Anda di halaman 1dari 24

Penggunaan AINS, Antibiotik,kortikosteroid yang rasional

dr. Sahilah Ermawati

Penggunaan Obat Yang rasional


Pasien Anda duduk didepan Anda, menunggu tindakan pengobatan apa yg akan Anda ambil. Kebanyakan tidak mengerti sedikitpun mengenai obat. Anda perlu memberi penjelasan tentang kemungkinan yg dapat dilakukan.

KASUS : The 1 million sariawan-cure


Laki sekitar 40 tahun Keluhan : Seriawan seminggu, tanpa keluhan lain Berobat : Pemeriksaan laboratorium : Rp. 700.000 Obat dua macam dan makan VIT.C + jeruk banyak: 300.000 jumlah Rp. 1.000.000 Miskonsepsi :

Sariawan TIDAK disebabkan oleh kekurangan vit. C Defisiensi vit. C menimbulkan scurvy, sejenis seriawan yg hebat, tidak saja di mulut tapi di kulit dan bersama tanda kekurangan gizi dan perdarahan Scurvy sekarang hampir tidak ada lagi

Apakah pada waktu itu Anda memikirkan ttg segala kemungkinan yg dapat menjadi kendala, seperti pemilihan obat yg berguna bagi penderita, membatasi yg tidak diperlukan, dan berapa mampu pasien Anda untuk membeli obat yg akan diresepkan? Misalnya, apakah Anda menjelaskan bahwa flu merupakan infeksi virus dan tidak memerlukan antibiotik, bila ia memintanya supaya cepat sembuh, apakah Anda memberinya atau menjelaskan lebih luas mengenai bahaya resistensi

Rational; 1. Obat 2. Dosis 3. Diagnosa 4. Lama pemakaian

Profesionalisme dlm pemakaian obat


Lege artis dengan unsur: Etika dan Kejujuran dalam diri sendiri Kerasionalan
Penyimpangan berat diluar standard profesi perlu diresahkan.

PENGGUNAAN OBAT RASIONAL dipengaruhi oleh:


Pengaturan obat Pendidikan Pengaruh industri obat Informasi / prescribing Information Sistem pelayanan kesehatan Sosio-kultural Semua berperan dlm pemakaian obat !

Sepuluh Pedoman Pengobatan Rasional :


1. Timbanglah manfaat-risiko dgn memperhitungkan prinsip Primum non nocere 2. Gunakanlah pertama-tama obat yg paling established, dan kenalilah obat piihan ini untuk setiap indikasi. 3. Gunakanlah obat pilihan yg anda ketahui paling baik efeknya 4. Batasilah pemberian jenis obat seminimal mungkin 5. Sesuaikanlah dosis obat untuk setiap penderita

(2) Sepuluh Pedoman Pengobatan Rasional :


6. Gunakanlah dosis efektif terkecil. 7. Pilihlah cara pemberian obat yg paling aman, tanpa mengurangi efektivitas. 8. Jangan memilih preparat terbaru, karena barunya. 9. Janganlah ketinggalan menggunakan obat baru yang (lebih) baik. 10. Cocokkanlah kebenaran data promosi pabrik obat.

Beberapa mis-informasi dalam MIMS


Adalat Furosemid HCT Tablet biasa tidak untuk hipertensi : tablet biasa tidak untuk hipertensi : Dosis dianjurkan 50200 mg / hari ; seharusnya 12.5 25 mg / hari Chlortalidone : Untuk hipertensi dianjurkan sampai 100 mg/hari; seharusnya 12.5 25 mg/hari Tranexamic acid: Tidak untuk setiap perdarahan, hanya jika kekurangan fibrinogen Codipront 30 mg : Kontraindikasi untuk semua penderita asma , tidak hanya untuk serangan akut :

Beberapa mis-informasi dalam MIMS (2)


: Kontraindikasi pada acute attack gout : Dosis terlalu besar : Tidak disebut sediaan slow-released : Indikasi infeksi kulit & soft tissue serta upper resp. tract tidak dibenarkan Sefalosporin G1 : Kurang cocok untuk skin & soft tissue dan G2 dan upper resp. tr. Ampisilin : Kurang cocok untuk skin, soft tissue, mulut , dan gigi Ampisilin- klavulanat : Tidak disebut untuk kuman penghasil penisilinase Zyloric Teofilin Felodipin Ciprofloxacin

Pengobatan Rasional diserahkan pasar


PERAN OBAT:
PIL UNTUK SETIAP ILL ?

BATAS KEMAMPUAN OBAT: What drugs may really do, and what it can not do

RESEP DIPENGARUHI

1. 2. 3. 4.

Dokter Industri Pasien Sistem

DIAGNOSIS
FALSE CORRECT INSECURE

CLINICAL ONLY OR WITH DIAGNOSTIC AIDS

FALSE ASSUMPTION + IMAGINATION

THROUGH SCIENTIFIC OR SCIENTIFIC ARGUMENT

DOCTOR : PRIDE PROFIT IGNORANCE * DEFENSIVE


THERAPY

DRUG INDUSTRY FACILITATING SCIENTIFIC IMAGINATION PATIENTS PRESSURE MORE DRUGS USED THAN NEEDED

IRRATIONALITY + ADVERSE REACTIONS INCREASED

Rasional didefinisikan sebagai :


Menggunakan nalar sebagai pertimbangan tertinggi untuk menentukan hal seperti pendapat, perbuatan, penilaian, dsb ; bukan dgn perasaan subyektif

Rasionalitas pengobatan melalui:


obyektif-ilmiah (terpilih) subyektif (banyak bias) pengobatan alternatif (evidence sedikit) cara-cara lain .............

Penyimpangan yg sangat diluar standard profesi perlu diresahkan dlm ilmu pengobatan.

On rational prescribing & the globalization process


Bila seorang dokter diminta untuk menjelaskan mengapa memakai pengobatan tertentu ia harus bisa menjelaskannya dengan terbuka. Pengobatan, seperti keuangan, harus accountable dan auditable. Ilmu kedokteran merupakan ilmu yang transparan.

Treating a Patient
History: Listen to the patient, he tells you the diagnosis Examination: How much is enough? Diagnosis: Lots of guess work and good judgement Treatment: Know your drugs Follow up: Check predictions whether true Post mortem: Learning from mistakes

Prinsip umum penggunaan Anti Biotik


DIDASARKAN RASIO = Manfaat/Resiko 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. TEMPAT INFEKSI SPEKTRUM AB ( INDIKASI) SIFAT FARMAKOKINETIK AB, dll EFEKTIVITAS KLINIS / HASIL UJI KLINIS PENGALAMAN KLINIS KEAMANAN AB POTENSI TIMBULNYA RESISTENSI BIAYA OBAT MASKING EFFECT

STRATEGI PEMILIHAN AB
AB dgn spektrum sesempit mungkin bila kuman penyebab peka; kecuali bila kuman penyebab? Penisilin G sebaiknya tidak diganti dgn ampisilin. Gunakan sebaiknya AB tunggal sebagai rutin dgn dosis cukup. Pilihlah AB yang dianjurkan dalam guidelines. AB yg baik untuk infeksi berat tidak selalu baik untuk yang ringan, misalnya:
FLUOROQUINOLONE AMINOGLIKOSIDA SEFALOSPORIN G 3 LINKOMISIN

ANTIBIOTIK SPEKTRUM SEMPIT


PENISILIN G PENISILIN V ERITROMISIN SPIRAMISIN ROKSITROMISIN LINKOMISIN/ KLINDAMISIN KLARITROMISIN + AZITROMISIN +

Evidence-Based Medicine
Merupakan tuntutan baru dalam profesionalisme pengobatan seorang penderita

Evidence Based Medicine (EBM)


Menggunakan segala pertimbangan bukti ilmiah (evidence) yang sahih yang diketahui hingga kini untuk menentukan pengobatan pada penderita yang sedang kita hadapi. Merupakan penjabaran yang lebih hilir dari istilah professionalism dan pengobatan rasional

Lalu, bagaimana dg evidence pengobatan empirik yg tidak ada uji klinik formal tetapi sangat berguna?
Varisella: cukup mandi teratur. Parotitis epidemika: cukup permen karet. Dikloksasilin atau flukloksasilin untk staph. resisten, juga penisilin prokain tidak dipakai lagi. Probenesid (dosis kecil) telah dilupakan untk gout, walaupun 65% merupakan masalah ekskresi asam urat (alopurinol lebih di-indikasikan untk masalah pembentukan urat).

Seorang perempuan 24 tahun, keluhanya demam.pilek,diare cair,sehari 6 kali, lendir (-), lemes pusing. Suhu 39 derajat. Terapi yang paling rasional yang akan kalian berikan. Seorang laki laki 25 tahun, keluhan nyeri telan. Nyeri telan sudah 4 hari. Demam (+). Pemeriksaan suhu 40 derajat celcius.

Wassalamualaikum wr.wb