Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN Denyut nadi dan tekanan darah merupakan hal yang amat penting dalam bidang kesehatan pada

umumnya dan khususnya dibidang kedokteran, karena denyut nadi maupun tekanan darah merupakan faktor yang dapat dipakai sebagai indicator untuk menilai system kardiovaskuler. Denyut nadi dan tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah perubhan posisi tubuh dan aktifitas fisik. Denyut nadi dapat dengan mudah diperiksa dengan jari tangan kita (cara palpasi), disamping itu dapat pula ditentukan dengan menggunakan peralatan elektronik yang sederhana maupun yang canggih. Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada seluruh permukaan yang tertutup, yaitu pada bagian dalam jantung dan pembuluh darah (Sloane, 2004:238). Tekanan darah dapat diukur dengan dua metode : 1. Metode langsung Metode ini menggunakan jarum atau kanula yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan dihubungkan dengan manometer. Metode ini merupakan cara yang palung tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan serta ketrampilan khusus. 2. Metode tidak langsung Metode ini menggunakan sphgnomanometer (tensimeter). Dengan metode ini, tekanan darah dapat diukur dengan dua cara, yaitu : a) Cara palpasi. Dengan cara ini hanya dapat diukur tekanan sistolik. b) Cara auskultasi Peralatannya terdiri dari ebuah manset lengan untuk menghentikan aliran darah arteri brachial, sebuah manometer raksa untuk membaca tekanan, sebuah bulb pemompa manset untuk menghentikan aliran darah arteri brakial, dan sebuah katup untuk mengeluarkan udara dari manset (Sloane, 2004:240). Dengan cara ini dapat diukur tekanan sistolik maupun diastolic. Cara ini memerlukan alat stethoscope. Stetoskop diletakkan diatas arteri yang terdapat di area lipat siku dan

disekeliling lengan atas dipasang sebuah manset tekanan darah yang digembungkan. Bila tekanan dalam manset ini cukup besar untuk menyumbat arteri selama sebagian siklus tekanan arteri, bunyi akan terdengar pada setiap pulsasi. Bunyi ini disebut bunyi korotkoff (Guyton & Hall, 2012:182).

Dapus Guyton & Hall. 2012. Fsiologi Kedokteran. Jakarta : EGC. Sloane, Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : EGC.