Anda di halaman 1dari 88

Apa saja yang akan dipelajari?

1. Tata Nama Senyawa Kovalen, ionik dan kristal 2. Rumus Kimia 3. Persamaan Reaksi

Untuk apa?
1. Senyawa kimia ada begitu banyak jumlahnya 2. Untuk dapat mengenal dan memanfaatkannya, kita terlebih dahulu harus mengetahui nama mereka berdasarkan aturannya 3. Sama hal nya ketika kita akan berkenalan dengan seseorang, kita memperkenalkan nama kita

Mengapa unsur membentuk senyawa?


Sebagian besar unsur di alam ingin mencapai suatu kestabilan Hal itu diperoleh melalui ikatan dengan unsur lain. Hasil dari perikatan : suatu senyawa yang stabil. Unsur logam dan non logam membentuk ikatan ionik, unsur non logam dan non logam membentuk ikatan kovalen

Jons Jakop Berzelius (Bapak penamaan senyawa kimia)

Latihan 01:
No. Rumus Kimia Ionik/ Kovalen No. Rumus Kimia Ionik/ Kovalen No. Rumus Kimia Ionik/ Kovalen

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

LiF NaCl K2O CsCl Mg3N2 CaS BaI2 Al2O3

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

FeO CuCl2 AgBr AuCl3 Ca(NO3)2 Al(OH)3 Ba3(PO4)2 NH4Cl

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

CO2 N 2 O5 PCl5 SO2 BrF5 HCl H2SO4 CH3COOH

Tata Nama Senyawa Kovalen Biner


Senyawa biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua macam unsur non logam. Contoh: CO, SO3, PCl5, NO2
Cara memberi nama: Jumlah atomnya dihitung

Nama unsur ke-2 ditambahkan akhiran: -ida oksigen oksida fluorin fluorida sulfur sulfida klorin klorida nitrogen nitrida bromin bromida fosfor fosfida iodin iodida

jumlah atom

nama unsur ke-1

jumlah atom

nama unsur ke-2

ida

Contoh:

Contoh: CO (karbon monoksida) NO (Nitrogen monoksida) HCl (Hidrogen klorida) PCl3 (Fosfor triklorida)
Perhatikan:

Awalan mono tidak digunakan untuk unsur non-logam pertama Untuk mempersingkat penyebutan monooksida, satu o dihilangkan sehingga menjadi monoksida.

Tata Nama Senyawa Kovalen Biner


Penamaan senyawa mengikuti urutan berikut:

B Si As C P N H S I Cl O F
Contoh:

CO (Nama C lalu nama O) HCl (Nama H lalu nama Cl) NO (Nama N lalu nama O) Tata nama IUPAC tidak perlu digunakan untuk senyawa yang memiliki nama umum

Latihan 02:
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rumus Molekul P2 O 5 N2 O 4 S2Cl2 Cl2O7 N2 O 3 I4O9 PCl5 CO2 SF6 mono fosfor penta klorin ida monofosfor pentaklorida fosfor penta klorida Jumlah Atom di Unsur ke-1 fosfor Jumlah Atom penta Unsur ke-2 oksigen - ida ida Nama difosfor pentaoksida

11

Latihan 03:
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nama Senyawa difosfor pentoksida tetrafosfor trisulfida disulfur diklorida diklorin monoksida tetrafosfor heptasulfida dinitrogen trioksida xenon heksafluorida nitrogen triiodida karbon disulfida XeF6 Rumus Molekul P2 O 5

12

Tata Nama Senyawa Ionik


adalah senyawa yang terbentuk antar unsur logam dengan unsur non logam melalui serah terima pasangan elektron. Logam membentuk ion positif (kation) dan nonlogam membentuk ion negatif (anion). Ada dua jenis kation, yaitu: 1. Kation yang hanya memiliki satu macam valensi (Valensi adalah kemampuan untuk melepaskan elektron). Contohnya: Na dapat membentuk Na+

Tabel nama kation 1 valensi

Tabel Nama Kation lebih dari 1 valensi


2. Kation yang memiliki lebih dari satu macam valensi. Contohnya: Fe dapat membentuk kation Fe2+ dan Fe3+

Anion
Ada dua jenis anion, yaitu: 1. Anion sederhana (anion monoatom). Contoh: ClPenamaan: nama unsur ditambah akhiran ida. Jadi untuk Cl- namanya ion klorida 2. Anion kompleks (anion poliatom). Contoh: ion sulfat. Rumus kimia ionnya SO42-. Penamaan: lihat tabel

Anion

Tata Nama Senyawa Ionik


1. Penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion non logam Contoh: NaCl = natrium klorida Untuk logam yang memiliki lebih dari satu macam valensi, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka Romawi Contoh: FeO: besi(II) oksida. Fe2O3 : besi(III) oksida. Senyawa yang mengandung ion poliatom Tata nama senyawa yang mengandung ion poliatom dimulai dari nama kation diikuti dengan nama anion. Contoh: (NH4)2SO4 : Amonium sulfat

2.

3.

Ion poliatomik yang muatannya sesuai dengan muatan unsur tunggal


Ion dengan muatan -1 perbromat BrO4-1 bromat BrO3-1 bromit BrO2-1 hipobromit BrO-1 perklorat ClO4-1 klorat ClO3-1 klorit ClO2-1 hipoklorit ClO-1 periodat IO4-1 iodat IO3-1 iodit IO2-1 hipoiodit IO-1

-1

Tata Nama Kristal


Beberapa senyawa ion mengikat sejumlah molekul air membentuk kristal (hidrat) diberi nama dengan menyebut nama senyawa nya dan awalan yang menyatakan jumlah molekul air nya dan H2O dibaca hidrat Contoh : CaSO4 . 2 H2O ; kalsium sulfat di hidrat CuSO4 . 5 H2O ; tembaga (II) sulfat penta hidrat MgSO4 . 7 H2O ; magnesium sulfat hepta hidrat Na2CO3 . 10 H2O ; natrium karbonat deka hidrat

Rumus Kimia
adalah suatu notasi yang memuat jenis dan perbandingan atom penyusun unsur atau senyawa

Rumus kimia zat dinyatakan dengan lambang unsur dan angka indeks.
Lambang unsur = jenis atom unsur Angka indeks = perbandingan atom-atom unsur. Angka indeks ditulis sebagai subskrip setelah lambang unsur. Contoh: H2O H dan O menunjukkan lambang unsur Angka 2 menunjukkan angka indeks

Pembentukan Senyawa Ionik


1. Tulis nama ion 2. Tentukan muatan ion positif
Jumlah muatan positif Kamu harus tau kalau dan negatif harus muatan ion sulfit == nol 2

CuSO3
Cu
x +2 -2 = 0 SO3

X +Saya (- 2) =adalah 0 +2 poliatom +2 ion X = +2

Tembaga (II) sulfit


Nama Akhir

Latihan
Ba(ClO4)2

barium

perklorat

Na2Cr2O7

Latihan 04:

24

Latihan 05:

25

LATIHAN

Anion kation
Ag+ Fe2+

ClO3-

SO42-

PO43-

CN-

HCO3-

SbO33-

C2O42-

Cr3+
NH4+ Cu2+ Au3+ Sn4+

Latihan 07:

27

Latihan 08:

28

Reaksi Kimia

+
Pereaksi Produk reaksi
30

Persamaan Reaksi

+
H H

F F

?

H H F F Persamaan Reaksi
31

H2 + F2

2 HF

Persamaan Reaksi

Contoh : Pada reaksi aluminium dengan dengan larutan asam sulfat dihasilkan aluminium sulfat dan gas hidrogen Persamaan reaksinya ditulis sbb; Al + H2SO4 Al2(SO4)3 + H2

Persamaan Reaksi
Dalam persamaan reaksi kimia, semua zat yang bereaksi harus dicantumkan fase (keadaan wujud) zatnya. Ada 4 wujud/ keadaan zat yang ditulis sebagai subskrip.

Persamaan reaksi dengan fase: Al(s) + H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) +

H2(g)

Penyetaraan Reaksi
Prinsip dasar: Jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi itu sama
H H H H H

O H O H H

2 H2

+ O2

2 H2O
34

Persamaan Reaksi
Untuk menyamakan jumlah unsur, persamaan reaksi dilengkapi dengan koefisien reaksi (angka yang ditulis di depan rumus kimia suatu zat ). Angka 1 tidak perlu ditulis. Ada 2 cara untuk menyetarakan reaksi kimia, yaitu metode coba-coba (trial and error) dan metode aljabar.

Penyetaraan dengan metode trial & error


Contoh: Al(s) + O2(g) Al2O3 (s) Jumlah atom Al dikiri = 1 sementara dikanan = 2 Agar jumlah atom Al sama maka diberikan koefiisien 2 di depan Al Persamaan reaksi menjadi : 2Al(s) + O2(g) Al2O3 (s) Sekarang jumlah Al di kiri dan di kanan sudah sama. Sekarang kita akan menyetarakan jumlah O: Jumlah atom O di kiri = 2 sementara dikanan = 3 Agar jumlah atom O sama maka diberikan koefiisien 3/2 di depan O2 Persamaan reaksi menjadi : 2Al(s) + 3/2O2(g) Al2O3 (s) Sekarang jumlah O di kiri dan di kanan sudah sama. Agar koefisien tidak berupa pecahan maka keseluruhan koefisien dikalikan 2 Persamaan reaksi setara menjadi: 4Al(s) + 3O2(g) 2Al2O3 (s)

Penyetaraan dengan metode aljabar


PENYELESAIAN DENGAN CARA ALJABAR

Contoh : KMnO4 + H2SO4 + FeSO4 K2SO4 + MnSO4 + Fe2(SO4)3 + H2O Kita samakan K dikiri dan kanan. Di kiri isi koefisien 2 pada KMnO4, di kanan isi koefisien 1 pada K2SO4. Pada senyawa lain isi koefisien dengan abjad

Penyetaraan dengan metode aljabar


Persamaan menjadi: 2 KMnO4 + aH2SO4 +b FeSO4 1 K2SO4+ cMnSO4 + dFe2(SO4)3 + eH2O Persamaan aljabar yang kita peroleh : K : 2 = 2 Mn : 2 = c c=2 O : 8 + 4a + 4b = 4 + 4 c + 12 d + e H : 2a = 2e a=e S : a + b= 1 + c + 3d Fe : b = 2d Kita selesaikan persamaan O : 8 + 4a + 4b = 4 + 4 c + 12 d + e Subst C=2 , b=2d , a=e 8 + 4a + 4b = 4 + 8 + 6b + a 3a - 2b = 4 ( I ) Sekarang persamaan S : a + b = 1 + c + 3 d Subst C=2 , b=2d a + b = 1 + 2 + 1 b a b = 3 ( II )

Penyetaraan dengan metode aljabar


Kita selesaikan pers (I) dan (II) (I) 3a - 2b = 4 x 1 3a 2b = 4 4a 2b = 12 -a b = 2d 2d = 10 d = 5 Jadi koefisien reaksinya adalah : 2. 8. 10. 1. 2. 5. 8 Persamaan reaksi setaranya adalah : 2KMnO4 + 8H2SO4 + 10FeSO4 K2SO4 + 2MnSO4 + 5Fe2(SO4)3 + 8H2O = -8 a=8 a=e=8 (II) a b = 3 x 4

a b = 3 8 b = 3 b = 5 b = 10

Latihan 09:
Coba setarakan persamaan reaksi berikut :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Al(s) + H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + O2(g) H2O(l) C(s) O2(g) CO2(g) + H2O(l) CO2(g) + SO2(g) H2O(l)

CH4(g) + Na(s) +

NaOH(aq) + H2(g) KCl(s) Fe2O3(s) +

KClO3(s) + FeS(s) + K2O(s) +

H3PO4(aq) K3PO4(aq) + H2O(l)

Al(OH)3(s) + H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + H2O(l) KMnO4(aq) + HCl(aq) KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O(l) + Cl2(g)

Latihan 10:
Tuliskan persamaan reaksi setara dari: a) Gas metana (CH4) bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan gas karbondioksida dan air b)Serbuk seng bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan larutanseng klorida dan gas hidrogen c) Larutan magnesium hidroksida bereaksi dengan larutan asam sulfat menghasilkan larutan magnesium sulfat dan air d) Serbuk tembaga bereaksi dengan larutan asam nitrat menghasilkan larutan tembaga(II) nitra, gas nitrogen monoksida dan air. e)Larutan Kalium permanganat bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan larutan kalium klorida, larutan mangan(II) klorida, air dan gas klor

KONSEP MOL
Di dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal berbagai satuan untuk mempermudah penyebutan 1 trio 1 lusin donat 1 gross pensil = 3 penyanyi = 12 donat = 144 pensil

KONSEP MOL
di dalam dunia kimia, materi tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Sebagai contoh: dalam satu tetes air ternyata terdapat 1672000000000000000000 molekul air Untuk itu, dalam ilmu kimia digunakan satuan mol untuk menyatakan jumlah atau banyaknya materi.

KONSEP MOL

Untuk materi yang merupakan unsur, maka partikelnya berupa atom dan untuk materi yang merupakan senyawa, partikelnya dapat berupa molekul atau ion. 1 mol C 1 mol H2O 1 mol NaCl = 6.02 x 1023 atom C = 6.02 x 1023 molekul H2O = 6.02 x 1023 ion Na+ dan 6.02 x 1023 ion Cl

Latihan 11: Tentukan penggolongan materi berikut ini:


perak gas oksigen gas helium garam dapur asam klorida : Unsur, partikelnya: atom

Mol dan Jumlah Partikel


Sekarang mari kita lihat hubungan jumlah partikel terhadap mol: Mol jumlah partikel 1 mol suatu zat 6.02 x 1023 2 mol suatu zat 1.204 x 1024
(dari mana? 1.204 x 1024 = 2 mol x 6.02 x 1023 partikel)

3 mol suatu zat n mol suatu zat

1.806 x 1024
(dari mana? 1.806 x 1024 = 3 mol x 6.02 x 1023 partikel)

n x 6.02 x 1023

Uji Diri:
6.02 x 1023 atom Ag 9.03 x 1023 atom Ag 1.204 x 1024 atom Ag 6.02 x 1019 atom Ag 3.01 x 1022 atom Ag 1.505 x 1018 atom Ag 1.505 x 1024 atom Ag 6.02 x 1015 atom Ag 2.408 x 1024 atom Ag 1.204 x 1020 atom Ag = = = = = = = = = = 1 mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag mol Ag

Uji Diri:
1 mol Ag 0.5 mol Ag 1.5 mol Ag 2 mol Ag 2.75 mol Ag 3.5 mol Ag 0.1 mol Ag 0.75 mol Ag 4 mol Ag 0.0001 mol Ag = 6.02 x 1023 atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag = atom Ag

Jika partikelnya bukan merupakan atom. Misalnya saja ditanyakan berapa jumlah atom H dalam 1 mol CH3COOH?
1 mol CH3COOH = 6.02 x 1023 molekul CH3COOH 1 molekul CH3COOH = 8 atom Maka 6.02 x 1023 molekul = 6.02 x 1023 molekul x 8 atom/molekul = 4.8 x 1024 atom H

Latihan 12: 1. Berapakah jumlah atom yang terdapat dalam 1. 5 mol HCl? 2. 2.408.000 molekul gas NH3 = mol 3. 100 molekul CuSO4.5H2O= atom O 4. Berapa jumlah molekul yang terdapat dalam 0.005 mol gas CO2?

Massa satu atom hidrogen lebih kurang adalah: 0.000 000 000 000 000 000 000 0017 gram
Karena massa atom dan molekul sangat kecil maka para ahli kimia menggunakan massa relatif dalam perhitungan kimia Massa relatif adalah massa sebuah atom yang dibandingkan terhadap massa atom karbon

Mengapa dibandingkan terhadap karbon?


Karena unsur karbon:
1. 2. 3. 4. Mudah didapatkan Kelimpahannya sangat besar Berbentuk padatan pada suhu kamar Sangat stabil.

Karbon memiliki isotop yang stabil yaitu 12C dengan kelimpahan 98,93%. Isotop lainnya berada dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Karena atom karbon umumnya memiliki jumlah inti sebanyak 12, maka isotop 12C dipilih sebagai pembanding dalam penentuan massa atom.

Bagaimana cara menentukan massa atom relatif?

Massa atom relatif tak memiliki satuan, karena merupakan perbandingan massa. Kita dapat melihat besarnya massa atom relatif tiap unsur dalam tabel sistem periodik kimia. Apakah massa atom relatif bisa merupakan bilangan desimal? Bisa. Misalnya saja unsur klorin, massa atom relatifnya 35.5. Hal itu disebabkan klorin berupa campuran isotop 35Cl dan 37Cl. Cara menghitung massa atom dari kelimpahan isotop telah kita pelajari di Bab 2.

Untuk partikel yang berupa molekul, maka yang dihitung adalah massa molekul relatif.

Misalnya kita diminta menghitung massa atom relatif (Mr) molekul N2. Maka: Mr N2 = 2 x massa atom relatif N = 2 x 14 = 28
Bagaimana jika molekulnya kompleks? Misalnya berapa Mr CH3COOH? Mr CH3COOH = 2 x Ar C + 4 x Ar H + 2 x Ar O = 2 x 12 + 4 x1 + 2 x16 = 60 Kesimpulannya, kalikan jumlah masing-masing atom dalam molekul dengan Ar-nya, kemudian dijumlahkan.

Latihan 13:
Hitunglah massa molekul relatif dari: O2 NH3 H2O C6H12O6 NaCl K2SO4 NH4NO3 C2H5OH KMnO4 CaCr2O7 Na2CO3.10H2O

Massa molar adalah massa 1 mol zat. Massa molar merupakan bilangan Ar atau Mr suatu unsur atau senyawa yang dikalikan dengan konstanta massa molar ( yaitu 1 g/mol) Sebagai contoh: massa molar H = 1 x 1 g/mol = 1 g/mol
Dengan mengetahui massa molar, kita dapat menghitung massa zat dalam satuan gram. Jumlah mol massa 1 mol C 12.0 g 1.5 mol C 1.5 x 12 g = 18 g . . n mol C n x Ar C

Jumlah mol 1 mol H2O 1.5 mol H2O . n mol H2O

massa 18 g 1.5 x 18 g = 27 g . n x Mr H2O

Jadi kita dapat melihat hubungan mol terhadap massa atom relatif (Ar) atau Mr, yaitu:

Latihan 14:
1. Berapakah massa 1.75 mol Na2CO3.10H2O? 2. 1.2 gram Na = .. Mol 3. 0.3 molCH3COOH = . Gram 4. 100 mol Mg(OH)2 = . Gram 5. 1.49 gram (NH4)3PO4 = . Mol 6. Berapa jumlah molekul yang ada dalam 0.22 gram gas CO2 7. Berapa jumlah molekul gas O2 yang ada dalam 0.16 gram gas oksigen?

Pada 1834 Clapeyron menggabungkan Hukum Boyle dan Hukum Charles menjadi sebuah persamaan :

Keterangan: P = tekanan gas (atm) V = volume gas (liter) n = jumlah mol R = tetapan gas ideal (0.082 L atm/mol K) T = Suhu (K)

Jika sebanyak 1 mol gas diukur pada tekanan 1 atm dan suhu 250C (298 K), maka ditemukan volume ruang yang ditempati gas tersebut adalah 24 L. Volume itu disebut volume molar gas pada keadaan RTP (Room Temperature and Pressure)

Kondisi gas lainnya: 1. STP = Standard Temperature and Pressure = Suhu dan Tekanan Standar, 0o C (273K) dan 101.3kPa (1 atm). 1 mol gas ideal memiliki volume: 22,4 liter (22.4L) pada STP.

2. Pada saat P, V atau T berubah dapat digunakan rumus BoyleGay Lussac:

3. Pada saat P dan T yang tidak diketahui, maka volume gas dihitung dengan standar gas lainnya. Hal itu sesuai dengan Hukum Avogadro, yang menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas dengan volume yang sama akan mengandung jumlah molekul (jumlah partikel) yang sama pula.

2.

Pada saat P, V atau T berubah dapat digunakan rumus Boyle-Gay Lussac: P1.V1 P2 .V2 .. T1 T2 Pada saat P dan T tak diketahui, maka volume gas dihitung dengan standar gas lainnya yang disertakan pada soal. Pada hal ini berlaku hukum Avogadro. n1 = n2 V1 V2

3.

Latihan 15:
1. Berapakah volume 0.25 mol gas CH4 pada suhu 150C dan tekanan 1 atm? 2. Berapakah massa 2.8 L gas CO2 pada kondisi STP? 3. Berapakah massa 5 L gas NO2 ( P,T ) , bila diketahui pada P,T yang sama massa 1 L gas O2 = 0.32 g? 4. Bila pada P, T tertentu, massa 1 L gas oksigen adalah 0.64 gram. Tentukan: a. Volume 0.132 gram gas propana (C3H8) b. Massa 1.2 mol gas NO (P,T)

Mana yang lebih pekat?


Sirup dalam botol lebih pekat Kepekatan dalam konteks ini disebut sebagai: Konsentrasi/molaritas, (dilambangkan sebagai M). Molaritas menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 Liter larutan.

Larutan dengan konsentrasi 1 M, artinya: di dalam 1 liter larutan terdapat 1 mol zat terlarut. Semakin banyak zat terlarut maka konsentrasi larutan akan semakin besar
Coba perhatikan gambar di samping ini: 1 mol zat X dalam volume 1 Liter larutan memiliki konsentrasi 1 M 2 mol zat X dalam volume 1 Liter larutan memiliki konsentrasi 2 M

Dari gambar tersebut terlihat, ketika kita menambahkan zat terlarut sedangkan volume nya tetap sama, maka konsentrasi larutan akan semakin besar.

Semakin besar volume larutan maka konsentrasi larutan akan semakin kecil

Dari gambar di samping terlihat, ketika jumlah zat terlarut sama namun volume nya diperbesar dua kalinya, maka konsentrasi larutan akan semakin kecil.

Latihan 16:
Berapakah konsentrasi larutan-larutan yang terbentuk jika:
1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1 mol NaCl dilarutkan dalam 1 L air 0.5 mol NaCl dilarutkan dalam 1 L air 0.75 mol NaCl dilarutkan dalam 0.5 L air 2 mol NaCl dilarutkan dalam 0.5 L air 1.75 mol NaCl dilarutkan dalam 0.5 L air

Berapakah konsentrasi larutan akhir jika:


Ke dalam larutan 1 L NaCl 1 M ditambahkan 1 mol NaCl Ke dalam larutan 1 L NaCl 1 M ditambahkan 0.5 mol NaCl Ke dalam larutan 1 L NaCl 1 M ditambahkan 0.75 mol NaCl Ke dalam larutan 1 L NaCl 1 M ditambahkan 1.5 mol NaCl Ke dalam larutan 1 L NaCl 1 M ditambahkan 2 mol NaCl

Latihan 17: Berapakah mol zat terlarut yang ada jika:


Diambil 0.1mL larutan NaCl dari 100 mL larutan NaCl 1 M Diambil 0.5mL larutan NaCl dari 100 mL larutan NaCl 1 M Diambil 1mL larutan NaCl dari 100 mL larutan NaCl 1 M Diambil 10mL larutan NaCl dari 100 mL larutan NaCl 0.5 M

PENGENCERAN
Mol zat terlarut sebelum diencerkan sama dengan sesudah diencerkan:

Keterangan : V1 = volume larutan sebelum diencerkan M1 = Molaritas larutan sebelum diencerkan V2 = Volume larutan setelah diencerkan M2 = Molaritas larutan setelah diencerkan

Latihan 18: Berapakah konsentrasi larutan akhir jika:


Ke dalam 100 mL larutan NaCl 1 M ditambahkan 50 mL air Ke dalam 100 mL larutan NaCl 1 M ditambahkan 75 mL air Ke dalam 100 mL larutan NaCl 1 M ditambahkan 100 mL air Ke dalam 100 mL larutan NaCl 1 M ditambahkan 125 mL air Ke dalam 100 mL larutan NaCl 1 M ditambahkan 150 mL air

Pencampuran
Ketika 2 buah larutan dicampur, kita harus menghitung mol total zat terlarut dan volume total hasil pencampuran. Konsentrasi larutan hasil pencampuran:

Latihan 19:
1. Sebanyak 100 mL larutan HCl 0.1 M dicampur dengan 100 mL larutan HCl 0.05 M. Berapakah konsentrasi larutan hasil pencampuran? 2. Berapakah massa NaCl yang terdapat dalam 100 mL larutan NaCl 0.025 M? 3. Ke dalam 250 mL larutan FeCl3 0.1 M ditambahkan 0.8125 gram FeCl3. Berapakah molaritas larutan akhir? 4. Jika ke dalam 100 mL larutan FeCl3 0.1 M ditambahkan 100 mL larutan NaCl 0.1 M, maka berapakah konsentrasi ion Clsekarang?

Rumus Kimia
Dalam ilmu kimia ada tiga rumus kimia untuk menyatakan suatu senyawa: rumus molekul, rumus empiris dan rumus struktur. 1. Rumus molekul Merupakan rumus suatu senyawa yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun senyawa tersebut. Contoh: CH3COOH Merupakan rumus molekul senyawa asam asetat. Rumus ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut terdiri atas: 2 atom C, 4 atom H dan 2 atom O

2. Rumus Empiris Merupakan rumus kimia yang menyatakan perbandingan paling sederhana unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Contoh 1: CH3COOH dapat ditulis sebagai C2H4O2. Dengan demikian, perbandingan rumus paling sederhananya adalah (CH2O)2. Rumus empiris asam asetat adalah CH2O Angka 2 tersebut dilambangkan sebagai n Hubungan antara rumus molekul dan rumus empiris adalah: Rumus molekul = (rumus empiris) x n Sehingga: Mr senyawa = Mr rumus empiris x n.

3. Rumus Struktur Rumus struktur menunjukkan ikatan-ikatan yang ada dalam suatu molekul. Misalnya senyawa asam asetat, maka rumus strukturnya seperti ini
Jika asam asetat ditulis sebagai C2H4O2, maka ikatan yang sebenarnya ada dalam molekul tersebut tidak terlihat, sehingga penting untuk membuat rumus struktur senyawa Ada satu hal penting yang harus diketahui, rumus empiris diperoleh berdasarkan perbandingan mol unsur-unsur yang menyusun senyawa. Jadi rumus empiris dapat ditentukan jika kadar unsur-unsurnya diketahui.

Latihan 20:
1. Suatu senyawa tesusun atas 14.4 gram C; 3,6 gram H dan 9.6 gram O. Bagaimanakah rumus empirisnya? 2. Bagaimana rumus molekul suatu senyawa dengan rumus empiris C2H6O dan memiliki Mr = 92? 3. Dalam 5.35 gram suatu senyawa terdapat 1.4 gram Nitrogen, 0.4 gram hidrogen dan sisanya adalah klorin. Bagaimanakah rumus empiris senyawa tersebut?

Stoikiometri Reaksi
Stoikiometri: cara untuk menghitung jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Contoh: C2H4 + 3 O2 2 CO2 + 2 H2O
1 mol ? ? ? ? 8 mol ? ?

Inilah yang akan dipelajari dalam stoikiometri

80

Stoikiometri Reaksi
Perhatikan contoh berikut: 1 N2O4 2 NO2

1 molekul 5 molekul 1 mol 3 mol 4 mol 10 mol .

2 molekul 10 molekul . 2 mol 6 mol .. 8 mol .. 20 mol

Jadi koefisien reaksi menunjukkan perbandingan : -jumlah partikel zat yang terlibat dalam reaksi. -jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi. -Volume gas yang terlibat dalam reaksi TAPI TIDAK MENYATAKAN PERBANDINGAN MASSA!!!

Dari mana dapat 10 mol? x 10 1 N2O4 10 mol

2 NO2 20 mol
81

Stoikiometri Reaksi
2 x 1 N2 + 3 H2 2 mol . x x 2 NH3 4 mol .... x 1 Al2(SO4)3 5 mol .. 3 x + 3 H2 15 mol

6 mol 5

2 Al + 3 H2SO4

: 10 mol . 15 mol
x

4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O 15 mol : 12 mol 12 mol 18 mol . ... ..


82

Latihan 21:
a)
a) b) c) d)

H2 1 molekul N2 .. mol CH4 ..L FeCl3 .. mol Mg3N2


.mol

+
+ + + +

I2 HI .. molekul .. molekul H2 NH3 0.1 mol .. mol O2 CO2 + H2O .. L 10 L .. L H2S Fe2S3 + HCl 0.01 mol .. mol .. mol H2O Mg(OH)2 + NH3
.molekul .mol 3 x 1023 molekul

83

Latihan 22:
1. Pada reaksi : 3 AgNO3 + K3PO4 Ag3PO4 + 3KNO3. Berapakah volume AgNO3 0,1 M yang tepat bereaksi dengan 10 ml larutan K3PO4 0,2 M ? 2. Sebanyak 3x1023 atom besi bereaksi dengan larutan asam sulfat menurut reaksi : 2Fe + 3H2SO4 Fe3(SO4)2 + 3H2 Berapakah volume gas hidrogen yang terbentuk pada kondisi 1 gram gas oksigen volumenya 0,625 liter ? 3. Sebanyak 10 gram serbuk aluminium dilarutkan dalam larutan asam sulfat sehingga terbentuk 13.5 L gas hidrogen (P,T) menurut reaksi: Al (s) + H2SO4 (aq) Al2(SO4)3 (aq) +H2 (g) Bila massa 1 L gas NO (P,T) adalah 1 gram, tentukan kadar kemurnian Al dalam serbuk Al tersebut!

Pereaksi Pembatas
Merupakan pereaksi yang habis terlebih dahulu
Caranya: 1. tentukan mol masing-masing pereaksi 2. Cari rasio mol masing-masing pereaksi (yaitu perbandingan mol dengan koefisien reaksi zat tersebut) 3. Rasio mol yang lebih kecil menunjukkan zat tersebut merupakan pereaksi pembatas 4. Mol zat-zat yang bereaksi maupun mol zat produk dibandingkan terhadap mol pereaksi pembatas

Pereaksi Pembatas
Contoh: Tentukan massa zat sesudah reaksi bila 200 ml larutan yang mengandung 1.6 gram NaOH direaksikan dengan 200 ml larutan yang mengandung 9.8 gram H3PO4 menurut reaksi: NaOH(aq) + H3PO4(aq) Na3PO4(aq) + H2O(l)

Latihan 23:
1. Jika 0,54 gram logam Al dimasukkan ke dalam larutan H2SO4 0,1 M, maka akan terjadi reaksi yang menghasilkan Al2(SO4)3 dan gas H2. Al (s) + H2SO4 (aq) Al2(SO4)3 (aq) +H2 (g) Volum minimal larutan H2SO4 0,1 M yang dibutuhkan agar semua Al habis bereaksi adalah (Diketahui Ar Al = 27, H = 1, 0 = 16, dan S =32) 2. Sebanyak 100 ml larutan Ag2SO4 0,1 M di campur dengan 100 ml larutan BaCl2 0,2 M. Ag2SO4(aq) + BaCl2(aq) AgCl (s) + BaSO4 (aq) Tentukan massa endapan yang terbentuk !