Anda di halaman 1dari 2

Ratio Liquidity Net working capital

Hasil Perhitungan 2008 = Rp (2,458,709) 2009 = Rp (2,135,149) 2010 = Rp (1,439,899) 2011 = Rp 917,114 2012 = Rp (1,176,409) 2008 = 0,65 / 65% 2009 = 0,66 / 66% 2010 = 0,73 / 73% 2011 = 1,16 / 116% 2012 = 0,84 / 84%

Interpretasi
Hasil perhitungan rasio tersebut menunjukan berapa kelebihan aktiva lancar diatas utang lancar.

Current ratio

Untuk menghitung berapa kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia. Contoh: Pada tahun 2008, setiap Rp 1.00 utang lancar dijamin oleh Rp 0,65 aktiva lancar.

Activity Debt Debt ratio

2008 = 0,907 / 90,7% 2009 = 0,782 / 78,2% 2010 = 0,746 / 74,6% 2011 = 0,581 / 58,1% 2012 = 0,557 / 55,7%

Pengukuran jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai oleh utang atau modal yang berasal dari kreditut. Contoh: Pada tahun 2008, 90,7% total aktiva dibiaya oleh utang.

The debt equity ratio

2008 = 4,8042 / 408.4% 2009 = 1,6249 / 162.4% 2010 = 1,4283 / 142.8% 2011 = 0,6090 / 60.9% 2012 = 0,5819 / 58.1%

Menghitung perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. Contoh: Pada tahun 2008, Rasio sebesar 408.4%% berarti perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 408,8%:100% Untuk melihat tingkat kemampuan membayar kewajiban finansial yang bersifat tetap. Contoh: Pada tahun 2008, laba operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar beban bunga sebanyak 0.17 kali.

Time interest earned

2008 = 0,17 2009 = 0,18 2010 = 0,10 2011 = 0,24 2012 = 0,45

Profitability Operating profit margin

2008 = 0,0532 / 5,32% 2009 = 0,0560 / 5,60% 2010 = 0,0211 / 2,11% 2011 = 0,0369 / 3,69% 2012 = 0,0523 / 5,23%

Untuk mengukur tingkat laba operasi dibandingkan dengan volume penjualan. Contoh: Pada tahun 2008, rasio ssebesar 5,32% menunjukan bahwa laba operasi adalah sebesar 5,32% dari volume penjualan.

Net profit margin

2008 = 0,0509 / 5,09% 2009 = 0,0573 / 5,73% 2010 = 0,0265 / 2,65% 2011 = 0,0298 / 2,98% 2012 = 0,0319 / 3,19%

Untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan volume penjualan. Contoh: Pada tahun 2008, rasio sebesar 5,09% berarti bahwa laba bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 5,09% dari volume penjualan. Untuk mengukur berapa kali total aktiva perusahaan menghasilkan volume penjualan. Contoh: Pada tahun 2008, rasio sebesar 1,264 berarti bahwa penjualan uang dihasilkan hanya sebesar1,2644 dari total aktiva. Untuk mengukur tingkat penghasil bersih yang diperoleh dari total aktiva perusahaan. Contoh: Pada tahun 2008, rasio sebesar 6,43% berarti bahwa penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 6,43% dari total aktiva. Untuk mengukur tingkat penghasilan bersih yang diperoleh oleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan. Contoh: Pada tahun 2008, rasio sebesar 69,51% menunjukan bahwa tingkat return yang diperoleh perusahaan atas modal yang diinvestasikan adalah sebesar 69,51%

Total assets turn over

2008 = 1,264 / 126,4% 2009 = 1,207 / 120,7% 2010 = 1,429 / 142,9% 2011 = 1,508 / 150,8% 2012 = 1,379 / 137,9%

ROI

2008 = 0,0643 / 6,43% 2009 = 0,0691 / 6,91% 2010 = 0,0379 / 3,79% 2011 = 0,0449 / 4,49% 2012 = 0,0440 / 4,40%

ROE

2008 = 0,6951 / 69,51% 2009 = 0,3176 / 31,76% 2010 = 0,1493 / 14,93% 2011 = 0,1071 / 10,71% 2012 = 0,0994 / 9,94%