Anda di halaman 1dari 4

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN MASALAH PENELITIAN A. Deskripsi Persiklus 1.

Hasil Penelitian Siklus I Kemampuan Berbahasa Lisan Penggunaan metode ceramah pada Siklus I diawali dengan tanya jawab antara guru dan murid, khususnya yang mengarahkan pada pokok materi teks percakapan dengan : 1. Memberikan seluruh kepada siswa untuk membaca isi teks percakapan 2. Sebagai guru kelas selanjutnya penulis meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok dengan jumlah seperti yang dikehendaki dalam teks percakapan 3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghafal teks percakapan tersebut. 4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memerankan teks percakapan tadi tanpa penggunaan teks Langkah awal dari penggunaan metode ceramah tentang teks percakapan ini ternyata memberikan gambararn bahwa saat guru menerangkan materi siswa cenderung diam tidak ada komentar apa-apa. Tampak antusias siswa sangat kurang, sebaliknya peran guru yang paling dominan. Dengan mengingat apa yang telah disajikan guru, siswa melakasanakan tugas membaca teks percakapan. Rekomendasi Siklus Pertama Terlihat sekali pada Siklus Pertama bahwa kemampuan berbahasa lisan yang didahului hanya membawa sekilas isi teks percakapan masih belum menunjukkan tingkat kemampuan berbahasa lisan yang baik, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan dengan langkah antara lain :

25

26

1. Mencari strategi pembelajaran yang dimungkinkan dapat menimbulkan kemampuan berbahasa lisan 2. Memberikan kebebasan siswa untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat sendiri agar siswa terbiasa lisan 3. Pada saat membaca teks percakapan guru sebaiknya mengarahkan siswa kepada lafal, nada dan intonasi yang benar. 2. Hasil Penelitian Siklus II Dengan dasar rekomendasi Siklus I , maka penulis telah melakukan penyempurnaan pada Siklus Kedua dengan hasil hasil berikut: Pada pembukaan pelajaran Siklus Kedua, guru memberikan pengarahan tentang cara belajar telah yang telah disempurnakan dari Siklus pertama meliputi : 1) Penyampaian materi pelajaran tidak lagi sepenuhnya disajikan oleh guru, tetapi guru hanya memberikan kebebasan membentuk kelompok memerankan tokoh dalam teks percakapan. 2) Guru meminta siswa agar membentuk kelompok yang beranggotakan menurut tokoh dalam teks percakapan selanjutnya setiap anggota berusaha menghafal teks percakapan tadi. 3) Setelah diberi waktu untuk menghafal, langkah selanjutnya setiap kelompok maju dengan tanpa teks memerankan tokoh dalam tek percakapan. 4) Bersama-sama dengan siswa guru menyarankan bagaimanan memerankan tokoh yang benar dalam teks percakapan. Rekomendasi Siklus II Terlihat sekali pada Siklus II bahwa kemampuan berbahasa lisan yang didahului hanya membawa sekilas isi teks percakapan sudah menunjukkan adanya kemajuan tetapi masih belum pada tingkat kemampuan berbahasa lisan yang baik, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan dengan langkah antara lain :

27

1. Mencari strategi pembelajaran yang dimungkinkan dapat menimbulkan kemampuan berbahasa lisan 2. Memberikan kebebasan siswa untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat sendiri agar siswa terbiasa lisan 3. Pada saat membaca teks percakapan guru sebaiknya mengarahkan siswa kepada lafal, nada dan intonasi yang benar. 3. Hasil Penelitian Siklus III Dengan dasar rekomendasi Siklus II, maka penulis telah melakukan penyempurnaan pada Siklus III dengan hasil hasil berikut: Pada pembukaan pelajaran Siklus ketiga, guru memberikan pengarahan tentang cara belajar telah yang telah disempurnakan dari Siklus II meliputi: 1) Penyampaian materi pelajaran tidak lagi sepenuhnya disajikan oleh guru, tetapi guru hanya memberikan kebebasan membentuk kelompok memerankan tokoh dalam teks percakapan. 2) Guru meminta siswa agar membentuk kelompok yang beranggotakan menurut tokoh dalam teks percakapan selanjutnya setiap anggota berusaha menghafal teks percakapan tadi. 3) Setelah diberi waktu untuk menghafal, langkah selanjutnya setiap kelompok maju dengan tanpa teks memerankan tokoh dalam tek percakapan. 4) Bersama-sama dengan siswa guru menyarankan bagaimanan memerankan tokoh yang benar dalam teks percakapan. Hasil dari kemampuan berbahasa lisan tidak dapat diukur dengan bentuk tulis, sehingga alat penilaiannya dilaksanakan dengan menggunakan tes seperti tabel di bawah ini: Alat Evaluasi Tes Perbuatan Cara Penyajian oleh Guru Lisan Cara Pengerjaan oleh Siswa Lisan Keterangan Praktek Drmatisasi

28

Dari keterangan di atas dapat di tarik kesimpulan : 1. Kemampuan berbahasa lisan meningkat apabila mampu berkomunikasi secara lisan dengan benar baik dilihat dari lafal, nada, dan intonasi. 2. Kemampuan berbahasa lisan meningkat apabila siswa mampu berkomunikasi dengan bahasa lisan dengan simbol-simbol kebahasaan yang benar saat berinteraksi dengan teman / masyarakat yang lain. Selanjutnya apabila dibanding dengan kemampuan berbahasa lisan pada siswa kelas IV SDN Panton Rayeuk setelah melaksanakan rencana Siklus I hingga Siklus III terdapat peningkatan yang signifikan dengan indikator seperti tersebut di atas. 4. Prestasi Belajar Bahwa antara kemampuan berbahasa lisan dengan prestasi belajar mempunyai kaitan yang sangat erat. Ini dapat dimakluklumi bahwa kemampuan menggunakan simbol-simbol kebahasaan ternyata juga dapat menambah kemampuan menterjemahkan pesan yang disampaikan oleh mata pelajaran. B. Pembahasan Hasil perbaikan terlihat bahwa ada perubahan tingkat motivasi belajar siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan adanya metode dramatisasi. Dari kegiatan siklus II dan III terlihat bahwa keaktifan siswa mulai nampak. Demikian juga hasil prestasi belajarnya, ada perubahan dalam kemampuan mengungkapkan bahasa lisan. Siswa mulai berani berbicara di depan teman-teman kelasnya. Hal ini menandakan bahwa program perbaikan sudah memiliki dampak yang positif bagi adanya perubahan motivasi dan kemampuan bahasa lisan siswa kelas V SD Negeri Panton Rayeuk Kecamatan Peureulak Barat.