Anda di halaman 1dari 5

MODUL I

NAMA NO.REG PRODI : ANTOK : 5215107323 : PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA 2010

A. Data Percobaan Tabel Hasil Percobaan Non-Inverting Amplifier

No 1 2 3 4 5

VIN (Volt) 5 5 5 5 5

RF (K ) 10 10 10 10 10

R1 (K) 10 6,8 4,7 3,3 2,4

A 2 2,47 3,12 4,03 5,16

VOUT (Teori) (Volt) 10 12,35 15,6 20,15 25,8

VOUT (Praktik) (Volt) 7,75 7,74 7,74 7,73 7,73

B. Analisa Dari tabel percobaan Non-Inverting Amplifier dapat dilihat perbandingan antara tegangan ( Vout ) yang di dapat secara teori dengan tegangan ( Vout ) yang didapat melalui praktek berbeda. Nilai Vout perhitungan mengalami kenaikan saat nilai tahanan diturunkan. Sedangkan pada saat praktikum nilai Vout mengalami penurunan pada saat nilai tahanan diturunkan. C. Kesimpulan Dapat disimpulkan dalam percobaan ini bahwa tegangan yang dihasilkan pada saat praktik sangat berbeda dengan hasil perhitungan tegangan secara teori. Hal ini mungkin terjadi karena catu daya yang digunakan kurang stabil ataupun komponen yang digunakan mengalamipenurunankualitas. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh IC op-amp yang digunakan sudah lama, sehingga nilainya berkurang. Namun apabila kita menggunakan simulasi EWB, ditemukan bahwa perbandingan antara tegangan keluaran (Vout) yang didapat secara teori dengan tegangan keluaran (Vout) yang didapat melalui praktikmemilikiperbandingannilaitegangan yang hampirsama. D. Saran Dalam melakukan praktekum catu daya agar selalu stabil. Dan sebaiknya melakukan simulasi menggunakan EWB untuk memeriksa hasil percobaan.

MODUL II
NAMA NO.REG PRODI : ANTOK : 5215107323 : PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA 2010

A. Data Percobaan Tabel Hasil Percobaan Inverting Amplifier

No 1 2 3 4 5

VIN (Volt) 5 5 5 5 5

RF (K ) 10 10 10 10 10

R1 (K) 10 6,8 4,77 3,3 2,4

A -1 -1,47 -2,12 -3,03 -4,16

VOUT (Teori) (Volt) -5 -7,35 -10,6 -16,5 -20,8

VOUT (Praktik) (Volt) -1,812 -1,812 -1,812 -1,812 -1,812

B. Analisa Dari tabel hasil percobaan dapat dilihat bahwa nilai VOUT pada perhitungan mengalami penurunan saat nilai tahanan diturunkan. Sedangkan pada saat praktikum nilai VOUT stabil yaitu pada saat nilai tahanan diturunkan. Hasil dari data percobaan menunjukan perbandingan antara tegangan keluaran (Vout) yang didapat secara teori dengan tegangan keluaran (Vout) yang didapat melalui praktek sangat jauh berbeda. C. Kesimpulan Dapat disimpulkan dalam percobaan ini bahwa tegangan yang dihasilkan pada saat praktik sangat berbeda dengan hasil perhitungan tegangan secara teori. Hal ini mungkin terjadi karena catu daya yang digunakan kurang stabil ataupun komponen yang digunakan sudah tidak bagus lagi. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh IC opamp yang digunakan sudah lama, sehingga nilainya berkurang. Namun apabila kita menggunakan simulasi EWB, ditemukan bahwa perbandingan antara tegangan keluaran (Vout) yang didapat secara teori dengan tegangan keluaran (Vout) yang didapat melalui praktikmemilikiperbandingannilaitegangan yang hampirsama. D. Saran Dalam praktik, sebaiknyamemeriksacatudaya agar tetapstabil. Dan perludilakukansimulasimenggunakan EWB untukmemeriksahasilpercobaan.

MODUL III
NAMA NO.REG PRODI : ANTOK : 5215107323 : PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA 2010

A. Data Percobaan Tabel Hasil Percobaan Comparator Vi (V) 1 2 3 4 5 LED3 mati mati mati redup hidup LED 2 nyala nyala nyala nyala nyala

B. Analisa SaatVidiberitegangan V LalupadasaatVidiberitegangan C. Kesimpulan Op-amp akanmembandingkannilaiteganganpadakeduamasukkannya, sehingga : Apabilamasukannya (-) lebihbesardarimasukan (+), makakeluaran Op-amp akanmenjadisamadengan V supply danApabilamasukannya (-) lebihkecildarimasukan (+), makakeluaran Op-amp akanmenjadisamadengan +V supply JikaVinlebihbesardari V makakeluarannyaakanmenjadi VsupplydanJika Vin lebihkecildari V makakeluarannyaakanmenjadi +Vsupply. D. Saran Dalam praktik, sebaiknyamemeriksacatudaya agar tetapstabil. perludilakukansimulasimenggunakan EWB untukmemeriksahasilpercobaan. Dan maka LED 3 matidan LED 2 menyala. V maka LED 3 dan LED 2 akanmenyala.

MODUL IV
NAMA NO.REG PRODI : ANTOK : 5215107323 : PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA 2011

A. Data Percobaan Tabel Hasil Percobaan Low Pass Filter No 1 2 3 4 5 Fin (Hz) 20 20 20 20 20 R (K) 10 10 10 10 10 C (F) 1 1 1 1 1 RF (K) 10 10 10 10 10 RI (K) 10 6,8 4,7 3,3 2,2 Fc 15,9 15,9 15,9 15,9 15,9 Vout(1) (Volt) 2 1,7 1,6 1,6 1,6 Vout(2) (Volt) 1 1 1 0,9 0,9

B. Analisa Berdasarkan tabel nilai Fc (cut frekuensi) sebesar 15,9 Hz. Frekuensi masukan (Fin) yang digunakan adalah 20 Hz. Saat Fin > Fc maka nilai Vout1 akan menurun seiring pengukuran. Ini dibuktikan dari hasil tabel 2 1,6 V. Begitu pula dengan Vout2 yang mengalami penurunan dari 1 0,9 V. penurunan ini menunjukkan adanya pelemahan pada penguat Op Amp. C. Kesimpulan Saat Fin > Fc nilai Vout akan menurun. Ini menunjukkan pelemahan pada filter dan penguat Op-Amp. Dan sebaliknya, saat Fin < Fc akan meningkat. Ini menunjukkan peningkatan pada filter dan penguat Op-Amp. D. Saran Dalam praktik, sebaiknyamemeriksacatudaya agar tetapstabil. perludilakukansimulasimenggunakan EWB untukmemeriksahasilpercobaan. Dan

KETERKAITAN ANTAR PERCOBAAN Dengan Non-Inverting Sama-sama merupakan fungsi op-amp. Hanya saja Non-Inverting sebagai penguat sedangkan low pass filter sebagai penyaring sinyal yang dipengaruhi frekuensi. Dengan Inverting Sama-sama merupakan fungsi op-amp. Hanya saja Inverting sebagai penguat sedangkan low pass filter sebagai penyaring sinyal yang dipengaruhi frekuensi. Dengan Komparator Sama-sama merupakan fungsi op-amp. Hanya saja Komparator sebagai pembanding sedangkan low pass filter sebagai penyaring sinyal yang dipengaruhi frekuensi.