Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Bangunan satu lantai merupakan banguna yang berdiri langsung diatas pondasi dan hanya mempunyai satu lantai dasar. Bangunan seperti ini bisa berupa bangunan rendah maupun bangunan tinggi. Dalam suatu bangunan mempunyai komponen-komponen pembangun bangunan tersebut, diantaranya pondasi, atap, system plumbing, ruangan, system elektrikal, pintu dan jendela. Komponenkomponen tersebut harus mutlak ada agar suatu bangunan bisa berdiri kokoh, aman, dan nyaman. Jika salah satu komponen penyusun bangunan tersebut tidak ada maka akan kurang optimalnya fungsi bangunan bagi kehidupan manusia, seperti tidak adanya system elektrikal yang otomatis mengpersulit aktivitas manusia di dalam rumah saat malam hari. Oleh karena itu semua komponen tersebut harus ada. Komponen-komponen penyusun rumah tersebut masih mempunyai bagian-bagian penyusunnya lagi. Semua komponen tersebut tidak akan optimal fungsinya juga jika salah satu bagian penyusunnya tidak terpenuhi, seperti tidak adanya Balok Sloof (Transram) pada pondasi yang dapat mengakibatkan air bawah tanah naik ke atas tembok. Untuk lebih jelas mengenai komponen penyusun rumah/bangunan lantai satu, bagian-bagian komponen penyusun dan fungsi masing-masing dapat dilihat di tabel halaman selanjutnya.

TABEL KOMPONEN-KOMPONEN RUMAH/BANGUNAN LANTAI SATU, BAGIAN PENYUSUNNYA DAN FUNGSI MASING-MASING.

NO

KOMPONEN PENYUSUN

BAGIAN Septictank

FUNGSI Sebagai tempat penampung pembuangan akhir dari kloset. Sebagai bagian yang dapat mengantisipasi apabila terdapat kotoran yang nantinya dapat menyumbat pipa saluran air kotor. Untuk memompa air bawah tanah agar naik ke atas tanah. Untuk tempat mengalirnya air bersih seperti dari PAM dan pompa air. Untuk saluran tempat air limbah/air kotor yang berakhir di septictank. Untuk saluran air kotor dari rumah yang dialirkan ke selokan dan berakhir di system air limbah kota. Tempat untuk menampung air hujan. Pengaman rumah. Agar pintu dan jendela bisa dibuka dan ditutup. Untuk pengunci jendela. Sebagai penggantung yang dapat membuat pintu menutup sendiri ketika dibuka. Alat agar pintu yang dibuka ke samping (90%) terhindar dari benturan pada tembok. Penguat/ikatan dalam pasangan dinding bata. Untuk perletakan dan duduknya daun pintu dan jendela. Untuk mengokohkan kusen.

Bak Kontrol

Pompa Air Saluran Air Bersih

PLUMBING

Saluran Black Water

Saluran Grey Water

Sumur Resapan Kunci Engsel Gerendel PINTU & JENDELA Door Closer

Door Stop Telinga Kusen Kusen Angkur Kusen

Lot Dinding

Lantai

RUANGAN

Ring Balk

Plafond

Kolom Praktis Dak Beton & Genting

Untuk mengecek kevertikalan kusen. Untuk memisahkan antara ruang satu dengan yang lainnya. Sebagai penerima beban (baik beban hidup maupun mati). Sebagai elemen pembentuk dan pembeda ruang Sebagai tumpuan konstruksi atap. Sebagai pengikat pasangan dinding batu bata bagian atas agar tidak runtuh. Peredam suara air hujan yang jatuh di atap. Sebagai isolasi panas yang datang dari atap. Untuk pengaku pasangan batu bata (batako, rooster dan glassblock). Untuk menahan perubahan cuaca. Untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri Untuk member bentuk pada atap. Penyangga penutup atap dan usuk atap. Sebagai pemberhentian tumpuan dan peletakan papan nok/jurai luar. Untuk tumpuan langsung penutup atap genteng. Untuk penutup akhiran usuk/list tepi atap. Sebagai penyangga rangka atap overstek. Untuk meletakkan kasau. Untuk menahan elemen atap lainnya yang terdapat di atasnya(reng dan penutup atap).

Kuda-kuda

Gording Jurai & Nok (Jurai Luar) Usuk Reng Listplank Konsol

ATAP

Balok Tembok

Ikatan Angin

Drug Beton Balok Reng

Balok Kasau

Papan Ruiter Talang Air (Guter) Baut Canal Papan Bubungan Kolom Beton/Bangunan

Sloof

Balok Sloof (Transram) 5 PONDASI Anstamping

Tanah Urug

Untuk mengikatkan kuda-kuda yang satu dengan yang lainnya agar kuda-kuda mampu berdiri dan tahan terhadap terpaan angin. Untuk menahan bentangan balok jurai agar posisi balok jurai tidak mudah berubah akibat lendutan. Untuk meletakkan genteng penutup. Untuk meletakkan balok reng. Untuk menahan elemen lainnya yang terdapat di atasnya(lapisan alumunium foil, kasau dan genteng). Untuk meletakkan genteng penutup atap. Untuk saluran air hujan di atap. Sebagai pengikat untuk menahan pondasi atap. Untuk menyambungkan reng satu dengan reng lainnya. Untuk menahan genteng bubungan dan adukan. Sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Untuk mendukung dan meratakan beban yang ditumpu. Meneruskan beban ke pondasi di bawahnya. Untuk mencegah naiknya air dari bawah ke atas tembok. Untuk meluaskan daerah beban, sehingga pondasi bisa menerima bebab yang lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Sebagai pengurug ruang di bawah lantai yang dibentuk oleh susunan pondasi Sebagai penutup galian. Untuk meratakan bentuk muka tanah pada suatu site.

Pasir Urug

Spesi (Beraben) Pondasi Batu Kali

Stop Kontak

ELEKTRIKAL

Lampu Sakelar Panel

Untuk memberikan lapisan pada dasar pondasi sebagai lantai kerja. Sebagai penyetabil permukaan galian tanah. Untuk mengurangi filtrasi ke dalam tubuh pondasi. Penerima beban dari struktur atas untuk diteruskan ke tanah. Sebagai alat pemutus ketika terjadi kontak antara arus positif, negative dan grounding pada instalasi listrik. Sebagai sumber utama penerang ruangan (selain matahari di siang hari) atau general lighting. Untuk memutuskan atau menghubungkan jaringan listrik. Untuk membagi daya instalasi.

Sumber rujukan: Artikelproperti.blogspot.com File.upi.edu Id.wikipedia.org Kerockan.blogspot.com Pelaksanaan proyek.blogspot.com Pustaka.pu.go.id www.docstoc.com