Anda di halaman 1dari 15

SOAL SOAL LATIHAN

KONSTRUKSI BAJA I

MATERI TUGAS : SAMBUNGAN BAUT PADA KONSTRUKSI BAJA OLEH KELOMPOK 1

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 1:

RIZAL FEBRI K. (10 643 001)


ESMU PRAMONO (10 643 002)
RISKA M.( 10 643 003)
FAJRI TRIADI (10 643 004)
SANDI H.S.A.P (10 643 005)
GUSTI DENI S. (10 643 006)
SITI HAMIDAH (10 643 007)
ANDRE DWI P. (10 643 008)

NO. 1 - 4
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

Hitunglah beban kerja layan yang dapat dipikul oleh komponen struktur tarik berikut ini, jika
baut yang digunakan adalah baut mutu tinggi A325 berdiameter dengan ulir di luar
bidang geser, sedangkan mutu pelat baja adalah BJ 37. Diketahui pula bahwa perbandingan
beban hidup dan beban mati 3 (L/D = 3)
60

60

40

50 60 50

t = 10 mm

Gambar P.6.1
DIKETAHUI :
Batang mutu tinggi A325 berukuran 10 mm x 160 mm berdiameter 34 "
Dengan Ulir diluar bidang geser 1 = 0,5
Digunakan BJ 37 = 240 MPa
= 370 MPa
L
Perbandingan antara beban hidup dan beban mati adalah 3, atau = 3
D
DITANYAKAN :
Beban Kerja Layan yang dapat dipikul oleh komponen struktur tarik

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

60

60

40

50 60 50

160

t = 10 mm

t = 10 mm

PENYELESAIAN SOAL 6.1


Menganalisa kondisi tahanan tarik rencana :
Luas Kotor, Ag = (10 mm). (160 mm)
Luas Kotor, Ag = 1600 mm2
Lebar Lubang berdiameter 34 " dikonversikan menjadi mm yaitu
= 19,05 mm (kalkulator atau aplikasi konversi pada komputer)
= . .
= 1600 (2)(19,05 + 3,2)(10)
= 1155 mm2
. = 0,85Ag = 0,85 (1600) = 1360 mm2
= = 1155 mm2
Kondisi Leleh

=
=
=
=

. .
0.9 . (1600). (240)
345600 N
,

Kondisi Fraktur
= . .
= 0.75. (1155). (370)
= 320512,5 N
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

= ,
Menganalisa kondisi tahanan baut :
Kondisi Geser
1
. = . 0,5 . . . = 0,75 . (0,5). (825) . (1) . ( . . 19,052 )
4
. = 8,82 /
Kondisi Tumpu

. = . 2,4 . . . = 0,75 . (2,4). (19,05) . (10) . (370)


. = 12,96 /
Tahanan geser menentukan, sehingga tahanan untuk 4 baut :
. = 4 8,82 = , ton
Dari baut, beban maksimal yang mampu dipikul adalah , ton, sedangkan pada plat
(Leleh dan Fraktur) adalah , dan , , sehingga beban yang digunakan
adalah 32,05 ton.
Menentukan jumlah beban kerja yang dapat dipikul struktur tsb :
.
L
32,05 1,2D + 1,6L = 3 L = 3D
D
32,05 1,2D + 1,6(3D)
32,05 1,2D + 4,8D
32,05 6D
6D 32,05
32,05
D
6
D 5,34 ton, sehingga L 3. 5,34 = 16,02 ton
Jadi, beban kerja layan yang mampu dipikul oleh komponen struktur tarik tersebut adalah +
= , + , = ,

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

Dua buah pelat setebal 20 mm disambung dengan suatu pelat sambung setebal 10 mm seperti
tampak dalam gambar. Baut yang diapakai sebagai alat pengencang adalah baut A325
berdiameter 5/8 dengan ulir di luar bidang geser. Mutu pelat baja adalah BJ 37. Hitunglah
tahanan tarik rencana yang diperbolehkan bekerja pada komponen struktur tersebut!
50

50

40

40

60

40

40

20 mm

t = 10 mm
Gambar P.6.2
DIKETAHUI :
Suatu plat sambung setebal 10 mm x 140 mm dengan baut A325 berdiameter 58 "
Dengan Ulir diluar bidang geser 1 = 0,5
Digunakan BJ 37 = 240 MPa
= 370 MPa
DITANYAKAN :
Tahanan tarik rencana yang diperbolehkan bekerja pada komponen struktur tsb.
PENYELESAIAN SOAL 6.2
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

Menganalisa kondisi tahanan tarik rencana :

Bidang sambung dari potongan berikut terdiri dari dua (2) bidang geser dengan asumsi
bahwa yang menentukan adalah plat dengan tebal terkecil yaitu = 10 mm.
50

50

40

60

t = 10 mm
40

140

40

40

20 mm

Luas Kotor, Ag = (10 mm). (140 mm)


Luas Kotor, Ag = 1400 mm2
Lebar Lubang berdiameter 58 " dikonversikan menjadi mm yaitu = 15,875 mm
(kalkulator atau aplikasi konversi pada komputer)
= . .
= 1400 (2)(15,875 + 3,2)(10)
= 1018,5 mm2
. = 0,85Ag = 0,85 (1400) = 1190 mm2
= = 1018,5 mm2
Kondisi Leleh

=
=
=
=

. .
0.9 . (1400). (240)
302400 N
,

Kondisi Fraktur
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

=
=
=
=

. .
0.75. (1018,5). (370)
282633,75 N
,

Menganalisa kondisi tahanan baut :


Kondisi Geser
1
. = . 0,5 . . . = 0,75 . (0,5). (825) . (2) . ( . . 15,8752 )
4
. = 12,24 /
Kondisi Tumpu
. = . 2,4 . . . = 0,75 . (2,4). (15,875) . (10) . (370)
. = 10,57 /
Kondisi Tarik
1
. = . 0,75 . . = 0,75 . (0,75). (825) . (10) . ( . . 15,8752 )
4
. = 9,18 /
Tahanan tarik menentukan, sehingga tahanan untuk 4 baut :
. = 4 9,18 = , ton
.
. 28,26 OK!
Berdasarkan analisa yang sudah dilakukan maka tahanan tarik fraktur yang menentukan yaitu
gaya sebesar ,

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

Tentukan jumlah baut yang diperlukan untuk menahan gaya tarik sekuat profil
100.100.10 seperti tampak dalam gambar, untuk beberapa tipe sambungan sebagai
berikut :
Kasus
A
B
C

Mutu baja
BJ 37
BJ 37
BJ 37

baut
A 325
A 325
7/8 A 325

BJ 37

7/8 A 325

Tipe Sambungan
Ulir di luar bidang geser
Sambungan tanpa slip
Ulir di dalam bidang
geser
Sambungan tanpa slip
t = 12 mm

100.100.10

Gambar P.6.3
DIKETAHUI :
Diatas (gambar dan soal )
DITANYAKAN :
Jumlah baut sesuai dengan beberapa kondisi diatas !

Periksa Plat
Ag = 19,2 cm = 1920 mm2 ( dilihat dalam tabel )
An = Ag - n . db . tp
An = 1920 2 (19,05 + 3,2) . 10 = 1475,6 mm2
Max . An = 0,85 . Ag = 1920 . 0,85 = 1632 mm2

Ae = An = 1475,6 mm2
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

Kondisi Leleh
. = . .
= 0,9 . 240 . 1920
= 414720 N = 41,47
Kondisi Fraktur
. Rn = . .
= 0,75 . 370 . 1475,6
= 409479 N
= 40,95 ton
Jadi jumlah baut dihitung berdasarkan gaya = 40,95 ton
KASUS (A)
Perencanaan baut ( tinjau tahanan baut )
(diameter baut(3/4= 19,05mm dan tipe sambungan ulir di luar bidang geser )
Kondisi Geser
. = . 0,5 . p . M . Ab
= 0,75 . 0,5 .825 . 2 ( . . 19,052 )
= 176268,55 N/baut
= 17,63 ton
Kondisi Tumpu
. = . 2,4 . . . p
= 0,75 . 2,4 . 19,05 . 10 . 370
= 126873 N/baut
= 12,69 ton/baut
Tahapan tumpu yang menentukan :
baut diperlukan
1,5 db
3 db

40,95
12,69

= 3,23 = 4

= 1,5 . 19,05 = 28,575 mm


= 3 . 19,05 = 57,15 mm

= 30mm
= 60

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

60

30

30 40 30

100

30

10

Cek keruntuhan geser blok


= 2 [90 1,5(19,05 + 3,2)]10 = 1132,5 2
= 2 [30 0,5(19,05 + 3,2)]10 = 377,5 2
0,6 . . = 0,6 . 370 . 1132,5 = 251415 = 25,14
. = 370 . 377,5 = 139675 = 13,97
Karena , . . > .
. = ( 0,6 . . + . )
= 0,75 ( 0,6 . 370 . 1132,5 + 240 . 60 . 10)
= 296561,25 N
= 29,66 ton
KASUS (B)
Sambungan tanpa slip
= .
= 1,13 . . . .
= 1,13 . 0,70 . 0,35 . 2 . 825
= 456,80
KASUS (C)
Perencanaan baut (tinjauan baut)
(diameter baut(7/8=22,225mm dan tipe sambungan ulir di dalam bidang geser )
Kondisi Geser ( . )
= . 0,4 . b . . Ab
1
= 0,75 . 0,4 . 825 . 2( . . 22,2252)
4
= 191936,86 N/baut
= 19,19 ton/baut
Kondisi Tumpu ( . )
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

11

= . 2,4 . . . p
= 0,75 . 2,4 . 22,225 .10 . 370
= 148018,5 N/baut
= 14,80 ton/baut
Tahanan tumpu menentukan !
40,95
baut yang diperlukan =
= 2,27 = 4
14,80

1,5 db = 1,5 . 22,225 = 33,34 mm = 35 mm


3 db = 3. 22,225 = 66,68 mm = 70 mm

70

35

35 30 35

100

35

Cek keruntuhan geser balok


= 2 [105 1,5 (22,225 + 3,2)]10 = 668,63 2
= 2 [35 0,5 (22,225 + 3,2)]10 = 222,88 2
0,6 . . = 0,6 . 370 . 668, 63 = 148435,86 = 14,84
. = 370 . 222,88 = 82465,8 = 8,25
Karena 0,6 . . > .
. = ( 0,6 . . + . )
= 0,75 ( 0,6 . 370 . 668,63 + 240 . 70 . 10)
= 237326,90 N
= 23,73 ton
KASUS (D)
Sambungan tanpa slip
= .
= 1,13 . . . .
= 1,13 . 0,70 . 0,35 . 2. 825
= 456, 80

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

12

Sebuah batang tarik dari siku tunggal 120.120.12 (BJ 37) digunakan untuk menahan gaya
tarik yang terdiri dari 40 kN beban mati dan 120 kN beban hidup. Asumsikan tebal pelat
sambung adalah 12 mm. Jika digunakan baut A325 berdiameter dengan ulir di luar bidang
geser, hitunglah jumlah baut yang dibutuhkan!

DIKETAHUI :
Sebuah batang tarik dari siku tunggal 120.120.12
= 40 kN
= 120 kN dengan baut A325 berdiameter 12 "
Dengan Ulir diluar bidang geser 1 = 0,5
Digunakan BJ 37 = 240 MPa
= 370 MPa
DITANYAKAN :
Jumlah baut yang dibutuhkan !
PENYELESAIAN SOAL 6.4

3 @ 40 mm

20

L 120.120.12

80
20

120

20

20

Menghitung beban tarik terfaktor


KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

13

= 1.2 + 1.6
= 1.2(40) + 1.6(120)
= 48 + 192
= 240 kN
= 24 ton

Menghitung perencanaan plat dengan analisa batang tarik


Ag = 2750 mm2 berdasarkan Tabel Profil Baja
= . .
= 2750 2 (12,7 + 3,2)12
= = 2368,4 mm2
. = 0,85Ag = 0,85 (2750) = 2337,5 mm2
= = 2337,5 mm2
Kondisi Leleh

=
=
=
=

. .
0.9 . (2750). (240)
594000 N
,

Kondisi Fraktur

=
=
=
=

. .
0.75. (2337,5). (370)
648656,25 N
,

.
59,4 24 OK!
Menganalisa kondisi tahanan baut :
Kondisi Geser
1
. = . 0,5 . . . = 0,75 . (0,5). (825) . (2) . ( . . 12,72 )
4
. = 3,92 /
Kondisi Tumpu
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

14

. = . 2,4 . . . = 0,75 . (2,4). (12,7) . (12) . (370)


. = 10,15 /
Perencanaan Baut :

. = 4 9,18 = , ton

24
=
= 6,12 8
3,92
1,5 db = 19, 05 mm = 20 mm
3 = 38,1 mm = 40
3 @ 80 mm

20

Profil 120.120.12

80
20

120

20

20

Keruntuhan Geser Blok :


= 2 (140 3,5 (12,7 + 3,2). 12 = 2024,4
= 2 (130 0,5 (12,7 + 3,2). 12 = 289,2
0,6. . = 0,6 .370 .2044,4 = 44,94 ton
. = 370 .289,2 = 10,7 ton
Karena 0,6. . > . maka kondisi geser tarik leleh menentukan :
= (0,6. . + . )
= 0,75(0,6. 370 . 2044,4 + 240.40.12)
= 42,35 ton

Syarat :
KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

SOAL SOAL LATIHAN


KONSTRUKSI BAJA I

15


42,35 24 OK !!

KELOMPOK

TEKNIK SIPIL DIV


REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA