Anda di halaman 1dari 5

TUGAS UTS PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Nama : NIM :

Handy Samot Sihotang 1106030990 B, Pasca Sarjana Hukum Ekonomi (Sore) Prof. Erman Rajagukguk

Kelas : Dosen :

Menurut Lawrence .M. Friedman tiga komponen dari sistem hukum. Ketiga komponen dimaksud adalah struktur, substansi, dan kultur atau budaya. Pertama sistem hukum mempunyai struktur, yaitu kerangka bentuk yang permanen dari sistem hukum yang menjaga proses tetap berada di dalam batas-batasnya. Struktur terdiri atas: jumlah serta ukuran pengadilan, jurisdiksinya (jenis perkara yang diperiksa serta hukum acara yang digunakan), termasuk di dalam struktur ini juga mengenai penataan badan legislatif. Kedua substansi, yaitu aturan, norma, dan pola perilaku nyata manusia yang berada dalam sistem itu. Termasuk ke dalam pengertian substansi ini juga produk yang dihasilkan oleh orang yang berada di dalam sistem hukum itu keputusan yang mereka keluarkan, aturan baru yang mereka susun. Ketiga adalah kultur atau budaya hukum, yaitu sikap manusia terhadap hukum dan sistem hukum kepercayaan, nilai, pemikiran, serta harapannya. Budaya hukum ini pun dimaknai sebagai suasana pikiran sosial dan kekuatan sosial yang menentukan bagaimana hukum digunakan, dihindari, atau disalahgunakan. Selanjutnya Friedman

merumuskan budaya hukum sebagai sikap-sikap dan nilai-nilai yang ada hubungan dengan hukum dan sistem hukum, berikut sikap-sikap dan nilai-

nilai yang memberikan pengaruh baik positif maupun negatif kepada tingkah laku yang berkaitan dengan hukum. Demikian juga kesenangan atau ketidak senangan untuk berperkara adalah bagian dari budaya hukum. Oleh karena itu, apa yang disebut dengan budaya hukum itu tidak lain dari keseluruhan faktor yang menentukan bagaimana sistem hukum memperoleh tempatnya yang logis dalam kerangka budaya milik masyarakat umum. Maka secara singkat dapat dikatakan bahwa yang disebut budaya hukum adalah keseluruhan sikap dari warga masyarakat dan sistem nilai yang ada dalam masyarakat yang akan menentukan bagaimana seharusnya hukum itu berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Berbicara mengenai kepastian hukum, hukum pada dasarnya harus mampu menciptakan kepastian (predictability), stabilitas (stability), dan keadilan (fairness) untuk dapat berperan dalam pembangunan ekonomi. Prediktabilitas mengandung arti bahwa hukum harus dapat menciptakan kepastian, yaitu kepastian hukum. Dengan adanya kepastian, investor dapat mengukur tindakantindakan yang akan dilakukannya. Dalam prediktabilitas, hukum diciptakan untuk mampu memprediksikan

kemungkinan pelanggaran yang terjadi dan perkembangan ekonomi pasar. Kapasitas hukum dalam stabilitas adalah bahwa hukum harus mencerminkan keseimbangan kepentingan para pihak yang terlibat didalamnya. Hukum harus menciptakan keterpaduan antara para pihak. Fungsi hukum sebagai fairness (keadilan) mencerminkan bahwa hukum haruslah menciptakan nilai-nilai keadilan bagi para pihak dan mencegah terjadinya praktek-praktek diskriminasi atau ketidakadilan bagi para pihak yang terlibat didalamnya. Unsur lain yang harus dipenuhi untuk tercapainya kepastian hukum yang menjamin perlindungan kepada pihak perusahaan PMA sehingga tiga fungsi hukum tersebut dapat tercapai, Indonesia haruslah memiliki

sistem hukum yang efektif karena sistem hukum yang efektif akan memperluas kesempatan berusaha, mengundang investasi dan

membangun ekonomi. Namun hal lain terjadi di China. China tidak mengenal konsepkonsep hukum seperti yang dikemukakan oleh Lawrence M. Friedman, yaitu struktur, substansi dan budaya hukum. Di China mengenal ajaran Confucius yaitu mengenai obedience dan order. China yang dikenal tidak menjunjung tinggi hukum kontrak dan hukum properti mampu menjadi salah satu negara yang mempunyai kekuatan perekonomian yang dapat disejajarkan dengan negara-negara eropa dan Amerika Serikat. Yang menjadi faktor utama yang membuat China menjadi kuat adalah karena obedience dan order. Negara mempunyai wewenang yang kuat dan rakyat-rakyat China mempunyai keteraturan dan kepatuhan terhadap negara. Hal ini membuat China menjadi tempat yang empuk untuk berinvestasi disamping dengan pemerintahan China yang sudah terbuka terhadap pihak asing. Menurut pendapat dari John OManique dalam Human Rights and Development bahwa Hak Asasi Manusia dan Pembangunan telah mengalami perubahan. Dulu HAM hanya mengatur mengenai kebebasan berpendapat dan berkumpul tetapi terdapat tambahan yaitu hak atas kesejahteraan, keamanan, tempat tinggal dan lain-lain. Begitu pula terjadi pada pembangunan. Pembangunan tidak hanya pada perekonomian tetapi juga dalam pembangunan politik, kebudayaan, dan sosial. John OManique berpendapat bahwa pembangunan suatu negara harus juga melindungi hak-hak warga negaranya. Sebagai contoh, apabila

Pemerintah melakukan pembebasan lahan terhadap tanah warga guna kepentingan pembangunan infrastruktur maka pemerintah harus

mengganti kerugian atas tanah kepada warga-warga pemilik tanah tersebut. Menurut hemat saya, maksud dari John OMonique tersebut adalah agar Pembangunan harus sejalan dengan perlindungan terhadap HAM.

Pendapat tersebut disanggah oleh Yemi Osinbajo dan Olukonyisola Ajayi yang berpendapat bahwa bagi pembangunan pada negara berkembang tidak dapat berjalan beriringan dengan HAM. Sebagai contoh bahwa para buruh-buruh dilarang untuk mengeluarkan pendapatnya sebagai protes untuk mendapatkan penghargaan terhadap buruh dalam hal upah karena akan memberikan dampak buruh terhadap investasi dari luar negeri. Dengan adanya demonstrasi seperti itu, maka para investor dari luar negeri akan berpikir ulang untuk melakukan investasinya di negara tersebut karena bisa sering terjadi demonstrasi buruh sehingga produksi menjadi terhambat sehingga target produksi menjadi tidak tercapai yang mengakibatkan berkurangnya keuntungan. Ditambah lagi dengan dipenuhinya aspirasi buruh tersebut oleh negara melalui peraturan perundang-undangan, maka investor lain akan mengeluarkan dana lebih untuk memenuhi hal tersebut. Menurut Yemi Osinbajo dan Olukonyisola Ajayi, sebagai negara berkembang dalam melakukan perkembangan ekonomi membutuhkan 3 (tiga) hal yaitu Direct Foreign Investment, ekonomi pasar, dan juga pedagangan internasional. Dalam deklarasi Bangkok, para peserta sepakat dalam permasalahan hak asasi manusia. Semenjak itu, lahirlah beberapa generasi mengenai apa yang dimaksud dengan hak asasi manusia. Generasi pertama menjelaskan bahwa hal-hal yang masuk dalam hak asasi manusia meliputi hak kebebasan, kebebasan berekspresi, dan berkumpul. Dalam generasi kedua, hak asasi manusia meliputi hak untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan pelayanan kepada masyarakat. Dan pada generasi ketiga, hak asasi manusia meliputi hak untuk menentukan diri sendiri, kemerdekaan, kesetaraan dan penggunaan kekayaan dan sumber daya alam. Terdapat 2 (dua) klasifikasi dalam negara berkembang, yaitu negara berkembang yang mempunyai pendapat yang rendah. Negaranegara yang masuk dalam klasifikasi ini sebagian berasal dari negara di

benua Afrika, beberapa dari negara di amerika latin. Klasifikasi kedua adalah negara berkembang dengan pendapat yang menengah sampai pendapatan besar yang dipimpin oleh Jepang. Negara lain yang masuk dalam klasifikasi yang kedua ini adalah Hongkong, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan (dikenal dengan sebutan 4 macan), dan juga negara industri yang baru seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Dari pendapat-pendapat tersebut, saya melihat Indonesia harus tegas untuk memilih konsep mana yang dipilih sebagai patokan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Yang sudah semestinya bahwa Indonesia harus mengamalkan isi dari Pasal 33 UUD 1945, bahwa pada intinya adalah cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan juga termasuk pemberdayaan air, bumi dan kekayaan alam dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat, sehingga pembangunan dapat terlaksana untuk kesejahteraan rakyat. Walaupun terjadi pengalihan teknologi kepada Indonesia namun menurut hemat saya tidak sebanding dengan apa yang didapat oleh pihak asing dari Indonesia. Sumber daya alam yang seharusnya dapat kita nikmati untuk anak-cucu kita nanti menjadi dinikmati oleh anak-cucu dari negara lain disamping itu juga sudah banyak generasi muda Indonesia yang menjuarai Olimpiade ilmu pengetahuan seperti fisik, matematika dan lain-lainnya, dan juga anak-anak bangsa yang bekerja di perusahaan ternama di luar negeri. Hal ini menunjukan bahwa sebenarnya Indonesia mampu untuk menjadi negara yang besar dan perekonomian yang disegani oleh negara-negara lain dengan kekuatan sendiri dan juga hukum dijunjung tinggi.