Masaloka Raya 2.147 . Masaloka Raya Rumbia Tengah Mesjid 5 10 5 6 9 5 7 10 4 7 Mushalla/ Gereja Langgar 1 2 2 2 Pura Vihara - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .011 20 Poleang Selatan 4.111.385 8 .3. 18.3. gereja 14 unit dan pura 5 unit.289 .8. 15.022 Poleang Timur 8.381 3 .

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 73 Pura 1 2 1 1 5 Vihara - Mushalla/ Gereja Langgar 11. Tontonunu 13 22. Jika dibandingkan dengan tahun (2005) meningkat 39.68 -13. 4. Lantari Jaya 10 9 1 14. Poleang Timur 15 2 16. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) meningkat rata-rata 2. Poleang Barat 22 1 21. 5. Mata Usu 5 15. Poleang Tenggara 8 1 19. 2.105 sebanyak 147 orang terdiri dari laki-laki 62 orang dan perempuan 85 orang. Banyaknya jumlah jamaah haji tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Poleang Tengah 7 14 Jumlah 221 33 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Mesjid Tabel: 4. Rarowatu Utara 13 9 3 13. Poleang Selatan 13 1 18. Poleang 18 3 20.35% per tahun. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .46 4.30 Perkembangan Tempat Peribadatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian 1. Rarowatu 8 1 1 12. 3. Jumlah 2005 2010 221 33 14 5 273 Perkembangan (%) 05-10 6.19 11.08%. Poleang Utara 21 6 2 17.67 - Mesjid 172 Mushallah 28 Gereja 9 Pura 6 Vihara Jumlah 215 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya Nikah yang dilaporkan/didaftar ke KUA tahun 2010 sebanyak 992 pasangan.

Laki-laki Perempuan 6 15 34 26 4 85 64 32. 3. seluruh anggota Legislatif dipilih secara langsung.2010 Kelompok Umur 1. pada Pemilu sebelumnya ada sebagian anggota DPR dan DPRD yang diangkat oleh pemerintah.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 74 Tabel: 4.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008 ada lembaga baru yang dibentuk untuk mewakili daerah provinsi. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) yang keanggotaannya juga dipilih langsung oleh rakyat. sedang pada Pemilu sebelumnya bersifat sementara (ad hoc) sehingga setelah Pemilu selesai lembaga penyelenggaranya langsung dibubarkan.00 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2. 2.81 Jumlah 9 25 63 43 7 147 89 39. yaitu Pemilihan Umum yang merupakan amanah konstitusi serta hajat besar negara. yaitu pada Pemilu 2004 dan 2008 Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Aspek Politik Setiap lima Tahun sekali masyarakat Indonesia menggelar pesta demokrasi. Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008. 4.59 17 60 Tahun Ke Atas 3 Jumlah 2010 62 2005 25 % Perkembangan 05-10 148. Beberapa perbedaan di antaranya adalah:  Pemilu 2004 dan 2008 diselenggarakan oleh lembaga yang bersifat nasional.  Perbedaan yang paling menonjol.31 Perkembangan Banyaknya Jamaah Haji Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 .06 29 Tahun Ke Bawah 3 30 – 39 10 40 – 49 29 50 . Dari aspek kehidupan politik daerah ini dapat dikatakan mantap dimana dalam 5 Tahun terakhir tidak ada konflik politik Jumlah Partai Politik yang terdaftar di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 sebanyak 38 Parpol. masing-masing merupakan Pemilu yang kesembilan dan kesepuluh sejak Indonesia merdeka. 5. bangsa. Banyaknya perolehan suara Kabupaten Bombana Tahun 2011 . yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). Proses penyelenggaraan Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. dan seluruh rakyat Indonesia. tetap dan mandiri.

21. 6. dan Pilpres. 13. 32.32 Banyaknya Perolehan Suara di Kabupaten Bombana menurut Partai dan Daerah Pemilihan Nama Partai 1. 24. 27. 16. 2.147 1.027 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . DPD Provinsi.116 669 457 704 1.006 130 207 2. 7. 23.508 249 859 3. 26. 31.010 11 4 1. HANURA PKPB PPPI PPRN GERINDRA PBN PKPI PKS PAN PIB Partai Kedaulatan PPD PKB PPI PNIM PDP PKR PNB PPDI PDK REPUBLIKAN Partai Pelopor Golkar PPP PDS PNBK PBB PDIP PBR Partai Patriot Partai Demokrat PKDI PIS PKNU Partai Merdeka PPNUI PSI Dapil I 714 31 21 16 97 189 407 220 826 489 11 17 54 3 3 1.167 215 98 1.130 744 3 402 1.543 111 394 423 1. 22.230 6.625 1 1 477 0 0 90 Dapil II 1.533 5 32 485 5 2 864 Dapil III 1.697 1.333 745 6.814 393 3.265 100 0 102 1.510 1.143 2. DPR Provinsi. DRRD Kabupaten Bombana. 17. 28. dapat dilihat pada Tabel 4. 30. 10. 35. 5.183 170 3 117 158 215 217 1. 4.111 872 1.033 841 337 421 1.821 2.044 1.700 816 2.488 6.373 1. 20. 9.015 1.873 1. 33.025 352 1. 29. 15.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 75 dalam Pemilu DPR Pusat. 19. 34.048 6 2 73 Jumlah 3.115 266 160 66 1. 25.969 615 9 186 2.424 2. 18. 14. 12. 8.32 Tabel: 4.151 139 108 235 743 34 192 418 16 236 45 222 558 1.96 658 432 1.056 213 218 169 209 93 11 528 110 419 170 1.924 466 3. 3.129 2.275 705 3 153 1. 36.063 275 4.698 5.110 163 570 3.273 1.173 281 926 875 2. 11. 37.

Aspek Hankam Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan dambaan seluruh masyarakat. Untuk jelasnya lihat Perkembangan jumlah kejahatan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian keadaan tahun 2005 dan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.205 Nama Partai 38. Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bombana secara umum dapat dikatakan cukup aman dan terkendali. Partai Buruh Jumlah Dapil I 259 12. baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat.794 Jumlah 606 65. Gangguan Kamtibmas yang ada di Kabupaten Bombana tahun 2005 sebanyak 144 kasus.977 Dapil III 133 19.434 Sumber: BPS Kabupaten Bombana 3.33 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 76 Dapil II 214 32. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan terciptanya kehidupan yang aman dan tertib. lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tahun 2010 sebanyak 113 kasus.

18. 20. 4. 12. 2. Perkembangan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan tahun 2010 disajikan pada Tabel 4. 8. 28. 15.34 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 3. 25. 24.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 77 Tabel: 4.238 kasus dengan jumlah kecelakaan sebanyak 15 orang sedangkan korban lalu lintas sebanyak 79 orang terdiri dari mati 22 orang. 11. 7.33 Perkembangan Jumlah Kejahatan Yang Dilaporkan Oleh Pihak Kepolisian Tahun 2005 dan Tahun 2010 Uraian 1. lukaluka berat 22 orang dan luka-luka ringan 35 orang. 16. 13. Pembunuhan Penganiayaan Curas Curat Curanmor Perkosaan Perjudian Perzinahan Pengrusakan Penipuan Penggelapan Curi Biasa Kejahatan Kesopanan Aniaya Ringan Aniaya Biasa Palsu Surat Serobot Tanah Penghinaan Pengeroyokan Lahgun Sajan Pengancaman PLBT Tidak Senang Migas Kawin Tidak Izin Aniaya dalam Keluarga Kehutanan Pembakaran Kejahatan Lainnya Jumlah 2005 3 2 1 7 1 4 7 6 16 1 49 2 8 1 4 5 3 1 1 16 6 144 2010 1 10 3 2 2 1 1 26 2 2 1 11 3 2 46 113 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilaporkan pihak kepolisian tahun 2010 sebanyak 1. 21. 5. 23. 27. 22. 9. 26. 17. 19. 6.34 Tabel: 4. 14. 10.

42 46. mengalami kenaikan 4.62% per tahun (441. Korban : a. Prasarana Wilayah Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu wilayah merupakan hal penting dalam mendorong wilayah yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang serta berinteraksi dengan daerah lain baik dalam skala sosial. pemeliharaan. Adapun prasarana wilayah yang ada di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1.41 27.67 120.15 km keseluruhannya merupakan jalan Kabupaten tidak ada jalan Negara dan jalan Provinsi. dan untuk maksud tersebut maka pembangunan jalan di daerah Bombana dilaksanakan baik dalam bentuk rehabilitasi jalan yang sudah ada. kondisi jalan dan panjang jalan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2005-2010 disajikan pada Tabel: 4.00 -5.15 km tahun 2010).4 km tahun 2005 menjadi 592. Sampai dengan Tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bombana + 592.41 Jenis 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 78 Perkembangan Jumlah Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilaporkan Banyaknya 2005 936 41 62 15 10 37 2010 1.238 15 79 22 22 35 Perkembangan (%) 32. Prasarana Perhubungan Darat (a) Kepemilikan Jalan Jalan memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar jalannya roda pembangunan dan pemerintahan.05% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) mengalami kenaikan rata-rata 7. Luka berat c. Jika panjang jalan sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan panjang jalan tahun 2005 sepanjang 569. Luka ringan Sumber: BPS Provinsi Sultra J. Kecelakaan Lalu Lintas 3.08 km. Pelanggaran 2.35 Tabel: 4. Adapun keadaan dan perkembangan panjang jalan menurut jenis permukaan.35 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Kabupaten Bombana Tahun 2011 . maupun pembangunan baru. Mati b.26 -63. budaya. politik dan ekonomi.

45 25.30 U r a i a n I Jenis Permukaan 1 Diaspal 2 3 4 II 1 2 3 Kerikil Tanah Tidak Terinci Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak 4 Rusak Berat 5 Tidak Terinci Sumber: Dinas Pekerjaan Umum.81 185.20 35.40 304.2 692.93 49.50 102.62 403. Bombana.30 11.04 35.56 89.15 9.15 331.47 3.45 20.85 11.20 77. 2010.78 40.90 99.84 221.63 7.15 31. Pertambangan dan Energi Kab.09 40. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .65 % Perkembangan 05-10 11.90 5.65 692.10 214.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 79 (2005 – 2010) Panjang Jalan (Kilo Meter) 2005 2010 441.35 9.80 20.31 21.92 -30.2 441.

kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.76 No Uraian 2005 2010 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka (c) Kepemilikan Terminal Angkutan Umum Terminal angkutan umum (kendaraan roda 4 sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 2 buah yaitu di Kecamatan Rumbia dan Poleang. Jumlah Kendaraan bermotor roda empat hingga tahun 2010 sebanyak 307 unit. Berkaitan dengan potensi tersebut maka hal yang menjadi Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pick Up/Mobil Barang dan Mobil Penumpang. jika dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami kenaikan 0.66 % dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010 meningkat rata-rata 30.36 Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Perkembangan (%) 05-10 1 2 3 4 5 Bus Mikrolet Truk Pick Up (mobil barang) Mobil Penumpang Jumlah 17 26 19 43 105 13 19 175 84 46 307 -6. Mikrolet. Truk. Keadaan dan perkembangan jumlah kendaraan bermotor roda empat keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.49 -7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 80 (b) Angkutan Darat Kendaraan bermotor roda empat di Kabupaten Bombana tahun 2010 meliputi Bus.12% dari luas wilayah Bombana (daratan + perairan) begitu pula dengan letak pemukiman penduduk umumnya Desa/Kelurahan berlokasi di wilayah pantai.21 18.36 Tabel: 4. Desa-desa tersebut dengan latar belakang daratan dan lautan memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan taraf hidup.76%).54 74. 2.22 30. Prasarana Perhubungan Laut Perhubungan laut memegang peranan penting di daerah ini karena bagian terbesar wilayah Bombana merupakan wilayah perairan yaitu sekitar 78.

Kabaena Timur 1 unit. jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya arus penumpang yang datang dan berangkat.296 2010 763 3.302 749 27.14 51.37 Tebel: 4. motor tempel 565 unit. dan perahu tidak bermotor 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 81 penting adalah adanya prasarana dermaga besar – kecil sebagai pintu gerbang keluar masuk dan bongkar muat barang dan jasa. arus penumpang dan arus barang menurut jenisnya keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 20052010 dapat disajikan pada Tabel 4.567 6.26% per tahun . Arus penumpang yang datang dan berangkat tahun 2009 masingmasing sebanyak 27. GRT 3.951 Perkembangan (%) 05-10 6. msing-masing mengalami kenaikan 32. yaitu kapal motor sebanyak 749 unit.699 4. Arus bongkar barang dan muat tahun 2010 masing-masing sebanyak 43. Keadaan dan perkembangan kunjungan kapal dan GRT.438 dan 32. Jumlah kunjungan kapal dan GT Kabupaten Bombana Tahun 2009 masing-masing sebanyak 763 dan 3.255 per tahun. Pulang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .563 * * 9. Rumbia 2 unit Rarowatu 1 unit dan Poleang 2 unit.50% per tahun sedangkan GRT menurun rata 31.25 1. Arus Bongkar Barang dan Penumpang Tahun 2005 . Muat 4.67% dan 34.023 ton dan 749 ton.64% dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010) jumlah kunjungan kapal meningkat rata-rata 6.50 -31.382 unit.18% dan 55.951. Bongkar b.37 Perkembangan Kunjungan Kapal. Sampai dengan Tahun 2010 prasarana perbubungan laut/dermaga laut di Kabupaten Bombana sebanyak 8 unit yaitu : a. Kabaena 2 unit.14% per tahun dan 51.72%.699 jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (2008) jumlah kunjungan kapal meningkat 11. Arus Penumpang a.35% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) penumpang datang dan berangkat masing-masing mengalami kenaikan rata-rata 30. b.26 30. Datang b.56% sedangkan GRT mengalami penurunan 82. Kunjungan kapal 2. Arus barang (ton) a. Sarana angkutan laut / sungai Sampai dengan tahun 2010 sarana angkutan laut/sungai di Kabupaten Bombana meliputi 3 unit. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 arus bongkar barang dan muat masing-masing mengalami kenaikan 143.438 32.2010 No Jenis Pelayaran 2005 593 16.

Adapun jenis dan perangkat komunikasi yang berkembang di Kabupaten Bombana terdiri dari: . 4. 2. Prasarana Komunikasi/Informasi: Dalam era teknologi yang semakin canggih maka kebutuhan akan telekomunikasi sangat penting bagi kelancaran informasi pembangunan.38 Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan diterima dari Dalam dan Luar Negeri Menurut Jenis Pengiriman Tahun 2010 ( Kg.Pos Desa sebanyak 1 unit terdapat di Kecamatan Kabaena Timur Jenis pengiriman benda-benda pos (dikirim / diterima) di Kabupaten Bombana tahun 2009 meliputi 7 jenis yaitu surat biasa. 1. 3. Prasarana Perhubungan Udara Di Kabupaten Bombana Dewasa ini belum tersedia angkutan udara / belum memiliki bandar udara. 4.38 dan Tabel 4. surat pos tercatat biasa. surat pos tercatat kilat.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 82 Sumber : Kabupaten Bombana dalam Angka 3. ) Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 480 16 1.Kantor Pos Cabang sebanyak 3 unit. Tabel: 4. Banyaknya benda-benda pos yang dikirim dan diterima menurut jenis pengiriman keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel 4.734 27 3. Jenis Pengiriman Surat Biasa Pos Kilat / Kilat Khusus Surat Pos Tercatat Kilat Surat Pos Tercatat Biasa Kabupaten Bombana Tahun 2011 . terdapat di Kecamatan Kabaena. pos kilat / khusus.Kantor Pos Desa sebanyak 3 unit.39. surat dinas terdaftar pos kilat dan pos wesel. Rumbia dan Poleang. Guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah Bombana yang semakin meningkat pemerintah daerah sejak tahun 2010 telah mulai melakukan langkah-langkah dan perencanaan pembangunan bandara di wilayah Pajongae Kecamatan Poleang Timur.906 15 119 5 4 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 4.836 48 245 3 - No. . terdapat di Kecamatan Rarowatu. Rarowatu Utara dan Lantari Jaya .

000 Wilayah Kec.369 171 No. Prasarana wartel tahun 2009 sebanyak 12 unit tersebar pada 6 Kecamatan yaitu Kabaena Timur sebanyak 4 unit.000 242. stasiun relay dan lain-lain.100. Jenis Pengiriman Surat Dinas Terdaftar Pos Paket Pos Wesel Jumlah Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 97 72 1. Rumbia 242.000 24.000 29.000 295.000 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 83 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 191 485 3 875 93 10.000 Wilayah Kec.000 No Jenis Total 295.000. Perkembangan jumlah wartel tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya (2008) menurun dari 13 unit tahun 2008 menjadi 12 unit tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun 2005-2010 berkurang dari 26 unit tahun 2005 menjadi 12 unit menjadi tahun 2009.060. Kabaena Barat sebanyak 3 unit.660 51 4. telepon rumah. 7. Akta Agraria Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 5. Kabaena 24. Poleang 29.40 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .339 86 Sumber : Kabupaten Bombana Dalam Angka Tabel:4. Kabaena Utara.160. Kabaena sebanyak 2 unit. 6.39 Banyaknya Benda-Benda Pos yang Terjual menurut Jenisnya (Rupiah) Tahun 2010 Wilayah Kec. Materai 2. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. Mata Oleo dan Poleang masing-masing 1 unit.000. 5.060.160.100. Prasarana Telepon/Komunikasi Prasarana telepon/komunikasi timbal balik sampai dengan tahun 2009 meliputi wartel.

21. 12. kesehatan. keamanan dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Lisdes Donggala. Sub Ranting Kabaena. 8. 3. keberadaan listrik mutlak diperlukan untuk kemajuan suatu daerah. 18. baik pemerintahan. 22. Cabang/ ranting perusahaan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2009 sebanyak 8 unit yaitu ranting Kabipute. Sub Ranting Boepinang. 10. Prasarana Kelistrikan Hampir semua nafas kehidupan dewasa ini digerakkan oleh listrik. perekonomian. Lisdes Bombaya dan Lisdes Larete. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Banyaknya Wartel 2006 2007 2008 16 8 6 1 8 7 2 45 5 2 5 5 7 4 3 1 3 2 3 4 1 48 2 1 4 1 2 2 1 13 2005 15 6 6 1 8 7 2 26 2009 2 1 3 4 1 1 12 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 6. 7. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 20. 14.40 Banyaknya Wartel menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Kecamatan 1. 13. Oleh karena itu. 16. 11. 17. 2. 6. 9. Di Kabupaten Bombana kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya. pendidikan. 15. 4. 5. 19.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 84 Tabel: 4.

57% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 32.40% per tahun.690. Keadaan dan perkembangan daya terpasang tenaga listrik menurut unit pelayanan tahun 2009 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) mengalami penurunan 34.614 VA.41 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 85 Daya tampung tenaga listrik pada semua unit pelayanan tahun 2009 sebanyak 3.

656 unit.450 987. Ranting Kasipute 1.853 1.42% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 10. Sub Ranting Boepinang 2.247 95 8. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 136.000 1.42 Tabel: 4.41 Daya Terpasang Tenaga Listrik di Kabupaten Bombana Tahun 2005 – 2010 Perkembangan (%) Unit Pelayanan 08-09 05-10 2005 2009 2010 Ranting Kasipute 1.086.800 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 86 Tabel: 4.935.442 KWH.94% per tahun.914 Plus Lisdes Bombaea 970. Lisdes Donggala 5.650 1.795 4.559.28 3.00 0.656 Perkembangan (%) 05-10 2. Keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan menurut jenis pelanggan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010). Lisdes Bombaea 1.60 Jumlah (KVA) Jumlah 1.600.40 1.185 6.750 800 Minus Lisdes Donggala 280 46.29 Sub Ranting Kabaena 800.800 5. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 1.171. Lisdes Larete 83 Jumlah 5.77 Lisdes Larete 86.712 2.800 93.671.280 3.57 32.171.614 -34.681 2.42 Perkembangan Jumlah Pelanggan menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Unit Pelayanan Jumlah Pelanggan 2010 1.715 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 7.48% dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .503.000 800.400 7.24 9. Sub Ranting Kabaena 3.94 2005 1.000 0. disajikan pada Tabel 4.43 10.40 1 2 3 4 5 6 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah Pelanggan Listrik PLN di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 8.840 940 1.00 Sub Ranting Boepinang 2.850 7.

302.355.675.377 -7.889 KWH.495.484 562.035. Tabel: 4.31 153. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) menurun 95.915 160.590 Perkembangan (%) 2010 09-10 05-10 4.852 KWH (2005) menjadi 7. Keadaan dan perkembangan tenaga listrik terjual menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.785 KWH (2005) menjadi 6.442 Meningkat 136.608.43 Keadaan dan Perkembangan Produksi Listrik Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Kwh) 2005 2009 153.43.54 1.893 66.810 Meningkat tinggi 455.300 Meningkat Meningkat tinggi tinggi 100.44 Keadaan dan Perkembangan Tenaga Listrik Terjual menurut Unit Pelayanan Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .06 45.05 - Jenis Pelayanan 1 Ranting Kasipute 2 Sub Ranting Kabaena 3 Sub Ranting Boepinang 4 Lisdes Donggala 5 Lisdes Bombaea 6 Lisdes Larete Total 1.935.980 1.852 3.228 44. Tabel: 4.935.000 -89.727 23.48 tinggi Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Tenaga listrik yang terjual pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 6.53% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 133.44.889 KWH (2009). Keadaan dan perkembangan produksi listrik menurut jenisnya keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) disajikan pada Tabel 4.596 7.442 KWH (2009).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 87 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) meningkat dari 153.734 912.852 171.302.

785 6.567 jt.602.70% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat ratarata 136.464. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 147.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 88 Unit Pelayanan 1 2 3 4 5 6 Ranting Kasipute Sub Ranting Kabaena Sub Ranting Boepinang Lisdes Donggala Lisdes Bombaea Lisdes Larete Total Jumlah (Kwh) 2005 2010 133.059 1.775 501.848 100.01% per tahun.150. 2.464.675.809.430 1. Untuk lebih jelasnya lihat keadaan dan perkembangan nilai penjualan listrik menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.785 2.889 Perkembangan (%) 05-10 Meningkat tinggi Meningkat tinggi Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Nilai penjualan tenaga listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.002 65.775 133.45 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

45 Perkembangan Nilai Penjualan Listrik Menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Rp.12% per tahun.620 Unit Pelayanan Total 79.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 89 Tabel: 4.30% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 22.700 2. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Jumlah pelanggan air minum di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 11.689.437.302.464.567 Perkembangan (%) 05-10 22.085 Lisdes Bombaea 745. Air Bersih Kebutuhan air bersih sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat pembangunan secara umum.01 1 2 3 4 5 6 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 7.525 Lisdes Larete 38. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 126. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bombana dilayani oleh PDAM dan sampai dengan saat ini hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di ibu kota kabupaten (Kasipute). Volume air bersih yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 261. sedangkan masyarakat yang berdomisili di pedesaan masih menggunakan air sumur.437.868.141.464.750 unit.495 Sub Ranting 1.048.414.702 Sub Ranting Kabaena 48.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 35.25 136.140 Boepinang Lisdes Donggala 309.700 177.53% per tahun.145.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 45.77% per tahun. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 268. Volume air bersih yang diproduksi PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 311.000) 2005 2010 Ranting Kasipute 79. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 227.040 m3.151 m3.

57 958. Perkembangan (%) 2010 08-09 1. Secara administratif Kabupaten Bombana saat ini terdiri dari 22 Wilayah Kecamatan (6 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi dan 16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Produksi serta Nilai Air Minum yang disalurkan / didistribusikan oleh PDAM Kab.013.000 51. Kolaka Utara dan Wakatobi di Provinsi Sultra.12 261. Bombana Tahun 2005 – 2010 Banyak (Unit) 2005 1. 000) 769 9. Bombana berdiri sebagai daerah otonom baru malalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana.223 Nilai air minum yang 108.53 562.654.951. 2. 89.040 35.158 89.46 Banyaknya Pelanggan.145 jt m3. Untuk lebih jelasnya keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan.067.731.06 -5. Jumlah tagihan (Rp.715 didistribusikan (Rp. 89. air minum yang diproduksi dan disalurkan serta nilai penjualan air minum tahun selama 5 tahun (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.151 45.158 jt tahun 2005 menjadi Rp.951. 000) 111.003.003.170 22.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 90 Nilai air minum yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.) 5. 4.46 Tabel: 4.312 Air minum yang disalurkan (M3) 58. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 5. 111.145 jt tahun 2009). Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Buton. namun seiring dengan perubahan politik nasional yang menekankan otonomi dan desentralisasi kewenangan.77 311.57% per tahun (Rp.000 Sumber : Bombana Dalam Angka & PDAM Bombana 2010 K. 3.145 6. Administrasi (Rp. Pemerintahan/Kelembagaan 1.51 Uraian Jumlah Pelanggan 512 Air minum yang diproduksi (M3) 93.

Bombana Ibu Kota Tomokole Tedubara Batuawu Baliara Dongkala Lengora Kasipute Lora Masaloka Lauru Taubontu Aneka Marga Lantari Kolombi Mata Usu Bambaea Toburi Waemputang Larete Boepinang Rakadua Tongkoseng Mulaeno Kasipute Desa Kel. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Kab. Kelembagaan a) Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .47 sebagai berikut : Tabel: 4.47 Pembagian Daerah Administrasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Banyaknya Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 2 7 4 4 5 7 1 10 5 2 7 7 9 5 3 8 5 4 4 9 5 4 117 2 1 2 4 3 1 1 2 6 22 Jml 4 7 4 5 7 7 5 10 5 5 8 8 9 5 5 8 5 4 10 9 5 4 139 DuLingk Jml sun 6 6 12 23 23 12 12 14 4 18 17 9 26 19 19 3 13 16 33 33 15 15 6 10 16 21 6 27 21 3 24 26 26 16 13 38 23 17 12 39 22 15 411 8 24 83 16 21 38 23 17 36 39 22 15 494 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 91 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi) Jumlah Desa/Kelurahan 139 Desa / Kelurahan dan Dusun / Lingkungan sebanyak 494 Dusun / Lingkungan. Adapun kedua puluh dua wilayah kecamatan tersebut sekaligus jumlah Desa/Kelurahan dan jumlah Lingkungan/ Dusun pada masing-masing Kecamatan disajikan pada Tabel 4.

Tugas dan fungsi staf ahli ditetapkan oleh Bupati di luar tugas dan fungsi perangkat Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Kabupaten Bombana terdiri atas : b).Bagian Kesejahteraan Rakyat. .  Staf Ahli Staf ahli diangkat dari Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati.  Menyelenggarakan administrasi pemerintahan.Bagian Pemerintahan. membawahi 3 bagian yaitu: .Bagian Umum dan Perlengkapan.  Asisten Administrasi Umum. . dimaksudkan untuk membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya. .Bagian Organisasi dan Kepegawaian.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 92 Pembentukan kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Bombana berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bombana dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bombana. sarana dan prasarana pemerintah daerah.  Pengelolaan sumber daya aparatur.Bagian Pembangunan. .Bagian Perekonomian dan Perizinan.Bagian Keuangan. Sekretaris daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :  Mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah. keuangan. Sekretariat Daerah Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. dan  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. . Susunan organisasi sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten yaitu :  Asisten Pemerintahan. .Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol  Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan. mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. membawahi 3 bagian yaitu: . membawahi 3 bagian yaitu: .Bagian Hukum.

Pengelolaan sumber daya aparatur. Staf Ahli Hukum dan Politik.Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai hukum dan politik b. Staf ahli sebagaimana dimaksud terdiri dari : a. dan . dipimpin oleh Sekretaris Dewan yang secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh sekretaris daerah.Penyelenggaran urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya. Dinas Daerah Kabupaten Bombana Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di pimpin oleh Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Susunan organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana terdiri dari 3 bagian yaitu : .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 93 daerah.Bagian Keuangan . Sekretariat DPRD mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. sarana dan prasarana pemerintahan daerah.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. . Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Bagian Umum . memberikan telaahan mengenai perekonomian.Bagian Persidangan d). Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD. Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Pembangunan dan Keuangan. keuangan. pembangunan dan keuangan c).Mengordinasikan kebijakan pemerintah daerah .Menyelenggarakan administrasi pemerintahan . Staf Ahli bidang Ekonomi. Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia c.

Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. yang berbentuk kantor dipimpin oleh Kepala Kantor serta yang berbentuk Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur. Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial. Lembaga Teknis Daerah (LTD) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik.Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan lingkup tugasnya . (ix) Dinas Perhubungan. dan . (v) Dinas Kehutanan.UPTD. Kebudayaan dan Pariwisata (iv) Dinas Pertanian. Susunan organisasi dinas daerah terdiri atas: . dan . (ii) Dinas Kesehatan (iii) Dinas Pendidikan. (xii) Dinas Pendapatan Daerah. Inspektorat b). Peternakan. (vi) Dinas Perindustrian.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Lembata teknis daerah terdiri dari : a). Badan-badan yang terdiri dari : .Pemberian dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya .Sub bagian/seksi . Inspektur dan Direktur sebagaimana tersebut di atas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah melaui Sekretaris Daerah Kabupaten. . Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud. Lembaga teknis daerah yang berbentuk Badan dipimpin oleh Kepala Badan. yang berbentuk inspektorat dipimpin Inspektur. Kepala Badan.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. Perkebunan dan Hortikultura.Sekretariat .Bidang . Dinas Daerah Kabupaten Bombana terdiri dari 12 Dinas yaitu : (i) Dinas PU.Kepala dinas . Koperasi dan Penanaman Modal. Kantor. (x) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (xi) Dinas Kelautan dan Perikanan.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . (vii) Dinas Petambangan dan Energi (viii) Dinas Tenaga Kerja.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 94 . Perdagangan.Kelompok Jabatan Fungsional e).Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. menyelenggarakan fungsi : .

Susunan organisasi pemerintahan kecamatan terdiri dari : a) Camat. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan.Kantor Lingkungan Hidup. Tugas Camat selain tugas tersebut di atas adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan umum yang meliputi : a. f. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan. Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Pemerintah Kecamatan Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani urusan otonomi daerah. bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. yang diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat. Politik dan Perlindungan Masyarakat. . . Badan Kesatuan Bangsa. - f). Badan Kepegawaian Daerah. Perempuan dan KB. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa/ kelurahan. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemerintahan Kelurahan Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang selanjutnya disebut Lurah.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 95 Badan Pemberdayaan Masyarakat.Rumah Sakit Umum Daerah. e. Perikanan dan Kehutanan Kantor terdiri dari : . d. Pertamanan dan Pemakaman. dan g. b) Sekretaris kecamatan c) Seksi . Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.seksi g).Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Kebersihan.Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. b. .

UPT pada Dinas dan Badan terdiri dari :  Kepala UPT  Subag Tata Usaha  Kelompok Jabatan Fungsional I). Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yaitu kelompok jabatan yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai .48 dan tabel 4.350 orang Golongan III.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 96 Dalam menjalankan tugas dan fungsi lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari camat. Selain Lembaga Pemerintah Daerah Otonom sebagaimana tersebut di atas terdapat Lembaga Vertikal yaitu:  Kantor Departemen Agama  Badan Pertanahan Nasional  Kantor Statistik Sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah administrasi dan pembentukan kelembagaan pemerintah daerah otonom maka dibutuhkan penambahan aparat pemerintahan yang mendukung terlaksananya dan suksesnya programprogram serta kebijakan pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Jumlah pemerintahan kelurahan di Kabupaten Bombana sampai tahun 2009 sebanyak 25 Kelurahan.3130 orang yang terdiri dari 452 Golongan IV. 1.48 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .49 Tabel: 4. 1. Susunan organisasi Kelurahan terdiri dari :  Lurah  Sekretaris  Seksi h). sedangkan jumlah Pemerintahan desa sebanyak 75 Desa. Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksan Teknis (UPT) dibentuk dengan Peraturan Bupati.285 orang Golongan II dan 43 orang Golongan I. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana menurut unit organisasi dan pangkat / golongan disajikan pada Tabel: 4.

21. 16. 8.745 42 54 33 21 22 327 76 15 18 7 40 72 28 33 32 15 57 7 3. 15.49 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2001 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 17. 18.847 Perempuan 56 8 54 5 14 22 789 12 13 10 5 7 197 17 3 7 0 5 17 1 10 12 0 18 1 1. 20. 25. 13. 6. 24. 3. 7. 10.283 Jumlah 156 23 187 27 34 59 1. 2. Sekretariat Daerah Bappeda BKD BPMP & KB Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Dikbudpar Dinas Perindagkop Dinas Pertanian Dinas Nakertrans & Kesos Dinas Pertambangan & Energi Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan & KB Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesbang & Politik Dinas Catatan Sipil Kantor Lingkungan Hidup Kantor Polisi Pamong Praja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Perhubungan Inspektorat Sekretariat DPRD Sekretariat KPU BP4K Kantor SKB Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Laki-laki 100 15 133 22 20 37 956 30 41 23 16 15 130 59 12 11 7 35 55 27 23 20 15 39 6 1.130 Tabel: 4. 19. 9. 4. 5. 22. 14.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 97 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor 1. 11. 12. 23.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

98

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. 4.

Lakilaki

Perempuan

Jumlah

Golongan IV 276 176 452 Golongan III 798 552 1.350 Golongan II 748 537 1.285 Golongan I 25 18 43 Jumlah 1.847 1.283 3.130 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Vertikal Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 118 orang yang terdiri dari Golongan IV sebanyak 3, Golongan III sebanyak 68 orang, Golongan II sebanyak 45 orang dan Golongan I sebanyak 2 orang. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut unit organisasi dan pangkat / golongan di lingkungan instansi vertikal tahun 2009 masing-masing disajikan pada Tabel: 4.50 dan Tabel: 4.51 Tabel: 4.50 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor Badan Pusat Statistik Badan Pertanahan Nasional Kantor Departemen Agama Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. 2. 3.

Laki-laki 16 26 38 80

Perempuan 13 3 22 38

Jumlah 29 29 60 118

Tabel: 4.51 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. Golongan IV Golongan III Golongan II

Laki-laki 2 46 30

Perempuan 1 22 15

Jumlah 3 68 45

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

99

Golongan Kepangkatan 4. Golongan I Jumlah

Laki-laki 2 80

Perempuan 38

Jumlah 2 118

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka

b) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Keanggotaan DPRD Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 25 orang terdiri dari laki-laki 22 orang dan perempuan 3 orang. Jumlah Anggota Dewan menurut Fraksi menunjukkan Fraksi Partai Golkar sebanyak 8 orang, Fraksi Amanah Demokrasi 4 orang, Fraksi Bulan Bintang 3 orang, Fraksi Bintang Reformasi 4 orang dan Fraksi Wonua Bombana sebanyak 6 orang. Untuk jelasnya lihat jumlah anggota DPRD Kab. Bombana menurut Partai Politik dan Fraksi sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.52 dan Tabel: 4.53 Tabel: 4.52 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Partai Politik Fraksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 GOKAR PAN PBB PBR PKS PPP PDIP PKB PPIB PSI Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.53 Laki-Laki 7 3 3 2 2 2 1 1 1 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 3 3 3 2 2 1 1 1 1 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

100

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Fraksi Tahun 2010 Fraksi 1 2 3 4 5 Partai Golkar Amanah Demokrasi Bulan Bintang Bintang Reformasi Wonua Bombana Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Banyaknya produk DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27 menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya (2008) sebanyak 42 buah. Sedangkan kegiatan DPRD Kab. Bombana tahun 2010 sebanyak 13 kegiatan. Untuk jelasnya banyaknya produk DPRD Kab. Bombana menurut jenisnya dan banyaknya kegiatan menurut jenis kegiatan dan masa sidang DPRD Kab. Bombana masing-masing disajikan pada Tabel: 4.54 dan Tabel: 4.55 Tabel: 4.54 Banyaknya Produk DPRD Kabupaten Bombana menurut Jenisnya Tahun 2008 – 2010 Uraian 1 2 3 4 5 Peraturan Daerah Keputusan DPRD Memorandum Keputusan Pimpinan Lain-lain Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.55 Banyaknya Kegiatan DPRD Kabupaten Bombana Menurut Kegiatan dan Masa Sidang Tahun 2009 - 2010 Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Banyaknya Produk 2008 19 22 1 42 2009 12 12 3 27 Laki-Laki 7 3 3 3 6 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 4 3 4 6 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

10. 9. 3. 5. 7. 16. 13. Rapat Paripurna Rapat Fraksi-fraksi Rapat Komisi-komisi Rapat Pimpinan DPRD Rapat Pimpinan DPRD dengan Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Gabungan Komisi Raker dengan Eksekutif Rapat Dengar Pendapat dengan Eksekutif Peninjauan ke Daerah Job Training Konsultasi / Koordinasi Kajian Antar Daerah Penyampaian Aspirasi Masyarakat Jumlah 8 10 7 3 1 1 2 1 29 8 15 1 3 87 10 20 15 2 6 2 1 2 3 21 5 5 1 0 88 26 15 9 3 1 4 1 2 1 10 9 15 1 0 97 3 10 3 2 1 1 2 2 3 20 17 6 2 72 6 5 3 1 1 3 1 2 7 2 5 1 37 - Sumber : Sekretariat DPRD Kab. 2. 4. 11. 14. Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 8. 6. 15. 12.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 101 Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->