Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

EL-JK

IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN 1


INDRY SEPTIYANY 2 ANALISIS 2

11 Oktober 2010

A. Judul B. Tanggal Prakikum C. Tujuan Praktikum

: Identifikasi Kation Golongan 1 : 11 Oktober 2010 :

Siswa dapat mengidentifikasi keberadaan kation - kation golongan , yaitu Pb2+, Ag+, dan Hg+ dalam suatu sampel yang belum diketahui sesuai dengan jenis dan sifat masingmasing. D. Dasar Teori :

Analisa kualitatif mempunyai arti mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensiareagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan. Kation golongan pertama, membentuk klorida-klorida yang tak larut. Namun, timbel klorida sedikikit larut dalam air, dan karena itu timbel tak pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan; ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam bersama-sama kation golongan kedua. Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Diantara sulfat-sulfat, timbel sulfat praktis tidak larut, sedang perak sulfat larut jauh lebih banyak. Kelarutan merkurium (I) sulfat terletak di antara kedua zat di atas. Bromida dan iodida juga tidak larut, sedangkan pengendapan timbel halida tidak sempurna, dan endapan itu mudah sekali melarut dalam air panas. Sulfida tidak larut. Asetat-asetat lebih mudah lart,

meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak pekat. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan cara reagensia yang jumlahnya ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan bermacam-macam cara. Juga ada perbedaan dalam zat-zat ini terhadap ammonia. Apabila sampel larut dalam HCl, maka kation golongan 1 tidak ada. Apabila tidak larut dalam air panas atau HCl panas, kemungkinan ada Pb2+. Karena PbCl2 tidak larut dalam air panas atau HCl panas. Sehingga untuk memisahkan PbCl2 dengan AgCl dan atau Hg2Cl2 maka dilakukan dengan cara dipanaskan (dalam larutannya). Lalu endapan dan filtratnya dipisahkan dalam keadaan panas. Untuk memisahkan AgCl dari Hg2Cl2 (jika tercampur) dapat dilakukan dengan menambahkan NH4OH berlebih, karena AgCl dapat membentuk ion kompleks Ag(NH3)2+ yang larut dalam NH4OH berlebih. Pada pengendapan golongan 1, HCl yang ditambahkan tidak boleh terlalu berlebih karena dapat membentuk ion kompleks dengan Ag+ atau Hg+ (sebagai AgCl2- atau HgCl2- yang larut). E. Alat dan Bahan Alat Tabung Reaksi Tabung Sentrifuge Sentrifuge Penjepit Tabung Gelas kimia Kaki tiga Bunsen Pipet tetes Rak tabung Kertas Hisap/Saring Bahan Sampel Aquadest

HCl 2M Air panas K2CrO4 1M NaOH H2SO4 2M Alcohol NH4OH 2M HNO3 2M KBr 1M Aqua regia SnCl2 Anilin Tembaga

F. Prosedur dan Pengamatan SAMPEL : Cair, tidak berwarna Terdapat endapan warna kuning Tidak berbau
SAMPEL + 1 tetes HCl 6N (Terbentuk endapan yang berwarna putih dan warna larutannya menjadi sedikit keruh) Sentrifuge ( warna larutan kembali menjadi tidak berwarna dan endapan menjad sedikit atau berkurang) ENDAPAN PUTIH GOLONGAN 1 SENTRAT Dibuang karena untuk identifikasi kation golongan 2

Cuci dengan 1 ml air 2x + HCl 2M (tidak terjadi reaksi) + air panas, panaskan dalam penangas air, lalu sentrifuge (tidak terjadi reaksi) SENTRAT PbCl2 DINGINKAN Sentrat dibagi menjadi

ENDAPAN AgCl, Hg2Cl2 + 1 ML NH4OH 2M, SENTRIFUGAL (TIDAK TERJADI REAKSI) Saring, pisahkan endapan dengan sentratnya SENTRAT ENDAPAN

TABUNG 1

TABUNG 2

Mungkin mengandung Ag(NH3)+ sentrat dibagi menjadi

TABUNG 1 + K2CrO4 1M (2 ETETES) (TERBENTUK ENDAPAN KUNING) + NaOH (3 TETES) (ENDAPAN KUNING LARUT DAN DAN WARNA LARUTAN MENJADI KUNING JERNIH. *POSITIF MENGANDUNG Pb2+ + H2SO4 2M (2 TETES) (WARNANYA MENJADI KERUH) +ALKOHOL (1 TETES) (TERBENTUK ENDAPAN PUTIH) *POSITIF MENGANDUNG Pb2+

TABUNG 2

+HNO3 2M (SETETES) (TERBENTUK ENDAPAN PUTIH) *POSITIF MENGANDUNG Ag+

KBr 1M (SETETES) (TERBENTUK ENDAPAN PUTIH KEKUNINGKUNINGAN) *POSITIF MENGANDUNG Ag+

+ 1 ML AQUAREGIA (MENJADI WARNA KUNING ADA ASAPNYA) PANASKAN + 10 TETES AQUADES DAN 1 ML HNO3 2M (TIDAK TERJADI REAKSI) TETESKAN LARUTAN DIATAS PADA KERTAS HISAP + TETESKAN SnCl2 (SETETES) + ANILIN (TERDAPAT NODA KUNING PADA KERTAS HISAP) TETESKAN LARUTAN DIATAS PADA KEPING TEMBAGA, JIKA DIGOSOK DENGAN KERTAS HISAP AKAN MENGKILAT (SETELAH DIGOSOK MENGGUNAKAN KERTAS SARING SEBELUMNYA HASILNYA KEPING TEMBAGA MENJADI MENGKILAT DAN DI KERTAS HIISAPNYA PUN TERDAPAT NODA BERWARNA HITAM) *POSITIF MENGANDUNG Hg+

*Catatan : Hasil data pengamatan disatukan di dalam kolom pengamatan.

G. Reaksi Reaksi Pb2+ -

Pb2+ + K2CrO4 PbCrO4 + k+ Pb2+ + NaOH Pb(OH)2 +Na+ Pb2+ + H2SO4 PbSO4 + H+ Pb2+ + C2H5OH Pb(OH)2 + C2H5 Ag+ + HNO3 AgNO3 + H+ Ag+ + KBr AgBr + K+

Ag+ -

Hg+ Hg+ + HNO3 HgNO3 + H+ Hg+ + SnCl2 HgCl + Sn2+

H. Pembahasan Pada saat penambahan K2CrO4 1M dan H2SO4 2M yang seharusnya dengan setetes larutan tersebut sudah terbentuk putih, tapi pada saat praktikum penambahannya adalah 2 tetes baru terbentuk endapan. Ini disebabkan mungkin pada saat meneteskan larutan tersebut meneteskannya tidak sempurna sehingga menetesnya tidak setetes pas melainkan kurang dari setetes.

I. Kesimpulan Pada praktikum kali ini kami mendapatkan kesimpulan dari sampel yang kita analisis pada pengujian kation golongan 1 ini yaitu positif mengandung Pb 2+, Ag+ dan Hg+.

DAFTAR PUSTAKA SVEHLA G.1985.Vogel Bagian Satu Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima.Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka. SVEHLA G.1985.Vogel Bagian Dua Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima.Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.