Anda di halaman 1dari 2

IV.

PENUTUP

A Kesimpulan a. Tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja BPPHP Wilayah X adalah sebagai
pertanggungjawaban atau akuntabilitas instansi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sepanjang tahun 2010.

b. Dalam Rencana Kegiatan ditetapkan visi BPPHP Wilayah X yaitu pemantauan


pemanfaatan hutan dan penatausahaan hasil hutan yang optimal serta terwujudnya profesionalisme tenaga teknis bidang bina produksi kehutanan guna mendukung tercapainya pengelolaan hutan produksi lestari. Selain visi tersebut, BPPHP Wilayah X menetapkan 4 (empat) misi, dan 24 (dua puluh empat) sasaran sebagai pedoman perencanaan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam kurun waktu tahun 2010-2014.

c. Secara umum pencapaian kinerja instansi BPPHP Wilayah X pada tahun 2010 sebesar
92,708 % termasuk dalam katagori sangat baik/sangat berhasil. Beberapa kegiatan masih ada yang tidak dapat terlaksana disebabkan tidak tersedianya petunjuk teknis dan kurikulum/silabus yang terkait program kegiatan rekruitmen dan pelatihan fasilitator HTR.

d. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi pada setiap kegiatan nampak adanya


kecenderungan yang lebih mengutamakan perjalanan dinas dari pada pembahasan/ penyusunan dan analisa data. Hal ini dimungkinkan mengingat perjalanan dinas tidak dapat dilaksanakan tanpa dukungan dana yang memadai. Selain itu setiap perjalanan dinas yang dilaksanakan terdapat muatan pengumpulan data yang diperlukan oleh BPPHP Wilayah X Pontianak guna penyusunan rencana dan program. Sedangkan analisa data dan pembahasan dapat dan selalu dilaksanakan pada setiap kesempatan.

e. Tidak terserapnya dana yang ada pada dasarnya tidak hanya disebabkan oleh
perencanaan yang kurang baik, karena rencana operasional proyek (RO) sudah terlebih dahulu disusun sebelum kegiatan dilaksanakan, melainkan juga karena

adanya kebijakan penyesuaian anggaran oleh pemerintah dan belum tersedianya petunjuk teknis dan pendukung lainnya dari instansi terkait.

29

B.

Saran

a. Pada waktu yang akan datang diharapkan kegiatan dapat tepat waktu dan
penyusunan rencana operasional dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi dan penyerapan anggaran dapat lebih efektif dan efisien.

b. Perlu dibuat petunjuk teknis penyusunan Rencana Kerja Tahunan UPHHK HTR
dengan mengacu kepada Rencana Stratejik Kementerian Kehutanan dan Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.

c. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) perlu upaya
bersama antara Departemen Kehutanan, Dinas Provinsi, maupun Kabupaten mencari bentuk sosialisasi yang efektif sehingga lebih dipahami masyarakat dan segera terealisasi menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku.

d. Agar diupayakan adanya Kurikulum dan Silabus pbagi pelatihan calon fasilitator
HTR dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan.

oo00oo

30