Anda di halaman 1dari 6

STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA 2012

SISTEM SARAF
Gangguan Neurologik Paediatrik
1. Kejang demam

Infeksi
2. 3. Tetanus HIV AIDS tanpa komplikasi

Nyeri Kepala
4. 5. Tension headache Migren

Lesi Kranial dan Batang Otak


6. 7. Bells palsy Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)

Gangguan Sistem Vaskular

PSIKIATRI
Gangguan Cemas Lainnya
8. Gangguan somatoform

Gangguan Tidur
9. Insomnia

SISTEM INDRA
MATA
Konjunctiva
10. 11. 12. 13. Benda asing di konjungtiva Konjungtivitis Perdarahan subkonjungtiva Mata kering

Kelopak Mata
14. 15. 16. 17. Blefaritis Hordeolum Trikiasis Episkleritis

Sklera Akomodasi dan Refraksi


18. Hipermetropia ringan

19. 20. 21. 22.

Miopia ringan Astigmatism ringan Presbiopia Buta senja

TELINGA
Telinga, Pendengaran, dan Keseimbangan
23. 24. 25. 26. Otitis eksterna Otitis media akut Serumen prop Mabuk perjalanan

HIDUNG
Hidung dan Sinus Hidung
27. 28. 29. 30. 31. 32. Furunkel pada hidung Rhinitis akut Rhinitis vasomotor Rhinitis alergika Benda asing Epistaksis

SISTEM RESPIRASI
33. 34. Influenza Pertusis

Laring dan Faring


35. 36. 37. Faringitis Tonsilitis Laringitis Asma bronchial Bronkitis akut Pneumonia, bronkopneumonia Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

Paru
38. 39. 40. 41.

SISTEM KARDIOVASKULAR
Gangguan Aorta dan Arteri
42. Hipertensi esensial

SISTEM GASTROINTESTINAL, HEPATOBILIER, & PANKREAS


Mulut

43. 44. 45.

Kandidiasis mulut Ulkus mulut (aptosa, herpes) Parotitis

Dinding, Rongga Abdomen, dan Hernia


46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. Infeksi pada umbilicus Gastritis Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis) Refluks gastroesofagus Demam tifoid Intoleransi makanan Alergi makanan Keracunan makanan

Lambung, Duodenum, Jejunum, Ileum

Infestasi Cacing dan Lainnya


54. 55. 56. 57. 58. 59. Penyakit cacing tambang Strongiloidiasis Askariasis Skistosomiasis Taeniasis Hepatitis A

Hepar Kolon
60. 61. Disentri basiler, disentri amuba Hemoroid grade 1-2

SISTEM GINJAL DAN SALURAN KEMIH


62. 63. 64. Infeksi saluran kemih Gonore Pielonefritis tanpa komplikasi

Alat Kelamin Pria


65. 66. Fimosis Parafimosis

SISTEM REPRODUKSI
Infeksi
67. 68. 69. 70. Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan nongonore) Infeksi saluran kemih bagian bawah Vulvitis Vaginitis

71. 72. 73.

Vaginosis bakterialis Salpingitis Kehamilan normal

Kehamilan Gangguan pada Kehamilan


74. 75. 76. 77. Aborsi spontan komplit Anemia defisiensi besi pada kehamilan Ruptur perineum tingkat 1-2 Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea

Kelainan Organ Genital Payudara


78. 79. 80. Mastitis Cracked nipple Inverted nipple

SISTEM ENDOKRIN, METABOLIK, DAN NUTRISI


Kelenjar Endokrin
81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. Diabetes melitus tipe 1 Diabetes melitus tipe 2 Hipoglikemia ringan Malnutrisi energi-protein Defisiensi vitamin Defisiensi mineral Dislipidemia Hiperurisemia Obesitas

Gizi dan Metabollisme

SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI


90. 91. Anemia defisiensi besi Limfadenitis

Kelenjar Limfe dan Darah Infeksi


92. 93. 94. 95. Demam dengue, DHF Malaria Leptospirosis (tanpa komplikasi) Reaksi anafilaktik

Penyakit Autoimun

SISTEM MUSKULOSKELETAL
Otot dan Jaringan Lunak
96. 97. Ulkus pada tungkai Lipoma

SISTEM INTEGUMEN
Infeksi Virus
98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. Veruka vulgaris Moluskum kontagiosum Herpes zoster tanpa komplikasi Morbili tanpa komplikasi Varisela tanpa komplikasi Herpes simpleks tanpa komplikasi Impetigo Impetigo ulseratif (ektima) Folikulitis superfisialis Furunkel, karbunkel Eritrasma Erisipelas Skrofuloderma Lepra Sifilis stadium 1 dan 2

Infeksi Bakteri

Infeksi Jamur
113. 114. 115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. Tinea kapitis Tinea barbe Tinea fasialis Tinea korporis Tinea manus Tinea unguium Tinea kruris Tinea pedis Pitiriasis vesikolor Kandidosis mukokutan ringan

Gigitan Serangga dan Infestasi Parasit


123. 124. 125. Cutaneus larva migran Filariasis Pedikulosis kapitis

126. 127. 128.

Pedikulosis pubis Skabies Reaksi gigitan serangga

Dermatitis Eksim
129. 130. 131. 132. Dermatitis kontak iritan Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant) Dermatitis numularis Napkin eczema

Lesi Eritro-Squamosa
133. 134. Dermatitis seboroik Pitiriasis rosea

Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin


135. 136. 137. 138. Akne vulgaris ringan Hidradenitis supuratif Dermatitis perioral Miliaria

Penyakit Kulit Alergi


139. 140. Urtikaria akut Exanthematous drug eruption, fixed drug eruption

Reaksi Obat Trauma


141. 142. Vulnus laseratum, punctum Luka bakar derajat 1 dan 2

ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL


143. 144. Kekerasan tumpul Kekerasan tajam