Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

I. Identitas Nama Alamat Umur Kelamin Pekerjaan Status Tanggal periksa : Ny. Imas : Kemiling : 43 tahun : Perempuan : Guru : Sudah menikah : Rabu, 28 Maret 2012

II. Anamnesa Pasien datang ke poliklinik gigi dengan keluhan gigi kanan atas belakang ingin dicabut. Pasien mengaku 2 minggu yang lalu gigi terasa sakit terutama saat mengunyah makanan. Riwayat pernah di tambal gigi sejak 20 tahun yang lalu.

General Survey : Riwayat diabetes melitus dan hipertensi disangkal.

Ekstra Oral

: Wajah simetris, tak ada kelainan.

III. Intra Oral :

Oral Higiene Bibir

: Sedang : Tidak ada kelainan

Mukosa bukal : Tidak ada kelainan Ginggiva Lidah Dasar Mulut Palatum Oklusi : Hiperemis, bengkak. : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Normal

Gigi Geligi Kwadran 1/5 8 7 6 5 4 3 2 1 8 7 6 5 4 3 2 1 x Kwadran 4/5 Status Lokalis Gigi Karies : 1.6 : Profunda distal Kwadran 2/5 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 x Kwadran 3/7

Sondasi : (-) Dingin : (-)

Perkusi : (+) Tekanan : (+) Palpasi : tidak diperiksa

Mobiliti : (-) Poket : tidak dilakukan

Jaringan Sekitar : Dari pemeriksaan secara inspeksi gingivatampak hiperemis dan bengkak

Gambaran Rontgen :

Dari foto rontegen dapat terlihat bahwa pada gigi 1.6 terdapat tambalan (mesiookluso-bukal), di bagian distalnya tampak adanya caries profunda, dan gambaran radioluscent periapikal yang menunjukan adanya abses menjalar ke sekitarnya.

IV. Diagnosis Banding : Gangrene pulpa 1.6 Gangrene pulpa disertai abses periapikal 1.6 Gangrene pulpa disertai periodontitis 1.6

Diagnosis Kerja : Gangrene pulpa disertai abses periapikal 1.6

Rencana Perawatan : Pro trepanasi gigi 1.6 Pro medikamentosa Pro ekstraksi gigi 1.6

V. Terapi : Tanggal 28 Maret 2012 Trepanasi gigi 1.6 Medikamentosa : Amoxillin 500 mg 3x1 tab Asam Mefenamat 400 mg 3x1 tab Metronidazole 40 mg 3x1 tab

Tanggal 31 Maret 2012 Ekstraksi gigi 1.6 Medikamentosa : Clindamisin 150 mg 3x1 tab Ibuprofen 400 mg 3x1 tab

Konseling : Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien dan rencana tindakan yang akan dilakukan Meminta persetujuan pasien untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan penyakitnya.

Prognosa: Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanitation : ad malam : ad bonam : ad bonam

LEMBAR PERAWATAN Tanggal Hasil Pemeriksaan Therapi 28 Maret 2012 Keluhan : pasien ingin -Trepanasi mencabut gigi kanan atas yang terasa sakit saat mengunyah makanan saja. D :gangrene pulpa + abses periapikal -Medikamentosa : Amoxillin 500mg 3X1 Ibuprofen 400mg 3X1 Metronidazole tab 40 mg 3x1 Keterangan Pasien diminta datang kembali untuk perawatan selanjutnya

31 Maret 2012 Keluhan : Tidak Ada

-Ekstraksi gigi 1.6 -Medikamentosa : Clindamisin 150 mg 3X1 Asam Mefenamat 500mg 3X1

Pada saat ekstraksi terjadi fraktur radiks

PEMBAHASAN 1. Apakah diagnose kasus ini sudah tepat? Berdasarkan hasil anamnesis didapatkan bahwa pasien tersebut pernah memiliki riwayat sakit gigi kemudian di lakukan penambalan (mesio-oklusal) sekitar 20 tahun yang lalu. Sejak 2 minggu yang lalu pasien merasa giginya sakit berdenyut ketika mengunyah makanan. Pada gigi tersebut terdapat karies profunda distal yang berarti bahwa telah terjadi infeksi sekunder. Berdasarkan pemeriksaan klinis, secara objektif didapatkan : sondasi ( - ), dingin ( - ), perkusi ( + ), tekanan ( + ). Maka dapat disimpulkan bahwa pulpa dari gigi tersebut telah mati (gangrene pulpa) yang diawali dengan adanya karies. Namun terasa nyeri ketika dilakukan tes perkusi yang menandakan bahwa telah terjadi radang pada jaringan penunjang gigi yaitu jaringan periodontal dan saat dilakukan penekanan maka akan memberikan tekanan labih pada cavitas yang berisi gas hasil fermentasi bakteri tersebut sehingga memberikan sensasi nyeri.

Dari hasil rontegen dental dapat dapat terlihat bahwa pada gigi 1.6 terdapat tambalan (mesio-okluso-bukal), di bagian distalnya tampak adanya caries profunda, dan gambaran radioluscent periapikal yang menunjukan adanya abses menjalar ke sekitarnya. Maka diagnosis akhir dari kasus ini adalah gangrene pulpa disertai abses periapikal gigi 1.6.

2. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat? Pada tanggal 28 maret 2012 pasien datang dengan keluhan gigi kanan belakang atas ingin dicabut. Gigi terasa sakit sejak 2 minggu yang lalu terutama saat mengunyah makanan. Pemeriksaan klinis menunjukan sondasi ( - ), dingin ( - ), perkusi ( + ), tekanan ( + ). Berdasarkan anamnesis tersebut maka pada hari itu pasien sedang mengalami iritasi jaringan periodontal sehingga terapi yang paling tepat adalah memberikan medikamentosa dengan tujuan membunuh infeksi kuman penyebab periodontitis. Kombinasi antibiotik metronidazol dan amoxicillin telah terbukti efektif untuk mengobati gejala periodontitis serta diberikan Ibuprofen sebagai anti nyeri.

Untuk mengurangi rasa sakit akibat gas gangrene yang terbentuk, dilakukan trepanasi yaitu membuka saluran gigi yang tertutup dengan cara

melubangi/mengebor tambalan sehingga tekanan gas gangren yang terkurung dapat keluar. Adanya kontak antara saluran gangren dengan udara luar diharapkan bisa menghambat pertumbuhan / membunuh bakteri anaerob penyebab gangrene.

Gambar gigi 1.6 setelah trepanasi

Setelah diberikan medikamentosa selama 3 hari, obat antibiotik habis, selanjutnya pasien kembali datang untuk dilakukan ekstraksi gigi 1.6. Sebelumnya dilakukan tes perkusi ( - ) dan tekanan ( - ) yang menandakan bahwa sudah tidak ada infeksi jaringan periodontal sehingga ekstraksi boleh dilakukan.

Keadaan gigi 1.6. sebelum dilakukan ekstraksi

Tahapan ekstraksi :

Mempersiapkan alat-alat ekstraksi dan anastesi

Anastesi infiltrasi di daerah sekitar (n.palatum majus)

Melepaskan attach ginggiva dengan menggunakan bein

Mencabut gigi dengan menggunakan tang M1 atas

Pengangkatan radiks sisa karena fraktur saat ekstraksi

Bor radiks untuk memudahkan pengeluaran radiks

Cavitas setelah dilakukan ekstraksi

Gigi 1.6 beserta fraktur radiks

Setelah ekstraksi selesai, maka pasien diberikan intruksi berupa: Memberitahu mengenai kondisi yang akan terjadi seperti rasa sakit, perdarahan, dan pembengkakan. Tampon digigit selama 1 jam Hindari makanan keras yang dapat melukai daerah operasi, dan minuman yang panas. Jangan mengisap-isap daerah bekas operasi Tekankan perlunya minun antibiotik dan analgesik.

Terapi medikamentosa yang diberikan yaitu klindamisin sebagai antibiotik pasca ekstraksi serta ibuprofen untuk mengurangi nyeri. Prognosa quo ad vitam pada pasien ini ad malam karena gigi 1.6 di ekstraksi sedangkan secara functionam ad bonam, karena fungsi mengunyah masih baik.