Anda di halaman 1dari 9

Oleh: XXD

Adalah

sebuah alat untuk mempertahankan jalan napas paten tanpa intubasi trakea, yang terdiri dari tabung terhubung ke cuff oval yang berfungsi untuk mengunci laring.

LMA mengisi cekungan antara Face Mask (FM) dan Trakeal Tube (TT) baik dari segi posisi anatomis dan tingkat invasi. Dibuat dari kelas silikon karet medis dan dapat digunakan kembali.

LMA ini terdiri dari 3 komponen utama Tabung jalan napas (airway tube) Masker karet dan Garis inflasi.

Indikasi : 1) Sebagai alternatif dari ventilasi face mask atau intubasi ET untuk airway management. LMA bukanlah suatu penggantian ET, ketika pemakaian ET menjadi suatu indikasi. 2) Pada penatalaksanaan dificult airway yang diketahui atau yang tidak diperkirakan. 3) Pada airway management selama resusitasi pada pasien yang tidak sadarkan diri.
Kontraindikasi : 1) Pasien-pasien dengan resiko aspirasi isi lambung ( penggunaan pada emergency adalah pengecualian ). 2) Pasien-pasien dengan penurunan compliance sistem pernafasan, karena seal yang bertekanan rendah pada cuff LMA akan mengalami kebocoran pada tekanan inspirasi tinggi dan akan terjadi pengembangan lambung. Tekanan inspirasi puncak harus dijaga kurang dari 20 cm H2O untuk meminimalisir kebocoron cuff dan pengembangan lambung. 3) Pasien-pasien yang membutuhkan dukungan ventilasi mekanik jangka waktu lama. 4) Pasien-pasien dengan reflex jalan nafas atas yang intack karena insersi dapat memicu terjadinya laryngospasme.

Afasia tidak lancar. Pada afasia ini, output atau keluaran bicara terbatas. Penderita menggunakan kalimat pendek dan bicara dalam bentuk sederhana. Sering disertai artikulasi dan irama bicara yang buruk.
Gambaran klinisnya ialah: Pasien tampak sulit memulai bicara Panjang kalimat sedikit (5 kata atau kurang per kalimat) Gramatika bahasa berkurang dan tidak kompleks Artikulasi umumnya terganggu Irama bicara terganggu Pemahaman cukup baik, tapi sulit memahami kalimat yang lebih kompleks Pengulanan (repetisi) buruk Kemampuan menamai, menyebut nama benda buruk

Efek samping yang paling sering ditemukan adalah nyeri tenggorok, dengan insidensi 10 % dan sering berhubungan dengan over inflasi cuff LMA. Efek samping yang utama adalah aspirasi.

Keuntungan Dibandingkan dengan Face Mask - Tangan operator bebas - Fiksasi yang lebih baik pada penderita yang berjenggot - Lebih leluasa pada operasi THT - Lebih mudah untuk mempertahankan jalan nafas - Terlindung dari sekresi jalan nafas - Trauma pada mata dan saraf wajah lebih sedikit - Polusi ruangan lebih sedikit - Kurang invasif - Kedalam anastesi yang dibutuhkan lebih dangkal - Berguna pada intubasi sulit - Trauma pada gigi dan laryngx rendah - Mengurangi kejadian bronkhospasme dan laryngospasme - Tidak membutuhkan relaksasi otot - Tidak membutuhkan mobilitas leher - Mengurangi efek pada tekanan introkular - Mengurangi resiko intubasi ke esofagus atau endobronchial

Kerugian - Lebih invasive - Resiko trauma pada jalan nafas lebih besar - Membutuhkan keterampilan baru - Membutuhkan tingkat anastesi lebih dalam - Lebih membutuhkan kelenturan TMJ (temporo-mandibular joint) - Difusi N2O pada balon - Ada beberapa kontraindikasi - Meningkatkan resiko aspirasi gastrointestinal - Harus dalam posisi prone atau jackknife - Tidak aman pada pasien obisitas berat - Maksimum PPV (positive pressure ventilation) terbatas - Keamanan jalan nafas kurang terjaga - Resiko kebocoran gas dan polusi ruangan lebih tinggi - Dapat menyebabkan distensi lambung

Dibandingkan dg ETT