Anda di halaman 1dari 5

DISTORTION ANALYZER HP 334A

I.

Tujuan Percobaan 1. Dapat mengoperasikan dan menggunakan peralatan Distortion Analyzer tipe HP 334A untuk pengukuran nilai Distorsi Harmonik Total (THD) dan tegangan efektif (RMS Voltmeter). 2. Dapat melakukan analisa distorsi sinyal pada: amplifier, filter dan sinyal pembawa AM.

II.

Landasan Teori Distortion Analyzer model HP 334A adalah alat ukur Distorsi Harmonik Total

(THD) hingga di bawah 0,1% dari suatu sinyal dengan frekuensi fundamental antara 5 Hz sampai 600 Hz yang harmoniknya mencapai 3 MHz. HP 334A mempunyai fasilitas automatik null dan detektor Modulasi Amplitudo (AM detector) dari frekuensi 550 KHz hingga 65 MHz. HP 334A juga dapat berfungsi sebagai alat ukur tegangan efektif (RMS Voltmeter) dengan batas frekuensi antara 5 Hz hingga 3 MHz. Batas tegangan yang dapat diukur adalah 300 V hingga 300 V. Aplikasi Alat ini banyak digunakan untuk menganalisa distorsi sinyal-nya pada: Amplifier Filter Sinyal pembawa AM Dll

Keterangan Panel Depan Dan Belakang Lihat pada gambar rangkaian. 1. Saklar POWER ON dan lampu indikator ON. 2. Meter penunjuk distorsi dan level tegangan sinyal input. 3. Saklar MODE untuk memilih mode operasi manual atau automatik dari Wien bridge tuning.

4. Saklar FREQUENCY RANGE untuk memilih frekuensi range yang sesuai dengan frekuensi fundamental sinyal input. 5. COARSE BALANCE digunakan sebagai pengatur kasar dari sirkuit Wien Bridge agar seimbang. 6. FINE BALANCE digunakan sebagai pengatur halus sirkuit Wien Bridge agar seimbang. 7. Pemutar frekuensi untuk menala Wien Bridge ke frekuensi dasar sinyal input. 8. Saklar HIGH PASS FILTER digunakan pada saat sinyal input di atas 1 kHz dan peralatan diset pada SET LEVEL dan DISTORTION. Pada saat filter digunakan (IN), maka frekuensi sinyal input 50 60 Hz akan diredam sebesar 40 dB. 9. Konektor OUTPUT untuk memonitor keluaran sirkuit meter dengan osiloskop, RMS Voltmeter atau Wave Analyzer. 10. Frequency Vernier digunakan untuk pemutar halus pemutar frekuensi. 11. Saklar METER RANGE digunakan untuk memilih full scale range dari meter dalam satuan persen, dB dan Volt rms. 12. Pemilih SENSITIVITY untuk memberikan penurunan level sinyal input dalam 10 dB/ step dari 0 hingga 50 dB, dalam keadaan saklar FUNCTION pada posisi SET LEVEL dan DISTORTION. 13. SENSITIVITY VERIER digunakan sebagai pengatur halus dan dalam memilih sensitivitas alat. 14. Pemutar nol secara mekanik dari meter saat alat off. 15. Saklar FUNCTION digunakan untuk memilih operasi yang diinginkan terhadap instrumen. 16. Penghubung pendek antara ground circuit dengan ground chasis. 17. Terminal INPUT. 18. Saklar NORM RF DET untuk memilih terminal input dari depan atau dari belakang melalui konektor RF INPUT. 19. Konektor RF INPUT digunakan sebagai terminal input dari sinyal pembawa AM RF. 20. FUSE sebagai pembatas arus listrik terhadap instrumen. Perhatian Sinyal input jangan lebih dari: 330 V di atas 100 Hz 50 V di atas 1 kHz 2

III. Gambar Rangkaian Panel dapan

Panel belakang

IV. Peralatan dan Bahan 1. Distortion Analyzer tipe HP 334A 2. Function Generator HP 3312A 3. Osiloskop 4. Kabel BNC to BNC 2 buah 5. Kabel BNC to Banana 2 buah V. Langkah Kerja a. Nyalakan instrumen. b. Atur NORM-RFDET SWITCH ke posisi NORM. c. Putar salkar FUNCTION ke SET LEVEL. d. Saklar MODE ke posisi manual.

1. MODE MANUAL

e. Apabila sinyal input lebih besar dari 1 kHz, set saklar HIGH PASS FILTER ke posisi IN. f. Putar SENSITIVITY ke posisi MIN dan aturlah VERNIER ke posisi maksimum berlawanan arah jarum jam. g. Putar saklar METER RANGE ke SET LEVEL dan aturlah BALANCE COARSE serta FINE tuning ke posisi tengah. h. Hubungkan sinyal input dari Function Generator HP 3312A dengan frekuensi 50, 1000, dan 10000Hz. i. Putar saklar SENSITIVITY sedemikian sehingga meter menunjuk lebih dari 1/3 skala meter maksimum. j. Atur SENSITIVITY VERNIER untuk memaksimumkan penunjukkan pada skala meter bila pengukuran distorsi dalam persen, dan bila diinginkan distorsi dalam dB atur SENSITIVITY VERNIER sehingga meter penunjuk pada 0 dB. k. Atur FREQUENCY DIAL ke frekuensi dasar sinyal input. l. Putar saklar FUNCTION ke posisi DISTORTION. m. Aturlah FREQUENCY DIAL VERNIER dan BALANCE COURSE serta FINE sedemikian sehingga penunjukkan meter minimum. Turunkan saklar METER RANGE sedemikian sehingga meter penunjuk berada di tengah skala meter. n. Ulangi langkah m hingga diperoleh hasil penunjukkan meter yang terkecil. o. Hasil pembacaan distorsi dalam persen atau dB dapat diukur berdasarkan penyimpangan penunjuk meter dengan saklar METER RANGE. Contoh: Bila penunjuk meter 0,4 dan saklar METER RANGE pada posisi 1% berarti distorsi adalah 0,4%. Pada kondisi yang sama , bila meter penunjuk -6 dB dan saklar METER RANGE pada posisi -40 dB, maka hasil pengukuran adalah -46 dB. p. Tegangan rms sinyal input dapat langsung diukur dengan cara merubah saklar FUNCTION ke posisi VOLTMETER dan ubah METER RANGE sedemikian sehingga penunjukkan terbaca dengan baik. 2. MODE AUTOMATIC a. Lakukan praktek pengukuran seperti di atas mulai dari langkah a sampai l.

b. Aturlah FREQUENCY DIAL VERNIER dan BALANCE COURSE serta FINE sedemikian sehingga penunjukkan meter minimum. c. Pada saat meter menunjukkan 10% dari SET LEVEL, ubah saklar MODE ke posisi AUTOMATIC. d. Putar METER RANGE sedemikian hingga jarum penunjuk terlihat di tengah skala meter. e. Hasil pembacaan distorsi dalam persen atau dB dapat diukur berdasarkan penyimpangan penunjuk meter dengan saklar METER RANGE. Contoh: Bila meter penunjuk 0,4 dan saklar METER RANGE pada posisi 1% berarti distorsi adalah 0,4%. Pada kondisi yang sama apabila meter penunjuk berada pada -6 dB dan saklar METER RANGE pada posisi -40 dB, maka hasil pengukuran sebenarnya adalah -46 dB. f. Tegangan sinyal input dapat langsung diukur dengan cara mengubah saklar FUNCTION ke posisi VOLTMETER. Ubahlah METER RANGE sedemikian sehingga jarum penunjuk terbaca dengan baik.