Anda di halaman 1dari 72

STORAGE TANK/TANGKI PENYIMPANAN/

BEJANA (VESSEL)

1. Kriteria yang harus dipertimbangkan
dalam perancangan Vessel:

Pemilihan tipe vessel yang sesuai dengan
kebutuhan
Sifat dari material yang dipakai dalam vessel
Segi estetika
Biaya
2. Pemilihan Type Vessel

Dalam pemilihan tipe vessel yang sesuai untuk
suatu operasi tertentu, ditentukan oleh:

Fungsi dan lokasi dari Vessel
Sifat fluida/gas
Tekanan dan suhu operasi
Volume/kapasitas dari tangki penyimpan
3. Penggolongan Vessel

Penggolongan vessel berdasarkan fungsionalnya,
suhu dan tekanan operasinya, bahan konstruksi dan
geometri.

Type vessel yang umum adalah:

1. Open tank/tangki terbuka
2. Close tank/tangki tertutup
> Flat bottomed, Vertical cylindrical vessel
> Vertical or horizontal cylindrical vessel dengan
head and bottom
> Spherical or modified spherical vessel



Open tank/tangki terbuka
Untuk menyimpan bahan yang tahan suhu tinggi, untuk
menyimpan liquid dalam jumlah besar dan tidak
beracun.
misal: tangki penyimpan laturan garam (brine), dan
larutan lainnya yang harganya cukup murah.

Pada operasi tanki tersebut untuk mencegah korosi
maka dapat dilapisi dengan kayu atau plastik atau dari
beton (concrete)
Jenis open tank untuk operasi pencampuran sistem
batch seperti: setling tank, dekanter, reservoir

Dengan kapasitas yang sama , jenis tangki ini lebih
murah dibanding dengan tangki tertutup



Tangki tertutup:
Flat bottomed, Vertical cylindrical vessel
Vertical or horizontal cylindrical vessel dengan
head and bottom

Kedua tangki tersebut bertekanan rendah, digunakan
untuk menyimpan larutan pada tekanan atmosferik.
larutan beracun/berbahaya seperti asam atau caostic.
Pertroleum (mudah terbakar),

Flat bottomed, Vertical cylindrical vessel, adalah
vesel yang paling ekonomis



Spherical or modified spherical vessel.
Untuk tangki yang berkapasitas basar (1000
25.000 bbl) bertekanan (P) tinggi ( > 100 lb/in
2
)

,
contoh: menyimpan H
2
cair, O
2
cair agar tidak
menguap pada suhu kamar. Dan memperkecil
volume.

Tekanan berbanding terbalik dengan volume
penyimpanan:
Tekanan rendah, volume besar
Tekanan tinggi, volume kecil

Modifikasi spherical :

Untuk penyimpanan gas dengan kapasitas
besar , dimodifikasi dengan multispheres ,
separti untuk penyimpanan nitrogen dengan
tekanan 400 lb/in
2
gage.
Tujuan untuk memperkecil biaya

4. Metode fabrikasi (Pembuatan)

Alat penanganan bahan difabrikasi dengan
berbagai metode seperti:
Fusion welding (Pengelasan)
Casting (dituang)
Forging (ditempa)
Solder
Sheet metal forming (pembentukan lembaran)

Pemilihan metode fabrikansi ditentukan :
Jenis bahan/material/konstruksi yang dipakai.
Ukuran, bentuk, service dan sifat bahan

Casting : gray-iron casting (besi tuang kelabu),
digunakan secara luas untuk :
* sambungan pipa kecil (small pipe fitting)
* untuk alat-alat yang lebih besar seperti: cast-iron
pipe, HE shell, evaporator bodys , karena gray-
iron casting mempunyai ketahanan korosi yang
sangat baik debanding dengan baja (steel)

Forging: Pembentukan vessel dengan penampang
besar , dan ketebalan ketebalan > 4 in. kekuatan
gray tidak tahan terhadap tekanan tinggi, maka
digunakan dengan metode forging (tempa), juga
karena susah dibuat dengan casting







Weding/pengelasan: merupakan metode
paling banyak dipakai.
Ada 2 type pengelasan:
1. Proses pengelasan gas (acetylene dan
oksigen)
2. Electric arc welding process

Macam-macam bentuk pengelasan (berdasarkan
ASME&API code):




5. Pertimbangan Ekonomi

Walaupun pemilihan fabrikasi ditentukan oleh bahan dan sifat
bahan, namun pemilihan terakhir biasanya berdasarkan
pertimbangan ekonomi. sebagai contoh: perbandingan relatif
harga tangki yang difabrikasi dari berbagai bahan lihat di Tabel 1.1.
Bahan Estimasi relative to steel
10.000 gallon 100.000 gallon
wood 0,4 0,5
Beton (concrete) 0,6 1
steel 1 1
Rubber-lined steel 1,8 2
Lead-lined steel 1,8 2
Copper 2 2,6
Aluminium 2,4 3
Stainless steel 4,4 4,8
6. Memperkirakan Harga
untuk menentukan harga optimum dan memperoleh hasil
rancangan alat vessel yang memberikan hasil
terbaik/optimum, langkah terakhir adalah memperkirakan
harga. jika tidak ada data harga, maka dapat melakukan
penaksiran harga dengan menggunakan indeks harga
sebagai acuan.

Harga A= Harga B x (Indeks A/Indeks B).

Misalnya:
Harga B= Harga stainless steel tahun 80'an.
Harga A= Harga stainless steel tahun terkini.
Indeks A dan B dicari dalam tabel dari buku-buku yang
mendukung seperti Brownel & Young. Timmer House

PERANCANGAN
FLAT BOTTOMED CYLINDRICAL VESSEL

Kebanyakan fluida disimpan dengan Bejana Silinder pada
keadaan atmosferis (P kecil) , dan difabrikasi dengan
pengelasan.

1. Konstruksi Material
Konstruksi material Vessel ini biasanya ; metal (steel) ,
alloy
Jika ada masalah dengan korosi, bahan konstruksi yang
paling murah dan paling mudah difabrikasi adalah low
carbon steel,

Low carbon steel, agak lunak dan mudah dibentuk untuk
berbagai bentuk, dan mudah di las dengan joint
effisiensi uniform



Contoh;

SA-7; SA-283 grade C untuk ketebalan
> 1 in

SA 283 grade D untuk ketebalan
< 1 in

Sifat
2
lengkap dari low carbon steel ada di
Tabel 3.1 dan tabel 3,2 untuk low alloy

2. Proporsi Tangki Yang Optimal

Sebelum mendisain tangki ditentukan dahulu
proporsi H/D

Batas bawah:
Rasio optimum terjadi jika harga shell, bottom dan
roof persatuan luas tidak tergantung terhadap D
dan H
Kondisi ini untuk vessel volume kecil , dimana
stabilitas elastis dan korosi mengontrol ketebalan.
Batas atas:
Rasio optimum D/H terjadi jika ketebalan shell
merupakan fungsi dari D dan H, dan hanya satuan
luas bottom dan roof tidak tergantung pada D dan
H
Kondisi ini berlaku untuk vessel volume besar


Proporsi optimum dari tangki juga dipengaruhi oleh
harga fondasi dan tanah tempat meletakkan tangki

Untuk keperluan penetapan proporsi tangki, perlu
diketahui harga dari shell, bottom, roof, fondasi
tanah dalam harga persatuan luas.

Jika:
c1 : harga pembuatan shell , $/ft2
c2 : harga pembuatan bottom , $/ft2
c3 : harga pembuatan roof , $/ft2
c4 : harga fondasi , $/ft2
c5 : harga tanah , $/ft2

C : total harga pertahun dari vessel, $/tahun


) .......3.1 ..........
D
4V
H jadi , H D
4
V
2
2
= =
t
Volume Tangki silinder (shell)
Jika
A1 : luas shell = D H
A2 : luas bottom, roof, fondasi dan tanah




dan A2 = A3 = A4 = A5

D
4
A
2
2
t
=
Maka biaya total :

C = A1.c1 + A2.c2 + A3.c3 + A4.c4 + a5.c5
C = A1.c1 + A2 (c2+c3+c4+c5)
Maka:





Untuk menentukan proporsi tangki yang optimum,
dengan menggunakan pers. diatas, perlu menentukan
suku biaya yang paling menentukan (c1, c2, c3, c4 dan
c5)
.....3.2) )......... c c c (c
4
D
) (c .D.H C
5 4 3 2
2
1
+ + + + =
...3.3) .......... .......... .......... ) c c c (c
4
D
) (c
D
4V
C
) c c c (c
4
D
) (c
D
4V
.D. C
5 4 3 2
2
1
5 4 3 2
2
1
2
+ + + + =
+ + + + =
t
( kapasitas kecil)
Ketebalan shell tidak bergantung terhadap D dan H

Optimasi tinggi dan diameter tangki dengan
menurunkan persamaan 3.3)
) c c c (c
2
D
) (c
D
4V -

dC
5 4 3 2 1
2
+ + + + =
dD
) 6 . 3 ... .......... ..........
c c c c
H 2 D
c c c c
.H D
4
8
D
: maka V, nilai dengan subtitusi
c c c c
8V
D
0 ) c c c (c
2
D
) (c
D
4V -
5 4 3 2
1
5 4 3 2
1 2 3
5 4 3 2
1 3
5 4 3 2 1
2
|
|
.
|

\
|
+ + +
=
|
|
.
|

\
|
+ + +
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
+ + +
=
= + + + +
c
c
c
t
t
Biaya total akan minimum, jika harga turunannya =
0, sehingga
Tangki kapasitas besar:
Besarnya c1 tergantung pada D dan H, ditetapkan
Dimana:


1)D - (H
c
c atau 1)D, - (H c c
1
6 6 1
= =

( )
( )
) c c c (c
4
D
4V.c
D
.c 16V

) c c c (c
4
D
D) -
D
4V
( c
D
4V

) c c c (c
4
D
D 1) -
D
4V
( c
D
4V
C
D
4V
H Jika
) c c c (c
4
D
D 1) - (H c
D
4V
C
) c c c (c
4
D
D 1) - (H c
D
4V
.D. C
5 4 3 2
2
6
2
6
2
5 4 3 2
2
6
5 4 3 2
2
2
6
2
5 4 3 2
2
6
5 4 3 2
2
6
2
+ + + + =
+ + + +
|
.
|

\
|
=
+ + + +
|
.
|

\
|
=
=
+ + + + =
+ + + + =
t
Optimasi dengan penurunan diperolah:
) 9 . 3 ... .......... .......... .......... .......... .......... ..........
) c c c (c
c
4H D
) c c c (c
2
D
H.c 2
) c c c (c
2
D
H.D
c
. D.H 2
H 1) - (H besar yang ki Untuk tang
5 4 3 2
1
5 4 3 2 1
5 4 3 2
1
2
+ + +
=
+ + + =
+ + + =
|
.
|

\
|
~
t
t
Beberapa Kasus:
Kasus 1).
Untuk small open tank Asumsi jika : asumsi yang
digunakan c1 = c2 dan c3, c4 dan c5 = 0 . Maka:
....3.10) .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... H 2 D
0 c
H 2
c c c c
1
H 2 D
1
1
5 4 3 2
=
|
|
.
|

\
|
+
=
|
|
.
|

\
|
+ + +
=
c c

Kasus 2).

Untuk small closed tank
Asumsi jika : c1 = c2 = c3 dan c4, c5 = 0 ,
maka:

.....3.11) .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... H D
0 c 2
H 2
c c c c
H 2 D
1
1
5 4 3 2
1
=
|
|
.
|

\
|
+
=
|
|
.
|

\
|
+ + +
=
c c
Kasus 3).
Untuk large closed tank
Asumsi jika harga roaf = harga shell = 2 x harga
bottom, c
1
= c
3
= 2 c2 dan c
4
= c
5
= 0, Maka:
....3.12) .......... .......... .......... .......... H.........
3
8
.
0 c 2 c
2
H 4 D
c c c c
H 4 D
2 2
2
5 4 3 2
1
=
|
|
.
|

\
|
+ +
=
|
|
.
|

\
|
+ + +
=
c
c
Perancangan Production tanks
Untuk Small and Medium Vessel

Untuk small dan medium sized pada tangki
vertikal , dan bahan yang digunakan dari steel
plate, maka dapat diberlakukan seperti pada
kasus 2) diatas sehingga D = H, dan memiliki
ketebalan (t) adalah 3/16 in atau in. Biasanya
dibuat dari mild steel SA-7 dan SA - 283




) 13 . 3 ...... ..........
4f
pd
atau t
4t
pd
d t..
/4 .d p.
a
P
f
d t.. a dan
4
d . p.
P
2
2
=
= = =
= =
t
Keterangan:
P = tekanan
a = luas
t = tebal shell, in
f = stress
p = internal pressure, lb/inch
Ketebalan Tangki (t)
Longitudinal stress :

P = p.d.l
a = 2.t.l
) 14 . 3 .... ..........
2.f
p.d
atau t
t 2.
.d p
2.t.l
p.d.l
a
P
f
=
= = =
Perbandingan antara pers 3.13 dan 3.14, diindikasikan untuk
spesifik allowable stress, diameter yang sudah fix, dan
tekanan tertentu, sehingga pers 3.14 dikondisikan 2 kali pers
3.13.
Ketebalan Tangki (t)
Circumferential stress :
Gambar 3.9
Untuk tangki berbahan korosi dan kondisi
atmosferik , persamaan 3,13 menjadi
) 16 . 3 .........
2.f.E
p.d
atau t
menjadi 3.14 persamaan dan
) 15 . 3 ......... ..........
f.E 4.
.d p
c
c t
+ =
+ =
Keterangan :
t = tebal shell (in)
p = internal pressure, lb/inch
2
d = internal diameter , inch
f = allowable working stress, lb/inch2
E = joint efficiency (see Table 13.2)
c = corrosion allowance, inch
Jika digunakan untukn test hidrostatis Vessel,
berlaku :
17 . 3 ... .......... .......... ..........
144
) 1 (
=
H
p
Keterangan:
= berat jenis air pada 60
o
F = 62,37 lb/ft
3

H = tinggi, ft
p = tekanan dalam, lb/inch
2



Persamaan 3.17 disubtitusikan ke pers 3.16

Untuk pengelasa doble welded dan butt joint ,
allowable stress adalah 21.000 psi , dengan konstruksi
steel SA-7 , joint efficiency (E) adalah 0,85 , mk
tebal shell sbb:




Sehingga:





c
144 x (0,85) (21.000) 2
(12D) 1) 62,37(H
t +

=
8) .......3.1 .......... c D 1) (H 0,0001456 t + =
Untuk fabrikasi full-fillet lap-joint, nilai joint
efisiensi (E) adalah 0,75 sehingga :






Contoh soal 3.2,
..3.19) .......... .......... c D 1) (H 0,0001650 t + =
Vessel bentu k silinder yang menggunakan kepala
(head)

Penggunaan vessel ini untuk:
Functional use
Presure consideraton
ukuran pembatas




HEAD SELECTION FOR CYLINDRICAL
VESSEL
Termasuk Vessel dengan head, adalah :
Kolom distilasi
Packet tower
Evaporator
Cristalizer
Dan Heat Exchanger

Umumnya dioperasikan pada tekanan atmosferik
hingga 5 lb/in2 age

Spesifikasi material konstrksi terdapat pada Tabel
5.1

BENTUK HEAD/KEPALA

Macam-macam bentuk head
A) flange only
B) Flange and shallow dished
C) Flang and standar dished
D) Torispherical
E) Elliptical/ellipsoidal
F) Hemispherical
G) Conical

Bentuk dan fungsi masing2

Gambar 5.a) Bentuk flange d only head






Ukuran icr, sf dan OD dilihat pada Tabel 5.4
t : tebal head, inc
Icr : inside-corner radius, inc
sf : straight flange, inc
r : radius of dish,inc
OD : outside diameter

Flang head dipakai pada tanki horizontal atau vertikal
tertutup pada tekanan atmosferik.
Fungsi tangki ini untuk fuel oil, kerosin, dan
miscellaneous liquid.



Ukuran icr, sf dan OD dilihat pada Tabel 5.6
5 d) Torispherical Head








Untuk tangki silinder horizontal atau vertikal yang
bertekanan antara 15 sampai 100 lb/in
2



5 e) Elliptical head








Untuk tangki silinder horizontal atau vertikal yang
bertekanan antara 100 sampai 200 lb/in2
Lihat Tabel 5.11 dan 5.12 (icr, sf, OD)

Gambar 5 f) hemisperical









Untuk tekanan diatas 200 lb/in
2


Gambar 5.9 )








Conical atau toriconical dished Untuk tangki silinder
horizontal atau vertikal yang digunakan sebagai spry
driers, crystallizer (solid)


Proporsi Optimum Vessel dengan elliptical
dished head (5. 3a hal 80)
Tebal shell dan tebal head ( Internal Pressure
vessel)

Tebal shell:







) 2 . 13 .. .......... .......... ..........
4 , 0 6 , 0
) 1 . 13 ..... .......... ..........
4 0 6 0
t r
f Et
t r
f Et
p
dan
p , f E
pr
p , f E
pr
t
o i
o i

=
+
=
+
=

=
Keterangan:
t : tebal shell minimum yang
diizinkan, inch
p : tekanan atau maksimum tekanan
kerkja yang diizinkan, lb/in
2

E : welded joint effisiensi (see table
13.2)
F : max allowable stress, lb/in
2
(see
table 13,1)
ri : diameter dalam shell, inch
ro : diameter luar shell, inch
Tebal Head
a) Type Elliptical head

skirt head the of diameter :
) 11 . 13 .....( .......... .......... .......... ..........
2 , 0
2
) 10 . 13 .......( .......... .......... ..........
2 , 0 2
d
t d
f Et
p
dan
p f E
pd
t
+
=

=
b) Spherical Dished covers
) 88 . 7 ....( .......... .......... ..........
4 , 0 4 p f E
pdi
t

=
Keterangan:
p : tekanan dalam, lb/in
l : jari-jari crown, inc
f : allowable stress
Atau menggunakan tabel 18.3 Walas,
untuk berbagai type head