Anda di halaman 1dari 4

DIRINYA BUKAN JODOH KU

Assalamualaikum wr.wb... Aku tak tau harus memulai kisahku ini dari mana. Bahkan sangat memalukan serta menyedihkan jika harus mengingat kenangan itu. Kenangan yang ingin ku hapus dalam memori otakku,( Lumpuhkan lah ingatan ku hapuskan tentang dia, hapuskan memori ku tentang dia... hilangkanlah ingatan ku jika itu tentang dia, kuingin melupakannnya ) tapi ku tak mampu. Kenangan dimana aku mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan ku dan banyak belajar akan semua hal. Kisah ku ini mengenai cinta pertama ku atau bahkan mungkin cinta sepihakku. Kisah ku ini bermula saat aku duduk dibangku SD, masih sangat muda tapi itulah yang terjadi. Sebuah kisah yang mungkin hanya aku seorang masih ingat akan hal ini dan mampu menunjukkan arti cinta itu sendiri. Cinta kepada lawan jenis. Aku bahkan tidak begitu mengenal dia, laki-laki yang hingga kini selalu ku sebut dalam setiap untaian doa ku. Aneh memang tapi ini benar-benar terjadi pada ku. Namanya Burhan (nama samaran), waktu itu aku duduk di kelas 5A SD negeri (didekat simpang soak). Pada waktu itu SD ku mengadakan Pesantren kilat yang diadakan setiap bulan puasa, kami semua mengikuti kegiatan yang di adakan di Masjid Al-Hikmah. Seketika itu aku melihat dirinya yang ada didepan kami semua bernyanyi lagu religi. Hati ku pun bertanya suara siapa itu,,,? merdu sekali, dengan wajah penasaran aku pun melihat dia, aku pun bertanya pada teman ku Edo (nama samaran) dan ternyata dia adalah teman sekelas Edo, dari sinilah aku mulai tertarik dengan dirinya. Tak terasa waktu telah berlalu, aku pun telah duduk di kelas 6B. Dahulu aku orangnya sangat pendiam, tak banyak bicara (kurang pandai bergaul) di kelas 6B ini aku bertemu dengan teman lama dan mendapatkan teman baru, dan disisi lain mungkin Allah mentakdirkan aku dan Burhan sekelas. Mengetahui kenyataan bahwa kami sekelas, membuat jantung ku berdegub kencang. Serasa bunga-bunga surga bertebaran disekitarku. Aku bahagia mendapatkan kesempatan bisa dekat dengannya dan lebih mengenalnya lagi. Hari-hari ku berjalan dengan baik seperti biasanya, semakin lama kamisemakin akrab. Ia anak yang baik

dimata ku. Tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, jarang marah bahkan cenderung pendiam. Bergaya ala kadarnya menjadi diri sendiri. Itu yang aku suka darinya. Kami semakin akbrab saja, di setiap kesempatan kami belajar bersama, bahkan bila ada hapalan kami menghapal bersama, pokoknya waktu ku lebih banyak bersama dia, terlebih teman dekat ku Lisa (nama samaran) memergokki kami dikelas berdua, dia menganggap kami pacaran padahal kami sedang menghapal Perjanjian Renvil, Meja Bundar dan lainnya yang termasuk pelajaran IPS. Lisa pun mengunci kami didalam kelas, dalam heningnya kelas kami melanjutkan kembali belajar bersama kami. Semakin sering ku bersama dia timbul lah perasaan yang berkecamuk dihati ini, ku pikir itu hal biasa nggak ngerti apa yang terjadi, namanya juga anak SD. Ada juga momen dimana aku masih ingat betul, anak yang lainnya jajan di warung sewaktu istirhat dia hanya diam di kelas. Dan pada saat itu aku terkejut dia mau meminjam uang ku karena ia ingin jajan, sontak saja ku pinjam kan uang ku padanya, entah karena rasa iba atau itu respon karena aku suka dia. Waktu berlalu begitu saja, pada saat itu semester 2 kelas 6. Aku mendengar kabar kalau Burhan ingin pindah. Mendengar hal itu aku terkejut dan sedih, karena tanpa satu kata pun dia tidak pernah bicara tentang kepindahan nya dan aku pu merasa akan kehilangan orang yang aku suka sekaligus teman ku. Burhan pun pindah bertepatan dengan hari Milad ku, masih ingat betul untuk yang terakhir kalinya aku melihat dia di kantor Kepsek dari kelas ku. Di dalam hati ku ini berkata aku akan mencari mu dan menunggu mu, entah kenapa aku bisa berkata seperti itu. Di Setiap doa ku selipkan namanya agar dapat bertemu kembali. Hari-hari berlalu tanpa dia disekolah, dan pada akhirnya aku pun Lulus dari SD itu. Aku berhasil masuk SMP yang ku inginkan. Entah kenapa diselah-selah kesendirian ku, tibatiba aku teringat kembali akan sosok Burhan... Sedih, gunda, dan serba salah. Untuk mengisi waktu luangku aku pun mengikuti kegiatan yang ada di SMP ku, dan aku pun merasa tertarik dengan kegiatan Pencak Silat. Aku mengikuti kegiatan itu dengan sepenuh hati walau lelah akan tetapi aku bahagia karena untuk sesaat aku lupa dengan Burhan. Waktu berjalan begitu saja tak terasa aku pun telah SMA, aku aktif disemua kegiatan sekolah yang ada dari Osis, Extrakulikuler Voly dan kegiatan Pramuka, tak jarang aku sering mendapatkan panggilan lomba baik dalam bidang akademik maupun olahraga. Dan tak sedikit pun aku ingat akan Burhan.

Setelah tamat SMA aku jeda beberapa bulan untuk mempersiapkan diri masuk ke Perguruan Tinggi. Alahamdulillah aku masuk ke Universitas Islam yanga ada di Palembang. Pada waktu senggang tepatnya tahun 2012 aku membuka situs jejaring sosial ku. Terlintas dipikiran ku aku ingin mencari Burhan, berminggu-minggu ku cari jejaring sosialnya dan akhirnya ketemu. Aku pun mulai mencari tau tentang dirinya, ternyata dia menajdi mahasiswa di Universitas Islam Bengkulu. Aku sangat senang sekali karena bisa menemukan dirinya walau hanya dijejaring sosial. Ku kirimkan pesan pada nya Aku : Assalamualaikum,, Maaf sebelumnya... saya mau tanya bener gx ini Burhan yang dulu pernah bersekolah di SD Negeri 163 Palembang. Burhan : Afwan baru dibales, soalnya jarang buka FB. Ia betul itu saya.. Aku : btw kamu masih ingat gx dgn aku ...??? (sontak saja ku balas seperti itu) Hari demi hari ku tunggu balasan pesan dirinya, dan sampai sekarang tidak ada jawabanya. Pikir ku, ah.. mungkin dia sibuk, dia kan ikut Rohis dan berbagai macam aktivitas. Seperti biasa aku kepo dengan kegiatan dirinya yang selalu ia Updete di Facebook. Senang sekali bisa mengetahui semua kegiatannya. Dan tiba saat itu aku melihat Facebooknya, aku pun melihat Foto Sampul nya bersama seorang wanita, pikir ku itu adiknya. Tapi semakin lama hati ini semakin tak tenang, ada apa ini.? Apa yang terjadi? Mungkinkah?. Banyak sekali pertanyaan aneh yang muncul didalam hati ku. Akhirnya aku selidiki wanita itu dan ternyata... ??? OMG itu pacar nya dan dia udah bertunangan, Setelah melihat itu semua, bagai langit jatuh di kepalaku lengkap dengan petirnya Alay , aku sakit akan perasaaan itu sendiri. Mungkin karena Allah tau bahwa rasa sukaku ke dia melebihi cinta ku pada-Nya hingga ia berikan ujian hati ini. Dalam hati ku berbicara jika dirinya bukan jodohku apakah aku akan tetap mencintai dan menantinya . ... Jika aku bukan jodohmu, kuberhenti mengharapkan mu,,, jika aku memang tercipta untukmu ku kan memiliki mu, jodoh pasti bertemu ... Kenapa, aku terlalu berharap dengan penantian ku selama ini yang membuat aku jadi Galau Sepanjangan, Jadi semua ini sia-sia?!, dan selain itu ku dengar juga dia akan melangsungkan pernikahan dengan pilihannya Galau Tingkat Dewa .

Tragis rasanya mengingat kisah cinta pertama ku ini, mungkin ini hanya cinta sepihak. Sejuta harapan ku hilang bersama rasa suka itu, tinggalah diri ini meratap dalam kesedihan. Adakah cinta kan kembali?. Perjalanan cinta berakhir, engkau telah menjadi milik orang lain. Namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku pada-Mu ya Robb. Hal ini lah yang membuat ku sangat sakit. Perih memang... bila mencintai seseorang tapi ternyata dia memilih yang lain. Tapi semua itu telah menjadi garis dari Allah, jadi sekarang aku sadar tak ada gunanya terus larut dalam kesedihan, ketika gayung cinta tak bersambut. Tak ada gunanya menyesali rasa yang pernah ada, karena itu adalah bagian dari proses pendewasaan diri. Jadi, aku akan berdamai dengan keputusan Allah ini. Terima dengan senang hati dan tak akan bersedih karenanya. Dan aku yakin Allah telah mempersiapkan seorang terbaik untukku. Dan dia pasti akan datang disaat yang tepat. Karena apa yang buruk bagimu belum tentu tidak bagus untukmu, tetapi apa yang menurut kamu baik belum tentu baik bagi dirimu.

Saya membuat kisah cinta pertama ku ini karena terinspirasi dari buku karangan Burhan Sodiq Et Al. Dan semoga ini bisa menjadi kenangan untuk memproses diri ini menjadi lebih dewasa. Terimakasih untuk kedua orang tua, adik ku, saudara/i ku dan temanteman ku, tanpa kalian aku mungkin tak kan mampu menjalani atau melewati ini semua. dan tak lupa rasa Syukurku pada-Mu ya Robb... Alahamdulillah Wasalamualaikum wr. wb

By_ Feramulya Pratamasari Kisah nyata ku.