Anda di halaman 1dari 3

Nisa Logana Miranti Teknik Lingkungan 2010 1006760506 RESUME The Inconvenient Truth Film dokumenter ini memaparkan

isu lingkungan yang terjadi saat ini, dan terfokus kepada Global Warming. Bagaimana proses terjadinya dan apa saja dampak yang ditimbulkan dari Global Warming tersebut. Albert Gore atau yang akrab dipanggil Al-Gore di sini menjadi host suatu acara yang mempresentasikan tentang keadaan planet bumi ini. Al Gore menjelaskan bagaimana proses global warming itu terjadi secara teoritis. Bermula dari radiasi yang disebabkan oleh cahaya matahari yang mengenai atmosfer bumi, kemudian kebanyakan dari radiasi tersebut terserap oleh bumi dan meningkatkan suhu di dalam bumi. Namun, layaknya cermin, bumi memantulkan kembali radiasi cahaya tersebut ke angkasa dalam bentuk gelombang infrared. Karena adanya atmosfer yang melapisi bumi, beberapa gelombang infrared tersebut terperangkap dalam bumi dan menghangatkan bumi. Hal inilah yang menyebabkan planet bumi dapat ditinggali karena suhu yang memungkinkan. Tetapi, hal ini menjadi tidak baik karena terdapatnya gas-gas emisi dan polusi yang terdapat di lapisan atmosfer bumi ini, sehingga atmosfer menebal dan terlalu banyak radiasi cahaya atau panas dari matahari yang terperangkap dan over warm bumi ini. Dari beberapa data yang telah dikumpulkan dan dari beberapa survey yang telah dijalankan oleh beberapa team yang bertugas, tingkat gas CO2 pada bumi ini meningkat setiap tahunnya dan tidak pernah menurun. Hal ini menyebabkan banyak tempat-tempat di bumi ini yang berubah drastic dalam kondisi temperaturnya. Sebagai contoh Kilimanjaro, Africa yang terkenal dengan salju yang berada di gunungnya, pada tahun 2006 kondisinya sangat kering dan gersang. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya kandungan gas CO2 pada bumi ini menyebabkan temperatur dalam bumi ini meningkat akibat terperangkapnya panas matahari pada bumi. Banyak yang mengatakan bahwa isu global warming ini merupakan siklus bumi yang bisa berulang sesuai dengan periode yang ditentukan. Layaknya peralihan jaman es ke kondisi seperti saat ini. Namun, setelah ditempuh survey dan pengumpulan data yang mendukung serta analisis dari beberapa ahli, didapatkan perbandingan kandungan CO2 dengan suhu yang terdapat selama

650.000 terakhir. Dari 650.000 tahun yang lalu hingga beberapa waktu terkahir ini kandungan CO2 tidak pernah lebih dari 300 ppm, apalagi pada saat jaman es atau glasier bahkan selalu berada di bawah 200 ppm. Namun sekarang ini konsentrasi CO2 jauh berada di atas 300 ppm dan diperkirakan 50 tahun yang akan datang konsentrasi CO2 ini akan semakin meningkat. Jadi, jika hal ini disebut sebagai siklus bumi di mana perilaku manusia tidak mempengaruhinya hal ini telah terbantahkan karena selama 650.000 tahun terakhir ini yang telah mengalami beberapa periode perubahan tidak pernah mengalami fase serupa yang terwakili dengan konsentrasi CO2 yang semakin meningkat ini. Pada awalnya jika sinar matahari mengenai gunung es atau tumpukan es, maka es akan berperilaku layaknya cermin yang memantulkan cahaya tersebut. Namun, lama kelamaan es itu akan mencair dan air akan menyerap panas yang dipancarkan dari cahaya matahari tersebut. Hal ini menyebabkan temperatur dalam badan air tersebut akan meningkat dan secara otomatis akan mempercepat pencairan es yang terdapat di sekitarnya. Hal ini menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di sekitar daerah itu tidak bisa beradaptasi dan kemungkinan angka kematian akan menjadi tinggi karena hal tersebut. Kemudian banyak bencana yang terjadi akibat hal tersebut. DIkarenakan permukaan air menjadi tinggi dan garis pantai semakin mundur, hal ini akan menyebabkan banjir. Namun, pada satu negara yang memiliki iklim yang seharusnya sama bisa terjadi ketimpangan, yaitu pada satu daerah mengalami banjir besar-besaran sedangkan di daerah lain negara tersebut sangat kekeringan. Hal ini dikarenakan adanya evaporasi berlebihan dan tidak merata pada daerah tersebut. Kemudian badai topan pun terjadi pada tempat-tempat yang biasanya tidak terkena bencana tersebut akibat peralihan temperatur yang sangat tajam sehingga bisa menyebabkan badai. Tidak hanya itu, namun karena adanya perubahan suhu ini menyebabkan adanya perubahan rentang waktu musim yang terdapat pada suatu negara. Bisa terlalu cepat datang, atau terlalu lambat datang. Jangka waktunya jadi tidak menentu dan hal ini sangat merugikan bagi para pekerja yang sangat bergantung pada musim seperti petani dan lain sebagainya. Karena hal tersebut, banyak organisme yang seharusnya bisa diberantas dengan organism lain menjadi tidak terkendali karena adanya ketidaktentuan musim ini, sedangkan organisme tersebut sudah memiliki waktu yang pasti dalam melakukan perpindahan ataupun pemburuan. Hal ini juga mengakibatkan banyaknya penyakit yang terdapat pada bumi ini.

Akibat naiknya tinggi permukaan air, banyak daratan yang nantinya akan tertutupi oleh air dan bisa menimbulkan banyak korban jiwa karena tidak cukup lagi lahan untuk mereka tinggal dan beraktifitas, garis pantai pun juga semakin mengarah ke daratan dan menyebabkan sebagian dari daratan yang kita tinggali akan tenggelam. Dari presentasi yang dibawakan Al-Gore hampir ke seluruh penjuru dunia terkhususnya di Amerika sendiri, dipaparkan bahwa penyebab global warming terbesar adalah Amerika Serikat. Di mana Amerika Serikat menghasilkan emisi karbon tertinggi dari seluruh dunia. Film ini sangat persuasif dalam mengajak penonton terkhususnya warga Amerika Serikat itu sendiri dalam menjadi agen pengubah dalam hal global warming ini. Banyak pesan-pesan menarik yang membuat kita untuk bisa menyelamatkan bumi ini dari global warming. Yang terpenting menurut saya dari film ini adalah merubah mindset seseorang yang mengira bahwa isu global warming ini hanyalah sebuah teori, melainkan menunjukkan fakta-fakta bahwa dampak global warming sudah terjadi pada bumi ini dan diperlukan gerakan dari kita untuk mencegah kehancuran dari bumi ini.