Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

5

A. Potensi Pengembangan 1. Pertanian Usaha pertanian masih merupakan salah satu usaha terpenting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana; seperti halnya dengan usaha pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia karakteristik Usaha Pertanian Kabupaten Bombana adalah multikultur. Usaha pertanian dilaksanakan petani dengan mengusahakan tanah yang dimilikinya untuk berbagai jenis usaha pertanian yang meliputi Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Usaha pertanian tersebut hanya dalam skala kecil atau berskala rumah tangga. a. Pertanian Tanaman Pangan Pada dasarnya pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jenis tanaman padi dan palawija dan kelompok holtikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan). (1) Tanaman Padi dan Palawija Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Bombana sebanyak 8 jenis tanaman utama yaitu tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Luas panen tanaman bahan makanan Tahun 2010 seluas 4.704 ha atau 72,32% dari total luas lahan tanaman bahan makanan. Persentase luas panen tanaman bahan makanan dibandingkan dengan luas menurut jenis komoditi, keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.22 Tabel: 3.22 Luas Tanam, Panen, Produktivitas serta Produksi Tanaman Padi dan Palawija Menurut Jenis Komoditi di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Jenis Tanaman Padi - Padi Sawah - Padi Ladang Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah Luas Tanam (ha) 5.746 127 296 118 21 73 78 45 6.504 Luas Panen Ha 4.172 124 162 80 19 52 62 33 4.704 % 72,61 97,64 54,73 67,80 90,48 79,49 73,33 72,32

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

6

Persentase perkembangan luas tanaman bahan makanan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 22,02%. Sedangkan persentase perkembangan luas tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 52,17% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 22,34% per tahun. Perkembangan luas lahan dan luas panen menurut jenis komoditi tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 3.23

Tabel: 3.23 Perkembangan Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Menurut Jenis Komoditi Kabupaten Bombana 2005 - 2010 Jenis Komoditi 2005 I. Luas Tanam a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah I II. Luas Penen a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah II Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 13.650 13.635 15 3.683 2.725 614 28 225 50 41 17.333 13.600 13.585 15 3.667 2.715 614 28 219 50 41 17.267 Luas (Ha) 2010 5.873 5.746 127 631 296 118 21 73 78 45 6.504 58.73 4.172 124 408 162 80 19 52 62 33 6.281 Perkembangan (%) 05 - 10 19,01 -19,43 70,58 -35,66 -42,59 -33,79 -6,94 -24,51 11,76 2,35 -22,02 -18,94 -25,76 69,56 -42,25 -50,58 -39,92 -30,19 5,53 -5,28 -22,34

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

7

Produksi tanaman padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang tahun 2009 masing-masing sebanyak 17.252,30 ton dan 273,90 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) masing-masing mengalami pertumbuhan minus 67,85% dan 77,28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing mengalami penurunan rata-rata 27,11% per tahun dan 51,13% per tahun. Sementara produksi palawija tahun 2010 sebanyak 825,45 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 65,67% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 73,37% per tahun. Untuk jelasnya perkembangan produksi padi dan palawija menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel : 3.24

Tabel: 3.24 Perkembangan Produksi Tanaman Padi dan Palawija Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Ton) Jenis Komoditi 1. Tanaman Padi a. Padi Sawah b. Padi Ladang 2. Tanaman Palawija a. Jagung b. Ubi kayu c. Ubi jalar d. Kacang tanah e. Kacang kedelai f. Kacang hijau Jumlah Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 61.184,5 61.132 52,50 164.253 67.875 92.100 1.260 2.190 500 328 225.437,5 2010 17.526,2 17.252,30 273,90 825,45 206,60 393,10 76,00 54,25 73,90 21,60 18.352,10 Perkembangan (%) 05-10 -26,84 -27,11 51,13 -73,37 -76,51 -74,44 Minus Minus -40,65 Minus Minus

Kabupaten Bombana Tahun 2011

14. 11. 15. dan Produksi Sayur-sayuran dan Buah-buahan Semusin Per Jenis Tanaman Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Kwintal) Jenis Komoditi 1.65 49. 7.34% per tahun. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 66. Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 15 jenis yaitu : bawang daun. jika dibandingkan dengan luas panen tahun sebelumnya (2009) menurun sebesar 21. 17.25 Meningkat Meningkat Meningkat - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . terung. Untuk jelasnya lihat perkembangan luas panen tanaman sayursayuran menurut jenis komoditi keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. labu. petsai/sawi. Luas panen jenis tanaman sayur-sayuran seluruhnya berjumlah 689 ha. 19.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 8 2. kangkung. lobak. buncis. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka 2005 14 13 20 26 1 2 5 5 4 2010 15 16 7 31 144 49 147 129 34 4 64 49 Perkembangan (%) 05 – 10 79.25 Luas Panen. 20. 18. Sayur-Sayuran Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kab. kacang panjang. kubis. 9. 13.34 64. Hasil Per Hektar. 3. 12. tomat. 2.44%. Hortikultura (Sayur-sayuran dan Buah-buahan) 1.25 Tabel: 3. 16. 8. 4. 6. cabe. bayam. ketimun. 5. dan semangka.09 39. kacang merah. 10.

15.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 9 Perkembangan (%) 05 – 10 66.223 865 27. 3. 12.187 1. 11.417 5009 7 3.858 6. 6. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) meningkat 22.26 Perkembangan Produksi Sayur-sayuran Kondisi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis Komoditi 1.845 kwintal.845 ton (2010). 20. 7. 9.51% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010 yaitu meningkat dari 9 ton (2005) menjadi 27. 10. 8.26. 17. 2. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka Jumlah 2005 8 2 5 24 3 48 90 Produksi (Kwintal) 2009 99 13 141 5. 18.026 5. 13.845 Perkembangan (%) 05 – 09 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 19. 16.34 Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Kwintal) 2005 90 2010 689 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi sayur-sayuran untuk seluruh jenis komoditi tahun 2009 sebanyak 27. Tabel : 3. 14. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi sayursayuran menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. 4. 5.

93 406 5. Kondisi Tahun 2010 Jenis Komoditi 1.754 39. nangka.34 207 43. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Papaya Pisang Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun Melinjo Petai Jumlah Banyaknya Pohon 462 454 454 7. jambu biji.05 11. 5. pisang.227 31. 7. salak.31 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .892 30. melinjo dan petai.66 79. jambu air. duku/langsat.630 10.31 36 7. sirsak.227 pohon atau 31.249 39.65 4. 3.93 50. Banyaknya jumlah pohon jenis buah-buahan yang menghasilkan menurut jenis komoditi tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. Jenis tanaman buahbuahan yang diusahakan di Bombana meliputi 19 jenis.26 1. 4.51 714 39. durian.21 609 16.221 26.641 129. jeruk.58 0.581 10.24 5. sukun.11 325 7. Banyaknya jumlah pohon yang menghasilkan dari berbagai komoditi tanaman buah-buahan tahun 2010 sebanyak 79.357 1.393 20.821 3.17 1.33 116 32.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 10 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 1) Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditi andalan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di daerah ini.539 227 6.08 14 6. rambutan. 2.068 Jumlah Pohon Persentase jumlah Yang Pohon yang Menghasilkan Menghasilkan 107 23. pepaya.275 16.751 26. 6.00 10 12. belimbing. yaitu : Alpukat.420 23.31% dari total jumlah pohon yang ditanam. mangga.31 1.27 Tabel: 3.27 Banyaknya Pohon dan Jumlah Pohon yang Menghasilkan Buah-buahan Per Jenis Tanaman.16 124 27.899 39. nanas. 8.430 489 356 33 79 253.129 4.091 4. manggis. 9.

275 50.526 3. Duku Langsat 12.73 8.017 10.60 12 Pepaya 940 12.754 Plus -77.25 6.558 959 462 107 Minus -88.091 1.53 4. Durian 71.357 406 Minus -33.068 2.235 26. Jambu Air 92.28 Tabel: 3.64 13 Pisang 25. Mangga 1.91 3.315 3.129 1. Belimbing 45 537 454 124 Plus -76.808 45.84 2.88 5.420 Minus -75.685 14.361 39.90 2005 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .630 Plus 2.393 Plus -82.735 49 454 36 Minus -26.28 Banyaknya Pohon Yang Ditanam dan Yang Menghasilkan Menurut Jenis Komoditi Buah-Buahan Tahun 2005 .835 221.137 31.631 24 227 14 Minus -41.19 9.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 1.204 4.584 16.355 129.221 Minus -74.77 10 Nangka/ 539.899 5.2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha. Untuk jelasnya perkembangan banyaknya pohon yang ditanam dan yang menghasilkan jenis tanaman buah-buahan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.539 11.91%. Alpukat 1.yang Mengha.682 1.863 6. Jambu Biji 10.81 1.892 Pluls -17.474 614 7.78 Cempedak 11 Nenas 19.070 5.569 1.821 714 Minus -72.07 14 Rambutan 1.641 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 11 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Perkembangan banyaknya pohon buah-buahan yang menghasilkan tahun 2010 dibanding tahun 2005 menurun 73.751 609 Minus Minus 7.249 Plus -64. Jeruk 7. Manggis 1.

227 -70.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 15 Salak 33.97 Jumlah 857.91 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 Produksi buah-buahan dari berbagai jenis komoditi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 1.03 18 Sukun 8.48 -73.188 303.286 kwintal (2010).782 847 356 116 Minus -86.668 kwintal (2005) menjadi 397.430 325 Minus -86.yang Mengha.64 16 Sawo 17 Sirsak 2.035 79.427 829 489 207 Minus -75.656 253.29 Perkembangan Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Komoditi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Produksi (Kwintal) 2005 2009 Perkembangan (%) 05-09 Jenis Komoditi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .29 Tabel: 3.433 4.672 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 12 2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi buah-buahan menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.30 19 Melinjo 75 9 20 Petai 305 37 79 10 Minus -72.

588 464 136 71 163 15 397. 2. 8.59 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Plus Jenis Komoditi 1.415 ha (18. lada dan pala. Tanaman Perkebunan Tanaman perkebunan rakyat yang telah dikembangkan di Kab. kopi. 4.05%). areal tanaman tua renta seluas 2756 ha (5. kakao. 5. jika luas areal tanaman perkebunan tahun 2009 tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 32. 7.04%).677 1.064 307 772 384.14% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 0.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 13 Produksi (Kwintal) 2005 2009 21 90 5 10 184 390 1. kelapa dalam. 6. jambu mente. 3. 9. terdiri dari areal tanaman yang menghasilkan seluas 35. kelapa hibrida. yaitu : aren/enau. kapuk.636 ha. Bombana terdiri dari 12 jenis.91%) dan areal tanaman yang belum menghasilkan seluas 8. cengkeh. kemiri.011 Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun 6 Melinjo Petai Jumlah 1. asam jawa. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat 0 Belimbing 0 Duku Langsat 0 Durian 21 Jambu Biji 121 Jambu Air 7 Jeruk 284 Mangga 122 Manggis Nangka/Cempedak 17 Nenas 13 Pepaya 63 Pisang 1. Luas areal tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi tahun 2010 seluas 46.286 Perkembangan (%) 05-09 11. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan luas areal tanaman perkebunan rakyat menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .329 7.668 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 B.05 Plus 161.465 ha (76.48% per tahun.

534 9.790 487 8 Kelapa Hibrida 92 183 13 9 Kemiri 47 130 9 10 Kopi 509 1.71 Perkembangan Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Bombana.484 Perkembangan (%) 05-10 -6.015 6.30 Luas Areal Tanamn Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman Tahun 2010 ( Ha ) Tanaman Tanaman Tanaman Belum Jenis Tanaman Menghasilkan Tua Renta Menghasilkan (Pohon) (Pohon) (Pohon) 1 Aren / Enau 681 2.749 288 186 1.986 304 7 46.152 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 14 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.668 486 5 Kakao 2.465 2.636 Tabel: 3.484 14 172 18.493 3.520 6 Kapuk 46 155 24 7 Kelapa Dalam 1.30 Tabel: 3.415 35.70 dan Tabel : 3.16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .380 14.472 9.687 225 11. Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2009) Jenis Tanaman 1 Aren / Enau Luas (Ha) 2005 2010 4.756 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah 3.705 98 2 Asam Jawa 5 9 3 Cengkeh 28 129 15 4 Jambu Mete 3.384 93 11 Lada 135 154 11 12 Pala 1 6 Jumlah 8.

64 18. Bombana Jenis Tanaman 2005 Produksi tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi Tahun 2010 sebanyak 36.38 1.00 36.95 -6.48 -11.534 3. Untuk lebih jelasnya lihat perkembangan produksi perkebunan menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.02 3 Cengkeh 113 172 11.4 231 1 2 34.09 10 Kopi 1.687 2.07 4 Jambu Mete 16.5 1 10.61 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .35 11.413.986 7.07 -31.1 53 14.214.03 0.777 3.92 1.85 288 -5.136.26 20.54 Meningkat 18.9 41 5.08 5 Kakao 8.89 39.48 Sumber: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.95 304 37.72 Tabel: 3.88 -30.94 34.54 12 Pala 4 7 15.152 221.395 11.685 2.734 10.57 46.201.98 -15.7 1.480. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 32.29% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.25 9.5 225 0.15 9 Kemiri 106 186 15.791.39 7 Kelapa Dalam 13.61% per tahun.63 458 20 15 549.801 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 15 Luas (Ha) Perkembangan (%) 05-10 2010 2 Asam Jawa 8 14 15.749 -3.22 8 Kelapa Hibrida 355.494.2010 Jenis Komoditi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aren / Enau Asam Jawa Cengkeh Jambu Mete Kakao Kapuk Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kemiri Kopi Lada Pala Jumlah Produksi (Ton) 2005 2010 1.37 11 Lada 84.4 1.950 % Perkembangan 05-10 9.98 14.669.72 Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Komoditi Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .569.02 Jumlah 45.641.46 6 Kapuk 221.636 0.950 ton.54 6.

55% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat 3.241.891 ekor.61 21. Kuda Ternak Kecil 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 16 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 C.591 207 704. Kerbau 3.259. Sapi 2.287 1. kerbau dan kuda sedangkan jenis ternak kecil yaitu kambing.111 1. ayam ras.845 12. Jenis ternak yang diusahakan peternak meliputi : jenis ternak besar.73 Perkembangan Populasi Ternak Besar.891 13.76 -3.910 21.44 3.377 ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 6. Perkembangan populasi ternak besar di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 27.545 13.377 24. jika dibandingkan dengan tahun 2050 meningkat 9.58 -1. Ayam kampung 2. Untuk jelasnya lihat perkembangan Populasi ternak besar.61% per tahun.047 1.232 1. domba dan babi dan unggas meliputi ayam buras.683 1.482 177 1.84% per tahun. Populasi ternak kecil tahun 2010 sebanyak 14.155 Perkembangan (%) 05-10 3. Peternakan Usaha peternakan yang diusahakan di daerah ini merupakan usaha peternakan yang berskala kecil.241 1. ternak kecil dan ternak unggas menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) dapat dilihat pada Tabel : 3.880 678.44% per tahun. Ternak Besar 1.05 - II III Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kambing 2. dan itik/manila. Babi 3. Domba Ternak Unggas 1. maupun unggas.050 2010 27.07 1.97% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 15. Jenis ternak besar yaitu sapi.078 1.73 Tabel: 3. Populasi ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.37% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.77 3. Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Uraian I.480 14. ternak kecil.37 -1.84 2. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 4. Ayam ras Produksi (Ekor) 2005 23.259.111 ekor.84 15. Ternak Kecil dan Ternak Unggas menurut Jenis Ternak.

121.624 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 D.74 Perkembangan Produksi Hasil Ternak Tahun 2010 Produksi (Kg. Ayam kampung 942.94 4.06 Uraian 3.125 1.769 16.819 Perkembangan Rata-Rata (%) 5.93 1. Domba 2005 98.286 1.418 56.12% dari total luas wilayah (daratan + kepulauan). Sapi 2.923 96.05 5.123 12.887. Itik/manila 18.324 3.795 Jumlah 1.55 15. ternak kecil dan ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .354.19 63.74 Tabel: 3.31 km atau 78.830 742. Wilayah perairan laut Kabupaten Bombana mengandung berbagai jenis kekayaan laut berupa ikan dan hasil laut lainnya seperti cumi-cumi.459 2.180 210 43.406 1.) Uraian I.375 313 46.35 20.51 102.635 2010 17.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 17 Produksi (Ekor) Perkembangan (%) 05-10 -9.100 1.725 2010 104. Produksi daging menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 disajikan pada Tabel : 3.301.888 12. dapat merupakan lapangan kerja serta sumber pendapatan bagi para nelayan yang berarti di masa mendatang.191.79 II Ternak Unggas 966.27 -13.070 10.806 101.200 1. Perikanan III Kabupaten Bombana memiliki perairan laut sekitar 11.23 23. Itik/manila Jumlah 2005 26.405 1.354. mabe.819 kg.95 5.66 23. Babi 3. jika dibandingkan tahun 2005 meningkat rata-rata 15. Kambing 2.600 1. Ayam ras 5. Kuda Ternak Kecil 1.53 49.06%. Kerbau 3.64 26.578 1. agar-agar/rumput laut dan lain-lain. Ternak Besar 1.379 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Produksi hasil ternak yang meliputi daging ternak besar.164.800 58.956 1.

16. 19. 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 18 Selain perairan laut daerah ini memiliki potensi perairan darat yaitu areal tambak seluas 3. Jumlah sarana penangkapan ikan menurut kecamatan.068 unit.335 unit (motor tempel sebanyak 3.81% per tahun. 3.768 Kapal Motor 4 2 9 323 39 67 34 19 2 499 Jumlah 176 71 2. 4. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 Motor Tempel 84 46 1.75 Jumlah Sarana Penangkapan Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 . 17. 7. 14. 9. Jumlah sarana penangkapan ikan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 sebanyak 6.335 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .2010) Kecamatan 1.187 ha.962 ha dan Rawa 285 ha dan kolam /empang / tebat seluas 6. perahu tanpa motor sebanyak 2768 unit dan kapal motor sebanyak 449 unit.28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) mengalami kenaikan rata-rata 23. 15. 21.068 Perahu Tanpa Motor 88 23 191 218 19 356 408 61 11 8 405 70 538 364 8 2. 12.75 Tabel: 3. 8. 11. Jika jumlah sarana penangkapan ikan tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 1. 10. 22.976 117 22 147 155 6 5 273 61 100 69 7 3. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.176 335 41 826 563 61 17 13 717 198 672 452 17 6. 2. 20. 18. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3. 5. 13.

196 9. Produksi ikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 3.498 32.43% per tahun.490.47 22. Tabel: 3.48 15. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) mengalami penurunan rata-rata 27.96 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Motor Tempel Jumlah 2.480 ton).600 2010 290 34 983 169 4. Jumlah alat tangkap ikan menurut kecamatan.08 ton dan perikanan darat 5.130 1.47 -3.73%. 05-10 52.47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi ikan di Kab.16 -35.65 18.878 1.81 Jenis alat tangkap ikan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 9043 unit.08 ton (perikanan laut sebanyak 13.696 23.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 19 Kapal Motor 749 -9.48 61. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 2.77 tercatat sebanyak 18.76 Tabel: 3. Bombana tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.78 -5.043 -27.742 1.76 Jumlah Alat Tangkap Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong Pukat cincin Jaring insang Jaring angkat Pancing Perangkap Lain-lain Jumlah Jumlah (Unit) 2005 596 5 553 76 28.010.43 % Perkembangan 05-10 -16.382 % Perkemb.64% per tahun. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 10.493 1.77 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .65 Perahu Tanpa Motor 2005 565 1.

Rumbia 1.516.33 39.84 -3.41 20.662.577. keadaan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.004 20.456. Kabaena Barat 1. Poleang Timur 1.957.000 kg dan 3. Kep.78 Tabel: 3.78 Produksi Udang dan Bandeng (Kg) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Lantari Jaya 1.422. Kabaena Tengah 7.64 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi Bandeng dan Udang tahun 2010 masing-masing sebanyak 51. Kabaena Timur 2. Masaloka Raya 1.471.104 1.17 6.451.4 1.701.397.490.78 22. Mata Oleo 1.2 19.399.46 . Poleang Tengah 240 240 Jumlah 2010 13.17 1. Rarowatu 12.18 11.4 182.400 kg.08 1. Kabaena 2. Poleang Utara 17.33 94.505.17 2.607.701.2 67. Rumbia Tengah 1.645.08 5.479. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 udang mengalami penurunan produksi sedangkan bandeng menunjukkan kenaikan produksi. Poleang Selatan 144 144 18. Poleang Barat 182.104 16.06 10.38 8. Poleang Tenggara 67.4 21.666. Mata Usu 15.07 1. Poleang 1.8 5.80 1. Kabaena Utara 3. Tontonunu 22.350.2.08 1.577.3 14.008 2. Rarowatu Utara 1. Kabaena Selatan 4.17 9.397.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 20 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat (Ton) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 dan Perkembangan Selama Kurun Waktu 2005-2010 Perikanan Darat Perikanan Kecamatan Jumlah Perairan Laut Budi Daya Umum 1.701.010.5 % Perkembangan 05-10 -11.84 3. Untuk jelasnya lihat Produksi Udang dan Bandeng menurut kecamatan di Kabupaten Bombana.07 13.480 18.08 2005 18.5 2.30 166.

7. 13.100 6. 11. 17. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 2005 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka E.80 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 200.700 2.000 332. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 21 Produksi Udang Bandeng 900 41. 4.645. hutan lindung.500 22. 16.000 2. Kehutanan Dalam pelaksanaan pembangunan potensi hutan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dan peningkatan devisa.043. 14.759 ha.79 dan Tabel : 3.200 120. 3. 22. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.400 840.000 3. Luas hutan tetap di Kabupaten Bombana sekitar 216. hutan wisata / PPA dan hutan produksi yang dapat dikonversi. 12. 19. 9.400 152.000 78. 21. Menurut fungsinya hutan di Kabupaten Bombana terdiri dari hutan produksi biasa. 15. hutan produksi terbatas.000 51. 20.139 Kecamatan 1.400 153. 8. Luas kawasan hutan yang ditetapkan menurut fungsinya dan menurut Kecamatan tahun 2010 masing-masing disajikan pada Tabel : 3. 10. 6. 18. 5.

Mata Usu HPB 78 1.801 45.801 816 5. Rumbia Tengah 11.06 8. Lantari Jaya 14. 2.00 Dinas Pertanian.674 686 11.) 91.003 726 7.90 3.610 - Jumlah 3. Rarowatu 12.80 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan Menurut Kecamatan (Ha) Tahun 2010 Hutan Wisata / PPA 23.160 1.693 1. Kabaena Tengah 7. Bombana Tabel: 3.163 8.287 8.879 1.366 - HPK 1.970 21.79 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan menurut Fungsinya (Ha) Tahun 2010 No 1. Kehutanan.927 5. Kabaena Barat 5.269 9.709 4.083 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 22 Tabel: 3. Mata Oleo 9. 5. Jenis HPB HPT HL Hutan Wisata / PPA HPK Bombana Sumber: Hektar (Ha.221 35.707 HPT 157 926 472 739 7.064 686 4.911 8.403 855 1. Perkebunan dan Peternakan Kab. Kep.285 52.240 2. Kabaena Timur 6.182 19.059 HL 3.78 100. 4.970 3.660 1. Rarowatu Utara 13. Kabaena 2. Masaloka Raya 10.190 216. Kabaena Selatan 4. 3.160 19. Rumbia 8.111 437 83 10.043 2. Kabaena Utara 3.278 21.643 12.673 7.759 % 42.317 Kecamatan 1.90 24.36 20.518 42.

Poleang Barat 21.973 14.160 Jumlah 8.287 Kecamatan HPB HPT 978 4.007 230 15.500 dan Rp. Poleang Selatan 18.225 1. Tontonunu 10.81 Tabel: 3. 1. 36.52 926 409.215.106 52. 2.901 22.800 17.000. Poleang Utara 6.671 1. Poleang Timur 16.000) 1.4 120.190 216.367 22. 3.81 Perkembangan Produksi dan Nilai Hasil Hutan menurut Jenisnya.838 183 19.978 4.095 2. 30. Poleang Tenggara 19. perkembangan dan nilai produksi hasil hutan menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.400 416.142 20.761 10.719 590.285 HL 2.80 - 3.459 12.52 m3 dengan nilai produksinya masing-masing Rp. Kayu Jati Logs (m3) Jumlah 2005 2010 Perkembangan (%) 05-10 136. Produksi 2.759 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Komoditas kehutanan di Kabupaten Bombana antara lain produksi kayu jati logs sebanyak 101.156. Nilai Produksi (Rp. 4.123 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 23 Hutan Wisata / PPA 45.4 101.885.025 1.328.801 HPK 456 6. Poleang 3.941 21.124 - Jumlah 3.095 m3 dan kayu rimba campuran logs sebesar 120.032 3. Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Uraian I.16 -32. Produksi Kayu Jati Logs (m3) Kayu Jati Gergajian (m3) Kayu Rimba Logs (m3) Kayu Rimba Gergajian (m3) Rotan (ton) Jumlah I (m3/ton) II. Poleang 230 Tengah 91. 5.77 -29.250 101.52 *) *) *) *) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Uraian Perindustrian Pembangunan bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja. sedangkan industriindustri yang dapat dikategorikan industri besar dan industri sedang belum ada. meningkatkan ekspor.77%. Sejalan dengan hal tersebut. maka sampai saat ini pemerintah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk membuka berbagai kegiatan investasi di bidang industri. Kayu Jati Gergajian (m3) *) 4. Kayu Rimba Logs (m3) *) 3 5.93% dan 133. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005) masing-masing meningkat 33.82 Tabel: 3.225 orang. Industri yang ada di Kabupaten Bombana hingga Tahun 2010 masih berskala industri kecil dan industri rumah tangga. Sebagaimana disajikan pada tabel 3.81 jumlah industri kecil di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 5 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 205 orang.01% dan 11. jumlah industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 393 unit dengan tenaga kerja 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 24 Jumlah 2010 *) *) *) *) Perkembangan (%) 05-10 - 2005 3. Kayu Rimba Gergajian (m ) *) Rotan (ton) *) 3 Jumlah II (m /ton) Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka *) Data tidak tersedia F. memanfaatkan sumber daya alam dan energi serta sumber daya manusia. jika dibandingkan dengan tahun 2005 masing-masing menurun 18. Untuk jelasnya keadaan dan perkembangan perusahaan industri menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3.39%.82 Keadaan dan Perkembangan Perusahaan Industri Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan Kecil (TK 5-19) Rumah Tangga Jumlah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . memeratakan kesempatan berusaha. menunjang pembangunan daerah.

93 133. 22. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 25 Unit 119 22 16 87 35 10 19 69 16 393 458 Naker 412 66 70 259 112 42 26 152 86 1. industri kimia dan bahan bangunan. 9.83 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . industri logam dan elektronik dan industri kerajinan. 19. 14. 21. Keadaan dan perkembangan banyaknya perusahaan dan tenaga kerja menurut jenis industri tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. 12.19 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 12. 20. 6. 16. 5. 10.39 Ditinjau dari jenis industri di Kabupaten Bombana terdiri dari 5 jenis industri yaitu industri pangan.225 1. 8. 15. industri sedang.17 -14.093 Unit 119 22 16 87 1 50 2 4 10 1 21 80 1 32 1 1 1 449 533 Naker 412 66 70 259 4 154 6 13 42 3 32 186 3 172 3 3 3 1. 11. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Tahun 2010 Tahun 2005 1 15 2 4 1 2 11 1 16 1 1 1 56 75 Naker 4 42 6 13 3 6 33 3 86 3 3 3 205 478 % Perkembangan 05-10 33. 13. 4. 17. 7.431 1.571 Unit 1. 3.08 -18. 18.01 -11.

Batugamping / Batukapur.433 2010 Unit 197 15 168 56 1 437 TK 527 32 713 118 2 Perkembanga n (%) Unit TK -4.83 Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri di Kabupaten Bombana Tahun 2005 . Industri Kimia dan Bahan 171 Bangunan 4. Meskipun tidak secara keseluruhan tetapi beberapa indikasi memperlihatkan di TK 530 32 624 118 2 1.89 -2.2 -1. Sektor Pertambangan Dalam usaha meningkatkan kontribusi Sektor Pertambangan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Poleang Utara. maka pembangunan Sektor Pertambangan dan Energi diarahkan pada peningkatan produksi yang efektif. Nikel. Rarowatu Utara.86 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .00 Industri 1.00 0. Industri Sandang 15 3.392 -2. Potensi tambang yang dapat diberdayakan dan dikembangkan di Kabupaten Bombana antara lain meliputi : Emas. Mata Usu. Industri Logam dan Elektronik 56 5. Industri Pangan 207 2.75 6 0. hal ini dapat dilihat dari penyebaran batuan ultrabasa yang ada yaitu lebih dari 65% luas wilayah Pulau Kabaena.00 0. Industri Kerajinan 1 Jumlah 450 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka G. Marmer.83 -0.2010 2005 Unit 1. Krisopras.  Emas Tersebar pada wilayah daratan diperkirakan mencapai luas areal ± 100. Kromit. dan Lantari Jaya. Tanah Liat.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 26 Tabel: 3.00 14. Pasir Kuarsa.  Nikel (Laterit Nikel) Tersebar di beberapa tempat di Pulau Kabaena dengan luasan yang cukup besar. Secara umum jenis endapan mineral emas di daerah ini adalah placer dengan kadar yang sangat bervariasi dan di beberapa tempat juga menunjukan indikasi primer dengan kandungan yang belum diketahui.00 0.00 0.57 0.000 Ha yang meliputi Kecamatan-kecamatan Rarowatu.

Berdasarkan hasil analisa laboratorium. secara umum penyebaran mineral krisopras ini cenderung berasosiasi dengan keberadaan kromit yang ada di daerah ini. sehingga sangat layak untuk diberdayakan dan dikembangkan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 27     beberapa lokasi yang memiliki kadar Ni (nikel) lebih dari 1% dengan ketebalan laterit secara umum lebih dari 2 meter.60 % Fe2O3 = 0. Berdasarkan hasil eksplorasi semi detail yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa potensi batu setengah permata ini sangat besar. akan tetapi dikelola secara individu tanpa arah pengembangan yang jelas. selain itu di daerah ini juga dijumpai adanya jenis silica yang lain dengan variasi warna yang cukup menarik.000 ton. orange. Pasir – Kerikil Kuarsa Dijumpai di daerah Waemputtang – Padang Pa’jongang’e Kecamatan Poleang Timur dan daerah Rakadua Kecamatan Poleang Barat. Krisopras yang ada umumnya berwarna hijau muda hingga hijau gelap. antara lain putih.MgO = 2. dengan penyebaran hingga puluhan ribu hektar dan ketebalan hingga puluhan meter.SiO2 = 89. dan ketebalan belasan meter. maka dengan luas penyebaran yang ada diperkirakan jumlah cadangan kromit di lokasi tersebut berkisar 2 juta ton. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. kelabu cerah.000. secara umuk Kadar Cr2O3 di ketiga lokasi tersebut berada pada kisaran 52-67%. kadar tanah liat yang ada memiliki komposisi : . Pongkalaero dan Purano. putih. bahkan untuk wilayah sekitar Purano dengan kawasan seluas 1.41 % Al2O2 = 0. Kromit (Cr) Tersebar dibeberapa tempat di Pulau Kabaena.500 Ha memiliki cadangan tidak kurang dari 12. diperkirakan luas areal tanah liat yang dapat dikembangkan dapat mencapai 10.98%. dengan luasan tidak kurang dari 3.94 % . Krisopras (Batu Setengah Permata) Dijumpai di Desa Batuawu. sebelah timur daerah Rahantari. Bersasarkan hasil analisa laboratorium yang telah dilakukan. dan menyebar hingga wilayah sebelah selatan Dongkala. kerikil dan pasir kuarsa yang ada di daerah ini memiliki kadar SiO2 78% . Lokasi-lokasi yang mengindikasikan keberadaan laterit nikel yang memiliki potensi cukup baik antara lain adalah wilayah sebelah selatan Pongkalaero. Sangat disayangkan potensi yang ada. sekitar daerah Toli-Toli.000 Hektar. hingga saat-saat ini belum diberdayakan secara massal.500 Ha. Tanah Liat (Lempung) Dijumpai di daerah Mulaeno dan sekitarnya dengan penyebaran cukup luas. kehijauan dan coklat. akan tetapi hingga saat ini berdasarkan hasil suvery yang telah dilakukan wilayah yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan adalah di daerah BatuawuPongkalaero-Purano.267 % Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

675 hektar. kecuali baru sebatas pemanfaatannya sebagai bahan bangunan (pondasi. dan tanah liat.962 m3 - Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana memiliki kaitan yang luas dengan ekonomi kerakyatan.550.311 m3. Obyek Wisata Obyek wisata di Kabupaten Bombana sebanyak 22 unit. yaitu di daerah sekitar Poleang dan Poleang Timur. kelabu dan coklat. yaitu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan memiliki luas hingga 14. dan kadar CaO lebih dari 45%.845 m3 Batu kali / kerikil sebanyak 919.000 hektar.931. terdapat satu kawasan yang dapat dikembangkan menjadi wilayah industri semen. tidak semata-mata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi lebih memberikan efek ganda ekonomi yang dihasilkan oleh pergerakan wisatawan dan juga telah mampu untuk dapat membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap budaya. Adapun ke 22 obyek wisata dimaksud dan daya tarik dari masing-masing obyek wisata dapat di lihat pada Tabel : 3.64 %  Marmer / Batugamping Kristalin Dijumpai di daerah Lengora Kecamatan Kabaena Timur (Pulau Kabaena). dengan cadangan terkira hingga 5. Hingga saat ini bahan galian ini juga belum diberdayakan secara optimal. terdiri dari : Pasir sebanyak 4. 1. marmer di lokasi ini memiliki variasi warna hitam. kecuali oleh beberapa masyarakat yang memanfaatkannya menjadi batu belah untuk kebutuhan sendiri.650 ribu meter kubik.214 m3 Batu gunung sebanyak 5. dari sejumlah obyek wisata tersebut belum ada satu pun yang dikelola secara komersial. Sampai sejauh ini potensi marmer yang ada sama sekali belum dapat diberdayakan dan dikembangkan. Bahan galian yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri semen ini memiliki penyebaran yang cukup luas. yaitu tidak kurang dari 8.80 % H2O = 1. Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan.84 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . pasir kuarsa. Produksi tambang galian C di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27. perumahan dan jalan) Dengan melihat potensi yang ada ini.  Batu Gamping (Batu Kapur) Dijumpai terutama di daerah Boera Kecamatan Poleang. Pengembangan pariwisata dalam konteks pembangunan daerah saat ini. hal ini didasari atas keterdapatan bahan baku semen di daerah tersebut yaitu batu gamping. serta ketersediaan lahan dan air.290 m3 Tanah urug sebanyak 15. dengan luas penyebaran yang cukup besar.716.K2 O = 0.118.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 28 .

84 Data Obyek Wisata dan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. Tahi Ite Rarowatu Sepeda Motor & Mobil Alam Sejarah Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor Alam Tirta Alam Tirta Bahari Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Benteng Wasauri Kabaena Tengah 13. Pulau Sagori Pulau Bakau Pulau Motaha Watu Bangka Lokasi Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Selatan Kabaena Tengah Jarak (Km) 80 70 70 70 70 70 60 80 65 60 55 55 55 55 65 65 6 4 30 Daya Tarik Wisata Bahari Bahari Bahari Tirta Akses Transportasi 5. Tapuahi Rumbia Tengah 19. Gunung Kabaena Sampapolulu Tengah 16.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 29 Tabel: 3. Pantai Landuli 8. Air Terjun Rumbia Sangkona 18. 3. Puurano 9. Air Panas Lareete Kabaena Tengah 15. Gunung Watu Sangia 6. 4. Benteng Tangkeno Kabaena Tengah 12. Air Terjun Kabaena Ulungkara Tengah 17. Benteng Tirongkotua 7. Pantai Lanere 10. 2. Goa Watu Buri Speed Boat Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor & Mobil Sejarah Sepeda Motor & Mobil Bahari Speed Boat Bahari Bahari Alam Alam Sejarah Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil 11. Air Terjun Ee Kabaena Meloro Tengah 14.

9.082 1. Prasarana/Sarana Kepariwisataan Sebagaimana diketahui bahwa daerah Kabupaten Bombana merupakan daerah yang baru terbentuk.85 di Kabupaten Bombana tahun 2009 terdapat 16 penginapan dengan 110 kamar serta 149 tempat tidur. Tabel : 3. Pantai Timbala Poleang 70 Bahari Barat Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1.440 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 30 Daya Tarik Wisata Akses Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kecamatan Lokasi Jarak (Km) 20. Sebagaimana disajikan pada tabel 3. Pulau Basa Poleang 65 Bahari 21. 8.049 720 901 1. Poleang Selatan dan Poleang. Rumbia.815 1. 2. Hotel-hotel/ penginapan-penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kabaena Barat. namun memasuki tahun 2010 mulai terlihat kemajuan di dalam fasilitas yang mendukung pembangunan kepariwisataan seperti hotel. Rumbia Tengah. 5. 11. Alam Panorama Kawanua Yayad Pantai Bahagia Wonua Bombana Iqrah Rahmat Mustafa Nirwana Mujur Citra Zam-zam Jumlah Kamar 9 12 6 10 6 7 7 4 11 9 4 8 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 15 12 8 12 6 9 9 4 22 18 5 10 69 60 278 2. 12. Kabaena Timur. 3. 6. sedangkan Kecamatan lainnya belum memiliki sarana perhotelan. 4.85 Jumlah Kamar. 10. tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut masih sangat terbatas. Danau Ponu-ponu Poleang 70 Alam Barat 22. penginapan atau akomodasi lainnya dan tentunya ke depan akan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kepariwisataan itu sendiri.265 750 150 1. Tempat Tidur dan Tamu yang Menginap di Hotel/Akomodasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Hotel / Akomodasi 1.

Hotel / Akomodasi 8 16 2.87 Banyaknya Rumah Makan/Warung Makan.79%). Kamar dan Tempat Tidur Kab. Untuk jelasnya lihat banyaknya rumah makan / warung makan. Selama tahun 2010. Kabaena Rumah Makan 3 Meja 6 Kursi 24 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .514 orang (mengalami peningkatan 1. Kamar 52 110 3. Banyak penambang dan pengusaha yang memanfaatkan hotel dan penginapan untuk menginap.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 31 Jumlah Kamar 3 7 4 3 110 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 3 9 4 3 149 12 923 11.514 Hotel / Akomodasi 13. Meja dan Kursi Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Penginapan Rosalina Fasilah Maros Indah Penginapan Kenangan Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Perkembangan jumlah hotel / akomodasi. 15.2010 Jumlah Perkembangan (%) 05-09 18.92 20.60 29. Bombana selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 . di Kabupaten Bombana telah memiliki 65 Rumah makan/warung makan dengan jumlah meja 208 buah dan kursi 783 buah. 14.86 Banyaknya Jumlah Hotel / Akomodasi. 16.49 Uraian 2005 2010 1. Peningkatan ini masih dipengaruhi oleh pertambangan emas di Kabupaten Bombana. dan jumlah kamar keadaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel : 3. meja dan kursi menurut kecamatan sebagaimana disajikan pada Tabel : Tabel: 3. Tempat Tidur 53 149 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya tamu yang menginap di hotel/penginapan selama tahun 2010 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hingga mencapai 11. Banyaknya rumah makan yang dalam hal ini mencakup tempat makan secara umum tanpa melihat klasifikasinya tersebut di 16 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada.86 Tabel: 3.

16. 8. Perdagangan Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat usaha pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.625. peternakan.26 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka a). 6. 9.88 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 10. Rumah Makan Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat 3 10 40 Kabaena Timur 1 3 16 Kabaena Tengah 1 2 7 Rumbia 11 60 280 Mata Oleo 1 2 6 Kep.13 4. 58. 4.88 Tabel: 3. Sedangkan kelompok kedua adalah komoditas hasil laut yang meliputi ikan dan hasil-hasil laut lainnya. kelompok pertama adalah komoditas hasil bumi yang meliputi hasil pertanian. Volume dan nilai masing-masing komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel 3. 14. 17.05 ton dengan nilai sebesar Rp. 15.311. 3. 5.-. dan hasil hutan.80 -97. 11.904. perkebunan.000. 22. Volume keseluruhan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut tahun 2010 berjumlah 90. 13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 32 Meja Kursi Kecamatan 2. Komoditi potensial yang diperdagangkan di Kabupaten Bombana merupakan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut yang terdiri dari dua kelompok. 19. Masaloka Raya 1 1 4 Rumbia Tengah 5 20 61 Rarowatu 5 18 68 Rarowatu Utara 4 4 16 Lantari Jaya 10 24 96 Mata Usu Poleang Timur 7 24 69 Poleang Utara 4 8 32 Poleang Selatan 1 2 6 Poleang Tenggara Poleang 6 20 50 Poleang Barat 2 4 8 Tontonunu 1 1 Poleang Tengah 1 1 Jumlah 2010 65 208 783 Jumlah 2005 69 724 751 % Perkembangan 05-10 -5. 21. 12. 20. 18. 7.

Biji Jumlah II III.680 30 Nilai (Rp. Mete Gelondongan 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 33 Volume dan Nilai Komoditi Perdagangan Antar Pulau Hasil Bumi dan Hasil Laut Tahun 2010 Jenis Komoditi I.125 410. Asam 13. Bawang Merah 6. Pinang 14. Kacang Kedele 2. Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan 1.000 390. Kulit Ternak Besar 4.400 75. Ternak Kecil 5. Kopi 11. Kacang Tanah 4.000.60 54. Agar-agar Volume (Ton) 73. Biji Kapuk 7.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan 1.200 2.000 2. Perdagangan Antar Pulau Hasil Pertanian Tanaman Pangan 1. Kemiri Kupas 10.600 80 3. Kopra 2. Kerbau 2.25 273. Kapas Rakyat 6.800. Telur Jumlah III IV.60 5 6 434.000 23.000 172. Beras Ketan 8.525 2.000 20.000 25.097.60 21. Lainnya Jumlah I II. Merica 9. Kakao 5. Sapi 3. Lada 9. Jagung 5.800 678. Jeruk 7. Tepung Kelapa 12.05 1. Kacang Mete 4. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan 1.000) 736. Unggas 6.920.120.000 1. Kacang Hijau 3. Cengkeh 8.

Kulit kayu galapari 5. 10. 3.000 40 60*) - 1. Cumi-cumi kering Ikan kering Mete Lele putih Ikan kayu Japing-japing Ekor ikan hiu Daging ikan hiu Kulit ikan hiu Biji mutiara Kulit mutiara Ikan kering belahan Ikan teri Teripang campuran Siput Ikan layang Daging kepiting Daging moci Sirip ikan hiu Kepala ikan hiu Tulang ikan hiu Rajang beku / udang Ikan cakalang segar Ikan tongkol / tuna Ikan segar Campuran Ikan sunu hidup Boli-boli Ikan kerapu hidup gurita Jumlah IV V.000 40. 23. Kayu rimba gergajian 7. 27.000 300.000 400. 17.500. 14.890.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 34 Volume (Ton) 10 25 1 1 1 10 15 2 11 1 1 1 15 20 10 15 20 8 4 2 203 Nilai (Rp.000 200.000 3.000 1.000 10. 13. 5. 21.000 225. 9.000 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 29 30. Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan 1.000 10.000) 250.000 150. 7. 19. 11. 4. 16.000 35.000 300.000 400.000 10.000 200. Rotan polis 9. 18.000 10.000 15.000 Jenis Komoditi 2. 22. 12. 25.000 385. 28. 8. 26. 15.000 10.000 100. Madu alam 10. Jati olahan 2.035. Gembol 4. Lain-lain 700 1. 31. 24. 20. Kayu rimba log 6.000 10. 6. Jati gelondongan 3. Rotan 8.

182 3.3 14.65% per tahun.25.89 Tabel: 3.625 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Sarana perdagangan di Kabupaten Bombana meliputi : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .525 123.18% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing menurun 24.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 35 Volume (Ton) 1.000 Jenis Komoditi Jumlah V Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 *) Dalam Liter Jika volume dan nilai perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 masing-masing untuk volume perdagangan meningkat 494.047.805.000) 3.311.000 60.880.6 Jumlah 2010 434.200 14.27 Plus Minus Minus -47.751 276.454.000 .564 58.453.96 -25.700 2.582 3.248 2.05 Perkembangan (%) 05-10 Plus Minus Minus Minus -24.740*) 84.035.100 190.000 51.900 23.05 3.071.844.831.03% sedangkan nilai perdagangan menurun 12.200 15.904.27% per tahun dan 22.805.051 259.097.65 24.413.847**) 90.867.680 203 1.740 Nilai (Rp.89 Volume dan Nilai Perdagangan Menurut Jenis Perdagangan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Komoditi 2005 Volume (ton) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah Nilai (Rp. 000) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah 7.920. Untuk jelasnya lihat volume dan nilai perdagangan menurut jenis perdagangan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.

Kabaena Timur 2 2 12 3 9 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 36 Pasar umum sebanyak 18 unit Pasar Ikan sebanyak 12 unit Kelompok pertokoan sebanyak 4 unit Kios/warung sebanyak 572 unit Bank sebanyak 5 unit Koperasi Unit Desa sebanyak 26 unit Koperasi Non KUD sebanyak 116 unit. Kabaena Tengah 2 1 7.90 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2010 Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1. Rumbia Tengah 2 1 17 8 11. Poleang Selatan 1 4 Kecamatan Pasar Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Rumbia 1 3 1 22 8. Lantari Jaya 1 1 1 40 5 14. Rarowatu 1 1 22 1 4 12. Mata Usu 1 15. Poleang Utara 1 1 3 5 17. Kabaena Selatan 1 1 4. Untuk jelasnya lihat sarana perdagangan menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Rarowatu Utara 1 3 13. Poleang Timur 1 1 1 72 6 14 16. Kabaena Barat 1 1 1 7 5. Kabaena 1 1 98 1 8 2.90 - Tabel: 3. Masaloka Raya 1 10. Kabaena Utara 2 1 3. Kep. Mata Oleo 2 1 12 1 4 9.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 37 Kecamatan 18. 20. Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1 1 1 1 1 269 1 2 10 1 1 30 1 6 1 1 2 Pasar 18 22 4 574 5 26 116 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka BAB IV PEMBANGUNAN DAERAH A. Ekonomi Kabupaten Bombana telah berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi yang bertumpu pada keunggulan daerah yang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 21. 19. Aspek Ekonomi dan Keuangan 1. 22.

74%per tahun .80 12.11 7.799.834.489.64 8.946. Jasa-Jasa 40.543.05 5.07 19.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 38 mampu menciptakan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan yang ditandai dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi daerah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator.22 Komunikasi 8. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4.68 4.96 4.42 5.49 17. Hotel dan 30.89 40. Industri Pengolahan 5. Listrik.36 8.1 Tabel: 4. Pertanian 2.17 8.76 15.52 1.847.64 947. Gas dan Air Bersih 785.2 sebagai berikut : Kabupaten Bombana Tahun 2011 .74 6. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan sektornya masingmasing. Persewaan & 13.681.623.28 Restoran 7. Keuangan.887. Indikator makro sebagai berikut : b). dihitung berdasarkan angka PDRB atas dasar Harga Konstan periode lima tahun terakhir (2005 .83 9. Pertumbuhan Ekonomi Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kabupaten Bombana tahun 2010.05 197.78 Produk Domestik 290.1 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha Nilai PDRB Perkembangan (%) (Jutaan Rupiah) 05-10 2005 2010 157.00 Jasa Perusahaan 9.988.065.87 7. Pengangkutan dan 4.712.29 Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Laju pertumbuhan ekonomi Bombana jika dilihat dari dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir (2005-2010) yang mencapai sebesar ratarata 18.2010) sebesar 7. Konstruksi 28.024.149. Pertambangan dan Penggalian 3.79 55. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan masingmasing sektornya.33%/tahun.05 388.228.653. Untuk jelasnya lihat Tabel 4.80 9. Perdagangan.105.19 42.55 7.25 8.637.

31 15.357.891.705.97% (2005) menjadi 49.70 32.52% (2005) menjadi 53. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.32 23.94 1.88 1.49 20.970. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.50 21.01 22.73 87.054.758. Bombana Tahun 2005 sebesar 54. 4.17 6.997. 2.06 132.01 130. Sedangkan kedelapan sektor lainnya di luar sektor pertanian bergeser naik dari 40.337.79% (2010).48% (2005) menjadi 46.307.00 2.401.93 42. 3.118. 8.66 21.57 15.16 13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 39 Tabel: 4.98 6.99 6.2 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan Rupiah) Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha 1. Struktur perekonomian Kab.94 42.67% Tahun 2010.38 13. Untuk jelasnya lihat pergeseran peranan sektor selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Bombana dilihat dari dasar Harga Berlaku menunjukkan sektor pertanian bergeser turun dari sebesar 59.21% (2001). Sedangkan kedelapan sektor lainnya bergeser naik dari 45. 6.903.624.33 b) Struktur Perekonomian/Komposisi dan Peran Sektor Lapangan Usaha Untuk memperoleh gambaran tentang struktur perekonomian di Kabupaten Bombana dapat dilihat dari peran setiap sektor di dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bombana.48 56.54 544.804.62 17.35 20.012. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.33% (2001).612.03 516.484.60 18.49 10.879. Struktur perekonomian Kab. Bombana berdasarkan Harga Konstan menunjukkan bahwa Sektor Pertanian yang demikian besarnya dalam pembentukan PDRB Kab.528.35 40.166. 7.631.03% bergeser menurun tinggal menjadi 50.3 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 5. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Nilai PDRB Perkem(Jutaan Rupiah) bangan (%) 05-10 2005 2010 307.

27 9.77 13.00 C) Pengaruh / Posisi Sektor terhadap Perekonomian Daerah Untuk mengetahui pengeruh/posisi sektor-sektor perekonomian terhadap perekonomian daerah dapat diketahui dari hasil analisis shift share. Industri Pengolahan 4. Keuangan. Listrik.67 10.30 100. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Pertambangan dan Penggalian 3.85 0.03 3.98 100. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat tinggi. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Gas dan Air Bersih 5. Konstruksi 6. Konstruksi 6.49 1.35 4.28 8. Keuangan.64 13.67 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 40 Tabel: 4.67 4.01 1.26 1. Pengangkutan dan Komunikasi 8.Nilai shift share = 0.Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Listrik. Perdagangan. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah relatif sama. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku 1.Nilai shift share > 0. Gas dan Air Bersih 5.00 50. Pertambangan dan Penggalian 3.20 11.40 2. Hotel dan Restoran 7.52 2.36 7.93 100.78 10. Perdagangan. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 2005 59.79 4.97 4.04 0.99 100. .00 2010 53.24 10.23 0.87 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Analisis shift share dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan murni suatu sektor tertentu tanpa dipengaruhi sektor-sektor lain atau karena perubahan perekonomian secara keseluruhan. Pertanian 2. Industri Pengolahan 4. Hotel dan Restoran 7.00 54.3 Distribusi Persentase PDRB Bombana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005 – 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 1.90 14. Pertanian 2.34 0. Di dalam perhitungan shift share dapat dibedakan ke dalam tiga klasifikasi apabila : .71 1.15 12.56 4.46 11.21 1.10 1.

336.77 1.47 5.715. Sektor Pertambangan dan Penggalian.267.20 -6038.057.47 1.32 2.192.852.24 8. Berdasarkan teknik perhitungan di atas.4 Pengaruh/Posisi Sektor Terhadap Perekonomian Daerah ( Hasil Perhitungan Shift Share ) Tahun 2010 Lapangan Usaha 1.55 670.39 1.35 1. Ketujuh sektor dimaksud yaitu Sektor Pertanian. Untuk lebih jelasnya lihat capaian nilai shift share masingmasing sektor sebagaimana disajikan pada Tabel 4.64 -13.Nilai shift share <0.58 3. Sektor Industri.24 11.04 6.N .64 11.00 451. Sektor Perdagangan. Hotel dan Rumah Makan.012. Sektor Konstruksi / Bangunan. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.339.342.88 12.13 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .93 -5.45 S R N M = = = = Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.4 Tabel: 4. 6. terdapat 7 sektor di antaranya mencapai nilai shift share > 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sangat tinggi. 2. Hasil Perhitungan Shift Share N R M S 8.02 4.33 323.03 12.89 14.001.M Nilai murni sektor Perubahan absolut suatu sektor (waktu tertentu) Perubahan sektor tertentu terhadap perekonomian daerah Pengaruh pertumbuhan yang ditimbulkan oleh sektorsektor tertentu.93 1.130. kedua sektor dimaksud yaitu Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.37 490.04 2. 3.09 2.41 -13.162. Jasa-Jasa 4.66 67.2 60. Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa.30 536.60 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 41 . Sedangkan Kedua sektor lainnya mencapai Nilai shift share < 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian rendah. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.10 2. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat rendah.39 2. 4.143. maka dari 9 sektor perekonomian daerah. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. 7. 8. Di dalam menghitung shift share menggunakan rumus: S = R .740.215. 5.15 861.874.96 1. Sektor Keuangan.

Apabila Nilai LQ < 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi.5 Posisi Sektor Perekonomian Kab.5 Tabel: 4. yaitu sektor pertambangan dan penggalian.6 (enam) sektor lainnya nilai LQ < 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian Sultra relatif rendah. gas dan air minum. sektor konstruksi/bangunan. sektor perdagangan. Nilai LQ diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai LQ dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi.Apabila Nilai LQ = 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi sama pertumbuhannya. Berdasarkan teknik perhitungan di atas. pertumbuhannya relatif sangat kecil. Pengaruh / Posisi Sektor Perekonomian Kabupaten Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Gambaran tentang pengaruh/posisi sektor perekonomian Kabupaten Bombana terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari hasil analisis Location Question (LQ). sektor industri pengolahan. LQ adalah angka yang menunjukkan perbandingan nilai relatif suatu sektor di tingkat kabupaten dengan nilai relatif sektor tersebut di tingkat provinsi. sektor listrik. . Keenam sektor di maksud. hotel dan rumah makan. ketiga sektor dimaksud yaitu sektor pertanian. . persewaan dan jasa perusahaan. dan sektor jasa-jasa. maka dari 9 sektor lapangan usaha di Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa : . . dan sektor keuangan.Apabila Nilai LQ > 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. sektor pengangkutan dan komunikasi. Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sultra (Hasil Perhitungan LQ) Tahun 2010 Lapangan Usaha PDRB Jutaan Rupiah LQ Kabupaten Bombana Tahun 2011 .3 (tiga) sektor di antaranya mencapai nilai LQ > 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian provinsi sangat tinggi. pertumbuhannya relatif lebih besar. Untuk jelasnya lihat hasil perhitungan LQ sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 42 c). yaitu: .

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

43

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kab. Bombana Prov. Sultra 2010 2010 Pertanian 197.024,42 3.731.856,51 Pertambangan dan Penggalian 17.105,76 558.809,44 Industri Pengolahan 7.964,64 953.959,86 Listrik, Gas dan Air Bersih 947,89 74.292,58 Konstruksi 40.681,19 877.513,86 Perdagangan, Hotel dan Restoran 42.799,55 1.695.809,00 Pengangkutan dan Komunikasi 7.653,07 849.519,56 Keuangan, Persewaan & Jasa 19.065,79 620.181,58 Perusahaan Jasa-Jasa 55.623,05 1.405.098,89 Jumlah 388.847,36 10.767.041,28

1,46 0,85 0,23 0,35 1,28 0,70 0,02 0,85 1,10 xx

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka c). Pendapatan Per kapita Nilai Pendapatan Per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan Harga Konstan 2000 keadaan Tahun 2010 sebesar Rp. 3..689.653,68,- jika dibandingkan dengan Tahun 2005 selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 6,14%/Tahun. Pendapatan per kapita Kabupaten Bombana, jika dilihat dari harga berlaku keadaan tahun 2010 sebesar Rp. 10.720.138,35,jika dibanding tahun 2005, selama kurun waktu 5 Tahun (20052010) meningkat rata-rata 17,14%/Tahun. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan pendapatan per kapita baik berdasarkan harga konstan maupun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel: 4.6 Perkembangan Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Konstan dan Harga Berlaku Tahun 2005 - 2010 Perkembangan (%) Atas Dasar Atas Dasar Harga Harga Konstan Berlaku 4,01 22,68 5,90 18,05 6,21 11,19 6,62 25,29 6,19 13,61

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009

Atas Dasar Harga Konstan 2.739.203,15 2.900.755,91 3.080.837,84 3.284.646,06 3.488.014,64

Atas Dasar Harga Berlaku 4.860.670,99 5.737.790.62 6.380.004,03 7.993.784,11 9.081.381,48

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

44 10.720.138,35 xx 5,78 6,14 18,05 17,14

2010 Jumlah

3.689.653,68 xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010

d). Tingkat Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga dari seluruh barang dan jasa pada umumnya di suatu daerah. Manfaat diketahuinya data inflasi adalah sebagai berikut: a. Memperkirakan harga barang dalam rangka menetapkan biaya proyek b. Berhubungan dengan tarif pajak/retribusi yaitu untuk perubahan tarif Langkah-langkah menghitung Inflasi adalah sebagai berikut:  Menghitung tingkat perbandingan antara PDRB harga konstan dengan PDRB harga berlaku (indeks harga)

 Menghitung rata-rata tingkat inflasi dengan cara:

Berdasarkan tehnik perhitungan diatas maka laju Inflasi di Kabupaten Bombana dihitung berdasarkan indikator PDRB Tahun 2005-2010 sebesar 9,06%/Tahun. Untuk jelasnya lihat perkembangan inflasi setiap tahun selama kurun waktu 20062009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.7 Tabel: 4.7 Perkembangan Inflasi di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 No. 1. 2. 2 3. 4. Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan 290.988,29 311.233,70 333.442,16 360.926,76 388.874,36 Harga Berlaku 516.357,94 605.277,49 690.514,22 878.380,98 1.012.401,49 Indeks Harga 1,774 1,945 2,071 2,434 2,603 Inflasi (%) 8,79 6,04 14,91 6,49

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

45 Indeks Harga xx Inflasi (%) 9,06

No.

Tahun Rata-Rata

PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan xx Harga Berlaku xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 e). Tingkat Kemiskinan Prof. Dr. Sayogyo memberikan ukuran Tingkat Kemiskinan dilihat dari besarnya pendapatan per kapita per tahun, apabila: - Pendapatan Per kapita setelah dikonversi ke beras mencapai > 360 kg/kapita/tahun maka tingkat kemiskinan Kabupaten tergolong dalam klasifikasi tidak miskin/berada di bawah garis kemiskinan - Hasil Konversi < 360 Kg/Kapita/Tahun maka tingkat kemiskinan kabupaten tergolong dalam klasifikasi miskin/di bawah garis kemiskinan - Sementara itu Kepmendagri No. 414.3/316/PMD Tanggal 17 Februari 2003 memberikan ukuran tingkat kemiskinan dilihat dari besarnya jumlah penduduk miskin, apabila:  Jumlah penduduk miskin < 20% dari total penduduk Kabupaten tergolong miskin  Jumlah penduduk miskin > 20% dari total penduduk Kabupaten dikategorikan tidak miskin Adapun nilai pendapatan per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan harga konstan, keadaan tahun 2009 setelah di konversi ke Beras mencapai 698 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana tahun 2009 sebagaimana disajikan pada tabel 3.51 adalah sebanyak 30.286 KK atau 27,17% dari total penduduk miskin Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2009) sebanyak 111.481 jiwa dan merupakan urutan terbanyak ke empat bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bombana ditinjau dari Indikator Pendapatan sesuai (kriteria Prof. Sayogyo) tergolong Tidak Miskin dan dilihat dari besarnya jumlah penduduk Miskin sesuai surat Mendagri Nomor 412.4/316/PMD tanggal 17 Februari 2003, tergolong dalam kategori Miskin. Tabel 4.8 Banyaknya KK Miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009 No. Kabupaten / Kota Jumlah KK Jumlah Jiwa

Kabupaten Bombana Tahun 2011

840 82.908 54.52. baik berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dan atau setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat Provinsi.9 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Secara makro rencana dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tampak meningkat setiap Tahunnya.740 16.369 30.818 6. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah Kabupaten Bombana terdiri dari bagian sisa lebih perhitungan anggaran Tahun yang lalu.977 13.54% dari target pendapatan daerah pada tahun yang sama. 342.212 1. pinjaman pemerintah daerah dan yang bersumber dari urusan kas dan perhitungan.772.286 39.476 121.803 283.272 27.Keuangan Daerah 1. bagian Pendapatan Asli Daerah sendiri.960 67.136 12.004 55.820 atau mengalami penurunan 89. realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp.215.134. pendapatan dari pemberian pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi. Realisasi pendapatan daerah menurut jenis anggaran keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel: 4. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Buton Kolaka Utara Konawe Kolaka Bombana Muna Buton Utara Wakatobi Kota Bau-Bau Kota Kendari Konawe Utara Konawe Selatan Jumlah Sumber : Diolah dari Data BPMD Provinsi Sulawesi Tenggara B.960 20.232 1. a) Pendapatan Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 46 52.709 41.558 208. Keuangan Pemerintah Daerah Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah.850 19.659 15.636 61.544 50.251 13.400 77.144 159.836 167.

Pendapatan 64.Lainnya 28. Pajak Daerah 405.24 A.000.Retribusi parkir di tepi jalan umum .481.Retribusi penggunaan biaya 117.000.000 46.780 14.000 90.73 10.820 93.000.200.Pajak Kekayaan daerah .000.000 113.000 100.23 Retribusi Jasa Usaha .500.000.000 94.000.000.000 75.000 26.39 .00 b.Retribusi pengujian kendaraan .000 .000.000 .181.000.33 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 47 Tabel: 4.33 200.200.Retribusi pelayanan 121.320 47.47 cetak KTP dan Akta Catatan Sipil .00 4.280.Retribusi pelayanan kepelabuhan .Retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan .250.Pajak Hotel dan Restoran 9.Retribusi terminal 30.718.74 .000 .600.Retribusi penjualan produksi usaha daerah .Retribusi kapal pengujian perikanan Kabupaten Bombana Tahun 2011 . C .000.000 105.Pajak Lingkungan .000.9 Terget dan Realisasi Pendapatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana Keadaan Tahun 2010 Uraian Target Realisasi Nilai Persentase 30.560.Retribusi pasar 95.000.000 133.000 112.000.000 85.000 Pengolahan Galian Gol.000 .Pajak Reklame 3.Lainnya 265.751.578. Retribusi Daerah 28.000.Pajak Pemanfaatan Hasil-hasil Perkebunan dan Hasil Ikutannya .200.92 Retribusi Jasa Umum .72 kesehatan .000.Pajak Hiburan 3.Pajak Penerangan Jalan 177.000 100.000 .400.000 99.61 183.000 28.000.000.000 110.000 100.Pajak Pengambilan dan 184.44 428.000.000 90.000 a.Retribusi pemakaian kekayaan daerah .000 199.

Retribusi IMB 1.500 Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD 30.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 48 Realisasi c.947.820 25.500 52.040.000.410.400 22.000 2.300.000.40 .000.000.513.000.826.00 Dana Perimbangan 303.44 Hasil Pengelolaan Kekayaan 0 2.000 70.Retribusi Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) .066.Retribusi tempat penginapan 25.Retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .000.Retribusi wajip daftar perusahaan .322.250.41 Uraian Target Kabupaten Bombana Tahun 2011 .215.Retribusi izin gangguan tempat usaha .681.896.Retribusi izin usaha industri dan perdagangan .31 . B.156.Retribusi izin usaha bidang infokom .13 Pajak Dana Alokasi Umum 229.000 20.000 880.820 95.000.Retribusi surat izin usaha koperasi .000 80.Retribusi surat izin usaha industri .500 96.Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Retribusi Perizinan Tertentu . d.Retribusi izin pendirian pelayanan koperasi .Retribusi izin usaha bidang 20.751.00 .Retribusi sewa alat-alat berat .Retribusi izin penjualan minuman beralkohol .681.000.000.Retribusi izin trayek 33.194.Retribusi provisi SD hutan dan dana reboisasi peng.000 65.000 903.122.000 3.370.11 Bagi Hasil Pajak dan Bukan 21.50 perikanan .686.Retribusi perizinan dan pengaturan PHH .000 291.000 49.030.000 21. b.Retribusi izin usaha konstruksi .Retribusi lainnya 26. Hasil hutan/ ikutannya .000 11. a.582. Nilai Persentase .000 11.

b.000 15.898.472. Pendapatan Hibah 4. 7. Dana AD HOC (Penyesuaian 3. c.550.500.826.000. d.000 57.000.000 1.500 11.000 19.668.513.000.60 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 291.550. a.560.000 0 e.000 694.000 142. Departemen Keuangan Uraian Target Jika realisasi pendapatan daerah tahun 2010 tersebut dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun sebelumnya (2008) sebesar Rp.000. c.000.000 6.000 342.234.157 26.320 399. Lain-lain Pendapatan yang 13.000. DBH Pajak dari Provinsi 2.481.000.710.500 49.000.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 49 Realisasi Nilai Persentase c.000 2.000 100.000.761. a.772..820 89.237.000. b.00 b.000 3.540 903.16%.000.234. C.156.080.000 49.000 25.54 Sumber : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.490.000.896.000 Perkembangan (%) 924. Dana Alokasi Khusus 49.156. Bantuan Keuangan dari Provinsi 3.718. Dana Penyesuaian Infrastruktur 4.030.156.212.000.000.000 49.00 atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan 382. Pendapatan Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana AD HOC (Penyesuaian Gaji) Lain-lain Pendapatan yang Sah Realisasi 2009 2010 7.100.60 7.000.201 428.14 Gaji) C.000.mengalami kenaikan sangat tinggi sekitar 4630.000.00 d.000.10 Tabel: 4.578.000.156.500 594. d.000 19. Perkembangan realisasi pendapatan menurut jenis anggaran tahun 2009 dibandingkan dengan sebelumnya disajikan pada Tabel: 4.550.680.820 2.215.980.82 d.240.10 Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2010 Uraian A.947.000 2.000 100.60 Sah a. Dana Darurat c.194.898 30.000.761. B.18 325.000.200.215.

80% dari target belanja daerah pada tahun yang sama. Belanja Langsung .11 Tabel : 4.000.55.120 128. e.11 Rencana dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bombana menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2010 Uraian 1.201.000 15. realisasi belanja daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar. Rp. d.064.50 95.234.Belanja Pegawai / Personalia Target (Rp.698. Untuk jelasnya realisasi belanja daerah tahun 2009 menurut jenis pengeluaran disajikan pada Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 50 1.574 juta (2009). Jika dibandingkan dengan realisasi belanja daerah tahun sebelumnya (2008) menurun dari Rp.124 103.722.) % 123.16 Perimbangan Keuangan.) Realsiasi (Rp.532.000 - a.000.698. b.842. Departemen Sumber : Direktorat Keuangan b) Realisasi Belanja Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.000.278.761.000 3.215. Pendapatan Hibah Dana Darurat DBH Pajak dari Provinsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan Jenderal 7.574 juta atau 105. 4.000.120 99.550. 397.898 342.124 104.630.085. c.783 juta (2005) menjadi Rp.820 4.865.772. 397. BELANJA a.23 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .722.000.

Belanja Modal Jumlah Belanja 2009 Jumlah Belanja 2008 c) 22.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000.Belanja Tidak Terduga b.007 4.000.801.08 Pembiayaan Pembangunan Realisasi penerimaan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 sebesar Rp.000 100.620.506.731.623.954 38.294.80 95.Belanja Pegawai .783.000.232.574.187.252 122.808.100.jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran daerah Kabupaten Bombana pada tahun yang sama terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp.000 Realsiasi (Rp.074 4.072.187.92 94. Untuk lebih jelasnya realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Bombana menurut jenisnya keadaan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.801.278.250 375.187.081 79.722.310.26 1.520.581.500.000.124.828 86.000 252.313.76 96.-.905.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 51 Target (Rp.75 - .120.440.000 102. 59.506.306.027.39 106.823. 55.) Uraian Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintah Desa % 5..883 36.000 22.929.179 111.Belanja Barang dan Jasa .) 5.000.96 127.876 126.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten dan Pemerintah Desa .068.933.000 269.26 105.000 873.771.000.452 397. Belanja Langsung .

Penerimaan Daerah 59.71 .020.000.718. 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 52 Tabel : 4.000.000. Perkembangan jumlah obyek pajak tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) tidak ada kenaikan (0.926 4.Penyertaan modal 2.000 2.000.Penerimaan kembali pemberian pinjaman .264.) Persentase (%) 1. PEMBIAYAAN a.Sisa lebih perhitungan / silfa 59.926 2.801. Perpajakan Salah satu sumber keuangan daerah adalah pajak dari masyarakat maupun pelaku usaha.Pembayaran utang pokok .684.000.Pemberian pinjaman daerah 2.(2009).801.(2008) menjadi Rp.-.19%. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diberikan kepada pemerintah.atau 46..477.000 46. Perkiraan nilai pajak tahun 2009 sebanyak Rp.74 .278.264.12 Tabel: 4.000. Untuk jelasnya lihat realisasi penerimaan PBB atas dasar harga pokok tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.) Realsiasi (Rp.187 .187 .Penerimaan piutang daerah b.482.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan . 682.000 100.000. hingga akhir tahun 2009 realisasi pajak PBB sebesar Rp.718..000.034.Pembentukan dana cadangan 4.433 dengan Poleang sebagai Kecamatan dengan obyek pajak terbanyak hingga mencapai 6. hingga akhir tahun 2009 realisasi obyek pajak yang melunasi pajak 100%. perkiraan obyek pajak sebanyak 51.00 .Pencairan dana cadangan .278.330. Pengeluaran Daerah 6.948.000 63.506.00%).12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . hal ini berarti bahwa terjadi penurunan realisasi nilai pajak dari sebesar Rp. Pada Tahun 2011..Penerimaan pinjaman daerah .506. 1. 682.034.956.12 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Bombana Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 Uraian Target (Rp.

974 1. 4.482.225 59.482 144.116 101.456 47. 15.771.945 6.746.974 1.000.486 94.461 Op. 20. 13. 1. 3.43 15.466.-.034 46.896 213 3.035.433 1.596 2. 7.487.684 36. 12.507 49.341 1.684 4.425 2.672 71.264.984.51 46.875.210 29.50 40.948 100.151.00 4.407 1.704 31.37 8.645 29.792 2.248 56. 16.938 65.61 29. 21.740.407 1. 8.830.847 15.578 125.236.433 682.048.795 1.234.45 46.402. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 53.846 6.tahun 2010 menjadi Rp.560 Rp.846 6.260 80.412 488 1.596 2.881.060.296 12.296 15.354.013.000 197.40 12.00 Sumber: Dinas Pendapatan.339.000 33.341 1.19 2009 51. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Ketetapan Op.55 64.20 Jumlah 2010 51.994 9.658.694. 5.680.704 11.153 25.482.015.362.560 Realisasi Rp.18 59.58 8.71 34.532.356.283 4.945 6.048.151.57 45. 26.433 1.795 1.000 70. 11.47 24.020.120 19.590.338 17.425 2.116 100.927 98. Untuk jelasnya lihat perkembangan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menurut Kecamatan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.929.108 24. 22.037.850.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 53 Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1.34 100.422 22.039.399 118.848. 19.919 12.558.547 44. 14.264.684 4.138 3.149 635 1.249 90.433 1.330.080.603.633.948 51. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 6.726.00 72.839 66.362.553 67. 2. 682.392 86.851.792 2.138 3.470 1.99% (Rp. % 21.887 21.029.896 213 3.75 38.513.501 54. 17.956 51.599. 18.034.78 57.412 488 1.149 635 1.530 960 2. 10.568 188.62 16. 9.67 14.354..482.13 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 1.18 35.177 1.470 1.77 1.530 960 2.669. 1.462 60.398 40.477.

035.354.234. 10. 3.22 -42.66 -52.236.249 15.558.456 12.672 29.765 118.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 54 Tabel: 4.50 -59.225 8.417.296 15.059. 13.37 -28.53 -75.137 44. 11.487. 2.57 -40.120 19.994 9.153 25. 7.590.927 98.669.513.000.116 72.466.000 2010 21. 14. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Realisasi PBB 2009 26.362.283 4.733 40.013.850.244.746.33 -9.66 -2.782 17.248 56.501 14.740.41 -45.40 -53.050. 4. 6.580.694.938 4.704 11.61 7.000 Perkembangan (%) -19.704 36. 9.565 15.659 12. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 5.606.13 Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan Tahun 2009 .887. 8.30 -34.080.151.600 24.35 -68.2010 Kecamatan 1.354. 12.260 8.025 101.151.82 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .645 29.

684 682.680. perbankan juga sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat sebagai sarana investasi.461 1.486 94.553 67.887 21.015. yaitu Bank PBD 1 unit.29 -65.034 Dinas Pendapatan. 16.776. 22. 21. Perkembangan jumlah Koperasi Unit Desa dan Non KUD di Kabupaten selama 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.38 -83.893.851. Koperasi yang ada di Kabupaten Bombana terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan Non KUD.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 55 Realisasi PBB Perkembangan (%) -64.726.80 -53.633.830. Kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar koperasi menjadi lembaga yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.14 Jumlah Koperasi dan Anggotanya di Kabupaten Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 .360 66.929. Selain itu. 18. perkreditan dan sekaligus juga menjadi tempat pengamanan modal. 4.82 -40.85 -53. Untuk itu.337 144.108 33. dan Bank Muamalat 1 unit. Jumlah Bank di Kabupaten Bombana Tahun 2009 berjumlah 5 unit. ketersediaan sarana perbankan dalam suatu daerah menjadi indikator kemajuan daerah dalam mengatur pendanaannya. BRI sebanyak 3 unit.507 49. Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Sumber: 3.604. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Perbankan Bank merupakan sarana pelayanan masyarakat dalam rangka mengatur sirkulasi uang dalam suatu daerah.14 Tabel: 4.039.029.048. 19.25 -61.482.422 22.296 12.984 2010 70.576 125.848. 17.99 Kecamatan 15. 2009 197.264.037.33 -35. Koperasi Koperasi merupakan sarana perekonomian yang menganut asas demokrasi dan kekeluargaan.210 29.985.43 -54. 20.356.518 188.392 86.462 60.

Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Jumlah Anggota KUD 2 1 1 3 2 1 1 1 1 6 120 77 110 189 221 280 24 145 80 454 Simpanan 73. 12.120.784.072. 5.656.000 4.000 518.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 268.000 1.400.400.000. 15.000 817. 14. masingmasing disajikan pada tabel 3.33 16.dan Rp.000 105. 7. 11.000 56.000 321. 6. Banyaknya unit.000 423. 8.840.67 82.000 585. 4.000 204.60 dan tabel 4.200.15. 10.56 195.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 56 Tahun 2005 – 2010 Tahun Jumlah Koperasi Anggota 535 976 326 380 1.446. 3.300.164.600. 1.-.14 33.65 347.800.800.040.000.970.. 4. masing-masing sebanyak Rp.450.000 129.000 224. 13. Bombana keadaan tahun 2009. Simpanan dan Volume Usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.400. 2.510.43 -57. 5.700 xx Perkembangan (%) Jumlah Anggota Koperasi 66.600.432.376.000 Volume Usaha 292. sedangkan banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Non KUD masing-masing sebanyak Rp. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.964.60 53. Tabel: 4.850.51 2005 21 2006 35 2007 15 2008 23 2009 68 Rata-rata xx Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Bombana tahun 2010.210.820.000 233.37 34. 9.14 -66. 14. jumlah simpanan dan volume usaha Koperasi (KUD + Non KUD) di Kab.000 17.000.000 58.344.15 Banyaknya Anggota.480..200..000 80.000 146.000.dan Rp.

000 52. 21.000 5.800.830.000 211.000 231.164.000 1. Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 3 1 2 1 26 207 96 110 181 2.320.784.000 77.294 Simpanan 130. 19.200.000 57. 17.800.446.000 311.950. 20.200.800.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .656. 22.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 57 Kecamatan 16.000 Volume Usaha 523. 18.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 58 Tabel: 4.000 69. 21.000 Volume Usaha 1.190.000 47.201.000 2.000 800.432.840.000 94.439. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 8 1 1 7 9 1 22 4 1 8 4 3 5 14 5 4 10 6 1 2 116 768 21 29 398 316 20 1.000 H.228.000 36.980.000 521.000 521. 6. 12.970.200.000 130.620. 19.000 58.000 11. 17.335.340.000 407.280.035. 8.000.000 4. 4.760.240.830.000 982.820. 9.020. Aspek Sosial a) Pendidikan Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak akan terlepas dari pembangunan bidang pendidikan.630.890. Simpanan dan Volume Usaha Non KUD Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. 18.000 16.800.760.000 173.260. 11.560. 15.416. Aspek Sosial Budaya Kondisi sosial budaya masyarakat suatu daerah ikut mempengaruhi atau memberi corak terhadap perwujudan daerah. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.000 247. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 557.520.920.760.000 1.000 11.060.835.000 61.400. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk diharapkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. 16.750.570. 2.000 147.000 4. 22. 1.000 61.362 123 75 284 156 74 139 590 139 95 617 244 41 72 5.000 1.558 Simpanan 359.000 14.960.850.765.320. 14. 13.023. 10.000 379.000 3.340.000 126. 7.000 279.000 694.000 1.000 185. 20. 5.440.000 240.405.000 232.065.080.000.240.628.000 31.964.16 Banyaknya Anggota.560.000 255.000 245. 3.000 245.000 2.

SD / MI Jumlah Unit: SD (Diknas) MI (Depag. Jumlah murid: .61 30. Jumlah Unit: SLTP (Diknas) MTs (Depag.22 6.264 Perkembangan (%) 05-10 31. guru dan murid) keadaan tahun 2010 dan keadaan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010). III 1.17 Tabel: 4.055 1.TK (Diknas) .87 9.50 23.36 65.61 31.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 59  Fasilitas Pendidikan Tersedianya fasilitas pendidikan dengan kualitas cukup serta keberadaannya menyebar secara merata di setiap wilayah diharapkan pula dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pendidikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.85 21.TK (Diknas) .021 1.TK (Diknas) .74 17.541 124 54 40 14 7.949 810 810 17 17 3. dapat dilihat pada Tabel 4.376 2010 111 111 3.665 1.949 13.45 19.36 30.) II 1. Keadaan dan perkembangan fasilitas pendidikan (jumlah unit.) Jumlah Guru: SD (Diknas) MI (Depag.46 4.02 10.) 2.) SLTP / MTs.390 380 380 158 144 14 21. 2.44 33.) Murid Jumlah 2005 37 37 1.174 1. Jumlah Guru: .390 3.11 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .RA (Depag.RA (Depag.174 51 51 123 123 13.RA (Depag. 2. Guru dan Murid Menurut Tingkat Sekolah Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Tingkat Pendidikan I TK/RA 1.22 65.17 Perkembangan Jumlah Sekolah. Jumlah Unit: . 3.076 20.) Murid SD (Diknas) MI (Depag.) 3.

Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2010.518 296 563 335 79 6 860 149 Perkembangan (%) 05-10 13.60 16.39 41. Demikian juga penduduk yang sempat menyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang menengah atas sekitar 17.) Jumlah Guru: SLTP (Diknas) MITs(Depag. baik dari sekolah swasta maupun sekolah negeri.82%. 2.630 852 630 222 24 14 4 4.99 69.98 - Tingkat Pendidikan 3.418 jiwa. sedangkan yang setingkat SLTP sekitar 14.634 1. Dari jumlah terebut ada 38.878 1. 3.) SMTK Jumlah unit Jumlah murid Jumlah guru Sumber : Bombana Dalam Angka 2010  Tingkat Pendidikan Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sumber daya manusia. IV 1.376 158 158 8 8 1.) Jumlah Guru: SLTA (Diknas) MA (Depag. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tingkat pendidikan dapat tercermin dari masih rendahnya persentase Kabupaten Bombana Tahun 2011 .674 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 60 Jumlah 2005 3.) Jumlah murid: SLTA (Diknas) MA (Depag.02 25. Persentase penduduk Kabupaten Bombana dengan ijazah tertinggi setingkat SD sekitar 23.30 31. Dari empat jenjang pendidikan formal yang dibahas di sini. terlihat bahwa persentase kepemilikan ijazah terbesar pada tingkat pendidikan SD/MI/Sederajat.66 52.61 15.68% tidak memiliki ijazah dengan kata lain penduduk tersebut tidak berhasil menamatkan pelajaran pada suatu jenjang pendidikan formal.63 48.14%.) SLTA / MA Jumlah Unit: SLTA (Diknas) MA (Depag.878 68 68 2010 5. V SLTP (Diknas) MTs (Depag.82%. jumlah penduduk Kabupaten Bombana usia 15 tahun ke atas adalah 57.

APS kelompok usia TK (4 – 6) tahun yang masih bersekolah dengan jumlah penduduk sekolah yang bersangkutan.91%.64%. Tinggi rendahnya angka ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang mendasar yaitu wajib belajar 9 tahun serta ketersediaan sarana sekolah.64% penduduk Kabupaten Bombana hanya berpendidikan SLTP ke bawah. dapat diartikan sebagian besar anak usia 4 – 6 tahun telah menikmati pendidikan TK.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 61 penduduk yang telah mendapatkan ijazah pada jenjang pendidikan di atas SLTA.18 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut kelompok umur. atau sekitar 8. Berdasarkah hasil analisis data / diolah dari data Kabupaten Bombana dalam angka tahun 2010. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan. APS kelompok usia TK Kabupaten Bombana (4 – 6) tahun sekitar 87.54%. Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Tabel: 4. APS kelompok umur 7-12 tahun Kabupaten Bombana adalah sekitar 99.33%.64%. Persentase penduduk yang mendapatkan ijazah Diploma I/Universitas adalah sekitar 5. Untuk jelasnya lihat angka partisipasi sekolah (APS) menurut kelompok umur Kabupaten Bombana tahun 2010.36% penduduk usia ini tidak bersekolah lagi. bahwa dari data yang ada sekitar 76. Sementara itu APS usia 13-15 tahun adalah sekitar 91. Demikian juga dengan APS kelompok usia SD (7 – 12) tahun yang masih sekolah dengan jumlah penduduk sekolah bersangkutan SLTP. dapat diperoleh dengan membagi jumlah penduduk yang sekolah pada kelompok tersebut dengan total penduduk kelompoknya.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan antara lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). atau dapat diartikan bahwa hampir seluruh anak usia 7-12 tahun telah menikmati pendidikan dasar. Selanjutnya APS kelompok usia 16-18 tahun adalah sekitar 75. SMU dan seterusnya. Sebagai satu hal yang perlu dicermati.

Fasilitas kesehatan di Bombana Tahun 2010 meliputi Rumah Sakit 1 unit.246 4.64 91. Untuk meningkatkan pelayanan tersebut. Posyandu 212 unit.907 6. sementara angka buta huruf sekitar 11. Hasil Susenas 2010 menunjukkan bahwa angka melek huruf pada penduduk dewasa yaitu 88. (a). Pustu 32 unit.674 *) APS 87.91 *) Kelompok Umur Usia TK (4-6 Thn) Usia SD (7-12 Thn) Usia SLTP (13-15 Thn) Usia SLTA (16-18 Thn) Usia Perguruan Tinggi (19 – 25 Thn) Sumber : Diolah dari data Kabupaten Bombana dalam Angka Tahun 2010 *) Data tidak tersedia  Melek Huruf dan Buta Huruf Melek huruf adalah kemampuan seseorang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya dan merupakan indikator yang dapat menggambarkan mutu sumber daya manusia.076 7.152 7. Angka ini memberikan gambaran bahwa pencapaian pendidikan di Kabupaten Bombana masih perlu terus ditingkatkan dengan meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa hingga melebihi angka 95%. Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan. b) Kesehatan dan Keluarga Berencana 1) Kesehatan Pelayanan kesehatan secara merata.157 10.80%. mudah dan terjangkau adalah dambaan seluruh masyarakat.390 21. pemerintah telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana kesehatan. Puskesmas Plus 7 unit.343 Penduduk Bersekolah 3. Fasilitas Kesehatan Efektivitas pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas yang memadai.882 21.20%. tenaga kesehatan yang cukup dan profesional serta kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 62 Penduduk Usia Sekolah 3. Polindes 22 unit. Apotik 2 unit dan Toko obat 6 unit. Puskesmas Perawatan 8 unit. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .33 99. Puskesmas Keliling (roda 4 sebanyak 9 unit dan Boad 1 unit).64 75.

Toko Obat 11. Puskesmas Plus 7.00 -1.50 4. 3. Pedagang Farmasi Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis) di Kabupaten Bombana tahun 2010 terdiri dari Dokter umum 3 orang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 63 Perkembangan jumlah fasilitas kesehatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada pada Tabel: 4. bidan 33 orang. 2. SPK 19 orang. Polindes 8.Roda empat . Tabel: 4. Perkembangan jumlah tenaga kesehatan Tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 164 orang. SKM 11 orang.19 Tabel: 4. SPGR 3 orang. 4.19 Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis 1.18 20.61 6.20 2005 1 5 34 180 9 7 1 3 231 Jumlah 2010 1 8 32 212 19 9 3 7 22 2 6 302 Perkembangan (%) 05-10 0. 5.Boat 6. SPPH 5 orang.93 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .20. Puskesdes 9.00 10. Apotik 10.54 6.48 31. Rumah Sakit Puskesmas Perawatan Pustu Posyandu Puskesmas Keliling .

14 18. Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK Tenaga Kesehatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Bombana Banyaknya 2005 4 115 2 121 2010 3 33 11 3 5 19 164 238 Perkembangan (%) 05-10 -6. 6.81 53. 4. 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 64 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 – 2010) Jenis 1. 3. 8. 9.94 -26. 2.43 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 5.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 65 (b). Polio-2. Jenis imunisasi yang dilakukan bagi bayi. Sebagian masyarakat lainnya menggunakan air minum yang berasal dari sumur tak terlindung dan mata air (c). Kepemilikan WC serta Pemakaian Listrik sebagai sumber penerangan utama dan ledeng sebagai air minum utama Dari sejumlah 2. DPT-2. KL1/DT. DPT-3. Polio-1. Keadaan dan perkembangan jumlah bayi yang di imunisasi. Polio-4 dan campak. Pelayanan Kesehatan Imunisasi Selain pemberian air susu ibu (ASI) upaya membangun kekebalan tubuh dilakukan melakui imunisasi. yaitu BCG.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Polio-3. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan antara lain tercermin dari kepemilikan rumah yang memenuhi syarat kesehatan/layak huni yang memberikan suasana nyaman bagi penghuninya. DPT-1. Rumah yang memenuhi syarat kesehatan tercermin pula dari kondisi rumah itu sendiri (Luas dan Jenis Lantai.781 Rumah Tangga yang ada di Kabupaten Bombana menunjukkan :  Terdapat sejumlah RT masih menempati rumah yang luas lantainya < 20 M2  Terdapat sejumlah RT masih mendiami rumah berlantai tanah  Terdapat sejumlah RT yang dinding rumahnya terbuat dari pepohonan  Terdapat sejumlah RT yang atap rumanya terbuat dari dedaunan  Terdapat sejumlah rumah tangga tidak menggunakan Listrik sebagai sumber penerangan  Tedapat sejumlah RT tidak memiliki WC sendiri atau menggunakan WC bersama/WC umum dan lainnya sebagai tempat buang air  Hanya sebagian kecil masyarakat yang terlayani oleh Perusahaan Air Minum PDAM. calon pengantin yang diimunisasi dan murid sekolah yang diimunisasi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. jenis imunisasi bagi ibu hamil dan calon pengantin yaitu TT-1 dan TT-2 sedangkan jenis imunisasi bagi murid sekolah yaitu Campak/KL1. Dinding dan Atap Rumah. TT1 KL2 dan TT2 KL3.

18 10.598 1.567 2.194 2. DPT-1 3. Polio-3 8.448 1.167 2. DPT-2 4.496 1.535 1. Banyak Murid yang diimunisasi 1. Campak II. TT-1 2. Polio-2 7.912 1.363 2.345 2.177 2.786 1. TT-2 III. Polio-4 9. DT 2.632 Perkembangan (%) 05-10 6.24 11.007 1.498 1.18 - Keluarga Berencana (KB) Pengetahuan tentang pengendalian kelahiran dan keluarga berencana merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi dan Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Campak Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2) Jumlah (Orang) 2005 2.27 10.80 11.459 2010 2.60 8. DPT-3 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 66 Tabel: 4. Polio-1 6.05 9.275 1.35 10.229 1.643 2.632 3.43 10. Ibu Hamil dan calon pengantin / TT/ WUS yang diimunisasi 1.638 2.200 3. TT 3.083 3. BCG 2.21 Perkembangan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian I. Bayi yang diimunisasi 1.

Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.140 171 1. 2.92 66. Tinjauan peserta KB (KB aktif + KB baru) menurut kecamatan tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.417 453 300 15. 5.20 54.380 pasang atau 62.721 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .42 57. Tingginya angka pemakaian alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggambarkan tingginya angka kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.37 73. Jumlah peserta KB (KB aktif + KB baru) tahun 2010 sebanyak 15.95 41.48 46. 18. 1.539 307 1. 17.85 468 24.316 676 247 517 633 952 1. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah PUS 529 653 469 1.084 779 474 1.187 594 779 860 1. 6.92 63.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 67 selanjutnya berpengaruh terhadap pemakaian alat/cara KB yang tepat dan efektif.14 61.74 93.10 No.307 7.15 69.446 788 2. 11.21 Persentase Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 59. 22. 7. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 24.886 1. 12. 19.71 64.064 491 1.60 73. 8.10 60. 13.58 66.28 48.059 1. 15. 9.70 62.694 1. 21. 14. 4.78 56.04 69.51 59. 10.721 pasang.22 Banyaknya PUS dan Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 317 437 292 660 511 339 1. 20. 16.22 Tabel: 4.327 2.291 1.831 1. 3.57 55.02 69.609 1.426 1.21% dari jumlah PUS.380 62.

83 -4.303 63 7.558 315 8. Implant 6.768 1. implant 1. 2. suntikan 8.626 pasang.984 187 6.858 203 10 Jumlah 67 8. MOP/MOW 7.984 187 6.97 menunjukan jumlah PUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi jenis IUD sebanyak 67 pasang. Suntikan 5.116 1. kondom 315 pasang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 68 Peserta KB (KB Akfit + KB Baru) menurut jenis kontrasepsi sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.308 Perkembangan (%) -21.37 196. dan MOP/MOW 76 pasang. 5.768 1. Obat Vaginal Sumber: BPS Kabupaten Bombana Perkembangan banyaknya peserta KB aktif tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 menurun 5.24 Tabel: 4.511 76 - 1. Tabel: 4. 4. Kondom 4. 3. Pil 3. IUD Pil Kondom Suntikan Implant 2005 85 7.18 -4. Pil 8. persentase perkembangan banyaknya peserta KB aktif menurut alat kontrasepsi yang digunakan tahun 2010 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 disajikan pada Tabel: 4.24 Perkembangan Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Alat Kontrasepsi 1.67%. IUD 2.626 1.95 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .89 -31.574 128 1.558 pasang .308 66 Akseptor Baru 1.23 Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 – 2010 Alat Kontrasepsi Akseptor Aktif 67 6.922 2010 67 6.511 pasang.

73 103.380 Perkembangan (%) -4.12 22. Perkembangan jumlah sarana pelayanan KB (Klinik KB. MOP/MOW 7.35 -5. 5.87 17. 2.858 203 10 3.659 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Hingga tahun 2005 – 2001 jenis sarana pelayanan Keluarga Berencana meliputi klinik KB. 6. 3. Klinik KB KKB PPKBD Sub PPKB Jumlah 2005 9 9 185 311 2010 17 14 139 434 587 Perkembangan Rata-Rata 15. Realisasi akseptor baru menurut alat kontrasepsi yang digunakan pada tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4. KKB. 4.773 Persentase 100.26 Perkembangan Jumlah Sarana Pelayanan KB menurut Jenisnya Tahun 2005-2010 Jenis 1.67 Alat Kontrasepsi 6. Target Realisasi 1. 3.563 Kondom 134 Suntikan 1. KKB.12 IUD 37 Pil 1.305 Realisasi akseptor baru tahun 2010 sebanyak 3773 pasang atau 103.574 128 1.86 36.26 Tabel: 4. 4.52 140. 2. 7. Obat Vaginal Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2005 69 16.87 Plus 32.70 95. PPKBD dan Sub PPKBD.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 69 2010 66 15. PPKBD dan Sub PPKBD selama kurun waktu 2005-2008 disajikan pada Tabel: 4.25 Tabel: 4.319 Implant 562 MOP/MOW 44 Obat Vaginal Jumlah 3.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .12% dari target akseptor baru yang ditetapkan.25 Banyaknya Akseptor Baru menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 Alat Kontrasepsi 1.

5. ketunasusilaan dan korban bencana alam.Penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tercatat di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 2.200 orang. SMP 13 orang. rungu. keterlantaran.00 Minus -26.373 orang yang terdiri dari cacat ganda 28 orang.791 jiwa atau 18. Anak panti asuhan yang mengikuti pendidikan tahun 2008 sebanyak 30 orang terdiri dari SD sebanyak 12 orang. 4. Jumlah anak asuh tahun 2010 sebanyak 38 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 4 orang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 70 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga medis pengelola program KB di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 sebanyak 9 orang terdiri dari PPLKB sebanyak 6 orang dan penyuluh KB 3 orang. cacat anggota badan 1. dan SMA 5 orang.86 Dokter 2 Bidan 2 PPLKB 6 Penyuluh KB 13 Penyuluh Paramedis Jumlah 23 Sumber: BPS Kabupaten Bombana C). 3. .27 Perkembangan Tenaga Medis Pengelola Program KB Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Jenis 1. keterbelakangan. .25% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama. 2005 2010 6 3 9 Perkembangan Rata-Rata 0. tuna netra 275 orang. cacat mental 170 orang. bisu/tuli 120 orang. tuna wicara. Perkembangan jumlah tenaga medis pengelola program KB Kabupaten Bombana selama kurun waktu 20052010 disajikan pada Tabel: 4.Panti asuhan yang ada di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 hanya sebanyak 1 unit dengan kapasitas tampung sebanyak 50.Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 21. penyandang penyakit Ex-Kronis 380 orang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .27 Tabel: 4. . 2.Kesejahteraan Sosial Usaha mewujudkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat yaitu dengan mengatasi masalah-masalah pokok kesejahteraan sosial yang berupa kemiskinan.

6.765 66 .Peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah bencana banjir sebanyak 1 kejadian 2.2. 6.24%) menganut Agama Kristen. 2. Aspek Agama Agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Bombana umumnya beragama Islam. 4.521 orang (2.845 I.451 . Dalam hubungannya dengan ikatan adat dan tradisional di kalangan anggota masyarakat sudah longgar dan pada umumnya sekedar menghormati tradisi.76% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2010) sedang sisanya sebanyak 2.191 .6. Dalam hubungan antar suku/integrasi secara umum sangat baik dan dapat dibuktikan dengan pernikahan campuran yang sudah biasa dan tidak menimbulkan masalah.2.2. hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bombana yang menganut agama Islam sebanyak 108. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Islam Katolik 2. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .3.981 orang atau 97.742 . Mengenai stratifikasi masyarakat secara adat dalam kehidupan masyarakat masih ada tetapi sudah agak longgar begitu pula kebanggaan terhadap daerah masih tinggi namun tidak fanatik.28 Banyaknya Penduduk menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut Tahun 2010 Kecamatan 1.191 2.742 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 71 . Untuk jelasnya lihat jumlah penduduk menurut agama dan Kecamatan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. Katolik/Protestan. 3.765 3.490 2. Politik dan Hankam 1. Agama/Religius. Hindu. 5.556 .845 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya . dan Budha. Khasanah Kehidupan masyarakat di Kabupaten Bombana bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Bombana tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini. Aspek Budaya Penduduk Kabupaten Bombana terdiri dari beberapa macam etnis atau suku.451 6.28 Tabel: 4.

6.227 Mata Oleo 6.4. 7.4.8.381 3 .716 Poleang Utara 8.931 4 .289 Tontonunu 3.444 . 20.022 Poleang Timur 8.022 .959 139 188 . 10.313 43 .444 Kep.3.289 .3.412 Jumlah 108.147 . 16.9.5.2.373 Poleang Tenggara 3.29 dan Tabel: 4. 14. 9.30 Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 72 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya 309 . 11.062 Poleang Tengah 3. 9. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.8.011 20 Poleang Selatan 4.953 . 8.2. 6.310 Poleang 13.536 .3.716 97 257 .987 Mata Usu 1. 21. 22.586 Rarowatu Utara 4. mushallah 33 unit. 12.981 47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Sejalan dengan perkembangan jumlah pemeluk agama tersebut telah dibangun mesjid sebanyak 221 unit.111.931 Rumbia Tengah 3. Islam Katolik Rumbia 5.456 373 . 8.5. Masaloka Raya Rumbia Tengah Mesjid 5 10 5 6 9 5 7 10 4 7 Mushalla/ Gereja Langgar 1 2 2 2 Pura Vihara - Kabupaten Bombana Tahun 2011 .481 Kecamatan 7. 5. Masaloka Raya 2.416 Poleang Barat 9.1. 3.13. gereja 14 unit dan pura 5 unit.452 Rarowatu 2.3. 15. 19.385 8 .412 995 311 1. 17.062 .613 73 893 .29 Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Agama dan Kecamatan Kecamatan 1. 4. 10. 18.259 27 Lantari Jaya 4. 13. 2. Keadaan Perkembangan jumlah tempat peribadatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing disajikan pada Tabel: 4.459 .

Poleang Utara 21 6 2 17. Rarowatu Utara 13 9 3 13.19 11. Poleang 18 3 20. Poleang Selatan 13 1 18.46 4. Jumlah 2005 2010 221 33 14 5 273 Perkembangan (%) 05-10 6. Lantari Jaya 10 9 1 14. Banyaknya jumlah jamaah haji tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Mata Usu 5 15. Rarowatu 8 1 1 12. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) meningkat rata-rata 2. Poleang Timur 15 2 16. 3. Jika dibandingkan dengan tahun (2005) meningkat 39. Tontonunu 13 22. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .105 sebanyak 147 orang terdiri dari laki-laki 62 orang dan perempuan 85 orang. Poleang Tengah 7 14 Jumlah 221 33 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Mesjid Tabel: 4. 2.68 -13. Poleang Barat 22 1 21.67 - Mesjid 172 Mushallah 28 Gereja 9 Pura 6 Vihara Jumlah 215 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya Nikah yang dilaporkan/didaftar ke KUA tahun 2010 sebanyak 992 pasangan.35% per tahun.30 Perkembangan Tempat Peribadatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian 1.08%.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 73 Pura 1 2 1 1 5 Vihara - Mushalla/ Gereja Langgar 11. 4. Poleang Tenggara 8 1 19. 5.

yaitu Pemilihan Umum yang merupakan amanah konstitusi serta hajat besar negara. tetap dan mandiri. Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008. pada Pemilu sebelumnya ada sebagian anggota DPR dan DPRD yang diangkat oleh pemerintah. yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). masing-masing merupakan Pemilu yang kesembilan dan kesepuluh sejak Indonesia merdeka. Dari aspek kehidupan politik daerah ini dapat dikatakan mantap dimana dalam 5 Tahun terakhir tidak ada konflik politik Jumlah Partai Politik yang terdaftar di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 sebanyak 38 Parpol. 3.31 Perkembangan Banyaknya Jamaah Haji Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 . Proses penyelenggaraan Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008 berbeda dengan Pemilu sebelumnya.  Perbedaan yang paling menonjol. yaitu pada Pemilu 2004 dan 2008 Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.06 29 Tahun Ke Bawah 3 30 – 39 10 40 – 49 29 50 . Beberapa perbedaan di antaranya adalah:  Pemilu 2004 dan 2008 diselenggarakan oleh lembaga yang bersifat nasional. Banyaknya perolehan suara Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 74 Tabel: 4. dan seluruh rakyat Indonesia. 4. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) yang keanggotaannya juga dipilih langsung oleh rakyat. Aspek Politik Setiap lima Tahun sekali masyarakat Indonesia menggelar pesta demokrasi. Laki-laki Perempuan 6 15 34 26 4 85 64 32.81 Jumlah 9 25 63 43 7 147 89 39.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008 ada lembaga baru yang dibentuk untuk mewakili daerah provinsi.59 17 60 Tahun Ke Atas 3 Jumlah 2010 62 2005 25 % Perkembangan 05-10 148. 2. seluruh anggota Legislatif dipilih secara langsung. sedang pada Pemilu sebelumnya bersifat sementara (ad hoc) sehingga setelah Pemilu selesai lembaga penyelenggaranya langsung dibubarkan.00 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2.2010 Kelompok Umur 1. 5. bangsa.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008.

183 170 3 117 158 215 217 1. 26. 15.533 5 32 485 5 2 864 Dapil III 1. 24.110 163 570 3. 2.129 2.625 1 1 477 0 0 90 Dapil II 1.006 130 207 2.265 100 0 102 1.821 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 75 dalam Pemilu DPR Pusat. 34.700 816 2.230 6.488 6. 33.275 705 3 153 1. 23.015 1.010 11 4 1.698 5. 36. 11. DPR Provinsi. 21. 10. 19. 27.373 1. 3.025 352 1.111 872 1.143 2. 28. 6.044 1. 8.924 466 3.814 393 3.027 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .033 841 337 421 1.116 669 457 704 1.151 139 108 235 743 34 192 418 16 236 45 222 558 1.173 281 926 875 2. 29.273 1. 14.063 275 4. 30.130 744 3 402 1. 18. 7. 17. DRRD Kabupaten Bombana. 25.115 266 160 66 1. 16. HANURA PKPB PPPI PPRN GERINDRA PBN PKPI PKS PAN PIB Partai Kedaulatan PPD PKB PPI PNIM PDP PKR PNB PPDI PDK REPUBLIKAN Partai Pelopor Golkar PPP PDS PNBK PBB PDIP PBR Partai Patriot Partai Demokrat PKDI PIS PKNU Partai Merdeka PPNUI PSI Dapil I 714 31 21 16 97 189 407 220 826 489 11 17 54 3 3 1. 35. 37. 9. 12.32 Tabel: 4. dan Pilpres. 22.048 6 2 73 Jumlah 3. 20.056 213 218 169 209 93 11 528 110 419 170 1.873 1.96 658 432 1. dapat dilihat pada Tabel 4. 32.510 1. 4.32 Banyaknya Perolehan Suara di Kabupaten Bombana menurut Partai dan Daerah Pemilihan Nama Partai 1. 5.697 1. 13. 31.333 745 6. DPD Provinsi.508 249 859 3.424 2.167 215 98 1.969 615 9 186 2.543 111 394 423 1.147 1.

434 Sumber: BPS Kabupaten Bombana 3. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan terciptanya kehidupan yang aman dan tertib. Untuk jelasnya lihat Perkembangan jumlah kejahatan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian keadaan tahun 2005 dan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.977 Dapil III 133 19.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 76 Dapil II 214 32.794 Jumlah 606 65. baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Partai Buruh Jumlah Dapil I 259 12. Aspek Hankam Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan dambaan seluruh masyarakat.205 Nama Partai 38.33 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bombana secara umum dapat dikatakan cukup aman dan terkendali. Gangguan Kamtibmas yang ada di Kabupaten Bombana tahun 2005 sebanyak 144 kasus. lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tahun 2010 sebanyak 113 kasus.

25. 20. 18. 9. lukaluka berat 22 orang dan luka-luka ringan 35 orang. 24. 15. 19. 27.34 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 22. 5.238 kasus dengan jumlah kecelakaan sebanyak 15 orang sedangkan korban lalu lintas sebanyak 79 orang terdiri dari mati 22 orang. 8. 16. 13. 2. 4. Pembunuhan Penganiayaan Curas Curat Curanmor Perkosaan Perjudian Perzinahan Pengrusakan Penipuan Penggelapan Curi Biasa Kejahatan Kesopanan Aniaya Ringan Aniaya Biasa Palsu Surat Serobot Tanah Penghinaan Pengeroyokan Lahgun Sajan Pengancaman PLBT Tidak Senang Migas Kawin Tidak Izin Aniaya dalam Keluarga Kehutanan Pembakaran Kejahatan Lainnya Jumlah 2005 3 2 1 7 1 4 7 6 16 1 49 2 8 1 4 5 3 1 1 16 6 144 2010 1 10 3 2 2 1 1 26 2 2 1 11 3 2 46 113 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilaporkan pihak kepolisian tahun 2010 sebanyak 1. Perkembangan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan tahun 2010 disajikan pada Tabel 4. 3. 17. 11. 26. 28.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 77 Tabel: 4. 7. 14.33 Perkembangan Jumlah Kejahatan Yang Dilaporkan Oleh Pihak Kepolisian Tahun 2005 dan Tahun 2010 Uraian 1. 21.34 Tabel: 4. 23. 10. 6. 12.

15 km keseluruhannya merupakan jalan Kabupaten tidak ada jalan Negara dan jalan Provinsi.15 km tahun 2010).26 -63. dan untuk maksud tersebut maka pembangunan jalan di daerah Bombana dilaksanakan baik dalam bentuk rehabilitasi jalan yang sudah ada. Prasarana Wilayah Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu wilayah merupakan hal penting dalam mendorong wilayah yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang serta berinteraksi dengan daerah lain baik dalam skala sosial.00 -5. kondisi jalan dan panjang jalan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2005-2010 disajikan pada Tabel: 4.62% per tahun (441. Korban : a. Luka berat c.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 78 Perkembangan Jumlah Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilaporkan Banyaknya 2005 936 41 62 15 10 37 2010 1.35 Tabel: 4. Adapun keadaan dan perkembangan panjang jalan menurut jenis permukaan.4 km tahun 2005 menjadi 592.41 27. budaya. Adapun prasarana wilayah yang ada di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. maupun pembangunan baru.08 km.238 15 79 22 22 35 Perkembangan (%) 32. pemeliharaan.05% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) mengalami kenaikan rata-rata 7. Jika panjang jalan sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan panjang jalan tahun 2005 sepanjang 569. Mati b.35 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Kabupaten Bombana Tahun 2011 . mengalami kenaikan 4.42 46. Kecelakaan Lalu Lintas 3. Luka ringan Sumber: BPS Provinsi Sultra J. Sampai dengan Tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bombana + 592. Pelanggaran 2. politik dan ekonomi. Prasarana Perhubungan Darat (a) Kepemilikan Jalan Jalan memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar jalannya roda pembangunan dan pemerintahan.41 Jenis 1.67 120.

93 49.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 79 (2005 – 2010) Panjang Jalan (Kilo Meter) 2005 2010 441.20 77.20 35.84 221.78 40.45 25.09 40.80 20.15 9. Pertambangan dan Energi Kab. Bombana.85 11.30 U r a i a n I Jenis Permukaan 1 Diaspal 2 3 4 II 1 2 3 Kerikil Tanah Tidak Terinci Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak 4 Rusak Berat 5 Tidak Terinci Sumber: Dinas Pekerjaan Umum.47 3.81 185.90 99.65 692.92 -30.45 20.15 331.10 214.15 31. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .2 441. 2010.30 11.90 5.62 403.35 9.50 102.31 21.40 304.63 7.04 35.65 % Perkembangan 05-10 11.56 89.2 692.

36 Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Perkembangan (%) 05-10 1 2 3 4 5 Bus Mikrolet Truk Pick Up (mobil barang) Mobil Penumpang Jumlah 17 26 19 43 105 13 19 175 84 46 307 -6. Mikrolet. Keadaan dan perkembangan jumlah kendaraan bermotor roda empat keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.49 -7. 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 80 (b) Angkutan Darat Kendaraan bermotor roda empat di Kabupaten Bombana tahun 2010 meliputi Bus.22 30.12% dari luas wilayah Bombana (daratan + perairan) begitu pula dengan letak pemukiman penduduk umumnya Desa/Kelurahan berlokasi di wilayah pantai. Pick Up/Mobil Barang dan Mobil Penumpang.36 Tabel: 4.66 % dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010 meningkat rata-rata 30. Berkaitan dengan potensi tersebut maka hal yang menjadi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .76%).54 74.21 18. Jumlah Kendaraan bermotor roda empat hingga tahun 2010 sebanyak 307 unit. jika dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami kenaikan 0. kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat. Truk.76 No Uraian 2005 2010 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka (c) Kepemilikan Terminal Angkutan Umum Terminal angkutan umum (kendaraan roda 4 sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 2 buah yaitu di Kecamatan Rumbia dan Poleang. Desa-desa tersebut dengan latar belakang daratan dan lautan memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan taraf hidup. Prasarana Perhubungan Laut Perhubungan laut memegang peranan penting di daerah ini karena bagian terbesar wilayah Bombana merupakan wilayah perairan yaitu sekitar 78.

Pulang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .25 1. Keadaan dan perkembangan kunjungan kapal dan GRT.14 51. Sarana angkutan laut / sungai Sampai dengan tahun 2010 sarana angkutan laut/sungai di Kabupaten Bombana meliputi 3 unit. yaitu kapal motor sebanyak 749 unit.699 4.67% dan 34. Arus barang (ton) a.50 -31.37 Tebel: 4.302 749 27. Sampai dengan Tahun 2010 prasarana perbubungan laut/dermaga laut di Kabupaten Bombana sebanyak 8 unit yaitu : a.567 6. Rumbia 2 unit Rarowatu 1 unit dan Poleang 2 unit.951. Arus Penumpang a.35% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) penumpang datang dan berangkat masing-masing mengalami kenaikan rata-rata 30.26% per tahun . Arus Bongkar Barang dan Penumpang Tahun 2005 . Bongkar b. Kabaena Timur 1 unit.296 2010 763 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 81 penting adalah adanya prasarana dermaga besar – kecil sebagai pintu gerbang keluar masuk dan bongkar muat barang dan jasa.563 * * 9.2010 No Jenis Pelayaran 2005 593 16.382 unit.951 Perkembangan (%) 05-10 6.699 jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (2008) jumlah kunjungan kapal meningkat 11. b.18% dan 55. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 arus bongkar barang dan muat masing-masing mengalami kenaikan 143. Kabaena 2 unit.023 ton dan 749 ton. dan perahu tidak bermotor 1. msing-masing mengalami kenaikan 32. Muat 4.26 30. Datang b. jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya arus penumpang yang datang dan berangkat.255 per tahun. Arus penumpang yang datang dan berangkat tahun 2009 masingmasing sebanyak 27.56% sedangkan GRT mengalami penurunan 82.37 Perkembangan Kunjungan Kapal.438 32. Kunjungan kapal 2.72%. GRT 3. Arus bongkar barang dan muat tahun 2010 masing-masing sebanyak 43.14% per tahun dan 51.438 dan 32. Jumlah kunjungan kapal dan GT Kabupaten Bombana Tahun 2009 masing-masing sebanyak 763 dan 3. motor tempel 565 unit.50% per tahun sedangkan GRT menurun rata 31. arus penumpang dan arus barang menurut jenisnya keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 20052010 dapat disajikan pada Tabel 4.64% dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010) jumlah kunjungan kapal meningkat rata-rata 6.

) Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 480 16 1. Banyaknya benda-benda pos yang dikirim dan diterima menurut jenis pengiriman keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel 4.38 dan Tabel 4. Adapun jenis dan perangkat komunikasi yang berkembang di Kabupaten Bombana terdiri dari: . Rarowatu Utara dan Lantari Jaya .38 Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan diterima dari Dalam dan Luar Negeri Menurut Jenis Pengiriman Tahun 2010 ( Kg. terdapat di Kecamatan Kabaena.906 15 119 5 4 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 4.Kantor Pos Desa sebanyak 3 unit. surat pos tercatat kilat.Kantor Pos Cabang sebanyak 3 unit. Prasarana Perhubungan Udara Di Kabupaten Bombana Dewasa ini belum tersedia angkutan udara / belum memiliki bandar udara. Guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah Bombana yang semakin meningkat pemerintah daerah sejak tahun 2010 telah mulai melakukan langkah-langkah dan perencanaan pembangunan bandara di wilayah Pajongae Kecamatan Poleang Timur.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 82 Sumber : Kabupaten Bombana dalam Angka 3. surat dinas terdaftar pos kilat dan pos wesel. surat pos tercatat biasa. Prasarana Komunikasi/Informasi: Dalam era teknologi yang semakin canggih maka kebutuhan akan telekomunikasi sangat penting bagi kelancaran informasi pembangunan. Rumbia dan Poleang.Pos Desa sebanyak 1 unit terdapat di Kecamatan Kabaena Timur Jenis pengiriman benda-benda pos (dikirim / diterima) di Kabupaten Bombana tahun 2009 meliputi 7 jenis yaitu surat biasa. terdapat di Kecamatan Rarowatu. 2.836 48 245 3 - No. 4. Tabel: 4.39. pos kilat / khusus. . 4.734 27 3. 1. Jenis Pengiriman Surat Biasa Pos Kilat / Kilat Khusus Surat Pos Tercatat Kilat Surat Pos Tercatat Biasa Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 3.

7. 5.000.000 1.000 29.000 295.39 Banyaknya Benda-Benda Pos yang Terjual menurut Jenisnya (Rupiah) Tahun 2010 Wilayah Kec. Rumbia 242. Kabaena 24.369 171 No. Prasarana wartel tahun 2009 sebanyak 12 unit tersebar pada 6 Kecamatan yaitu Kabaena Timur sebanyak 4 unit.40 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 Wilayah Kec.160. Kabaena sebanyak 2 unit. telepon rumah.000. Prasarana Telepon/Komunikasi Prasarana telepon/komunikasi timbal balik sampai dengan tahun 2009 meliputi wartel. Jenis Pengiriman Surat Dinas Terdaftar Pos Paket Pos Wesel Jumlah Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 97 72 1.100. Poleang 29.660 51 4.100.060.000 Wilayah Kec. Kabaena Utara.160. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. 6.000 242. Mata Oleo dan Poleang masing-masing 1 unit.000 No Jenis Total 295. Akta Agraria Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 5. Perkembangan jumlah wartel tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya (2008) menurun dari 13 unit tahun 2008 menjadi 12 unit tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun 2005-2010 berkurang dari 26 unit tahun 2005 menjadi 12 unit menjadi tahun 2009. Kabaena Barat sebanyak 3 unit.339 86 Sumber : Kabupaten Bombana Dalam Angka Tabel:4.000 24. stasiun relay dan lain-lain.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 83 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 191 485 3 875 93 10. Materai 2.060.

15. 17. baik pemerintahan. 18. 8. 11. keberadaan listrik mutlak diperlukan untuk kemajuan suatu daerah. keamanan dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. 6. Oleh karena itu. 22.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 84 Tabel: 4. Prasarana Kelistrikan Hampir semua nafas kehidupan dewasa ini digerakkan oleh listrik. 20. 10. Lisdes Donggala. 7. 16. perekonomian. 9. Sub Ranting Kabaena. 12. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Banyaknya Wartel 2006 2007 2008 16 8 6 1 8 7 2 45 5 2 5 5 7 4 3 1 3 2 3 4 1 48 2 1 4 1 2 2 1 13 2005 15 6 6 1 8 7 2 26 2009 2 1 3 4 1 1 12 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 6.40 Banyaknya Wartel menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Kecamatan 1. 5. Di Kabupaten Bombana kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya. kesehatan. 21. 3. pendidikan. 2. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Sub Ranting Boepinang. 14. 13. Cabang/ ranting perusahaan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2009 sebanyak 8 unit yaitu ranting Kabipute. 19. Lisdes Bombaya dan Lisdes Larete. 4.

41 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .57% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 32.614 VA. Keadaan dan perkembangan daya terpasang tenaga listrik menurut unit pelayanan tahun 2009 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.690.40% per tahun. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) mengalami penurunan 34.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 85 Daya tampung tenaga listrik pada semua unit pelayanan tahun 2009 sebanyak 3.

750 800 Minus Lisdes Donggala 280 46.000 0.29 Sub Ranting Kabaena 800.400 7.24 9. Sub Ranting Boepinang 2.914 Plus Lisdes Bombaea 970.935.60 Jumlah (KVA) Jumlah 1.00 0. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 1. Ranting Kasipute 1.000 800.503.43 10. Lisdes Bombaea 1.442 KWH.42 Perkembangan Jumlah Pelanggan menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Unit Pelayanan Jumlah Pelanggan 2010 1.853 1.840 940 1.171. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 136.48% dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .171.656 unit.614 -34.185 6.650 1.40 1 2 3 4 5 6 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah Pelanggan Listrik PLN di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 8.28 3.800 93.40 1.715 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 7.086.42% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 10.712 2. Lisdes Larete 83 Jumlah 5. Keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan menurut jenis pelanggan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).280 3.000 1.57 32. Sub Ranting Kabaena 3.94 2005 1.656 Perkembangan (%) 05-10 2.77 Lisdes Larete 86.450 987.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 86 Tabel: 4.00 Sub Ranting Boepinang 2.671.42 Tabel: 4. disajikan pada Tabel 4.247 95 8.559.795 4.681 2.850 7.94% per tahun. Lisdes Donggala 5.41 Daya Terpasang Tenaga Listrik di Kabupaten Bombana Tahun 2005 – 2010 Perkembangan (%) Unit Pelayanan 08-09 05-10 2005 2009 2010 Ranting Kasipute 1.800 1.600.800 5.

54 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 87 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) meningkat dari 153.442 Meningkat 136.596 7.915 160.302.734 912.810 Meningkat tinggi 455.300 Meningkat Meningkat tinggi tinggi 100.889 KWH.377 -7.06 45.608.035.53% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 133.31 153.05 - Jenis Pelayanan 1 Ranting Kasipute 2 Sub Ranting Kabaena 3 Sub Ranting Boepinang 4 Lisdes Donggala 5 Lisdes Bombaea 6 Lisdes Larete Total 1.43 Keadaan dan Perkembangan Produksi Listrik Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Kwh) 2005 2009 153.852 3.980 1.302. Keadaan dan perkembangan produksi listrik menurut jenisnya keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) disajikan pada Tabel 4.935.675.43. Tabel: 4.442 KWH (2009).484 562.495.590 Perkembangan (%) 2010 09-10 05-10 4. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) menurun 95.935. Keadaan dan perkembangan tenaga listrik terjual menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.893 66.48 tinggi Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Tenaga listrik yang terjual pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 6.228 44.44 Keadaan dan Perkembangan Tenaga Listrik Terjual menurut Unit Pelayanan Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 -89.889 KWH (2009).852 171.852 KWH (2005) menjadi 7.785 KWH (2005) menjadi 6.727 23.44. Tabel: 4.355.

775 133.775 501.848 100. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 147.464.889 Perkembangan (%) 05-10 Meningkat tinggi Meningkat tinggi Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Nilai penjualan tenaga listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp.602.464. 2.785 6.809.70% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat ratarata 136.45 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .150.567 jt.002 65.01% per tahun.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 88 Unit Pelayanan 1 2 3 4 5 6 Ranting Kasipute Sub Ranting Kabaena Sub Ranting Boepinang Lisdes Donggala Lisdes Bombaea Lisdes Larete Total Jumlah (Kwh) 2005 2010 133. Untuk lebih jelasnya lihat keadaan dan perkembangan nilai penjualan listrik menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.675.430 1.785 2.059 1.

414.700 2.040 m3.689.25 136.12% per tahun. Jumlah pelanggan air minum di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 11. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 227. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 126.567 Perkembangan (%) 05-10 22.45 Perkembangan Nilai Penjualan Listrik Menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Rp. Volume air bersih yang diproduksi PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 311.145. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 268.302. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bombana dilayani oleh PDAM dan sampai dengan saat ini hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di ibu kota kabupaten (Kasipute).620 Unit Pelayanan Total 79.495 Sub Ranting 1.525 Lisdes Larete 38.01 1 2 3 4 5 6 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 7.30% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 22.868. Air Bersih Kebutuhan air bersih sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat pembangunan secara umum.700 177.750 unit.437.000) 2005 2010 Ranting Kasipute 79.77% per tahun.140 Boepinang Lisdes Donggala 309.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 45.464. sedangkan masyarakat yang berdomisili di pedesaan masih menggunakan air sumur. Volume air bersih yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 261.151 m3.141.437.702 Sub Ranting Kabaena 48.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 89 Tabel: 4.464. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .53% per tahun.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 35.048.085 Lisdes Bombaea 745.

46 Banyaknya Pelanggan. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 5. 3.51 Uraian Jumlah Pelanggan 512 Air minum yang diproduksi (M3) 93.715 didistribusikan (Rp.654. 2. Secara administratif Kabupaten Bombana saat ini terdiri dari 22 Wilayah Kecamatan (6 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi dan 16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .951. 89.040 35. Produksi serta Nilai Air Minum yang disalurkan / didistribusikan oleh PDAM Kab. Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Buton.) 5.06 -5.951. Kolaka Utara dan Wakatobi di Provinsi Sultra.731.003.158 89.158 jt tahun 2005 menjadi Rp. 89. Untuk lebih jelasnya keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan.145 jt m3.067. 4.170 22. Administrasi (Rp. 000) 111.57 958.003. Bombana Tahun 2005 – 2010 Banyak (Unit) 2005 1.000 Sumber : Bombana Dalam Angka & PDAM Bombana 2010 K.000 51.013.57% per tahun (Rp.12 261. 000) 769 9. namun seiring dengan perubahan politik nasional yang menekankan otonomi dan desentralisasi kewenangan.46 Tabel: 4. Pemerintahan/Kelembagaan 1.145 6. 111.151 45. Jumlah tagihan (Rp.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 90 Nilai air minum yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp. Perkembangan (%) 2010 08-09 1.145 jt tahun 2009).77 311. air minum yang diproduksi dan disalurkan serta nilai penjualan air minum tahun selama 5 tahun (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Bombana berdiri sebagai daerah otonom baru malalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana.223 Nilai air minum yang 108.312 Air minum yang disalurkan (M3) 58.53 562.

Bombana Ibu Kota Tomokole Tedubara Batuawu Baliara Dongkala Lengora Kasipute Lora Masaloka Lauru Taubontu Aneka Marga Lantari Kolombi Mata Usu Bambaea Toburi Waemputang Larete Boepinang Rakadua Tongkoseng Mulaeno Kasipute Desa Kel. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Kab.47 Pembagian Daerah Administrasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Banyaknya Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Adapun kedua puluh dua wilayah kecamatan tersebut sekaligus jumlah Desa/Kelurahan dan jumlah Lingkungan/ Dusun pada masing-masing Kecamatan disajikan pada Tabel 4.47 sebagai berikut : Tabel: 4. 2 7 4 4 5 7 1 10 5 2 7 7 9 5 3 8 5 4 4 9 5 4 117 2 1 2 4 3 1 1 2 6 22 Jml 4 7 4 5 7 7 5 10 5 5 8 8 9 5 5 8 5 4 10 9 5 4 139 DuLingk Jml sun 6 6 12 23 23 12 12 14 4 18 17 9 26 19 19 3 13 16 33 33 15 15 6 10 16 21 6 27 21 3 24 26 26 16 13 38 23 17 12 39 22 15 411 8 24 83 16 21 38 23 17 36 39 22 15 494 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 91 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi) Jumlah Desa/Kelurahan 139 Desa / Kelurahan dan Dusun / Lingkungan sebanyak 494 Dusun / Lingkungan. Kelembagaan a) Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Bagian Pembangunan. dimaksudkan untuk membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya.Bagian Pemerintahan.Bagian Kesejahteraan Rakyat. Sekretaris daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :  Mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah. Susunan organisasi sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten yaitu :  Asisten Pemerintahan. Sekretariat Daerah Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Kabupaten Bombana terdiri atas : b).Bagian Umum dan Perlengkapan.  Pengelolaan sumber daya aparatur.Bagian Organisasi dan Kepegawaian. membawahi 3 bagian yaitu: . . .Bagian Keuangan. .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 92 Pembentukan kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Bombana berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bombana dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bombana. dan  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. .Bagian Hukum. .Bagian Perekonomian dan Perizinan. .Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol  Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan. membawahi 3 bagian yaitu: .  Menyelenggarakan administrasi pemerintahan. keuangan.  Staf Ahli Staf ahli diangkat dari Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati. membawahi 3 bagian yaitu: .  Asisten Administrasi Umum. sarana dan prasarana pemerintah daerah. Tugas dan fungsi staf ahli ditetapkan oleh Bupati di luar tugas dan fungsi perangkat Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Bagian Keuangan .Mengordinasikan kebijakan pemerintah daerah . Dinas Daerah Kabupaten Bombana Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di pimpin oleh Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pembangunan dan Keuangan. mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. dan . keuangan.Bagian Umum . pembangunan dan keuangan c). Staf Ahli bidang Ekonomi. Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Staf Ahli Hukum dan Politik. memberikan telaahan mengenai perekonomian. . sarana dan prasarana pemerintahan daerah.Bagian Persidangan d). Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Sekretariat DPRD mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Staf ahli sebagaimana dimaksud terdiri dari : a. Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD.Penyelenggaran urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . dipimpin oleh Sekretaris Dewan yang secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 93 daerah. Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia c. mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai hukum dan politik b.Pengelolaan sumber daya aparatur. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh sekretaris daerah.Menyelenggarakan administrasi pemerintahan .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. Susunan organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana terdiri dari 3 bagian yaitu : .

Perkebunan dan Hortikultura. (xii) Dinas Pendapatan Daerah. (v) Dinas Kehutanan.Sekretariat .Kelompok Jabatan Fungsional e).Kepala dinas . Perdagangan. (x) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (xi) Dinas Kelautan dan Perikanan. Dinas Daerah Kabupaten Bombana terdiri dari 12 Dinas yaitu : (i) Dinas PU. Inspektur dan Direktur sebagaimana tersebut di atas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah melaui Sekretaris Daerah Kabupaten. Lembaga Teknis Daerah (LTD) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik. (vi) Dinas Perindustrian.Sub bagian/seksi .Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 . .UPTD. (ix) Dinas Perhubungan.Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan lingkup tugasnya . dan . (vii) Dinas Petambangan dan Energi (viii) Dinas Tenaga Kerja. Peternakan. Koperasi dan Penanaman Modal.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 94 . Kebudayaan dan Pariwisata (iv) Dinas Pertanian. (ii) Dinas Kesehatan (iii) Dinas Pendidikan. Susunan organisasi dinas daerah terdiri atas: .Pemberian dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya . Kepala Badan.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. yang berbentuk inspektorat dipimpin Inspektur. Kantor.Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.Bidang . Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud.Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. dan . menyelenggarakan fungsi : .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Lembata teknis daerah terdiri dari : a). yang berbentuk kantor dipimpin oleh Kepala Kantor serta yang berbentuk Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur. Lembaga teknis daerah yang berbentuk Badan dipimpin oleh Kepala Badan. Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial. Badan-badan yang terdiri dari : . Inspektorat b).

Perempuan dan KB. bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. . .seksi g). Politik dan Perlindungan Masyarakat. Susunan organisasi pemerintahan kecamatan terdiri dari : a) Camat. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. f. b. dan g. Badan Kepegawaian Daerah.Rumah Sakit Umum Daerah.Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Badan Kesatuan Bangsa. Pertamanan dan Pemakaman. e. Pemerintahan Kelurahan Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang selanjutnya disebut Lurah. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kebersihan. Tugas Camat selain tugas tersebut di atas adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan umum yang meliputi : a. d. Perikanan dan Kehutanan Kantor terdiri dari : .Kantor Lingkungan Hidup. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa/ kelurahan. yang diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 95 Badan Pemberdayaan Masyarakat.Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. - f). . Pemerintah Kecamatan Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani urusan otonomi daerah. b) Sekretaris kecamatan c) Seksi .

350 orang Golongan III. sedangkan jumlah Pemerintahan desa sebanyak 75 Desa. UPT pada Dinas dan Badan terdiri dari :  Kepala UPT  Subag Tata Usaha  Kelompok Jabatan Fungsional I). 1. Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksan Teknis (UPT) dibentuk dengan Peraturan Bupati.49 Tabel: 4. Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai . Selain Lembaga Pemerintah Daerah Otonom sebagaimana tersebut di atas terdapat Lembaga Vertikal yaitu:  Kantor Departemen Agama  Badan Pertanahan Nasional  Kantor Statistik Sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah administrasi dan pembentukan kelembagaan pemerintah daerah otonom maka dibutuhkan penambahan aparat pemerintahan yang mendukung terlaksananya dan suksesnya programprogram serta kebijakan pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.285 orang Golongan II dan 43 orang Golongan I. Susunan organisasi Kelurahan terdiri dari :  Lurah  Sekretaris  Seksi h).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 96 Dalam menjalankan tugas dan fungsi lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari camat.3130 orang yang terdiri dari 452 Golongan IV. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana menurut unit organisasi dan pangkat / golongan disajikan pada Tabel: 4.48 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Jumlah pemerintahan kelurahan di Kabupaten Bombana sampai tahun 2009 sebanyak 25 Kelurahan. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yaitu kelompok jabatan yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.48 dan tabel 4. 1.

25.847 Perempuan 56 8 54 5 14 22 789 12 13 10 5 7 197 17 3 7 0 5 17 1 10 12 0 18 1 1. 15. 2. 14. 22. 7. 12.283 Jumlah 156 23 187 27 34 59 1. 6. 19. 24. 4. 23. 18.745 42 54 33 21 22 327 76 15 18 7 40 72 28 33 32 15 57 7 3. 16.49 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2001 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 10. 13. 21. 8. 9. Sekretariat Daerah Bappeda BKD BPMP & KB Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Dikbudpar Dinas Perindagkop Dinas Pertanian Dinas Nakertrans & Kesos Dinas Pertambangan & Energi Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan & KB Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesbang & Politik Dinas Catatan Sipil Kantor Lingkungan Hidup Kantor Polisi Pamong Praja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Perhubungan Inspektorat Sekretariat DPRD Sekretariat KPU BP4K Kantor SKB Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Laki-laki 100 15 133 22 20 37 956 30 41 23 16 15 130 59 12 11 7 35 55 27 23 20 15 39 6 1. 11. 17. 3.130 Tabel: 4. 20.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 97 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor 1. 5.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

98

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. 4.

Lakilaki

Perempuan

Jumlah

Golongan IV 276 176 452 Golongan III 798 552 1.350 Golongan II 748 537 1.285 Golongan I 25 18 43 Jumlah 1.847 1.283 3.130 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Vertikal Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 118 orang yang terdiri dari Golongan IV sebanyak 3, Golongan III sebanyak 68 orang, Golongan II sebanyak 45 orang dan Golongan I sebanyak 2 orang. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut unit organisasi dan pangkat / golongan di lingkungan instansi vertikal tahun 2009 masing-masing disajikan pada Tabel: 4.50 dan Tabel: 4.51 Tabel: 4.50 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor Badan Pusat Statistik Badan Pertanahan Nasional Kantor Departemen Agama Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. 2. 3.

Laki-laki 16 26 38 80

Perempuan 13 3 22 38

Jumlah 29 29 60 118

Tabel: 4.51 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. Golongan IV Golongan III Golongan II

Laki-laki 2 46 30

Perempuan 1 22 15

Jumlah 3 68 45

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

99

Golongan Kepangkatan 4. Golongan I Jumlah

Laki-laki 2 80

Perempuan 38

Jumlah 2 118

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka

b) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Keanggotaan DPRD Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 25 orang terdiri dari laki-laki 22 orang dan perempuan 3 orang. Jumlah Anggota Dewan menurut Fraksi menunjukkan Fraksi Partai Golkar sebanyak 8 orang, Fraksi Amanah Demokrasi 4 orang, Fraksi Bulan Bintang 3 orang, Fraksi Bintang Reformasi 4 orang dan Fraksi Wonua Bombana sebanyak 6 orang. Untuk jelasnya lihat jumlah anggota DPRD Kab. Bombana menurut Partai Politik dan Fraksi sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.52 dan Tabel: 4.53 Tabel: 4.52 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Partai Politik Fraksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 GOKAR PAN PBB PBR PKS PPP PDIP PKB PPIB PSI Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.53 Laki-Laki 7 3 3 2 2 2 1 1 1 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 3 3 3 2 2 1 1 1 1 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

100

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Fraksi Tahun 2010 Fraksi 1 2 3 4 5 Partai Golkar Amanah Demokrasi Bulan Bintang Bintang Reformasi Wonua Bombana Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Banyaknya produk DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27 menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya (2008) sebanyak 42 buah. Sedangkan kegiatan DPRD Kab. Bombana tahun 2010 sebanyak 13 kegiatan. Untuk jelasnya banyaknya produk DPRD Kab. Bombana menurut jenisnya dan banyaknya kegiatan menurut jenis kegiatan dan masa sidang DPRD Kab. Bombana masing-masing disajikan pada Tabel: 4.54 dan Tabel: 4.55 Tabel: 4.54 Banyaknya Produk DPRD Kabupaten Bombana menurut Jenisnya Tahun 2008 – 2010 Uraian 1 2 3 4 5 Peraturan Daerah Keputusan DPRD Memorandum Keputusan Pimpinan Lain-lain Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.55 Banyaknya Kegiatan DPRD Kabupaten Bombana Menurut Kegiatan dan Masa Sidang Tahun 2009 - 2010 Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Banyaknya Produk 2008 19 22 1 42 2009 12 12 3 27 Laki-Laki 7 3 3 3 6 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 4 3 4 6 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

14. 16. Rapat Paripurna Rapat Fraksi-fraksi Rapat Komisi-komisi Rapat Pimpinan DPRD Rapat Pimpinan DPRD dengan Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Gabungan Komisi Raker dengan Eksekutif Rapat Dengar Pendapat dengan Eksekutif Peninjauan ke Daerah Job Training Konsultasi / Koordinasi Kajian Antar Daerah Penyampaian Aspirasi Masyarakat Jumlah 8 10 7 3 1 1 2 1 29 8 15 1 3 87 10 20 15 2 6 2 1 2 3 21 5 5 1 0 88 26 15 9 3 1 4 1 2 1 10 9 15 1 0 97 3 10 3 2 1 1 2 2 3 20 17 6 2 72 6 5 3 1 1 3 1 2 7 2 5 1 37 - Sumber : Sekretariat DPRD Kab. 7. Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 2. 6. 10. 13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 101 Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III 1. 11. 4. 15. 8. 9. 12. 5. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful