Anda di halaman 1dari 14

KOLEJ KEJURURAWATAN KUALA TERENGGANU 20400 KUALA TERENGGANU TERENGGANU ________________________________________________________________ PELAN MENGAJAR NAMA PENGAJAR : KURSUS SEMESTER

KUMPULAN JUMLAH PELATIH TOPIK SUBTOPIK TARIKH / MASA : : : : : : Rahana bt. Othman : Diploma Kejururawatan Semester 1 Tahun 2 Januari 2007 49 Orang Gangguan Sistem Pernafasan Bronchitis 1 Jam

OBJEKTIF PEMBELAJARAN : OBJEKTIF AM: Memberi pengetahuan Am kepada pelajar tentang penyakit Bronkitis dan kefahaman dalam penjagaan pesakit yang mengalami penyakit tersebut. OBJEKTIF SPESIFIK ( INSTRUCTIONAL OBJECTIVES) : Di akhir sesi pembelajaran pelatih pelatih akan dapat :1. Menyatakan definisi bronchitis 2. Menyatakan klasifikasi bronchitis 3. Menyatakan insiden bronchitis 4. Menyatakan etiologi bronchitis 5. Menerangkan patofisiologi bronchitis 6. Menyatakan manifestasi klinikal penyakit bronchitis. 7. Menerangkan asesmen klien dengan bronchitis 8. Menyatakan pengurusan bronchitis 9. Menerangkan intervensi kejururawatan untuk klien dengan bronchitis 10. Menerangkan komplikasi bronchitis

METODOLOGI PENGAJARAN :

Syarahan 1 jam Tutorial - 1 jam

RINGKASAN KANDUNGAN : 1. Definisi bronchitis 2. Klasifikasi bronchitis - acute - chronic 3. Insiden bronchitis 4. Etiologi bronchitis - iritasi pada bronchus - infeksi pada salur pernafasan - persekitaran 5. Patofisiologi bronchitis 6. Manifestasi klinikal penyakit bronchitis. Acute bronchitis - Dyspnea - Cough - Fever - Tachycardia Chronic bronchitis -chronic cough - shortness of breath - wheezing - decrease exercise tolerance 7. Asesmen klien dengan bronchitis -objective data - subjective data 8. Pengurusan bronchitis - Pharmacology - Non pharmacology - Chest physio / postural drainage 9. Intervensi kejururawatan untuk klien dengan bronchitis 1. Kelawasan salur pernafasan tidak efektif berkaitan dengan peningkatan penghasilan mucus 2. Gangguan pertukaran gas berkaitan dengan aliran udara yang terhad dan penghasilan mucus 3. Intoleran aktiviti berkaitan dengan bekalan oksigen tidak seimbang dengan keperluan. 4.Defisit pengetahuan berkenaan dengan regim ubatan dan teknik penjagaan diri . 10. Menerangkan komplikasi bronchitis - Atelectasis - Bronchiectasis - Emphysema

AKTIVITI Aktiviti pengajar : Memberi syarahan, membahagikan pelajar pada 8 kumpulan ,memberi assignment, menjadi fasilitator, menyoal soalan Aktiviti Pelajar : Mendengar, Memerhati, mengambil nota, berbincang dalam kumpulan ,menyoal dan menjawab soalan, mempersembahkan hasil perbincangan. ________________________________________________________________ SUMBER LATIHAN /AVA : LCD (Power Point) White board OHP/ Transparensi ________________________________________________________________ PENILAIAN /ASSESMEN : Menjawab soalan pendek. ________________________________________________________________ PENGETAHUAN SEDIA ADA PELAJAR: Pelajar sudah belajar anatomi dan fisiologi system pernafasan. ________________________________________________________________ RUJUKAN 1. Susan F. Wilson, Jun M. Thompson(1990). Respiratory disoders, Mosbys Clinical Nursing Series. 2. Steven E. Weinberger, MD.(1992). Principles of Pulmonary Medicine, W.B. Saunders Company. 3. Burke Lemone Mohn-Brown, Medical-surgical Nursing care,New Jersey 2003

MASA Lecture 3 jam Tutorial 2 jam

KANDUNGAN

AKTIVITI PENGAJAR

AKTIVITI PELAJAR

KAEDAH PENILAIAN

1.Definisi bronchitis 2.Klasifikasi bronchitis - acute - chronic 3.Insiden bronchitis 4.Etiologi bronchitis - iritasi pada bronchus Syarahan - infeksi pada fasilitator salur pernafasan - persekitaran 5. Patofisiologi bronchitis 6. Manifestasi klinikal penyakit bronchitis. Acute bronchitis Menyoal - Dyspnea Rumusan - Cough Keseluruhan - Fever - Tachycardia Chronic bronchitis -chronic cough - shortness of breath - wheezing - decrease exercise tolerance 7. Asesmen klien dengan bronchitis -objective data - subjective data 8. Pengurusan bronchitis - Pharmacology - Non pharmacology - Chest physio / postural drainage

Mendengar Mencatit Nota Pemerhatian & soaljawab Berbincang dalam kumpulan dan Presentasi

9. Intervensi kejururawatan untuk klien dengan bronchitis 1. Kelawasan salur pernafasan tidak efektif berkaitan dengan peningkatan penghasilan mucus 2. Gangguan pertukaran gas berkaitan

OBJEKTIF KONTEN PEMBELAJARAN Set Induksi Infeksi dan inflamasi pada bahagian bawah sistem respiratori adalah biasa. The respiratory tree sentiasa terdedah pada persekitaran di mana udara bergerak masuk dan keluar dari lower respiratory tract. Tambahan pula, oropharynx adalah dikoloni (colonized) oleh sebilangan besar microorganisma dan disedut ke dalam bronchial tree . Kedua anatomi dan fisiologi membantu mengekalkan sterility dari lower respiratory tract. Tetapi bila pertahanan diganggu, berisiko untuk meningkatkan infeksi dan menekan reflex batuk. Contohnya ianya diganggu oleh : -ubatan, -alcohol, atau -penyakit neuromuscular Linkage Jadi, bila terdapat gangguan/infeksi di bahagian bronchus menyebabkan inflamasi di bronchus yang dipanggil bronchitis. Definisi bronchitis : Bronchitis merupakan inflamasi pada bronchi , mungkin satu keadaan akut atau kronik. Terdapat dua keadaan bronchitis : 1. Bronkitis akut (acute bronchitis) Inflamasi pada bronchi secara akut dan keadaan yang biasa sahaja (typically) ,ekoran dari infeksi diupper respiratory. Penyakit ini tidak merbahaya melainkan di antara kanakkanak dan orang tua.

Langkah 1. Menyatakan definisi bronchitis : Langkah 2. Menyatakan klasifikasi bronchitis

OBJEKTIF PEMBELAJARAN

KONTEN 2. Bronkitis kronik ( chronic bronchitis) Inflamasi pada bronchi yang chronic. Ianya merupakan satu komponen dari COPD ( chronic obstructive pulmonary diseases). Bronkitis kronik ialah nama yang diberikan kepada sindrom klinikal yang dihidapi oleh banyak individu sebagai respons terhadap tindakan yang berpanjangan dan berterusan dari pelbagai jenis iritasi pada mukosa bronkus

3. Menyatakan Acute bronchitis insiden bronchitis - Inflamasi pada bronkus biasanya berlaku pada dewasa. - Gangguan terhadap pertahanan imun dan - Perokok berisiko untuk mendapat acute bronchitis. Chronic bronchitis tahun 2000, hampir 11.4 juta di Amerika menghadapi COPD. Biasanya kulit putih lebih berisiko dari kulit hitam dan lelaki lebih kerap dari perempuan. (Gangguan ini umumnya pada peringkat pertengahan umur dan umur yang lanjut. Orang lelaki lebih kerap menghidap penyakit ini daripada orang perempuan dan mungkin terdapat pada penghisap rokok daripada yang tidak dan pada penduduk kawasan Bandar daripada penduduk luar Bandar) Linkage Infeksi bronchitis boleh disebabkan samada oleh virus atau bacteria yang merosakkan mukosa respiratori. Inhalasi gas toxic atau bahan kimia juga boleh membawa inflamasi pada bronkus(inflammatory bronchitis). Oleh itu sekarang kita lihat bagaimana kejadian penyakit ini :

OBJEKTIF PEMBELAJARAN 4. Menerangkan pathophysiology of bronchitis

KONTEN Virus,bacteria, gas toxik atau bahan kimia Iritasi pada lapisan mukosa Tindakbalas inflamasi vasodilasi dan edema pada lapisan mukosa di bronchi. meningkatkan penghasilan mukus Merangsang/memulakan refleks batuk. Acute bronchitis adalah biasanya ditunjukkan dengan nonproductive cough kemudian diikuti dengan produktif batuk paroxysms, cold , dry, atau dusty air.Sakit dada,biasanya di bahagian substernal., moderate fever dan general malaise. Dalam semua kes, terdapat aktiviti yang berlebihan di kelenjar pengeluar mucus dan sel globlet didalam bronkus dan bronchial. Mucus yang dikeluarkan dengan berlebihan menyelaputi dinding bronkus dan menyumbat bronchial. Edema mukosa akan selanjutnya mengurangkan garis pusat salur udara dan oleh sebab darjah obstruksi adalah lebih besar semasa ekspirasi, udara terperangkap didalam alveolus. Lama-kelamaan, alveolus akan kekal mengembang dengan berlebihan dan terdapat pemecahan dinding bronkiol yang meluas. Perubahan ini, yang merupakan satu bentuk emfisema, juga akan dibincangkan pada sesi yang akan dating. Etiologi Bronkitis akut : Inflamasi akut trakea dan bronkus yang disebabkan oleh: 1. Iritasi pada bronchus Diantara iritasi yang utama ialah asap tembakau, termasuk juga debu dan asap yang wujud dari kilangkilang dan menjadi bahaya pekerjaan yang spesifik atau pencemaran atmosfera yang umum dibandar-bandar perindustrian.

Mini closure

5. Menyatakan etiologi bronchitis

OBJEKTIF PEMBELAJARAN

KONTEN 2. Infeksi di salur pernafasan Organisma piogenik seperti Streptococcus Pneumoniae, Haemophilus influenzae, Streptococcus Pyogenes, Streptococcus aureus. Infeksi oleh organisma ini adalah akibat dari unsur coryza, influenza, demam campak dan batuk kokol yang terutamanya mudah terjadi pada pesakit yang mempunyai bronchitis kronik. Faktor-faktor lain yang mudah terdedah kepada infeksi bacteria termasuklah atmosfera yang sejuk, lembap, berkabus dan berhabuk, serta menghisap rokok. Infeksi kadangkala merupakan factor yang mempercepat permulaan bronchitis kronik, tetapi peranannya yang utama ialah memperburuk keadaan yang sedia ada. Jika sputum dikultur, streptococcus Pneumoniae dan Haemophilus influenzae dapat diasingkan dalam kebanyakan kes. Organisma-organisma ini menjadi lebih banyak semasa eksasebasi akut. 3. Persekitaran Pendedahan kepada kelembapan, perubahan suhu yang tiba-tiba dan kabus boleh juga menyebabkan terjadinya eksaserbasi bronchitis kronik

OBJEKTIF PEMBELAJARAN 6. Menyatakan manifestasi klinikal penyakit bronchitis. Acute bronchitis Dyspnea

KONTEN

Dispnea dalam bronchitis diakibatkan oleh obstruksi aliran udara dan diperburuk oleh infeksi atau oleh peningkatan edema mukosa yang boleh dihasilkan oleh rokok yang dihisap dan keadaan atmosfera yang memudaratkan. Kadangkala dispnea dan simtom umum bertambah teruk dan terjadi sianosis dan jika infeksi sampai ke bronkus dan bronkol yang lebih kecil (bronkiolitis), keadaan ini tidak dapat dibezakan daripada bronkopneumonia. Cough batuk tanpa sputum yang menyebabkan iritasi disertai dengan rasa tidak selesa di retrosternum atas atau rasa sakit kerana trakeitis.

Fever Apabila infeksi merebak ke bawah kearah pokok bronkus, terdapat demam yang menyeluruh dengan suhu 38 39 darjah Celsius dan leukositosis neutrofil. Tachycardia Chronic bronchitis Chronic cough -Gangguan respirasi mungkin menjadi teruk apabila bronchitis akut merupakan komplikasi dari bronchitis kronik dan emfisema. Sputum pada mula-mulanya sedikit, bermukus, pekat dan sukar dikeluarkan dan kadangkala boleh terdapat jalur-jalur darah. Satu atau dua hari kemudian, sputum menjadi mukopurulen dan lebih banyak. - Penyakit ini biasanya bermula dengan serangan batuk musim sejuk yang berulang-ulang, yang menjadi semakin teruk dan terjadi semakin lama, tahun demi tahun,

OBJEKTIF PEMBELAJARAN

KONTEN sehinggalah batuk akan terdapat di sepanjang tahun. Wheezing, dispnea dan rasa sesak didada merupakan keluhan yang biasa, terutama sekali pada waktu pagi sebelum sekresi bronchial dikeluarkan semasa batuk. Kerapkali rembesan ini sukar dikeluarkan. Sputum boleh jadi sedikit, mukoid dan pekat dan kadangkala terdapat jalur darah atau boleh jadi banyak dan berair. Sputum yang betulbetul bernanah menandakan adanya infeksi bacteria yang timbul dari semasa ke semasa dalam kebanyakan kes bronchitis kronik Shortness of breath Wheezing -Apabila bronkus terlibat, terdapat rasa tegang di dada dan mungkin terdapat dyspnea dengan respirasi berbunyi wheezing. - Berbagai-bagai ronkus inspirasi dan ekspirasi yang terutamanya bernada rendah dan sederhana, terdapat pada kebanyakan pesakit kronik dan mungkin juga terdapat krepitasi (kertikan) kasar. Tanda-tanda fizikal yang berkaitan dengan emfisema boleh terdapat bersama-sama. Decrease exercise tolerance Dalam kebanyakan kes, pesakit beransur-ansur sembuh dalam masa 4 8 hari . tanpa mengalami sakit teruk. Trakeitis tanpa bronchitis tidak menunjukkan tanda fizikal yang tak normal. Dalam bronchitis, tidak terdapat gangguan pergerakan dinding dada atau nada perkusi. Bunyi nafas adalah vesicular sahaja atau vesicular dengan ekspirasi memanjang dan disertai oleh ronkus dikedua-dua belah paruparu dan kadangkala terdapat krepitasi kasar. Penyakit ini biasanya ringan dan jangka masanya pendek, pesakit sembuh dalam masa beberapa hari jika diberi antiobiotik yang sesuai. Dalam kes yang lebih teruk, penyakit ini mengambil masa yang lebih panjang terutama jika terjadi bronkiolitis dan bronkopneumonia.

10

OBJEKTIF PEMBELAJARAN Non pharmacology Menyatakan pengurusan penyakit bronchitis.

KONTEN

-Pesakit harus berehat dikatil dan -Oksigen jarang diperlukan dalam bronchitis akut tanpa komplikasi Pharmocology -diberi Tetracycline atau Ampicillin secara oral, sebanyak 250mg 500mg 4 kali sehari. Cotrimoxasole sama keberkesanannya dalam dos 2 biji ubat dua kali sehari. -Pada peringkat awal apabila batuk tidak bersputum dan menyakitkan, rembesan pekat yang lekit dan mestilah dimudahkan alirannya dengan penyedutan wap yang dicampurkan Benzoin atau Menthol sekerap 3 atau 4 kali sehari. -Batuk harus dikawal pada waktu malam dengan memberi pesakit pholcodine atau Methadone. -Jika simtom atau tanda obstruksi saluran udara didapati, maka ubat bronkodilator mungkin berguna. dan -ubat antiobiotik mungkin tidak diperlukan dalam kes-kes yang tidak teruk. Chest physio / postural drainage :

11

OBJEKTIF PEMBELAJARAN Menyatakan penyelidikan ( investigation) Pemeriksaan Radiologikal

KONTEN

Bronchitis kronik tidak menghasilkan apa-apa keabnormalan pada radiografi, tetapi bronkografi menunjukkan ketidak seragaman garis bentuk bronkus, garis pusat dan pencabangannya. Cirri-ciri emfisema mungkin nyata dalam beberapa kes. Ujian fungsi Pulmonari 1. Isipadu ekspirasi paksa dalam 1 saat (FEV1) berkurang dan nisba FEV1 kepada kapasiti vital paksa (FVC) juga subnormal. Dalam kes-kes lanjut, FEV1 boleh kurang dari 11, dan nisba FEV/FVC boleh mencapai had serendah 30 %. Perubahan-perubahan tersebut biasa berlaku pada semua bentuk penyakit salur udara obstruktif. 2. Dengan adanya udara yang terperangkap dan pengembangan alveolar, isipadu residual paru-paru meningkat dengan mengambil tempat kapasiti vital. 3. Apabila taburan ventilasi dan perfusi di dalam paruparu menjadi terganggu, Pao2 akan turun lebih rendah daripada normal. 4. Gangguan pemindahan karbon monoksida berlaku pada sebahagian pesakit dan kekurangan pengangkutan yang besar boleh memberi petunjuk kepada adanya keadaan emfisema. 5. Pada peringkat-peringkat kemudian apabila kekurangan ventilasi alveolar secara berleluasa telah menguasai keadaan, maka Pao2 pun semakin berkurangan dan Pao2 pula akan meningkat (kegagalan respirasi kronik jenis 11). Hipoksemia akan menjadi bertambah teruk semasa tidur dan setengahsetengah pesakit akan mengalami kesan apnea semasa tidur yang membuat berlakunya kejatuhan Pao2 dengan banyak sekali. Perkara-perkara ini mungkin memainkan peranan dalam hipertensi

12

OBJEKTIF PEMBELAJARAN pulmonary. Prognosis penyakit

KONTEN

Bronchitis kronik biasanya merupakan sejenis penyakit yang semakin teruk disertai dengan eksaserbi akut dan remisi dan akhirnya menyebabkan kegagalan ventilasi dan jantung. Beberapa pesakit mati dalam masa 5 tahun daripada bermulanya simtom, sedangkan yang lain masih hidup selama 20-30 tahun dengan simpanan respirasi yang beransur-ansur turun. 1. iritasi bronchial harus dikurangi seminimum mungkin. Jika seorang pesakit seorang penghisap rokok, ia harus digesa supaya meninggalkan tabiat itu sepenuhnya dan buat selama-lamanya. Atmosfera yang berdebu dan berasap harus dielakkan dan ini mungkin melibatkan penukaran pekerjaan. 2. Infeksi respirasi mestilah dikawal dengan cepat oleh kerana ia memperburukkan dispnea dan boleh menyebabkan kegagalan ventilasi. Pesakit harus diarah supaya mengamati warna sputum setiap pagi, jika sputum menjadi bernanah, pesakit harus diberi antiobiotik. Contohnya Ampicillin. Pesakit yang arif boleh diperuntukan dengan bekalan pil antiobiotik dan dibenarkan memulakan rawatan dengan inisiatif mereka sendiri, apabila perlu. Oleh sebab kebanyakan infeksi bacteria pada bronchitis kronik iaitu streptococcus pneumoniae atau haemopelus influenzae, pemeriksaan bakteriologi sputum adalah penting hanya terutama apabila respon terhadap antiobiotik piawai tidak memuaskan, dan sputum masih tetap bernanah. Dalam keadaan ini, penukaran antibiotic adalah diperlukan dengan bantuan hasil ujian sensitivity bacteria. 3. Langkah-langkah simtomatik mungkin diperlukan untuk mengawal batuk tanpa sputum pada waktu malam, untuk memudahkan pengeluaran sputum dan meredahkan rasa susah bernafas dan wiz. Sedutan wap menolong mencairkan sputum dan menyenangkan pengeluarannya. Ubat ekspektoran

Menyatakan rawatan bronkitis

13

OBJEKTIF PEMBELAJARAN

KONTEN dan ubat yang didakwa mengurangkan kelikatan sputum sangat sedikit gunanya atau tiada gunanya langsung.

Pencegahan

Menghentikan mengisap rokok merupakan langkah pencegahan yang paling penting. Kawalan pencemaran atmosfera di kawasan Bandar dan peningkatan penggunaan langkah-langkah pencegahan sedutan debu oleh pekerjapekerja industri juga akan membantu menurunkan kadar kelaziman bronchitis kronik.

14