Anda di halaman 1dari 1

Rizal Hidayat XII IPA 3

SMA NEGERI 7 CIREBON

Modernitas dan Lunturnya Moral Anak Bangsa

ewasa ini, anak bangsa khususnya remaja dengan mudah menerima informasi dimana saja dan kapan saja lewat perangkat pintar miliknya. Arus informasi yang tidak dapat dibendung ini ibarat pedang bermata dua, di satu sisi informasi yang begitu

cepat dapat mempermudah remaja untuk lebih cepat maju dari generasi sebelumnya, tapi disisi lain informasi yang begitu cepat ini dapat menjadi bumerang bagi para remaja itu sendiri. Salah satu akibat dari cepatnya arus informasi ini adalah modernisasi. Modernisasi diyakini sebagai suatu perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional ke suatu masyarakat yang modern. Tapi sayangnya beberapa remaja salah kaprah dalam menyikapi modernisasi, remaja pada saat ini begitu mudah menelan mentah-mentah modernisasi tanpa filter yang jelas yang pada akhirnya melunturkan moral anak bangsa itu sendiri. Awal tahun 2013 Indonesia diserbu dengan berbagai macam budaya dengan kedok modernisasi. Dimulai dari modernisasi tarian yang bernama Gangnam Style dilanjut dengan tren tarian layaknya orang gila bernama Harlem Shake. Ironinya anak bangsa Indonesia dengan mudah menelan mentah-mentah tren berkedok modernisasi ini dan berdalih atas nama kebebasan dan bersembunyi dibalik jargon Just for Fun. Puncaknya pada awal Maret 2013, ketika salah satu sekolah di Toli-Toli, Sulawesi Tengah terkena kasus pelecehan agama akibat modernitas yang kebablasan. Aksi joget lima siswi SMA 2 Tolitoli di youtube membuat geger. Penyebabnya mereka yang memakai seragam baju olahraga itu berjoget dengan sesekali menggunakan gerakan salat. Pihak sekolah menyesalkan aksi joget para siswi yang dinilai tidak patut tersebut. Pihak sekolah sudah memberikan sanksi berupa pemberhentian dan tidak membolehkan mereka mengikuti Ujian Nasional kepada siswi-siswi tersebut. Ribuan kilometer dari Toli-Toli, Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Cirebon, Jawa Barat hal yang hampir sama terulang kembali. Salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Cirebon, harus tercoreng nama baiknya akibat ulah segelintir siswanya yang meng-upload ke youtube tarian Harlem Shake yang tidak pantas dilakukan. Pihak sekolah meyesalkan tindakan segelintir siswa tersebut, pihak sekolah menganggap beberapa siswa tersebut gagal meng-implementasi-kan salah satu visi sekolah yaitu Religius. Dari dua kasus diatas sudah dapat disimpulkan bahwa modernitas dapat menyebabkan degradasi moral anak bangsa jika modernitas tidak dibarengi dengan pemahaman yang benar dan tidak dibarengi dengan Pendidikan Moral dan Agama. Sayangnya hal ini diperparah dengan tidak adanya lagi Pendidikan Budi Pekerti di sekolah ditambah sedikitnya jam belajar Pendidikan Agama di sekolah yang hanya 2 jam pelajaran tiap pekannya. Miris memang melihat kenyataan itu di depan mata, ketika anak bangsa yang sejati nya adalah penerus tongkat estafet perjalanan bangsa dan negara ini harus hancur moralnya karena topeng modernitas. Sudah seharusnya orang-orang disekitar dunia pendidikan khususnya guru dan orang tua agar sama-sama menjaga anak bangsa Indonesia dari modernitas dan kebebasan yang kebablasan.