Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

5

A. Potensi Pengembangan 1. Pertanian Usaha pertanian masih merupakan salah satu usaha terpenting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana; seperti halnya dengan usaha pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia karakteristik Usaha Pertanian Kabupaten Bombana adalah multikultur. Usaha pertanian dilaksanakan petani dengan mengusahakan tanah yang dimilikinya untuk berbagai jenis usaha pertanian yang meliputi Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Usaha pertanian tersebut hanya dalam skala kecil atau berskala rumah tangga. a. Pertanian Tanaman Pangan Pada dasarnya pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jenis tanaman padi dan palawija dan kelompok holtikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan). (1) Tanaman Padi dan Palawija Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Bombana sebanyak 8 jenis tanaman utama yaitu tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Luas panen tanaman bahan makanan Tahun 2010 seluas 4.704 ha atau 72,32% dari total luas lahan tanaman bahan makanan. Persentase luas panen tanaman bahan makanan dibandingkan dengan luas menurut jenis komoditi, keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.22 Tabel: 3.22 Luas Tanam, Panen, Produktivitas serta Produksi Tanaman Padi dan Palawija Menurut Jenis Komoditi di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Jenis Tanaman Padi - Padi Sawah - Padi Ladang Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah Luas Tanam (ha) 5.746 127 296 118 21 73 78 45 6.504 Luas Panen Ha 4.172 124 162 80 19 52 62 33 4.704 % 72,61 97,64 54,73 67,80 90,48 79,49 73,33 72,32

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

6

Persentase perkembangan luas tanaman bahan makanan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 22,02%. Sedangkan persentase perkembangan luas tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 52,17% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 22,34% per tahun. Perkembangan luas lahan dan luas panen menurut jenis komoditi tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 3.23

Tabel: 3.23 Perkembangan Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Menurut Jenis Komoditi Kabupaten Bombana 2005 - 2010 Jenis Komoditi 2005 I. Luas Tanam a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah I II. Luas Penen a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah II Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 13.650 13.635 15 3.683 2.725 614 28 225 50 41 17.333 13.600 13.585 15 3.667 2.715 614 28 219 50 41 17.267 Luas (Ha) 2010 5.873 5.746 127 631 296 118 21 73 78 45 6.504 58.73 4.172 124 408 162 80 19 52 62 33 6.281 Perkembangan (%) 05 - 10 19,01 -19,43 70,58 -35,66 -42,59 -33,79 -6,94 -24,51 11,76 2,35 -22,02 -18,94 -25,76 69,56 -42,25 -50,58 -39,92 -30,19 5,53 -5,28 -22,34

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

7

Produksi tanaman padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang tahun 2009 masing-masing sebanyak 17.252,30 ton dan 273,90 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) masing-masing mengalami pertumbuhan minus 67,85% dan 77,28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing mengalami penurunan rata-rata 27,11% per tahun dan 51,13% per tahun. Sementara produksi palawija tahun 2010 sebanyak 825,45 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 65,67% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 73,37% per tahun. Untuk jelasnya perkembangan produksi padi dan palawija menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel : 3.24

Tabel: 3.24 Perkembangan Produksi Tanaman Padi dan Palawija Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Ton) Jenis Komoditi 1. Tanaman Padi a. Padi Sawah b. Padi Ladang 2. Tanaman Palawija a. Jagung b. Ubi kayu c. Ubi jalar d. Kacang tanah e. Kacang kedelai f. Kacang hijau Jumlah Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 61.184,5 61.132 52,50 164.253 67.875 92.100 1.260 2.190 500 328 225.437,5 2010 17.526,2 17.252,30 273,90 825,45 206,60 393,10 76,00 54,25 73,90 21,60 18.352,10 Perkembangan (%) 05-10 -26,84 -27,11 51,13 -73,37 -76,51 -74,44 Minus Minus -40,65 Minus Minus

Kabupaten Bombana Tahun 2011

65 49. dan Produksi Sayur-sayuran dan Buah-buahan Semusin Per Jenis Tanaman Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Kwintal) Jenis Komoditi 1. 2. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 66. 6. kacang merah. Hasil Per Hektar. jika dibandingkan dengan luas panen tahun sebelumnya (2009) menurun sebesar 21. kacang panjang. 12. kangkung.34 64. 18. kubis. 15. 8. Untuk jelasnya lihat perkembangan luas panen tanaman sayursayuran menurut jenis komoditi keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3.25 Luas Panen.09 39. 5. petsai/sawi.44%. Hortikultura (Sayur-sayuran dan Buah-buahan) 1. 16. Sayur-Sayuran Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kab.25 Meningkat Meningkat Meningkat - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 8 2. bayam. 9. 17. buncis. lobak. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka 2005 14 13 20 26 1 2 5 5 4 2010 15 16 7 31 144 49 147 129 34 4 64 49 Perkembangan (%) 05 – 10 79. 14.34% per tahun. 13. terung. 3. dan semangka. cabe. ketimun. Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 15 jenis yaitu : bawang daun. 20. 7. 11. labu. 10. tomat. 19. 4. Luas panen jenis tanaman sayur-sayuran seluruhnya berjumlah 689 ha.25 Tabel: 3.

14. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka Jumlah 2005 8 2 5 24 3 48 90 Produksi (Kwintal) 2009 99 13 141 5. 15.845 kwintal.845 ton (2010).51% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010 yaitu meningkat dari 9 ton (2005) menjadi 27. 19.26. 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 9 Perkembangan (%) 05 – 10 66.187 1.417 5009 7 3. 2.34 Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Kwintal) 2005 90 2010 689 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi sayur-sayuran untuk seluruh jenis komoditi tahun 2009 sebanyak 27.026 5. 6. 18. 20. 4. 16. 5. 11.858 6. 8. 9. Tabel : 3.845 Perkembangan (%) 05 – 09 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 3. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi sayursayuran menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3.26 Perkembangan Produksi Sayur-sayuran Kondisi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis Komoditi 1. 12.223 865 27. 17. 7. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) meningkat 22. 13.

31 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .227 31.34 207 43.129 4.21 609 16. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Papaya Pisang Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun Melinjo Petai Jumlah Banyaknya Pohon 462 454 454 7. duku/langsat. rambutan.430 489 356 33 79 253.08 14 6.31 1. Banyaknya jumlah pohon yang menghasilkan dari berbagai komoditi tanaman buah-buahan tahun 2010 sebanyak 79.754 39. mangga.65 4. Banyaknya jumlah pohon jenis buah-buahan yang menghasilkan menurut jenis komoditi tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. manggis.420 23.33 116 32.93 50.16 124 27. jeruk.393 20. 2. pepaya. sirsak. 9. nanas.31 36 7.630 10. durian. belimbing.581 10.641 129. pisang.11 325 7. sukun. salak.51 714 39. 4. yaitu : Alpukat.539 227 6.249 39.068 Jumlah Pohon Persentase jumlah Yang Pohon yang Menghasilkan Menghasilkan 107 23.58 0.24 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 10 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 1) Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditi andalan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di daerah ini.17 1. jambu air.93 406 5.357 1.227 pohon atau 31.27 Tabel: 3.00 10 12.221 26.751 26. 6. Jenis tanaman buahbuahan yang diusahakan di Bombana meliputi 19 jenis.821 3. 8.275 16.26 1. 5.892 30.66 79. 3. 7.31% dari total jumlah pohon yang ditanam.899 39. jambu biji.05 11. Kondisi Tahun 2010 Jenis Komoditi 1. nangka.27 Banyaknya Pohon dan Jumlah Pohon yang Menghasilkan Buah-buahan Per Jenis Tanaman. melinjo dan petai.091 4.

78 Cempedak 11 Nenas 19.235 26.07 14 Rambutan 1.393 Plus -82.754 Plus -77.221 Minus -74.630 Plus 2.357 406 Minus -33.90 2005 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .569 1.641 4.539 11.355 129.070 5.315 3.91%.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 11 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Perkembangan banyaknya pohon buah-buahan yang menghasilkan tahun 2010 dibanding tahun 2005 menurun 73. Manggis 1. Belimbing 45 537 454 124 Plus -76.91 3.361 39.558 959 462 107 Minus -88. Jambu Biji 10.249 Plus -64.204 4.091 1. Untuk jelasnya perkembangan banyaknya pohon yang ditanam dan yang menghasilkan jenis tanaman buah-buahan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. Jeruk 7. Duku Langsat 12.137 31.77 10 Nangka/ 539.863 6.2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 1. Mangga 1.84 2.068 2.899 5.19 9. Durian 71.808 45.60 12 Pepaya 940 12.28 Tabel: 3.682 1.821 714 Minus -72.751 609 Minus Minus 7.685 14.28 Banyaknya Pohon Yang Ditanam dan Yang Menghasilkan Menurut Jenis Komoditi Buah-Buahan Tahun 2005 .25 6. Jambu Air 92.526 3.73 8.892 Pluls -17.735 49 454 36 Minus -26.017 10.275 50.64 13 Pisang 25.420 Minus -75.81 1.129 1.584 16.88 5.yang Mengha.53 4.835 221. Alpukat 1.631 24 227 14 Minus -41.474 614 7.

188 303.286 kwintal (2010). Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi buah-buahan menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.91 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 Produksi buah-buahan dari berbagai jenis komoditi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 1.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 15 Salak 33.433 4.64 16 Sawo 17 Sirsak 2.672 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 12 2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.29 Perkembangan Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Komoditi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Produksi (Kwintal) 2005 2009 Perkembangan (%) 05-09 Jenis Komoditi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .427 829 489 207 Minus -75.97 Jumlah 857.430 325 Minus -86.yang Mengha.782 847 356 116 Minus -86.48 -73.30 19 Melinjo 75 9 20 Petai 305 37 79 10 Minus -72.29 Tabel: 3.03 18 Sukun 8.035 79.668 kwintal (2005) menjadi 397.656 253.227 -70.

636 ha.05%).286 Perkembangan (%) 05-09 11.011 Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun 6 Melinjo Petai Jumlah 1. kakao. 2. 5. jika luas areal tanaman perkebunan tahun 2009 tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 32. yaitu : aren/enau. 4.48% per tahun. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat 0 Belimbing 0 Duku Langsat 0 Durian 21 Jambu Biji 121 Jambu Air 7 Jeruk 284 Mangga 122 Manggis Nangka/Cempedak 17 Nenas 13 Pepaya 63 Pisang 1. 7.91%) dan areal tanaman yang belum menghasilkan seluas 8.465 ha (76. kopi.329 7.04%). areal tanaman tua renta seluas 2756 ha (5. Luas areal tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi tahun 2010 seluas 46. terdiri dari areal tanaman yang menghasilkan seluas 35. kelapa hibrida.677 1. 9.668 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 B. asam jawa. cengkeh. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan luas areal tanaman perkebunan rakyat menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 13 Produksi (Kwintal) 2005 2009 21 90 5 10 184 390 1.588 464 136 71 163 15 397. 3.415 ha (18.59 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Plus Jenis Komoditi 1. jambu mente.05 Plus 161. kemiri. Tanaman Perkebunan Tanaman perkebunan rakyat yang telah dikembangkan di Kab. lada dan pala. kelapa dalam. Bombana terdiri dari 12 jenis.064 307 772 384. 6.14% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 0. kapuk. 8.

668 486 5 Kakao 2.636 Tabel: 3.484 14 172 18.687 225 11.749 288 186 1.71 Perkembangan Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Bombana.415 35.520 6 Kapuk 46 155 24 7 Kelapa Dalam 1.484 Perkembangan (%) 05-10 -6.790 487 8 Kelapa Hibrida 92 183 13 9 Kemiri 47 130 9 10 Kopi 509 1.986 304 7 46.380 14.705 98 2 Asam Jawa 5 9 3 Cengkeh 28 129 15 4 Jambu Mete 3.015 6.16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .152 1.756 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah 3.472 9.30 Tabel: 3. Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2009) Jenis Tanaman 1 Aren / Enau Luas (Ha) 2005 2010 4.384 93 11 Lada 135 154 11 12 Pala 1 6 Jumlah 8.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 14 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.534 9.30 Luas Areal Tanamn Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman Tahun 2010 ( Ha ) Tanaman Tanaman Tanaman Belum Jenis Tanaman Menghasilkan Tua Renta Menghasilkan (Pohon) (Pohon) (Pohon) 1 Aren / Enau 681 2.70 dan Tabel : 3.493 3.465 2.

88 -30.4 1.72 Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Komoditi Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .413. Untuk lebih jelasnya lihat perkembangan produksi perkebunan menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.07 4 Jambu Mete 16.950 % Perkembangan 05-10 9.03 0.85 288 -5.7 1.54 6.636 0.48 -11.569.61% per tahun.801 9.1 53 14.02 Jumlah 45.63 458 20 15 549.685 2.986 7.38 1.5 1 10.534 3.57 46.152 221.494.22 8 Kelapa Hibrida 355.48 Sumber: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.95 304 37.64 18.72 Tabel: 3.2010 Jenis Komoditi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aren / Enau Asam Jawa Cengkeh Jambu Mete Kakao Kapuk Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kemiri Kopi Lada Pala Jumlah Produksi (Ton) 2005 2010 1.07 -31.777 3.25 9.9 41 5.5 225 0.641.54 12 Pala 4 7 15.950 ton.37 11 Lada 84.214. Bombana Jenis Tanaman 2005 Produksi tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi Tahun 2010 sebanyak 36.95 -6.26 20.749 -3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 15 Luas (Ha) Perkembangan (%) 05-10 2010 2 Asam Jawa 8 14 15.136.00 36.734 10.4 231 1 2 34.92 1.669.09 10 Kopi 1.61 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .395 11.201.89 39.29% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.98 -15. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 32.35 11.54 Meningkat 18.46 6 Kapuk 221.480.687 2.02 3 Cengkeh 113 172 11.15 9 Kemiri 106 186 15.791.39 7 Kelapa Dalam 13.08 5 Kakao 8.98 14.94 34.

jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 4. Kambing 2.891 ekor.259.377 24.377 ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 6.683 1. Domba Ternak Unggas 1.37 -1.44 3.58 -1.155 Perkembangan (%) 05-10 3. Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Uraian I.84% per tahun.07 1. Kerbau 3. Jenis ternak besar yaitu sapi.545 13.891 13. Peternakan Usaha peternakan yang diusahakan di daerah ini merupakan usaha peternakan yang berskala kecil.73 Tabel: 3. ternak kecil.287 1. maupun unggas.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 16 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 C.480 14.76 -3. Populasi ternak kecil tahun 2010 sebanyak 14. Ayam ras Produksi (Ekor) 2005 23.73 Perkembangan Populasi Ternak Besar. Untuk jelasnya lihat perkembangan Populasi ternak besar.880 678.259. Sapi 2.047 1. Ternak Kecil dan Ternak Unggas menurut Jenis Ternak.05 - II III Kabupaten Bombana Tahun 2011 .84 15. kerbau dan kuda sedangkan jenis ternak kecil yaitu kambing.910 21.845 12. Populasi ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.77 3. Ayam kampung 2. Ternak Besar 1. dan itik/manila. Perkembangan populasi ternak besar di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 27.84 2.591 207 704. Babi 3.078 1.482 177 1. domba dan babi dan unggas meliputi ayam buras.37% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1. ayam ras.111 1.97% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 15.232 1.050 2010 27. Kuda Ternak Kecil 1.44% per tahun. jika dibandingkan dengan tahun 2050 meningkat 9. ternak kecil dan ternak unggas menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) dapat dilihat pada Tabel : 3.61% per tahun.61 21.55% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat 3.241. Jenis ternak yang diusahakan peternak meliputi : jenis ternak besar.241 1.111 ekor.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 17 Produksi (Ekor) Perkembangan (%) 05-10 -9.74 Tabel: 3.55 15. Kerbau 3.53 49. Itik/manila 18.180 210 43.64 26. Perikanan III Kabupaten Bombana memiliki perairan laut sekitar 11. jika dibandingkan tahun 2005 meningkat rata-rata 15. dapat merupakan lapangan kerja serta sumber pendapatan bagi para nelayan yang berarti di masa mendatang.23 23.200 1. Itik/manila Jumlah 2005 26.887.06 Uraian 3.121.27 -13.800 58. Domba 2005 98.795 Jumlah 1.459 2.379 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Produksi hasil ternak yang meliputi daging ternak besar.956 1.418 56.819 Perkembangan Rata-Rata (%) 5.578 1.600 1.123 12.635 2010 17. Kambing 2. Babi 3.286 1. ternak kecil dan ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.93 1. Wilayah perairan laut Kabupaten Bombana mengandung berbagai jenis kekayaan laut berupa ikan dan hasil laut lainnya seperti cumi-cumi. agar-agar/rumput laut dan lain-lain.05 5.164. Ternak Besar 1.375 313 46. Ayam kampung 942.624 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 D.35 20.125 1.66 23.806 101.12% dari total luas wilayah (daratan + kepulauan).79 II Ternak Unggas 966.06%.888 12.830 742.51 102.769 16.819 kg.191.725 2010 104.406 1.74 Perkembangan Produksi Hasil Ternak Tahun 2010 Produksi (Kg.070 10.405 1.354. Sapi 2. Kuda Ternak Kecil 1. Produksi daging menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 disajikan pada Tabel : 3.31 km atau 78.324 3.19 63.94 4. mabe. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .923 96. Ayam ras 5.301.) Uraian I.100 1.354.95 5.

4.335 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 7. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 11. Jumlah sarana penangkapan ikan menurut kecamatan.068 unit. 21. 6. 13. 22. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3. 8.962 ha dan Rawa 285 ha dan kolam /empang / tebat seluas 6.976 117 22 147 155 6 5 273 61 100 69 7 3. 5.28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) mengalami kenaikan rata-rata 23. 3. 12.068 Perahu Tanpa Motor 88 23 191 218 19 356 408 61 11 8 405 70 538 364 8 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 18 Selain perairan laut daerah ini memiliki potensi perairan darat yaitu areal tambak seluas 3.768 Kapal Motor 4 2 9 323 39 67 34 19 2 499 Jumlah 176 71 2.81% per tahun. 2.335 unit (motor tempel sebanyak 3.2010) Kecamatan 1. 16. 18. 14. Jika jumlah sarana penangkapan ikan tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 1. perahu tanpa motor sebanyak 2768 unit dan kapal motor sebanyak 449 unit. 10. 19.75 Jumlah Sarana Penangkapan Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 . 15. 17.75 Tabel: 3. Jumlah sarana penangkapan ikan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 sebanyak 6. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 Motor Tempel 84 46 1. 20.176 335 41 826 563 61 17 13 717 198 672 452 17 6. 9.187 ha.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 19 Kapal Motor 749 -9.47 22.47 -3. Produksi ikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 3.742 1.47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi ikan di Kab.81 Jenis alat tangkap ikan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 9043 unit.493 1.382 % Perkemb.64% per tahun.48 15.43 % Perkembangan 05-10 -16.696 23.16 -35. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 10.043 -27.65 Perahu Tanpa Motor 2005 565 1.77 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .43% per tahun.878 1. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) mengalami penurunan rata-rata 27.77 tercatat sebanyak 18. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 2. Tabel: 3.76 Jumlah Alat Tangkap Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong Pukat cincin Jaring insang Jaring angkat Pancing Perangkap Lain-lain Jumlah Jumlah (Unit) 2005 596 5 553 76 28.196 9.78 -5.498 32.130 1.010.600 2010 290 34 983 169 4. 05-10 52. Bombana tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.76 Tabel: 3.08 ton dan perikanan darat 5.08 ton (perikanan laut sebanyak 13.73%.96 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Motor Tempel Jumlah 2.65 18. Jumlah alat tangkap ikan menurut kecamatan.480 ton).490.48 61.

422.4 1.4 182.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 20 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat (Ton) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 dan Perkembangan Selama Kurun Waktu 2005-2010 Perikanan Darat Perikanan Kecamatan Jumlah Perairan Laut Budi Daya Umum 1. Rumbia 1.397.84 3.17 2. Poleang 1.5 % Perkembangan 05-10 -11.516.645. Poleang Timur 1.78 22.4 21.350.104 1.06 10. keadaan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 udang mengalami penurunan produksi sedangkan bandeng menunjukkan kenaikan produksi.64 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi Bandeng dan Udang tahun 2010 masing-masing sebanyak 51.08 2005 18.666. Kabaena Selatan 4.471. Kabaena Timur 2.8 5.480 18.577.008 2. Rarowatu Utara 1.08 1.07 13.08 1.456. Poleang Barat 182.701.80 1. Tontonunu 22. Poleang Utara 17. Kabaena Utara 3.607.07 1.08 5.400 kg.479. Kabaena Barat 1.84 -3.004 20. Rarowatu 12. Mata Usu 15.010.701.701.46 .451.490.2 67.000 kg dan 3.33 94.2 19. Lantari Jaya 1. Kabaena Tengah 7. Rumbia Tengah 1. Mata Oleo 1.662.38 8.78 Tabel: 3.957. Kep.33 39.30 166.5 2.41 20. Masaloka Raya 1. Kabaena 2.18 11. Poleang Selatan 144 144 18.505.577.104 16.17 1.17 6.78 Produksi Udang dan Bandeng (Kg) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .2. Untuk jelasnya lihat Produksi Udang dan Bandeng menurut kecamatan di Kabupaten Bombana.17 9.397. Poleang Tenggara 67.3 14. Poleang Tengah 240 240 Jumlah 2010 13.399.

18.759 ha.000 51. 4. 13.200 120.000 200. 3. 7. 21. 6.400 840. 2. 11.400 152. hutan produksi terbatas.79 dan Tabel : 3. hutan wisata / PPA dan hutan produksi yang dapat dikonversi. 8. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 12. 22.100 6. 16.000 332. Menurut fungsinya hutan di Kabupaten Bombana terdiri dari hutan produksi biasa. 14. 10. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 2005 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka E.139 Kecamatan 1.043. 5. 20. 19. Kehutanan Dalam pelaksanaan pembangunan potensi hutan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dan peningkatan devisa.500 22. hutan lindung.645.400 153. 15. 17. 9. Luas hutan tetap di Kabupaten Bombana sekitar 216. Luas kawasan hutan yang ditetapkan menurut fungsinya dan menurut Kecamatan tahun 2010 masing-masing disajikan pada Tabel : 3.000 3.80 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 78.000 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 21 Produksi Udang Bandeng 900 41.700 2.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 22 Tabel: 3.911 8.00 Dinas Pertanian. Rumbia 8. Rarowatu Utara 13.366 - HPK 1. Kehutanan. Jenis HPB HPT HL Hutan Wisata / PPA HPK Bombana Sumber: Hektar (Ha.970 3.043 2.221 35. 2. Rumbia Tengah 11.06 8. Rarowatu 12. Kabaena Timur 6.403 855 1. Kabaena Tengah 7.003 726 7. Mata Oleo 9.518 42. Lantari Jaya 14.970 21.693 1.79 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan menurut Fungsinya (Ha) Tahun 2010 No 1.287 8.111 437 83 10.064 686 4.674 686 11.80 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan Menurut Kecamatan (Ha) Tahun 2010 Hutan Wisata / PPA 23.673 7. 5.190 216. Mata Usu HPB 78 1.317 Kecamatan 1. 3.) 91.759 % 42.278 21. Kabaena 2.709 4.801 45.285 52. 4. Masaloka Raya 10. Perkebunan dan Peternakan Kab. Kabaena Selatan 4.90 24.182 19. Kabaena Utara 3.059 HL 3.163 8. Bombana Tabel: 3.610 - Jumlah 3.90 3.879 1.801 816 5.083 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .160 19.36 20.269 9.78 100.927 5.707 HPT 157 926 472 739 7.643 12.160 1. Kep. Kabaena Barat 5.660 1.240 2.

4.801 HPK 456 6.156.81 Tabel: 3.719 590.838 183 19.095 2.16 -32.978 4.142 20.52 m3 dengan nilai produksinya masing-masing Rp.4 101.225 1.250 101. 2. Nilai Produksi (Rp.400 416. Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Uraian I.761 10. 5.106 52.671 1. 36.095 m3 dan kayu rimba campuran logs sebesar 120.190 216.124 - Jumlah 3.215.123 4.941 21.160 Jumlah 8.885.77 -29.4 120. Kayu Jati Logs (m3) Jumlah 2005 2010 Perkembangan (%) 05-10 136. Poleang Tenggara 19. Poleang Utara 6.80 - 3.901 22.007 230 15.000.459 12.81 Perkembangan Produksi dan Nilai Hasil Hutan menurut Jenisnya.500 dan Rp. Poleang 3. Poleang Barat 21.800 17. 1.328.025 1. Poleang 230 Tengah 91.759 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Komoditas kehutanan di Kabupaten Bombana antara lain produksi kayu jati logs sebanyak 101. perkembangan dan nilai produksi hasil hutan menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.032 3. Produksi 2.52 *) *) *) *) Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Produksi Kayu Jati Logs (m3) Kayu Jati Gergajian (m3) Kayu Rimba Logs (m3) Kayu Rimba Gergajian (m3) Rotan (ton) Jumlah I (m3/ton) II.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 23 Hutan Wisata / PPA 45. 3.000) 1.52 926 409. 30. Poleang Timur 16.287 Kecamatan HPB HPT 978 4. Tontonunu 10.285 HL 2. Poleang Selatan 18.367 22.973 14.

jika dibandingkan dengan tahun 2005 masing-masing menurun 18.82 Keadaan dan Perkembangan Perusahaan Industri Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan Kecil (TK 5-19) Rumah Tangga Jumlah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kayu Jati Gergajian (m3) *) 4. memanfaatkan sumber daya alam dan energi serta sumber daya manusia.01% dan 11. Kayu Rimba Gergajian (m ) *) Rotan (ton) *) 3 Jumlah II (m /ton) Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka *) Data tidak tersedia F. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005) masing-masing meningkat 33. menunjang pembangunan daerah. jumlah industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 393 unit dengan tenaga kerja 1. Untuk jelasnya keadaan dan perkembangan perusahaan industri menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Sejalan dengan hal tersebut. sedangkan industriindustri yang dapat dikategorikan industri besar dan industri sedang belum ada.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 24 Jumlah 2010 *) *) *) *) Perkembangan (%) 05-10 - 2005 3.82 Tabel: 3. Kayu Rimba Logs (m3) *) 3 5.225 orang. Sebagaimana disajikan pada tabel 3.81 jumlah industri kecil di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 5 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 205 orang. memeratakan kesempatan berusaha.77%. Uraian Perindustrian Pembangunan bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja.39%. meningkatkan ekspor. maka sampai saat ini pemerintah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk membuka berbagai kegiatan investasi di bidang industri.93% dan 133. Industri yang ada di Kabupaten Bombana hingga Tahun 2010 masih berskala industri kecil dan industri rumah tangga.

industri logam dan elektronik dan industri kerajinan.93 133. 5. 12. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.83 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 15.39 Ditinjau dari jenis industri di Kabupaten Bombana terdiri dari 5 jenis industri yaitu industri pangan.225 1. 11.431 1. 7. 20.17 -14. industri sedang.571 Unit 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 25 Unit 119 22 16 87 35 10 19 69 16 393 458 Naker 412 66 70 259 112 42 26 152 86 1.01 -11.19 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 12. 22. 14. 3. 17. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Tahun 2010 Tahun 2005 1 15 2 4 1 2 11 1 16 1 1 1 56 75 Naker 4 42 6 13 3 6 33 3 86 3 3 3 205 478 % Perkembangan 05-10 33. 6. industri kimia dan bahan bangunan. 19. 2. 21. 10. 9.093 Unit 119 22 16 87 1 50 2 4 10 1 21 80 1 32 1 1 1 449 533 Naker 412 66 70 259 4 154 6 13 42 3 32 186 3 172 3 3 3 1.08 -18. Keadaan dan perkembangan banyaknya perusahaan dan tenaga kerja menurut jenis industri tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. 18. 8. 4. 13. 16.

Industri Kimia dan Bahan 171 Bangunan 4.392 -2.83 -0.00 14. Sektor Pertambangan Dalam usaha meningkatkan kontribusi Sektor Pertambangan untuk meningkatkan pendapatan daerah. dan Lantari Jaya. Industri Sandang 15 3.2010 2005 Unit 1. hal ini dapat dilihat dari penyebaran batuan ultrabasa yang ada yaitu lebih dari 65% luas wilayah Pulau Kabaena. maka pembangunan Sektor Pertambangan dan Energi diarahkan pada peningkatan produksi yang efektif. Secara umum jenis endapan mineral emas di daerah ini adalah placer dengan kadar yang sangat bervariasi dan di beberapa tempat juga menunjukan indikasi primer dengan kandungan yang belum diketahui.57 0.83 Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri di Kabupaten Bombana Tahun 2005 .75 6 0. Industri Logam dan Elektronik 56 5.00 Industri 1.00 0. Potensi tambang yang dapat diberdayakan dan dikembangkan di Kabupaten Bombana antara lain meliputi : Emas. Tanah Liat. Krisopras. Meskipun tidak secara keseluruhan tetapi beberapa indikasi memperlihatkan di TK 530 32 624 118 2 1. Mata Usu. Industri Kerajinan 1 Jumlah 450 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka G. Industri Pangan 207 2.00 0.2 -1. Marmer.89 -2.  Nikel (Laterit Nikel) Tersebar di beberapa tempat di Pulau Kabaena dengan luasan yang cukup besar.433 2010 Unit 197 15 168 56 1 437 TK 527 32 713 118 2 Perkembanga n (%) Unit TK -4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 26 Tabel: 3.86 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .00 0.000 Ha yang meliputi Kecamatan-kecamatan Rarowatu. Nikel. Kromit. Poleang Utara.00 0. Batugamping / Batukapur. Pasir Kuarsa.  Emas Tersebar pada wilayah daratan diperkirakan mencapai luas areal ± 100. Rarowatu Utara.

selain itu di daerah ini juga dijumpai adanya jenis silica yang lain dengan variasi warna yang cukup menarik. Sangat disayangkan potensi yang ada. sekitar daerah Toli-Toli. dengan luasan tidak kurang dari 3. secara umum penyebaran mineral krisopras ini cenderung berasosiasi dengan keberadaan kromit yang ada di daerah ini. Pongkalaero dan Purano. secara umuk Kadar Cr2O3 di ketiga lokasi tersebut berada pada kisaran 52-67%. kerikil dan pasir kuarsa yang ada di daerah ini memiliki kadar SiO2 78% . Lokasi-lokasi yang mengindikasikan keberadaan laterit nikel yang memiliki potensi cukup baik antara lain adalah wilayah sebelah selatan Pongkalaero. antara lain putih. dan ketebalan belasan meter. putih.267 % Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Berdasarkan hasil analisa laboratorium. Berdasarkan hasil eksplorasi semi detail yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa potensi batu setengah permata ini sangat besar. kadar tanah liat yang ada memiliki komposisi : . Krisopras yang ada umumnya berwarna hijau muda hingga hijau gelap.98%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Bersasarkan hasil analisa laboratorium yang telah dilakukan. sehingga sangat layak untuk diberdayakan dan dikembangkan. dengan penyebaran hingga puluhan ribu hektar dan ketebalan hingga puluhan meter. Krisopras (Batu Setengah Permata) Dijumpai di Desa Batuawu.500 Ha. Tanah Liat (Lempung) Dijumpai di daerah Mulaeno dan sekitarnya dengan penyebaran cukup luas.500 Ha memiliki cadangan tidak kurang dari 12. diperkirakan luas areal tanah liat yang dapat dikembangkan dapat mencapai 10. maka dengan luas penyebaran yang ada diperkirakan jumlah cadangan kromit di lokasi tersebut berkisar 2 juta ton. Kromit (Cr) Tersebar dibeberapa tempat di Pulau Kabaena. kelabu cerah.SiO2 = 89. bahkan untuk wilayah sekitar Purano dengan kawasan seluas 1. Pasir – Kerikil Kuarsa Dijumpai di daerah Waemputtang – Padang Pa’jongang’e Kecamatan Poleang Timur dan daerah Rakadua Kecamatan Poleang Barat. kehijauan dan coklat.000 ton. hingga saat-saat ini belum diberdayakan secara massal. orange.000. akan tetapi hingga saat ini berdasarkan hasil suvery yang telah dilakukan wilayah yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan adalah di daerah BatuawuPongkalaero-Purano.41 % Al2O2 = 0.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 27     beberapa lokasi yang memiliki kadar Ni (nikel) lebih dari 1% dengan ketebalan laterit secara umum lebih dari 2 meter.MgO = 2.000 Hektar. akan tetapi dikelola secara individu tanpa arah pengembangan yang jelas. dan menyebar hingga wilayah sebelah selatan Dongkala. sebelah timur daerah Rahantari.94 % .60 % Fe2O3 = 0.

yaitu di daerah sekitar Poleang dan Poleang Timur.550. dengan luas penyebaran yang cukup besar. Produksi tambang galian C di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27.650 ribu meter kubik.214 m3 Batu gunung sebanyak 5.716. serta ketersediaan lahan dan air.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 28 . kelabu dan coklat. yaitu tidak kurang dari 8. dan tanah liat.675 hektar. terdapat satu kawasan yang dapat dikembangkan menjadi wilayah industri semen. Pengembangan pariwisata dalam konteks pembangunan daerah saat ini.290 m3 Tanah urug sebanyak 15. Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan. marmer di lokasi ini memiliki variasi warna hitam.84 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Bahan galian yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri semen ini memiliki penyebaran yang cukup luas.K2 O = 0. tidak semata-mata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi lebih memberikan efek ganda ekonomi yang dihasilkan oleh pergerakan wisatawan dan juga telah mampu untuk dapat membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap budaya. kecuali oleh beberapa masyarakat yang memanfaatkannya menjadi batu belah untuk kebutuhan sendiri. Hingga saat ini bahan galian ini juga belum diberdayakan secara optimal.311 m3.931. Sampai sejauh ini potensi marmer yang ada sama sekali belum dapat diberdayakan dan dikembangkan. hal ini didasari atas keterdapatan bahan baku semen di daerah tersebut yaitu batu gamping. dan kadar CaO lebih dari 45%. yaitu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan memiliki luas hingga 14.962 m3 - Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana memiliki kaitan yang luas dengan ekonomi kerakyatan. perumahan dan jalan) Dengan melihat potensi yang ada ini.845 m3 Batu kali / kerikil sebanyak 919. Obyek Wisata Obyek wisata di Kabupaten Bombana sebanyak 22 unit. dari sejumlah obyek wisata tersebut belum ada satu pun yang dikelola secara komersial. dengan cadangan terkira hingga 5.000 hektar.  Batu Gamping (Batu Kapur) Dijumpai terutama di daerah Boera Kecamatan Poleang. kecuali baru sebatas pemanfaatannya sebagai bahan bangunan (pondasi. pasir kuarsa. 1. terdiri dari : Pasir sebanyak 4.80 % H2O = 1.64 %  Marmer / Batugamping Kristalin Dijumpai di daerah Lengora Kecamatan Kabaena Timur (Pulau Kabaena). Adapun ke 22 obyek wisata dimaksud dan daya tarik dari masing-masing obyek wisata dapat di lihat pada Tabel : 3.118.

2. Air Terjun Kabaena Ulungkara Tengah 17. Pulau Sagori Pulau Bakau Pulau Motaha Watu Bangka Lokasi Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Selatan Kabaena Tengah Jarak (Km) 80 70 70 70 70 70 60 80 65 60 55 55 55 55 65 65 6 4 30 Daya Tarik Wisata Bahari Bahari Bahari Tirta Akses Transportasi 5. Benteng Tirongkotua 7. Puurano 9. 4. Air Terjun Ee Kabaena Meloro Tengah 14. Goa Watu Buri Speed Boat Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor & Mobil Sejarah Sepeda Motor & Mobil Bahari Speed Boat Bahari Bahari Alam Alam Sejarah Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil 11. Pantai Landuli 8. 3. Benteng Wasauri Kabaena Tengah 13. Air Terjun Rumbia Sangkona 18. Tapuahi Rumbia Tengah 19. Air Panas Lareete Kabaena Tengah 15.84 Data Obyek Wisata dan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. Gunung Kabaena Sampapolulu Tengah 16. Tahi Ite Rarowatu Sepeda Motor & Mobil Alam Sejarah Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor Alam Tirta Alam Tirta Bahari Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 29 Tabel: 3. Pantai Lanere 10. Gunung Watu Sangia 6. Benteng Tangkeno Kabaena Tengah 12.

3. 12. Poleang Selatan dan Poleang.85 Jumlah Kamar. Tabel : 3.265 750 150 1. penginapan atau akomodasi lainnya dan tentunya ke depan akan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kepariwisataan itu sendiri.049 720 901 1. 7. Pulau Basa Poleang 65 Bahari 21. Tempat Tidur dan Tamu yang Menginap di Hotel/Akomodasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Hotel / Akomodasi 1. Rumbia Tengah. Sebagaimana disajikan pada tabel 3. Pantai Timbala Poleang 70 Bahari Barat Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. Rumbia.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 30 Daya Tarik Wisata Akses Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kecamatan Lokasi Jarak (Km) 20. 10. namun memasuki tahun 2010 mulai terlihat kemajuan di dalam fasilitas yang mendukung pembangunan kepariwisataan seperti hotel. Hotel-hotel/ penginapan-penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kabaena Barat.440 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Prasarana/Sarana Kepariwisataan Sebagaimana diketahui bahwa daerah Kabupaten Bombana merupakan daerah yang baru terbentuk. Kabaena Timur. 9. 2. 5.082 1. 4.815 1. 11.85 di Kabupaten Bombana tahun 2009 terdapat 16 penginapan dengan 110 kamar serta 149 tempat tidur. 6. Alam Panorama Kawanua Yayad Pantai Bahagia Wonua Bombana Iqrah Rahmat Mustafa Nirwana Mujur Citra Zam-zam Jumlah Kamar 9 12 6 10 6 7 7 4 11 9 4 8 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 15 12 8 12 6 9 9 4 22 18 5 10 69 60 278 2. sedangkan Kecamatan lainnya belum memiliki sarana perhotelan. Danau Ponu-ponu Poleang 70 Alam Barat 22. 8. tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut masih sangat terbatas.

60 29. 14.49 Uraian 2005 2010 1. Bombana selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .79%).86 Banyaknya Jumlah Hotel / Akomodasi. Hotel / Akomodasi 8 16 2.86 Tabel: 3. Banyaknya rumah makan yang dalam hal ini mencakup tempat makan secara umum tanpa melihat klasifikasinya tersebut di 16 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada. Untuk jelasnya lihat banyaknya rumah makan / warung makan. Selama tahun 2010. Meja dan Kursi Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Peningkatan ini masih dipengaruhi oleh pertambangan emas di Kabupaten Bombana. Tempat Tidur 53 149 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya tamu yang menginap di hotel/penginapan selama tahun 2010 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hingga mencapai 11. dan jumlah kamar keadaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel : 3. Penginapan Rosalina Fasilah Maros Indah Penginapan Kenangan Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Perkembangan jumlah hotel / akomodasi.514 Hotel / Akomodasi 13. 15. Kamar 52 110 3. di Kabupaten Bombana telah memiliki 65 Rumah makan/warung makan dengan jumlah meja 208 buah dan kursi 783 buah.87 Banyaknya Rumah Makan/Warung Makan.2010 Jumlah Perkembangan (%) 05-09 18.92 20. Banyak penambang dan pengusaha yang memanfaatkan hotel dan penginapan untuk menginap. meja dan kursi menurut kecamatan sebagaimana disajikan pada Tabel : Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 31 Jumlah Kamar 3 7 4 3 110 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 3 9 4 3 149 12 923 11. 16.514 orang (mengalami peningkatan 1. Kabaena Rumah Makan 3 Meja 6 Kursi 24 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kamar dan Tempat Tidur Kab.

3. 6.625. kelompok pertama adalah komoditas hasil bumi yang meliputi hasil pertanian. 20. 14. 21. 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 32 Meja Kursi Kecamatan 2.88 Tabel: 3. Rumah Makan Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat 3 10 40 Kabaena Timur 1 3 16 Kabaena Tengah 1 2 7 Rumbia 11 60 280 Mata Oleo 1 2 6 Kep. Volume dan nilai masing-masing komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel 3.000.904. Perdagangan Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat usaha pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.13 4. 4. 15. 7. 18. 11. peternakan. Volume keseluruhan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut tahun 2010 berjumlah 90.80 -97. 9. Komoditi potensial yang diperdagangkan di Kabupaten Bombana merupakan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut yang terdiri dari dua kelompok. dan hasil hutan.88 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 19. 10. 12. 5. Sedangkan kelompok kedua adalah komoditas hasil laut yang meliputi ikan dan hasil-hasil laut lainnya.26 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka a). 8.05 ton dengan nilai sebesar Rp.311. 17. 13. 58. Masaloka Raya 1 1 4 Rumbia Tengah 5 20 61 Rarowatu 5 18 68 Rarowatu Utara 4 4 16 Lantari Jaya 10 24 96 Mata Usu Poleang Timur 7 24 69 Poleang Utara 4 8 32 Poleang Selatan 1 2 6 Poleang Tenggara Poleang 6 20 50 Poleang Barat 2 4 8 Tontonunu 1 1 Poleang Tengah 1 1 Jumlah 2010 65 208 783 Jumlah 2005 69 724 751 % Perkembangan 05-10 -5. 22. perkebunan.-.

Sapi 3. Lainnya Jumlah I II. Mete Gelondongan 3. Kacang Mete 4. Cengkeh 8.800 678.000 390. Kacang Kedele 2.05 1. Merica 9. Kapas Rakyat 6.000 23.25 273.000 172.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 33 Volume dan Nilai Komoditi Perdagangan Antar Pulau Hasil Bumi dan Hasil Laut Tahun 2010 Jenis Komoditi I.000 1. Ternak Kecil 5.000 25.000.097.200 2. Asam 13. Lada 9.60 5 6 434.000 2. Kacang Tanah 4.125 410. Kopra 2. Kerbau 2. Jeruk 7. Telur Jumlah III IV.680 30 Nilai (Rp. Perdagangan Antar Pulau Hasil Pertanian Tanaman Pangan 1. Biji Jumlah II III. Jagung 5. Biji Kapuk 7.60 21. Agar-agar Volume (Ton) 73.000 20.400 75. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan 1. Beras Ketan 8. Kulit Ternak Besar 4.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .920. Tepung Kelapa 12. Pinang 14.000) 736.525 2.120. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan 1. Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan 1. Kemiri Kupas 10. Bawang Merah 6.800. Kopi 11. Kakao 5.60 54.600 80 3. Unggas 6. Kacang Hijau 3.

23.000 200.000 40.000 10.500. Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan 1.000 10.000 1. Gembol 4.000 225. 9.000 400. 29 30. 15. Jati gelondongan 3.000 35. Rotan polis 9.890. Cumi-cumi kering Ikan kering Mete Lele putih Ikan kayu Japing-japing Ekor ikan hiu Daging ikan hiu Kulit ikan hiu Biji mutiara Kulit mutiara Ikan kering belahan Ikan teri Teripang campuran Siput Ikan layang Daging kepiting Daging moci Sirip ikan hiu Kepala ikan hiu Tulang ikan hiu Rajang beku / udang Ikan cakalang segar Ikan tongkol / tuna Ikan segar Campuran Ikan sunu hidup Boli-boli Ikan kerapu hidup gurita Jumlah IV V. 24. 19. 25.000 Jenis Komoditi 2. Lain-lain 700 1.000 100. 31. Madu alam 10.000 10.000 150.000 40 60*) - 1. 26. 11. Kulit kayu galapari 5. 17. 20.000 300. Jati olahan 2. 6.000 3.000 385. 10. 5. 7.000 15.000 400. 4.000 10. 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 34 Volume (Ton) 10 25 1 1 1 10 15 2 11 1 1 1 15 20 10 15 20 8 4 2 203 Nilai (Rp. 27. 3. 13. 12. 28. 21. Kayu rimba gergajian 7.000 10. 22.000 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 8. 14.035. Kayu rimba log 6.000 10.000) 250. Rotan 8.000 300.000 200. 18.

582 3.880.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 35 Volume (Ton) 1.27 Plus Minus Minus -47.805.751 276.035.000 .625 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Sarana perdagangan di Kabupaten Bombana meliputi : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .18% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing menurun 24.051 259.564 58.000 51.000 60.071.6 Jumlah 2010 434.03% sedangkan nilai perdagangan menurun 12.05 3.100 190. Untuk jelasnya lihat volume dan nilai perdagangan menurut jenis perdagangan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.000) 3.453.920.900 23.3 14.047.680 203 1.311.904.700 2.844.454.200 14.89 Volume dan Nilai Perdagangan Menurut Jenis Perdagangan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Komoditi 2005 Volume (ton) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah Nilai (Rp.27% per tahun dan 22.05 Perkembangan (%) 05-10 Plus Minus Minus Minus -24.740 Nilai (Rp.847**) 90.65 24.65% per tahun.831.200 15.89 Tabel: 3.740*) 84.000 Jenis Komoditi Jumlah V Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 *) Dalam Liter Jika volume dan nilai perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 masing-masing untuk volume perdagangan meningkat 494.867.182 3.413.805.248 2.25.96 -25.097.525 123. 000) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah 7.

Kep. Kabaena 1 1 98 1 8 2. Mata Oleo 2 1 12 1 4 9. Kabaena Timur 2 2 12 3 9 6. Rumbia Tengah 2 1 17 8 11. Poleang Timur 1 1 1 72 6 14 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 36 Pasar umum sebanyak 18 unit Pasar Ikan sebanyak 12 unit Kelompok pertokoan sebanyak 4 unit Kios/warung sebanyak 572 unit Bank sebanyak 5 unit Koperasi Unit Desa sebanyak 26 unit Koperasi Non KUD sebanyak 116 unit. Masaloka Raya 1 10.90 - Tabel: 3. Kabaena Tengah 2 1 7. Kabaena Barat 1 1 1 7 5. Rumbia 1 3 1 22 8. Kabaena Selatan 1 1 4.90 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2010 Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1. Rarowatu Utara 1 3 13. Lantari Jaya 1 1 1 40 5 14. Poleang Utara 1 1 3 5 17. Kabaena Utara 2 1 3. Poleang Selatan 1 4 Kecamatan Pasar Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Mata Usu 1 15. Untuk jelasnya lihat sarana perdagangan menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Rarowatu 1 1 22 1 4 12.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 37 Kecamatan 18. 21. Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1 1 1 1 1 269 1 2 10 1 1 30 1 6 1 1 2 Pasar 18 22 4 574 5 26 116 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka BAB IV PEMBANGUNAN DAERAH A. Aspek Ekonomi dan Keuangan 1. 20. Ekonomi Kabupaten Bombana telah berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi yang bertumpu pada keunggulan daerah yang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 19. 22.

799. Hotel dan 30.712.42 5.25 8.74%per tahun .68 4.22 Komunikasi 8. Keuangan.623. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. Konstruksi 28.83 9. Industri Pengolahan 5.2 sebagai berikut : Kabupaten Bombana Tahun 2011 . dihitung berdasarkan angka PDRB atas dasar Harga Konstan periode lima tahun terakhir (2005 .05 197.64 947.653.065.1 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha Nilai PDRB Perkembangan (%) (Jutaan Rupiah) 05-10 2005 2010 157.05 5.76 15.64 8.87 7.89 40.05 388.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 38 mampu menciptakan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan yang ditandai dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi daerah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator.105.52 1.228.2010) sebesar 7.55 7. Pengangkutan dan 4.1 Tabel: 4.36 8. Indikator makro sebagai berikut : b).637.96 4.80 9.887. Jasa-Jasa 40.489. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan masingmasing sektornya.11 7. Gas dan Air Bersih 785. Pertambangan dan Penggalian 3.834.681.79 55.543.33%/tahun. Persewaan & 13.946.988.847. Perdagangan.29 Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Laju pertumbuhan ekonomi Bombana jika dilihat dari dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir (2005-2010) yang mencapai sebesar ratarata 18. Listrik.024.78 Produk Domestik 290.17 8. Pertumbuhan Ekonomi Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kabupaten Bombana tahun 2010.19 42.00 Jasa Perusahaan 9. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan sektornya masingmasing. Pertanian 2.80 12. Untuk jelasnya lihat Tabel 4.07 19.149.74 6.28 Restoran 7.49 17.

03% bergeser menurun tinggal menjadi 50.48% (2005) menjadi 46.94 42.631. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.357.3 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .054. 7.06 132.97% (2005) menjadi 49.49 10.73 87. Struktur perekonomian Kab.118.67% Tahun 2010.401.93 42. Sedangkan kedelapan sektor lainnya di luar sektor pertanian bergeser naik dari 40.94 1. Bombana berdasarkan Harga Konstan menunjukkan bahwa Sektor Pertanian yang demikian besarnya dalam pembentukan PDRB Kab. Bombana Tahun 2005 sebesar 54.49 20.166.98 6.804.012.891. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.17 6.32 23. 2.60 18.38 13.48 56.88 1.54 544. 3. 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Untuk jelasnya lihat pergeseran peranan sektor selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.612.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 39 Tabel: 4.903. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Nilai PDRB Perkem(Jutaan Rupiah) bangan (%) 05-10 2005 2010 307.705.970.79% (2010).16 13.66 21. Sedangkan kedelapan sektor lainnya bergeser naik dari 45.624.00 2.2 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan Rupiah) Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha 1.21% (2001).57 15. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.70 32.50 21.99 6.62 17.35 40.997. 5.33% (2001).528.337.758. Bombana dilihat dari dasar Harga Berlaku menunjukkan sektor pertanian bergeser turun dari sebesar 59.52% (2005) menjadi 53.03 516.31 15. Struktur perekonomian Kab.484. 4.01 130.879.01 22.35 20. 8.307.33 b) Struktur Perekonomian/Komposisi dan Peran Sektor Lapangan Usaha Untuk memperoleh gambaran tentang struktur perekonomian di Kabupaten Bombana dapat dilihat dari peran setiap sektor di dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bombana.

Keuangan. Listrik.27 9. Gas dan Air Bersih 5.97 4. Pertambangan dan Penggalian 3. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah relatif sama.36 7.15 12.04 0. Pertambangan dan Penggalian 3. Listrik. Pertanian 2. Di dalam perhitungan shift share dapat dibedakan ke dalam tiga klasifikasi apabila : .23 0. Gas dan Air Bersih 5. Konstruksi 6.79 4. Perdagangan. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku 1.34 0. Hotel dan Restoran 7.21 1.78 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 40 Tabel: 4. Industri Pengolahan 4. Hotel dan Restoran 7. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 Distribusi Persentase PDRB Bombana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005 – 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 1.56 4.98 100. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 2005 59.35 4.93 100.20 11.64 13.52 2.00 C) Pengaruh / Posisi Sektor terhadap Perekonomian Daerah Untuk mengetahui pengeruh/posisi sektor-sektor perekonomian terhadap perekonomian daerah dapat diketahui dari hasil analisis shift share.71 1.67 4.28 8. Analisis shift share dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan murni suatu sektor tertentu tanpa dipengaruhi sektor-sektor lain atau karena perubahan perekonomian secara keseluruhan.26 1. . Konstruksi 6.90 14.00 50.49 1.00 54.01 1.40 2. Pertanian 2. Perdagangan.87 1.00 2010 53. Keuangan.46 11. Industri Pengolahan 4.77 13. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.03 3.99 100. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.30 100.67 4.10 1.24 10.85 0.67 10.Nilai shift share > 0.Nilai shift share = 0.Persewaan & Jasa Perusahaan 9.

58 3. 4. kedua sektor dimaksud yaitu Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Berdasarkan teknik perhitungan di atas. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.143.24 8.39 1.10 2.41 -13. terdapat 7 sektor di antaranya mencapai nilai shift share > 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.32 2.39 2.057. Sektor Industri. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat rendah. 2. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 41 .04 2.47 1.55 670. 7.88 12.24 11.339. Sektor Konstruksi / Bangunan.2 60. Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa.45 S R N M = = = = Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 5.02 4.15 861.35 1.852.04 6.M Nilai murni sektor Perubahan absolut suatu sektor (waktu tertentu) Perubahan sektor tertentu terhadap perekonomian daerah Pengaruh pertumbuhan yang ditimbulkan oleh sektorsektor tertentu.09 2.64 -13. Sektor Perdagangan.13 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .267.00 451. maka dari 9 sektor perekonomian daerah.66 67.001. 6.342.77 1.20 -6038. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Jasa-Jasa 4.N .47 5.715. Untuk lebih jelasnya lihat capaian nilai shift share masingmasing sektor sebagaimana disajikan pada Tabel 4. Di dalam menghitung shift share menggunakan rumus: S = R . Sektor Pertambangan dan Penggalian.60 1.012.33 323. Hotel dan Rumah Makan.37 490. Sektor Keuangan. Hasil Perhitungan Shift Share N R M S 8.64 11.93 -5. 8.740.Nilai shift share <0.192.215.162.96 1. 3.93 1.336.874. Sedangkan Kedua sektor lainnya mencapai Nilai shift share < 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian rendah.4 Tabel: 4.03 12.130.30 536. Ketujuh sektor dimaksud yaitu Sektor Pertanian.89 14.4 Pengaruh/Posisi Sektor Terhadap Perekonomian Daerah ( Hasil Perhitungan Shift Share ) Tahun 2010 Lapangan Usaha 1.

ketiga sektor dimaksud yaitu sektor pertanian. Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sultra (Hasil Perhitungan LQ) Tahun 2010 Lapangan Usaha PDRB Jutaan Rupiah LQ Kabupaten Bombana Tahun 2011 . sektor pengangkutan dan komunikasi. sektor perdagangan. Berdasarkan teknik perhitungan di atas. . .Apabila Nilai LQ = 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi sama pertumbuhannya.Apabila Nilai LQ < 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. persewaan dan jasa perusahaan. dan sektor jasa-jasa. . Pengaruh / Posisi Sektor Perekonomian Kabupaten Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Gambaran tentang pengaruh/posisi sektor perekonomian Kabupaten Bombana terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari hasil analisis Location Question (LQ). sektor konstruksi/bangunan. sektor industri pengolahan. yaitu sektor pertambangan dan penggalian.5 Posisi Sektor Perekonomian Kab. Keenam sektor di maksud. hotel dan rumah makan. gas dan air minum. pertumbuhannya relatif lebih besar.Apabila Nilai LQ > 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. Nilai LQ diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai LQ dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi. yaitu: . maka dari 9 sektor lapangan usaha di Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa : . LQ adalah angka yang menunjukkan perbandingan nilai relatif suatu sektor di tingkat kabupaten dengan nilai relatif sektor tersebut di tingkat provinsi. dan sektor keuangan. Untuk jelasnya lihat hasil perhitungan LQ sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.6 (enam) sektor lainnya nilai LQ < 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian Sultra relatif rendah. pertumbuhannya relatif sangat kecil.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 42 c). sektor listrik.3 (tiga) sektor di antaranya mencapai nilai LQ > 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian provinsi sangat tinggi.5 Tabel: 4.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

43

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kab. Bombana Prov. Sultra 2010 2010 Pertanian 197.024,42 3.731.856,51 Pertambangan dan Penggalian 17.105,76 558.809,44 Industri Pengolahan 7.964,64 953.959,86 Listrik, Gas dan Air Bersih 947,89 74.292,58 Konstruksi 40.681,19 877.513,86 Perdagangan, Hotel dan Restoran 42.799,55 1.695.809,00 Pengangkutan dan Komunikasi 7.653,07 849.519,56 Keuangan, Persewaan & Jasa 19.065,79 620.181,58 Perusahaan Jasa-Jasa 55.623,05 1.405.098,89 Jumlah 388.847,36 10.767.041,28

1,46 0,85 0,23 0,35 1,28 0,70 0,02 0,85 1,10 xx

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka c). Pendapatan Per kapita Nilai Pendapatan Per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan Harga Konstan 2000 keadaan Tahun 2010 sebesar Rp. 3..689.653,68,- jika dibandingkan dengan Tahun 2005 selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 6,14%/Tahun. Pendapatan per kapita Kabupaten Bombana, jika dilihat dari harga berlaku keadaan tahun 2010 sebesar Rp. 10.720.138,35,jika dibanding tahun 2005, selama kurun waktu 5 Tahun (20052010) meningkat rata-rata 17,14%/Tahun. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan pendapatan per kapita baik berdasarkan harga konstan maupun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel: 4.6 Perkembangan Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Konstan dan Harga Berlaku Tahun 2005 - 2010 Perkembangan (%) Atas Dasar Atas Dasar Harga Harga Konstan Berlaku 4,01 22,68 5,90 18,05 6,21 11,19 6,62 25,29 6,19 13,61

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009

Atas Dasar Harga Konstan 2.739.203,15 2.900.755,91 3.080.837,84 3.284.646,06 3.488.014,64

Atas Dasar Harga Berlaku 4.860.670,99 5.737.790.62 6.380.004,03 7.993.784,11 9.081.381,48

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

44 10.720.138,35 xx 5,78 6,14 18,05 17,14

2010 Jumlah

3.689.653,68 xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010

d). Tingkat Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga dari seluruh barang dan jasa pada umumnya di suatu daerah. Manfaat diketahuinya data inflasi adalah sebagai berikut: a. Memperkirakan harga barang dalam rangka menetapkan biaya proyek b. Berhubungan dengan tarif pajak/retribusi yaitu untuk perubahan tarif Langkah-langkah menghitung Inflasi adalah sebagai berikut:  Menghitung tingkat perbandingan antara PDRB harga konstan dengan PDRB harga berlaku (indeks harga)

 Menghitung rata-rata tingkat inflasi dengan cara:

Berdasarkan tehnik perhitungan diatas maka laju Inflasi di Kabupaten Bombana dihitung berdasarkan indikator PDRB Tahun 2005-2010 sebesar 9,06%/Tahun. Untuk jelasnya lihat perkembangan inflasi setiap tahun selama kurun waktu 20062009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.7 Tabel: 4.7 Perkembangan Inflasi di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 No. 1. 2. 2 3. 4. Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan 290.988,29 311.233,70 333.442,16 360.926,76 388.874,36 Harga Berlaku 516.357,94 605.277,49 690.514,22 878.380,98 1.012.401,49 Indeks Harga 1,774 1,945 2,071 2,434 2,603 Inflasi (%) 8,79 6,04 14,91 6,49

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

45 Indeks Harga xx Inflasi (%) 9,06

No.

Tahun Rata-Rata

PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan xx Harga Berlaku xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 e). Tingkat Kemiskinan Prof. Dr. Sayogyo memberikan ukuran Tingkat Kemiskinan dilihat dari besarnya pendapatan per kapita per tahun, apabila: - Pendapatan Per kapita setelah dikonversi ke beras mencapai > 360 kg/kapita/tahun maka tingkat kemiskinan Kabupaten tergolong dalam klasifikasi tidak miskin/berada di bawah garis kemiskinan - Hasil Konversi < 360 Kg/Kapita/Tahun maka tingkat kemiskinan kabupaten tergolong dalam klasifikasi miskin/di bawah garis kemiskinan - Sementara itu Kepmendagri No. 414.3/316/PMD Tanggal 17 Februari 2003 memberikan ukuran tingkat kemiskinan dilihat dari besarnya jumlah penduduk miskin, apabila:  Jumlah penduduk miskin < 20% dari total penduduk Kabupaten tergolong miskin  Jumlah penduduk miskin > 20% dari total penduduk Kabupaten dikategorikan tidak miskin Adapun nilai pendapatan per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan harga konstan, keadaan tahun 2009 setelah di konversi ke Beras mencapai 698 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana tahun 2009 sebagaimana disajikan pada tabel 3.51 adalah sebanyak 30.286 KK atau 27,17% dari total penduduk miskin Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2009) sebanyak 111.481 jiwa dan merupakan urutan terbanyak ke empat bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bombana ditinjau dari Indikator Pendapatan sesuai (kriteria Prof. Sayogyo) tergolong Tidak Miskin dan dilihat dari besarnya jumlah penduduk Miskin sesuai surat Mendagri Nomor 412.4/316/PMD tanggal 17 Februari 2003, tergolong dalam kategori Miskin. Tabel 4.8 Banyaknya KK Miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009 No. Kabupaten / Kota Jumlah KK Jumlah Jiwa

Kabupaten Bombana Tahun 2011

818 6.476 121.772. Realisasi pendapatan daerah menurut jenis anggaran keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel: 4.740 16.136 12.820 atau mengalami penurunan 89.215.659 15.272 27.960 20.840 82.004 55.908 54.850 19. Keuangan Pemerintah Daerah Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah.400 77. realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp.836 167.960 67. baik berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dan atau setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat Provinsi.52. bagian Pendapatan Asli Daerah sendiri.977 13. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Buton Kolaka Utara Konawe Kolaka Bombana Muna Buton Utara Wakatobi Kota Bau-Bau Kota Kendari Konawe Utara Konawe Selatan Jumlah Sumber : Diolah dari Data BPMD Provinsi Sulawesi Tenggara B. 342. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah Kabupaten Bombana terdiri dari bagian sisa lebih perhitungan anggaran Tahun yang lalu. a) Pendapatan Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3. Secara makro rencana dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tampak meningkat setiap Tahunnya.9 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . pinjaman pemerintah daerah dan yang bersumber dari urusan kas dan perhitungan.212 1. pendapatan dari pemberian pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi.286 39.54% dari target pendapatan daerah pada tahun yang sama.Keuangan Daerah 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 46 52.369 30.144 159.134.558 208.803 283.709 41.251 13.544 50.232 1.636 61.

000 105.000.74 .000 75.000 113. Retribusi Daerah 28.Lainnya 28.181.000.000.Pajak Kekayaan daerah .600.751.33 200.Pajak Lingkungan .200.000.000 .481.Retribusi penggunaan biaya 117.000 a.Retribusi pengujian kendaraan .000 99.Pajak Hotel dan Restoran 9.000 90.000.000 133.718.Retribusi pasar 95.47 cetak KTP dan Akta Catatan Sipil .Pajak Pemanfaatan Hasil-hasil Perkebunan dan Hasil Ikutannya .000 112.Retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan .Retribusi penjualan produksi usaha daerah .Pajak Pengambilan dan 184.Retribusi pelayanan kepelabuhan .000 94.39 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 47 Tabel: 4.000 Pengolahan Galian Gol.000 26.400.000 199.578.000.Pajak Hiburan 3.000 100.000 .000.9 Terget dan Realisasi Pendapatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana Keadaan Tahun 2010 Uraian Target Realisasi Nilai Persentase 30.200.Retribusi pelayanan 121.000 .72 kesehatan .000 .61 183.200.Pajak Reklame 3.000.00 4.Retribusi terminal 30.000 .000 110.23 Retribusi Jasa Usaha .Lainnya 265.73 10.560.000.500.24 A.000 100.000 100.Retribusi kapal pengujian perikanan Kabupaten Bombana Tahun 2011 . C .00 b. Pajak Daerah 405.000 46.000 28.000.Retribusi pemakaian kekayaan daerah .Retribusi parkir di tepi jalan umum .44 428.000 90.280.000.320 47.000.820 93.000.33 3.92 Retribusi Jasa Umum .Pajak Penerangan Jalan 177.000.000.000. Pendapatan 64.000.250.000.780 14.000 85.

000.Retribusi izin trayek 33.00 .000 20.686.Retribusi lainnya 26.400 22.000 11.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 48 Realisasi c.Retribusi izin usaha bidang infokom .Retribusi Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) .Retribusi izin usaha bidang 20.Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Retribusi Perizinan Tertentu .000 65.000.000 21.Retribusi sewa alat-alat berat .Retribusi surat izin usaha industri .000 903.11 Bagi Hasil Pajak dan Bukan 21.000.156.000.066. a.Retribusi provisi SD hutan dan dana reboisasi peng.Retribusi izin gangguan tempat usaha .370.681.000 11.000 3.000 70.13 Pajak Dana Alokasi Umum 229.Retribusi tempat penginapan 25.Retribusi izin penjualan minuman beralkohol .513.215.00 Dana Perimbangan 303.947.250.000 880.Retribusi IMB 1.000 80.751.122.300.Retribusi izin usaha konstruksi . d.681. Nilai Persentase .500 52.50 perikanan .040.41 Uraian Target Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 291.000 49.000.820 95.410.Retribusi izin pendirian pelayanan koperasi .500 Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD 30.582.000 2.Retribusi izin usaha industri dan perdagangan . Hasil hutan/ ikutannya . B.000.000.Retribusi surat izin usaha koperasi .000. b.000.826.322.Retribusi wajip daftar perusahaan .40 .194.Retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .31 .030.500 96.Retribusi perizinan dan pengaturan PHH .896.44 Hasil Pengelolaan Kekayaan 0 2.820 25.

000.000 25.16%. b.000.156.761.000. a.60 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000.000. Departemen Keuangan Uraian Target Jika realisasi pendapatan daerah tahun 2010 tersebut dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun sebelumnya (2008) sebesar Rp.194.000 19.000.000 2. 7.000 142.200.718.550.772.030.000 3. B.820 89.157 26.000 Perkembangan (%) 924. Dana Penyesuaian Infrastruktur 4. Dana Darurat c.10 Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2010 Uraian A. Perkembangan realisasi pendapatan menurut jenis anggaran tahun 2009 dibandingkan dengan sebelumnya disajikan pada Tabel: 4.215.980.000 1.550.82 d. C.000 342.000.896.000.668.00 b.080.898 30.201 428. Dana AD HOC (Penyesuaian 3.156.000.60 Sah a.000.540 903. DBH Pajak dari Provinsi 2.500 11.320 399.560.00 atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan 382.761.156.000.000 15. Dana Alokasi Khusus 49.10 Tabel: 4.513.240. d. Pendapatan Hibah 4.500.54 Sumber : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.000. c.00 d.680.826.000 694.947. d.000.000 100.100. Pendapatan Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana AD HOC (Penyesuaian Gaji) Lain-lain Pendapatan yang Sah Realisasi 2009 2010 7.000.550.000 0 e.000 57. b.472.156.500 49. Lain-lain Pendapatan yang 13.820 2.000.000.234.000 6.18 325.000.000 2.60 7..000.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 49 Realisasi Nilai Persentase c.898.mengalami kenaikan sangat tinggi sekitar 4630. Bantuan Keuangan dari Provinsi 3.000 49.710.500 594.000.000 49.215.14 Gaji) C.000 19.234.000.000. c. a.212.000 100.237.578.481.000 291.490.

Rp.120 99.234.) % 123. Departemen Sumber : Direktorat Keuangan b) Realisasi Belanja Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.000 3. Untuk jelasnya realisasi belanja daerah tahun 2009 menurut jenis pengeluaran disajikan pada Tabel: 4.215.80% dari target belanja daerah pada tahun yang sama.11 Tabel : 4.820 4.722.124 104.000.550.000. 397. b. e.630.55.000 - a.532.120 128.) Realsiasi (Rp. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja daerah tahun sebelumnya (2008) menurun dari Rp. Pendapatan Hibah Dana Darurat DBH Pajak dari Provinsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan Jenderal 7.064.898 342.000.000.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 50 1.761.783 juta (2005) menjadi Rp.Belanja Pegawai / Personalia Target (Rp. 4.16 Perimbangan Keuangan.574 juta (2009).11 Rencana dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bombana menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2010 Uraian 1.000. Belanja Langsung .842.201.50 95.772. d. c.574 juta atau 105.124 103.000 15.865. BELANJA a.698.722. realisasi belanja daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar.278. 397.085.698.23 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Untuk lebih jelasnya realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Bombana menurut jenisnya keadaan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.574.187.876 126.jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran daerah Kabupaten Bombana pada tahun yang sama terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp.905.440.26 105.506.000.Belanja Pegawai .Belanja Modal Jumlah Belanja 2009 Jumlah Belanja 2008 c) 22.027.007 4.310.771.76 96.250 375.620.252 122.179 111.000 252.000.581.801..000. Belanja Langsung .100.124.783.081 79. 55.883 36.92 94.506.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 51 Target (Rp.232.068.000 22.96 127.823.80 95.08 Pembiayaan Pembangunan Realisasi penerimaan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 sebesar Rp.808.072.120.Belanja Barang dan Jasa .39 106.) 5.278.Belanja Tidak Terduga b.000.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten dan Pemerintah Desa .828 86.313.074 4.000.294.26 1.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .187.000 873.306.520.000 Realsiasi (Rp.731.000 100.452 397. 59.500.-.000 269.623.000 102.933.801.187.929.) Uraian Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintah Desa % 5.000.75 - .954 38.722.

000.264.000.00%).034.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 52 Tabel : 4.19%.684.Sisa lebih perhitungan / silfa 59.Pemberian pinjaman daerah 2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diberikan kepada pemerintah. Untuk jelasnya lihat realisasi penerimaan PBB atas dasar harga pokok tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.506.atau 46.000.718.Penerimaan piutang daerah b.477. 682.12 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Bombana Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 Uraian Target (Rp.) Realsiasi (Rp.000 2.) Persentase (%) 1.926 4.Pencairan dana cadangan .948.956. Pengeluaran Daerah 6.Penerimaan pinjaman daerah .000..12 Tabel: 4.000 63.801.Pembentukan dana cadangan 4.Pembayaran utang pokok . hingga akhir tahun 2009 realisasi obyek pajak yang melunasi pajak 100%. perkiraan obyek pajak sebanyak 51.718.034.(2008) menjadi Rp. Penerimaan Daerah 59.71 .12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .330. hal ini berarti bahwa terjadi penurunan realisasi nilai pajak dari sebesar Rp. Perpajakan Salah satu sumber keuangan daerah adalah pajak dari masyarakat maupun pelaku usaha.000.. 1.264.000 100. PEMBIAYAAN a.Penyertaan modal 2. 1. Pada Tahun 2011.187 .278.187 .506.(2009)..Penerimaan kembali pemberian pinjaman .278.482.020.801. Perkembangan jumlah obyek pajak tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) tidak ada kenaikan (0.74 .-.000.000.433 dengan Poleang sebagai Kecamatan dengan obyek pajak terbanyak hingga mencapai 6. Perkiraan nilai pajak tahun 2009 sebanyak Rp. hingga akhir tahun 2009 realisasi pajak PBB sebesar Rp.000 46.926 2. 682.000.00 .

354.560 Rp.151.669. 15.599.746.210 29.896 213 3.658.994 9. 1.060. 5. 21.138 3.560 Realisasi Rp.18 35.948 100.487.029.530 960 2.578 125.398 40.425 2.792 2. 1. 1. 14.225 59.984.048.847 15.470 1.603.34 100.433 682.75 38.462 60.43 15.633.477.507 49.67 14.77 1.956 51. 22.45 46.839 66.78 57.000 70.596 2.482.412 488 1.694.40 12.108 24. 2. 6.296 15.846 6.000.00 72.20 Jumlah 2010 51.680. 16.234.50 40. 3.875.341 1.62 16. 20.590.740.830.354.392 86.547 44.149 635 1.425 2.37 8.000 197.264.264.283 4.456 47.000 33.99% (Rp.080.422 22.407 1.461 Op.851.726.433 1.795 1.684 36.039.034.296 12.55 64.61 29.553 67.850.048.249 90. 18.tahun 2010 menjadi Rp.020.58 8.035.00 4.362.407 1.848.846 6. 682.684 4. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 53.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 53 Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1.18 59. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.71 34. 8. % 21.153 25.433 1.645 29. 19.013.482.795 1.037.704 11.948 51.558.412 488 1.402. Untuk jelasnya lihat perkembangan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menurut Kecamatan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.151.929.974 1.684 4.339. 26.881.482. 9.792 2.672 71.568 188.896 213 3.466. 4. 13.19 2009 51.927 98.362.532.00 Sumber: Dinas Pendapatan.138 3.177 1.57 45.116 100. 11.771.149 635 1.51 46.501 54.034 46.338 17.236.330.13 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .945 6.945 6.704 31.513.248 56. 17.482 144. 12.-.887 21.356.433 1.919 12.938 65.399 118.015.486 94.974 1.120 19.470 1.341 1. 7. 10..530 960 2.260 80. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Ketetapan Op.116 101.596 2.47 24.

14. 9.248 56.456 12.50 -59. 6.66 -2.225 8.354.887.249 15. 7.606.116 72. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.234.30 -34.000 Perkembangan (%) -19. 10.994 9.050.080.733 40.40 -53.53 -75.2010 Kecamatan 1.501 14.417.466.41 -45.33 -9.600 24.746.645 29.669.565 15.704 36.704 11.120 19.35 -68. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Realisasi PBB 2009 26.513.672 29.22 -42.151.927 98.61 7.244.151.558.354. 11. 2.137 44. 4.82 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .57 -40.694.236.487.782 17.580.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 54 Tabel: 4.283 4. 13. 12.153 25.740.362.66 -52. 8.013.13 Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan Tahun 2009 .000.590.659 12. 5.296 15.260 8. 3.059.000 2010 21.765 118.025 101.035.938 4.850.37 -28.

392 86.893.684 682.38 -83.604. ketersediaan sarana perbankan dalam suatu daerah menjadi indikator kemajuan daerah dalam mengatur pendanaannya. Kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar koperasi menjadi lembaga yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.929. 4. 22.048.296 12. Koperasi yang ada di Kabupaten Bombana terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan Non KUD.356.507 49.015.14 Jumlah Koperasi dan Anggotanya di Kabupaten Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 .518 188. dan Bank Muamalat 1 unit. 2009 197.776.486 94. yaitu Bank PBD 1 unit.14 Tabel: 4. Koperasi Koperasi merupakan sarana perekonomian yang menganut asas demokrasi dan kekeluargaan.039. 17.726. 21.461 1.29 -65. Untuk itu.680. perkreditan dan sekaligus juga menjadi tempat pengamanan modal.108 33.99 Kecamatan 15. Perkembangan jumlah Koperasi Unit Desa dan Non KUD di Kabupaten selama 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. BRI sebanyak 3 unit.576 125.264.25 -61.034 Dinas Pendapatan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 55 Realisasi PBB Perkembangan (%) -64.43 -54.848. Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Sumber: 3. 16.830. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Perbankan Bank merupakan sarana pelayanan masyarakat dalam rangka mengatur sirkulasi uang dalam suatu daerah.360 66.80 -53.33 -35. perbankan juga sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat sebagai sarana investasi.851.984 2010 70.82 -40.887 21.985. Jumlah Bank di Kabupaten Bombana Tahun 2009 berjumlah 5 unit.037.422 22.029. Selain itu.210 29.337 144. 19.462 60.482.85 -53.553 67. 18. 20.633.

65 347.. 14. 5. Banyaknya unit.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 56 Tahun 2005 – 2010 Tahun Jumlah Koperasi Anggota 535 976 326 380 1.000 80.67 82.60 dan tabel 4.000 204.200. 15.400.600.000.14 33.000 105. 8.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .376.000. 10.800.dan Rp. jumlah simpanan dan volume usaha Koperasi (KUD + Non KUD) di Kab.840.000 817.700 xx Perkembangan (%) Jumlah Anggota Koperasi 66.120.970.850.510.210.300.450.784.432. 7.344.800.200. 13.33 16. masingmasing disajikan pada tabel 3.040.000 58.000 233.37 34. 11.60 53.43 -57.656.820.000 56.164. 9. 6.000 224.446. Tabel: 4.600.000 146. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Jumlah Anggota KUD 2 1 1 3 2 1 1 1 1 6 120 77 110 189 221 280 24 145 80 454 Simpanan 73. Bombana keadaan tahun 2009.51 2005 21 2006 35 2007 15 2008 23 2009 68 Rata-rata xx Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Bombana tahun 2010.000 585. masing-masing sebanyak Rp.964. Simpanan dan Volume Usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.000 17. 12. 5.480.000 Volume Usaha 292. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.000 268..400.14 -66.56 195.15.15 Banyaknya Anggota.000.000 423. 4..000. 14. 4.072. sedangkan banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Non KUD masing-masing sebanyak Rp. 3.000 4.000 129.000 518. 2.-.400.000 1.000 321.dan Rp. 1.

320.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 57.830.446. 22. Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 3 1 2 1 26 207 96 110 181 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 57 Kecamatan 16.000 5.000 231.000 77.800.294 Simpanan 130.000 1.784.164.656. 21.000 52.200.000 211.800.950.000 311.000 Volume Usaha 523. 18.800. 20. 19.200. 17.

000 61.000 4.035.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 58 Tabel: 4.760.000 379.060.000 61.964. 8.000 245. 4.570. Simpanan dan Volume Usaha Non KUD Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.260.000 407.840.000 11. 17.000 16.760. 12. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.890.000 185.000 69. 2.201.750.020. 9.065. 7.000 557.000 94. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk diharapkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. 14.000 982.000 58.560.000 1.000 Volume Usaha 1.000 173.335.080.000 11. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 8 1 1 7 9 1 22 4 1 8 4 3 5 14 5 4 10 6 1 2 116 768 21 29 398 316 20 1.558 Simpanan 359.200. Aspek Sosial a) Pendidikan Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak akan terlepas dari pembangunan bidang pendidikan.362 123 75 284 156 74 139 590 139 95 617 244 41 72 5.000 255.820.340. 13.228.520.000 2.000 245.830.000 521.432.765.850. 19.240.000 130. 5. 1. 3.000.400.000 240.630.000 1. 18. 15.000 31.000 1.960.920.000 4. 16.439.560.190. 21.240.440. 20.970.000 47.000 147.405. 6. 22.000 800.340.835.023.000 247.000 3.16 Banyaknya Anggota. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 232.980.000 H.000 279.620.000 2.000 14. 11.000 694. Aspek Sosial Budaya Kondisi sosial budaya masyarakat suatu daerah ikut mempengaruhi atau memberi corak terhadap perwujudan daerah.320.000 521.800. 10.000 36.280.760.416.000 126.000.628.

85 21.390 380 380 158 144 14 21. Jumlah Unit: . Jumlah Guru: .17 Perkembangan Jumlah Sekolah.055 1.) Murid SD (Diknas) MI (Depag.949 13. dapat dilihat pada Tabel 4. Guru dan Murid Menurut Tingkat Sekolah Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Tingkat Pendidikan I TK/RA 1.36 30.TK (Diknas) .021 1.) 3.46 4. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 59  Fasilitas Pendidikan Tersedianya fasilitas pendidikan dengan kualitas cukup serta keberadaannya menyebar secara merata di setiap wilayah diharapkan pula dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pendidikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.174 1.390 3.22 6.264 Perkembangan (%) 05-10 31.076 20.) SLTP / MTs. Jumlah murid: .44 33. Jumlah Unit: SLTP (Diknas) MTs (Depag.11 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2.RA (Depag.36 65.376 2010 111 111 3. III 1.RA (Depag.) 2.50 23.74 17. 3.02 10.RA (Depag.17 Tabel: 4. guru dan murid) keadaan tahun 2010 dan keadaan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).) Jumlah Guru: SD (Diknas) MI (Depag.61 31.665 1.45 19.174 51 51 123 123 13.61 30.) II 1.541 124 54 40 14 7.949 810 810 17 17 3.TK (Diknas) .) Murid Jumlah 2005 37 37 1.22 65. Keadaan dan perkembangan fasilitas pendidikan (jumlah unit.TK (Diknas) . SD / MI Jumlah Unit: SD (Diknas) MI (Depag.87 9.

sedangkan yang setingkat SLTP sekitar 14.63 48.30 31. IV 1. Demikian juga penduduk yang sempat menyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang menengah atas sekitar 17. Dari jumlah terebut ada 38.60 16.82%.61 15. Dari empat jenjang pendidikan formal yang dibahas di sini.14%. V SLTP (Diknas) MTs (Depag.82%.) SMTK Jumlah unit Jumlah murid Jumlah guru Sumber : Bombana Dalam Angka 2010  Tingkat Pendidikan Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sumber daya manusia.674 3.) Jumlah Guru: SLTA (Diknas) MA (Depag.) Jumlah Guru: SLTP (Diknas) MITs(Depag. Persentase penduduk Kabupaten Bombana dengan ijazah tertinggi setingkat SD sekitar 23.02 25.878 68 68 2010 5.39 41. terlihat bahwa persentase kepemilikan ijazah terbesar pada tingkat pendidikan SD/MI/Sederajat.418 jiwa.68% tidak memiliki ijazah dengan kata lain penduduk tersebut tidak berhasil menamatkan pelajaran pada suatu jenjang pendidikan formal.878 1. baik dari sekolah swasta maupun sekolah negeri.634 1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tingkat pendidikan dapat tercermin dari masih rendahnya persentase Kabupaten Bombana Tahun 2011 .518 296 563 335 79 6 860 149 Perkembangan (%) 05-10 13. Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2010.98 - Tingkat Pendidikan 3.) Jumlah murid: SLTA (Diknas) MA (Depag. jumlah penduduk Kabupaten Bombana usia 15 tahun ke atas adalah 57.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 60 Jumlah 2005 3.376 158 158 8 8 1.) SLTA / MA Jumlah Unit: SLTA (Diknas) MA (Depag. 2. 3.66 52.99 69.630 852 630 222 24 14 4 4.

atau dapat diartikan bahwa hampir seluruh anak usia 7-12 tahun telah menikmati pendidikan dasar.64%. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan.18 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut kelompok umur.64%. APS kelompok usia TK Kabupaten Bombana (4 – 6) tahun sekitar 87. Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Demikian juga dengan APS kelompok usia SD (7 – 12) tahun yang masih sekolah dengan jumlah penduduk sekolah bersangkutan SLTP. Selanjutnya APS kelompok usia 16-18 tahun adalah sekitar 75.33%.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan antara lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). bahwa dari data yang ada sekitar 76. Tinggi rendahnya angka ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang mendasar yaitu wajib belajar 9 tahun serta ketersediaan sarana sekolah. Sebagai satu hal yang perlu dicermati.91%. dapat diartikan sebagian besar anak usia 4 – 6 tahun telah menikmati pendidikan TK. Untuk jelasnya lihat angka partisipasi sekolah (APS) menurut kelompok umur Kabupaten Bombana tahun 2010.64% penduduk Kabupaten Bombana hanya berpendidikan SLTP ke bawah. atau sekitar 8.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 61 penduduk yang telah mendapatkan ijazah pada jenjang pendidikan di atas SLTA. Sementara itu APS usia 13-15 tahun adalah sekitar 91. APS kelompok umur 7-12 tahun Kabupaten Bombana adalah sekitar 99.54%. dapat diperoleh dengan membagi jumlah penduduk yang sekolah pada kelompok tersebut dengan total penduduk kelompoknya. Berdasarkah hasil analisis data / diolah dari data Kabupaten Bombana dalam angka tahun 2010. SMU dan seterusnya. Tabel: 4. APS kelompok usia TK (4 – 6) tahun yang masih bersekolah dengan jumlah penduduk sekolah yang bersangkutan. Persentase penduduk yang mendapatkan ijazah Diploma I/Universitas adalah sekitar 5.36% penduduk usia ini tidak bersekolah lagi.

390 21.64 91.674 *) APS 87.907 6.33 99. Puskesmas Perawatan 8 unit. Pustu 32 unit. Puskesmas Plus 7 unit. Fasilitas Kesehatan Efektivitas pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas yang memadai. b) Kesehatan dan Keluarga Berencana 1) Kesehatan Pelayanan kesehatan secara merata. (a). Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan.246 4.64 75. tenaga kesehatan yang cukup dan profesional serta kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. pemerintah telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana kesehatan.152 7. mudah dan terjangkau adalah dambaan seluruh masyarakat. Puskesmas Keliling (roda 4 sebanyak 9 unit dan Boad 1 unit).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 62 Penduduk Usia Sekolah 3. Angka ini memberikan gambaran bahwa pencapaian pendidikan di Kabupaten Bombana masih perlu terus ditingkatkan dengan meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa hingga melebihi angka 95%.20%. sementara angka buta huruf sekitar 11. Hasil Susenas 2010 menunjukkan bahwa angka melek huruf pada penduduk dewasa yaitu 88. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Fasilitas kesehatan di Bombana Tahun 2010 meliputi Rumah Sakit 1 unit.80%. Untuk meningkatkan pelayanan tersebut. Apotik 2 unit dan Toko obat 6 unit.91 *) Kelompok Umur Usia TK (4-6 Thn) Usia SD (7-12 Thn) Usia SLTP (13-15 Thn) Usia SLTA (16-18 Thn) Usia Perguruan Tinggi (19 – 25 Thn) Sumber : Diolah dari data Kabupaten Bombana dalam Angka Tahun 2010 *) Data tidak tersedia  Melek Huruf dan Buta Huruf Melek huruf adalah kemampuan seseorang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya dan merupakan indikator yang dapat menggambarkan mutu sumber daya manusia. Polindes 22 unit. Posyandu 212 unit.157 10.343 Penduduk Bersekolah 3.882 21.076 7.

Rumah Sakit Puskesmas Perawatan Pustu Posyandu Puskesmas Keliling . SPGR 3 orang.19 Tabel: 4. Perkembangan jumlah tenaga kesehatan Tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.50 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 63 Perkembangan jumlah fasilitas kesehatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada pada Tabel: 4. Puskesmas Plus 7. dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 164 orang.00 10.20 2005 1 5 34 180 9 7 1 3 231 Jumlah 2010 1 8 32 212 19 9 3 7 22 2 6 302 Perkembangan (%) 05-10 0. Puskesdes 9.93 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 4.20.54 6. 3.Boat 6. Pedagang Farmasi Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis) di Kabupaten Bombana tahun 2010 terdiri dari Dokter umum 3 orang.61 6.00 -1. Apotik 10. Toko Obat 11. SPK 19 orang. 2. SPPH 5 orang. bidan 33 orang.19 Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis 1. SKM 11 orang.48 31. 5.Roda empat . Polindes 8.18 20. Tabel: 4.

6. 2.94 -26.43 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 3. Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK Tenaga Kesehatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Bombana Banyaknya 2005 4 115 2 121 2010 3 33 11 3 5 19 164 238 Perkembangan (%) 05-10 -6. 9. 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 64 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 – 2010) Jenis 1.14 18. 8.81 53. 5. 4.

jenis imunisasi bagi ibu hamil dan calon pengantin yaitu TT-1 dan TT-2 sedangkan jenis imunisasi bagi murid sekolah yaitu Campak/KL1. TT1 KL2 dan TT2 KL3. Kepemilikan WC serta Pemakaian Listrik sebagai sumber penerangan utama dan ledeng sebagai air minum utama Dari sejumlah 2. KL1/DT. DPT-1. Sebagian masyarakat lainnya menggunakan air minum yang berasal dari sumur tak terlindung dan mata air (c). Polio-2. DPT-3. Polio-4 dan campak. Jenis imunisasi yang dilakukan bagi bayi. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan antara lain tercermin dari kepemilikan rumah yang memenuhi syarat kesehatan/layak huni yang memberikan suasana nyaman bagi penghuninya. yaitu BCG. Polio-1.781 Rumah Tangga yang ada di Kabupaten Bombana menunjukkan :  Terdapat sejumlah RT masih menempati rumah yang luas lantainya < 20 M2  Terdapat sejumlah RT masih mendiami rumah berlantai tanah  Terdapat sejumlah RT yang dinding rumahnya terbuat dari pepohonan  Terdapat sejumlah RT yang atap rumanya terbuat dari dedaunan  Terdapat sejumlah rumah tangga tidak menggunakan Listrik sebagai sumber penerangan  Tedapat sejumlah RT tidak memiliki WC sendiri atau menggunakan WC bersama/WC umum dan lainnya sebagai tempat buang air  Hanya sebagian kecil masyarakat yang terlayani oleh Perusahaan Air Minum PDAM. calon pengantin yang diimunisasi dan murid sekolah yang diimunisasi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Rumah yang memenuhi syarat kesehatan tercermin pula dari kondisi rumah itu sendiri (Luas dan Jenis Lantai. Dinding dan Atap Rumah. Pelayanan Kesehatan Imunisasi Selain pemberian air susu ibu (ASI) upaya membangun kekebalan tubuh dilakukan melakui imunisasi.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Keadaan dan perkembangan jumlah bayi yang di imunisasi.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 65 (b). DPT-2. Polio-3.

05 9.43 10.18 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 66 Tabel: 4.598 1.167 2.177 2. Polio-3 8.496 1. DPT-3 5.643 2.27 10.632 3.007 1.21 Perkembangan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian I.18 - Keluarga Berencana (KB) Pengetahuan tentang pengendalian kelahiran dan keluarga berencana merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi dan Kabupaten Bombana Tahun 2011 .229 1. DPT-2 4.24 11. Bayi yang diimunisasi 1. Polio-2 7.275 1. Banyak Murid yang diimunisasi 1.345 2. Polio-1 6.200 3. TT-2 III. DT 2.912 1.786 1.632 Perkembangan (%) 05-10 6. Polio-4 9. Ibu Hamil dan calon pengantin / TT/ WUS yang diimunisasi 1.567 2. BCG 2.60 8. DPT-1 3.80 11.535 1.498 1.083 3.459 2010 2.194 2. Campak Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2) Jumlah (Orang) 2005 2.35 10. TT 3. TT-1 2.638 2.448 1.363 2. Campak II.

609 1.51 59.37 73.04 69. Tinjauan peserta KB (KB aktif + KB baru) menurut kecamatan tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4. 9. 8.831 1.22 Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 67 selanjutnya berpengaruh terhadap pemakaian alat/cara KB yang tepat dan efektif.380 pasang atau 62.70 62.85 468 24. 10. 2.064 491 1. 16.21 Persentase Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 59.92 63. 6.307 7.14 61.721 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 12.886 1.60 73.48 46.10 No. 1. Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.059 1.694 1. 13. Jumlah peserta KB (KB aktif + KB baru) tahun 2010 sebanyak 15. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah PUS 529 653 469 1.446 788 2. 3.084 779 474 1.92 66.74 93.42 57.15 69.539 307 1. 5. 4. Tingginya angka pemakaian alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggambarkan tingginya angka kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.78 56.10 60.58 66. 20. 19. 15. 11. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 24.721 pasang.57 55.22 Banyaknya PUS dan Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 317 437 292 660 511 339 1.02 69. 17.28 48.380 62.291 1.71 64. 18.327 2.95 41.316 676 247 517 633 952 1. 21.426 1.417 453 300 15. 14. 7.20 54.187 594 779 860 1.140 171 1.21% dari jumlah PUS. 22.

persentase perkembangan banyaknya peserta KB aktif menurut alat kontrasepsi yang digunakan tahun 2010 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 disajikan pada Tabel: 4.511 pasang.768 1.37 196.922 2010 67 6. Pil 3. implant 1.97 menunjukan jumlah PUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi jenis IUD sebanyak 67 pasang.626 1.24 Perkembangan Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Alat Kontrasepsi 1.626 pasang. Kondom 4.858 203 10 Jumlah 67 8.984 187 6.511 76 - 1.89 -31.308 Perkembangan (%) -21.24 Tabel: 4. 2. 5.574 128 1.308 66 Akseptor Baru 1. Obat Vaginal Sumber: BPS Kabupaten Bombana Perkembangan banyaknya peserta KB aktif tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 menurun 5.558 pasang .67%.95 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tabel: 4. kondom 315 pasang. MOP/MOW 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 68 Peserta KB (KB Akfit + KB Baru) menurut jenis kontrasepsi sebagaimana disajikan pada Tabel: 3. Suntikan 5.83 -4. 4. IUD Pil Kondom Suntikan Implant 2005 85 7.768 1.303 63 7. dan MOP/MOW 76 pasang. 3.984 187 6. Implant 6. IUD 2.18 -4. Pil 8.558 315 8. suntikan 8.116 1.23 Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 – 2010 Alat Kontrasepsi Akseptor Aktif 67 6.

563 Kondom 134 Suntikan 1. 4. 5. Obat Vaginal Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2005 69 16.70 95. 2.25 Banyaknya Akseptor Baru menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 Alat Kontrasepsi 1.35 -5. 3. 3.12% dari target akseptor baru yang ditetapkan.858 203 10 3.73 103.12 22. 4.67 Alat Kontrasepsi 6.87 17. PPKBD dan Sub PPKBD.12 IUD 37 Pil 1.87 Plus 32.659 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Hingga tahun 2005 – 2001 jenis sarana pelayanan Keluarga Berencana meliputi klinik KB. Target Realisasi 1.26 Tabel: 4. Perkembangan jumlah sarana pelayanan KB (Klinik KB.319 Implant 562 MOP/MOW 44 Obat Vaginal Jumlah 3.574 128 1. KKB. 2.52 140.86 36. Realisasi akseptor baru menurut alat kontrasepsi yang digunakan pada tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.305 Realisasi akseptor baru tahun 2010 sebanyak 3773 pasang atau 103. 7.380 Perkembangan (%) -4. MOP/MOW 7.26 Perkembangan Jumlah Sarana Pelayanan KB menurut Jenisnya Tahun 2005-2010 Jenis 1.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . PPKBD dan Sub PPKBD selama kurun waktu 2005-2008 disajikan pada Tabel: 4.25 Tabel: 4.773 Persentase 100.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 69 2010 66 15. Klinik KB KKB PPKBD Sub PPKB Jumlah 2005 9 9 185 311 2010 17 14 139 434 587 Perkembangan Rata-Rata 15. 6. KKB.

27 Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 70 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga medis pengelola program KB di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 sebanyak 9 orang terdiri dari PPLKB sebanyak 6 orang dan penyuluh KB 3 orang.86 Dokter 2 Bidan 2 PPLKB 6 Penyuluh KB 13 Penyuluh Paramedis Jumlah 23 Sumber: BPS Kabupaten Bombana C). ketunasusilaan dan korban bencana alam. tuna netra 275 orang. Perkembangan jumlah tenaga medis pengelola program KB Kabupaten Bombana selama kurun waktu 20052010 disajikan pada Tabel: 4. cacat mental 170 orang. bisu/tuli 120 orang. Anak panti asuhan yang mengikuti pendidikan tahun 2008 sebanyak 30 orang terdiri dari SD sebanyak 12 orang. . 5. cacat anggota badan 1.Kesejahteraan Sosial Usaha mewujudkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat yaitu dengan mengatasi masalah-masalah pokok kesejahteraan sosial yang berupa kemiskinan.373 orang yang terdiri dari cacat ganda 28 orang.Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 21.27 Perkembangan Tenaga Medis Pengelola Program KB Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Jenis 1. penyandang penyakit Ex-Kronis 380 orang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . tuna wicara. rungu.791 jiwa atau 18. 2. keterlantaran.200 orang. 2005 2010 6 3 9 Perkembangan Rata-Rata 0. keterbelakangan. SMP 13 orang. 3. dan SMA 5 orang. 4.00 Minus -26. Jumlah anak asuh tahun 2010 sebanyak 38 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 4 orang. . .25% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama.Panti asuhan yang ada di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 hanya sebanyak 1 unit dengan kapasitas tampung sebanyak 50.Penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tercatat di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 2.

28 Tabel: 4. Agama/Religius. Mengenai stratifikasi masyarakat secara adat dalam kehidupan masyarakat masih ada tetapi sudah agak longgar begitu pula kebanggaan terhadap daerah masih tinggi namun tidak fanatik. 5. 2. dan Budha. Katolik/Protestan. Aspek Agama Agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Bombana umumnya beragama Islam.765 3.845 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya .451 . 6.2.28 Banyaknya Penduduk menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut Tahun 2010 Kecamatan 1.2.76% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2010) sedang sisanya sebanyak 2.6. Hindu.191 2.556 .521 orang (2.845 I. Dalam hubungan antar suku/integrasi secara umum sangat baik dan dapat dibuktikan dengan pernikahan campuran yang sudah biasa dan tidak menimbulkan masalah.24%) menganut Agama Kristen.765 66 .490 2. 4.742 . Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Islam Katolik 2.6.Peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah bencana banjir sebanyak 1 kejadian 2. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Dalam hubungannya dengan ikatan adat dan tradisional di kalangan anggota masyarakat sudah longgar dan pada umumnya sekedar menghormati tradisi.2. hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bombana yang menganut agama Islam sebanyak 108.981 orang atau 97. Politik dan Hankam 1.742 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 71 . Untuk jelasnya lihat jumlah penduduk menurut agama dan Kecamatan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Aspek Budaya Penduduk Kabupaten Bombana terdiri dari beberapa macam etnis atau suku.3.191 .451 6. Khasanah Kehidupan masyarakat di Kabupaten Bombana bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Bombana tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini. 3.

953 . 13.4. Masaloka Raya 2.987 Mata Usu 1.289 . 2.062 Poleang Tengah 3.022 .373 Poleang Tenggara 3.444 .716 97 257 . gereja 14 unit dan pura 5 unit. 3. Keadaan Perkembangan jumlah tempat peribadatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing disajikan pada Tabel: 4.29 dan Tabel: 4. 9.8.459 . 19.412 Jumlah 108.931 Rumbia Tengah 3.259 27 Lantari Jaya 4.3.022 Poleang Timur 8. 22. 14.456 373 .981 47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Sejalan dengan perkembangan jumlah pemeluk agama tersebut telah dibangun mesjid sebanyak 221 unit. 18.062 .536 .3.3.613 73 893 .444 Kep.716 Poleang Utara 8. 5. 4.931 4 . 20. 12. 10.452 Rarowatu 2.5. Masaloka Raya Rumbia Tengah Mesjid 5 10 5 6 9 5 7 10 4 7 Mushalla/ Gereja Langgar 1 2 2 2 Pura Vihara - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .011 20 Poleang Selatan 4. mushallah 33 unit. Islam Katolik Rumbia 5. 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 72 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya 309 .289 Tontonunu 3.1. 8.30 Tabel: 4.111.9.313 43 . 16. 15.8.4.29 Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Agama dan Kecamatan Kecamatan 1.13.412 995 311 1.959 139 188 . 21. 10.381 3 .310 Poleang 13. 11. 17.385 8 .481 Kecamatan 7. 8.5.227 Mata Oleo 6.2. 7.416 Poleang Barat 9.147 .6. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 6.586 Rarowatu Utara 4.3.2.

46 4. Lantari Jaya 10 9 1 14. Poleang Timur 15 2 16. Rarowatu Utara 13 9 3 13. Poleang Utara 21 6 2 17. Poleang Tengah 7 14 Jumlah 221 33 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Mesjid Tabel: 4. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Poleang 18 3 20. 5.08%.67 - Mesjid 172 Mushallah 28 Gereja 9 Pura 6 Vihara Jumlah 215 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya Nikah yang dilaporkan/didaftar ke KUA tahun 2010 sebanyak 992 pasangan. Tontonunu 13 22. Poleang Barat 22 1 21. Jika dibandingkan dengan tahun (2005) meningkat 39. 4.35% per tahun. Jumlah 2005 2010 221 33 14 5 273 Perkembangan (%) 05-10 6.105 sebanyak 147 orang terdiri dari laki-laki 62 orang dan perempuan 85 orang. Mata Usu 5 15.19 11. Rarowatu 8 1 1 12.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 73 Pura 1 2 1 1 5 Vihara - Mushalla/ Gereja Langgar 11.68 -13. Banyaknya jumlah jamaah haji tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Poleang Selatan 13 1 18. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) meningkat rata-rata 2. 3. 2. Poleang Tenggara 8 1 19.30 Perkembangan Tempat Peribadatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian 1.

Banyaknya perolehan suara Kabupaten Bombana Tahun 2011 . yaitu pada Pemilu 2004 dan 2008 Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.31 Perkembangan Banyaknya Jamaah Haji Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 .2010 Kelompok Umur 1. 3. Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008.00 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2.  Perbedaan yang paling menonjol.59 17 60 Tahun Ke Atas 3 Jumlah 2010 62 2005 25 % Perkembangan 05-10 148. Aspek Politik Setiap lima Tahun sekali masyarakat Indonesia menggelar pesta demokrasi. pada Pemilu sebelumnya ada sebagian anggota DPR dan DPRD yang diangkat oleh pemerintah. Beberapa perbedaan di antaranya adalah:  Pemilu 2004 dan 2008 diselenggarakan oleh lembaga yang bersifat nasional.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008. tetap dan mandiri. 4. Proses penyelenggaraan Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) yang keanggotaannya juga dipilih langsung oleh rakyat.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008 ada lembaga baru yang dibentuk untuk mewakili daerah provinsi. yaitu Pemilihan Umum yang merupakan amanah konstitusi serta hajat besar negara. masing-masing merupakan Pemilu yang kesembilan dan kesepuluh sejak Indonesia merdeka. Laki-laki Perempuan 6 15 34 26 4 85 64 32. bangsa. yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). dan seluruh rakyat Indonesia. 2. seluruh anggota Legislatif dipilih secara langsung.06 29 Tahun Ke Bawah 3 30 – 39 10 40 – 49 29 50 . Dari aspek kehidupan politik daerah ini dapat dikatakan mantap dimana dalam 5 Tahun terakhir tidak ada konflik politik Jumlah Partai Politik yang terdaftar di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 sebanyak 38 Parpol. sedang pada Pemilu sebelumnya bersifat sementara (ad hoc) sehingga setelah Pemilu selesai lembaga penyelenggaranya langsung dibubarkan. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 74 Tabel: 4.81 Jumlah 9 25 63 43 7 147 89 39.

30. 19.32 Banyaknya Perolehan Suara di Kabupaten Bombana menurut Partai dan Daerah Pemilihan Nama Partai 1.056 213 218 169 209 93 11 528 110 419 170 1. 21.697 1.063 275 4. 25. dan Pilpres. 14.115 266 160 66 1. DPR Provinsi.143 2.010 11 4 1. 16.033 841 337 421 1.183 170 3 117 158 215 217 1.151 139 108 235 743 34 192 418 16 236 45 222 558 1. 11.006 130 207 2. 28.373 1.048 6 2 73 Jumlah 3. DRRD Kabupaten Bombana.265 100 0 102 1. 36.510 1. 31. 3. 32. 9. 18.698 5. 37.533 5 32 485 5 2 864 Dapil III 1.275 705 3 153 1.273 1.543 111 394 423 1.110 163 570 3.111 872 1. 10.96 658 432 1. 4. DPD Provinsi. HANURA PKPB PPPI PPRN GERINDRA PBN PKPI PKS PAN PIB Partai Kedaulatan PPD PKB PPI PNIM PDP PKR PNB PPDI PDK REPUBLIKAN Partai Pelopor Golkar PPP PDS PNBK PBB PDIP PBR Partai Patriot Partai Demokrat PKDI PIS PKNU Partai Merdeka PPNUI PSI Dapil I 714 31 21 16 97 189 407 220 826 489 11 17 54 3 3 1. 17.333 745 6.027 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 24.32 Tabel: 4.508 249 859 3. 35.167 215 98 1. 7.625 1 1 477 0 0 90 Dapil II 1.116 669 457 704 1.129 2. 22.424 2.173 281 926 875 2.147 1.969 615 9 186 2.230 6.873 1. 13. 34. 20. 33. 5. 26. 15.044 1.488 6.025 352 1.814 393 3. 29. 8.130 744 3 402 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 75 dalam Pemilu DPR Pusat. 23.924 466 3.015 1.821 2. 27. dapat dilihat pada Tabel 4. 6. 2.700 816 2. 12.

Gangguan Kamtibmas yang ada di Kabupaten Bombana tahun 2005 sebanyak 144 kasus. Partai Buruh Jumlah Dapil I 259 12.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 76 Dapil II 214 32. baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat.977 Dapil III 133 19.794 Jumlah 606 65. Untuk jelasnya lihat Perkembangan jumlah kejahatan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian keadaan tahun 2005 dan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bombana secara umum dapat dikatakan cukup aman dan terkendali. Aspek Hankam Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan dambaan seluruh masyarakat.205 Nama Partai 38. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan terciptanya kehidupan yang aman dan tertib.434 Sumber: BPS Kabupaten Bombana 3.33 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tahun 2010 sebanyak 113 kasus.

34 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 4. 9. 14. 11. 20. 13. 2.238 kasus dengan jumlah kecelakaan sebanyak 15 orang sedangkan korban lalu lintas sebanyak 79 orang terdiri dari mati 22 orang. 3. Perkembangan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan tahun 2010 disajikan pada Tabel 4. 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 77 Tabel: 4. lukaluka berat 22 orang dan luka-luka ringan 35 orang. 16. 21. 17. 26. Pembunuhan Penganiayaan Curas Curat Curanmor Perkosaan Perjudian Perzinahan Pengrusakan Penipuan Penggelapan Curi Biasa Kejahatan Kesopanan Aniaya Ringan Aniaya Biasa Palsu Surat Serobot Tanah Penghinaan Pengeroyokan Lahgun Sajan Pengancaman PLBT Tidak Senang Migas Kawin Tidak Izin Aniaya dalam Keluarga Kehutanan Pembakaran Kejahatan Lainnya Jumlah 2005 3 2 1 7 1 4 7 6 16 1 49 2 8 1 4 5 3 1 1 16 6 144 2010 1 10 3 2 2 1 1 26 2 2 1 11 3 2 46 113 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilaporkan pihak kepolisian tahun 2010 sebanyak 1. 24. 12. 6. 22. 15. 19.33 Perkembangan Jumlah Kejahatan Yang Dilaporkan Oleh Pihak Kepolisian Tahun 2005 dan Tahun 2010 Uraian 1. 7. 25. 18. 28. 27. 5.34 Tabel: 4. 8. 23.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 78 Perkembangan Jumlah Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilaporkan Banyaknya 2005 936 41 62 15 10 37 2010 1. Luka ringan Sumber: BPS Provinsi Sultra J.41 Jenis 1. Prasarana Perhubungan Darat (a) Kepemilikan Jalan Jalan memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar jalannya roda pembangunan dan pemerintahan. Mati b. politik dan ekonomi.67 120. Jika panjang jalan sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan panjang jalan tahun 2005 sepanjang 569.00 -5. Luka berat c.08 km.238 15 79 22 22 35 Perkembangan (%) 32.41 27.15 km tahun 2010).35 Tabel: 4. maupun pembangunan baru.35 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Kabupaten Bombana Tahun 2011 .26 -63. kondisi jalan dan panjang jalan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2005-2010 disajikan pada Tabel: 4.15 km keseluruhannya merupakan jalan Kabupaten tidak ada jalan Negara dan jalan Provinsi.62% per tahun (441. dan untuk maksud tersebut maka pembangunan jalan di daerah Bombana dilaksanakan baik dalam bentuk rehabilitasi jalan yang sudah ada.4 km tahun 2005 menjadi 592. mengalami kenaikan 4. budaya. Adapun keadaan dan perkembangan panjang jalan menurut jenis permukaan.05% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) mengalami kenaikan rata-rata 7. Adapun prasarana wilayah yang ada di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. Kecelakaan Lalu Lintas 3. Sampai dengan Tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bombana + 592. Pelanggaran 2. pemeliharaan. Prasarana Wilayah Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu wilayah merupakan hal penting dalam mendorong wilayah yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang serta berinteraksi dengan daerah lain baik dalam skala sosial. Korban : a.42 46.

20 77.40 304.81 185.90 99.20 35.15 31.56 89.2 692.85 11.15 331.35 9.84 221. Pertambangan dan Energi Kab.04 35. 2010.50 102. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .63 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 79 (2005 – 2010) Panjang Jalan (Kilo Meter) 2005 2010 441.65 692. Bombana.45 25.31 21.15 9.62 403.30 U r a i a n I Jenis Permukaan 1 Diaspal 2 3 4 II 1 2 3 Kerikil Tanah Tidak Terinci Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak 4 Rusak Berat 5 Tidak Terinci Sumber: Dinas Pekerjaan Umum.09 40.78 40.93 49.45 20.92 -30.65 % Perkembangan 05-10 11.47 3.10 214.90 5.80 20.2 441.30 11.

49 -7.12% dari luas wilayah Bombana (daratan + perairan) begitu pula dengan letak pemukiman penduduk umumnya Desa/Kelurahan berlokasi di wilayah pantai.36 Tabel: 4. kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.76 No Uraian 2005 2010 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka (c) Kepemilikan Terminal Angkutan Umum Terminal angkutan umum (kendaraan roda 4 sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 2 buah yaitu di Kecamatan Rumbia dan Poleang. Pick Up/Mobil Barang dan Mobil Penumpang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 80 (b) Angkutan Darat Kendaraan bermotor roda empat di Kabupaten Bombana tahun 2010 meliputi Bus.54 74. jika dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami kenaikan 0.76%). Desa-desa tersebut dengan latar belakang daratan dan lautan memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan taraf hidup. Mikrolet. Berkaitan dengan potensi tersebut maka hal yang menjadi Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Keadaan dan perkembangan jumlah kendaraan bermotor roda empat keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Truk. 2.36 Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Perkembangan (%) 05-10 1 2 3 4 5 Bus Mikrolet Truk Pick Up (mobil barang) Mobil Penumpang Jumlah 17 26 19 43 105 13 19 175 84 46 307 -6.66 % dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010 meningkat rata-rata 30. Prasarana Perhubungan Laut Perhubungan laut memegang peranan penting di daerah ini karena bagian terbesar wilayah Bombana merupakan wilayah perairan yaitu sekitar 78. Jumlah Kendaraan bermotor roda empat hingga tahun 2010 sebanyak 307 unit.22 30.21 18.

Muat 4.26 30. Jumlah kunjungan kapal dan GT Kabupaten Bombana Tahun 2009 masing-masing sebanyak 763 dan 3.14 51. Datang b. Kabaena 2 unit. Sampai dengan Tahun 2010 prasarana perbubungan laut/dermaga laut di Kabupaten Bombana sebanyak 8 unit yaitu : a. Arus bongkar barang dan muat tahun 2010 masing-masing sebanyak 43. GRT 3.951. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 arus bongkar barang dan muat masing-masing mengalami kenaikan 143. yaitu kapal motor sebanyak 749 unit.382 unit.56% sedangkan GRT mengalami penurunan 82. Kunjungan kapal 2. jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya arus penumpang yang datang dan berangkat. arus penumpang dan arus barang menurut jenisnya keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 20052010 dapat disajikan pada Tabel 4. msing-masing mengalami kenaikan 32.72%.567 6. Pulang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Arus Bongkar Barang dan Penumpang Tahun 2005 .25 1.699 jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (2008) jumlah kunjungan kapal meningkat 11.699 4.255 per tahun.50% per tahun sedangkan GRT menurun rata 31. Rumbia 2 unit Rarowatu 1 unit dan Poleang 2 unit.2010 No Jenis Pelayaran 2005 593 16.438 dan 32.35% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) penumpang datang dan berangkat masing-masing mengalami kenaikan rata-rata 30.37 Tebel: 4. Kabaena Timur 1 unit.302 749 27. b.438 32. Arus barang (ton) a. Bongkar b.64% dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010) jumlah kunjungan kapal meningkat rata-rata 6.563 * * 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 81 penting adalah adanya prasarana dermaga besar – kecil sebagai pintu gerbang keluar masuk dan bongkar muat barang dan jasa. Sarana angkutan laut / sungai Sampai dengan tahun 2010 sarana angkutan laut/sungai di Kabupaten Bombana meliputi 3 unit.023 ton dan 749 ton.67% dan 34. Arus Penumpang a. Arus penumpang yang datang dan berangkat tahun 2009 masingmasing sebanyak 27.951 Perkembangan (%) 05-10 6. motor tempel 565 unit.14% per tahun dan 51.26% per tahun . dan perahu tidak bermotor 1.18% dan 55.296 2010 763 3.50 -31.37 Perkembangan Kunjungan Kapal. Keadaan dan perkembangan kunjungan kapal dan GRT.

Rumbia dan Poleang. Prasarana Komunikasi/Informasi: Dalam era teknologi yang semakin canggih maka kebutuhan akan telekomunikasi sangat penting bagi kelancaran informasi pembangunan. Adapun jenis dan perangkat komunikasi yang berkembang di Kabupaten Bombana terdiri dari: . 2.906 15 119 5 4 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 4.39.836 48 245 3 - No. 4. ) Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 480 16 1.Pos Desa sebanyak 1 unit terdapat di Kecamatan Kabaena Timur Jenis pengiriman benda-benda pos (dikirim / diterima) di Kabupaten Bombana tahun 2009 meliputi 7 jenis yaitu surat biasa. 4. Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 82 Sumber : Kabupaten Bombana dalam Angka 3.734 27 3. surat pos tercatat kilat. Banyaknya benda-benda pos yang dikirim dan diterima menurut jenis pengiriman keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel 4. 1. Prasarana Perhubungan Udara Di Kabupaten Bombana Dewasa ini belum tersedia angkutan udara / belum memiliki bandar udara. pos kilat / khusus.Kantor Pos Cabang sebanyak 3 unit. Guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah Bombana yang semakin meningkat pemerintah daerah sejak tahun 2010 telah mulai melakukan langkah-langkah dan perencanaan pembangunan bandara di wilayah Pajongae Kecamatan Poleang Timur. Rarowatu Utara dan Lantari Jaya .38 dan Tabel 4. terdapat di Kecamatan Rarowatu. . Jenis Pengiriman Surat Biasa Pos Kilat / Kilat Khusus Surat Pos Tercatat Kilat Surat Pos Tercatat Biasa Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Kantor Pos Desa sebanyak 3 unit. terdapat di Kecamatan Kabaena. surat pos tercatat biasa. 3. surat dinas terdaftar pos kilat dan pos wesel.38 Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan diterima dari Dalam dan Luar Negeri Menurut Jenis Pengiriman Tahun 2010 ( Kg.

Untuk jelasnya lihat Tabel: 4.000 295. Prasarana Telepon/Komunikasi Prasarana telepon/komunikasi timbal balik sampai dengan tahun 2009 meliputi wartel.100.160.060.369 171 No. Kabaena Utara.000.000 Wilayah Kec. Prasarana wartel tahun 2009 sebanyak 12 unit tersebar pada 6 Kecamatan yaitu Kabaena Timur sebanyak 4 unit. Kabaena sebanyak 2 unit. Perkembangan jumlah wartel tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya (2008) menurun dari 13 unit tahun 2008 menjadi 12 unit tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun 2005-2010 berkurang dari 26 unit tahun 2005 menjadi 12 unit menjadi tahun 2009.160. Jenis Pengiriman Surat Dinas Terdaftar Pos Paket Pos Wesel Jumlah Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 97 72 1. 5.000 No Jenis Total 295. Poleang 29.660 51 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 83 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 191 485 3 875 93 10. Rumbia 242.339 86 Sumber : Kabupaten Bombana Dalam Angka Tabel:4. stasiun relay dan lain-lain. Mata Oleo dan Poleang masing-masing 1 unit.000 1.000 242.000 Wilayah Kec. 7.060.000 29. Materai 2. Akta Agraria Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 5. Kabaena 24. 6.000 24.100.40 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . telepon rumah.000. Kabaena Barat sebanyak 3 unit.39 Banyaknya Benda-Benda Pos yang Terjual menurut Jenisnya (Rupiah) Tahun 2010 Wilayah Kec.

perekonomian. Lisdes Bombaya dan Lisdes Larete. 5. Oleh karena itu. 3. keamanan dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Prasarana Kelistrikan Hampir semua nafas kehidupan dewasa ini digerakkan oleh listrik. 4. 21.40 Banyaknya Wartel menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Kecamatan 1. 6. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 84 Tabel: 4. 15. Lisdes Donggala. 16. 9. pendidikan. 8. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Banyaknya Wartel 2006 2007 2008 16 8 6 1 8 7 2 45 5 2 5 5 7 4 3 1 3 2 3 4 1 48 2 1 4 1 2 2 1 13 2005 15 6 6 1 8 7 2 26 2009 2 1 3 4 1 1 12 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 6. 19. 20. Di Kabupaten Bombana kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya. 17. baik pemerintahan. 22. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 18. 11. 14. Sub Ranting Kabaena. 13. Sub Ranting Boepinang. Cabang/ ranting perusahaan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2009 sebanyak 8 unit yaitu ranting Kabipute. keberadaan listrik mutlak diperlukan untuk kemajuan suatu daerah. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 7. 10. kesehatan. 12.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 85 Daya tampung tenaga listrik pada semua unit pelayanan tahun 2009 sebanyak 3. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) mengalami penurunan 34.40% per tahun.614 VA.690.57% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 32. Keadaan dan perkembangan daya terpasang tenaga listrik menurut unit pelayanan tahun 2009 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.41 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

247 95 8.795 4. Ranting Kasipute 1.43 10.681 2.671.935.24 9. Lisdes Donggala 5.712 2.840 940 1.77 Lisdes Larete 86.40 1 2 3 4 5 6 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah Pelanggan Listrik PLN di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 8.600.00 Sub Ranting Boepinang 2.800 5. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 136.656 unit.086. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 1.656 Perkembangan (%) 05-10 2. Sub Ranting Boepinang 2.000 800.503.450 987.185 6.914 Plus Lisdes Bombaea 970.42 Tabel: 4.800 93.171. Keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan menurut jenis pelanggan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).800 1.750 800 Minus Lisdes Donggala 280 46.442 KWH.40 1. Lisdes Bombaea 1. Sub Ranting Kabaena 3.42% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 10.000 0.850 7.853 1.00 0.000 1.614 -34.28 3.94 2005 1.60 Jumlah (KVA) Jumlah 1.41 Daya Terpasang Tenaga Listrik di Kabupaten Bombana Tahun 2005 – 2010 Perkembangan (%) Unit Pelayanan 08-09 05-10 2005 2009 2010 Ranting Kasipute 1.48% dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .94% per tahun.650 1.42 Perkembangan Jumlah Pelanggan menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Unit Pelayanan Jumlah Pelanggan 2010 1.715 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 7.559. disajikan pada Tabel 4.171.400 7.29 Sub Ranting Kabaena 800. Lisdes Larete 83 Jumlah 5.280 3.57 32.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 86 Tabel: 4.

035.980 1. Tabel: 4.355.44 Keadaan dan Perkembangan Tenaga Listrik Terjual menurut Unit Pelayanan Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .43 Keadaan dan Perkembangan Produksi Listrik Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Kwh) 2005 2009 153.05 - Jenis Pelayanan 1 Ranting Kasipute 2 Sub Ranting Kabaena 3 Sub Ranting Boepinang 4 Lisdes Donggala 5 Lisdes Bombaea 6 Lisdes Larete Total 1.915 160.608.852 KWH (2005) menjadi 7. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) menurun 95. Keadaan dan perkembangan produksi listrik menurut jenisnya keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) disajikan pada Tabel 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 87 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) meningkat dari 153.889 KWH.852 3.302.48 tinggi Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Tenaga listrik yang terjual pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 6.495.596 7.893 66.727 23.228 44.889 KWH (2009).43.54 1.590 Perkembangan (%) 2010 09-10 05-10 4.06 45.852 171.675.785 KWH (2005) menjadi 6.300 Meningkat Meningkat tinggi tinggi 100.484 562.53% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 133. Tabel: 4.000 -89. Keadaan dan perkembangan tenaga listrik terjual menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.44.377 -7.442 KWH (2009).31 153.734 912.442 Meningkat 136.935.935.302.810 Meningkat tinggi 455.

785 6. 2.01% per tahun.430 1. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 147.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 88 Unit Pelayanan 1 2 3 4 5 6 Ranting Kasipute Sub Ranting Kabaena Sub Ranting Boepinang Lisdes Donggala Lisdes Bombaea Lisdes Larete Total Jumlah (Kwh) 2005 2010 133.70% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat ratarata 136.45 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .059 1.675.602.775 133.785 2.809.775 501.002 65. Untuk lebih jelasnya lihat keadaan dan perkembangan nilai penjualan listrik menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.150.567 jt.848 100.464.464.889 Perkembangan (%) 05-10 Meningkat tinggi Meningkat tinggi Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Nilai penjualan tenaga listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.

868.700 177.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 45.702 Sub Ranting Kabaena 48. Volume air bersih yang diproduksi PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 311.140 Boepinang Lisdes Donggala 309.141.45 Perkembangan Nilai Penjualan Listrik Menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Rp.30% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 22.302.495 Sub Ranting 1.000) 2005 2010 Ranting Kasipute 79.750 unit.437.689. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bombana dilayani oleh PDAM dan sampai dengan saat ini hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di ibu kota kabupaten (Kasipute).464.620 Unit Pelayanan Total 79.53% per tahun. Jumlah pelanggan air minum di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 11.12% per tahun.464. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 227.525 Lisdes Larete 38.151 m3.01 1 2 3 4 5 6 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 7.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 35.567 Perkembangan (%) 05-10 22. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .048.700 2.040 m3.437.25 136.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 89 Tabel: 4. Air Bersih Kebutuhan air bersih sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat pembangunan secara umum. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 126.145. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 268. Volume air bersih yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 261.77% per tahun. sedangkan masyarakat yang berdomisili di pedesaan masih menggunakan air sumur.414.085 Lisdes Bombaea 745.

145 6.77 311.06 -5. Secara administratif Kabupaten Bombana saat ini terdiri dari 22 Wilayah Kecamatan (6 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi dan 16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2.731.158 89. Kolaka Utara dan Wakatobi di Provinsi Sultra. 111. Jumlah tagihan (Rp.12 261.654. 3. air minum yang diproduksi dan disalurkan serta nilai penjualan air minum tahun selama 5 tahun (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Buton. 89.) 5.51 Uraian Jumlah Pelanggan 512 Air minum yang diproduksi (M3) 93.312 Air minum yang disalurkan (M3) 58. 000) 769 9. Bombana Tahun 2005 – 2010 Banyak (Unit) 2005 1.040 35.57% per tahun (Rp.003. Produksi serta Nilai Air Minum yang disalurkan / didistribusikan oleh PDAM Kab.145 jt tahun 2009). namun seiring dengan perubahan politik nasional yang menekankan otonomi dan desentralisasi kewenangan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 90 Nilai air minum yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.151 45. Administrasi (Rp.46 Banyaknya Pelanggan.158 jt tahun 2005 menjadi Rp. Bombana berdiri sebagai daerah otonom baru malalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana.000 Sumber : Bombana Dalam Angka & PDAM Bombana 2010 K.223 Nilai air minum yang 108. 000) 111. Pemerintahan/Kelembagaan 1. 4.46 Tabel: 4. Perkembangan (%) 2010 08-09 1.951.951. Untuk lebih jelasnya keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 5.067.003.145 jt m3.53 562.57 958.000 51.170 22.715 didistribusikan (Rp.013. 89.

Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Kab.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 91 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi) Jumlah Desa/Kelurahan 139 Desa / Kelurahan dan Dusun / Lingkungan sebanyak 494 Dusun / Lingkungan.47 Pembagian Daerah Administrasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Banyaknya Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 2 7 4 4 5 7 1 10 5 2 7 7 9 5 3 8 5 4 4 9 5 4 117 2 1 2 4 3 1 1 2 6 22 Jml 4 7 4 5 7 7 5 10 5 5 8 8 9 5 5 8 5 4 10 9 5 4 139 DuLingk Jml sun 6 6 12 23 23 12 12 14 4 18 17 9 26 19 19 3 13 16 33 33 15 15 6 10 16 21 6 27 21 3 24 26 26 16 13 38 23 17 12 39 22 15 411 8 24 83 16 21 38 23 17 36 39 22 15 494 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2. Kelembagaan a) Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .47 sebagai berikut : Tabel: 4. Adapun kedua puluh dua wilayah kecamatan tersebut sekaligus jumlah Desa/Kelurahan dan jumlah Lingkungan/ Dusun pada masing-masing Kecamatan disajikan pada Tabel 4. Bombana Ibu Kota Tomokole Tedubara Batuawu Baliara Dongkala Lengora Kasipute Lora Masaloka Lauru Taubontu Aneka Marga Lantari Kolombi Mata Usu Bambaea Toburi Waemputang Larete Boepinang Rakadua Tongkoseng Mulaeno Kasipute Desa Kel.

Sekretariat Daerah Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. . mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. membawahi 3 bagian yaitu: . membawahi 3 bagian yaitu: . Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Kabupaten Bombana terdiri atas : b). Susunan organisasi sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten yaitu :  Asisten Pemerintahan. .  Asisten Administrasi Umum. Sekretaris daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :  Mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah.Bagian Umum dan Perlengkapan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 92 Pembentukan kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Bombana berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bombana dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bombana.Bagian Kesejahteraan Rakyat.Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol  Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan.  Menyelenggarakan administrasi pemerintahan.  Staf Ahli Staf ahli diangkat dari Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati.Bagian Hukum.Bagian Pembangunan. . sarana dan prasarana pemerintah daerah. membawahi 3 bagian yaitu: .Bagian Pemerintahan.Bagian Keuangan. .  Pengelolaan sumber daya aparatur. . Tugas dan fungsi staf ahli ditetapkan oleh Bupati di luar tugas dan fungsi perangkat Kabupaten Bombana Tahun 2011 . . keuangan.Bagian Perekonomian dan Perizinan.Bagian Organisasi dan Kepegawaian. dimaksudkan untuk membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya. dan  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Mengordinasikan kebijakan pemerintah daerah . mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai hukum dan politik b. Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dimaksud menyelenggarakan fungsi : . sarana dan prasarana pemerintahan daerah.Bagian Umum . Susunan organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana terdiri dari 3 bagian yaitu : . . pembangunan dan keuangan c). Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD. Staf ahli sebagaimana dimaksud terdiri dari : a.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia c. Sekretariat DPRD mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.Pengelolaan sumber daya aparatur. keuangan. memberikan telaahan mengenai perekonomian. Staf Ahli Hukum dan Politik. mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Dinas Daerah Kabupaten Bombana Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di pimpin oleh Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Bagian Keuangan .Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh sekretaris daerah. Pembangunan dan Keuangan.Penyelenggaran urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya.Bagian Persidangan d).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 93 daerah. Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud menyelenggarakan fungsi : . dan . Staf Ahli bidang Ekonomi.Menyelenggarakan administrasi pemerintahan . dipimpin oleh Sekretaris Dewan yang secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

UPTD. Dinas Daerah Kabupaten Bombana terdiri dari 12 Dinas yaitu : (i) Dinas PU. Lembaga Teknis Daerah (LTD) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik.Kepala dinas . Perdagangan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 94 . Inspektorat b). Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial. yang berbentuk kantor dipimpin oleh Kepala Kantor serta yang berbentuk Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur. (v) Dinas Kehutanan.Sub bagian/seksi . (x) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (xi) Dinas Kelautan dan Perikanan. Koperasi dan Penanaman Modal. Inspektur dan Direktur sebagaimana tersebut di atas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah melaui Sekretaris Daerah Kabupaten. Peternakan.Bidang .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. dan . Kantor. Perkebunan dan Hortikultura.Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan lingkup tugasnya .Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . yang berbentuk inspektorat dipimpin Inspektur.Kelompok Jabatan Fungsional e).Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.Sekretariat . Lembaga teknis daerah yang berbentuk Badan dipimpin oleh Kepala Badan. (ii) Dinas Kesehatan (iii) Dinas Pendidikan. . menyelenggarakan fungsi : . (vi) Dinas Perindustrian. (xii) Dinas Pendapatan Daerah.Pemberian dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Lembata teknis daerah terdiri dari : a). Kepala Badan. dan . Badan-badan yang terdiri dari : . Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud. Kebudayaan dan Pariwisata (iv) Dinas Pertanian. (ix) Dinas Perhubungan. Susunan organisasi dinas daerah terdiri atas: . (vii) Dinas Petambangan dan Energi (viii) Dinas Tenaga Kerja.

Membina penyelenggaraan pemerintahan desa/ kelurahan. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. . . d. Perempuan dan KB. Kebersihan.Rumah Sakit Umum Daerah.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 95 Badan Pemberdayaan Masyarakat. bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat.Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Susunan organisasi pemerintahan kecamatan terdiri dari : a) Camat. Pemerintahan Kelurahan Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang selanjutnya disebut Lurah. b. Badan Kesatuan Bangsa. b) Sekretaris kecamatan c) Seksi . Pertamanan dan Pemakaman. Pemerintah Kecamatan Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani urusan otonomi daerah. Perikanan dan Kehutanan Kantor terdiri dari : . e. yang diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat.Kantor Lingkungan Hidup. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. dan g. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. Badan Kepegawaian Daerah.seksi g). Politik dan Perlindungan Masyarakat. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. . - f). Tugas Camat selain tugas tersebut di atas adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan umum yang meliputi : a. f.

3130 orang yang terdiri dari 452 Golongan IV. sedangkan jumlah Pemerintahan desa sebanyak 75 Desa. UPT pada Dinas dan Badan terdiri dari :  Kepala UPT  Subag Tata Usaha  Kelompok Jabatan Fungsional I). 1. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana menurut unit organisasi dan pangkat / golongan disajikan pada Tabel: 4.48 dan tabel 4.49 Tabel: 4. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai . 1. Susunan organisasi Kelurahan terdiri dari :  Lurah  Sekretaris  Seksi h). Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksan Teknis (UPT) dibentuk dengan Peraturan Bupati. Selain Lembaga Pemerintah Daerah Otonom sebagaimana tersebut di atas terdapat Lembaga Vertikal yaitu:  Kantor Departemen Agama  Badan Pertanahan Nasional  Kantor Statistik Sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah administrasi dan pembentukan kelembagaan pemerintah daerah otonom maka dibutuhkan penambahan aparat pemerintahan yang mendukung terlaksananya dan suksesnya programprogram serta kebijakan pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.48 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 96 Dalam menjalankan tugas dan fungsi lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari camat. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yaitu kelompok jabatan yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.350 orang Golongan III. Jumlah pemerintahan kelurahan di Kabupaten Bombana sampai tahun 2009 sebanyak 25 Kelurahan.285 orang Golongan II dan 43 orang Golongan I.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 97 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor 1. 5.745 42 54 33 21 22 327 76 15 18 7 40 72 28 33 32 15 57 7 3. 7. 20. 24. 23. 13. 9. Sekretariat Daerah Bappeda BKD BPMP & KB Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Dikbudpar Dinas Perindagkop Dinas Pertanian Dinas Nakertrans & Kesos Dinas Pertambangan & Energi Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan & KB Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesbang & Politik Dinas Catatan Sipil Kantor Lingkungan Hidup Kantor Polisi Pamong Praja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Perhubungan Inspektorat Sekretariat DPRD Sekretariat KPU BP4K Kantor SKB Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Laki-laki 100 15 133 22 20 37 956 30 41 23 16 15 130 59 12 11 7 35 55 27 23 20 15 39 6 1.283 Jumlah 156 23 187 27 34 59 1. 22. 19. 12. 4. 15. 3. 8. 25. 11. 10. 17. 21.130 Tabel: 4.847 Perempuan 56 8 54 5 14 22 789 12 13 10 5 7 197 17 3 7 0 5 17 1 10 12 0 18 1 1.49 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2001 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 6. 14. 16. 2. 18.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

98

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. 4.

Lakilaki

Perempuan

Jumlah

Golongan IV 276 176 452 Golongan III 798 552 1.350 Golongan II 748 537 1.285 Golongan I 25 18 43 Jumlah 1.847 1.283 3.130 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Vertikal Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 118 orang yang terdiri dari Golongan IV sebanyak 3, Golongan III sebanyak 68 orang, Golongan II sebanyak 45 orang dan Golongan I sebanyak 2 orang. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut unit organisasi dan pangkat / golongan di lingkungan instansi vertikal tahun 2009 masing-masing disajikan pada Tabel: 4.50 dan Tabel: 4.51 Tabel: 4.50 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor Badan Pusat Statistik Badan Pertanahan Nasional Kantor Departemen Agama Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. 2. 3.

Laki-laki 16 26 38 80

Perempuan 13 3 22 38

Jumlah 29 29 60 118

Tabel: 4.51 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. Golongan IV Golongan III Golongan II

Laki-laki 2 46 30

Perempuan 1 22 15

Jumlah 3 68 45

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

99

Golongan Kepangkatan 4. Golongan I Jumlah

Laki-laki 2 80

Perempuan 38

Jumlah 2 118

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka

b) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Keanggotaan DPRD Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 25 orang terdiri dari laki-laki 22 orang dan perempuan 3 orang. Jumlah Anggota Dewan menurut Fraksi menunjukkan Fraksi Partai Golkar sebanyak 8 orang, Fraksi Amanah Demokrasi 4 orang, Fraksi Bulan Bintang 3 orang, Fraksi Bintang Reformasi 4 orang dan Fraksi Wonua Bombana sebanyak 6 orang. Untuk jelasnya lihat jumlah anggota DPRD Kab. Bombana menurut Partai Politik dan Fraksi sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.52 dan Tabel: 4.53 Tabel: 4.52 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Partai Politik Fraksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 GOKAR PAN PBB PBR PKS PPP PDIP PKB PPIB PSI Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.53 Laki-Laki 7 3 3 2 2 2 1 1 1 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 3 3 3 2 2 1 1 1 1 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

100

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Fraksi Tahun 2010 Fraksi 1 2 3 4 5 Partai Golkar Amanah Demokrasi Bulan Bintang Bintang Reformasi Wonua Bombana Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Banyaknya produk DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27 menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya (2008) sebanyak 42 buah. Sedangkan kegiatan DPRD Kab. Bombana tahun 2010 sebanyak 13 kegiatan. Untuk jelasnya banyaknya produk DPRD Kab. Bombana menurut jenisnya dan banyaknya kegiatan menurut jenis kegiatan dan masa sidang DPRD Kab. Bombana masing-masing disajikan pada Tabel: 4.54 dan Tabel: 4.55 Tabel: 4.54 Banyaknya Produk DPRD Kabupaten Bombana menurut Jenisnya Tahun 2008 – 2010 Uraian 1 2 3 4 5 Peraturan Daerah Keputusan DPRD Memorandum Keputusan Pimpinan Lain-lain Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.55 Banyaknya Kegiatan DPRD Kabupaten Bombana Menurut Kegiatan dan Masa Sidang Tahun 2009 - 2010 Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Banyaknya Produk 2008 19 22 1 42 2009 12 12 3 27 Laki-Laki 7 3 3 3 6 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 4 3 4 6 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

14. 10. 8. 13. 5. 9. 7. 15. 12. 16. Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 101 Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III 1. 6. 2. Rapat Paripurna Rapat Fraksi-fraksi Rapat Komisi-komisi Rapat Pimpinan DPRD Rapat Pimpinan DPRD dengan Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Gabungan Komisi Raker dengan Eksekutif Rapat Dengar Pendapat dengan Eksekutif Peninjauan ke Daerah Job Training Konsultasi / Koordinasi Kajian Antar Daerah Penyampaian Aspirasi Masyarakat Jumlah 8 10 7 3 1 1 2 1 29 8 15 1 3 87 10 20 15 2 6 2 1 2 3 21 5 5 1 0 88 26 15 9 3 1 4 1 2 1 10 9 15 1 0 97 3 10 3 2 1 1 2 2 3 20 17 6 2 72 6 5 3 1 1 3 1 2 7 2 5 1 37 - Sumber : Sekretariat DPRD Kab. 3. 4. 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful