Anda di halaman 1dari 3

2

Iblis
Mungkin beberapa di antara kalian bertanya-tanya, Apa itu ghrandir? Atau mungkin akan mengeluh angkuh, Ghrandir? Aaah... makhluk fantasi lagi? Pertanyaan yang harusnya kalian ajukan adalah Ghrandir? Apakah makhluk itu benar-benar ada? atau Apakah mereka hidup di sekitar kita? Jika itu pertanyaan kalian, maka akan dengan yakin kujawab, Ya. Ghrandir benar-benar ada. Sebagian berbaur bersama manusia, sebagian lain memilih mengasingkan diri. Mungkin beberapa dari teman kalian adalah seorang ghrandir. Bahkan mungkin kalian sedang bersama teman tersebut saat ini. Yang jelas, ghrandir hidup di antara kalian, para manusia. Mereka ada di tiap belahan dunia. Di negeri ini sendiri, ghrandir sudah adasetidaknya itu yang kudengar dari Ibu, tapi kuyakin jauh sebelum itusejak zaman kerajaan. Mereka membantu sejumlah kerajaankerajaan untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka. Kekuatan ghrandir terlalu mengerikan dan kadang tak terkontrol. Karena itulah mereka dianggap tidak pantas menjadi pemimpin di antara manusia, bahkan tidak pantas untuk diceritakan dalam sejarah agar tidak menjadi kisah yang ditakuti di kemudian hari. Ada iblis dalam diri tiap-tiap ghrandir. Iblis yang begitu destruktif. Iblis yang terkadang tak bisa dikendalikan. Ia akan mengambil alih tubuh seorang ghrandir jika amarah ghrandir tersebut tak bisa dibendung lagi. Ia akan mengganti wujud manusia seorang ghrandir dengan wujudnyawujud yang ada di benak kalian jika mendengar kata monster: tinggi besar, berambut panjang, mata yang bersinar, kuku-kuku dan gigi-gigi yang besar dan tajam, bertanduknamun ada beberapa yang tidak, bersayap menyerupai kelelawar, dan berekor namun juga ada beberapa yang tidak. Dengan wujud seperti itu, mereka akan bertarung layaknya binatang buas dengan tangan, kuku, kaki, dan tentu saja gigi-gigi mereka yang jauh lebih tajam dari pedang manapun.

Ghrandir yang telah berubah menjadi iblis akan kembali ke wujud manusia jika ia sendiri yang menghendakinya, ataupun pingsan atau hilang kesadaran. Namun itu bukan berarti kematian juga akan mengubah ghrandir kembali ke wujud manusia. Jika ia mati dalam wujud iblis, maka itulah wujud akhirnya. Tidak akan kembali menjadi manusia lagi. Kuharap itu tidak terjadi padaku. Menurut penuturan ibuku, kami ada karena dahulu kala, nenek moyang kami membuat kesepakatan dengan iblisiblis sesungguhnyauntuk tujuan tertentu. Ia rela berbagi tubuh dan darah dengan seorang iblis selamanya. Yang ia tidak tahu, tubuh dan darah itu diwariskan sampai ke anak cucunya. Sampai hari ini. Sampai ke negeri ini. Nama ghrandir sendiri diambil dari bahasa yang pernah digunakan di zaman nenek moyang kami duluentah di belahan bumi mana. Kami tak tahu apa artinya. Tapi jika dilihat dari kondisi ini, mungkin artinya adalah iblis, kegelapan, atau semacamnya. Di negeri ini sendiri, kebanyakan ghrandir memilih mengasingkan diri di perkampungan-perkampungan kecil di pelosok-pelosok dengan pondok kayu sebagai tempat berteduh. Sedikit sekali ghrandir yang memilih untuk berbaur dengan manusia. Ghrandir yang memilih untuk hidup seperti itu adalah ghrandir yang hebat. Karena mereka bisa mengendalikan iblis di dalam diri mereka sehingga tidak berbahaya lagi bagi manusiamanusia di sekitarnya. Mereka bisa berubah menjadi iblis dan kembali lagi jadi manusia sesuka hati mereka. Dan jika sudah bisa mengendalikan diri seperti itu, biasanya keturunannya pun akan terbebas dari kutukan ini. Iblis takkan turun ke tubuh dan darah mereka. Dan seperti yang kukatakan tadi, melakukan itu tidaklah mudah. Dibutuhkan kesabaran dan pengendalian diri yang luar bisa, sementara sifat dasar seorang ghrandir adalah temperamentalamat temperamental. Karena itulah masih banyak ghrandir yang terjebak di perkampungan-perkampungan sementara mereka sangat ingin bebas dan menikmati perkotaan. Tapi ada juga yang sudah bisa mengendalikan diri dengan baik, namun terlambat. Orangtuaku contohnya. Rasa sayang dan ketidakinginan untuk menyakiti anak-anaknya membuat iblis dalam tubuh mereka enggan keluar. Namun mereka tidak bisa santai karena anak-anak mereka masih ada yang belum bisa mengendalikan iblis dalam tubuhnya. Karena itulah sekalipun mereka benar-benar ingin keluar dari perkampungan ini, mereka tidak bisa. Sekalipun kami tinggal di pelosokyang tidak boleh kusebutkan tepatnya di mana, kami tidak pernah ketinggalan perkembangan dunia luar. Kami selalu mengikuti peristiwaperistiwa yang ada dengan sesekali mampir ke kota. Kami tahu siapa presiden saat ini, tahu 3

bencana apa yang baru saja melanda, tahu seperti apa perkembangan teknologi saat ini, tahu fashion yang tengah trend saat ini, tahu artis atau grup band mana yang sedang ngetop saat ini, bahkan tahu tentang keseharian mereka karena kebanyakan wanita-wanita di kampung ini menyukai program infotainment, dan mereka sering sekali membicarakannya. Untuk berjaga-jaga jika diperlukan, sebagian besar dari kami juga ada yang bekerja untuk mengumpulkan uang. Ada yang jadi petani, berjualan di pasar, dan sebagainya. Bagaimana kami bisa begitu mudah pergi dan kembali dari kampung ke kota dan kota ke kampung? Sederhana saja. Kami memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah berlari secepat kilat. Untuk menempuh jarak satu kilometer, kami cuma butuh waktu satu detik. Hebat, bukan? Kelebihan lain adalah mampu melompat sangat tinggi, melihat dalam gelap dengan sangat jelas, kekuatan yang luar biasa, serta insting yang kuat. Itu kelebihan kami saat berwujud manusia. Bayangkan apa yang bisa kami lakukan saat berwujud iblis. Banyak kampung ghrandir di negeri ini yang sekilas hanya terlihat seperti kampung biasa agar tidak menarik kecurigaan manusia yang mungkin menemukan kampung tersebut secara tidak sengaja. Masing-masing kampung dihuni oleh klan yang berbeda. Klan kampungku bernama Validha. Letak kampung kami amat jauh di dalam hutan dan tersembunyi di rerimbunan pepohonan. Tidak ada manusia yang pernah datang ke sini sejak zaman kakekku karena letaknya yang begitu sulit ditemukan. Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari tiap-tiap klan. Hanya saja, klan menunjukkan eksistensi kami, harga diri kami. Semakin besar nama dari sebuah klan di kalangan ghrandir, maka semakin besar harga diri kami. Dan dengan begitu, semakin kami disegani. Klan Validha adalah satu dari dua klan terbesar yang ada di negeri ini. Satu klan lagi bernama Zharull. Dan mereka musuh kami.