Anda di halaman 1dari 37

P R E S E N TA S I K A S U S

HIDROSEFALUS

Disusun Oleh : Desti Priani C111 09 318 Pembimbing : dr. Faisal Lukman Bawanong

Supervisor : Prof.Dr.dr. A. Asadul Islam, Sp. BS


DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU BEDAH KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

IDENTITAS PASIEN
Nama Umur JK RM MRS Jaminan Ruangan Bed 6 : By. K : 11 bulan : perempuan : 603417 : 12/08/2013 : Jamkesmas : Lt.3 Bedah Saraf Kmr 4,

Keluhan Utama

Kepala Membesar

ANAMNESIS
Dialami sejak lahir, awalnya tidak terlalu tampak, tapi sejak berumur 4 bulan, kepala pasien mulai membesar dan semakin lama semakin parah sehingga pasien tidak dapat membalikan badannya sendiri. Demam tidak ada, Riwayat demam tidak ada, riwayat mual dan muntah tidak ada, riwayat kejang tidak ada, riwayat sesak tidak ada, riwayat trauma tidak ada, riwayat kelainan yang sama dalam keluarga tidak ada. Riwayat kehamilan ibu kontrol di bidan. Ibu tidak pernah sakit selama hamil. Ibu tidak pernah konsumsi vitamin dan suplemen selama kehamilan, tidak pernah minum jamu-jamuan selama kehamilan. Riwayat keguguran tidak ada. Riwayat kelahiran bayi lahir spontan di tolong oleh bidan, segera menangis BBL = 4700 gr PB= 50 cm, LK =tidak diketahui. Pasien merupakan anak keenam. BAB: biasa BAK: kuning, lancar

Anamnesis Terpimpin

PEMERIKSAAN FISIS
Status Generalisata :

Sakit sedang/Gizi cukup/ Compos mentis (E4V5M6) BB : 11 kg PB : 77 cm LK : 58 cm Tanda Vital: TD Nadi Pernapasan Suhu aksilla

: 100/70 mmHg : 96x/menit : 26x/menit : 37,2C

Cont Status Regional


Kepala Inspeksi : tampak pembesaran secara difus terutama lobus fronto-occipital, tampak pelebaran vena, tidak tampak massa tumor Palpasi : ubun-ubun belum menutup (ant fontanel 10x14cm post fontanel 6x8cm) kesan penuh, massa tumor tidak teraba, nyeri tekan tidak ada. perkusi : cracked pot

Cont
Mata : konjungtiva kedua mata tidak anemis,

sklera tidak ikterus. sunset sign (+) Hidung: tidak tampak kelainan Bibir : tidak tampak sianosis Leher Inspeksi : warna kulit sama dengan sekitar, tidak ada hematoma Palpasi : massa tumor dan pembesaran kelenjar getah bening tidak teraba, nyeri tekan tidak ada

Jantung Inpeksi : iktus kordis tidak tampak Palpasi : iktus kordis tidak teraba Perkusi : Pekak Auskultasi : BJ I/II murni reguler, bising (-) Abdomen Inspeksi : datar, ikut gerak nafas Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal Palpasi : massa tumor tidak ada, nyeri tekan tidak ada, hepar/lien tidak teraba. : Timpani

Cont

Perkusi

Cont
Vertebra
Inspeksi : Alignment tulang baik, tidak tampak massa tumor, warna kulit sama dengan sekitarnya Palpasi : Massa tumor tidak teraba, nyeri tekan tidak ada

Cont
Ekstremitas Ekstremitas superior kanan dan kiri Inspeksi : tidak ada kelainan Palpasi : nyeri tekan(-) Ekstremitas inferior kanan dan kiri Inspeksi : tidak ada kelainan Palpasi : nyeri tekan (-)

Status Neurologis Cont


Tanda rangsang meningeal : Kaku kuduk : tidak ada Kernig sign : tidak ada Lasegue : sulit dinilai Brudzinsky : tidak ada Nervi Craniales : 1. N. Olfaktorius Penciuman

kiri kanan tidak dilakukan pemeriksaan

Cont..
2. N. Opticus : Visus Lap. Pandang Pupil Bentuk Ukuran Isokor/anisokor Midriasis/miosis RCL RCTL kiri kanan tidak dilakukan pemeriksaan sdn sdn Bulat Bulat 2 mm 2 mm isokor normal + + + +

Cont..
3. N. Occulomotorius,Tochlearis,Abducens : kiri kanan Diplopia sdn sdn Ptosis tidak ada tidak ada Strabismus tidak ada tidak ada Exophtalmus tidak ada tidak ada Gerakan bola mata ggn N.3 ggn N. 3

Cont..
4. N. Trigeminus : kiri kanan Motorik Menggigit Trismus Refleks kornea Sensorik Dahi sdn Pipi Dagu

sdn (-) (+)

sdn (-) (+)

sdn
sdn sdn sdn sdn

Cont..
5. N. Facialis : Motorik Sensorik 6. N. Cochlear : Pendengaran N. Vestibularis : Nistagmus Vertigo kiri dbn sdn kiri dbn sdn sdn kanan dbn sdn kanan dbn sdn sdn

Cont..
7. N. Glossopharyngeus dan N. Vagus : kiri kanan Arcus phryngeus sdn sdn Uvula sdn sdn Gang. Menelan sdn sdn Suara sesak/sengau dbn dbn Denyut jantung dbn dbn

Cont..
8. N. Accesorius :

kiri
Mengangkat bahu Memutar kepala 9.N.Hypoglossus: Mengulur lidah Disartria tdp tdp

kanan tdp tdp

sdn sdn sdn

sdn

Cont..
Motorik lengan dan kaki

Lengan Kekuatan Tonus


Kaki Kekuatan Tonus Klonus Paha Kaki

kiri dbn normal


kiri sdn dbn tidak ada tidak ada

kanan dbn normal


kanan sdn dbn tidak ada tidak ada

Gait dan keseimbangan : tidak dilakukan

pemeriksaan Gerakan abnormal : tremor (-)

LABORATORIUM 26/07/2013
Pemeriksaan RBC WBC HGB HCT Hasil 4,38 7,1 11.4 36 Nilai Normal 4.00 - 6.00x 106 4.00 - 11.0 X 103 12.0 - 16.0 Natrium 37.0 - 48.0 Kalium 4,5 107 3,5-5,1 97-111 139 136-145 GDS SGOT SGPT 98 36 16 < 140 <38 <45

PLT
CT BT
PT INR aPTT

242
7 00 3 00
9,3 (11,5) 0,8 27 (26,6)

150 - 400x 103


Clorida 4-10 1-7
10-14

22,0-30,0

CT-SCAN KEPALA AKSIAL TANPA KONTRAS 10/04/2013

Tampak area kistik pada fosssa posterior yang berhubungan dengan ventrikel IV disertai dilatasi sistem ventrikel dan hypoplasia vermis cerebelli. Sulci dan gyri dalam batas normal Midline tidak shift

Tulang-tulang intak

Kesan : Dandy-Walker syndrome

RESUME
Seorang bayi perempuan, usia 11 bulan 7 hari datang

dengan keluhan kepala membesar yang dialami sejak lahir, awalnya tidak terlalu tampak, tapi sejak berumur 4 bulan, kepala pasien mulai membesar dan semakin lama semakin parah sehingga pasien tidak dapat membalikan badannya sendiri. Pada pemeriksaan fisis ditemukan pembengkakan pada kranium secara diffuse terutama regio fronto-occipital dengan lingkar kepala 58 cm. Ubun-ubun belum menutup (anterior fontanel 10x14 cm dan posterior fontanel 6x8cm) dan terkesan penuh. Sunset sign (+), cracked pot (+). Pada pemeriksaan CT Scan Kepala potongan aksial tanpa kontras kesan Dandy-Walker syndrome.

DIAGNOSA
D/ hidrosefalus

RENCANA TERAPI
VP shunt

DISKUSI

Hidrosefalus
Yunani
Hydro = air Cephalus = kepala

Hidrosefalus merupakan akumulasi cairan

serebrospinal (cerebrospinal fluid/CSF) yang berlebihan di ruang intrakranial yang bisa terkumpul di bagian ventrikel atau subaraknoid yang membuat dilatasi pada sistem ventrikularis serebri. Kelainan ini dapat disebabkan oleh produksi CSF yang berlebihan, sumbatan pada laju CSF ataupun intervensi pada absorpsi CSF.

Hidrosefalus

Anatomi

Etiologi
3

gangguan hydrocephalus:

yang

dapat

menyebabkan

Gangguan pada pembentukan CSF Obstruksi pada aliran CSF Gangguan pada absorpsi CSF

Berdasarkan patofisiologi :
Hidrosefalus obstruksi Kongenital Didapat Hidrosefalus komunikans

Manifestasi Klinis
Bayi (sebelum penutupan ubun-ubun)
Pembesaran kranium secara menyeluruh terutama

fronto-occipital Ubun-ubun terkesan penuh Dilatasi pembuluh darah vena Sunset sign Cracked pot Nervus optikus atrofi

Manifestasi klinis
Dewasa
Sakit kepala dan muntah (peningkatan TIK) Papilloedema Spasme esktremitas bawah disertai dengan hiper-

refleksia

Diagnosis
Lingkar Kepala

Foto X-ray Kepala


USG anterior fontanel CT scan kepala MRI kepala

Hidrosefalus pada CT scan

Komplikasi

Peningkatan TIK

Herniasi tonsiler

Kompresi batang otak

Gagal napas Koma Kematian

Penatalaksanaan
Hampir semua kasus hidrosefalus memerlukan

intervensi bedah saraf Tujuan operasi adalah menurunkan TIK agar kerusakan neurologis dapat kembali normal/dicegah Jenis Penatalaksanaan : 1. Medikamentosa 2. Shunting : - Eksternal - Internal : VS, VA, VB, VM, VP

Prognosis
Tanpa tindakan operasi, angka kematian

mencapai 20-25% dan bagi yang bertahan akan memiliki gangguan fisik dan mental yang berat. Prognosis pada pasien yang dioperasi tergantung ada atau tidaknya anomali yang menyertai, etiologi, tingkat keparahan serta respons terhadap terapi.