Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

5

A. Potensi Pengembangan 1. Pertanian Usaha pertanian masih merupakan salah satu usaha terpenting dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana; seperti halnya dengan usaha pertanian di sebagian besar wilayah Indonesia karakteristik Usaha Pertanian Kabupaten Bombana adalah multikultur. Usaha pertanian dilaksanakan petani dengan mengusahakan tanah yang dimilikinya untuk berbagai jenis usaha pertanian yang meliputi Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan. Usaha pertanian tersebut hanya dalam skala kecil atau berskala rumah tangga. a. Pertanian Tanaman Pangan Pada dasarnya pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jenis tanaman padi dan palawija dan kelompok holtikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan). (1) Tanaman Padi dan Palawija Jenis tanaman bahan makanan yang diusahakan di Bombana sebanyak 8 jenis tanaman utama yaitu tanaman padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Luas panen tanaman bahan makanan Tahun 2010 seluas 4.704 ha atau 72,32% dari total luas lahan tanaman bahan makanan. Persentase luas panen tanaman bahan makanan dibandingkan dengan luas menurut jenis komoditi, keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.22 Tabel: 3.22 Luas Tanam, Panen, Produktivitas serta Produksi Tanaman Padi dan Palawija Menurut Jenis Komoditi di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Jenis Tanaman Padi - Padi Sawah - Padi Ladang Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah Luas Tanam (ha) 5.746 127 296 118 21 73 78 45 6.504 Luas Panen Ha 4.172 124 162 80 19 52 62 33 4.704 % 72,61 97,64 54,73 67,80 90,48 79,49 73,33 72,32

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

6

Persentase perkembangan luas tanaman bahan makanan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 22,02%. Sedangkan persentase perkembangan luas tahun 2010 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 52,17% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 22,34% per tahun. Perkembangan luas lahan dan luas panen menurut jenis komoditi tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 3.23

Tabel: 3.23 Perkembangan Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Menurut Jenis Komoditi Kabupaten Bombana 2005 - 2010 Jenis Komoditi 2005 I. Luas Tanam a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah I II. Luas Penen a. Padi - Padi Sawah - Padi Ladang b. Palawija - Jagung - Ubi kayu - Ubi jalar - Kacang tanah - Kacang kedelai - Kacang hijau Jumlah II Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 13.650 13.635 15 3.683 2.725 614 28 225 50 41 17.333 13.600 13.585 15 3.667 2.715 614 28 219 50 41 17.267 Luas (Ha) 2010 5.873 5.746 127 631 296 118 21 73 78 45 6.504 58.73 4.172 124 408 162 80 19 52 62 33 6.281 Perkembangan (%) 05 - 10 19,01 -19,43 70,58 -35,66 -42,59 -33,79 -6,94 -24,51 11,76 2,35 -22,02 -18,94 -25,76 69,56 -42,25 -50,58 -39,92 -30,19 5,53 -5,28 -22,34

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

7

Produksi tanaman padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang tahun 2009 masing-masing sebanyak 17.252,30 ton dan 273,90 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) masing-masing mengalami pertumbuhan minus 67,85% dan 77,28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing mengalami penurunan rata-rata 27,11% per tahun dan 51,13% per tahun. Sementara produksi palawija tahun 2010 sebanyak 825,45 ton, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 65,67% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 73,37% per tahun. Untuk jelasnya perkembangan produksi padi dan palawija menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel : 3.24

Tabel: 3.24 Perkembangan Produksi Tanaman Padi dan Palawija Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Ton) Jenis Komoditi 1. Tanaman Padi a. Padi Sawah b. Padi Ladang 2. Tanaman Palawija a. Jagung b. Ubi kayu c. Ubi jalar d. Kacang tanah e. Kacang kedelai f. Kacang hijau Jumlah Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 61.184,5 61.132 52,50 164.253 67.875 92.100 1.260 2.190 500 328 225.437,5 2010 17.526,2 17.252,30 273,90 825,45 206,60 393,10 76,00 54,25 73,90 21,60 18.352,10 Perkembangan (%) 05-10 -26,84 -27,11 51,13 -73,37 -76,51 -74,44 Minus Minus -40,65 Minus Minus

Kabupaten Bombana Tahun 2011

20. 4.25 Meningkat Meningkat Meningkat - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 10. Untuk jelasnya lihat perkembangan luas panen tanaman sayursayuran menurut jenis komoditi keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Sayur-Sayuran Jenis tanaman sayur-sayuran yang diusahakan di Kab. lobak.34% per tahun. dan Produksi Sayur-sayuran dan Buah-buahan Semusin Per Jenis Tanaman Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Produksi (Kwintal) Jenis Komoditi 1. 11. 5. Luas panen jenis tanaman sayur-sayuran seluruhnya berjumlah 689 ha. 15. ketimun. petsai/sawi. kacang merah. buncis. Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 15 jenis yaitu : bawang daun.25 Luas Panen. Hortikultura (Sayur-sayuran dan Buah-buahan) 1. 16. cabe.65 49. kangkung. 6. 7. kacang panjang. 3. 13.34 64. terung. dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 66.44%. 2. 12. 17. dan semangka. 19. kubis. 14. jika dibandingkan dengan luas panen tahun sebelumnya (2009) menurun sebesar 21. labu. 18. 9. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka 2005 14 13 20 26 1 2 5 5 4 2010 15 16 7 31 144 49 147 129 34 4 64 49 Perkembangan (%) 05 – 10 79. bayam. tomat.25 Tabel: 3. 8. Hasil Per Hektar.09 39.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 8 2.

18.845 kwintal.845 Perkembangan (%) 05 – 09 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 9. Tabel : 3.026 5.34 Jenis Komoditi Jumlah Produksi (Kwintal) 2005 90 2010 689 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi sayur-sayuran untuk seluruh jenis komoditi tahun 2009 sebanyak 27. 19. 11. 13. 8. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi sayursayuran menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Bawang Merah Bawang Putih Bawang Daun Kentang Kubis Petsai/Sawi Wortel Lobak Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Kangkung Bayam Melon Semangka Jumlah 2005 8 2 5 24 3 48 90 Produksi (Kwintal) 2009 99 13 141 5. 2. 12. 14.26 Perkembangan Produksi Sayur-sayuran Kondisi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis Komoditi 1. 15. 6. 3.51% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010 yaitu meningkat dari 9 ton (2005) menjadi 27. 10.187 1. 4. 20. 16.417 5009 7 3. 17.858 6. 5.26.845 ton (2010). 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 9 Perkembangan (%) 05 – 10 66. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) meningkat 22.223 865 27.

sukun.08 14 6.58 0.24 5.31% dari total jumlah pohon yang ditanam.129 4.221 26. pepaya.641 129.66 79.93 406 5.899 39.11 325 7.227 pohon atau 31. jeruk. Jenis tanaman buahbuahan yang diusahakan di Bombana meliputi 19 jenis.275 16. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Papaya Pisang Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun Melinjo Petai Jumlah Banyaknya Pohon 462 454 454 7.31 36 7.93 50.630 10. jambu air. 2. nangka. pisang. melinjo dan petai.249 39. duku/langsat.51 714 39.430 489 356 33 79 253.821 3.892 30.751 26. rambutan. 5.33 116 32.34 207 43. Banyaknya jumlah pohon yang menghasilkan dari berbagai komoditi tanaman buah-buahan tahun 2010 sebanyak 79.227 31. sirsak. 9.27 Banyaknya Pohon dan Jumlah Pohon yang Menghasilkan Buah-buahan Per Jenis Tanaman. salak.420 23. jambu biji. Kondisi Tahun 2010 Jenis Komoditi 1. manggis.581 10. mangga.65 4.21 609 16.05 11. nanas.00 10 12.27 Tabel: 3.31 1. 4. 7. 6.393 20. yaitu : Alpukat.16 124 27.31 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 8.17 1. durian.539 227 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 10 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 1) Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditi andalan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar di daerah ini.091 4. Banyaknya jumlah pohon jenis buah-buahan yang menghasilkan menurut jenis komoditi tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.754 39.068 Jumlah Pohon Persentase jumlah Yang Pohon yang Menghasilkan Menghasilkan 107 23. 3.26 1. belimbing.357 1.

630 Plus 2.28 Banyaknya Pohon Yang Ditanam dan Yang Menghasilkan Menurut Jenis Komoditi Buah-Buahan Tahun 2005 .77 10 Nangka/ 539.78 Cempedak 11 Nenas 19.2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.355 129.88 5.751 609 Minus Minus 7.129 1. Jeruk 7.821 714 Minus -72.yang Mengha.685 14.899 5.91 3. Alpukat 1.068 2. Untuk jelasnya perkembangan banyaknya pohon yang ditanam dan yang menghasilkan jenis tanaman buah-buahan tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3.393 Plus -82.420 Minus -75.474 614 7.091 1.835 221.361 39.25 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 11 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Perkembangan banyaknya pohon buah-buahan yang menghasilkan tahun 2010 dibanding tahun 2005 menurun 73.60 12 Pepaya 940 12.808 45.53 4.754 Plus -77.569 1.73 8.28 Tabel: 3. Jambu Biji 10.221 Minus -74.235 26.641 4.526 3.249 Plus -64.017 10.yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 1.631 24 227 14 Minus -41.357 406 Minus -33.558 959 462 107 Minus -88.275 50.137 31.204 4. Durian 71.84 2.070 5. Duku Langsat 12.64 13 Pisang 25. Jambu Air 92.90 2005 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .892 Pluls -17.584 16.19 9.315 3.81 1.07 14 Rambutan 1.863 6.735 49 454 36 Minus -26. Manggis 1.539 11. Mangga 1. Belimbing 45 537 454 124 Plus -76.682 1.91%.

yang Menghasi ditanam silkan ditanam silkan ditanam l-kan 15 Salak 33.286 kwintal (2010).782 847 356 116 Minus -86.433 4.64 16 Sawo 17 Sirsak 2.97 Jumlah 857.227 -70.188 303. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan produksi buah-buahan menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.672 2.91 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 2005 Produksi buah-buahan dari berbagai jenis komoditi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 1.427 829 489 207 Minus -75.035 79.668 kwintal (2005) menjadi 397.29 Tabel: 3.430 325 Minus -86.656 253.yang Mengha.03 18 Sukun 8.29 Perkembangan Produksi Buah-Buahan Menurut Jenis Komoditi Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Produksi (Kwintal) 2005 2009 Perkembangan (%) 05-09 Jenis Komoditi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .30 19 Melinjo 75 9 20 Petai 305 37 79 10 Minus -72.48 -73.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 12 2010 Perkembangan (%) Jenis Jml Jml Jml Jml Jml Jml Komoditi Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon yang Mengha.

8. 5. kemiri.05%). kakao. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan luas areal tanaman perkebunan rakyat menurut jenis komoditi keadaan tahun 2009 dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 13 Produksi (Kwintal) 2005 2009 21 90 5 10 184 390 1.286 Perkembangan (%) 05-09 11.329 7. 4. 6.14% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 0. terdiri dari areal tanaman yang menghasilkan seluas 35.677 1. cengkeh. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Alpukat 0 Belimbing 0 Duku Langsat 0 Durian 21 Jambu Biji 121 Jambu Air 7 Jeruk 284 Mangga 122 Manggis Nangka/Cempedak 17 Nenas 13 Pepaya 63 Pisang 1. jika luas areal tanaman perkebunan tahun 2009 tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 32. kopi.05 Plus 161.064 307 772 384. 3. Bombana terdiri dari 12 jenis.465 ha (76.59 Plus Plus Plus Plus Plus Plus Plus Jenis Komoditi 1.011 Rambutan Salak Sawo Sirsak Sukun 6 Melinjo Petai Jumlah 1. kapuk.668 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 B.91%) dan areal tanaman yang belum menghasilkan seluas 8.48% per tahun.636 ha. kelapa hibrida. yaitu : aren/enau. Tanaman Perkebunan Tanaman perkebunan rakyat yang telah dikembangkan di Kab. areal tanaman tua renta seluas 2756 ha (5. kelapa dalam.415 ha (18. jambu mente.588 464 136 71 163 15 397. 2. 9. lada dan pala. Luas areal tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi tahun 2010 seluas 46.04%). 7. asam jawa.

30 Luas Areal Tanamn Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman Tahun 2010 ( Ha ) Tanaman Tanaman Tanaman Belum Jenis Tanaman Menghasilkan Tua Renta Menghasilkan (Pohon) (Pohon) (Pohon) 1 Aren / Enau 681 2.415 35.465 2.749 288 186 1. Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2009) Jenis Tanaman 1 Aren / Enau Luas (Ha) 2005 2010 4.705 98 2 Asam Jawa 5 9 3 Cengkeh 28 129 15 4 Jambu Mete 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 14 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.015 6.484 Perkembangan (%) 05-10 -6.484 14 172 18.520 6 Kapuk 46 155 24 7 Kelapa Dalam 1.472 9.668 486 5 Kakao 2.636 Tabel: 3.534 9.152 1.493 3.756 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah 3.70 dan Tabel : 3.380 14.384 93 11 Lada 135 154 11 12 Pala 1 6 Jumlah 8.687 225 11.30 Tabel: 3.790 487 8 Kelapa Hibrida 92 183 13 9 Kemiri 47 130 9 10 Kopi 509 1.71 Perkembangan Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Bombana.986 304 7 46.16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

98 -15.46 6 Kapuk 221.494.39 7 Kelapa Dalam 13.7 1.687 2.37 11 Lada 84.48 -11.214.95 304 37.22 8 Kelapa Hibrida 355.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 15 Luas (Ha) Perkembangan (%) 05-10 2010 2 Asam Jawa 8 14 15.569.636 0.1 53 14.201.4 231 1 2 34. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) menurun 32.92 1.94 34.35 11.09 10 Kopi 1.54 Meningkat 18.480.38 1.2010 Jenis Komoditi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Aren / Enau Asam Jawa Cengkeh Jambu Mete Kakao Kapuk Kelapa Dalam Kelapa Hibrida Kemiri Kopi Lada Pala Jumlah Produksi (Ton) 2005 2010 1.54 6.98 14.72 Perkembangan Produksi Perkebunan Menurut Jenis Komoditi Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 .395 11.25 9.00 36.63 458 20 15 549.986 7.54 12 Pala 4 7 15.08 5 Kakao 8.534 3.15 9 Kemiri 106 186 15.5 1 10.791.89 39.48 Sumber: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.685 2.29% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.749 -3.03 0.413.85 288 -5.641. Bombana Jenis Tanaman 2005 Produksi tanaman perkebunan dari berbagai jenis komoditi Tahun 2010 sebanyak 36.02 Jumlah 45.88 -30.9 41 5.02 3 Cengkeh 113 172 11.5 225 0.801 9.72 Tabel: 3. Untuk lebih jelasnya lihat perkembangan produksi perkebunan menurut jenis komoditi tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.950 ton.57 46.61% per tahun.152 221.734 10.64 18.07 4 Jambu Mete 16.136.95 -6.777 3.4 1.61 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .26 20.669.07 -31.950 % Perkembangan 05-10 9.

Jenis ternak yang diusahakan peternak meliputi : jenis ternak besar. Kerbau 3. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 4.77 3. Populasi ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1.241.050 2010 27.37 -1. maupun unggas. dan itik/manila.910 21.078 1.545 13.61 21.44% per tahun. ternak kecil. Ternak Besar 1.377 ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 6. Ternak Kecil dan Ternak Unggas menurut Jenis Ternak.37% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 1.482 177 1. Babi 3.880 678. Jenis ternak besar yaitu sapi. Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Uraian I.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 16 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 C.44 3.480 14.891 ekor. ternak kecil dan ternak unggas menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) dapat dilihat pada Tabel : 3. domba dan babi dan unggas meliputi ayam buras. Kambing 2. Ayam kampung 2.259. Ayam ras Produksi (Ekor) 2005 23.58 -1.97% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 15.07 1. Sapi 2.111 1.84 15.111 ekor.232 1.845 12.84 2.891 13.259. Peternakan Usaha peternakan yang diusahakan di daerah ini merupakan usaha peternakan yang berskala kecil. kerbau dan kuda sedangkan jenis ternak kecil yaitu kambing. ayam ras.047 1.591 207 704. Perkembangan populasi ternak besar di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 27. jika dibandingkan dengan tahun 2050 meningkat 9.155 Perkembangan (%) 05-10 3.241 1. Populasi ternak kecil tahun 2010 sebanyak 14.73 Perkembangan Populasi Ternak Besar.84% per tahun.287 1. Domba Ternak Unggas 1.05 - II III Kabupaten Bombana Tahun 2011 .55% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat 3.683 1.76 -3.73 Tabel: 3. Kuda Ternak Kecil 1.61% per tahun.377 24. Untuk jelasnya lihat perkembangan Populasi ternak besar.

830 742.888 12.180 210 43. Kambing 2.819 Perkembangan Rata-Rata (%) 5.301. jika dibandingkan tahun 2005 meningkat rata-rata 15. Wilayah perairan laut Kabupaten Bombana mengandung berbagai jenis kekayaan laut berupa ikan dan hasil laut lainnya seperti cumi-cumi.923 96.74 Perkembangan Produksi Hasil Ternak Tahun 2010 Produksi (Kg. Domba 2005 98.35 20.64 26. dapat merupakan lapangan kerja serta sumber pendapatan bagi para nelayan yang berarti di masa mendatang.406 1.354.769 16.125 1.200 1.06%.55 15.379 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 Produksi hasil ternak yang meliputi daging ternak besar.53 49.624 Sumber: Bombana Dalam Angka 2010 D.164.12% dari total luas wilayah (daratan + kepulauan).95 5.100 1. Ayam ras 5. Ayam kampung 942. Sapi 2.375 313 46.887. Perikanan III Kabupaten Bombana memiliki perairan laut sekitar 11. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .19 63.418 56.459 2.27 -13.600 1.070 10. Itik/manila Jumlah 2005 26.93 1.121.) Uraian I.795 Jumlah 1.123 12. agar-agar/rumput laut dan lain-lain.800 58. Itik/manila 18.354.06 Uraian 3.191.578 1. Kerbau 3.05 5.819 kg.66 23. Babi 3. mabe.286 1.31 km atau 78.79 II Ternak Unggas 966. ternak kecil dan ternak unggas tahun 2010 sebanyak 1. Produksi daging menurut jenis ternak keadaan tahun 2010 dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 disajikan pada Tabel : 3.23 23.405 1. Ternak Besar 1.51 102.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 17 Produksi (Ekor) Perkembangan (%) 05-10 -9.806 101.956 1.74 Tabel: 3.635 2010 17. Kuda Ternak Kecil 1.324 3.725 2010 104.94 4.

18. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.335 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 19. 10.2010) Kecamatan 1.28% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) mengalami kenaikan rata-rata 23.81% per tahun. 9. Jika jumlah sarana penangkapan ikan tersebut dibandingkan dengan tahun 2005 menurun sebesar 1. 12. 2. 4.962 ha dan Rawa 285 ha dan kolam /empang / tebat seluas 6. 3. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 Motor Tempel 84 46 1. Jumlah sarana penangkapan ikan menurut kecamatan.187 ha.176 335 41 826 563 61 17 13 717 198 672 452 17 6.75 Jumlah Sarana Penangkapan Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 . 22. 11.976 117 22 147 155 6 5 273 61 100 69 7 3. 5.335 unit (motor tempel sebanyak 3.068 Perahu Tanpa Motor 88 23 191 218 19 356 408 61 11 8 405 70 538 364 8 2. perahu tanpa motor sebanyak 2768 unit dan kapal motor sebanyak 449 unit. 17. 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 18 Selain perairan laut daerah ini memiliki potensi perairan darat yaitu areal tambak seluas 3. 7. 16. 15. 21. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.75 Tabel: 3. 8. 13. 20.768 Kapal Motor 4 2 9 323 39 67 34 19 2 499 Jumlah 176 71 2.068 unit. Jumlah sarana penangkapan ikan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 sebanyak 6. 14.

742 1.43 % Perkembangan 05-10 -16.010. Produksi ikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun rata-rata 3. keadaan tahun 2010 dan perkembangan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel : 2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 19 Kapal Motor 749 -9.498 32.600 2010 290 34 983 169 4.47 -3.65 18.16 -35.76 Tabel: 3.43% per tahun.77 tercatat sebanyak 18.78 -5.196 9.48 61.08 ton (perikanan laut sebanyak 13.76 Jumlah Alat Tangkap Ikan Menurut Kecamatan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong Pukat cincin Jaring insang Jaring angkat Pancing Perangkap Lain-lain Jumlah Jumlah (Unit) 2005 596 5 553 76 28.493 1.043 -27.73%.77 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) mengalami penurunan rata-rata 27.64% per tahun. jika dibandingkan dengan tahun 2005 meningkat 10.130 1. 05-10 52.08 ton dan perikanan darat 5.490.81 Jenis alat tangkap ikan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2010 sebanyak 9043 unit.47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi ikan di Kab. Bombana tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.96 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Motor Tempel Jumlah 2.480 ton). Jumlah alat tangkap ikan menurut kecamatan.65 Perahu Tanpa Motor 2005 565 1. Tabel: 3.878 1.382 % Perkemb.696 23.47 22.48 15.

4 182. Masaloka Raya 1.17 9.397. Kabaena Selatan 4.07 13.84 3.4 1.471.479. Kabaena Utara 3. Rumbia 1.41 20.18 11.397. Poleang Selatan 144 144 18. Kabaena Barat 1.33 39.17 2. Kabaena 2.577.33 94.07 1.645.451.957. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 udang mengalami penurunan produksi sedangkan bandeng menunjukkan kenaikan produksi. Mata Oleo 1.399.104 16.4 21.08 5.422.577.010.480 18.104 1.46 . Rarowatu Utara 1.456. Mata Usu 15. Poleang Utara 17.06 10.2.84 -3.701.78 Produksi Udang dan Bandeng (Kg) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .78 Tabel: 3.38 8.08 1.5 % Perkembangan 05-10 -11. Untuk jelasnya lihat Produksi Udang dan Bandeng menurut kecamatan di Kabupaten Bombana. Kep.2 67.17 6.607.2 19. keadaan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Poleang Tengah 240 240 Jumlah 2010 13.30 166.662. Poleang Barat 182. Rarowatu 12. Kabaena Tengah 7.08 2005 18. Tontonunu 22.701.490.5 2.350.701.64 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Produksi Bandeng dan Udang tahun 2010 masing-masing sebanyak 51.400 kg.000 kg dan 3.505.004 20.08 1.008 2.8 5.78 22. Lantari Jaya 1.666. Poleang 1.3 14.80 1. Poleang Timur 1. Rumbia Tengah 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 20 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat (Ton) Menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 dan Perkembangan Selama Kurun Waktu 2005-2010 Perikanan Darat Perikanan Kecamatan Jumlah Perairan Laut Budi Daya Umum 1. Kabaena Timur 2. Poleang Tenggara 67.17 1.516.

043. 11. Luas kawasan hutan yang ditetapkan menurut fungsinya dan menurut Kecamatan tahun 2010 masing-masing disajikan pada Tabel : 3. 7. 21. 2.200 120. 3.500 22. hutan wisata / PPA dan hutan produksi yang dapat dikonversi.139 Kecamatan 1.000 3.000 2.80 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .700 2.400 152.000 51.400 840. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.645.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 21 Produksi Udang Bandeng 900 41. 8. Luas hutan tetap di Kabupaten Bombana sekitar 216.79 dan Tabel : 3. 13.759 ha. 10.000 78. Kehutanan Dalam pelaksanaan pembangunan potensi hutan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dan peningkatan devisa. Menurut fungsinya hutan di Kabupaten Bombana terdiri dari hutan produksi biasa. 6. 12. 15. hutan produksi terbatas.000 332. 19.000 200. 9. hutan lindung. 17.400 153.100 6. 5. 18. 16. 4. 14. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah 2010 2005 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka E. 20. 22.

673 7.240 2.059 HL 3. 5.801 45. Kehutanan.79 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan menurut Fungsinya (Ha) Tahun 2010 No 1.003 726 7.317 Kecamatan 1.287 8. Kabaena Barat 5.00 Dinas Pertanian.06 8.366 - HPK 1. Masaloka Raya 10.043 2. Rarowatu Utara 13.90 24.) 91.36 20.707 HPT 157 926 472 739 7.927 5. 3.643 12.064 686 4.970 3. Jenis HPB HPT HL Hutan Wisata / PPA HPK Bombana Sumber: Hektar (Ha.693 1.78 100.911 8.160 1.182 19.083 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kabaena Selatan 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 22 Tabel: 3. Kabaena Timur 6.610 - Jumlah 3. Bombana Tabel: 3. Perkebunan dan Peternakan Kab.660 1. Rarowatu 12.160 19. Kabaena Utara 3.111 437 83 10.674 686 11.970 21.403 855 1. Kabaena Tengah 7.759 % 42.518 42.80 Luas Kawasan Hutan Yang Telah Ditetapkan Menurut Kecamatan (Ha) Tahun 2010 Hutan Wisata / PPA 23.285 52.269 9.163 8. 4.190 216.90 3. Mata Usu HPB 78 1. Rumbia 8. 2.709 4. Lantari Jaya 14.801 816 5. Mata Oleo 9. Rumbia Tengah 11. Kep.278 21.221 35.879 1. Kabaena 2.

4. Kayu Jati Logs (m3) Jumlah 2005 2010 Perkembangan (%) 05-10 136.52 926 409.225 1.500 dan Rp. Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005-2010) Uraian I.761 10. Poleang 3.160 Jumlah 8. 30.095 2. 5.901 22.000.156.400 416.032 3.287 Kecamatan HPB HPT 978 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 23 Hutan Wisata / PPA 45.285 HL 2. Produksi 2.459 12. Produksi Kayu Jati Logs (m3) Kayu Jati Gergajian (m3) Kayu Rimba Logs (m3) Kayu Rimba Gergajian (m3) Rotan (ton) Jumlah I (m3/ton) II.941 21.215.367 22. 2. Poleang Tenggara 19.885.007 230 15.800 17. perkembangan dan nilai produksi hasil hutan menurut jenisnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 3.81 Perkembangan Produksi dan Nilai Hasil Hutan menurut Jenisnya.250 101.16 -32.80 - 3. Tontonunu 10.328.4 120. 3.123 4.978 4.77 -29.671 1.81 Tabel: 3.838 183 19.124 - Jumlah 3.4 101.095 m3 dan kayu rimba campuran logs sebesar 120. Poleang 230 Tengah 91.000) 1.719 590. Poleang Timur 16.801 HPK 456 6. Poleang Barat 21. 1.190 216. Nilai Produksi (Rp. 36. Poleang Selatan 18.52 m3 dengan nilai produksinya masing-masing Rp.106 52.025 1.759 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Komoditas kehutanan di Kabupaten Bombana antara lain produksi kayu jati logs sebanyak 101. Poleang Utara 6.973 14.142 20.52 *) *) *) *) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 24 Jumlah 2010 *) *) *) *) Perkembangan (%) 05-10 - 2005 3. Industri yang ada di Kabupaten Bombana hingga Tahun 2010 masih berskala industri kecil dan industri rumah tangga. Uraian Perindustrian Pembangunan bidang industri ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja. Kayu Rimba Logs (m3) *) 3 5. menunjang pembangunan daerah. jumlah industri kerajinan rumah tangga (home industry) sebanyak 393 unit dengan tenaga kerja 1. maka sampai saat ini pemerintah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk membuka berbagai kegiatan investasi di bidang industri.81 jumlah industri kecil di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 5 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 205 orang.77%. memeratakan kesempatan berusaha. Untuk jelasnya keadaan dan perkembangan perusahaan industri menurut Kecamatan Keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3.01% dan 11. meningkatkan ekspor. memanfaatkan sumber daya alam dan energi serta sumber daya manusia.225 orang. jika dibandingkan dengan tahun 2005 masing-masing menurun 18. Sebagaimana disajikan pada tabel 3.39%. sedangkan industriindustri yang dapat dikategorikan industri besar dan industri sedang belum ada.93% dan 133.82 Keadaan dan Perkembangan Perusahaan Industri Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan Kecil (TK 5-19) Rumah Tangga Jumlah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .82 Tabel: 3. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005) masing-masing meningkat 33. Kayu Rimba Gergajian (m ) *) Rotan (ton) *) 3 Jumlah II (m /ton) Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka *) Data tidak tersedia F. Kayu Jati Gergajian (m3) *) 4. Sejalan dengan hal tersebut.

5. 15. 7. industri sedang. 13. 19.39 Ditinjau dari jenis industri di Kabupaten Bombana terdiri dari 5 jenis industri yaitu industri pangan.08 -18.83 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 8. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. 11. 4.093 Unit 119 22 16 87 1 50 2 4 10 1 21 80 1 32 1 1 1 449 533 Naker 412 66 70 259 4 154 6 13 42 3 32 186 3 172 3 3 3 1. 10. 14.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 25 Unit 119 22 16 87 35 10 19 69 16 393 458 Naker 412 66 70 259 112 42 26 152 86 1.93 133. industri logam dan elektronik dan industri kerajinan. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Tahun 2010 Tahun 2005 1 15 2 4 1 2 11 1 16 1 1 1 56 75 Naker 4 42 6 13 3 6 33 3 86 3 3 3 205 478 % Perkembangan 05-10 33.17 -14. 17. 22.571 Unit 1. 18. 6.431 1. 21. 12. Keadaan dan perkembangan banyaknya perusahaan dan tenaga kerja menurut jenis industri tahun 2010 disajikan pada Tabel : 3. 2.19 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 12. 3. 9.01 -11. 16. industri kimia dan bahan bangunan. 20.225 1.

57 0.2 -1. maka pembangunan Sektor Pertambangan dan Energi diarahkan pada peningkatan produksi yang efektif.  Emas Tersebar pada wilayah daratan diperkirakan mencapai luas areal ± 100.00 14. Industri Logam dan Elektronik 56 5. Industri Pangan 207 2. Sektor Pertambangan Dalam usaha meningkatkan kontribusi Sektor Pertambangan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Marmer. Pasir Kuarsa.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 26 Tabel: 3. Secara umum jenis endapan mineral emas di daerah ini adalah placer dengan kadar yang sangat bervariasi dan di beberapa tempat juga menunjukan indikasi primer dengan kandungan yang belum diketahui.00 0.392 -2.00 0. Batugamping / Batukapur. Meskipun tidak secara keseluruhan tetapi beberapa indikasi memperlihatkan di TK 530 32 624 118 2 1. Mata Usu.83 -0. Poleang Utara.433 2010 Unit 197 15 168 56 1 437 TK 527 32 713 118 2 Perkembanga n (%) Unit TK -4.000 Ha yang meliputi Kecamatan-kecamatan Rarowatu.00 0. Industri Kerajinan 1 Jumlah 450 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka G.  Nikel (Laterit Nikel) Tersebar di beberapa tempat di Pulau Kabaena dengan luasan yang cukup besar. Tanah Liat.00 Industri 1.86 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .00 0. Nikel. Industri Sandang 15 3. Krisopras.89 -2. Potensi tambang yang dapat diberdayakan dan dikembangkan di Kabupaten Bombana antara lain meliputi : Emas.75 6 0. Rarowatu Utara. Kromit. hal ini dapat dilihat dari penyebaran batuan ultrabasa yang ada yaitu lebih dari 65% luas wilayah Pulau Kabaena.83 Banyaknya Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri di Kabupaten Bombana Tahun 2005 .2010 2005 Unit 1. dan Lantari Jaya. Industri Kimia dan Bahan 171 Bangunan 4.

orange. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. kelabu cerah. Berdasarkan hasil analisa laboratorium.500 Ha memiliki cadangan tidak kurang dari 12.98%. Krisopras (Batu Setengah Permata) Dijumpai di Desa Batuawu. sehingga sangat layak untuk diberdayakan dan dikembangkan. akan tetapi hingga saat ini berdasarkan hasil suvery yang telah dilakukan wilayah yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan adalah di daerah BatuawuPongkalaero-Purano. Pongkalaero dan Purano. secara umuk Kadar Cr2O3 di ketiga lokasi tersebut berada pada kisaran 52-67%.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 27     beberapa lokasi yang memiliki kadar Ni (nikel) lebih dari 1% dengan ketebalan laterit secara umum lebih dari 2 meter. maka dengan luas penyebaran yang ada diperkirakan jumlah cadangan kromit di lokasi tersebut berkisar 2 juta ton.60 % Fe2O3 = 0. bahkan untuk wilayah sekitar Purano dengan kawasan seluas 1. sekitar daerah Toli-Toli.000. kehijauan dan coklat. Lokasi-lokasi yang mengindikasikan keberadaan laterit nikel yang memiliki potensi cukup baik antara lain adalah wilayah sebelah selatan Pongkalaero.500 Ha. putih. akan tetapi dikelola secara individu tanpa arah pengembangan yang jelas. kadar tanah liat yang ada memiliki komposisi : . kerikil dan pasir kuarsa yang ada di daerah ini memiliki kadar SiO2 78% . dan menyebar hingga wilayah sebelah selatan Dongkala. diperkirakan luas areal tanah liat yang dapat dikembangkan dapat mencapai 10. Kromit (Cr) Tersebar dibeberapa tempat di Pulau Kabaena.000 Hektar.000 ton.94 % . sebelah timur daerah Rahantari. antara lain putih. Krisopras yang ada umumnya berwarna hijau muda hingga hijau gelap. secara umum penyebaran mineral krisopras ini cenderung berasosiasi dengan keberadaan kromit yang ada di daerah ini.267 % Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Sangat disayangkan potensi yang ada. Berdasarkan hasil eksplorasi semi detail yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa potensi batu setengah permata ini sangat besar. Tanah Liat (Lempung) Dijumpai di daerah Mulaeno dan sekitarnya dengan penyebaran cukup luas. selain itu di daerah ini juga dijumpai adanya jenis silica yang lain dengan variasi warna yang cukup menarik. dan ketebalan belasan meter.SiO2 = 89.MgO = 2. dengan penyebaran hingga puluhan ribu hektar dan ketebalan hingga puluhan meter. hingga saat-saat ini belum diberdayakan secara massal. Bersasarkan hasil analisa laboratorium yang telah dilakukan. dengan luasan tidak kurang dari 3.41 % Al2O2 = 0. Pasir – Kerikil Kuarsa Dijumpai di daerah Waemputtang – Padang Pa’jongang’e Kecamatan Poleang Timur dan daerah Rakadua Kecamatan Poleang Barat.

kecuali baru sebatas pemanfaatannya sebagai bahan bangunan (pondasi.118. kelabu dan coklat. Pengembangan pariwisata dalam konteks pembangunan daerah saat ini. yaitu di daerah sekitar Poleang dan Poleang Timur. Bahan galian yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri semen ini memiliki penyebaran yang cukup luas.650 ribu meter kubik. 1. dengan luas penyebaran yang cukup besar.675 hektar. tidak semata-mata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi lebih memberikan efek ganda ekonomi yang dihasilkan oleh pergerakan wisatawan dan juga telah mampu untuk dapat membangun semangat kebangsaan dan apresiasi terhadap budaya. dan tanah liat. Sampai sejauh ini potensi marmer yang ada sama sekali belum dapat diberdayakan dan dikembangkan.000 hektar.  Batu Gamping (Batu Kapur) Dijumpai terutama di daerah Boera Kecamatan Poleang. hal ini didasari atas keterdapatan bahan baku semen di daerah tersebut yaitu batu gamping.290 m3 Tanah urug sebanyak 15. serta ketersediaan lahan dan air.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 28 .962 m3 - Pariwisata Pengembangan pariwisata di Kabupaten Bombana memiliki kaitan yang luas dengan ekonomi kerakyatan.845 m3 Batu kali / kerikil sebanyak 919. dari sejumlah obyek wisata tersebut belum ada satu pun yang dikelola secara komersial. Obyek Wisata Obyek wisata di Kabupaten Bombana sebanyak 22 unit. marmer di lokasi ini memiliki variasi warna hitam. pasir kuarsa. Produksi tambang galian C di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27. yaitu tidak kurang dari 8.K2 O = 0.311 m3.716. Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan. dan kadar CaO lebih dari 45%. terdapat satu kawasan yang dapat dikembangkan menjadi wilayah industri semen.931. terdiri dari : Pasir sebanyak 4.80 % H2O = 1.214 m3 Batu gunung sebanyak 5. perumahan dan jalan) Dengan melihat potensi yang ada ini.64 %  Marmer / Batugamping Kristalin Dijumpai di daerah Lengora Kecamatan Kabaena Timur (Pulau Kabaena).550. yaitu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan memiliki luas hingga 14. kecuali oleh beberapa masyarakat yang memanfaatkannya menjadi batu belah untuk kebutuhan sendiri. Adapun ke 22 obyek wisata dimaksud dan daya tarik dari masing-masing obyek wisata dapat di lihat pada Tabel : 3.84 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Hingga saat ini bahan galian ini juga belum diberdayakan secara optimal. dengan cadangan terkira hingga 5.

Air Terjun Ee Kabaena Meloro Tengah 14. Puurano 9. Benteng Tirongkotua 7. Benteng Tangkeno Kabaena Tengah 12.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 29 Tabel: 3. Gunung Kabaena Sampapolulu Tengah 16. 3. 2. Benteng Wasauri Kabaena Tengah 13. Air Panas Lareete Kabaena Tengah 15. 4. Air Terjun Rumbia Sangkona 18. Tapuahi Rumbia Tengah 19. Pantai Landuli 8. Air Terjun Kabaena Ulungkara Tengah 17. Pantai Lanere 10. Gunung Watu Sangia 6. Pulau Sagori Pulau Bakau Pulau Motaha Watu Bangka Lokasi Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Selatan Kabaena Tengah Jarak (Km) 80 70 70 70 70 70 60 80 65 60 55 55 55 55 65 65 6 4 30 Daya Tarik Wisata Bahari Bahari Bahari Tirta Akses Transportasi 5. Tahi Ite Rarowatu Sepeda Motor & Mobil Alam Sejarah Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor Alam Tirta Alam Tirta Bahari Alam Tirta Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Goa Watu Buri Speed Boat Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil Alam Tracking Sepeda Motor & Mobil Sejarah Sepeda Motor & Mobil Bahari Speed Boat Bahari Bahari Alam Alam Sejarah Speed Boat Speed Boat Sepeda Motor & Mobil 11.84 Data Obyek Wisata dan Daya Tarik Pariwisata Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1.

10.082 1. penginapan atau akomodasi lainnya dan tentunya ke depan akan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kepariwisataan itu sendiri.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 30 Daya Tarik Wisata Akses Transportasi Sepeda Motor Sepeda Motor & Mobil Sepeda Motor & Mobil Kecamatan Lokasi Jarak (Km) 20. Rumbia. Prasarana/Sarana Kepariwisataan Sebagaimana diketahui bahwa daerah Kabupaten Bombana merupakan daerah yang baru terbentuk. Sebagaimana disajikan pada tabel 3. 5. 3.049 720 901 1. 12. Kabaena Timur. Alam Panorama Kawanua Yayad Pantai Bahagia Wonua Bombana Iqrah Rahmat Mustafa Nirwana Mujur Citra Zam-zam Jumlah Kamar 9 12 6 10 6 7 7 4 11 9 4 8 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 15 12 8 12 6 9 9 4 22 18 5 10 69 60 278 2.815 1. 11. sedangkan Kecamatan lainnya belum memiliki sarana perhotelan. 6.265 750 150 1. Poleang Selatan dan Poleang. 7. tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di daerah tersebut masih sangat terbatas. 9.85 di Kabupaten Bombana tahun 2009 terdapat 16 penginapan dengan 110 kamar serta 149 tempat tidur. 4. Pulau Basa Poleang 65 Bahari 21. Hotel-hotel/ penginapan-penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kabaena Barat. 8. Tabel : 3. Danau Ponu-ponu Poleang 70 Alam Barat 22.85 Jumlah Kamar. 2. namun memasuki tahun 2010 mulai terlihat kemajuan di dalam fasilitas yang mendukung pembangunan kepariwisataan seperti hotel. Pantai Timbala Poleang 70 Bahari Barat Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. Rumbia Tengah. Tempat Tidur dan Tamu yang Menginap di Hotel/Akomodasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Hotel / Akomodasi 1.440 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

92 20.86 Banyaknya Jumlah Hotel / Akomodasi. Kamar 52 110 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 31 Jumlah Kamar 3 7 4 3 110 Jumlah Jumlah Tamu Tempat Tidur 3 9 4 3 149 12 923 11.87 Banyaknya Rumah Makan/Warung Makan.49 Uraian 2005 2010 1.86 Tabel: 3.514 Hotel / Akomodasi 13. Untuk jelasnya lihat banyaknya rumah makan / warung makan. dan jumlah kamar keadaan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada Tabel : 3.2010 Jumlah Perkembangan (%) 05-09 18. di Kabupaten Bombana telah memiliki 65 Rumah makan/warung makan dengan jumlah meja 208 buah dan kursi 783 buah. Kabaena Rumah Makan 3 Meja 6 Kursi 24 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Bombana selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 . 16. Kamar dan Tempat Tidur Kab.60 29.79%). Tempat Tidur 53 149 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya tamu yang menginap di hotel/penginapan selama tahun 2010 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hingga mencapai 11. Peningkatan ini masih dipengaruhi oleh pertambangan emas di Kabupaten Bombana. meja dan kursi menurut kecamatan sebagaimana disajikan pada Tabel : Tabel: 3. Banyaknya rumah makan yang dalam hal ini mencakup tempat makan secara umum tanpa melihat klasifikasinya tersebut di 16 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada. Selama tahun 2010. 15. Meja dan Kursi Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1. Penginapan Rosalina Fasilah Maros Indah Penginapan Kenangan Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Perkembangan jumlah hotel / akomodasi. 14. Banyak penambang dan pengusaha yang memanfaatkan hotel dan penginapan untuk menginap. Hotel / Akomodasi 8 16 2.514 orang (mengalami peningkatan 1.

14. kelompok pertama adalah komoditas hasil bumi yang meliputi hasil pertanian. 58.88 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .904. Volume keseluruhan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut tahun 2010 berjumlah 90. 15. Komoditi potensial yang diperdagangkan di Kabupaten Bombana merupakan komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut yang terdiri dari dua kelompok. 8. 9. 12. Sedangkan kelompok kedua adalah komoditas hasil laut yang meliputi ikan dan hasil-hasil laut lainnya. 22. 11. 13.-.26 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka a). 19.05 ton dengan nilai sebesar Rp. 4. 6.88 Tabel: 3. 3. 7. dan hasil hutan. Volume dan nilai masing-masing komoditi perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 disajikan pada Tabel 3. Rumah Makan Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat 3 10 40 Kabaena Timur 1 3 16 Kabaena Tengah 1 2 7 Rumbia 11 60 280 Mata Oleo 1 2 6 Kep.000.625. 17.13 4. 18. perkebunan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 32 Meja Kursi Kecamatan 2. peternakan. Perdagangan Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat usaha pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan. 20. 16.80 -97. 10. Masaloka Raya 1 1 4 Rumbia Tengah 5 20 61 Rarowatu 5 18 68 Rarowatu Utara 4 4 16 Lantari Jaya 10 24 96 Mata Usu Poleang Timur 7 24 69 Poleang Utara 4 8 32 Poleang Selatan 1 2 6 Poleang Tenggara Poleang 6 20 50 Poleang Barat 2 4 8 Tontonunu 1 1 Poleang Tengah 1 1 Jumlah 2010 65 208 783 Jumlah 2005 69 724 751 % Perkembangan 05-10 -5. 5. 21.311.

120. Telur Jumlah III IV. Biji Jumlah II III. Agar-agar Volume (Ton) 73. Mete Gelondongan 3.680 30 Nilai (Rp. Tepung Kelapa 12.400 75. Pinang 14. Cengkeh 8. Lada 9. Biji Kapuk 7.800.200 2. Kopi 11. Kacang Mete 4. Asam 13.000) 736.000 23.920. Kacang Tanah 4.800 678.60 5 6 434.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Kakao 5. Kacang Hijau 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 33 Volume dan Nilai Komoditi Perdagangan Antar Pulau Hasil Bumi dan Hasil Laut Tahun 2010 Jenis Komoditi I.60 21.000 2. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan 1. Bawang Merah 6.25 273.000 20.05 1.000 25. Jeruk 7. Kulit Ternak Besar 4.000.000 172. Perdagangan Antar Pulau Hasil Pertanian Tanaman Pangan 1. Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan 1. Lainnya Jumlah I II. Ternak Kecil 5.60 54. Kemiri Kupas 10. Beras Ketan 8.097.000 390. Sapi 3. Kapas Rakyat 6.000 1. Kacang Kedele 2. Jagung 5. Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan 1. Unggas 6. Kerbau 2. Merica 9.525 2. Kopra 2.125 410.600 80 3.

Rotan 8. Kulit kayu galapari 5. 19. 20. 28. 8.000) 250. 26.000 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 34 Volume (Ton) 10 25 1 1 1 10 15 2 11 1 1 1 15 20 10 15 20 8 4 2 203 Nilai (Rp.000 40 60*) - 1. Jati olahan 2.890.500. 23. 10. 24. 21. 29 30.000 Jenis Komoditi 2. 22.000 15.000 35.000 400.000 385. 4. 17.000 10.000 10. 6.000 200. 14. Kayu rimba log 6. 5. 9. 13.000 150. 25. Cumi-cumi kering Ikan kering Mete Lele putih Ikan kayu Japing-japing Ekor ikan hiu Daging ikan hiu Kulit ikan hiu Biji mutiara Kulit mutiara Ikan kering belahan Ikan teri Teripang campuran Siput Ikan layang Daging kepiting Daging moci Sirip ikan hiu Kepala ikan hiu Tulang ikan hiu Rajang beku / udang Ikan cakalang segar Ikan tongkol / tuna Ikan segar Campuran Ikan sunu hidup Boli-boli Ikan kerapu hidup gurita Jumlah IV V. Madu alam 10. Jati gelondongan 3. 3. Lain-lain 700 1. 12.000 200.000 10.000 225. 15.000 300.000 1.000 10. 18.000 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 31.000 400.000 300. Kayu rimba gergajian 7.000 40. 27. 11.000 10. Gembol 4.035.000 100. Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan 1. 16. Rotan polis 9. 7.000 3.

035.000) 3.900 23.182 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 35 Volume (Ton) 1.454.625 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Sarana perdagangan di Kabupaten Bombana meliputi : Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Untuk jelasnya lihat volume dan nilai perdagangan menurut jenis perdagangan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel : 3.867.071.65 24.453.805.751 276.89 Volume dan Nilai Perdagangan Menurut Jenis Perdagangan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jenis Komoditi 2005 Volume (ton) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah Nilai (Rp.413.000 Jenis Komoditi Jumlah V Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 *) Dalam Liter Jika volume dan nilai perdagangan antar pulau hasil bumi dan hasil laut keadaan tahun 2010 sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 masing-masing untuk volume perdagangan meningkat 494.047.564 58.831.89 Tabel: 3.680 203 1.27 Plus Minus Minus -47.248 2.920.805.96 -25.904.27% per tahun dan 22.3 14.05 3.100 190.200 15.700 2.65% per tahun.097.740*) 84.844.880.525 123.200 14.051 259.000 60.000 .582 3.740 Nilai (Rp.847**) 90.000 51.18% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing menurun 24.25.311.05 Perkembangan (%) 05-10 Plus Minus Minus Minus -24. 000) Hasil Pertanian Tanaman Pangan Hasil Perkebunan Hasil Peternakan Hasil Perikanan Hasil Kehutanan Hasil Tambang Jumlah 7.6 Jumlah 2010 434.03% sedangkan nilai perdagangan menurun 12.

Mata Usu 1 15. Kabaena Utara 2 1 3. Kabaena Selatan 1 1 4.90 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Kecamatan Tahun 2010 Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1. Kabaena Timur 2 2 12 3 9 6. Lantari Jaya 1 1 1 40 5 14. Poleang Selatan 1 4 Kecamatan Pasar Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Rarowatu 1 1 22 1 4 12. Rarowatu Utara 1 3 13. Kabaena Barat 1 1 1 7 5. Mata Oleo 2 1 12 1 4 9. Poleang Timur 1 1 1 72 6 14 16. Rumbia Tengah 2 1 17 8 11. Kabaena Tengah 2 1 7. Rumbia 1 3 1 22 8. Kep. Kabaena 1 1 98 1 8 2. Untuk jelasnya lihat sarana perdagangan menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel : 3. Masaloka Raya 1 10. Poleang Utara 1 1 3 5 17.90 - Tabel: 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 36 Pasar umum sebanyak 18 unit Pasar Ikan sebanyak 12 unit Kelompok pertokoan sebanyak 4 unit Kios/warung sebanyak 572 unit Bank sebanyak 5 unit Koperasi Unit Desa sebanyak 26 unit Koperasi Non KUD sebanyak 116 unit.

Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Klp Koperasi Kios/ Jumlah PertoWarung Bank Non Umum Ikan koan KUD KUD 1 1 1 1 1 269 1 2 10 1 1 30 1 6 1 1 2 Pasar 18 22 4 574 5 26 116 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka BAB IV PEMBANGUNAN DAERAH A. Ekonomi Kabupaten Bombana telah berhasil meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi yang bertumpu pada keunggulan daerah yang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 21. Aspek Ekonomi dan Keuangan 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 37 Kecamatan 18. 20. 19. 22.

78 Produk Domestik 290.49 17. Pengangkutan dan 4.834.76 15.55 7.05 5. Industri Pengolahan 5.887.228.05 197. Untuk jelasnya lihat Tabel 4.80 12.74%per tahun .1 Tabel: 4. Jasa-Jasa 40.79 55.05 388.988. Hotel dan 30.42 5.1 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha Nilai PDRB Perkembangan (%) (Jutaan Rupiah) 05-10 2005 2010 157.33%/tahun.87 7.83 9.29 Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Laju pertumbuhan ekonomi Bombana jika dilihat dari dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir (2005-2010) yang mencapai sebesar ratarata 18.065.74 6. Pertumbuhan Ekonomi Laju Pertumbuhan Ekonomi Riil Kabupaten Bombana tahun 2010.28 Restoran 7.024.80 9.105. Konstruksi 28.22 Komunikasi 8. Keuangan. Perdagangan.543. Listrik.2010) sebesar 7. Pertanian 2.64 8. dihitung berdasarkan angka PDRB atas dasar Harga Konstan periode lima tahun terakhir (2005 .52 1.2 sebagai berikut : Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Untuk jelasnya lihat Tabel: 4.19 42.17 8.637.681. Indikator makro sebagai berikut : b). Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan sektornya masingmasing.653. Persewaan & 13.64 947. Pertumbuhan ini dicapai melalui dukungan masingmasing sektornya.68 4.96 4.00 Jasa Perusahaan 9.799.712. Pertambangan dan Penggalian 3.149.489.946.07 19.89 40.25 8. Gas dan Air Bersih 785.11 7.36 8.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 38 mampu menciptakan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan yang ditandai dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi daerah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator.847.623.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 39 Tabel: 4.01 22.17 6.88 1.705.307.57 15.012.166.118. 6.804. Untuk jelasnya lihat pergeseran peranan sektor selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) baik berdasarkan harga konstan maupun harga berlaku sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.631. 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Bombana Tahun 2005 sebesar 54.3 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .49 10.99 6.21% (2001).48 56. 2.03% bergeser menurun tinggal menjadi 50.33% (2001).62 17.624.054. Bombana dilihat dari dasar Harga Berlaku menunjukkan sektor pertanian bergeser turun dari sebesar 59.01 130.401.879.32 23.60 18.357.97% (2005) menjadi 49.35 20.891.03 516.50 21.484.52% (2005) menjadi 53. 5.94 1.612.67% Tahun 2010.06 132.48% (2005) menjadi 46.997.54 544.66 21.00 2.31 15.16 13.79% (2010).93 42.98 6.73 87. 3.2 Perkembangan PDRB Bombana menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Jutaan Rupiah) Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Lapangan Usaha 1.38 13. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Nilai PDRB Perkem(Jutaan Rupiah) bangan (%) 05-10 2005 2010 307. Struktur perekonomian Kab. Sedangkan kedelapan sektor lainnya bergeser naik dari 45. Bombana berdasarkan Harga Konstan menunjukkan bahwa Sektor Pertanian yang demikian besarnya dalam pembentukan PDRB Kab.758.528.33 b) Struktur Perekonomian/Komposisi dan Peran Sektor Lapangan Usaha Untuk memperoleh gambaran tentang struktur perekonomian di Kabupaten Bombana dapat dilihat dari peran setiap sektor di dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Bombana.35 40. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.70 32.49 20. Struktur perekonomian Kab. 7.903.94 42. Sedangkan kedelapan sektor lainnya di luar sektor pertanian bergeser naik dari 40.337. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. 8. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.970.

40 2.97 4.10 1.67 4.46 11.28 8.30 100.90 14.67 4. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah relatif sama.85 0.26 1.21 1. Listrik.64 13.35 4. Gas dan Air Bersih 5. Gas dan Air Bersih 5. Hotel dan Restoran 7. Perdagangan.24 10.Persewaan & Jasa Perusahaan 9.27 9. Pengangkutan dan Komunikasi 8.00 54. Pertanian 2. Konstruksi 6.03 3. Industri Pengolahan 4.3 Distribusi Persentase PDRB Bombana Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Dan Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2005 – 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 1. Konstruksi 6. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .71 1. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 2005 59.99 100.23 0.98 100. Jasa-Jasa Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku 1.Nilai shift share > 0.Nilai shift share = 0.67 10.34 0.01 1. Pertanian 2.20 11.04 0. Industri Pengolahan 4. Hotel dan Restoran 7. Pertambangan dan Penggalian 3. Di dalam perhitungan shift share dapat dibedakan ke dalam tiga klasifikasi apabila : .49 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 9. Analisis shift share dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan murni suatu sektor tertentu tanpa dipengaruhi sektor-sektor lain atau karena perubahan perekonomian secara keseluruhan.93 100. Pengangkutan dan Komunikasi 8.87 1.52 2.78 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 40 Tabel: 4. Perdagangan.79 4. . Keuangan.77 13.15 12.36 7. Pertambangan dan Penggalian 3. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.00 2010 53. Listrik. Keuangan.56 4.00 C) Pengaruh / Posisi Sektor terhadap Perekonomian Daerah Untuk mengetahui pengeruh/posisi sektor-sektor perekonomian terhadap perekonomian daerah dapat diketahui dari hasil analisis shift share.00 50.

057. Sektor Perdagangan. Sektor Industri.66 67. 2.58 3.4 Tabel: 4.215. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. 8. Hotel dan Rumah Makan.89 14.24 8. Di dalam menghitung shift share menggunakan rumus: S = R .24 11. Gas dan Air Bersih Konstruksi Perdagangan.M Nilai murni sektor Perubahan absolut suatu sektor (waktu tertentu) Perubahan sektor tertentu terhadap perekonomian daerah Pengaruh pertumbuhan yang ditimbulkan oleh sektorsektor tertentu. Hasil Perhitungan Shift Share N R M S 8. berarti pertumbuhan sektor tersebut terhadap perekonomian daerah sangat rendah. Sektor Keuangan.2 60. Sedangkan Kedua sektor lainnya mencapai Nilai shift share < 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian rendah.10 2.715.55 670. Sektor Pertambangan dan Penggalian. kedua sektor dimaksud yaitu Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.96 1.740.4 Pengaruh/Posisi Sektor Terhadap Perekonomian Daerah ( Hasil Perhitungan Shift Share ) Tahun 2010 Lapangan Usaha 1.33 323.77 1.47 1.852. Ketujuh sektor dimaksud yaitu Sektor Pertanian.Nilai shift share <0.012. Untuk lebih jelasnya lihat capaian nilai shift share masingmasing sektor sebagaimana disajikan pada Tabel 4.39 1.09 2. Persewaan & Jasa Perusahaan 9.130.00 451. 4.874.88 12. Jasa-Jasa 4. 7. Berdasarkan teknik perhitungan di atas.04 6.39 2.47 5.N .37 490.93 1.267. 5.339.001.02 4.64 -13.32 2.35 1.143.04 2. Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa.13 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 41 .03 12. 6.45 S R N M = = = = Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.162. terdapat 7 sektor di antaranya mencapai nilai shift share > 0 atau pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sangat tinggi. Sektor Konstruksi / Bangunan. maka dari 9 sektor perekonomian daerah.41 -13.336.30 536.15 861.93 -5.342.192.64 11.60 1. 3.20 -6038.

yaitu sektor pertambangan dan penggalian. . yaitu: .Apabila Nilai LQ > 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi.5 Tabel: 4.3 (tiga) sektor di antaranya mencapai nilai LQ > 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian provinsi sangat tinggi.5 Posisi Sektor Perekonomian Kab. pertumbuhannya relatif lebih besar. dan sektor keuangan. ketiga sektor dimaksud yaitu sektor pertanian. LQ adalah angka yang menunjukkan perbandingan nilai relatif suatu sektor di tingkat kabupaten dengan nilai relatif sektor tersebut di tingkat provinsi. pertumbuhannya relatif sangat kecil. Pengaruh / Posisi Sektor Perekonomian Kabupaten Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Gambaran tentang pengaruh/posisi sektor perekonomian Kabupaten Bombana terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari hasil analisis Location Question (LQ). Berdasarkan teknik perhitungan di atas. sektor industri pengolahan.Apabila Nilai LQ = 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi sama pertumbuhannya. Nilai LQ diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai LQ dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi. persewaan dan jasa perusahaan. sektor konstruksi/bangunan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 42 c).6 (enam) sektor lainnya nilai LQ < 1 atau pengaruhnya terhadap perekonomian Sultra relatif rendah.Apabila Nilai LQ < 1 berarti nilai sektor tersebut dilihat peranannya di tingkat provinsi. Keenam sektor di maksud. Bombana terhadap Perekonomian Provinsi Sultra (Hasil Perhitungan LQ) Tahun 2010 Lapangan Usaha PDRB Jutaan Rupiah LQ Kabupaten Bombana Tahun 2011 . hotel dan rumah makan. . dan sektor jasa-jasa. maka dari 9 sektor lapangan usaha di Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa : . . Untuk jelasnya lihat hasil perhitungan LQ sebagaimana disajikan pada Tabel: 4. gas dan air minum. sektor listrik. sektor pengangkutan dan komunikasi. sektor perdagangan.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

43

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kab. Bombana Prov. Sultra 2010 2010 Pertanian 197.024,42 3.731.856,51 Pertambangan dan Penggalian 17.105,76 558.809,44 Industri Pengolahan 7.964,64 953.959,86 Listrik, Gas dan Air Bersih 947,89 74.292,58 Konstruksi 40.681,19 877.513,86 Perdagangan, Hotel dan Restoran 42.799,55 1.695.809,00 Pengangkutan dan Komunikasi 7.653,07 849.519,56 Keuangan, Persewaan & Jasa 19.065,79 620.181,58 Perusahaan Jasa-Jasa 55.623,05 1.405.098,89 Jumlah 388.847,36 10.767.041,28

1,46 0,85 0,23 0,35 1,28 0,70 0,02 0,85 1,10 xx

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka c). Pendapatan Per kapita Nilai Pendapatan Per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan Harga Konstan 2000 keadaan Tahun 2010 sebesar Rp. 3..689.653,68,- jika dibandingkan dengan Tahun 2005 selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 6,14%/Tahun. Pendapatan per kapita Kabupaten Bombana, jika dilihat dari harga berlaku keadaan tahun 2010 sebesar Rp. 10.720.138,35,jika dibanding tahun 2005, selama kurun waktu 5 Tahun (20052010) meningkat rata-rata 17,14%/Tahun. Untuk jelasnya lihat keadaan dan perkembangan pendapatan per kapita baik berdasarkan harga konstan maupun berdasarkan harga berlaku selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) sebagaimana disajikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut : Tabel: 4.6 Perkembangan Pendapatan Per Kapita Atas Dasar Konstan dan Harga Berlaku Tahun 2005 - 2010 Perkembangan (%) Atas Dasar Atas Dasar Harga Harga Konstan Berlaku 4,01 22,68 5,90 18,05 6,21 11,19 6,62 25,29 6,19 13,61

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009

Atas Dasar Harga Konstan 2.739.203,15 2.900.755,91 3.080.837,84 3.284.646,06 3.488.014,64

Atas Dasar Harga Berlaku 4.860.670,99 5.737.790.62 6.380.004,03 7.993.784,11 9.081.381,48

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

44 10.720.138,35 xx 5,78 6,14 18,05 17,14

2010 Jumlah

3.689.653,68 xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010

d). Tingkat Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga dari seluruh barang dan jasa pada umumnya di suatu daerah. Manfaat diketahuinya data inflasi adalah sebagai berikut: a. Memperkirakan harga barang dalam rangka menetapkan biaya proyek b. Berhubungan dengan tarif pajak/retribusi yaitu untuk perubahan tarif Langkah-langkah menghitung Inflasi adalah sebagai berikut:  Menghitung tingkat perbandingan antara PDRB harga konstan dengan PDRB harga berlaku (indeks harga)

 Menghitung rata-rata tingkat inflasi dengan cara:

Berdasarkan tehnik perhitungan diatas maka laju Inflasi di Kabupaten Bombana dihitung berdasarkan indikator PDRB Tahun 2005-2010 sebesar 9,06%/Tahun. Untuk jelasnya lihat perkembangan inflasi setiap tahun selama kurun waktu 20062009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.7 Tabel: 4.7 Perkembangan Inflasi di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 No. 1. 2. 2 3. 4. Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan 290.988,29 311.233,70 333.442,16 360.926,76 388.874,36 Harga Berlaku 516.357,94 605.277,49 690.514,22 878.380,98 1.012.401,49 Indeks Harga 1,774 1,945 2,071 2,434 2,603 Inflasi (%) 8,79 6,04 14,91 6,49

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

45 Indeks Harga xx Inflasi (%) 9,06

No.

Tahun Rata-Rata

PDRB (Jutaan Rp.) Harga Konstan xx Harga Berlaku xx

Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 e). Tingkat Kemiskinan Prof. Dr. Sayogyo memberikan ukuran Tingkat Kemiskinan dilihat dari besarnya pendapatan per kapita per tahun, apabila: - Pendapatan Per kapita setelah dikonversi ke beras mencapai > 360 kg/kapita/tahun maka tingkat kemiskinan Kabupaten tergolong dalam klasifikasi tidak miskin/berada di bawah garis kemiskinan - Hasil Konversi < 360 Kg/Kapita/Tahun maka tingkat kemiskinan kabupaten tergolong dalam klasifikasi miskin/di bawah garis kemiskinan - Sementara itu Kepmendagri No. 414.3/316/PMD Tanggal 17 Februari 2003 memberikan ukuran tingkat kemiskinan dilihat dari besarnya jumlah penduduk miskin, apabila:  Jumlah penduduk miskin < 20% dari total penduduk Kabupaten tergolong miskin  Jumlah penduduk miskin > 20% dari total penduduk Kabupaten dikategorikan tidak miskin Adapun nilai pendapatan per kapita Kabupaten Bombana berdasarkan harga konstan, keadaan tahun 2009 setelah di konversi ke Beras mencapai 698 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Bombana tahun 2009 sebagaimana disajikan pada tabel 3.51 adalah sebanyak 30.286 KK atau 27,17% dari total penduduk miskin Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2009) sebanyak 111.481 jiwa dan merupakan urutan terbanyak ke empat bila dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Keadaan ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bombana ditinjau dari Indikator Pendapatan sesuai (kriteria Prof. Sayogyo) tergolong Tidak Miskin dan dilihat dari besarnya jumlah penduduk Miskin sesuai surat Mendagri Nomor 412.4/316/PMD tanggal 17 Februari 2003, tergolong dalam kategori Miskin. Tabel 4.8 Banyaknya KK Miskin pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2009 No. Kabupaten / Kota Jumlah KK Jumlah Jiwa

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Realisasi pendapatan daerah menurut jenis anggaran keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel: 4.004 55. 342.544 50.215.232 1.820 atau mengalami penurunan 89.850 19.636 61.836 167.Keuangan Daerah 1.960 20.286 39.818 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 46 52.369 30.144 159.400 77.960 67.840 82. Secara makro rencana dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tampak meningkat setiap Tahunnya.740 16. pinjaman pemerintah daerah dan yang bersumber dari urusan kas dan perhitungan.709 41.272 27.212 1. baik berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dan atau setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat Provinsi.54% dari target pendapatan daerah pada tahun yang sama. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Buton Kolaka Utara Konawe Kolaka Bombana Muna Buton Utara Wakatobi Kota Bau-Bau Kota Kendari Konawe Utara Konawe Selatan Jumlah Sumber : Diolah dari Data BPMD Provinsi Sulawesi Tenggara B. pendapatan dari pemberian pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi.9 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .251 13. bagian Pendapatan Asli Daerah sendiri. a) Pendapatan Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3.134.772.136 12.908 54.558 208.977 13.476 121. Keuangan Pemerintah Daerah Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah.52. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan daerah Kabupaten Bombana terdiri dari bagian sisa lebih perhitungan anggaran Tahun yang lalu.803 283. realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar Rp.659 15.

000.000.23 Retribusi Jasa Usaha .780 14.00 b.Pajak Kekayaan daerah .000 94.718.000 105. Pendapatan 64.44 428.000 100.000 85.000 a.000.33 200.000 .Pajak Reklame 3. Retribusi Daerah 28.Pajak Lingkungan .000 112.Retribusi penjualan produksi usaha daerah .000.72 kesehatan .00 4.000 100.000.000 99.200. C .000.000.73 10.000 .33 3.Retribusi pengujian kendaraan .000 26.200.47 cetak KTP dan Akta Catatan Sipil .Pajak Penerangan Jalan 177.Retribusi penggunaan biaya 117.Lainnya 265.Retribusi pemakaian kekayaan daerah .Retribusi pasar 95.250.000 100.000.Pajak Hotel dan Restoran 9.Retribusi parkir di tepi jalan umum .000 90.Retribusi terminal 30.000 199.000 28.000 .Retribusi kapal pengujian perikanan Kabupaten Bombana Tahun 2011 .181.000.Retribusi pelayanan kepelabuhan .74 .Retribusi pelayanan 121.61 183.200.481.000.000.000.39 .000 .000 110.320 47.578.000.000 113.820 93.000 75.000 46.000.24 A.000.000 .751.400. Pajak Daerah 405.280.000.000.Lainnya 28.9 Terget dan Realisasi Pendapatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana Keadaan Tahun 2010 Uraian Target Realisasi Nilai Persentase 30.000 90.Pajak Hiburan 3.500.000 Pengolahan Galian Gol.000.Pajak Pengambilan dan 184.000 133.Pajak Pemanfaatan Hasil-hasil Perkebunan dan Hasil Ikutannya .600.92 Retribusi Jasa Umum .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 47 Tabel: 4.560.Retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan .

000 903.000 11.826.040.000 49.000.Retribusi tempat penginapan 25.11 Bagi Hasil Pajak dan Bukan 21. b.751.000.947.50 perikanan .513.000 21.Retribusi izin usaha industri dan perdagangan .000.000.Retribusi IMB 1.Retribusi lainnya 26.030.Retribusi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Retribusi Perizinan Tertentu .Retribusi provisi SD hutan dan dana reboisasi peng.686.215.Retribusi wajip daftar perusahaan .122.44 Hasil Pengelolaan Kekayaan 0 2. a.000.Retribusi surat izin usaha koperasi .410.000 70.000 880.820 25.Retribusi izin pendirian pelayanan koperasi .Retribusi Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) .194.000 11.Retribusi izin usaha konstruksi .066.000 291.000.896.322.00 .500 Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD 30.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 48 Realisasi c.300.Retribusi izin trayek 33.Retribusi perizinan dan pengaturan PHH .Retribusi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .000.400 22.Retribusi surat izin usaha industri .681.Retribusi izin usaha bidang infokom .000 80.820 95.Retribusi sewa alat-alat berat . Hasil hutan/ ikutannya . B.582.500 96.156.000. d.Retribusi izin usaha bidang 20.500 52.Retribusi izin gangguan tempat usaha .Retribusi izin penjualan minuman beralkohol .000 2.13 Pajak Dana Alokasi Umum 229. Nilai Persentase .000 20.00 Dana Perimbangan 303.40 .000.31 .000 3.41 Uraian Target Kabupaten Bombana Tahun 2011 .250.681.000 65.370.

000.215.000. Dana Darurat c. b.500 49.00 atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan 382.156.234.157 26.000.550.898.761.560.60 7.898 30. Lain-lain Pendapatan yang 13.000.000.18 325.680.000 6.668.000.080.820 89.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 49 Realisasi Nilai Persentase c.000. Dana AD HOC (Penyesuaian 3. c. c.156.540 903.578.000 57.000.000.100.000 0 e.156.000 2.00 d.000 694.000.10 Perkembangan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2010 Uraian A.240.000.000 49.000.82 d.481.513.54 Sumber : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.761.194. B.16%.000 Perkembangan (%) 924. a.60 Sah a.718. C.156.00 b.60 - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Dana Penyesuaian Infrastruktur 4. DBH Pajak dari Provinsi 2.472. Pendapatan Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana AD HOC (Penyesuaian Gaji) Lain-lain Pendapatan yang Sah Realisasi 2009 2010 7. d.500 11.550.030. Bantuan Keuangan dari Provinsi 3. 7.000 19.000 1.200.000 25.000.000.201 428.826. Departemen Keuangan Uraian Target Jika realisasi pendapatan daerah tahun 2010 tersebut dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun sebelumnya (2008) sebesar Rp. a.000 100.000.000 142. Pendapatan Hibah 4.500..000.500 594. Dana Alokasi Khusus 49. Perkembangan realisasi pendapatan menurut jenis anggaran tahun 2009 dibandingkan dengan sebelumnya disajikan pada Tabel: 4.000 291.490.820 2.550.mengalami kenaikan sangat tinggi sekitar 4630.896.000.000 342.000 3.947. d.000 2.000.000.980.000 100. b.710.320 399.772.000 15.237.212.215.000.000 49.000 19.10 Tabel: 4.14 Gaji) C.234.000.

Rp. Pendapatan Hibah Dana Darurat DBH Pajak dari Provinsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda Lainnya Jumlah Pendapatan Jenderal 7.234.124 104.772.23 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 4.064.842.865.574 juta (2009). BELANJA a.761.000.201.000. b.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 50 1.000. e.574 juta atau 105. Departemen Sumber : Direktorat Keuangan b) Realisasi Belanja Daerah Sebagaimana disajikan pada Tabel: 3. Untuk jelasnya realisasi belanja daerah tahun 2009 menurut jenis pengeluaran disajikan pada Tabel: 4.55.630.820 4.532. c.50 95.11 Rencana dan Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bombana menurut Jenis Pengeluaran Tahun 2010 Uraian 1.) % 123.215.000 3.11 Tabel : 4.80% dari target belanja daerah pada tahun yang sama.550. 397.000 - a. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja daerah tahun sebelumnya (2008) menurun dari Rp.698.278. Belanja Langsung .16 Perimbangan Keuangan.783 juta (2005) menjadi Rp. realisasi belanja daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai angka sebesar.085. 397.898 342.000.000.Belanja Pegawai / Personalia Target (Rp.698.120 99.124 103.722.120 128.000 15.) Realsiasi (Rp.722. d.

828 86.Belanja Modal Jumlah Belanja 2009 Jumlah Belanja 2008 c) 22.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 51 Target (Rp.876 126.500.26 1.Belanja Pegawai .506.08 Pembiayaan Pembangunan Realisasi penerimaan daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 sebesar Rp..120.452 397.081 79.000.-.000.310.068.506.252 122.) 5.96 127.000 22. Untuk lebih jelasnya realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Bombana menurut jenisnya keadaan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.000 100.808.000 102.187.232.39 106.883 36.581.) Uraian Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten dan Pemerintah Desa % 5.187.954 38.Belanja Barang dan Jasa .933.187.007 4.000 Realsiasi (Rp.jika dibandingkan dengan realisasi pengeluaran daerah Kabupaten Bombana pada tahun yang sama terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp.623.000.76 96.Belanja Tidak Terduga b.929.000 269.278.905.250 375.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 55.620.771.823.26 105.179 111.000 873.Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten dan Pemerintah Desa . Belanja Langsung .440.801.000.294.783.574.072.000.313.124.520.92 94.80 95.074 4. 59.306.000 252.722.000.100.731.801.75 - .027.

74 .506. hingga akhir tahun 2009 realisasi obyek pajak yang melunasi pajak 100%.948.71 .718.000. perkiraan obyek pajak sebanyak 51.264. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan tanah dan bangunan yang diberikan kepada pemerintah.(2009). 1.020.atau 46.278.Penerimaan kembali pemberian pinjaman .000.Pembentukan dana cadangan 4. 682. 1.000..Penerimaan pinjaman daerah .Sisa lebih perhitungan / silfa 59.000 63.00 .000.(2008) menjadi Rp.264.000 2.187 .477. Perpajakan Salah satu sumber keuangan daerah adalah pajak dari masyarakat maupun pelaku usaha.433 dengan Poleang sebagai Kecamatan dengan obyek pajak terbanyak hingga mencapai 6..) Persentase (%) 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 52 Tabel : 4.482.278.926 4.12 Tabel: 4.Penerimaan piutang daerah b.034.) Realsiasi (Rp.718.Pembayaran utang pokok .926 2.12 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Bombana Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 Uraian Target (Rp. Perkembangan jumlah obyek pajak tahun 2009 dibanding dengan tahun sebelumnya (2008) tidak ada kenaikan (0. PEMBIAYAAN a.12 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 100.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan . 682.684.000.801. Perkiraan nilai pajak tahun 2009 sebanyak Rp. Pengeluaran Daerah 6.000 46.506.Pemberian pinjaman daerah 2. hal ini berarti bahwa terjadi penurunan realisasi nilai pajak dari sebesar Rp.034.956. Pada Tahun 2011.187 .330. hingga akhir tahun 2009 realisasi pajak PBB sebesar Rp. Penerimaan Daerah 59.19%. Untuk jelasnya lihat realisasi penerimaan PBB atas dasar harga pokok tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.00%).000.Pencairan dana cadangan ..Penyertaan modal 2.000.801.-.000.

948 51. 5.482.000 33.795 1.18 59.704 31.138 3. 20.108 24.43 15. 22.339.645 29.000 70.704 11.830.338 17.929.330.45 46.596 2.795 1.501 54.599.507 49.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 53 Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kecamatan 1. 1.080. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.470 1.283 4.568 188.927 98.260 80.18 35. 12.771.264.362. 13.740.956 51.658.029.015.974 1.461 Op.402. 18. 3.412 488 1.412 488 1.590.482.020. 21.048. 1.177 1.13 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .296 15.425 2.138 3.746.482 144.848.945 6.264.149 635 1.486 94.151.236.633.919 12.116 101.210 29.407 1.553 67.00 Sumber: Dinas Pendapatan. 6. 682.974 1.40 12. 16.994 9.792 2.47 24.684 4.578 125.407 1.341 1. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Ketetapan Op.120 19.948 100..456 47.55 64.039.477. 8. 17.19 2009 51.392 86.603.249 90.341 1.34 100. % 21.896 213 3.62 16.356. 19.684 4.560 Rp.596 2.50 40.425 2. 4.048.530 960 2.881.034 46.792 2.672 71.035.513.153 25.945 6.547 44.151.234.398 40.67 14. 10. 26.482.tahun 2010 menjadi Rp.99% (Rp.669.37 8.013.433 1.00 4.248 56.839 66.462 60.846 6.037.-.116 100.61 29.296 12.938 65.433 1. Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 53.362.558. 15.560 Realisasi Rp.060.75 38.149 635 1.847 15.034. 9.000.680.354.487.470 1.896 213 3.851. 1.20 Jumlah 2010 51.399 118.51 46.433 682.984. 11. 14.000 197.684 36.850.78 57. 7.77 1.58 8.00 72.875.225 59.71 34. Untuk jelasnya lihat perkembangan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menurut Kecamatan tahun 2009 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.530 960 2.354.726.887 21.846 6.433 1.694.422 22.466.532.57 45. 2.

740. 8.456 12.659 12.116 72.249 15. 10.487.120 19.50 -59.2010 Kecamatan 1.558.565 15. 9.000 2010 21. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.513.580.30 -34. 7. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Realisasi PBB 2009 26. 11.57 -40.050.296 15.850.733 40.417. 12.225 8.22 -42.000.66 -2.669.66 -52.82 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .260 8.362.244. 13.704 11. 14. 3.000 Perkembangan (%) -19.746.35 -68.354.013.704 36.33 -9.137 44.887.61 7.025 101.13 Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak PBB Menurut Kecamatan Tahun 2009 .37 -28.466.590. 2.059.765 118.41 -45.645 29. 6.994 9. 4.40 -53.234.248 56.927 98.694.782 17.236.606.151.501 14.354.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 54 Tabel: 4.283 4. 5.035.672 29.600 24.080.153 25.938 4.151.53 -75.

dan Bank Muamalat 1 unit. Koperasi Koperasi merupakan sarana perekonomian yang menganut asas demokrasi dan kekeluargaan. 18.210 29.684 682.726.633.507 49.553 67. 22. ketersediaan sarana perbankan dalam suatu daerah menjadi indikator kemajuan daerah dalam mengatur pendanaannya.029.830. Selain itu.518 188. Kebijakan pemerintah dalam pembinaan koperasi ditujukan agar koperasi menjadi lembaga yang kuat dan menjadi wadah utama untuk membina kemampuan usaha golongan ekonomi lemah.360 66.680. yaitu Bank PBD 1 unit.037.99 Kecamatan 15.43 -54.33 -35. Koperasi yang ada di Kabupaten Bombana terdiri dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan Non KUD.462 60. 2009 197.893.048.85 -53.984 2010 70.337 144.604.851. perbankan juga sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat sebagai sarana investasi. BRI sebanyak 3 unit.392 86.486 94.25 -61.887 21.82 -40.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 55 Realisasi PBB Perkembangan (%) -64.576 125.461 1. 20.015.80 -53.776. Jumlah Bank di Kabupaten Bombana Tahun 2009 berjumlah 5 unit. Untuk itu. 21. perkreditan dan sekaligus juga menjadi tempat pengamanan modal. 19. Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Sumber: 3.482. 16.296 12.848.108 33.039.929.422 22. Perkembangan jumlah Koperasi Unit Desa dan Non KUD di Kabupaten selama 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.034 Dinas Pendapatan.14 Tabel: 4.264. 4.356.29 -65. 17.38 -83.14 Jumlah Koperasi dan Anggotanya di Kabupaten Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bombana Perbankan Bank merupakan sarana pelayanan masyarakat dalam rangka mengatur sirkulasi uang dalam suatu daerah.985.

dan Rp. 12.820. 13.040. 2.200.510.14 33.120. 10. 4. masing-masing sebanyak Rp.000 1.56 195.800.964. Simpanan dan Volume Usaha Koperasi Unit Desa (KUD) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.67 82. sedangkan banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Non KUD masing-masing sebanyak Rp.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 56 Tahun 2005 – 2010 Tahun Jumlah Koperasi Anggota 535 976 326 380 1.450.000 129.446.000 268. jumlah simpanan dan volume usaha Koperasi (KUD + Non KUD) di Kab.400.dan Rp. Tabel: 4. 9.000 56.840.800.784.000 4.656.000.164.376.000 518..60 dan tabel 4.000 224.-.15 Banyaknya Anggota. masingmasing disajikan pada tabel 3.37 34.000 Volume Usaha 292.200.000 80.15.14 -66.344..600.000 17. 14.700 xx Perkembangan (%) Jumlah Anggota Koperasi 66. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Jumlah Anggota KUD 2 1 1 3 2 1 1 1 1 6 120 77 110 189 221 280 24 145 80 454 Simpanan 73.51 2005 21 2006 35 2007 15 2008 23 2009 68 Rata-rata xx Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Banyaknya simpanan dan volume usaha Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Bombana tahun 2010..33 16.000 105. 11.000.000 204. 8.600.000 817. Bombana keadaan tahun 2009.400.432. 5.400.970. Banyaknya unit.000 585.000 146.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 58.210. 7. 4.072.850.000 233. 6. 14.300. 15.000. 1.480.43 -57.000 321. 5. 3.000.65 347.000 423. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.60 53.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 57 Kecamatan 16.784. 21.200.656.164.000 5.000 231.294 Simpanan 130.800.800.320.000 77.000 52.000 57. 22.000 Volume Usaha 523. 17.000 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .446. 18.200.830.000 1. 19.800.950.000 211.000 311. 20. Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 3 1 2 1 26 207 96 110 181 2.

980.840. 15. 16.920. 10.000 279.000 31. 3. 17.820.000 147.340.000 14.000 69.190. 5.000.240.000 58.000 173.000 1.440. 9. 22.000 36.560.340. Aspek Sosial Budaya Kondisi sosial budaya masyarakat suatu daerah ikut mempengaruhi atau memberi corak terhadap perwujudan daerah. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.000 4. 6.000 694.000 61.335.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 58 Tabel: 4.760.760.620.16 Banyaknya Anggota.000 255.000 94.760. 14.362 123 75 284 156 74 139 590 139 95 617 244 41 72 5.000 379. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Jumlah Anggota KUD 8 1 1 7 9 1 22 4 1 8 4 3 5 14 5 4 10 6 1 2 116 768 21 29 398 316 20 1.800.260. 18.400.520. 11. Aspek Sosial a) Pendidikan Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di segala bidang khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak akan terlepas dari pembangunan bidang pendidikan. 7.830.970.000 2.201.000 4.320.000 126.000 407. 8.000 1.000 H.000.023.000 61.000 240.000 800.765.000 11.416. Simpanan dan Volume Usaha Non KUD Menurut Kecamatan Tahun 2010 Kecamatan 1.558 Simpanan 359.890.750.000 130. 21. 4.000 1.000 245.000 16.000 521.000 982.964.630.000 11.835.000 245.000 232.000 2.060.000 3.560. 13.405.432.000 521. 19. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 557.439.065. 1.850.570.000 Volume Usaha 1. 2.280.228.200.240.000 247.628. 12.000 47.035. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk diharapkan semakin baik kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.000 185. 20.960.080.020.

dapat dilihat pada Tabel 4. 2.) Murid Jumlah 2005 37 37 1.174 51 51 123 123 13.) 3.74 17.390 380 380 158 144 14 21.) SLTP / MTs.390 3.46 4.076 20.RA (Depag.264 Perkembangan (%) 05-10 31. Jumlah Guru: .17 Perkembangan Jumlah Sekolah. Jumlah murid: .17 Tabel: 4.665 1.22 65.RA (Depag.44 33.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 59  Fasilitas Pendidikan Tersedianya fasilitas pendidikan dengan kualitas cukup serta keberadaannya menyebar secara merata di setiap wilayah diharapkan pula dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pendidikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keadaan dan perkembangan fasilitas pendidikan (jumlah unit.949 13.22 6.85 21.87 9. III 1.021 1.61 31.45 19.541 124 54 40 14 7. 3.36 65. Jumlah Unit: .11 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .) 2.61 30.02 10. guru dan murid) keadaan tahun 2010 dan keadaan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).36 30.TK (Diknas) .50 23.TK (Diknas) . Jumlah Unit: SLTP (Diknas) MTs (Depag.RA (Depag.949 810 810 17 17 3.055 1. 2.) Murid SD (Diknas) MI (Depag.376 2010 111 111 3. SD / MI Jumlah Unit: SD (Diknas) MI (Depag.) Jumlah Guru: SD (Diknas) MI (Depag.174 1. Guru dan Murid Menurut Tingkat Sekolah Keadaan Tahun 2009 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Tingkat Pendidikan I TK/RA 1.TK (Diknas) .) II 1.

) Jumlah Guru: SLTP (Diknas) MITs(Depag.518 296 563 335 79 6 860 149 Perkembangan (%) 05-10 13.630 852 630 222 24 14 4 4.376 158 158 8 8 1.82%.60 16. Dari jumlah terebut ada 38.14%.63 48. IV 1. Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2010.) SLTA / MA Jumlah Unit: SLTA (Diknas) MA (Depag.99 69. Demikian juga penduduk yang sempat menyelesaikan pendidikan sampai pada jenjang menengah atas sekitar 17.82%.418 jiwa. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya tingkat pendidikan dapat tercermin dari masih rendahnya persentase Kabupaten Bombana Tahun 2011 .68% tidak memiliki ijazah dengan kata lain penduduk tersebut tidak berhasil menamatkan pelajaran pada suatu jenjang pendidikan formal. 2.878 1.30 31. Persentase penduduk Kabupaten Bombana dengan ijazah tertinggi setingkat SD sekitar 23.674 3. baik dari sekolah swasta maupun sekolah negeri. terlihat bahwa persentase kepemilikan ijazah terbesar pada tingkat pendidikan SD/MI/Sederajat. V SLTP (Diknas) MTs (Depag.634 1.39 41.98 - Tingkat Pendidikan 3.) SMTK Jumlah unit Jumlah murid Jumlah guru Sumber : Bombana Dalam Angka 2010  Tingkat Pendidikan Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sumber daya manusia. sedangkan yang setingkat SLTP sekitar 14. 3. Dari empat jenjang pendidikan formal yang dibahas di sini.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 60 Jumlah 2005 3.02 25.61 15.878 68 68 2010 5.66 52.) Jumlah murid: SLTA (Diknas) MA (Depag. jumlah penduduk Kabupaten Bombana usia 15 tahun ke atas adalah 57.) Jumlah Guru: SLTA (Diknas) MA (Depag.

Untuk jelasnya lihat angka partisipasi sekolah (APS) menurut kelompok umur Kabupaten Bombana tahun 2010. atau dapat diartikan bahwa hampir seluruh anak usia 7-12 tahun telah menikmati pendidikan dasar. Selanjutnya APS kelompok usia 16-18 tahun adalah sekitar 75.64%. Sementara itu APS usia 13-15 tahun adalah sekitar 91. APS kelompok umur 7-12 tahun Kabupaten Bombana adalah sekitar 99.64% penduduk Kabupaten Bombana hanya berpendidikan SLTP ke bawah. SMU dan seterusnya. Sebagai satu hal yang perlu dicermati.64%.33%. Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan. bahwa dari data yang ada sekitar 76.36% penduduk usia ini tidak bersekolah lagi. APS kelompok usia TK (4 – 6) tahun yang masih bersekolah dengan jumlah penduduk sekolah yang bersangkutan. Kabupaten Bombana Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Persentase penduduk yang mendapatkan ijazah Diploma I/Universitas adalah sekitar 5. dapat diperoleh dengan membagi jumlah penduduk yang sekolah pada kelompok tersebut dengan total penduduk kelompoknya. atau sekitar 8.54%.  Angka Partisipasi Sekolah (APS) Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan antara lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS).18 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut kelompok umur.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 61 penduduk yang telah mendapatkan ijazah pada jenjang pendidikan di atas SLTA.91%. Tabel: 4. Berdasarkah hasil analisis data / diolah dari data Kabupaten Bombana dalam angka tahun 2010. Tinggi rendahnya angka ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yang mendasar yaitu wajib belajar 9 tahun serta ketersediaan sarana sekolah. Demikian juga dengan APS kelompok usia SD (7 – 12) tahun yang masih sekolah dengan jumlah penduduk sekolah bersangkutan SLTP. dapat diartikan sebagian besar anak usia 4 – 6 tahun telah menikmati pendidikan TK. APS kelompok usia TK Kabupaten Bombana (4 – 6) tahun sekitar 87.

Hasil Susenas 2010 menunjukkan bahwa angka melek huruf pada penduduk dewasa yaitu 88. tenaga kesehatan yang cukup dan profesional serta kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.246 4. b) Kesehatan dan Keluarga Berencana 1) Kesehatan Pelayanan kesehatan secara merata.390 21.882 21. mudah dan terjangkau adalah dambaan seluruh masyarakat.157 10. pemerintah telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana kesehatan. Fasilitas Kesehatan Efektivitas pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas yang memadai.076 7.674 *) APS 87.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 62 Penduduk Usia Sekolah 3. Pustu 32 unit. Apotik 2 unit dan Toko obat 6 unit.33 99.343 Penduduk Bersekolah 3. Puskesmas Keliling (roda 4 sebanyak 9 unit dan Boad 1 unit).91 *) Kelompok Umur Usia TK (4-6 Thn) Usia SD (7-12 Thn) Usia SLTP (13-15 Thn) Usia SLTA (16-18 Thn) Usia Perguruan Tinggi (19 – 25 Thn) Sumber : Diolah dari data Kabupaten Bombana dalam Angka Tahun 2010 *) Data tidak tersedia  Melek Huruf dan Buta Huruf Melek huruf adalah kemampuan seseorang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya dan merupakan indikator yang dapat menggambarkan mutu sumber daya manusia.80%. (a). Angka ini memberikan gambaran bahwa pencapaian pendidikan di Kabupaten Bombana masih perlu terus ditingkatkan dengan meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa hingga melebihi angka 95%. sementara angka buta huruf sekitar 11.64 91. Puskesmas Plus 7 unit.64 75. Posyandu 212 unit. Fasilitas kesehatan di Bombana Tahun 2010 meliputi Rumah Sakit 1 unit.907 6. Puskesmas Perawatan 8 unit.20%.152 7. Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan. Untuk meningkatkan pelayanan tersebut. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Polindes 22 unit.

Roda empat . Pedagang Farmasi Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga kesehatan (tenaga medis dan para medis) di Kabupaten Bombana tahun 2010 terdiri dari Dokter umum 3 orang.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 63 Perkembangan jumlah fasilitas kesehatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada pada Tabel: 4. 2.19 Tabel: 4.20 2005 1 5 34 180 9 7 1 3 231 Jumlah 2010 1 8 32 212 19 9 3 7 22 2 6 302 Perkembangan (%) 05-10 0.19 Perkembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan menurut Jenisnya di Kabupaten Bombana dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (Tahun 2005 – 2010) Jenis 1.61 6. Toko Obat 11. SKM 11 orang.00 -1. dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 164 orang.54 6. Puskesmas Plus 7. Rumah Sakit Puskesmas Perawatan Pustu Posyandu Puskesmas Keliling . Apotik 10.48 31. 5.50 4.00 10. Tabel: 4. Perkembangan jumlah tenaga kesehatan Tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 Tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Puskesdes 9.Boat 6. 3.20. 4. bidan 33 orang. SPK 19 orang. SPPH 5 orang.93 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . SPGR 3 orang.18 20. Polindes 8.

Dokter Umum Dokter Gigi Bidan SKM SPRG SPPH AKL SPK Tenaga Kesehatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Bombana Banyaknya 2005 4 115 2 121 2010 3 33 11 3 5 19 164 238 Perkembangan (%) 05-10 -6. 9.43 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 4. 3. 6. 7. 2.94 -26. 8.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 64 Perkembangan Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005 – 2010) Jenis 1.14 18. 5.81 53.

Polio-2. DPT-3. DPT-1. Keadaan dan perkembangan jumlah bayi yang di imunisasi. DPT-2.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 65 (b). Rumah yang memenuhi syarat kesehatan tercermin pula dari kondisi rumah itu sendiri (Luas dan Jenis Lantai.781 Rumah Tangga yang ada di Kabupaten Bombana menunjukkan :  Terdapat sejumlah RT masih menempati rumah yang luas lantainya < 20 M2  Terdapat sejumlah RT masih mendiami rumah berlantai tanah  Terdapat sejumlah RT yang dinding rumahnya terbuat dari pepohonan  Terdapat sejumlah RT yang atap rumanya terbuat dari dedaunan  Terdapat sejumlah rumah tangga tidak menggunakan Listrik sebagai sumber penerangan  Tedapat sejumlah RT tidak memiliki WC sendiri atau menggunakan WC bersama/WC umum dan lainnya sebagai tempat buang air  Hanya sebagian kecil masyarakat yang terlayani oleh Perusahaan Air Minum PDAM. jenis imunisasi bagi ibu hamil dan calon pengantin yaitu TT-1 dan TT-2 sedangkan jenis imunisasi bagi murid sekolah yaitu Campak/KL1. TT1 KL2 dan TT2 KL3. yaitu BCG. Kepemilikan WC serta Pemakaian Listrik sebagai sumber penerangan utama dan ledeng sebagai air minum utama Dari sejumlah 2. calon pengantin yang diimunisasi dan murid sekolah yang diimunisasi selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4. Polio-3. Polio-4 dan campak. Sebagian masyarakat lainnya menggunakan air minum yang berasal dari sumur tak terlindung dan mata air (c). KL1/DT. Polio-1. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan antara lain tercermin dari kepemilikan rumah yang memenuhi syarat kesehatan/layak huni yang memberikan suasana nyaman bagi penghuninya.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pelayanan Kesehatan Imunisasi Selain pemberian air susu ibu (ASI) upaya membangun kekebalan tubuh dilakukan melakui imunisasi. Dinding dan Atap Rumah. Jenis imunisasi yang dilakukan bagi bayi.

275 1.229 1. Ibu Hamil dan calon pengantin / TT/ WUS yang diimunisasi 1.167 2. DPT-1 3.24 11. DPT-2 4. Polio-3 8.345 2. Polio-2 7.535 1.632 3.786 1.60 8. Polio-4 9.80 11. TT-1 2.567 2.448 1.643 2.21 Perkembangan Cakupan Imunisasi di Kabupaten Bombana Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian I.363 2. TT-2 III.496 1. Campak Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2) Jumlah (Orang) 2005 2. DT 2. Bayi yang diimunisasi 1.498 1. BCG 2. Banyak Murid yang diimunisasi 1. TT 3.598 1. Campak II.007 1. DPT-3 5.43 10.083 3.200 3.912 1.05 9.18 - Keluarga Berencana (KB) Pengetahuan tentang pengendalian kelahiran dan keluarga berencana merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi dan Kabupaten Bombana Tahun 2011 .35 10.632 Perkembangan (%) 05-10 6.18 10.459 2010 2.27 10.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 66 Tabel: 4.177 2.638 2.194 2. Polio-1 6.

14. 16. 9. 4.307 7. 11.721 pasang.886 1.059 1.48 46.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 67 selanjutnya berpengaruh terhadap pemakaian alat/cara KB yang tepat dan efektif.20 54.92 63.694 1.42 57.74 93.417 453 300 15. 6.85 468 24. 3.187 594 779 860 1.14 61.22 Tabel: 4. Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 24.426 1. 12.71 64.10 No.70 62. 22. 2. Jumlah peserta KB (KB aktif + KB baru) tahun 2010 sebanyak 15.21% dari jumlah PUS. 7.58 66. 18.721 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kabupaten Bombana Tahun 2011 .60 73.22 Banyaknya PUS dan Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) Menurut Kecamatan Tahun 2010 Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 317 437 292 660 511 339 1. Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Tingginya angka pemakaian alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggambarkan tingginya angka kesadaran masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.327 2.831 1. 5.04 69. 20.609 1. 8.51 59.02 69. 13.21 Persentase Peserta KB (KB Aktif + KB Baru) 59.37 73.446 788 2.291 1.084 779 474 1.92 66.28 48. 1.10 60.380 62.57 55.316 676 247 517 633 952 1. 17.380 pasang atau 62. 21.064 491 1.78 56.140 171 1.15 69.95 41. Tinjauan peserta KB (KB aktif + KB baru) menurut kecamatan tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4. 10. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah PUS 529 653 469 1.539 307 1. 15. 19.

511 76 - 1.37 196.768 1.83 -4.24 Perkembangan Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Alat Kontrasepsi 1.97 menunjukan jumlah PUS yang menggunakan Alat Kontrasepsi jenis IUD sebanyak 67 pasang.24 Tabel: 4. Tabel: 4. Kondom 4.858 203 10 Jumlah 67 8. Pil 3.558 pasang .18 -4.574 128 1.626 1. IUD Pil Kondom Suntikan Implant 2005 85 7. dan MOP/MOW 76 pasang.558 315 8.95 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . IUD 2.768 1.511 pasang. 4. 5. Implant 6.116 1.984 187 6.308 66 Akseptor Baru 1. Obat Vaginal Sumber: BPS Kabupaten Bombana Perkembangan banyaknya peserta KB aktif tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 menurun 5.308 Perkembangan (%) -21. 3. implant 1.89 -31.23 Banyaknya Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 – 2010 Alat Kontrasepsi Akseptor Aktif 67 6. Suntikan 5.984 187 6. suntikan 8.67%. MOP/MOW 7.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 68 Peserta KB (KB Akfit + KB Baru) menurut jenis kontrasepsi sebagaimana disajikan pada Tabel: 3. Pil 8. kondom 315 pasang.626 pasang. persentase perkembangan banyaknya peserta KB aktif menurut alat kontrasepsi yang digunakan tahun 2010 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2005 disajikan pada Tabel: 4.303 63 7.922 2010 67 6. 2.

Realisasi akseptor baru menurut alat kontrasepsi yang digunakan pada tahun 2010 disajikan pada Tabel: 4.70 95.12% dari target akseptor baru yang ditetapkan. 2.21 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . KKB. PPKBD dan Sub PPKBD. 4.319 Implant 562 MOP/MOW 44 Obat Vaginal Jumlah 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 69 2010 66 15.87 Plus 32.35 -5. Perkembangan jumlah sarana pelayanan KB (Klinik KB.659 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Hingga tahun 2005 – 2001 jenis sarana pelayanan Keluarga Berencana meliputi klinik KB. KKB.25 Tabel: 4.73 103.773 Persentase 100. PPKBD dan Sub PPKBD selama kurun waktu 2005-2008 disajikan pada Tabel: 4. 5.86 36. 6.574 128 1. Klinik KB KKB PPKBD Sub PPKB Jumlah 2005 9 9 185 311 2010 17 14 139 434 587 Perkembangan Rata-Rata 15.380 Perkembangan (%) -4. 3.25 Banyaknya Akseptor Baru menurut Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tahun 2005 Alat Kontrasepsi 1.12 IUD 37 Pil 1.12 22.26 Perkembangan Jumlah Sarana Pelayanan KB menurut Jenisnya Tahun 2005-2010 Jenis 1. Target Realisasi 1. 3. MOP/MOW 7.52 140. 7.858 203 10 3. 4. 2.563 Kondom 134 Suntikan 1.87 17.26 Tabel: 4.67 Alat Kontrasepsi 6.305 Realisasi akseptor baru tahun 2010 sebanyak 3773 pasang atau 103. Obat Vaginal Jumlah Sumber: BPS Kabupaten Bombana 2005 69 16.

penyandang penyakit Ex-Kronis 380 orang Kabupaten Bombana Tahun 2011 . SMP 13 orang.Kesejahteraan Sosial Usaha mewujudkan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat yaitu dengan mengatasi masalah-masalah pokok kesejahteraan sosial yang berupa kemiskinan. keterbelakangan. . Perkembangan jumlah tenaga medis pengelola program KB Kabupaten Bombana selama kurun waktu 20052010 disajikan pada Tabel: 4. keterlantaran. 4. ketunasusilaan dan korban bencana alam. 2. Anak panti asuhan yang mengikuti pendidikan tahun 2008 sebanyak 30 orang terdiri dari SD sebanyak 12 orang.25% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama. Jumlah anak asuh tahun 2010 sebanyak 38 orang dengan jumlah pengasuh sebanyak 4 orang. rungu.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 70 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Tenaga medis pengelola program KB di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 sebanyak 9 orang terdiri dari PPLKB sebanyak 6 orang dan penyuluh KB 3 orang.200 orang.Penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tercatat di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 2. tuna wicara.373 orang yang terdiri dari cacat ganda 28 orang.00 Minus -26.791 jiwa atau 18.Panti asuhan yang ada di Kabupaten Bombana hingga tahun 2010 hanya sebanyak 1 unit dengan kapasitas tampung sebanyak 50.27 Perkembangan Tenaga Medis Pengelola Program KB Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Jenis 1. bisu/tuli 120 orang. 3.86 Dokter 2 Bidan 2 PPLKB 6 Penyuluh KB 13 Penyuluh Paramedis Jumlah 23 Sumber: BPS Kabupaten Bombana C).Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bombana tahun 2010 sebanyak 21. 2005 2010 6 3 9 Perkembangan Rata-Rata 0. 5. cacat mental 170 orang.27 Tabel: 4. tuna netra 275 orang. . dan SMA 5 orang. . cacat anggota badan 1.

6.24%) menganut Agama Kristen. 4.191 .451 6. Khasanah Kehidupan masyarakat di Kabupaten Bombana bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Bombana tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini. Aspek Budaya Penduduk Kabupaten Bombana terdiri dari beberapa macam etnis atau suku.742 . hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kabupaten Bombana yang menganut agama Islam sebanyak 108. Hindu.451 .6.Peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2010 adalah bencana banjir sebanyak 1 kejadian 2. Mengenai stratifikasi masyarakat secara adat dalam kehidupan masyarakat masih ada tetapi sudah agak longgar begitu pula kebanggaan terhadap daerah masih tinggi namun tidak fanatik. Katolik/Protestan.28 Tabel: 4. 5. 3.845 I. Agama/Religius. Dalam hubungannya dengan ikatan adat dan tradisional di kalangan anggota masyarakat sudah longgar dan pada umumnya sekedar menghormati tradisi.2. Untuk jelasnya lihat jumlah penduduk menurut agama dan Kecamatan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.2.191 2. dan Budha.845 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya .556 .765 3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 71 .981 orang atau 97.76% dari total penduduk Kabupaten Bombana pada tahun yang sama (2010) sedang sisanya sebanyak 2.2.521 orang (2.28 Banyaknya Penduduk menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut Tahun 2010 Kecamatan 1. 6.742 6. 2. Dalam hubungan antar suku/integrasi secara umum sangat baik dan dapat dibuktikan dengan pernikahan campuran yang sudah biasa dan tidak menimbulkan masalah. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Islam Katolik 2.3.765 66 . Kabupaten Bombana Tahun 2011 .490 2. Aspek Agama Agama yang dianut oleh masyarakat Kabupaten Bombana umumnya beragama Islam. Politik dan Hankam 1.

444 Kep. Keadaan Perkembangan jumlah tempat peribadatan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) masing-masing disajikan pada Tabel: 4.412 Jumlah 108. 5.022 .456 373 . 2. 17.062 Poleang Tengah 3. 16. 15.412 995 311 1.147 .931 Rumbia Tengah 3.30 Tabel: 4. 20. 19.011 20 Poleang Selatan 4.3.481 Kecamatan 7.4. 4. gereja 14 unit dan pura 5 unit.227 Mata Oleo 6. mushallah 33 unit.416 Poleang Barat 9.29 dan Tabel: 4.2.953 .310 Poleang 13.022 Poleang Timur 8.373 Poleang Tenggara 3.987 Mata Usu 1.8.111.536 . 3. 18.3. 9.613 73 893 .716 Poleang Utara 8. 7. 22. 14. 21. Masaloka Raya 2.959 139 188 .9. 8.062 .716 97 257 .4.5.259 27 Lantari Jaya 4. 9. 12.586 Rarowatu Utara 4.981 47 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Sejalan dengan perkembangan jumlah pemeluk agama tersebut telah dibangun mesjid sebanyak 221 unit. 11. 10.8. 8.459 .1.289 Tontonunu 3.29 Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Agama dan Kecamatan Kecamatan 1. Masaloka Raya Rumbia Tengah Mesjid 5 10 5 6 9 5 7 10 4 7 Mushalla/ Gereja Langgar 1 2 2 2 Pura Vihara - Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 6.3.444 .6.385 8 .313 43 . Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep.13.5.381 3 . 13.3.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 72 ProLainHindu Budha Jumlah testan nya 309 .452 Rarowatu 2.289 . 10.931 4 . Islam Katolik Rumbia 5.2.

2. Banyaknya jumlah jamaah haji tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Poleang Tengah 7 14 Jumlah 221 33 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Kecamatan Mesjid Tabel: 4. Poleang 18 3 20. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) meningkat rata-rata 2.30 Perkembangan Tempat Peribadatan di Kabupaten Bombana keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Uraian 1. Poleang Barat 22 1 21. Jumlah 2005 2010 221 33 14 5 273 Perkembangan (%) 05-10 6. Tontonunu 13 22.08%. Poleang Tenggara 8 1 19.105 sebanyak 147 orang terdiri dari laki-laki 62 orang dan perempuan 85 orang. Mata Usu 5 15. Rarowatu 8 1 1 12.19 11.46 4.35% per tahun. Jika dibandingkan dengan tahun (2005) meningkat 39. 3. 4. Rarowatu Utara 13 9 3 13. Poleang Timur 15 2 16. 5. Poleang Selatan 13 1 18. Poleang Utara 21 6 2 17. Lantari Jaya 10 9 1 14.67 - Mesjid 172 Mushallah 28 Gereja 9 Pura 6 Vihara Jumlah 215 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya Nikah yang dilaporkan/didaftar ke KUA tahun 2010 sebanyak 992 pasangan. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .68 -13.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 73 Pura 1 2 1 1 5 Vihara - Mushalla/ Gereja Langgar 11.

Beberapa perbedaan di antaranya adalah:  Pemilu 2004 dan 2008 diselenggarakan oleh lembaga yang bersifat nasional. Laki-laki Perempuan 6 15 34 26 4 85 64 32. Aspek Politik Setiap lima Tahun sekali masyarakat Indonesia menggelar pesta demokrasi. yaitu pada Pemilu 2004 dan 2008 Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.06 29 Tahun Ke Bawah 3 30 – 39 10 40 – 49 29 50 .  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008. yaitu Pemilihan Umum yang merupakan amanah konstitusi serta hajat besar negara. masing-masing merupakan Pemilu yang kesembilan dan kesepuluh sejak Indonesia merdeka. dan seluruh rakyat Indonesia. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) yang keanggotaannya juga dipilih langsung oleh rakyat.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 74 Tabel: 4.2010 Kelompok Umur 1. Banyaknya perolehan suara Kabupaten Bombana Tahun 2011 .59 17 60 Tahun Ke Atas 3 Jumlah 2010 62 2005 25 % Perkembangan 05-10 148. 5. 4.31 Perkembangan Banyaknya Jamaah Haji Menurut Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 . Proses penyelenggaraan Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008 berbeda dengan Pemilu sebelumnya.  Pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2008 ada lembaga baru yang dibentuk untuk mewakili daerah provinsi. seluruh anggota Legislatif dipilih secara langsung. pada Pemilu sebelumnya ada sebagian anggota DPR dan DPRD yang diangkat oleh pemerintah. Dari aspek kehidupan politik daerah ini dapat dikatakan mantap dimana dalam 5 Tahun terakhir tidak ada konflik politik Jumlah Partai Politik yang terdaftar di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 sebanyak 38 Parpol.00 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2. sedang pada Pemilu sebelumnya bersifat sementara (ad hoc) sehingga setelah Pemilu selesai lembaga penyelenggaranya langsung dibubarkan. tetap dan mandiri. yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). bangsa.81 Jumlah 9 25 63 43 7 147 89 39.  Perbedaan yang paling menonjol. 2. 3. Pemilu Tahun 2004 dan Pemilu Tahun 2008.

111 872 1. 31.625 1 1 477 0 0 90 Dapil II 1.698 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 75 dalam Pemilu DPR Pusat. 5.333 745 6. 14. 7. 13.32 Banyaknya Perolehan Suara di Kabupaten Bombana menurut Partai dan Daerah Pemilihan Nama Partai 1. 37. 10.510 1.115 266 160 66 1.173 281 926 875 2. 17.488 6.110 163 570 3. DPD Provinsi. 32. DPR Provinsi.116 669 457 704 1. dapat dilihat pada Tabel 4.143 2.275 705 3 153 1.147 1.033 841 337 421 1.873 1.063 275 4.027 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 6. 27. 22. 9.814 393 3. 8. 19.508 249 859 3. 24. 16.130 744 3 402 1.151 139 108 235 743 34 192 418 16 236 45 222 558 1. 25.424 2. 35.129 2. 26.015 1. HANURA PKPB PPPI PPRN GERINDRA PBN PKPI PKS PAN PIB Partai Kedaulatan PPD PKB PPI PNIM PDP PKR PNB PPDI PDK REPUBLIKAN Partai Pelopor Golkar PPP PDS PNBK PBB PDIP PBR Partai Patriot Partai Demokrat PKDI PIS PKNU Partai Merdeka PPNUI PSI Dapil I 714 31 21 16 97 189 407 220 826 489 11 17 54 3 3 1.32 Tabel: 4.183 170 3 117 158 215 217 1.273 1. 20. 33.048 6 2 73 Jumlah 3. 3. DRRD Kabupaten Bombana.969 615 9 186 2. 34. 36.543 111 394 423 1.96 658 432 1.924 466 3. 15.025 352 1. 29. 18.010 11 4 1. 12. 30. dan Pilpres.167 215 98 1. 21.821 2.265 100 0 102 1.700 816 2.697 1.373 1. 28.533 5 32 485 5 2 864 Dapil III 1.230 6. 11.044 1. 4. 2. 23.006 130 207 2.056 213 218 169 209 93 11 528 110 419 170 1.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 76 Dapil II 214 32. lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tahun 2010 sebanyak 113 kasus. Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bombana secara umum dapat dikatakan cukup aman dan terkendali. Untuk jelasnya lihat Perkembangan jumlah kejahatan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian keadaan tahun 2005 dan tahun 2010 sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.977 Dapil III 133 19. Partai Buruh Jumlah Dapil I 259 12. baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat.794 Jumlah 606 65.33 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .434 Sumber: BPS Kabupaten Bombana 3. Untuk itu pemerintah dan masyarakat selalu mengupayakan terciptanya kehidupan yang aman dan tertib.205 Nama Partai 38. Aspek Hankam Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan dambaan seluruh masyarakat. Gangguan Kamtibmas yang ada di Kabupaten Bombana tahun 2005 sebanyak 144 kasus.

7. 4. 17. 21. 8.34 Tabel: 4. Perkembangan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan tahun 2010 disajikan pada Tabel 4. 26. lukaluka berat 22 orang dan luka-luka ringan 35 orang. 13. 18. 15.33 Perkembangan Jumlah Kejahatan Yang Dilaporkan Oleh Pihak Kepolisian Tahun 2005 dan Tahun 2010 Uraian 1. 9. Pembunuhan Penganiayaan Curas Curat Curanmor Perkosaan Perjudian Perzinahan Pengrusakan Penipuan Penggelapan Curi Biasa Kejahatan Kesopanan Aniaya Ringan Aniaya Biasa Palsu Surat Serobot Tanah Penghinaan Pengeroyokan Lahgun Sajan Pengancaman PLBT Tidak Senang Migas Kawin Tidak Izin Aniaya dalam Keluarga Kehutanan Pembakaran Kejahatan Lainnya Jumlah 2005 3 2 1 7 1 4 7 6 16 1 49 2 8 1 4 5 3 1 1 16 6 144 2010 1 10 3 2 2 1 1 26 2 2 1 11 3 2 46 113 Sumber: BPS Kabupaten Bombana Jumlah pelanggaran lalu lintas yang dilaporkan pihak kepolisian tahun 2010 sebanyak 1. 25. 10. 2. 28. 24. 20.34 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 12. 23. 5. 27.238 kasus dengan jumlah kecelakaan sebanyak 15 orang sedangkan korban lalu lintas sebanyak 79 orang terdiri dari mati 22 orang. 14. 6.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 77 Tabel: 4. 22. 16. 19. 11. 3.

15 km tahun 2010). Luka ringan Sumber: BPS Provinsi Sultra J.05% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) mengalami kenaikan rata-rata 7.41 27. Adapun prasarana wilayah yang ada di Kabupaten Bombana sampai dengan Tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. Luka berat c.35 Tabel: 4.26 -63.15 km keseluruhannya merupakan jalan Kabupaten tidak ada jalan Negara dan jalan Provinsi. Prasarana Perhubungan Darat (a) Kepemilikan Jalan Jalan memegang peranan yang sangat penting untuk memperlancar jalannya roda pembangunan dan pemerintahan. Mati b.00 -5. Kecelakaan Lalu Lintas 3. budaya.35 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Kabupaten Bombana Tahun 2011 .4 km tahun 2005 menjadi 592.08 km. Prasarana Wilayah Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu wilayah merupakan hal penting dalam mendorong wilayah yang bersangkutan untuk tumbuh dan berkembang serta berinteraksi dengan daerah lain baik dalam skala sosial. Sampai dengan Tahun 2009 panjang jalan di Kabupaten Bombana + 592. dan untuk maksud tersebut maka pembangunan jalan di daerah Bombana dilaksanakan baik dalam bentuk rehabilitasi jalan yang sudah ada.238 15 79 22 22 35 Perkembangan (%) 32. Jika panjang jalan sebagaimana tersebut di atas dibandingkan dengan panjang jalan tahun 2005 sepanjang 569.41 Jenis 1. kondisi jalan dan panjang jalan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2005-2010 disajikan pada Tabel: 4. maupun pembangunan baru. Korban : a. mengalami kenaikan 4.67 120.42 46.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 78 Perkembangan Jumlah Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilaporkan Banyaknya 2005 936 41 62 15 10 37 2010 1. Pelanggaran 2. Adapun keadaan dan perkembangan panjang jalan menurut jenis permukaan. politik dan ekonomi. pemeliharaan.62% per tahun (441.

09 40.2 441. 2010.78 40.81 185.47 3.80 20.30 11.30 U r a i a n I Jenis Permukaan 1 Diaspal 2 3 4 II 1 2 3 Kerikil Tanah Tidak Terinci Kondisi Jalan Baik Sedang Rusak 4 Rusak Berat 5 Tidak Terinci Sumber: Dinas Pekerjaan Umum.40 304.85 11. Bombana.90 5.90 99.93 49.92 -30.50 102.45 25.65 692.15 31.20 77.84 221.62 403.63 7.15 331.65 % Perkembangan 05-10 11.04 35.15 9. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pertambangan dan Energi Kab.31 21.35 9.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 79 (2005 – 2010) Panjang Jalan (Kilo Meter) 2005 2010 441.56 89.20 35.2 692.10 214.45 20.

Jumlah Kendaraan bermotor roda empat hingga tahun 2010 sebanyak 307 unit. 2. Truk.12% dari luas wilayah Bombana (daratan + perairan) begitu pula dengan letak pemukiman penduduk umumnya Desa/Kelurahan berlokasi di wilayah pantai.36 Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Perkembangan (%) 05-10 1 2 3 4 5 Bus Mikrolet Truk Pick Up (mobil barang) Mobil Penumpang Jumlah 17 26 19 43 105 13 19 175 84 46 307 -6.54 74. Berkaitan dengan potensi tersebut maka hal yang menjadi Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 80 (b) Angkutan Darat Kendaraan bermotor roda empat di Kabupaten Bombana tahun 2010 meliputi Bus. Desa-desa tersebut dengan latar belakang daratan dan lautan memiliki potensi pengembangan yang dapat mendukung peningkatan taraf hidup. Mikrolet. Pick Up/Mobil Barang dan Mobil Penumpang. jika dibandingkan dengan tahun 2005 mengalami kenaikan 0.21 18. Keadaan dan perkembangan jumlah kendaraan bermotor roda empat keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.76%).22 30.66 % dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010 meningkat rata-rata 30.36 Tabel: 4.76 No Uraian 2005 2010 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka (c) Kepemilikan Terminal Angkutan Umum Terminal angkutan umum (kendaraan roda 4 sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 2 buah yaitu di Kecamatan Rumbia dan Poleang.49 -7. Prasarana Perhubungan Laut Perhubungan laut memegang peranan penting di daerah ini karena bagian terbesar wilayah Bombana merupakan wilayah perairan yaitu sekitar 78. kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah kunjungan kapal dan GT Kabupaten Bombana Tahun 2009 masing-masing sebanyak 763 dan 3. GRT 3.37 Tebel: 4. motor tempel 565 unit.699 4.37 Perkembangan Kunjungan Kapal.382 unit. jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2005 arus bongkar barang dan muat masing-masing mengalami kenaikan 143.2010 No Jenis Pelayaran 2005 593 16.951.302 749 27.67% dan 34. dan perahu tidak bermotor 1.563 * * 9. Keadaan dan perkembangan kunjungan kapal dan GRT.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 81 penting adalah adanya prasarana dermaga besar – kecil sebagai pintu gerbang keluar masuk dan bongkar muat barang dan jasa. Kunjungan kapal 2. arus penumpang dan arus barang menurut jenisnya keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir 20052010 dapat disajikan pada Tabel 4. Kabaena 2 unit.72%. yaitu kapal motor sebanyak 749 unit.64% dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010) jumlah kunjungan kapal meningkat rata-rata 6. Datang b.35% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) penumpang datang dan berangkat masing-masing mengalami kenaikan rata-rata 30.567 6.25 1.438 dan 32.438 32.50 -31. Arus Bongkar Barang dan Penumpang Tahun 2005 . Rumbia 2 unit Rarowatu 1 unit dan Poleang 2 unit.56% sedangkan GRT mengalami penurunan 82. Arus barang (ton) a. Muat 4. Arus Penumpang a.50% per tahun sedangkan GRT menurun rata 31.255 per tahun. Kabaena Timur 1 unit. Arus penumpang yang datang dan berangkat tahun 2009 masingmasing sebanyak 27.26 30. Sarana angkutan laut / sungai Sampai dengan tahun 2010 sarana angkutan laut/sungai di Kabupaten Bombana meliputi 3 unit. Sampai dengan Tahun 2010 prasarana perbubungan laut/dermaga laut di Kabupaten Bombana sebanyak 8 unit yaitu : a.296 2010 763 3.18% dan 55.26% per tahun . b.14% per tahun dan 51. Pulang Kabupaten Bombana Tahun 2011 .951 Perkembangan (%) 05-10 6. msing-masing mengalami kenaikan 32. Arus bongkar barang dan muat tahun 2010 masing-masing sebanyak 43.699 jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (2008) jumlah kunjungan kapal meningkat 11.023 ton dan 749 ton. Bongkar b. jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya arus penumpang yang datang dan berangkat.14 51.

Adapun jenis dan perangkat komunikasi yang berkembang di Kabupaten Bombana terdiri dari: . terdapat di Kecamatan Rarowatu.734 27 3. pos kilat / khusus. surat dinas terdaftar pos kilat dan pos wesel.Pos Desa sebanyak 1 unit terdapat di Kecamatan Kabaena Timur Jenis pengiriman benda-benda pos (dikirim / diterima) di Kabupaten Bombana tahun 2009 meliputi 7 jenis yaitu surat biasa. 3.906 15 119 5 4 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 4. Rarowatu Utara dan Lantari Jaya .39. Guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah Bombana yang semakin meningkat pemerintah daerah sejak tahun 2010 telah mulai melakukan langkah-langkah dan perencanaan pembangunan bandara di wilayah Pajongae Kecamatan Poleang Timur. Rumbia dan Poleang. 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 82 Sumber : Kabupaten Bombana dalam Angka 3. Banyaknya benda-benda pos yang dikirim dan diterima menurut jenis pengiriman keadaan tahun 2009 disajikan pada Tabel 4.836 48 245 3 - No.Kantor Pos Cabang sebanyak 3 unit. 1. surat pos tercatat kilat. Prasarana Perhubungan Udara Di Kabupaten Bombana Dewasa ini belum tersedia angkutan udara / belum memiliki bandar udara. ) Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 480 16 1. 4. Jenis Pengiriman Surat Biasa Pos Kilat / Kilat Khusus Surat Pos Tercatat Kilat Surat Pos Tercatat Biasa Kabupaten Bombana Tahun 2011 . terdapat di Kecamatan Kabaena. 2. Tabel: 4. surat pos tercatat biasa. Prasarana Komunikasi/Informasi: Dalam era teknologi yang semakin canggih maka kebutuhan akan telekomunikasi sangat penting bagi kelancaran informasi pembangunan.38 Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan diterima dari Dalam dan Luar Negeri Menurut Jenis Pengiriman Tahun 2010 ( Kg.Kantor Pos Desa sebanyak 3 unit.38 dan Tabel 4. .

39 Banyaknya Benda-Benda Pos yang Terjual menurut Jenisnya (Rupiah) Tahun 2010 Wilayah Kec.40 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .160. Materai 2.100. Jenis Pengiriman Surat Dinas Terdaftar Pos Paket Pos Wesel Jumlah Dikirim Dalam Luar Negeri Negeri 97 72 1. Rumbia 242. Poleang 29. 6.000 29. Mata Oleo dan Poleang masing-masing 1 unit.000 1.000 242.000.339 86 Sumber : Kabupaten Bombana Dalam Angka Tabel:4.000. Kabaena 24.060.000 Wilayah Kec.000 295. Akta Agraria Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 5. Prasarana wartel tahun 2009 sebanyak 12 unit tersebar pada 6 Kecamatan yaitu Kabaena Timur sebanyak 4 unit. Perkembangan jumlah wartel tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya (2008) menurun dari 13 unit tahun 2008 menjadi 12 unit tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 tahun 2005-2010 berkurang dari 26 unit tahun 2005 menjadi 12 unit menjadi tahun 2009. Kabaena Barat sebanyak 3 unit.060.660 51 4. 7.000 No Jenis Total 295. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 83 Diterima Dalam Luar Negeri Negeri 191 485 3 875 93 10. Kabaena sebanyak 2 unit. Prasarana Telepon/Komunikasi Prasarana telepon/komunikasi timbal balik sampai dengan tahun 2009 meliputi wartel.000 Wilayah Kec. stasiun relay dan lain-lain. telepon rumah. Untuk jelasnya lihat Tabel: 4. Kabaena Utara.369 171 No.160.000 24.100.

5. 9. 20. 15. 17. Di Kabupaten Bombana kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik dan penerangan listrik sebagian besar diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sisanya diperoleh dari penerangan listrik Non PLN atau penerangan lainnya. pendidikan. 19. baik pemerintahan.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 84 Tabel: 4. Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Sub Ranting Boepinang. 10. perekonomian. Cabang/ ranting perusahaan di Kabupaten Bombana sampai dengan tahun 2009 sebanyak 8 unit yaitu ranting Kabipute. 22. kesehatan. 11. 7. 14. Sub Ranting Kabaena. 13. Prasarana Kelistrikan Hampir semua nafas kehidupan dewasa ini digerakkan oleh listrik. keberadaan listrik mutlak diperlukan untuk kemajuan suatu daerah. 8. keamanan dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Lisdes Donggala. 16. 3.40 Banyaknya Wartel menurut Kecamatan di Kabupaten Bombana Tahun 2005-2010 Kecamatan 1. Oleh karena itu. 4. 6. 12. Lisdes Bombaya dan Lisdes Larete. 21. Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Jumlah Banyaknya Wartel 2006 2007 2008 16 8 6 1 8 7 2 45 5 2 5 5 7 4 3 1 3 2 3 4 1 48 2 1 4 1 2 2 1 13 2005 15 6 6 1 8 7 2 26 2009 2 1 3 4 1 1 12 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 6. 2. 18.

jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) mengalami penurunan 34.690. Keadaan dan perkembangan daya terpasang tenaga listrik menurut unit pelayanan tahun 2009 dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.57% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 32.40% per tahun.41 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 85 Daya tampung tenaga listrik pada semua unit pelayanan tahun 2009 sebanyak 3.614 VA.

795 4. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 136.40 1.656 unit.503.171.42 Perkembangan Jumlah Pelanggan menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2010 dan selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005 – 2010 Unit Pelayanan Jumlah Pelanggan 2010 1.850 7.24 9. Ranting Kasipute 1.800 1.185 6.681 2.671.42 Tabel: 4.750 800 Minus Lisdes Donggala 280 46. Sub Ranting Kabaena 3.442 KWH.60 Jumlah (KVA) Jumlah 1.559. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 1.57 32.000 800.00 Sub Ranting Boepinang 2.853 1. Lisdes Larete 83 Jumlah 5.77 Lisdes Larete 86.28 3.280 3.086.840 940 1.656 Perkembangan (%) 05-10 2. Lisdes Bombaea 1.48% dan selama Kabupaten Bombana Tahun 2011 .94% per tahun.00 0.715 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Produksi listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 7.29 Sub Ranting Kabaena 800.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 86 Tabel: 4.450 987.400 7.41 Daya Terpasang Tenaga Listrik di Kabupaten Bombana Tahun 2005 – 2010 Perkembangan (%) Unit Pelayanan 08-09 05-10 2005 2009 2010 Ranting Kasipute 1.40 1 2 3 4 5 6 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Jumlah Pelanggan Listrik PLN di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 8.94 2005 1.935.42% dan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 10. Keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan menurut jenis pelanggan keadaan tahun 2010 dan selama kurun waktu 5 Tahun (2005-2010).171.000 1.600. Lisdes Donggala 5.914 Plus Lisdes Bombaea 970.650 1. Sub Ranting Boepinang 2.800 93.000 0.43 10.614 -34. disajikan pada Tabel 4.247 95 8.800 5.712 2.

590 Perkembangan (%) 2010 09-10 05-10 4.44.377 -7.915 160.727 23.48 tinggi Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 Tenaga listrik yang terjual pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 6.889 KWH.596 7.935.302.893 66.810 Meningkat tinggi 455.035.44 Keadaan dan Perkembangan Tenaga Listrik Terjual menurut Unit Pelayanan Keadaan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir (2005-2010) Kabupaten Bombana Tahun 2011 .53% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat dari 133.675.495.05 - Jenis Pelayanan 1 Ranting Kasipute 2 Sub Ranting Kabaena 3 Sub Ranting Boepinang 4 Lisdes Donggala 5 Lisdes Bombaea 6 Lisdes Larete Total 1.06 45.980 1.31 153. Tabel: 4.484 562.43 Keadaan dan Perkembangan Produksi Listrik Menurut Jenisnya Keadaan Tahun 2010 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Kwh) 2005 2009 153.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 87 kurun waktu 5 tahun (2005-2010) meningkat dari 153.608.302.935. Tabel: 4.54 1.300 Meningkat Meningkat tinggi tinggi 100.734 912. Keadaan dan perkembangan produksi listrik menurut jenisnya keadaan tahun 2009 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (20052010) disajikan pada Tabel 4.442 KWH (2009).000 -89.355.852 KWH (2005) menjadi 7.43. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) menurun 95.228 44.889 KWH (2009).785 KWH (2005) menjadi 6.852 3.852 171.442 Meningkat 136. Keadaan dan perkembangan tenaga listrik terjual menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.

675.01% per tahun.70% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat ratarata 136.602.775 501.150.464. 2.059 1.809.889 Perkembangan (%) 05-10 Meningkat tinggi Meningkat tinggi Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Nilai penjualan tenaga listrik pada semua unit pelayanan di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp. Untuk lebih jelasnya lihat keadaan dan perkembangan nilai penjualan listrik menurut unit pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.775 133.785 2.464.848 100. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 147.002 65.430 1.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 88 Unit Pelayanan 1 2 3 4 5 6 Ranting Kasipute Sub Ranting Kabaena Sub Ranting Boepinang Lisdes Donggala Lisdes Bombaea Lisdes Larete Total Jumlah (Kwh) 2005 2010 133.785 6.45 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .567 jt.

000) 2005 2010 Ranting Kasipute 79. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 227.048.567 Perkembangan (%) 05-10 22.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 89 Tabel: 4.750 unit. Volume air bersih yang diproduksi PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 311.30% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 22. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 126.868.040 m3.620 Unit Pelayanan Total 79.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 35. Air Bersih Kebutuhan air bersih sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat pembangunan secara umum.437.414.25 136.302. Volume air bersih yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 261. sedangkan masyarakat yang berdomisili di pedesaan masih menggunakan air sumur.525 Lisdes Larete 38.700 177.01 1 2 3 4 5 6 Sumber : Bombana Dalam Angka 2010 7.12% per tahun. Kabupaten Bombana Tahun 2011 .689. jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) meningkat 268.45 Perkembangan Nilai Penjualan Listrik Menurut Unit Pelayanan Keadaan Tahun 2005 dan Selama Kurun Waktu 5 Tahun Terakhir Tahun 2005-2010 Jumlah (Rp.700 2.53% per tahun.140 Boepinang Lisdes Donggala 309.464.464.145. Jumlah pelanggan air minum di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 11.141. Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bombana dilayani oleh PDAM dan sampai dengan saat ini hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang berdomisili di ibu kota kabupaten (Kasipute).085 Lisdes Bombaea 745.151 m3.702 Sub Ranting Kabaena 48.77% per tahun.90% dan selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) meningkat rata-rata 45.495 Sub Ranting 1.437.

151 45.312 Air minum yang disalurkan (M3) 58.000 51. Perkembangan (%) 2010 08-09 1.12 261. Kolaka Utara dan Wakatobi di Provinsi Sultra.715 didistribusikan (Rp.145 jt m3. 2.53 562. selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2010) menurun 5. Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Buton.06 -5. Administrasi (Rp.951. Untuk lebih jelasnya keadaan dan perkembangan jumlah pelanggan.067.57 958. 000) 111. Pemerintahan/Kelembagaan 1. 89. Jumlah tagihan (Rp.145 6.003.46 Banyaknya Pelanggan.223 Nilai air minum yang 108.57% per tahun (Rp.951. Bombana Tahun 2005 – 2010 Banyak (Unit) 2005 1.040 35.46 Tabel: 4. 000) 769 9.77 311. Produksi serta Nilai Air Minum yang disalurkan / didistribusikan oleh PDAM Kab. 4.51 Uraian Jumlah Pelanggan 512 Air minum yang diproduksi (M3) 93. 3.158 jt tahun 2005 menjadi Rp. 89. 111.013.003. air minum yang diproduksi dan disalurkan serta nilai penjualan air minum tahun selama 5 tahun (2005-2010) disajikan pada Tabel: 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 90 Nilai air minum yang disalurkan PDAM di Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak Rp. namun seiring dengan perubahan politik nasional yang menekankan otonomi dan desentralisasi kewenangan. Bombana berdiri sebagai daerah otonom baru malalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana.145 jt tahun 2009).158 89.654. Secara administratif Kabupaten Bombana saat ini terdiri dari 22 Wilayah Kecamatan (6 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi dan 16 Kabupaten Bombana Tahun 2011 .000 Sumber : Bombana Dalam Angka & PDAM Bombana 2010 K.170 22.731.) 5.

Masaloka Raya Rumbia Tengah Rarowatu Rarowatu Utara Lantari Jaya Mata Usu Poleang Timur Poleang Utara Poleang Selatan Poleang Tenggara Poleang Poleang Barat Tontonunu Poleang Tengah Kab. Bombana Ibu Kota Tomokole Tedubara Batuawu Baliara Dongkala Lengora Kasipute Lora Masaloka Lauru Taubontu Aneka Marga Lantari Kolombi Mata Usu Bambaea Toburi Waemputang Larete Boepinang Rakadua Tongkoseng Mulaeno Kasipute Desa Kel. 2 7 4 4 5 7 1 10 5 2 7 7 9 5 3 8 5 4 4 9 5 4 117 2 1 2 4 3 1 1 2 6 22 Jml 4 7 4 5 7 7 5 10 5 5 8 8 9 5 5 8 5 4 10 9 5 4 139 DuLingk Jml sun 6 6 12 23 23 12 12 14 4 18 17 9 26 19 19 3 13 16 33 33 15 15 6 10 16 21 6 27 21 3 24 26 26 16 13 38 23 17 12 39 22 15 411 8 24 83 16 21 38 23 17 36 39 22 15 494 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 2.47 sebagai berikut : Tabel: 4.47 Pembagian Daerah Administrasi Kabupaten Bombana Tahun 2010 Banyaknya Kecamatan Kabaena Kabaena Utara Kabaena Selatan Kabaena Barat Kabaena Timur Kabaena Tengah Rumbia Mata Oleo Kep. Adapun kedua puluh dua wilayah kecamatan tersebut sekaligus jumlah Desa/Kelurahan dan jumlah Lingkungan/ Dusun pada masing-masing Kecamatan disajikan pada Tabel 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 91 Kecamatan terdapat di pulau Sulawesi) Jumlah Desa/Kelurahan 139 Desa / Kelurahan dan Dusun / Lingkungan sebanyak 494 Dusun / Lingkungan. Kelembagaan a) Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .

Bagian Perekonomian dan Perizinan. mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.Bagian Hukum. .Bagian Kesejahteraan Rakyat.Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol  Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan. dimaksudkan untuk membantu Bupati dalam melaksanakan tugasnya. Sekretaris daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud menyelenggarakan fungsi :  Mengkoordinasikan perumusan kebijakan pemerintah daerah.  Menyelenggarakan administrasi pemerintahan.Bagian Pembangunan.Bagian Organisasi dan Kepegawaian.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 92 Pembentukan kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Bombana berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bombana dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bombana.Bagian Umum dan Perlengkapan. keuangan.Bagian Pemerintahan. membawahi 3 bagian yaitu: .  Asisten Administrasi Umum. Sekretariat Daerah Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Susunan organisasi sekretariat daerah terdiri dari 3 (tiga) asisten yaitu :  Asisten Pemerintahan. sarana dan prasarana pemerintah daerah. Tugas dan fungsi staf ahli ditetapkan oleh Bupati di luar tugas dan fungsi perangkat Kabupaten Bombana Tahun 2011 . membawahi 3 bagian yaitu: . . dan  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. . . Pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Kabupaten Bombana terdiri atas : b). . membawahi 3 bagian yaitu: . .  Staf Ahli Staf ahli diangkat dari Pegawai Negeri Sipil oleh Bupati.  Pengelolaan sumber daya aparatur.Bagian Keuangan.

Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD.Pengelolaan sumber daya aparatur.Mengordinasikan kebijakan pemerintah daerah .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 93 daerah. Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pemerintahan dan pengembangan sumber daya manusia c. Susunan organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana terdiri dari 3 bagian yaitu : . dipimpin oleh Sekretaris Dewan yang secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh sekretaris daerah. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Pembangunan dan Keuangan.Bagian Keuangan . Sekretariat DPRD mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dinas Daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Staf ahli sebagaimana dimaksud terdiri dari : a. .Menyelenggarakan administrasi pemerintahan .Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. dan . keuangan. pembangunan dan keuangan c). mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai hukum dan politik b. Dinas Daerah Kabupaten Bombana Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di pimpin oleh Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Staf Ahli bidang Ekonomi.Bagian Umum . memberikan telaahan mengenai perekonomian. sarana dan prasarana pemerintahan daerah.Penyelenggaran urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai lingkup tugasnya.Bagian Persidangan d). Sekretariat daerah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dimaksud menyelenggarakan fungsi : . Staf Ahli Hukum dan Politik.

Kantor.UPTD. (xii) Dinas Pendapatan Daerah. (vi) Dinas Perindustrian. Kebudayaan dan Pariwisata (iv) Dinas Pertanian. Lembaga Teknis Daerah (LTD) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik. yang berbentuk kantor dipimpin oleh Kepala Kantor serta yang berbentuk Rumah Sakit dipimpin oleh Direktur. Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Lembata teknis daerah terdiri dari : a). menyelenggarakan fungsi : . yang berbentuk inspektorat dipimpin Inspektur.Kepala dinas . Lembaga teknis daerah yang berbentuk Badan dipimpin oleh Kepala Badan.Kelompok Jabatan Fungsional e). Dinas Daerah Kabupaten Bombana terdiri dari 12 Dinas yaitu : (i) Dinas PU. Perkebunan dan Hortikultura. Susunan organisasi dinas daerah terdiri atas: . Lembaga teknis daerah dalam melaksanakan tugas dimaksud. (vii) Dinas Petambangan dan Energi (viii) Dinas Tenaga Kerja.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. (ix) Dinas Perhubungan.Pemberian dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya . Inspektur dan Direktur sebagaimana tersebut di atas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Kepala Daerah melaui Sekretaris Daerah Kabupaten. .Sub bagian/seksi . Badan-badan yang terdiri dari : . dan . Inspektorat b).Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 94 . dan . (x) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (xi) Dinas Kelautan dan Perikanan.Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan lingkup tugasnya .Sekretariat .Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2011 .Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.Bidang .Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. Peternakan. Koperasi dan Penanaman Modal. (ii) Dinas Kesehatan (iii) Dinas Pendidikan. (v) Dinas Kehutanan. Kepala Badan. Perdagangan.

dan g. b) Sekretaris kecamatan c) Seksi . Pemerintahan Kelurahan Kelurahan merupakan perangkat kecamatan yang dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang selanjutnya disebut Lurah. .Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 95 Badan Pemberdayaan Masyarakat. . Perikanan dan Kehutanan Kantor terdiri dari : .Kantor Lingkungan Hidup. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. - f). e. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tugas Camat selain tugas tersebut di atas adalah menyelenggarakan tugas pemerintahan umum yang meliputi : a. Politik dan Perlindungan Masyarakat. Pemerintah Kecamatan Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani urusan otonomi daerah. Badan Kepegawaian Daerah. Susunan organisasi pemerintahan kecamatan terdiri dari : a) Camat. Badan Kesatuan Bangsa. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan / atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Kebersihan.Rumah Sakit Umum Daerah. b. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.seksi g). bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Pertamanan dan Pemakaman. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa/ kelurahan. d. Perempuan dan KB.Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. . yang diangkat oleh Bupati atas usul Camat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat. f. Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan.

Jumlah pemerintahan kelurahan di Kabupaten Bombana sampai tahun 2009 sebanyak 25 Kelurahan.3130 orang yang terdiri dari 452 Golongan IV.48 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan Tahun 2010 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . Selain Lembaga Pemerintah Daerah Otonom sebagaimana tersebut di atas terdapat Lembaga Vertikal yaitu:  Kantor Departemen Agama  Badan Pertanahan Nasional  Kantor Statistik Sebagai konsekuensi dari pemekaran wilayah administrasi dan pembentukan kelembagaan pemerintah daerah otonom maka dibutuhkan penambahan aparat pemerintahan yang mendukung terlaksananya dan suksesnya programprogram serta kebijakan pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksan Teknis (UPT) dibentuk dengan Peraturan Bupati.49 Tabel: 4. 1. 1. sedangkan jumlah Pemerintahan desa sebanyak 75 Desa. UPT pada Dinas dan Badan terdiri dari :  Kepala UPT  Subag Tata Usaha  Kelompok Jabatan Fungsional I).350 orang Golongan III.48 dan tabel 4.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 96 Dalam menjalankan tugas dan fungsi lurah menerima pelimpahan sebagian kewenangan pemerintahan dari camat. Susunan organisasi Kelurahan terdiri dari :  Lurah  Sekretaris  Seksi h). Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bombana tahun 2009 mencapai . Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yaitu kelompok jabatan yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang dibentuk sesuai kebutuhan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.285 orang Golongan II dan 43 orang Golongan I. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana menurut unit organisasi dan pangkat / golongan disajikan pada Tabel: 4.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 97 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor 1. 17. 12. 15. 16. 20. 21. 24. 2. 9. 10.745 42 54 33 21 22 327 76 15 18 7 40 72 28 33 32 15 57 7 3. 3. 25. 4.49 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemda Kabupaten Bombana Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2001 Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 13. 23. Sekretariat Daerah Bappeda BKD BPMP & KB Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Dikbudpar Dinas Perindagkop Dinas Pertanian Dinas Nakertrans & Kesos Dinas Pertambangan & Energi Dinas Kelautan & Perikanan Dinas Kesehatan & KB Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesbang & Politik Dinas Catatan Sipil Kantor Lingkungan Hidup Kantor Polisi Pamong Praja Rumah Sakit Umum Daerah Dinas Perhubungan Inspektorat Sekretariat DPRD Sekretariat KPU BP4K Kantor SKB Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Laki-laki 100 15 133 22 20 37 956 30 41 23 16 15 130 59 12 11 7 35 55 27 23 20 15 39 6 1. 22. 5. 14.847 Perempuan 56 8 54 5 14 22 789 12 13 10 5 7 197 17 3 7 0 5 17 1 10 12 0 18 1 1. 8. 18. 11.283 Jumlah 156 23 187 27 34 59 1.130 Tabel: 4. 7. 6. 19.

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

98

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. 4.

Lakilaki

Perempuan

Jumlah

Golongan IV 276 176 452 Golongan III 798 552 1.350 Golongan II 748 537 1.285 Golongan I 25 18 43 Jumlah 1.847 1.283 3.130 Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Vertikal Kabupaten Bombana Tahun 2009 sebanyak 118 orang yang terdiri dari Golongan IV sebanyak 3, Golongan III sebanyak 68 orang, Golongan II sebanyak 45 orang dan Golongan I sebanyak 2 orang. Keadaan jumlah Pegawai Negeri Sipil menurut unit organisasi dan pangkat / golongan di lingkungan instansi vertikal tahun 2009 masing-masing disajikan pada Tabel: 4.50 dan Tabel: 4.51 Tabel: 4.50 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan dan Jenis Kelamin Tahun 2010 Unit Organisasi / Nama Dinas / Nama Badan / Kantor Badan Pusat Statistik Badan Pertanahan Nasional Kantor Departemen Agama Jumlah Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka 1. 2. 3.

Laki-laki 16 26 38 80

Perempuan 13 3 22 38

Jumlah 29 29 60 118

Tabel: 4.51 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Instansi Vertikal Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

Golongan Kepangkatan 1. 2. 3. Golongan IV Golongan III Golongan II

Laki-laki 2 46 30

Perempuan 1 22 15

Jumlah 3 68 45

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

99

Golongan Kepangkatan 4. Golongan I Jumlah

Laki-laki 2 80

Perempuan 38

Jumlah 2 118

Sumber: Kabupaten Bombana Dalam Angka

b) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Keanggotaan DPRD Banyaknya Anggota DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 25 orang terdiri dari laki-laki 22 orang dan perempuan 3 orang. Jumlah Anggota Dewan menurut Fraksi menunjukkan Fraksi Partai Golkar sebanyak 8 orang, Fraksi Amanah Demokrasi 4 orang, Fraksi Bulan Bintang 3 orang, Fraksi Bintang Reformasi 4 orang dan Fraksi Wonua Bombana sebanyak 6 orang. Untuk jelasnya lihat jumlah anggota DPRD Kab. Bombana menurut Partai Politik dan Fraksi sebagaimana disajikan pada Tabel: 4.52 dan Tabel: 4.53 Tabel: 4.52 Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Partai Politik Fraksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 GOKAR PAN PBB PBR PKS PPP PDIP PKB PPIB PSI Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.53 Laki-Laki 7 3 3 2 2 2 1 1 1 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 3 3 3 2 2 1 1 1 1 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum

100

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bombana Menurut Fraksi Tahun 2010 Fraksi 1 2 3 4 5 Partai Golkar Amanah Demokrasi Bulan Bintang Bintang Reformasi Wonua Bombana Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Banyaknya produk DPRD Kabupaten Bombana tahun 2009 sebanyak 27 menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya (2008) sebanyak 42 buah. Sedangkan kegiatan DPRD Kab. Bombana tahun 2010 sebanyak 13 kegiatan. Untuk jelasnya banyaknya produk DPRD Kab. Bombana menurut jenisnya dan banyaknya kegiatan menurut jenis kegiatan dan masa sidang DPRD Kab. Bombana masing-masing disajikan pada Tabel: 4.54 dan Tabel: 4.55 Tabel: 4.54 Banyaknya Produk DPRD Kabupaten Bombana menurut Jenisnya Tahun 2008 – 2010 Uraian 1 2 3 4 5 Peraturan Daerah Keputusan DPRD Memorandum Keputusan Pimpinan Lain-lain Total Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Tabel: 4.55 Banyaknya Kegiatan DPRD Kabupaten Bombana Menurut Kegiatan dan Masa Sidang Tahun 2009 - 2010 Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Banyaknya Produk 2008 19 22 1 42 2009 12 12 3 27 Laki-Laki 7 3 3 3 6 22 Perempuan 1 1 1 3 Jumlah 8 4 3 4 6 25

Kabupaten Bombana Tahun 2011

Rapat Paripurna Rapat Fraksi-fraksi Rapat Komisi-komisi Rapat Pimpinan DPRD Rapat Pimpinan DPRD dengan Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Komisi Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Gabungan Komisi Raker dengan Eksekutif Rapat Dengar Pendapat dengan Eksekutif Peninjauan ke Daerah Job Training Konsultasi / Koordinasi Kajian Antar Daerah Penyampaian Aspirasi Masyarakat Jumlah 8 10 7 3 1 1 2 1 29 8 15 1 3 87 10 20 15 2 6 2 1 2 3 21 5 5 1 0 88 26 15 9 3 1 4 1 2 1 10 9 15 1 0 97 3 10 3 2 1 1 2 2 3 20 17 6 2 72 6 5 3 1 1 3 1 2 7 2 5 1 37 - Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Bombana Kabupaten Bombana Tahun 2011 . 16. 10. 4. 3. 5.Deskripsi Rangkuman Data Potensi Umum 101 Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III Masa Sidang I Masa Sidang II Masa Sidang III 1. 6. 11. 14. 7. 15. 13. 9. 2. 8. 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful