Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

5

A. Potensi Pengembangan 1. Pertanian Usaha pertanian masih merupakan salah satu usaha terpenting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana; seperti halnya dengan usaha pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia karakteristik Usaha Pertanian Kabupaten Bombana adalah multikultur. Usaha pertanian dilaksanakan petani dengan mengusahakan tanah yang dimilikinya untuk berbagai jenis usaha pertanian yang meliputi Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Usaha pertanian tersebut hanya dalam skala kecil atau berskala rumah tangga. a. Pertanian Tanaman Pangan Pada dasarnya pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jenis tanaman padi dan palawija dan kelompok holtikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan). (1) Tanaman Padi dan Palawija Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Bombana sebanyak 8 jenis tanaman utama yaitu tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Luas panen tanaman bahan makanan Tahun 2010 seluas 4.704 ha atau 72,32% dari total luas lahan tanaman bahan makanan. Persentase luas panen tanaman bahan makanan dibandingkan dengan luas menurut jenis komoditi, keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.22 Tabel: 3.22 Luas Tanam, Panen, Produktivitas serta Produksi Tanaman Padi dan Palawija Menurut Jenis Komoditi di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Jenis Tanaman Padi - Padi Sawah - Padi Ladang Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah Luas Tanam (ha) 5.746 127 296 118 21 73 78 45 6.504 Luas Panen Ha 4.172 124 162 80 19 52 62 33 4.704 % 72,61 97,64 54,73 67,80 90,48 79,49 73,33 72,32

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

6

Persentase perkembangan luas tanaman bahan makanan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 22,02%. Sedangkan persentase perkembangan luas tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 52,17% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 22,34% per tahun. Perkembangan luas lahan dan luas panen menurut jenis komoditi tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 3.23

Tabel: 3.23 Perkembangan Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Menurut Jenis Komoditi Kabupaten Bombana 2005 - 2010 Jenis Komoditi 2005 I. Luas Tanam a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah I II. Luas Penen a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah II Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 13.650 13.635 15 3.683 2.725 614 28 225 50 41 17.333 13.600 13.585 15 3.667 2.715 614 28 219 50 41 17.267 Luas (Ha) 2010 5.873 5.746 127 631 296 118 21 73 78 45 6.504 58.73 4.172 124 408 162 80 19 52 62 33 6.281 Perkembangan (%) 05 - 10 19,01 -19,43 70,58 -35,66 -42,59 -33,79 -6,94 -24,51 11,76 2,35 -22,02 -18,94 -25,76 69,56 -42,25 -50,58 -39,92 -30,19 5,53 -5,28 -22,34

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

7

Produksi tanaman padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang tahun 2009 masing-masing sebanyak 17.252,30 ton dan 273,90 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) masing-masing mengalami pertumbuhan minus 67,85% dan 77,28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing mengalami penurunan rata-rata 27,11% per tahun dan 51,13% per tahun. Sementara produksi palawija tahun 2010 sebanyak 825,45 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 65,67% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 73,37% per tahun. Untuk jelasnya perkembangan produksi padi dan palawija menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel : 3.24

Tabel: 3.24 Perkembangan Produksi Tanaman Padi dan Palawija Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Ton) Jenis Komoditi 1. Tanaman Padi a. Padi Sawah b. Padi Ladang 2. Tanaman Palawija a. Jagung b. Ubi kayu c. Ubi jalar d. Kacang tanah e. Kacang kedelai f. Kacang hijau Jumlah Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 61.184,5 61.132 52,50 164.253 67.875 92.100 1.260 2.190 500 328 225.437,5 2010 17.526,2 17.252,30 273,90 825,45 206,60 393,10 76,00 54,25 73,90 21,60 18.352,10 Perkembangan (%) 05-10 -26,84 -27,11 51,13 -73,37 -76,51 -74,44 Minus Minus -40,65 Minus Minus

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Luas panen jenis tanaman sayur-sayuran seluruhnya berjumlah 689 ha. kacang merah.25 Tabel: 3. kacang panjang. 20. 16. 18. 14. dan Produksi Sayur-sayuran dan Buah-buahan Semusin Per Jenis Tanaman Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Kwintal) Jenis Komoditi 1. terung. dan semangka. 15. 5. Hortikultura (Sayur-sayuran dan Buah-buahan) 1.25 Meningkat Meningkat Meningkat - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 10. 7. Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 15 jenis yaitu : bawang daun. Sayur-Sayuran Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kab.34 64. 12. 19.44%.65 49. ketimun. jika dibandingkan dengan luas panen tahun sebelumnya (2009) menurun sebesar 21. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka 2005 14 13 20 26 1 2 5 5 4 2010 15 16 7 31 144 49 147 129 34 4 64 49 Perkembangan (%) 05 – 10 79. 4. labu.25 Luas Panen. 13. 3. Untuk jelasnya lihat perkembangan luas panen tanaman sayursayuran menurut jenis komoditi keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. kangkung. bayam. buncis. cabe. petsai/sawi.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 8 2. 9. lobak. 6. 8. kubis.34% per tahun. 2. tomat. Hasil Per Hektar. 17. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 66. 11.09 39.

11. 7. 2.26. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) meningkat 22. 10. 4. 14. 3.51% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010 yaitu meningkat dari 9 ton (2005) menjadi 27. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka Jumlah 2005 8 2 5 24 3 48 90 Produksi (Kwintal) 2009 99 13 141 5.845 kwintal. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi sayursayuran menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. 18.858 6.187 1. 19. Tabel : 3. 16. 17.026 5. 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 9 Perkembangan (%) 05 – 10 66. 15.34 Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Kwintal) 2005 90 2010 689 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi sayur-sayuran untuk seluruh jenis komoditi tahun 2009 sebanyak 27.26 Perkembangan Produksi Sayur-sayuran Kondisi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis Komoditi 1. 8.845 ton (2010). 13. 12.845 Perkembangan (%) 05 – 09 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Kabupaten Bombana Tahun 2011 .417 5009 7 3. 9. 5. 20.223 865 27.

00 10 12.227 31. jambu biji.93 50.892 30.249 39. 8.24 5.16 124 27. mangga. 3.31 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 5.26 1.754 39.58 0. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Papaya Pisang Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun Melinjo Petai Jumlah Banyaknya Pohon 462 454 454 7. jeruk. sukun.275 16. 2. salak.539 227 6. Banyaknya jumlah pohon jenis buah-buahan yang menghasilkan menurut jenis komoditi tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.430 489 356 33 79 253.66 79.21 609 16. 9.899 39.751 26.31% dari total jumlah pohon yang ditanam. rambutan.630 10.51 714 39.420 23.08 14 6.227 pohon atau 31. melinjo dan petai.357 1. manggis. nangka.17 1.05 11. duku/langsat. pepaya.091 4.11 325 7.65 4.33 116 32. Banyaknya jumlah pohon yang menghasilkan dari berbagai komoditi tanaman buah-buahan tahun 2010 sebanyak 79. pisang. sirsak.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 10 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 1) Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditi andalan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di daerah ini.31 36 7.93 406 5.581 10.068 Jumlah Pohon Persentase jumlah Yang Pohon yang Menghasilkan Menghasilkan 107 23.34 207 43. 4. yaitu : Alpukat.821 3. jambu air. nanas.27 Tabel: 3.31 1. 7. Jenis tanaman buahbuahan yang diusahakan di Bombana meliputi 19 jenis. durian.129 4. 6.393 20.221 26. Kondisi Tahun 2010 Jenis Komoditi 1.641 129.27 Banyaknya Pohon dan Jumlah Pohon yang Menghasilkan Buah-buahan Per Jenis Tanaman. belimbing.

Untuk jelasnya perkembangan banyaknya pohon yang ditanam dan yang menghasilkan jenis tanaman buah-buahan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.584 16. Belimbing 45 537 454 124 Plus -76.393 Plus -82.361 39.558 959 462 107 Minus -88.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 11 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Perkembangan banyaknya pohon buah-buahan yang menghasilkan tahun 2010 dibanding tahun 2005 menurun 73.235 26.91%.28 Tabel: 3.77 10 Nangka/ 539.90 2005 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .84 2.835 221.60 12 Pepaya 940 12.735 49 454 36 Minus -26.25 6.631 24 227 14 Minus -41.78 Cempedak 11 Nenas 19.137 31.641 4.357 406 Minus -33. Alpukat 1.221 Minus -74.899 5.64 13 Pisang 25.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 1.569 1.91 3.526 3. Manggis 1.129 1.017 10.275 50.81 1.355 129.73 8.070 5.821 714 Minus -72. Mangga 1.068 2.420 Minus -75.07 14 Rambutan 1. Jeruk 7.754 Plus -77. Duku Langsat 12.808 45.19 9.249 Plus -64.630 Plus 2.751 609 Minus Minus 7.315 3.539 11. Jambu Biji 10.682 1. Jambu Air 92.091 1. Durian 71.474 614 7.685 14.88 5.863 6.204 4.28 Banyaknya Pohon Yang Ditanam dan Yang Menghasilkan Menurut Jenis Komoditi Buah-Buahan Tahun 2005 .892 Pluls -17.2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.yang Mengha.53 4.

672 2.29 Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 12 2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.427 829 489 207 Minus -75.035 79.782 847 356 116 Minus -86.286 kwintal (2010).97 Jumlah 857.656 253.188 303.433 4.430 325 Minus -86.64 16 Sawo 17 Sirsak 2.30 19 Melinjo 75 9 20 Petai 305 37 79 10 Minus -72.03 18 Sukun 8.91 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 Produksi buah-buahan dari berbagai jenis komoditi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 1.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 15 Salak 33.yang Mengha. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi buah-buahan menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.227 -70.48 -73.668 kwintal (2005) menjadi 397.29 Perkembangan Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Komoditi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Produksi (Kwintal) 2005 2009 Perkembangan (%) 05-09 Jenis Komoditi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

8. kopi. 6. 2.011 Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun 6 Melinjo Petai Jumlah 1.91%) dan areal tanaman yang belum menghasilkan seluas 8. 3.04%). kakao.636 ha. Luas areal tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi tahun 2010 seluas 46.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 13 Produksi (Kwintal) 2005 2009 21 90 5 10 184 390 1. 9.286 Perkembangan (%) 05-09 11. terdiri dari areal tanaman yang menghasilkan seluas 35. kelapa hibrida. yaitu : aren/enau. jika luas areal tanaman perkebunan tahun 2009 tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 32. cengkeh. areal tanaman tua renta seluas 2756 ha (5.677 1. kelapa dalam. 7. lada dan pala.415 ha (18.668 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 B.329 7.05%). asam jawa. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan luas areal tanaman perkebunan rakyat menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tanaman Perkebunan Tanaman perkebunan rakyat yang telah dikembangkan di Kab.588 464 136 71 163 15 397. 5.064 307 772 384.48% per tahun.59 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Plus Jenis Komoditi 1. Bombana terdiri dari 12 jenis.14% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 0.05 Plus 161. jambu mente.465 ha (76. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat 0 Belimbing 0 Duku Langsat 0 Durian 21 Jambu Biji 121 Jambu Air 7 Jeruk 284 Mangga 122 Manggis Nangka/Cempedak 17 Nenas 13 Pepaya 63 Pisang 1. kapuk. kemiri. 4.

015 6.749 288 186 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 14 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.756 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah 3.484 Perkembangan (%) 05-10 -6.534 9.472 9.152 1.493 3.30 Luas Areal Tanamn Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman Tahun 2010 ( Ha ) Tanaman Tanaman Tanaman Belum Jenis Tanaman Menghasilkan Tua Renta Menghasilkan (Pohon) (Pohon) (Pohon) 1 Aren / Enau 681 2.484 14 172 18.687 225 11.380 14.520 6 Kapuk 46 155 24 7 Kelapa Dalam 1.465 2.705 98 2 Asam Jawa 5 9 3 Cengkeh 28 129 15 4 Jambu Mete 3.71 Perkembangan Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Bombana.636 Tabel: 3.384 93 11 Lada 135 154 11 12 Pala 1 6 Jumlah 8.415 35.16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .70 dan Tabel : 3.30 Tabel: 3.986 304 7 46.790 487 8 Kelapa Hibrida 92 183 13 9 Kemiri 47 130 9 10 Kopi 509 1. Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2009) Jenis Tanaman 1 Aren / Enau Luas (Ha) 2005 2010 4.668 486 5 Kakao 2.

15 9 Kemiri 106 186 15.1 53 14.54 12 Pala 4 7 15.413.48 -11.54 6.57 46.4 231 1 2 34.08 5 Kakao 8.26 20.669.29% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.85 288 -5.801 9.641.98 14.72 Tabel: 3.94 34.95 304 37.64 18.2010 Jenis Komoditi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aren / Enau Asam Jawa Cengkeh Jambu Mete Kakao Kapuk Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kemiri Kopi Lada Pala Jumlah Produksi (Ton) 2005 2010 1.734 10.5 1 10.636 0.92 1.777 3.98 -15.986 7.38 1.89 39.791.72 Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Komoditi Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .46 6 Kapuk 221.7 1.9 41 5.02 3 Cengkeh 113 172 11.685 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 15 Luas (Ha) Perkembangan (%) 05-10 2010 2 Asam Jawa 8 14 15.950 % Perkembangan 05-10 9.39 7 Kelapa Dalam 13.88 -30.534 3.95 -6.37 11 Lada 84.48 Sumber: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.00 36.22 8 Kelapa Hibrida 355.494.136.25 9.395 11.35 11.480.214.201.63 458 20 15 549. Untuk lebih jelasnya lihat perkembangan produksi perkebunan menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.07 -31.749 -3.03 0.54 Meningkat 18.687 2.07 4 Jambu Mete 16.569.4 1.09 10 Kopi 1.152 221.61 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .61% per tahun. Bombana Jenis Tanaman 2005 Produksi tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi Tahun 2010 sebanyak 36.02 Jumlah 45.5 225 0.950 ton. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 32.

37% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.84% per tahun.683 1. dan itik/manila.891 ekor. Ayam ras Produksi (Ekor) 2005 23.05 - II III Kabupaten Bombana Tahun 2011 .880 678.44% per tahun.77 3. Untuk jelasnya lihat perkembangan Populasi ternak besar.259. Populasi ternak kecil tahun 2010 sebanyak 14.55% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 16 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 C. Jenis ternak besar yaitu sapi.047 1.050 2010 27. Ayam kampung 2.545 13.287 1. ternak kecil.377 ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 6. Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Uraian I.97% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 15. ternak kecil dan ternak unggas menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) dapat dilihat pada Tabel : 3.591 207 704.155 Perkembangan (%) 05-10 3.241 1.84 2.910 21.76 -3.111 1.078 1.61% per tahun.891 13. Ternak Kecil dan Ternak Unggas menurut Jenis Ternak. Sapi 2.480 14.44 3.07 1. ayam ras. Babi 3.232 1.482 177 1.58 -1. Ternak Besar 1. jika dibandingkan dengan tahun 2050 meningkat 9. Domba Ternak Unggas 1. kerbau dan kuda sedangkan jenis ternak kecil yaitu kambing. Perkembangan populasi ternak besar di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 27.84 15.73 Tabel: 3. Jenis ternak yang diusahakan peternak meliputi : jenis ternak besar. maupun unggas. Kambing 2.73 Perkembangan Populasi Ternak Besar.37 -1.111 ekor.377 24. domba dan babi dan unggas meliputi ayam buras. Kerbau 3.845 12.259. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 4.61 21. Peternakan Usaha peternakan yang diusahakan di daerah ini merupakan usaha peternakan yang berskala kecil.241. Kuda Ternak Kecil 1. Populasi ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.

324 3.125 1.354.406 1. Kuda Ternak Kecil 1. dapat merupakan lapangan kerja serta sumber pendapatan bagi para nelayan yang berarti di masa mendatang.375 313 46.06%.354.121. agar-agar/rumput laut dan lain-lain.191.94 4.74 Perkembangan Produksi Hasil Ternak Tahun 2010 Produksi (Kg.624 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 D.286 1.830 742.405 1.79 II Ternak Unggas 966.769 16.070 10. ternak kecil dan ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.123 12. Ayam kampung 942.819 Perkembangan Rata-Rata (%) 5. Babi 3.600 1.93 1. Kambing 2. Ayam ras 5.806 101.200 1. Domba 2005 98.301.888 12. Ternak Besar 1. Sapi 2.55 15.635 2010 17.95 5. Itik/manila Jumlah 2005 26. Wilayah perairan laut Kabupaten Bombana mengandung berbagai jenis kekayaan laut berupa ikan dan hasil laut lainnya seperti cumi-cumi.) Uraian I.51 102.66 23.379 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Produksi hasil ternak yang meliputi daging ternak besar.725 2010 104. Kerbau 3.819 kg.418 56. Perikanan III Kabupaten Bombana memiliki perairan laut sekitar 11. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .19 63.74 Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 17 Produksi (Ekor) Perkembangan (%) 05-10 -9.800 58.12% dari total luas wilayah (daratan + kepulauan).35 20. mabe.06 Uraian 3.923 96.100 1.164.23 23.64 26. jika dibandingkan tahun 2005 meningkat rata-rata 15.31 km atau 78.180 210 43. Produksi daging menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 disajikan pada Tabel : 3.578 1. Itik/manila 18.459 2.05 5.956 1.53 49.27 -13.887.795 Jumlah 1.

keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) mengalami kenaikan rata-rata 23. 18.81% per tahun. Jumlah sarana penangkapan ikan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 sebanyak 6.335 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .75 Jumlah Sarana Penangkapan Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 .176 335 41 826 563 61 17 13 717 198 672 452 17 6.187 ha. 8. 19. 12. Jumlah sarana penangkapan ikan menurut kecamatan. 9.962 ha dan Rawa 285 ha dan kolam /empang / tebat seluas 6.335 unit (motor tempel sebanyak 3.2010) Kecamatan 1. 11. 15. 14. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 Motor Tempel 84 46 1. 16.068 Perahu Tanpa Motor 88 23 191 218 19 356 408 61 11 8 405 70 538 364 8 2. 13. 20. 3. 6. 22.976 117 22 147 155 6 5 273 61 100 69 7 3.068 unit. 2. Jika jumlah sarana penangkapan ikan tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 1. 10. 4. 17.768 Kapal Motor 4 2 9 323 39 67 34 19 2 499 Jumlah 176 71 2. 21. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.75 Tabel: 3. 7. 5. perahu tanpa motor sebanyak 2768 unit dan kapal motor sebanyak 449 unit.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 18 Selain perairan laut daerah ini memiliki potensi perairan darat yaitu areal tambak seluas 3.

dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) mengalami penurunan rata-rata 27.65 18.48 61.382 % Perkemb.742 1.76 Jumlah Alat Tangkap Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong Pukat cincin Jaring insang Jaring angkat Pancing Perangkap Lain-lain Jumlah Jumlah (Unit) 2005 596 5 553 76 28.16 -35.480 ton). jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 10.43% per tahun. Produksi ikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 3.64% per tahun.77 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .08 ton dan perikanan darat 5.043 -27.08 ton (perikanan laut sebanyak 13.73%.43 % Perkembangan 05-10 -16.010. Jumlah alat tangkap ikan menurut kecamatan. Tabel: 3. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 2.498 32.493 1.47 -3.76 Tabel: 3.81 Jenis alat tangkap ikan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 9043 unit. Bombana tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.96 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Motor Tempel Jumlah 2.878 1.78 -5.490.196 9.47 22.696 23.48 15.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 19 Kapal Motor 749 -9.47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi ikan di Kab.600 2010 290 34 983 169 4.77 tercatat sebanyak 18.130 1.65 Perahu Tanpa Motor 2005 565 1. 05-10 52.

06 10.07 13.400 kg.4 21. Kabaena Barat 1.5 % Perkembangan 05-10 -11.18 11. Rumbia Tengah 1.957.008 2.607. Kep.490.422.46 . Lantari Jaya 1.701.3 14.08 1.64 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi Bandeng dan Udang tahun 2010 masing-masing sebanyak 51.104 16.8 5. Poleang 1.701.662.08 2005 18.5 2.2.33 94. Kabaena 2. Poleang Tenggara 67.80 1. Untuk jelasnya lihat Produksi Udang dan Bandeng menurut kecamatan di Kabupaten Bombana. Rumbia 1.07 1. Rarowatu 12.577. Kabaena Timur 2. Poleang Selatan 144 144 18.4 1.505.84 3.397.666. keadaan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 20 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat (Ton) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 dan Perkembangan Selama Kurun Waktu 2005-2010 Perikanan Darat Perikanan Kecamatan Jumlah Perairan Laut Budi Daya Umum 1.41 20.33 39.397.78 Tabel: 3.479.08 5.2 19.451.456.104 1.78 Produksi Udang dan Bandeng (Kg) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .30 166.84 -3.17 2.17 9. Poleang Barat 182.2 67.701. Masaloka Raya 1.350. Kabaena Utara 3. Poleang Tengah 240 240 Jumlah 2010 13.010.78 22. Mata Oleo 1. Rarowatu Utara 1. Tontonunu 22. Mata Usu 15.471.577. Poleang Timur 1.480 18.399.516.17 1. Poleang Utara 17. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 udang mengalami penurunan produksi sedangkan bandeng menunjukkan kenaikan produksi. Kabaena Selatan 4.000 kg dan 3.4 182.645. Kabaena Tengah 7.38 8.08 1.17 6.004 20.

400 153. Luas hutan tetap di Kabupaten Bombana sekitar 216. hutan produksi terbatas. 11.700 2.759 ha. 12.400 840. 19. Kehutanan Dalam pelaksanaan pembangunan potensi hutan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dan peningkatan devisa.000 3. 17.80 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 18. 4. 8. 7.139 Kecamatan 1. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.000 200. 6.100 6. 16. 5.200 120. hutan wisata / PPA dan hutan produksi yang dapat dikonversi.000 51.000 2. 10. Menurut fungsinya hutan di Kabupaten Bombana terdiri dari hutan produksi biasa. hutan lindung. 20. 14.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 21 Produksi Udang Bandeng 900 41.79 dan Tabel : 3. Luas kawasan hutan yang ditetapkan menurut fungsinya dan menurut Kecamatan tahun 2010 masing-masing disajikan pada Tabel : 3.645.043. 3. 9.400 152. 21. 13. 2. 22. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 2005 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka E.000 332. 15.500 22.000 78.

2.660 1. Rumbia Tengah 11.043 2.610 - Jumlah 3.970 21.182 19.879 1. Jenis HPB HPT HL Hutan Wisata / PPA HPK Bombana Sumber: Hektar (Ha.240 2.674 686 11. Rarowatu 12. Kabaena Utara 3. Kabaena Barat 5.709 4. Rumbia 8.366 - HPK 1.80 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan Menurut Kecamatan (Ha) Tahun 2010 Hutan Wisata / PPA 23.269 9. Kabaena Selatan 4.673 7.111 437 83 10.518 42. Rarowatu Utara 13.36 20. Kabaena Timur 6.911 8.278 21. Kabaena Tengah 7.064 686 4.285 52.90 3.163 8.78 100. 4.693 1. Kabaena 2.287 8.190 216.059 HL 3.643 12. Kep. Mata Usu HPB 78 1.90 24.79 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan menurut Fungsinya (Ha) Tahun 2010 No 1.970 3.06 8.801 45.160 19. Bombana Tabel: 3.801 816 5. Lantari Jaya 14. 3. Mata Oleo 9.927 5.759 % 42.003 726 7. 5.160 1. Masaloka Raya 10.00 Dinas Pertanian.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 22 Tabel: 3.707 HPT 157 926 472 739 7.083 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .317 Kecamatan 1.221 35. Perkebunan dan Peternakan Kab.) 91. Kehutanan.403 855 1.

Produksi Kayu Jati Logs (m3) Kayu Jati Gergajian (m3) Kayu Rimba Logs (m3) Kayu Rimba Gergajian (m3) Rotan (ton) Jumlah I (m3/ton) II.250 101. 36.16 -32.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 23 Hutan Wisata / PPA 45. Poleang Timur 16.367 22.671 1.978 4.885.095 m3 dan kayu rimba campuran logs sebesar 120. Produksi 2. Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Uraian I. 30.142 20.000) 1.025 1. Poleang Selatan 18.901 22.124 - Jumlah 3.000.007 230 15.287 Kecamatan HPB HPT 978 4.225 1.719 590.285 HL 2.973 14.801 HPK 456 6. 3. Poleang Barat 21. Poleang 230 Tengah 91.52 *) *) *) *) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .77 -29. 4.81 Perkembangan Produksi dan Nilai Hasil Hutan menurut Jenisnya.52 926 409. Poleang Utara 6.800 17.4 120. 5. 1.160 Jumlah 8.190 216. Kayu Jati Logs (m3) Jumlah 2005 2010 Perkembangan (%) 05-10 136. Tontonunu 10. Poleang 3.81 Tabel: 3.328.032 3.80 - 3.500 dan Rp.215.095 2.156.400 416.459 12. Poleang Tenggara 19.941 21.123 4. 2.759 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Komoditas kehutanan di Kabupaten Bombana antara lain produksi kayu jati logs sebanyak 101.761 10.106 52.52 m3 dengan nilai produksinya masing-masing Rp. Nilai Produksi (Rp.4 101. perkembangan dan nilai produksi hasil hutan menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.838 183 19.

Kayu Rimba Gergajian (m ) *) Rotan (ton) *) 3 Jumlah II (m /ton) Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka *) Data tidak tersedia F.82 Tabel: 3. jumlah industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 393 unit dengan tenaga kerja 1. Uraian Perindustrian Pembangunan bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja. memeratakan kesempatan berusaha. meningkatkan ekspor. Sebagaimana disajikan pada tabel 3.82 Keadaan dan Perkembangan Perusahaan Industri Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan Kecil (TK 5-19) Rumah Tangga Jumlah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kayu Jati Gergajian (m3) *) 4. Kayu Rimba Logs (m3) *) 3 5. Sejalan dengan hal tersebut. Untuk jelasnya keadaan dan perkembangan perusahaan industri menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. memanfaatkan sumber daya alam dan energi serta sumber daya manusia. jika dibandingkan dengan tahun 2005 masing-masing menurun 18. sedangkan industriindustri yang dapat dikategorikan industri besar dan industri sedang belum ada. maka sampai saat ini pemerintah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk membuka berbagai kegiatan investasi di bidang industri. menunjang pembangunan daerah.81 jumlah industri kecil di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 5 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 205 orang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 24 Jumlah 2010 *) *) *) *) Perkembangan (%) 05-10 - 2005 3.39%.93% dan 133.77%.225 orang. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005) masing-masing meningkat 33.01% dan 11. Industri yang ada di Kabupaten Bombana hingga Tahun 2010 masih berskala industri kecil dan industri rumah tangga.

12. Keadaan dan perkembangan banyaknya perusahaan dan tenaga kerja menurut jenis industri tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.01 -11. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.17 -14. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Tahun 2010 Tahun 2005 1 15 2 4 1 2 11 1 16 1 1 1 56 75 Naker 4 42 6 13 3 6 33 3 86 3 3 3 205 478 % Perkembangan 05-10 33. 11.431 1. 17. industri kimia dan bahan bangunan. 20. 6. 13. 14. industri logam dan elektronik dan industri kerajinan.225 1. 7. 5. 2.093 Unit 119 22 16 87 1 50 2 4 10 1 21 80 1 32 1 1 1 449 533 Naker 412 66 70 259 4 154 6 13 42 3 32 186 3 172 3 3 3 1. 4.08 -18. 15. 19. 16.571 Unit 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 25 Unit 119 22 16 87 35 10 19 69 16 393 458 Naker 412 66 70 259 112 42 26 152 86 1. 21. 9. 8. 18.39 Ditinjau dari jenis industri di Kabupaten Bombana terdiri dari 5 jenis industri yaitu industri pangan. 10.19 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 12. 3. industri sedang. 22.83 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .93 133.

 Nikel (Laterit Nikel) Tersebar di beberapa tempat di Pulau Kabaena dengan luasan yang cukup besar. Meskipun tidak secara keseluruhan tetapi beberapa indikasi memperlihatkan di TK 530 32 624 118 2 1.00 0. Industri Kerajinan 1 Jumlah 450 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka G.00 0.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 26 Tabel: 3.00 14. Industri Kimia dan Bahan 171 Bangunan 4. Industri Sandang 15 3. Potensi tambang yang dapat diberdayakan dan dikembangkan di Kabupaten Bombana antara lain meliputi : Emas.00 0.75 6 0. Industri Pangan 207 2. Tanah Liat. hal ini dapat dilihat dari penyebaran batuan ultrabasa yang ada yaitu lebih dari 65% luas wilayah Pulau Kabaena. Marmer. Rarowatu Utara. Poleang Utara. Pasir Kuarsa.89 -2. Sektor Pertambangan Dalam usaha meningkatkan kontribusi Sektor Pertambangan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Krisopras. Mata Usu.57 0.392 -2.2 -1. Nikel. Kromit.433 2010 Unit 197 15 168 56 1 437 TK 527 32 713 118 2 Perkembanga n (%) Unit TK -4.83 -0. dan Lantari Jaya.00 0.  Emas Tersebar pada wilayah daratan diperkirakan mencapai luas areal ± 100.000 Ha yang meliputi Kecamatan-kecamatan Rarowatu. Secara umum jenis endapan mineral emas di daerah ini adalah placer dengan kadar yang sangat bervariasi dan di beberapa tempat juga menunjukan indikasi primer dengan kandungan yang belum diketahui. Industri Logam dan Elektronik 56 5.00 Industri 1. Batugamping / Batukapur.2010 2005 Unit 1.86 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . maka pembangunan Sektor Pertambangan dan Energi diarahkan pada peningkatan produksi yang efektif.83 Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri di Kabupaten Bombana Tahun 2005 .

41 % Al2O2 = 0. Pongkalaero dan Purano. diperkirakan luas areal tanah liat yang dapat dikembangkan dapat mencapai 10. putih. Krisopras (Batu Setengah Permata) Dijumpai di Desa Batuawu. hingga saat-saat ini belum diberdayakan secara massal.60 % Fe2O3 = 0. kadar tanah liat yang ada memiliki komposisi : . Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. dan ketebalan belasan meter.267 % Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Krisopras yang ada umumnya berwarna hijau muda hingga hijau gelap. secara umum penyebaran mineral krisopras ini cenderung berasosiasi dengan keberadaan kromit yang ada di daerah ini. akan tetapi hingga saat ini berdasarkan hasil suvery yang telah dilakukan wilayah yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan adalah di daerah BatuawuPongkalaero-Purano.MgO = 2. Kromit (Cr) Tersebar dibeberapa tempat di Pulau Kabaena.98%.94 % . Sangat disayangkan potensi yang ada. kehijauan dan coklat.000 ton. dengan penyebaran hingga puluhan ribu hektar dan ketebalan hingga puluhan meter. maka dengan luas penyebaran yang ada diperkirakan jumlah cadangan kromit di lokasi tersebut berkisar 2 juta ton. orange.SiO2 = 89.500 Ha memiliki cadangan tidak kurang dari 12. kerikil dan pasir kuarsa yang ada di daerah ini memiliki kadar SiO2 78% . akan tetapi dikelola secara individu tanpa arah pengembangan yang jelas. Lokasi-lokasi yang mengindikasikan keberadaan laterit nikel yang memiliki potensi cukup baik antara lain adalah wilayah sebelah selatan Pongkalaero.000. Tanah Liat (Lempung) Dijumpai di daerah Mulaeno dan sekitarnya dengan penyebaran cukup luas.000 Hektar.500 Ha. sehingga sangat layak untuk diberdayakan dan dikembangkan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 27     beberapa lokasi yang memiliki kadar Ni (nikel) lebih dari 1% dengan ketebalan laterit secara umum lebih dari 2 meter. kelabu cerah. sebelah timur daerah Rahantari. Berdasarkan hasil eksplorasi semi detail yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa potensi batu setengah permata ini sangat besar. Pasir – Kerikil Kuarsa Dijumpai di daerah Waemputtang – Padang Pa’jongang’e Kecamatan Poleang Timur dan daerah Rakadua Kecamatan Poleang Barat. Berdasarkan hasil analisa laboratorium. bahkan untuk wilayah sekitar Purano dengan kawasan seluas 1. selain itu di daerah ini juga dijumpai adanya jenis silica yang lain dengan variasi warna yang cukup menarik. dengan luasan tidak kurang dari 3. secara umuk Kadar Cr2O3 di ketiga lokasi tersebut berada pada kisaran 52-67%. Bersasarkan hasil analisa laboratorium yang telah dilakukan. sekitar daerah Toli-Toli. dan menyebar hingga wilayah sebelah selatan Dongkala. antara lain putih.

K2 O = 0. serta ketersediaan lahan dan air. terdapat satu kawasan yang dapat dikembangkan menjadi wilayah industri semen.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 28 . dan tanah liat. kecuali oleh beberapa masyarakat yang memanfaatkannya menjadi batu belah untuk kebutuhan sendiri.118. Hingga saat ini bahan galian ini juga belum diberdayakan secara optimal. marmer di lokasi ini memiliki variasi warna hitam. tidak semata-mata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi lebih memberikan efek ganda ekonomi yang dihasilkan oleh pergerakan wisatawan dan juga telah mampu untuk dapat membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap budaya. Obyek Wisata Obyek wisata di Kabupaten Bombana sebanyak 22 unit. dan kadar CaO lebih dari 45%. Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan.931.80 % H2O = 1. yaitu tidak kurang dari 8.716. yaitu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan memiliki luas hingga 14. dengan luas penyebaran yang cukup besar.000 hektar.675 hektar.290 m3 Tanah urug sebanyak 15.845 m3 Batu kali / kerikil sebanyak 919.  Batu Gamping (Batu Kapur) Dijumpai terutama di daerah Boera Kecamatan Poleang.84 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .64 %  Marmer / Batugamping Kristalin Dijumpai di daerah Lengora Kecamatan Kabaena Timur (Pulau Kabaena).311 m3.214 m3 Batu gunung sebanyak 5. kelabu dan coklat. 1. hal ini didasari atas keterdapatan bahan baku semen di daerah tersebut yaitu batu gamping. Sampai sejauh ini potensi marmer yang ada sama sekali belum dapat diberdayakan dan dikembangkan. yaitu di daerah sekitar Poleang dan Poleang Timur. terdiri dari : Pasir sebanyak 4. dari sejumlah obyek wisata tersebut belum ada satu pun yang dikelola secara komersial. Pengembangan pariwisata dalam konteks pembangunan daerah saat ini. perumahan dan jalan) Dengan melihat potensi yang ada ini. Adapun ke 22 obyek wisata dimaksud dan daya tarik dari masing-masing obyek wisata dapat di lihat pada Tabel : 3.650 ribu meter kubik.962 m3 - Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana memiliki kaitan yang luas dengan ekonomi kerakyatan.550. Bahan galian yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri semen ini memiliki penyebaran yang cukup luas. pasir kuarsa. kecuali baru sebatas pemanfaatannya sebagai bahan bangunan (pondasi. dengan cadangan terkira hingga 5. Produksi tambang galian C di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 29 Tabel: 3. Benteng Tirongkotua 7. Air Terjun Rumbia Sangkona 18. Pantai Landuli 8. Gunung Watu Sangia 6. 4. Gunung Kabaena Sampapolulu Tengah 16. Benteng Tangkeno Kabaena Tengah 12. 3. Goa Watu Buri Speed Boat Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor & Mobil Sejarah Sepeda Motor & Mobil Bahari Speed Boat Bahari Bahari Alam Alam Sejarah Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil 11. Air Terjun Ee Kabaena Meloro Tengah 14. Pantai Lanere 10. Benteng Wasauri Kabaena Tengah 13. Tapuahi Rumbia Tengah 19. Puurano 9. Air Terjun Kabaena Ulungkara Tengah 17. 2.84 Data Obyek Wisata dan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. Tahi Ite Rarowatu Sepeda Motor & Mobil Alam Sejarah Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor Alam Tirta Alam Tirta Bahari Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Air Panas Lareete Kabaena Tengah 15. Pulau Sagori Pulau Bakau Pulau Motaha Watu Bangka Lokasi Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Selatan Kabaena Tengah Jarak (Km) 80 70 70 70 70 70 60 80 65 60 55 55 55 55 65 65 6 4 30 Daya Tarik Wisata Bahari Bahari Bahari Tirta Akses Transportasi 5.

049 720 901 1. 9. Pulau Basa Poleang 65 Bahari 21. Sebagaimana disajikan pada tabel 3.265 750 150 1.815 1. sedangkan Kecamatan lainnya belum memiliki sarana perhotelan.440 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tempat Tidur dan Tamu yang Menginap di Hotel/Akomodasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Hotel / Akomodasi 1. Rumbia Tengah. Rumbia. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 30 Daya Tarik Wisata Akses Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kecamatan Lokasi Jarak (Km) 20. Pantai Timbala Poleang 70 Bahari Barat Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1.85 Jumlah Kamar. Tabel : 3. 11. Poleang Selatan dan Poleang. Prasarana/Sarana Kepariwisataan Sebagaimana diketahui bahwa daerah Kabupaten Bombana merupakan daerah yang baru terbentuk. 7. 12. penginapan atau akomodasi lainnya dan tentunya ke depan akan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kepariwisataan itu sendiri. Hotel-hotel/ penginapan-penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kabaena Barat. 5. tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut masih sangat terbatas. Danau Ponu-ponu Poleang 70 Alam Barat 22. Alam Panorama Kawanua Yayad Pantai Bahagia Wonua Bombana Iqrah Rahmat Mustafa Nirwana Mujur Citra Zam-zam Jumlah Kamar 9 12 6 10 6 7 7 4 11 9 4 8 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 15 12 8 12 6 9 9 4 22 18 5 10 69 60 278 2. 10. 4. namun memasuki tahun 2010 mulai terlihat kemajuan di dalam fasilitas yang mendukung pembangunan kepariwisataan seperti hotel.85 di Kabupaten Bombana tahun 2009 terdapat 16 penginapan dengan 110 kamar serta 149 tempat tidur. 6.082 1. 3. 8. Kabaena Timur.

Peningkatan ini masih dipengaruhi oleh pertambangan emas di Kabupaten Bombana. meja dan kursi menurut kecamatan sebagaimana disajikan pada Tabel : Tabel: 3.86 Tabel: 3.2010 Jumlah Perkembangan (%) 05-09 18.49 Uraian 2005 2010 1. Tempat Tidur 53 149 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya tamu yang menginap di hotel/penginapan selama tahun 2010 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hingga mencapai 11.514 orang (mengalami peningkatan 1. 14. Selama tahun 2010.86 Banyaknya Jumlah Hotel / Akomodasi.60 29. dan jumlah kamar keadaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel : 3.79%). 15. Kabaena Rumah Makan 3 Meja 6 Kursi 24 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 31 Jumlah Kamar 3 7 4 3 110 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 3 9 4 3 149 12 923 11. Kamar 52 110 3. di Kabupaten Bombana telah memiliki 65 Rumah makan/warung makan dengan jumlah meja 208 buah dan kursi 783 buah.514 Hotel / Akomodasi 13. Penginapan Rosalina Fasilah Maros Indah Penginapan Kenangan Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Perkembangan jumlah hotel / akomodasi. Untuk jelasnya lihat banyaknya rumah makan / warung makan. Banyaknya rumah makan yang dalam hal ini mencakup tempat makan secara umum tanpa melihat klasifikasinya tersebut di 16 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada.92 20. Hotel / Akomodasi 8 16 2. Banyak penambang dan pengusaha yang memanfaatkan hotel dan penginapan untuk menginap. Meja dan Kursi Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Kamar dan Tempat Tidur Kab.87 Banyaknya Rumah Makan/Warung Makan. 16. Bombana selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .

80 -97.311.904.13 4. 14. dan hasil hutan. Sedangkan kelompok kedua adalah komoditas hasil laut yang meliputi ikan dan hasil-hasil laut lainnya. Rumah Makan Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat 3 10 40 Kabaena Timur 1 3 16 Kabaena Tengah 1 2 7 Rumbia 11 60 280 Mata Oleo 1 2 6 Kep.26 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka a).05 ton dengan nilai sebesar Rp. kelompok pertama adalah komoditas hasil bumi yang meliputi hasil pertanian.88 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 32 Meja Kursi Kecamatan 2. 19. 13. 11. Perdagangan Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat usaha pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.-. Masaloka Raya 1 1 4 Rumbia Tengah 5 20 61 Rarowatu 5 18 68 Rarowatu Utara 4 4 16 Lantari Jaya 10 24 96 Mata Usu Poleang Timur 7 24 69 Poleang Utara 4 8 32 Poleang Selatan 1 2 6 Poleang Tenggara Poleang 6 20 50 Poleang Barat 2 4 8 Tontonunu 1 1 Poleang Tengah 1 1 Jumlah 2010 65 208 783 Jumlah 2005 69 724 751 % Perkembangan 05-10 -5.000. 18. 22. 4. 6. Volume dan nilai masing-masing komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel 3. 5. 20. 15. 16. Komoditi potensial yang diperdagangkan di Kabupaten Bombana merupakan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut yang terdiri dari dua kelompok. Volume keseluruhan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut tahun 2010 berjumlah 90. peternakan. 21. 10. 8. 9. 3. perkebunan. 17. 12. 7.625.88 Tabel: 3. 58.

Kakao 5.000 172.000 23.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Mete Gelondongan 3. Pinang 14.000 390. Agar-agar Volume (Ton) 73. Bawang Merah 6.05 1.120. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan 1. Beras Ketan 8. Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan 1.000 1.097. Asam 13. Merica 9.25 273. Kulit Ternak Besar 4.000.125 410. Lada 9.680 30 Nilai (Rp. Kerbau 2. Ternak Kecil 5. Jeruk 7.600 80 3. Telur Jumlah III IV. Kacang Kedele 2.525 2. Kacang Mete 4. Tepung Kelapa 12. Biji Jumlah II III.60 54.000 20.000 2.60 21. Perdagangan Antar Pulau Hasil Pertanian Tanaman Pangan 1. Kopra 2.000) 736.60 5 6 434. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan 1.800 678.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 33 Volume dan Nilai Komoditi Perdagangan Antar Pulau Hasil Bumi dan Hasil Laut Tahun 2010 Jenis Komoditi I. Kacang Tanah 4. Biji Kapuk 7. Kacang Hijau 3. Kapas Rakyat 6. Kemiri Kupas 10. Jagung 5.400 75.920. Cengkeh 8. Lainnya Jumlah I II.200 2.800. Unggas 6. Sapi 3. Kopi 11.000 25.

000 400.000 300.000 100. 3. 27.890. 8.000 40 60*) - 1. Jati gelondongan 3.000 200.000 Jenis Komoditi 2.000 10.000 15. 13. 14. 26. 19. 21. Gembol 4. Jati olahan 2.000 385. Lain-lain 700 1. 25. Rotan 8. 28. 7. 22. 31.000 3. 11. Kayu rimba gergajian 7.000 10.000 10. 24. 10. 6.035.000 200.000 1. Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan 1. 29 30.000) 250.000 400.000 10. 23.000 35.000 225.000 300. 12. 20.000 10. Kayu rimba log 6.000 10. Kulit kayu galapari 5. 15.000 150.000 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 17. Rotan polis 9. 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 34 Volume (Ton) 10 25 1 1 1 10 15 2 11 1 1 1 15 20 10 15 20 8 4 2 203 Nilai (Rp.500. Cumi-cumi kering Ikan kering Mete Lele putih Ikan kayu Japing-japing Ekor ikan hiu Daging ikan hiu Kulit ikan hiu Biji mutiara Kulit mutiara Ikan kering belahan Ikan teri Teripang campuran Siput Ikan layang Daging kepiting Daging moci Sirip ikan hiu Kepala ikan hiu Tulang ikan hiu Rajang beku / udang Ikan cakalang segar Ikan tongkol / tuna Ikan segar Campuran Ikan sunu hidup Boli-boli Ikan kerapu hidup gurita Jumlah IV V. 4. Madu alam 10. 18.000 40. 5. 9.

454.6 Jumlah 2010 434.25.453.880.805.311.000 .000 60.65% per tahun.05 3. Untuk jelasnya lihat volume dan nilai perdagangan menurut jenis perdagangan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.805.831.96 -25.564 58.3 14.740 Nilai (Rp.65 24.700 2.182 3.27% per tahun dan 22.000) 3.847**) 90.89 Volume dan Nilai Perdagangan Menurut Jenis Perdagangan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Komoditi 2005 Volume (ton) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah Nilai (Rp.413.18% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing menurun 24.000 51.05 Perkembangan (%) 05-10 Plus Minus Minus Minus -24.89 Tabel: 3.071.740*) 84.035.900 23.200 14.920.680 203 1.051 259.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 35 Volume (Ton) 1.904.097.047. 000) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah 7.27 Plus Minus Minus -47.200 15.525 123.248 2.867.582 3.03% sedangkan nilai perdagangan menurun 12.000 Jenis Komoditi Jumlah V Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 *) Dalam Liter Jika volume dan nilai perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 masing-masing untuk volume perdagangan meningkat 494.844.751 276.625 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Sarana perdagangan di Kabupaten Bombana meliputi : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .100 190.

Rarowatu Utara 1 3 13. Poleang Selatan 1 4 Kecamatan Pasar Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Mata Usu 1 15.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 36 Pasar umum sebanyak 18 unit Pasar Ikan sebanyak 12 unit Kelompok pertokoan sebanyak 4 unit Kios/warung sebanyak 572 unit Bank sebanyak 5 unit Koperasi Unit Desa sebanyak 26 unit Koperasi Non KUD sebanyak 116 unit. Untuk jelasnya lihat sarana perdagangan menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Kabaena Timur 2 2 12 3 9 6. Masaloka Raya 1 10.90 - Tabel: 3. Poleang Timur 1 1 1 72 6 14 16. Rumbia 1 3 1 22 8. Poleang Utara 1 1 3 5 17. Rumbia Tengah 2 1 17 8 11. Lantari Jaya 1 1 1 40 5 14. Kep. Kabaena Selatan 1 1 4.90 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2010 Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1. Rarowatu 1 1 22 1 4 12. Kabaena Barat 1 1 1 7 5. Kabaena 1 1 98 1 8 2. Kabaena Utara 2 1 3. Kabaena Tengah 2 1 7. Mata Oleo 2 1 12 1 4 9.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 37 Kecamatan 18. Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1 1 1 1 1 269 1 2 10 1 1 30 1 6 1 1 2 Pasar 18 22 4 574 5 26 116 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka BAB IV PEMBANGUNAN DAERAH A. 22. Ekonomi Kabupaten Bombana telah berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi yang bertumpu pada keunggulan daerah yang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 20. 21. 19. Aspek Ekonomi dan Keuangan 1.

49 17.52 1.05 5.19 42. Pengangkutan dan 4.712.847.80 12.887.00 Jasa Perusahaan 9.653.988. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. Indikator makro sebagai berikut : b).17 8.1 Tabel: 4. Perdagangan.68 4.33%/tahun.29 Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Laju pertumbuhan ekonomi Bombana jika dilihat dari dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir (2005-2010) yang mencapai sebesar ratarata 18. Pertambangan dan Penggalian 3.543.834.22 Komunikasi 8.64 947. Gas dan Air Bersih 785.87 7. Pertanian 2.2 sebagai berikut : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .42 5.78 Produk Domestik 290.07 19. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan masingmasing sektornya.799.55 7.36 8. Konstruksi 28. dihitung berdasarkan angka PDRB atas dasar Harga Konstan periode lima tahun terakhir (2005 .149.79 55.80 9.64 8. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan sektornya masingmasing.681. Keuangan.11 7.05 388.623.96 4.28 Restoran 7. Untuk jelasnya lihat Tabel 4.065.74%per tahun .489. Hotel dan 30.25 8.89 40. Listrik.024.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 38 mampu menciptakan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan yang ditandai dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi daerah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator. Jasa-Jasa 40.05 197.76 15. Pertumbuhan Ekonomi Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kabupaten Bombana tahun 2010.228.946.74 6.105. Industri Pengolahan 5.83 9.637.2010) sebesar 7.1 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha Nilai PDRB Perkembangan (%) (Jutaan Rupiah) 05-10 2005 2010 157. Persewaan & 13.

970.97% (2005) menjadi 49.166.631. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.35 40.03% bergeser menurun tinggal menjadi 50.50 21.903. Untuk jelasnya lihat pergeseran peranan sektor selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.54 544.94 42. Struktur perekonomian Kab.879.52% (2005) menjadi 53.891.705.484.33 b) Struktur Perekonomian/Komposisi dan Peran Sektor Lapangan Usaha Untuk memperoleh gambaran tentang struktur perekonomian di Kabupaten Bombana dapat dilihat dari peran setiap sektor di dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bombana.16 13. 2.94 1.31 15.357.33% (2001). 6.99 6.624. 8. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.01 130.67% Tahun 2010.57 15.118.79% (2010).997.98 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 39 Tabel: 4.38 13. Sedangkan kedelapan sektor lainnya bergeser naik dari 45.804.32 23.70 32. Bombana dilihat dari dasar Harga Berlaku menunjukkan sektor pertanian bergeser turun dari sebesar 59.054.35 20.49 20. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Nilai PDRB Perkem(Jutaan Rupiah) bangan (%) 05-10 2005 2010 307.93 42.17 6.401.48 56.2 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan Rupiah) Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha 1. Bombana Tahun 2005 sebesar 54. 5.307.66 21.60 18. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.528.62 17.337. Bombana berdasarkan Harga Konstan menunjukkan bahwa Sektor Pertanian yang demikian besarnya dalam pembentukan PDRB Kab.00 2.612.21% (2001). Struktur perekonomian Kab.03 516. Sedangkan kedelapan sektor lainnya di luar sektor pertanian bergeser naik dari 40. 3.48% (2005) menjadi 46.88 1. 7. 4.01 22.49 10.012.758.3 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .06 132.73 87. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.

34 0. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.97 4.00 54. Hotel dan Restoran 7. Analisis shift share dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan murni suatu sektor tertentu tanpa dipengaruhi sektor-sektor lain atau karena perubahan perekonomian secara keseluruhan.20 11.67 4. Pertambangan dan Penggalian 3.00 C) Pengaruh / Posisi Sektor terhadap Perekonomian Daerah Untuk mengetahui pengeruh/posisi sektor-sektor perekonomian terhadap perekonomian daerah dapat diketahui dari hasil analisis shift share. Perdagangan. Di dalam perhitungan shift share dapat dibedakan ke dalam tiga klasifikasi apabila : .26 1. Konstruksi 6. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pertanian 2. Industri Pengolahan 4. Pengangkutan dan Komunikasi 8.77 13.24 10. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 2005 59.00 50. Listrik.04 0. Pertanian 2.49 1.Nilai shift share = 0.78 10. Konstruksi 6.Nilai shift share > 0.99 100.85 0.00 2010 53. Pertambangan dan Penggalian 3.56 4.21 1.64 13.35 4.27 9. Hotel dan Restoran 7. Gas dan Air Bersih 5.03 3.98 100.10 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.90 14.23 0.28 8.93 100.67 4.87 1.71 1.01 1. Pengangkutan dan Komunikasi 8.30 100. Gas dan Air Bersih 5.36 7. Keuangan.15 12. . Perdagangan. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku 1. Keuangan.52 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 40 Tabel: 4. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah relatif sama. Industri Pengolahan 4.40 2.Persewaan & Jasa Perusahaan 9.3 Distribusi Persentase PDRB Bombana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005 – 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 1.67 10. Listrik.79 4.46 11.

Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.39 1.03 12. maka dari 9 sektor perekonomian daerah.Nilai shift share <0.55 670.02 4.39 2. 6.336.N . 7.2 60.24 8.60 1.162.339. terdapat 7 sektor di antaranya mencapai nilai shift share > 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.10 2.32 2. Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa.45 S R N M = = = = Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.30 536. Sektor Keuangan.64 11.852.M Nilai murni sektor Perubahan absolut suatu sektor (waktu tertentu) Perubahan sektor tertentu terhadap perekonomian daerah Pengaruh pertumbuhan yang ditimbulkan oleh sektorsektor tertentu. Di dalam menghitung shift share menggunakan rumus: S = R .143.012.130.001.4 Tabel: 4.740. Untuk lebih jelasnya lihat capaian nilai shift share masingmasing sektor sebagaimana disajikan pada Tabel 4.13 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .192. 3.342. 4.715.20 -6038.66 67.35 1.88 12. Sektor Konstruksi / Bangunan. Hotel dan Rumah Makan.4 Pengaruh/Posisi Sektor Terhadap Perekonomian Daerah ( Hasil Perhitungan Shift Share ) Tahun 2010 Lapangan Usaha 1.37 490.96 1. 5.00 451.47 1.64 -13. Sektor Perdagangan.24 11.41 -13. Sektor Industri. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.04 6. Hasil Perhitungan Shift Share N R M S 8.057.04 2. 8. Sedangkan Kedua sektor lainnya mencapai Nilai shift share < 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian rendah. Berdasarkan teknik perhitungan di atas.215.874. Sektor Pertambangan dan Penggalian. Jasa-Jasa 4.58 3.09 2.77 1.33 323. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. kedua sektor dimaksud yaitu Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Ketujuh sektor dimaksud yaitu Sektor Pertanian.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 41 .47 5.267.15 861.89 14.93 -5.93 1. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat rendah. 2.

6 (enam) sektor lainnya nilai LQ < 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian Sultra relatif rendah. . ketiga sektor dimaksud yaitu sektor pertanian. Keenam sektor di maksud. sektor konstruksi/bangunan. gas dan air minum. sektor industri pengolahan. Nilai LQ diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai LQ dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi. dan sektor jasa-jasa.Apabila Nilai LQ = 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi sama pertumbuhannya. sektor listrik. LQ adalah angka yang menunjukkan perbandingan nilai relatif suatu sektor di tingkat kabupaten dengan nilai relatif sektor tersebut di tingkat provinsi. persewaan dan jasa perusahaan. yaitu: . sektor perdagangan. yaitu sektor pertambangan dan penggalian. hotel dan rumah makan.5 Tabel: 4. dan sektor keuangan. . pertumbuhannya relatif lebih besar. sektor pengangkutan dan komunikasi.5 Posisi Sektor Perekonomian Kab. Pengaruh / Posisi Sektor Perekonomian Kabupaten Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Gambaran tentang pengaruh/posisi sektor perekonomian Kabupaten Bombana terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari hasil analisis Location Question (LQ). . Untuk jelasnya lihat hasil perhitungan LQ sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.3 (tiga) sektor di antaranya mencapai nilai LQ > 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian provinsi sangat tinggi.Apabila Nilai LQ < 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. pertumbuhannya relatif sangat kecil. Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sultra (Hasil Perhitungan LQ) Tahun 2010 Lapangan Usaha PDRB Jutaan Rupiah LQ Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 42 c).Apabila Nilai LQ > 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. Berdasarkan teknik perhitungan di atas. maka dari 9 sektor lapangan usaha di Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa : .

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

43

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kab. Bombana Prov. Sultra 2010 2010 Pertanian 197.024,42 3.731.856,51 Pertambangan dan Penggalian 17.105,76 558.809,44 Industri Pengolahan 7.964,64 953.959,86 Listrik, Gas dan Air Bersih 947,89 74.292,58 Konstruksi 40.681,19 877.513,86 Perdagangan, Hotel dan Restoran 42.799,55 1.695.809,00 Pengangkutan dan Komunikasi 7.653,07 849.519,56 Keuangan, Persewaan & Jasa 19.065,79 620.181,58 Perusahaan Jasa-Jasa 55.623,05 1.405.098,89 Jumlah 388.847,36 10.767.041,28

1,46 0,85 0,23 0,35 1,28 0,70 0,02 0,85 1,10 xx

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka c). Pendapatan Per kapita Nilai Pendapatan Per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan Harga Konstan 2000 keadaan Tahun 2010 sebesar Rp. 3..689.653,68,- jika dibandingkan dengan Tahun 2005 selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 6,14%/Tahun. Pendapatan per kapita Kabupaten Bombana, jika dilihat dari harga berlaku keadaan tahun 2010 sebesar Rp. 10.720.138,35,jika dibanding tahun 2005, selama kurun waktu 5 Tahun (20052010) meningkat rata-rata 17,14%/Tahun. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan pendapatan per kapita baik berdasarkan harga konstan maupun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel: 4.6 Perkembangan Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Konstan dan Harga Berlaku Tahun 2005 - 2010 Perkembangan (%) Atas Dasar Atas Dasar Harga Harga Konstan Berlaku 4,01 22,68 5,90 18,05 6,21 11,19 6,62 25,29 6,19 13,61

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009

Atas Dasar Harga Konstan 2.739.203,15 2.900.755,91 3.080.837,84 3.284.646,06 3.488.014,64

Atas Dasar Harga Berlaku 4.860.670,99 5.737.790.62 6.380.004,03 7.993.784,11 9.081.381,48

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

44 10.720.138,35 xx 5,78 6,14 18,05 17,14

2010 Jumlah

3.689.653,68 xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010

d). Tingkat Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga dari seluruh barang dan jasa pada umumnya di suatu daerah. Manfaat diketahuinya data inflasi adalah sebagai berikut: a. Memperkirakan harga barang dalam rangka menetapkan biaya proyek b. Berhubungan dengan tarif pajak/retribusi yaitu untuk perubahan tarif Langkah-langkah menghitung Inflasi adalah sebagai berikut:  Menghitung tingkat perbandingan antara PDRB harga konstan dengan PDRB harga berlaku (indeks harga)

 Menghitung rata-rata tingkat inflasi dengan cara:

Berdasarkan tehnik perhitungan diatas maka laju Inflasi di Kabupaten Bombana dihitung berdasarkan indikator PDRB Tahun 2005-2010 sebesar 9,06%/Tahun. Untuk jelasnya lihat perkembangan inflasi setiap tahun selama kurun waktu 20062009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.7 Tabel: 4.7 Perkembangan Inflasi di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 No. 1. 2. 2 3. 4. Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan 290.988,29 311.233,70 333.442,16 360.926,76 388.874,36 Harga Berlaku 516.357,94 605.277,49 690.514,22 878.380,98 1.012.401,49 Indeks Harga 1,774 1,945 2,071 2,434 2,603 Inflasi (%) 8,79 6,04 14,91 6,49

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

45 Indeks Harga xx Inflasi (%) 9,06

No.

Tahun Rata-Rata

PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan xx Harga Berlaku xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 e). Tingkat Kemiskinan Prof. Dr. Sayogyo memberikan ukuran Tingkat Kemiskinan dilihat dari besarnya pendapatan per kapita per tahun, apabila: - Pendapatan Per kapita setelah dikonversi ke beras mencapai > 360 kg/kapita/tahun maka tingkat kemiskinan Kabupaten tergolong dalam klasifikasi tidak miskin/berada di bawah garis kemiskinan - Hasil Konversi < 360 Kg/Kapita/Tahun maka tingkat kemiskinan kabupaten tergolong dalam klasifikasi miskin/di bawah garis kemiskinan - Sementara itu Kepmendagri No. 414.3/316/PMD Tanggal 17 Februari 2003 memberikan ukuran tingkat kemiskinan dilihat dari besarnya jumlah penduduk miskin, apabila:  Jumlah penduduk miskin < 20% dari total penduduk Kabupaten tergolong miskin  Jumlah penduduk miskin > 20% dari total penduduk Kabupaten dikategorikan tidak miskin Adapun nilai pendapatan per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan harga konstan, keadaan tahun 2009 setelah di konversi ke Beras mencapai 698 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana tahun 2009 sebagaimana disajikan pada tabel 3.51 adalah sebanyak 30.286 KK atau 27,17% dari total penduduk miskin Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2009) sebanyak 111.481 jiwa dan merupakan urutan terbanyak ke empat bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bombana ditinjau dari Indikator Pendapatan sesuai (kriteria Prof. Sayogyo) tergolong Tidak Miskin dan dilihat dari besarnya jumlah penduduk Miskin sesuai surat Mendagri Nomor 412.4/316/PMD tanggal 17 Februari 2003, tergolong dalam kategori Miskin. Tabel 4.8 Banyaknya KK Miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009 No. Kabupaten / Kota Jumlah KK Jumlah Jiwa

Kabupaten Bombana Tahun 2011

251 13.850 19.908 54.Keuangan Daerah 1. baik berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dan atau setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat Provinsi. realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp.232 1.977 13.803 283. 342.960 20.212 1.772.52.840 82.818 6.286 39. a) Pendapatan Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Buton Kolaka Utara Konawe Kolaka Bombana Muna Buton Utara Wakatobi Kota Bau-Bau Kota Kendari Konawe Utara Konawe Selatan Jumlah Sumber : Diolah dari Data BPMD Provinsi Sulawesi Tenggara B.9 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .636 61.400 77.215.144 159.659 15. Realisasi pendapatan daerah menurut jenis anggaran keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel: 4. bagian Pendapatan Asli Daerah sendiri. Keuangan Pemerintah Daerah Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah.369 30.54% dari target pendapatan daerah pada tahun yang sama.544 50.476 121.740 16. Secara makro rencana dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tampak meningkat setiap Tahunnya.004 55.836 167. pendapatan dari pemberian pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi.558 208.709 41.272 27.134. pinjaman pemerintah daerah dan yang bersumber dari urusan kas dan perhitungan. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah Kabupaten Bombana terdiri dari bagian sisa lebih perhitungan anggaran Tahun yang lalu.136 12.820 atau mengalami penurunan 89.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 46 52.960 67.

24 A.000 .200.Pajak Kekayaan daerah .000 100.000 90.Retribusi pasar 95. Retribusi Daerah 28.000 199.250.000 100.Pajak Lingkungan .000 113.Lainnya 28.000.400.000 26.92 Retribusi Jasa Umum .560.000 a.Retribusi pengujian kendaraan .44 428.000.000.Retribusi penjualan produksi usaha daerah . C .Lainnya 265.000 46.000.Pajak Penerangan Jalan 177.61 183.Retribusi pelayanan kepelabuhan .181.000 .47 cetak KTP dan Akta Catatan Sipil .00 b.000 99.00 4.578.000.Retribusi penggunaan biaya 117.Pajak Hiburan 3.000 .000.000.000.000 .000 105.Pajak Reklame 3.Retribusi terminal 30.000 85.000 100.000.Retribusi kapal pengujian perikanan Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000.Pajak Pemanfaatan Hasil-hasil Perkebunan dan Hasil Ikutannya .718.72 kesehatan .000.000.820 93.39 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 47 Tabel: 4.751.Retribusi parkir di tepi jalan umum .000 133.000 94.000.23 Retribusi Jasa Usaha .000.500.33 200.600.74 .73 10.9 Terget dan Realisasi Pendapatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana Keadaan Tahun 2010 Uraian Target Realisasi Nilai Persentase 30.200.000.000 90.Retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan .33 3.Retribusi pelayanan 121.000 110.000 28.481. Pendapatan 64.000 Pengolahan Galian Gol.780 14.Pajak Hotel dan Restoran 9.280.200.000 75.320 47.000.000 112.000 .Retribusi pemakaian kekayaan daerah .Pajak Pengambilan dan 184. Pajak Daerah 405.000.000.

000.215.000.000.030.513.00 .500 52.00 Dana Perimbangan 303. b.000 49.Retribusi surat izin usaha industri .040.000 880.194.Retribusi tempat penginapan 25.000 903.Retribusi izin trayek 33.Retribusi sewa alat-alat berat .000.122.000.Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Retribusi Perizinan Tertentu .686. Nilai Persentase .Retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .000 70.000 21.Retribusi wajip daftar perusahaan .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 48 Realisasi c.000 3.000 80.Retribusi izin usaha industri dan perdagangan .13 Pajak Dana Alokasi Umum 229.000 2.000 11.500 96.896.400 22.44 Hasil Pengelolaan Kekayaan 0 2.066.000.500 Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD 30.826.Retribusi izin usaha konstruksi .Retribusi lainnya 26.000. d.Retribusi izin pendirian pelayanan koperasi .Retribusi surat izin usaha koperasi .Retribusi izin usaha bidang infokom .582.Retribusi IMB 1.410.681.681.751.000 11.000 20.Retribusi provisi SD hutan dan dana reboisasi peng.000.Retribusi izin usaha bidang 20.000 65.11 Bagi Hasil Pajak dan Bukan 21. a.Retribusi izin gangguan tempat usaha .Retribusi Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) .000 291.300.50 perikanan .156.322.41 Uraian Target Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000.Retribusi perizinan dan pengaturan PHH .40 . Hasil hutan/ ikutannya .250.31 .370.820 95.Retribusi izin penjualan minuman beralkohol .820 25. B.947.

680.710.194.00 d.000 342.000 57.000.320 399.000.200.000 100.820 2.000 25.000 1.000.550. b.156.550.500.000 6.215.668. Pendapatan Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana AD HOC (Penyesuaian Gaji) Lain-lain Pendapatan yang Sah Realisasi 2009 2010 7.000 0 e.761.000. Lain-lain Pendapatan yang 13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 49 Realisasi Nilai Persentase c.000.000.080.60 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .212. Dana Darurat c.000.60 Sah a. C. DBH Pajak dari Provinsi 2.00 atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan 382.156.16%.826.500 11.481.157 26. d. Pendapatan Hibah 4.896. Dana AD HOC (Penyesuaian 3.540 903.980.000 Perkembangan (%) 924.201 428.000 291.10 Tabel: 4.000 694.000 100.898.947.14 Gaji) C.550. a.237.00 b.718.mengalami kenaikan sangat tinggi sekitar 4630.000.000 142. Dana Alokasi Khusus 49.82 d.000 2.215.500 49.000.234. Perkembangan realisasi pendapatan menurut jenis anggaran tahun 2009 dibandingkan dengan sebelumnya disajikan pada Tabel: 4. c.234.240. Departemen Keuangan Uraian Target Jika realisasi pendapatan daerah tahun 2010 tersebut dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun sebelumnya (2008) sebesar Rp.513. B.156.. Dana Penyesuaian Infrastruktur 4.10 Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2010 Uraian A.100.54 Sumber : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.000 19.500 594.820 89. c.18 325. a.000 49.000 49.000 2.000.000.000.60 7.000 19.000 15.761. b. 7.000 3.490.000. Bantuan Keuangan dari Provinsi 3.030.000.000.472.000.000. d.772.156.000.000.000.898 30.560.000.578.

000. BELANJA a.120 99.80% dari target belanja daerah pada tahun yang sama. realisasi belanja daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar. 397.124 103.842.698.574 juta (2009).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 50 1.16 Perimbangan Keuangan.698. b.234.783 juta (2005) menjadi Rp.532.000.000.722.120 128.201.) % 123.000 - a.50 95. Belanja Langsung .124 104.) Realsiasi (Rp. Departemen Sumber : Direktorat Keuangan b) Realisasi Belanja Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.898 342.000.574 juta atau 105.820 4.000 3. 4.000 15.865.55. Rp.23 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .11 Rencana dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bombana menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2010 Uraian 1.215. d. e.11 Tabel : 4. 397. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja daerah tahun sebelumnya (2008) menurun dari Rp. c. Pendapatan Hibah Dana Darurat DBH Pajak dari Provinsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan Jenderal 7.630.278.000.761.085.722.Belanja Pegawai / Personalia Target (Rp.772.550. Untuk jelasnya realisasi belanja daerah tahun 2009 menurut jenis pengeluaran disajikan pada Tabel: 4.064.

000.26 105.75 - .000.000.500.187.783.120.Belanja Modal Jumlah Belanja 2009 Jumlah Belanja 2008 c) 22.) 5.26 1.074 4.) Uraian Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintah Desa % 5.731.000 252.506.000 100.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten dan Pemerintah Desa .313.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 51 Target (Rp.294.828 86.440.823.933.072.252 122.007 4.722.954 38.jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran daerah Kabupaten Bombana pada tahun yang sama terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp.452 397.187.068.179 111.081 79.905.76 96.100.623. 55.124.-.883 36.Belanja Pegawai . Belanja Langsung .80 95.000 22.39 106.000.000.08 Pembiayaan Pembangunan Realisasi penerimaan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 sebesar Rp.96 127.801.620.027..581.520.187.310.771.506.000 873.801.808. 59.232.306.876 126.929.Belanja Tidak Terduga b.574.000 269.278.000.000 102.Belanja Barang dan Jasa .000 Realsiasi (Rp.250 375.92 94.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Untuk lebih jelasnya realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Bombana menurut jenisnya keadaan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.

000.000.956.12 Tabel: 4.801. Untuk jelasnya lihat realisasi penerimaan PBB atas dasar harga pokok tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.(2009).477. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diberikan kepada pemerintah. 682.00 .19%.. Pada Tahun 2011.506.926 4.034.000.948. perkiraan obyek pajak sebanyak 51.926 2.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan .74 .187 .020.Penerimaan pinjaman daerah . Perkiraan nilai pajak tahun 2009 sebanyak Rp.330. hingga akhir tahun 2009 realisasi obyek pajak yang melunasi pajak 100%. hingga akhir tahun 2009 realisasi pajak PBB sebesar Rp.Pemberian pinjaman daerah 2.718.atau 46. Perkembangan jumlah obyek pajak tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) tidak ada kenaikan (0.433 dengan Poleang sebagai Kecamatan dengan obyek pajak terbanyak hingga mencapai 6.000 100.) Persentase (%) 1.801.718.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 52 Tabel : 4. 1. Pengeluaran Daerah 6.(2008) menjadi Rp. 682.034.000.000 2.000 63.) Realsiasi (Rp.264.187 .000. 1.000.Pencairan dana cadangan .000.506.71 . Penerimaan Daerah 59.684..000.12 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Bombana Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 Uraian Target (Rp.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .264. PEMBIAYAAN a.Pembayaran utang pokok .Penerimaan kembali pemberian pinjaman ..278. hal ini berarti bahwa terjadi penurunan realisasi nilai pajak dari sebesar Rp.00%).Sisa lebih perhitungan / silfa 59. Perpajakan Salah satu sumber keuangan daerah adalah pajak dari masyarakat maupun pelaku usaha.278.-.Penerimaan piutang daerah b.482.000 46.Penyertaan modal 2.Pembentukan dana cadangan 4.

1. 11.530 960 2. 2. 14.704 11.795 1.684 4.283 4.080.945 6.792 2.896 213 3.553 67.120 19.398 40.43 15.740..875.846 6. 12.362.37 8.669.037. 8.40 12.339.67 14.035.338 17. Untuk jelasnya lihat perkembangan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menurut Kecamatan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.151.341 1.260 80.13 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .771.470 1.477. 4.530 960 2.57 45.-.658.34 100.726.560 Rp.929.58 8. 682.153 25.684 4.356.486 94.422 22.116 100.532.560 Realisasi Rp.956 51.000 70.482.138 3.18 35.433 1. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.116 101.354.672 71.19 2009 51.948 100.470 1.tahun 2010 menjadi Rp. 21.433 1.51 46.034 46. 17.210 29.887 21.433 682.149 635 1.684 36. 9.99% (Rp.264.62 16.341 1.048.501 54.225 59.55 64. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Ketetapan Op.249 90.392 86.412 488 1.513.77 1.851.000 197. % 21.694.034.149 635 1.013.482 144.50 40.466.596 2.896 213 3.974 1.039.425 2.362.881. 1.596 2.000 33. 15.547 44.399 118.568 188.507 49.71 34. 3.000. 19. 16.704 31.578 125.61 29.482.048.45 46.296 12.746.248 56.18 59.296 15. 5.938 65.151. 1.847 15.108 24.994 9.407 1.138 3.00 4.487.680.846 6.402.425 2.354.20 Jumlah 2010 51.919 12.015.433 1. 7.830. 18.599.848.177 1. 22.78 57.558.839 66.47 24.590. 10.974 1.795 1.412 488 1.927 98.236.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 53 Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. 26. 6.060.75 38.633.645 29.945 6. 20.603.330.984. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 53. 13.00 72.020.461 Op.948 51.456 47.407 1.234.462 60.029.00 Sumber: Dinas Pendapatan.850.482.792 2.264.

558. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Realisasi PBB 2009 26.694. 11.66 -2. 6.765 118.080.57 -40.225 8.137 44.2010 Kecamatan 1. 13.151.000 Perkembangan (%) -19.501 14.249 15.669.704 11.927 98.035.466.362. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 54 Tabel: 4. 14. 7.13 Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan Tahun 2009 .938 4.40 -53.82 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .672 29.153 25.417.645 29.120 19.248 56.050.354.66 -52. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.994 9.704 36.659 12.000 2010 21.234.513.025 101.22 -42.41 -45.746.354.600 24.296 15. 3.782 17.236.850. 2. 8.61 7.283 4.013. 9.487.887. 10.116 72.244. 12.151.37 -28.606.260 8.50 -59.740.059.565 15.30 -34.456 12.590.000.53 -75. 4.580.35 -68.733 40.33 -9.

16.034 Dinas Pendapatan. Untuk itu.037.337 144.048.360 66. Koperasi yang ada di Kabupaten Bombana terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan Non KUD.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 55 Realisasi PBB Perkembangan (%) -64. ketersediaan sarana perbankan dalam suatu daerah menjadi indikator kemajuan daerah dalam mengatur pendanaannya.29 -65.462 60.893.553 67. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Perbankan Bank merupakan sarana pelayanan masyarakat dalam rangka mengatur sirkulasi uang dalam suatu daerah.99 Kecamatan 15.14 Tabel: 4. 20. Kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar koperasi menjadi lembaga yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah. 22. 18. Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Sumber: 3.33 -35.108 33.80 -53. Perkembangan jumlah Koperasi Unit Desa dan Non KUD di Kabupaten selama 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. perkreditan dan sekaligus juga menjadi tempat pengamanan modal.461 1.848.029.43 -54.984 2010 70. 17.296 12.576 125.518 188.25 -61.356.680.85 -53.633. 21.482.14 Jumlah Koperasi dan Anggotanya di Kabupaten Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 .776.82 -40.929. perbankan juga sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat sebagai sarana investasi.507 49. BRI sebanyak 3 unit.264.604. yaitu Bank PBD 1 unit.887 21.851.985. Jumlah Bank di Kabupaten Bombana Tahun 2009 berjumlah 5 unit.726. Koperasi Koperasi merupakan sarana perekonomian yang menganut asas demokrasi dan kekeluargaan. 4. 2009 197.684 682. dan Bank Muamalat 1 unit.830. 19.210 29.422 22. Selain itu.38 -83.039.392 86.486 94.015.

14. 4.400.15 Banyaknya Anggota. 9.800.970. 4..000 129.000 817. Tabel: 4. 13.072.000. masingmasing disajikan pada tabel 3. 12. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 7.37 34. Simpanan dan Volume Usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.000 233. 8. masing-masing sebanyak Rp.600.446.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 56 Tahun 2005 – 2010 Tahun Jumlah Koperasi Anggota 535 976 326 380 1.300.000 105. 15.432.dan Rp.65 347.400..56 195.000 268.120. 5. sedangkan banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Non KUD masing-masing sebanyak Rp.000 58.000.dan Rp.656.376. 14. 6. 11.60 dan tabel 4.000 56. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Jumlah Anggota KUD 2 1 1 3 2 1 1 1 1 6 120 77 110 189 221 280 24 145 80 454 Simpanan 73.000 Volume Usaha 292.800.450. Banyaknya unit.700 xx Perkembangan (%) Jumlah Anggota Koperasi 66.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 1.14 -66.33 16.000 146.000 585.840.040.164.000 4.200.400.964. 5.000 321.67 82. 2.14 33.. jumlah simpanan dan volume usaha Koperasi (KUD + Non KUD) di Kab.000 518.000 80.600.784.480. 1.-.000.000 204.000 224.000 17. Bombana keadaan tahun 2009.210.000.510.51 2005 21 2006 35 2007 15 2008 23 2009 68 Rata-rata xx Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Bombana tahun 2010. 10.820.60 53.000 423. 3.200.15.43 -57.850.344.

22.800.000 Volume Usaha 523. 21.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 57 Kecamatan 16.200.000 77. 19.800.000 5.000 311.294 Simpanan 130.000 52. 17.656.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 1.446. 20.000 57.000 211. Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 3 1 2 1 26 207 96 110 181 2.800.000 231.784.950.320.200.830.164. 18.

7.000 521. 10.16 Banyaknya Anggota.340.060. 19.630. 11.000 61.840.200. Aspek Sosial a) Pendidikan Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak akan terlepas dari pembangunan bidang pendidikan.000 2. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 13. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .760. 14.760.000 279.000 69.000 245.260.228. 15.000 11. 3.000 1.000 4.520.400.964. 1.439.750.240. 9.000 61.000.000 255.320.920.000 800.000 247.760.432. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk diharapkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.000 185.628. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 8 1 1 7 9 1 22 4 1 8 4 3 5 14 5 4 10 6 1 2 116 768 21 29 398 316 20 1. 21.000 407.620.835.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 58 Tabel: 4.000 173. 12.000 694.000 3.335.000 36.000 1.960.000 94.570.560.890. Aspek Sosial Budaya Kondisi sosial budaya masyarakat suatu daerah ikut mempengaruhi atau memberi corak terhadap perwujudan daerah. 4.080.000 1. Simpanan dan Volume Usaha Non KUD Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.000 232.000 14.000 11.000 31.000 521.190.000 Volume Usaha 1.000 240.970.020.765.000 126. 5.000 2. 8.000 16.405.035.000 130. 17.560.065. 2.362 123 75 284 156 74 139 590 139 95 617 244 41 72 5. 20. 6.000 58.000 245.850.000.000 379.000 47.416.440. 22.000 H. 16.000 4.000 982.280.240.558 Simpanan 359.000 557.800.820.023.000 147.340.830.201.980. 18.

) II 1.17 Tabel: 4.665 1.RA (Depag. Keadaan dan perkembangan fasilitas pendidikan (jumlah unit.TK (Diknas) .36 30.174 1. 3.021 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 59  Fasilitas Pendidikan Tersedianya fasilitas pendidikan dengan kualitas cukup serta keberadaannya menyebar secara merata di setiap wilayah diharapkan pula dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pendidikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.85 21.) SLTP / MTs.) 2.264 Perkembangan (%) 05-10 31.45 19.) Jumlah Guru: SD (Diknas) MI (Depag. 2. Guru dan Murid Menurut Tingkat Sekolah Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Tingkat Pendidikan I TK/RA 1.949 13. Jumlah Unit: SLTP (Diknas) MTs (Depag.076 20.RA (Depag. Jumlah Unit: .87 9.61 30.376 2010 111 111 3.) Murid Jumlah 2005 37 37 1. 2. Jumlah Guru: .949 810 810 17 17 3.174 51 51 123 123 13.22 65.50 23.TK (Diknas) .055 1.17 Perkembangan Jumlah Sekolah.RA (Depag. SD / MI Jumlah Unit: SD (Diknas) MI (Depag.02 10.541 124 54 40 14 7. Jumlah murid: .61 31.390 380 380 158 144 14 21.11 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .390 3.22 6.74 17.36 65.) 3.44 33. dapat dilihat pada Tabel 4.) Murid SD (Diknas) MI (Depag.46 4.TK (Diknas) . guru dan murid) keadaan tahun 2010 dan keadaan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010). III 1.

30 31. Persentase penduduk Kabupaten Bombana dengan ijazah tertinggi setingkat SD sekitar 23. IV 1.630 852 630 222 24 14 4 4. Dari empat jenjang pendidikan formal yang dibahas di sini. Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2010.) Jumlah Guru: SLTP (Diknas) MITs(Depag.63 48.66 52.518 296 563 335 79 6 860 149 Perkembangan (%) 05-10 13.60 16. jumlah penduduk Kabupaten Bombana usia 15 tahun ke atas adalah 57. baik dari sekolah swasta maupun sekolah negeri. V SLTP (Diknas) MTs (Depag.61 15. terlihat bahwa persentase kepemilikan ijazah terbesar pada tingkat pendidikan SD/MI/Sederajat.376 158 158 8 8 1.418 jiwa. sedangkan yang setingkat SLTP sekitar 14. 3.99 69.02 25.674 3. Dari jumlah terebut ada 38.) Jumlah Guru: SLTA (Diknas) MA (Depag.14%. 2.) SMTK Jumlah unit Jumlah murid Jumlah guru Sumber : Bombana Dalam Angka 2010  Tingkat Pendidikan Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sumber daya manusia.82%.634 1.878 1.) Jumlah murid: SLTA (Diknas) MA (Depag.) SLTA / MA Jumlah Unit: SLTA (Diknas) MA (Depag.98 - Tingkat Pendidikan 3.39 41. Demikian juga penduduk yang sempat menyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang menengah atas sekitar 17. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tingkat pendidikan dapat tercermin dari masih rendahnya persentase Kabupaten Bombana Tahun 2011 .82%.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 60 Jumlah 2005 3.68% tidak memiliki ijazah dengan kata lain penduduk tersebut tidak berhasil menamatkan pelajaran pada suatu jenjang pendidikan formal.878 68 68 2010 5.

Berdasarkah hasil analisis data / diolah dari data Kabupaten Bombana dalam angka tahun 2010. APS kelompok usia TK Kabupaten Bombana (4 – 6) tahun sekitar 87.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 61 penduduk yang telah mendapatkan ijazah pada jenjang pendidikan di atas SLTA.64%.91%.64% penduduk Kabupaten Bombana hanya berpendidikan SLTP ke bawah. Persentase penduduk yang mendapatkan ijazah Diploma I/Universitas adalah sekitar 5. Demikian juga dengan APS kelompok usia SD (7 – 12) tahun yang masih sekolah dengan jumlah penduduk sekolah bersangkutan SLTP. APS kelompok usia TK (4 – 6) tahun yang masih bersekolah dengan jumlah penduduk sekolah yang bersangkutan. dapat diartikan sebagian besar anak usia 4 – 6 tahun telah menikmati pendidikan TK. Sebagai satu hal yang perlu dicermati. atau dapat diartikan bahwa hampir seluruh anak usia 7-12 tahun telah menikmati pendidikan dasar. APS kelompok umur 7-12 tahun Kabupaten Bombana adalah sekitar 99. Tinggi rendahnya angka ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang mendasar yaitu wajib belajar 9 tahun serta ketersediaan sarana sekolah.36% penduduk usia ini tidak bersekolah lagi.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan antara lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). dapat diperoleh dengan membagi jumlah penduduk yang sekolah pada kelompok tersebut dengan total penduduk kelompoknya. Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . SMU dan seterusnya. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan. atau sekitar 8. Tabel: 4.54%. Sementara itu APS usia 13-15 tahun adalah sekitar 91. Selanjutnya APS kelompok usia 16-18 tahun adalah sekitar 75. bahwa dari data yang ada sekitar 76.33%.18 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut kelompok umur.64%. Untuk jelasnya lihat angka partisipasi sekolah (APS) menurut kelompok umur Kabupaten Bombana tahun 2010.

Puskesmas Keliling (roda 4 sebanyak 9 unit dan Boad 1 unit). Apotik 2 unit dan Toko obat 6 unit.343 Penduduk Bersekolah 3. Posyandu 212 unit. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .076 7.246 4. tenaga kesehatan yang cukup dan profesional serta kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Polindes 22 unit.674 *) APS 87.20%. sementara angka buta huruf sekitar 11.91 *) Kelompok Umur Usia TK (4-6 Thn) Usia SD (7-12 Thn) Usia SLTP (13-15 Thn) Usia SLTA (16-18 Thn) Usia Perguruan Tinggi (19 – 25 Thn) Sumber : Diolah dari data Kabupaten Bombana dalam Angka Tahun 2010 *) Data tidak tersedia  Melek Huruf dan Buta Huruf Melek huruf adalah kemampuan seseorang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya dan merupakan indikator yang dapat menggambarkan mutu sumber daya manusia. Hasil Susenas 2010 menunjukkan bahwa angka melek huruf pada penduduk dewasa yaitu 88.64 91. Untuk meningkatkan pelayanan tersebut.157 10. Puskesmas Perawatan 8 unit. Puskesmas Plus 7 unit.64 75. Fasilitas Kesehatan Efektivitas pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas yang memadai.907 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 62 Penduduk Usia Sekolah 3. Angka ini memberikan gambaran bahwa pencapaian pendidikan di Kabupaten Bombana masih perlu terus ditingkatkan dengan meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa hingga melebihi angka 95%. pemerintah telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana kesehatan. mudah dan terjangkau adalah dambaan seluruh masyarakat. Fasilitas kesehatan di Bombana Tahun 2010 meliputi Rumah Sakit 1 unit.33 99.152 7. Pustu 32 unit. Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan. (a).882 21. b) Kesehatan dan Keluarga Berencana 1) Kesehatan Pelayanan kesehatan secara merata.390 21.80%.

dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 164 orang.Roda empat .48 31. bidan 33 orang. Apotik 10. Rumah Sakit Puskesmas Perawatan Pustu Posyandu Puskesmas Keliling .54 6. SKM 11 orang.20 2005 1 5 34 180 9 7 1 3 231 Jumlah 2010 1 8 32 212 19 9 3 7 22 2 6 302 Perkembangan (%) 05-10 0. 3. SPGR 3 orang. Puskesdes 9. Perkembangan jumlah tenaga kesehatan Tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. SPK 19 orang.00 10. Puskesmas Plus 7. Tabel: 4.50 4.18 20. Pedagang Farmasi Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis) di Kabupaten Bombana tahun 2010 terdiri dari Dokter umum 3 orang. SPPH 5 orang.19 Tabel: 4. 5. Polindes 8.61 6. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 63 Perkembangan jumlah fasilitas kesehatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada pada Tabel: 4.00 -1.Boat 6. 4.20.93 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Toko Obat 11.19 Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis 1.

Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK Tenaga Kesehatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Bombana Banyaknya 2005 4 115 2 121 2010 3 33 11 3 5 19 164 238 Perkembangan (%) 05-10 -6.14 18. 9. 4. 2. 3.43 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 6.81 53. 8. 7. 5.94 -26.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 64 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 – 2010) Jenis 1.

Polio-2. calon pengantin yang diimunisasi dan murid sekolah yang diimunisasi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Polio-4 dan campak. Dinding dan Atap Rumah.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kepemilikan WC serta Pemakaian Listrik sebagai sumber penerangan utama dan ledeng sebagai air minum utama Dari sejumlah 2.781 Rumah Tangga yang ada di Kabupaten Bombana menunjukkan :  Terdapat sejumlah RT masih menempati rumah yang luas lantainya < 20 M2  Terdapat sejumlah RT masih mendiami rumah berlantai tanah  Terdapat sejumlah RT yang dinding rumahnya terbuat dari pepohonan  Terdapat sejumlah RT yang atap rumanya terbuat dari dedaunan  Terdapat sejumlah rumah tangga tidak menggunakan Listrik sebagai sumber penerangan  Tedapat sejumlah RT tidak memiliki WC sendiri atau menggunakan WC bersama/WC umum dan lainnya sebagai tempat buang air  Hanya sebagian kecil masyarakat yang terlayani oleh Perusahaan Air Minum PDAM. Jenis imunisasi yang dilakukan bagi bayi. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan antara lain tercermin dari kepemilikan rumah yang memenuhi syarat kesehatan/layak huni yang memberikan suasana nyaman bagi penghuninya. Polio-3. yaitu BCG. DPT-2. Rumah yang memenuhi syarat kesehatan tercermin pula dari kondisi rumah itu sendiri (Luas dan Jenis Lantai. DPT-3. Pelayanan Kesehatan Imunisasi Selain pemberian air susu ibu (ASI) upaya membangun kekebalan tubuh dilakukan melakui imunisasi. Keadaan dan perkembangan jumlah bayi yang di imunisasi. Sebagian masyarakat lainnya menggunakan air minum yang berasal dari sumur tak terlindung dan mata air (c). KL1/DT. DPT-1. jenis imunisasi bagi ibu hamil dan calon pengantin yaitu TT-1 dan TT-2 sedangkan jenis imunisasi bagi murid sekolah yaitu Campak/KL1. Polio-1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 65 (b). TT1 KL2 dan TT2 KL3.

275 1.200 3.345 2. DPT-1 3. BCG 2.498 1.912 1.643 2.05 9.448 1.229 1.535 1. Polio-4 9. Bayi yang diimunisasi 1. Polio-2 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 66 Tabel: 4.24 11.18 10.167 2.638 2. DPT-3 5.632 Perkembangan (%) 05-10 6.007 1.60 8.459 2010 2.27 10. TT-1 2.567 2. DPT-2 4. Banyak Murid yang diimunisasi 1. TT 3. TT-2 III.177 2.632 3. Polio-3 8.496 1.786 1.083 3. Campak II.43 10.363 2.194 2. Polio-1 6.35 10.598 1.18 - Keluarga Berencana (KB) Pengetahuan tentang pengendalian kelahiran dan keluarga berencana merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi dan Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Campak Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2) Jumlah (Orang) 2005 2.21 Perkembangan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian I.80 11. DT 2. Ibu Hamil dan calon pengantin / TT/ WUS yang diimunisasi 1.

426 1.20 54.140 171 1. 1. 6.15 69.059 1.291 1.721 pasang.85 468 24. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 24. 13.417 453 300 15.21% dari jumlah PUS. 10.22 Banyaknya PUS dan Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 317 437 292 660 511 339 1.084 779 474 1.48 46.58 66.886 1. 21. 22. 19.95 41.78 56.10 60. 9.71 64.92 66. 20. 11.14 61. 16.92 63.70 62. 17. 12. 2. 5.694 1.380 pasang atau 62.74 93.187 594 779 860 1.22 Tabel: 4. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah PUS 529 653 469 1. 7. Tingginya angka pemakaian alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggambarkan tingginya angka kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.10 No.02 69.327 2.539 307 1.04 69.307 7.721 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .42 57. 15.831 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 67 selanjutnya berpengaruh terhadap pemakaian alat/cara KB yang tepat dan efektif. Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 18.57 55.51 59.316 676 247 517 633 952 1.446 788 2. 14. 4.21 Persentase Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 59. 8. 3.60 73. Tinjauan peserta KB (KB aktif + KB baru) menurut kecamatan tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.37 73.380 62.28 48. Jumlah peserta KB (KB aktif + KB baru) tahun 2010 sebanyak 15.064 491 1.609 1.

implant 1.626 pasang.24 Tabel: 4.984 187 6. Kondom 4.116 1.308 66 Akseptor Baru 1.574 128 1.511 pasang. Pil 8. Pil 3.768 1.984 187 6.303 63 7. kondom 315 pasang.37 196.23 Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 – 2010 Alat Kontrasepsi Akseptor Aktif 67 6.67%.24 Perkembangan Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Alat Kontrasepsi 1.558 pasang . Obat Vaginal Sumber: BPS Kabupaten Bombana Perkembangan banyaknya peserta KB aktif tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 menurun 5.18 -4. 3. Implant 6.858 203 10 Jumlah 67 8. suntikan 8. persentase perkembangan banyaknya peserta KB aktif menurut alat kontrasepsi yang digunakan tahun 2010 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 disajikan pada Tabel: 4.95 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . dan MOP/MOW 76 pasang. 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 68 Peserta KB (KB Akfit + KB Baru) menurut jenis kontrasepsi sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.768 1.558 315 8.89 -31. 5.626 1.308 Perkembangan (%) -21. IUD Pil Kondom Suntikan Implant 2005 85 7. MOP/MOW 7. Tabel: 4.511 76 - 1.922 2010 67 6. IUD 2.83 -4. Suntikan 5. 2.97 menunjukan jumlah PUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi jenis IUD sebanyak 67 pasang.

319 Implant 562 MOP/MOW 44 Obat Vaginal Jumlah 3.12% dari target akseptor baru yang ditetapkan.659 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Hingga tahun 2005 – 2001 jenis sarana pelayanan Keluarga Berencana meliputi klinik KB.26 Perkembangan Jumlah Sarana Pelayanan KB menurut Jenisnya Tahun 2005-2010 Jenis 1.25 Banyaknya Akseptor Baru menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 Alat Kontrasepsi 1.73 103. Realisasi akseptor baru menurut alat kontrasepsi yang digunakan pada tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4. 4.86 36.25 Tabel: 4. 3. 7. 6. KKB. Obat Vaginal Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2005 69 16. 4.35 -5.87 Plus 32.67 Alat Kontrasepsi 6. Klinik KB KKB PPKBD Sub PPKB Jumlah 2005 9 9 185 311 2010 17 14 139 434 587 Perkembangan Rata-Rata 15. 2.574 128 1.563 Kondom 134 Suntikan 1. PPKBD dan Sub PPKBD selama kurun waktu 2005-2008 disajikan pada Tabel: 4. Perkembangan jumlah sarana pelayanan KB (Klinik KB.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 69 2010 66 15.12 IUD 37 Pil 1.858 203 10 3. 2. MOP/MOW 7.70 95.87 17. 3. 5. KKB.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .305 Realisasi akseptor baru tahun 2010 sebanyak 3773 pasang atau 103.52 140.12 22.380 Perkembangan (%) -4.773 Persentase 100.26 Tabel: 4. PPKBD dan Sub PPKBD. Target Realisasi 1.

4. tuna wicara. . bisu/tuli 120 orang. Jumlah anak asuh tahun 2010 sebanyak 38 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 4 orang. keterbelakangan. cacat anggota badan 1. penyandang penyakit Ex-Kronis 380 orang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tercatat di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 2.27 Tabel: 4. 3.27 Perkembangan Tenaga Medis Pengelola Program KB Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Jenis 1. 2. ketunasusilaan dan korban bencana alam. dan SMA 5 orang. cacat mental 170 orang. .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 70 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga medis pengelola program KB di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 sebanyak 9 orang terdiri dari PPLKB sebanyak 6 orang dan penyuluh KB 3 orang.Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 21. . SMP 13 orang. tuna netra 275 orang. rungu.200 orang.86 Dokter 2 Bidan 2 PPLKB 6 Penyuluh KB 13 Penyuluh Paramedis Jumlah 23 Sumber: BPS Kabupaten Bombana C). 2005 2010 6 3 9 Perkembangan Rata-Rata 0. keterlantaran. Perkembangan jumlah tenaga medis pengelola program KB Kabupaten Bombana selama kurun waktu 20052010 disajikan pada Tabel: 4. 5. Anak panti asuhan yang mengikuti pendidikan tahun 2008 sebanyak 30 orang terdiri dari SD sebanyak 12 orang.373 orang yang terdiri dari cacat ganda 28 orang.25% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama.Panti asuhan yang ada di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 hanya sebanyak 1 unit dengan kapasitas tampung sebanyak 50.791 jiwa atau 18.00 Minus -26.Kesejahteraan Sosial Usaha mewujudkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat yaitu dengan mengatasi masalah-masalah pokok kesejahteraan sosial yang berupa kemiskinan.

4.6. Dalam hubungan antar suku/integrasi secara umum sangat baik dan dapat dibuktikan dengan pernikahan campuran yang sudah biasa dan tidak menimbulkan masalah.2. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 3. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Islam Katolik 2.765 66 .490 2.765 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 71 .28 Banyaknya Penduduk menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut Tahun 2010 Kecamatan 1. dan Budha. 6.28 Tabel: 4.521 orang (2.191 .742 .845 I. Aspek Budaya Penduduk Kabupaten Bombana terdiri dari beberapa macam etnis atau suku. Agama/Religius. 2.451 6. Aspek Agama Agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Bombana umumnya beragama Islam.6.981 orang atau 97.Peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah bencana banjir sebanyak 1 kejadian 2.451 . Untuk jelasnya lihat jumlah penduduk menurut agama dan Kecamatan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Katolik/Protestan.3. Khasanah Kehidupan masyarakat di Kabupaten Bombana bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Bombana tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini. Hindu. hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bombana yang menganut agama Islam sebanyak 108.191 2. Mengenai stratifikasi masyarakat secara adat dalam kehidupan masyarakat masih ada tetapi sudah agak longgar begitu pula kebanggaan terhadap daerah masih tinggi namun tidak fanatik.556 . Politik dan Hankam 1.742 6.24%) menganut Agama Kristen.76% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2010) sedang sisanya sebanyak 2.2. 5.2. Dalam hubungannya dengan ikatan adat dan tradisional di kalangan anggota masyarakat sudah longgar dan pada umumnya sekedar menghormati tradisi.845 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya .

310 Poleang 13.2.412 Jumlah 108.5.022 Poleang Timur 8. 7.385 8 .716 Poleang Utara 8. mushallah 33 unit. 9.481 Kecamatan 7.981 47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Sejalan dengan perkembangan jumlah pemeluk agama tersebut telah dibangun mesjid sebanyak 221 unit. 5.3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 72 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya 309 .987 Mata Usu 1.4.111. 14. 22. 18.147 .30 Tabel: 4.259 27 Lantari Jaya 4. Islam Katolik Rumbia 5. 3.959 139 188 .2. 10.313 43 .8. 17.613 73 893 . Masaloka Raya 2.5. 13. Keadaan Perkembangan jumlah tempat peribadatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing disajikan pada Tabel: 4. 16.716 97 257 .931 4 .062 Poleang Tengah 3.022 . 20.536 .062 . 2.13.8.953 .444 Kep. 10. 4.29 Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Agama dan Kecamatan Kecamatan 1.459 .1. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.289 Tontonunu 3. 19.29 dan Tabel: 4.416 Poleang Barat 9. 8.3. 11.011 20 Poleang Selatan 4.452 Rarowatu 2.9.456 373 .289 . 6.4. gereja 14 unit dan pura 5 unit.381 3 .931 Rumbia Tengah 3. 12.444 . 21.373 Poleang Tenggara 3. Masaloka Raya Rumbia Tengah Mesjid 5 10 5 6 9 5 7 10 4 7 Mushalla/ Gereja Langgar 1 2 2 2 Pura Vihara - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 9.3. 15.586 Rarowatu Utara 4.6. 8.412 995 311 1.227 Mata Oleo 6.3.

35% per tahun. Poleang Timur 15 2 16.68 -13. Mata Usu 5 15. Poleang Utara 21 6 2 17.46 4.08%. 2. Lantari Jaya 10 9 1 14. Poleang Barat 22 1 21. Poleang 18 3 20. Tontonunu 13 22. 3. 5. Poleang Tenggara 8 1 19. Banyaknya jumlah jamaah haji tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3.67 - Mesjid 172 Mushallah 28 Gereja 9 Pura 6 Vihara Jumlah 215 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya Nikah yang dilaporkan/didaftar ke KUA tahun 2010 sebanyak 992 pasangan. Rarowatu Utara 13 9 3 13. 4. Poleang Tengah 7 14 Jumlah 221 33 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Mesjid Tabel: 4. Jumlah 2005 2010 221 33 14 5 273 Perkembangan (%) 05-10 6. Rarowatu 8 1 1 12. Poleang Selatan 13 1 18. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 73 Pura 1 2 1 1 5 Vihara - Mushalla/ Gereja Langgar 11. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) meningkat rata-rata 2. Jika dibandingkan dengan tahun (2005) meningkat 39.30 Perkembangan Tempat Peribadatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian 1.105 sebanyak 147 orang terdiri dari laki-laki 62 orang dan perempuan 85 orang.19 11.

00 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2. Dari aspek kehidupan politik daerah ini dapat dikatakan mantap dimana dalam 5 Tahun terakhir tidak ada konflik politik Jumlah Partai Politik yang terdaftar di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 sebanyak 38 Parpol. Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008.31 Perkembangan Banyaknya Jamaah Haji Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 . 4. masing-masing merupakan Pemilu yang kesembilan dan kesepuluh sejak Indonesia merdeka. Aspek Politik Setiap lima Tahun sekali masyarakat Indonesia menggelar pesta demokrasi.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 74 Tabel: 4. pada Pemilu sebelumnya ada sebagian anggota DPR dan DPRD yang diangkat oleh pemerintah. seluruh anggota Legislatif dipilih secara langsung. sedang pada Pemilu sebelumnya bersifat sementara (ad hoc) sehingga setelah Pemilu selesai lembaga penyelenggaranya langsung dibubarkan.59 17 60 Tahun Ke Atas 3 Jumlah 2010 62 2005 25 % Perkembangan 05-10 148. tetap dan mandiri.81 Jumlah 9 25 63 43 7 147 89 39. Beberapa perbedaan di antaranya adalah:  Pemilu 2004 dan 2008 diselenggarakan oleh lembaga yang bersifat nasional. Laki-laki Perempuan 6 15 34 26 4 85 64 32. yaitu pada Pemilu 2004 dan 2008 Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008. Proses penyelenggaraan Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Banyaknya perolehan suara Kabupaten Bombana Tahun 2011 .  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008 ada lembaga baru yang dibentuk untuk mewakili daerah provinsi. dan seluruh rakyat Indonesia. 2. yaitu Pemilihan Umum yang merupakan amanah konstitusi serta hajat besar negara. 3. 5.2010 Kelompok Umur 1.  Perbedaan yang paling menonjol. yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU).06 29 Tahun Ke Bawah 3 30 – 39 10 40 – 49 29 50 . yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) yang keanggotaannya juga dipilih langsung oleh rakyat. bangsa.

044 1.129 2.698 5. 8. 12.111 872 1. 17. 24. 29.130 744 3 402 1.821 2. 19.508 249 859 3.143 2. 22. 14.115 266 160 66 1.027 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 13.015 1.333 745 6. 21.006 130 207 2.048 6 2 73 Jumlah 3.033 841 337 421 1.533 5 32 485 5 2 864 Dapil III 1.151 139 108 235 743 34 192 418 16 236 45 222 558 1. 3.167 215 98 1. 20.147 1.275 705 3 153 1.32 Tabel: 4. 32. 2. 11.424 2. dan Pilpres.056 213 218 169 209 93 11 528 110 419 170 1. dapat dilihat pada Tabel 4.873 1.510 1.32 Banyaknya Perolehan Suara di Kabupaten Bombana menurut Partai dan Daerah Pemilihan Nama Partai 1. 4.010 11 4 1. DPD Provinsi. 6.173 281 926 875 2. 36.969 615 9 186 2. DRRD Kabupaten Bombana.700 816 2.488 6. 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 75 dalam Pemilu DPR Pusat. 31. 35. 33. 27. 9. 37. 7. 26.373 1.183 170 3 117 158 215 217 1.96 658 432 1.814 393 3.543 111 394 423 1. 30. 18. HANURA PKPB PPPI PPRN GERINDRA PBN PKPI PKS PAN PIB Partai Kedaulatan PPD PKB PPI PNIM PDP PKR PNB PPDI PDK REPUBLIKAN Partai Pelopor Golkar PPP PDS PNBK PBB PDIP PBR Partai Patriot Partai Demokrat PKDI PIS PKNU Partai Merdeka PPNUI PSI Dapil I 714 31 21 16 97 189 407 220 826 489 11 17 54 3 3 1.265 100 0 102 1. 34.697 1.625 1 1 477 0 0 90 Dapil II 1. 5.116 669 457 704 1. DPR Provinsi.924 466 3. 15. 25.273 1. 23. 28.063 275 4.110 163 570 3. 10.230 6.025 352 1.

Gangguan Kamtibmas yang ada di Kabupaten Bombana tahun 2005 sebanyak 144 kasus. Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bombana secara umum dapat dikatakan cukup aman dan terkendali.434 Sumber: BPS Kabupaten Bombana 3. baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Partai Buruh Jumlah Dapil I 259 12. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan terciptanya kehidupan yang aman dan tertib.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 76 Dapil II 214 32. Aspek Hankam Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan dambaan seluruh masyarakat.794 Jumlah 606 65.33 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .205 Nama Partai 38. lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tahun 2010 sebanyak 113 kasus. Untuk jelasnya lihat Perkembangan jumlah kejahatan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian keadaan tahun 2005 dan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.977 Dapil III 133 19.

Pembunuhan Penganiayaan Curas Curat Curanmor Perkosaan Perjudian Perzinahan Pengrusakan Penipuan Penggelapan Curi Biasa Kejahatan Kesopanan Aniaya Ringan Aniaya Biasa Palsu Surat Serobot Tanah Penghinaan Pengeroyokan Lahgun Sajan Pengancaman PLBT Tidak Senang Migas Kawin Tidak Izin Aniaya dalam Keluarga Kehutanan Pembakaran Kejahatan Lainnya Jumlah 2005 3 2 1 7 1 4 7 6 16 1 49 2 8 1 4 5 3 1 1 16 6 144 2010 1 10 3 2 2 1 1 26 2 2 1 11 3 2 46 113 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilaporkan pihak kepolisian tahun 2010 sebanyak 1. 10. 28.238 kasus dengan jumlah kecelakaan sebanyak 15 orang sedangkan korban lalu lintas sebanyak 79 orang terdiri dari mati 22 orang. 2. 13. 27. 9. Perkembangan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan tahun 2010 disajikan pada Tabel 4. 14. 18. 24. 19. 17. 26. 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 77 Tabel: 4. 5. lukaluka berat 22 orang dan luka-luka ringan 35 orang. 21. 22. 23. 4. 12. 20.34 Tabel: 4.34 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 15. 8. 16. 7.33 Perkembangan Jumlah Kejahatan Yang Dilaporkan Oleh Pihak Kepolisian Tahun 2005 dan Tahun 2010 Uraian 1. 11. 25. 6.

dan untuk maksud tersebut maka pembangunan jalan di daerah Bombana dilaksanakan baik dalam bentuk rehabilitasi jalan yang sudah ada.26 -63. Kecelakaan Lalu Lintas 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 78 Perkembangan Jumlah Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilaporkan Banyaknya 2005 936 41 62 15 10 37 2010 1.42 46. Adapun prasarana wilayah yang ada di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1.35 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Kabupaten Bombana Tahun 2011 .67 120. politik dan ekonomi. Pelanggaran 2. maupun pembangunan baru. pemeliharaan.00 -5.15 km tahun 2010).41 Jenis 1. Prasarana Wilayah Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu wilayah merupakan hal penting dalam mendorong wilayah yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang serta berinteraksi dengan daerah lain baik dalam skala sosial.08 km. Prasarana Perhubungan Darat (a) Kepemilikan Jalan Jalan memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar jalannya roda pembangunan dan pemerintahan.41 27. Adapun keadaan dan perkembangan panjang jalan menurut jenis permukaan.4 km tahun 2005 menjadi 592. budaya. kondisi jalan dan panjang jalan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2005-2010 disajikan pada Tabel: 4.05% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) mengalami kenaikan rata-rata 7.15 km keseluruhannya merupakan jalan Kabupaten tidak ada jalan Negara dan jalan Provinsi. Luka ringan Sumber: BPS Provinsi Sultra J.62% per tahun (441. mengalami kenaikan 4. Mati b. Luka berat c. Sampai dengan Tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bombana + 592.35 Tabel: 4. Korban : a.238 15 79 22 22 35 Perkembangan (%) 32. Jika panjang jalan sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan panjang jalan tahun 2005 sepanjang 569.

2 692.92 -30.62 403.78 40.2 441.04 35.63 7.90 5.20 35.09 40.35 9.50 102.56 89.30 U r a i a n I Jenis Permukaan 1 Diaspal 2 3 4 II 1 2 3 Kerikil Tanah Tidak Terinci Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak 4 Rusak Berat 5 Tidak Terinci Sumber: Dinas Pekerjaan Umum.65 692.10 214. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .15 9.20 77.85 11.31 21. 2010.47 3.45 20.93 49.45 25.15 31.30 11.81 185.84 221. Bombana.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 79 (2005 – 2010) Panjang Jalan (Kilo Meter) 2005 2010 441.40 304.65 % Perkembangan 05-10 11.90 99.80 20. Pertambangan dan Energi Kab.15 331.

Berkaitan dengan potensi tersebut maka hal yang menjadi Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2. Keadaan dan perkembangan jumlah kendaraan bermotor roda empat keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.22 30.54 74. jika dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami kenaikan 0.36 Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Perkembangan (%) 05-10 1 2 3 4 5 Bus Mikrolet Truk Pick Up (mobil barang) Mobil Penumpang Jumlah 17 26 19 43 105 13 19 175 84 46 307 -6. Jumlah Kendaraan bermotor roda empat hingga tahun 2010 sebanyak 307 unit.21 18.36 Tabel: 4.66 % dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010 meningkat rata-rata 30. kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.76 No Uraian 2005 2010 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka (c) Kepemilikan Terminal Angkutan Umum Terminal angkutan umum (kendaraan roda 4 sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 2 buah yaitu di Kecamatan Rumbia dan Poleang. Mikrolet.49 -7. Pick Up/Mobil Barang dan Mobil Penumpang.76%). Desa-desa tersebut dengan latar belakang daratan dan lautan memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan taraf hidup. Truk.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 80 (b) Angkutan Darat Kendaraan bermotor roda empat di Kabupaten Bombana tahun 2010 meliputi Bus.12% dari luas wilayah Bombana (daratan + perairan) begitu pula dengan letak pemukiman penduduk umumnya Desa/Kelurahan berlokasi di wilayah pantai. Prasarana Perhubungan Laut Perhubungan laut memegang peranan penting di daerah ini karena bagian terbesar wilayah Bombana merupakan wilayah perairan yaitu sekitar 78.

Sarana angkutan laut / sungai Sampai dengan tahun 2010 sarana angkutan laut/sungai di Kabupaten Bombana meliputi 3 unit. Sampai dengan Tahun 2010 prasarana perbubungan laut/dermaga laut di Kabupaten Bombana sebanyak 8 unit yaitu : a.18% dan 55. Bongkar b.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 81 penting adalah adanya prasarana dermaga besar – kecil sebagai pintu gerbang keluar masuk dan bongkar muat barang dan jasa. Arus bongkar barang dan muat tahun 2010 masing-masing sebanyak 43.72%.438 dan 32. Arus Penumpang a. yaitu kapal motor sebanyak 749 unit. Jumlah kunjungan kapal dan GT Kabupaten Bombana Tahun 2009 masing-masing sebanyak 763 dan 3. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 arus bongkar barang dan muat masing-masing mengalami kenaikan 143. Keadaan dan perkembangan kunjungan kapal dan GRT. b. dan perahu tidak bermotor 1. Kunjungan kapal 2.302 749 27. Rumbia 2 unit Rarowatu 1 unit dan Poleang 2 unit.25 1. jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya arus penumpang yang datang dan berangkat. Arus Bongkar Barang dan Penumpang Tahun 2005 .2010 No Jenis Pelayaran 2005 593 16. msing-masing mengalami kenaikan 32. Kabaena Timur 1 unit.699 4. arus penumpang dan arus barang menurut jenisnya keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 20052010 dapat disajikan pada Tabel 4.563 * * 9. Datang b.56% sedangkan GRT mengalami penurunan 82.699 jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (2008) jumlah kunjungan kapal meningkat 11.50% per tahun sedangkan GRT menurun rata 31.255 per tahun. motor tempel 565 unit.567 6.37 Tebel: 4.023 ton dan 749 ton.951 Perkembangan (%) 05-10 6. Arus penumpang yang datang dan berangkat tahun 2009 masingmasing sebanyak 27. GRT 3.14 51. Kabaena 2 unit.64% dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010) jumlah kunjungan kapal meningkat rata-rata 6.438 32.50 -31.951.67% dan 34.35% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) penumpang datang dan berangkat masing-masing mengalami kenaikan rata-rata 30.26 30. Muat 4. Pulang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .14% per tahun dan 51. Arus barang (ton) a.296 2010 763 3.382 unit.37 Perkembangan Kunjungan Kapal.26% per tahun .

Tabel: 4. pos kilat / khusus. 2. surat dinas terdaftar pos kilat dan pos wesel. terdapat di Kecamatan Rarowatu. Jenis Pengiriman Surat Biasa Pos Kilat / Kilat Khusus Surat Pos Tercatat Kilat Surat Pos Tercatat Biasa Kabupaten Bombana Tahun 2011 .836 48 245 3 - No.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 82 Sumber : Kabupaten Bombana dalam Angka 3. Prasarana Perhubungan Udara Di Kabupaten Bombana Dewasa ini belum tersedia angkutan udara / belum memiliki bandar udara. .Kantor Pos Cabang sebanyak 3 unit. surat pos tercatat kilat.Kantor Pos Desa sebanyak 3 unit. Guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah Bombana yang semakin meningkat pemerintah daerah sejak tahun 2010 telah mulai melakukan langkah-langkah dan perencanaan pembangunan bandara di wilayah Pajongae Kecamatan Poleang Timur. Banyaknya benda-benda pos yang dikirim dan diterima menurut jenis pengiriman keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel 4. surat pos tercatat biasa. 3.38 Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan diterima dari Dalam dan Luar Negeri Menurut Jenis Pengiriman Tahun 2010 ( Kg.38 dan Tabel 4. Rarowatu Utara dan Lantari Jaya . 4.39. terdapat di Kecamatan Kabaena. ) Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 480 16 1. Rumbia dan Poleang.Pos Desa sebanyak 1 unit terdapat di Kecamatan Kabaena Timur Jenis pengiriman benda-benda pos (dikirim / diterima) di Kabupaten Bombana tahun 2009 meliputi 7 jenis yaitu surat biasa. Prasarana Komunikasi/Informasi: Dalam era teknologi yang semakin canggih maka kebutuhan akan telekomunikasi sangat penting bagi kelancaran informasi pembangunan.734 27 3. 1.906 15 119 5 4 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 4. Adapun jenis dan perangkat komunikasi yang berkembang di Kabupaten Bombana terdiri dari: . 4.

6. Rumbia 242. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. Kabaena Utara. 5. Materai 2.000 295. Akta Agraria Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 5. Mata Oleo dan Poleang masing-masing 1 unit.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 83 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 191 485 3 875 93 10.060. Poleang 29.000. Perkembangan jumlah wartel tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya (2008) menurun dari 13 unit tahun 2008 menjadi 12 unit tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun 2005-2010 berkurang dari 26 unit tahun 2005 menjadi 12 unit menjadi tahun 2009. stasiun relay dan lain-lain.40 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 29. Prasarana Telepon/Komunikasi Prasarana telepon/komunikasi timbal balik sampai dengan tahun 2009 meliputi wartel. Kabaena Barat sebanyak 3 unit. Kabaena 24.100.000 24.339 86 Sumber : Kabupaten Bombana Dalam Angka Tabel:4.060. 7. Prasarana wartel tahun 2009 sebanyak 12 unit tersebar pada 6 Kecamatan yaitu Kabaena Timur sebanyak 4 unit.100.000 242. telepon rumah.660 51 4.160.160.000 Wilayah Kec.000 No Jenis Total 295.39 Banyaknya Benda-Benda Pos yang Terjual menurut Jenisnya (Rupiah) Tahun 2010 Wilayah Kec. Jenis Pengiriman Surat Dinas Terdaftar Pos Paket Pos Wesel Jumlah Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 97 72 1.369 171 No.000 1.000.000 Wilayah Kec. Kabaena sebanyak 2 unit.

17.40 Banyaknya Wartel menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Kecamatan 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 84 Tabel: 4. 3. 6. 11. Cabang/ ranting perusahaan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2009 sebanyak 8 unit yaitu ranting Kabipute. 14. 2. 13. keamanan dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Banyaknya Wartel 2006 2007 2008 16 8 6 1 8 7 2 45 5 2 5 5 7 4 3 1 3 2 3 4 1 48 2 1 4 1 2 2 1 13 2005 15 6 6 1 8 7 2 26 2009 2 1 3 4 1 1 12 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 6. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 19. 10. 12. Di Kabupaten Bombana kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya. Lisdes Bombaya dan Lisdes Larete. Oleh karena itu. Sub Ranting Kabaena. 21. 9. Prasarana Kelistrikan Hampir semua nafas kehidupan dewasa ini digerakkan oleh listrik. 18. 4. keberadaan listrik mutlak diperlukan untuk kemajuan suatu daerah. kesehatan. baik pemerintahan. 8. Sub Ranting Boepinang. 7. 16. 15. 5. 20. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 22. Lisdes Donggala. perekonomian. pendidikan.

Keadaan dan perkembangan daya terpasang tenaga listrik menurut unit pelayanan tahun 2009 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.57% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 32.690.614 VA.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 85 Daya tampung tenaga listrik pada semua unit pelayanan tahun 2009 sebanyak 3. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) mengalami penurunan 34.40% per tahun.41 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

715 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 7.840 940 1.559.000 0. Lisdes Larete 83 Jumlah 5.42% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 10.671.00 Sub Ranting Boepinang 2.600. Sub Ranting Kabaena 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 86 Tabel: 4. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 1.57 32.681 2. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 136.247 95 8.800 93. Lisdes Bombaea 1.850 7.712 2.442 KWH.171.280 3.77 Lisdes Larete 86.41 Daya Terpasang Tenaga Listrik di Kabupaten Bombana Tahun 2005 – 2010 Perkembangan (%) Unit Pelayanan 08-09 05-10 2005 2009 2010 Ranting Kasipute 1.171.650 1.914 Plus Lisdes Bombaea 970.935.795 4.450 987.42 Perkembangan Jumlah Pelanggan menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Unit Pelayanan Jumlah Pelanggan 2010 1.800 5.614 -34.185 6. Sub Ranting Boepinang 2.48% dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .503.40 1 2 3 4 5 6 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah Pelanggan Listrik PLN di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 8. Keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan menurut jenis pelanggan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).60 Jumlah (KVA) Jumlah 1.43 10. disajikan pada Tabel 4.750 800 Minus Lisdes Donggala 280 46.800 1.94 2005 1.24 9.00 0.28 3. Ranting Kasipute 1.42 Tabel: 4.656 Perkembangan (%) 05-10 2.29 Sub Ranting Kabaena 800.40 1.94% per tahun.400 7.086.000 800.000 1.656 unit.853 1. Lisdes Donggala 5.

302.000 -89.852 171.495.590 Perkembangan (%) 2010 09-10 05-10 4.48 tinggi Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Tenaga listrik yang terjual pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 6.675. Keadaan dan perkembangan tenaga listrik terjual menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.484 562.734 912.852 3.596 7. Keadaan dan perkembangan produksi listrik menurut jenisnya keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) disajikan pada Tabel 4.785 KWH (2005) menjadi 6.852 KWH (2005) menjadi 7.915 160.228 44.727 23.43 Keadaan dan Perkembangan Produksi Listrik Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Kwh) 2005 2009 153.377 -7.980 1.889 KWH (2009).31 153.442 KWH (2009).355.302.893 66.05 - Jenis Pelayanan 1 Ranting Kasipute 2 Sub Ranting Kabaena 3 Sub Ranting Boepinang 4 Lisdes Donggala 5 Lisdes Bombaea 6 Lisdes Larete Total 1.889 KWH.608. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) menurun 95.53% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 133.935.43.810 Meningkat tinggi 455.300 Meningkat Meningkat tinggi tinggi 100.035.442 Meningkat 136.44 Keadaan dan Perkembangan Tenaga Listrik Terjual menurut Unit Pelayanan Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .935.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 87 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) meningkat dari 153.44. Tabel: 4.54 1. Tabel: 4.06 45.

45 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .059 1.150.889 Perkembangan (%) 05-10 Meningkat tinggi Meningkat tinggi Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Nilai penjualan tenaga listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.775 501.785 6. Untuk lebih jelasnya lihat keadaan dan perkembangan nilai penjualan listrik menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 147.464.464.70% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat ratarata 136.848 100.430 1.775 133.01% per tahun.567 jt.809.675.602.002 65. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 88 Unit Pelayanan 1 2 3 4 5 6 Ranting Kasipute Sub Ranting Kabaena Sub Ranting Boepinang Lisdes Donggala Lisdes Bombaea Lisdes Larete Total Jumlah (Kwh) 2005 2010 133.785 2.

01 1 2 3 4 5 6 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 89 Tabel: 4.53% per tahun.141.085 Lisdes Bombaea 745.620 Unit Pelayanan Total 79.750 unit. Jumlah pelanggan air minum di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 11. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 268.151 m3.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 35.700 2. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 126.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 45.437.414.525 Lisdes Larete 38.145.048.30% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 22.689.140 Boepinang Lisdes Donggala 309.702 Sub Ranting Kabaena 48.45 Perkembangan Nilai Penjualan Listrik Menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Rp.040 m3.77% per tahun.567 Perkembangan (%) 05-10 22.464.464.12% per tahun. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .25 136.000) 2005 2010 Ranting Kasipute 79.868. sedangkan masyarakat yang berdomisili di pedesaan masih menggunakan air sumur.437. Volume air bersih yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 261.700 177.302. Air Bersih Kebutuhan air bersih sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat pembangunan secara umum.495 Sub Ranting 1. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 227. Volume air bersih yang diproduksi PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 311. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bombana dilayani oleh PDAM dan sampai dengan saat ini hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di ibu kota kabupaten (Kasipute).

003. 000) 769 9.57 958.77 311. air minum yang diproduksi dan disalurkan serta nilai penjualan air minum tahun selama 5 tahun (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.223 Nilai air minum yang 108.040 35. Kolaka Utara dan Wakatobi di Provinsi Sultra. Perkembangan (%) 2010 08-09 1. 111. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 5.170 22.654.145 jt m3. Jumlah tagihan (Rp. Administrasi (Rp. Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Buton.46 Tabel: 4. Pemerintahan/Kelembagaan 1. Bombana berdiri sebagai daerah otonom baru malalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana.46 Banyaknya Pelanggan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 90 Nilai air minum yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.06 -5.000 Sumber : Bombana Dalam Angka & PDAM Bombana 2010 K. 2.145 jt tahun 2009).158 jt tahun 2005 menjadi Rp. 4.57% per tahun (Rp.951.51 Uraian Jumlah Pelanggan 512 Air minum yang diproduksi (M3) 93. 89.151 45. 000) 111. Produksi serta Nilai Air Minum yang disalurkan / didistribusikan oleh PDAM Kab.003.158 89.013.731.145 6.) 5. namun seiring dengan perubahan politik nasional yang menekankan otonomi dan desentralisasi kewenangan.312 Air minum yang disalurkan (M3) 58. Secara administratif Kabupaten Bombana saat ini terdiri dari 22 Wilayah Kecamatan (6 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi dan 16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .067.000 51. Bombana Tahun 2005 – 2010 Banyak (Unit) 2005 1.951.12 261.715 didistribusikan (Rp. Untuk lebih jelasnya keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan. 3. 89.53 562.

47 sebagai berikut : Tabel: 4. Adapun kedua puluh dua wilayah kecamatan tersebut sekaligus jumlah Desa/Kelurahan dan jumlah Lingkungan/ Dusun pada masing-masing Kecamatan disajikan pada Tabel 4.47 Pembagian Daerah Administrasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Banyaknya Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Kelembagaan a) Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2 7 4 4 5 7 1 10 5 2 7 7 9 5 3 8 5 4 4 9 5 4 117 2 1 2 4 3 1 1 2 6 22 Jml 4 7 4 5 7 7 5 10 5 5 8 8 9 5 5 8 5 4 10 9 5 4 139 DuLingk Jml sun 6 6 12 23 23 12 12 14 4 18 17 9 26 19 19 3 13 16 33 33 15 15 6 10 16 21 6 27 21 3 24 26 26 16 13 38 23 17 12 39 22 15 411 8 24 83 16 21 38 23 17 36 39 22 15 494 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Kab.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 91 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi) Jumlah Desa/Kelurahan 139 Desa / Kelurahan dan Dusun / Lingkungan sebanyak 494 Dusun / Lingkungan. Bombana Ibu Kota Tomokole Tedubara Batuawu Baliara Dongkala Lengora Kasipute Lora Masaloka Lauru Taubontu Aneka Marga Lantari Kolombi Mata Usu Bambaea Toburi Waemputang Larete Boepinang Rakadua Tongkoseng Mulaeno Kasipute Desa Kel.

Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Kabupaten Bombana terdiri atas : b). Sekretariat Daerah Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. . membawahi 3 bagian yaitu: .Bagian Organisasi dan Kepegawaian.Bagian Hukum. sarana dan prasarana pemerintah daerah. Sekretaris daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :  Mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah.Bagian Keuangan.Bagian Pemerintahan. membawahi 3 bagian yaitu: . .Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol  Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Tugas dan fungsi staf ahli ditetapkan oleh Bupati di luar tugas dan fungsi perangkat Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Bagian Kesejahteraan Rakyat. dan  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.Bagian Umum dan Perlengkapan.  Staf Ahli Staf ahli diangkat dari Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati. .  Menyelenggarakan administrasi pemerintahan. mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. .Bagian Perekonomian dan Perizinan. dimaksudkan untuk membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya. . membawahi 3 bagian yaitu: . .  Pengelolaan sumber daya aparatur.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 92 Pembentukan kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Bombana berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bombana dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bombana.  Asisten Administrasi Umum.Bagian Pembangunan. Susunan organisasi sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten yaitu :  Asisten Pemerintahan. keuangan.

Staf ahli sebagaimana dimaksud terdiri dari : a.Pengelolaan sumber daya aparatur. Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD. pembangunan dan keuangan c). . mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai hukum dan politik b.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 93 daerah.Mengordinasikan kebijakan pemerintah daerah .Menyelenggarakan administrasi pemerintahan .Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.Bagian Umum . Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia c.Penyelenggaran urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya. Dinas Daerah Kabupaten Bombana Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di pimpin oleh Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Bagian Persidangan d). Staf Ahli bidang Ekonomi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh sekretaris daerah. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . dan . Susunan organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana terdiri dari 3 bagian yaitu : . Staf Ahli Hukum dan Politik. Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud menyelenggarakan fungsi : .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. dipimpin oleh Sekretaris Dewan yang secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pembangunan dan Keuangan. sarana dan prasarana pemerintahan daerah. Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dimaksud menyelenggarakan fungsi : . memberikan telaahan mengenai perekonomian. Sekretariat DPRD mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.Bagian Keuangan . keuangan.

Kantor.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . (v) Dinas Kehutanan. Inspektorat b). (vii) Dinas Petambangan dan Energi (viii) Dinas Tenaga Kerja. Lembaga Teknis Daerah (LTD) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik. (xii) Dinas Pendapatan Daerah. Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud. (vi) Dinas Perindustrian. Dinas Daerah Kabupaten Bombana terdiri dari 12 Dinas yaitu : (i) Dinas PU. yang berbentuk inspektorat dipimpin Inspektur. (ii) Dinas Kesehatan (iii) Dinas Pendidikan.Kelompok Jabatan Fungsional e).Pemberian dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya . Peternakan.Sub bagian/seksi .Kepala dinas . dan .Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan lingkup tugasnya . Koperasi dan Penanaman Modal. Perdagangan. Lembaga teknis daerah yang berbentuk Badan dipimpin oleh Kepala Badan.Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial. menyelenggarakan fungsi : .UPTD.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Lembata teknis daerah terdiri dari : a). yang berbentuk kantor dipimpin oleh Kepala Kantor serta yang berbentuk Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur. Badan-badan yang terdiri dari : . Kebudayaan dan Pariwisata (iv) Dinas Pertanian. Inspektur dan Direktur sebagaimana tersebut di atas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah melaui Sekretaris Daerah Kabupaten. Kepala Badan.Sekretariat . (x) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (xi) Dinas Kelautan dan Perikanan.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. (ix) Dinas Perhubungan. . Susunan organisasi dinas daerah terdiri atas: . dan .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 94 .Bidang . Perkebunan dan Hortikultura.

b) Sekretaris kecamatan c) Seksi . Pertamanan dan Pemakaman.Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. yang diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. .Kantor Lingkungan Hidup. dan g. Politik dan Perlindungan Masyarakat. Pemerintahan Kelurahan Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang selanjutnya disebut Lurah. . Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Perempuan dan KB. Pemerintah Kecamatan Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani urusan otonomi daerah. bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. d.Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 95 Badan Pemberdayaan Masyarakat. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kebersihan. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. b. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Membina penyelenggaraan pemerintahan desa/ kelurahan. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.Rumah Sakit Umum Daerah. Susunan organisasi pemerintahan kecamatan terdiri dari : a) Camat.seksi g). e. Badan Kepegawaian Daerah. Perikanan dan Kehutanan Kantor terdiri dari : . Badan Kesatuan Bangsa. - f). f. Tugas Camat selain tugas tersebut di atas adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan umum yang meliputi : a. .

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 96 Dalam menjalankan tugas dan fungsi lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari camat. Susunan organisasi Kelurahan terdiri dari :  Lurah  Sekretaris  Seksi h). Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksan Teknis (UPT) dibentuk dengan Peraturan Bupati.3130 orang yang terdiri dari 452 Golongan IV.48 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .49 Tabel: 4. Selain Lembaga Pemerintah Daerah Otonom sebagaimana tersebut di atas terdapat Lembaga Vertikal yaitu:  Kantor Departemen Agama  Badan Pertanahan Nasional  Kantor Statistik Sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah administrasi dan pembentukan kelembagaan pemerintah daerah otonom maka dibutuhkan penambahan aparat pemerintahan yang mendukung terlaksananya dan suksesnya programprogram serta kebijakan pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana menurut unit organisasi dan pangkat / golongan disajikan pada Tabel: 4.285 orang Golongan II dan 43 orang Golongan I. sedangkan jumlah Pemerintahan desa sebanyak 75 Desa.350 orang Golongan III. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yaitu kelompok jabatan yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1. UPT pada Dinas dan Badan terdiri dari :  Kepala UPT  Subag Tata Usaha  Kelompok Jabatan Fungsional I). Jumlah pemerintahan kelurahan di Kabupaten Bombana sampai tahun 2009 sebanyak 25 Kelurahan. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai . 1.48 dan tabel 4.

130 Tabel: 4. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 97 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor 1. 12. 18.283 Jumlah 156 23 187 27 34 59 1. 21.847 Perempuan 56 8 54 5 14 22 789 12 13 10 5 7 197 17 3 7 0 5 17 1 10 12 0 18 1 1. 15. 13. 22. 2. 3. 4. 24. 23. 11. 14. 10. 25. 7. 16. 19.745 42 54 33 21 22 327 76 15 18 7 40 72 28 33 32 15 57 7 3. 8. 6. Sekretariat Daerah Bappeda BKD BPMP & KB Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Dikbudpar Dinas Perindagkop Dinas Pertanian Dinas Nakertrans & Kesos Dinas Pertambangan & Energi Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan & KB Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesbang & Politik Dinas Catatan Sipil Kantor Lingkungan Hidup Kantor Polisi Pamong Praja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Perhubungan Inspektorat Sekretariat DPRD Sekretariat KPU BP4K Kantor SKB Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Laki-laki 100 15 133 22 20 37 956 30 41 23 16 15 130 59 12 11 7 35 55 27 23 20 15 39 6 1. 20. 9.49 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2001 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 17.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

98

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. 4.

Lakilaki

Perempuan

Jumlah

Golongan IV 276 176 452 Golongan III 798 552 1.350 Golongan II 748 537 1.285 Golongan I 25 18 43 Jumlah 1.847 1.283 3.130 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Vertikal Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 118 orang yang terdiri dari Golongan IV sebanyak 3, Golongan III sebanyak 68 orang, Golongan II sebanyak 45 orang dan Golongan I sebanyak 2 orang. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut unit organisasi dan pangkat / golongan di lingkungan instansi vertikal tahun 2009 masing-masing disajikan pada Tabel: 4.50 dan Tabel: 4.51 Tabel: 4.50 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor Badan Pusat Statistik Badan Pertanahan Nasional Kantor Departemen Agama Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. 2. 3.

Laki-laki 16 26 38 80

Perempuan 13 3 22 38

Jumlah 29 29 60 118

Tabel: 4.51 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. Golongan IV Golongan III Golongan II

Laki-laki 2 46 30

Perempuan 1 22 15

Jumlah 3 68 45

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

99

Golongan Kepangkatan 4. Golongan I Jumlah

Laki-laki 2 80

Perempuan 38

Jumlah 2 118

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka

b) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Keanggotaan DPRD Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 25 orang terdiri dari laki-laki 22 orang dan perempuan 3 orang. Jumlah Anggota Dewan menurut Fraksi menunjukkan Fraksi Partai Golkar sebanyak 8 orang, Fraksi Amanah Demokrasi 4 orang, Fraksi Bulan Bintang 3 orang, Fraksi Bintang Reformasi 4 orang dan Fraksi Wonua Bombana sebanyak 6 orang. Untuk jelasnya lihat jumlah anggota DPRD Kab. Bombana menurut Partai Politik dan Fraksi sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.52 dan Tabel: 4.53 Tabel: 4.52 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Partai Politik Fraksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 GOKAR PAN PBB PBR PKS PPP PDIP PKB PPIB PSI Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.53 Laki-Laki 7 3 3 2 2 2 1 1 1 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 3 3 3 2 2 1 1 1 1 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

100

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Fraksi Tahun 2010 Fraksi 1 2 3 4 5 Partai Golkar Amanah Demokrasi Bulan Bintang Bintang Reformasi Wonua Bombana Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Banyaknya produk DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27 menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya (2008) sebanyak 42 buah. Sedangkan kegiatan DPRD Kab. Bombana tahun 2010 sebanyak 13 kegiatan. Untuk jelasnya banyaknya produk DPRD Kab. Bombana menurut jenisnya dan banyaknya kegiatan menurut jenis kegiatan dan masa sidang DPRD Kab. Bombana masing-masing disajikan pada Tabel: 4.54 dan Tabel: 4.55 Tabel: 4.54 Banyaknya Produk DPRD Kabupaten Bombana menurut Jenisnya Tahun 2008 – 2010 Uraian 1 2 3 4 5 Peraturan Daerah Keputusan DPRD Memorandum Keputusan Pimpinan Lain-lain Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.55 Banyaknya Kegiatan DPRD Kabupaten Bombana Menurut Kegiatan dan Masa Sidang Tahun 2009 - 2010 Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Banyaknya Produk 2008 19 22 1 42 2009 12 12 3 27 Laki-Laki 7 3 3 3 6 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 4 3 4 6 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

16. 9. 15. 13. Rapat Paripurna Rapat Fraksi-fraksi Rapat Komisi-komisi Rapat Pimpinan DPRD Rapat Pimpinan DPRD dengan Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Gabungan Komisi Raker dengan Eksekutif Rapat Dengar Pendapat dengan Eksekutif Peninjauan ke Daerah Job Training Konsultasi / Koordinasi Kajian Antar Daerah Penyampaian Aspirasi Masyarakat Jumlah 8 10 7 3 1 1 2 1 29 8 15 1 3 87 10 20 15 2 6 2 1 2 3 21 5 5 1 0 88 26 15 9 3 1 4 1 2 1 10 9 15 1 0 97 3 10 3 2 1 1 2 2 3 20 17 6 2 72 6 5 3 1 1 3 1 2 7 2 5 1 37 - Sumber : Sekretariat DPRD Kab. 11. 4. 2. 7. 12. 14. 3. 8.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 101 Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III 1. Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 5. 6. 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful