Anda di halaman 1dari 7

Sistem Koordinasi

Dendrit Uluran pendek yang bercabang-cabang dan keluar dari badan sel. Tidak mengandung selubung meilin maupun neurolema Dendrit menghantarkan impuls ke arah badan sel

Tubuh kita terdiri dari banyak organ yang kesemuanya bekerja tanpa saling mengganggu antara organ satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pada tubuh kita terdapat suatu sistem yang mengatur semua organ tersebut. Sistem tersebut adalah sistem koordinasi yang berpusat pada satu organ yaitu otak Organ Penyusun Sistem Saraf

Neurit Akson : Satu uluran panjang dari badan sel yang berfungsi menghantarkan impuls menjauhi badan sel

Fungsi sistem saraf: Penghubung antara tubuh dengan dunia luar melalui indra Pengatur respon terhadap rangsangan Mengatur dan mengendalikan kerja organ-organ tubuh sehingga dapat bekerja sesuai fungsinya Organ Penyusun Sistem Saraf

Berdasarkan jumlah uluran Neuron Unipolar Hanya memiliki satu uluran yang timbul dari badan sel. Misalnya neuron sensorik yang terdapat pada hewan tingkat rendah

Sel Saraf (neuron) Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf. Sel saraf terdiri atas 3 bagian utama: Badan sel Di dalam badan sel terdapat: Sitoplasma Nukleus (inti sel) Nukleous (anak inti sel) Mengandung nukleus (inti sel) dan nukleolus yang dikelilingi oleh sitoplasma badan sel juga mengandung badan nissl dan nerofibril

Neuron Bipolar Memiliki dua uluran yaitu akson dan dendrit Badan selnya berbentuk lonjong dan ulurannya timbul dari dua ujung badan sel Retina (mata), koklea (telinga) dan epitel olfaktori (hidung)

Neuron Multipolar Memiliki satu akson dan beberapa dendrit.

Paling banyak terdapat di tubuh Neuron motorik yang keluar dari sumsum tulang belakang

Terdapat di sumsum tulang belakang dan otak Fungsinya meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik

Berdasarkan fungsingnya Neuron sensorik Neuron yang badan selnya bergerombol membentuk ganglia, aksonnya pendek tetapi dendritnya panjang Berhubungan dengan alat indera untuk menerima rangsangan Berfungsi menghantarkan impuls saraf dari alat indera ke otak atau sumsum tulang belakang ; neuron indera SINAPS

Sambungan antara neuron yang satu dengan neuron yang lain Celah pada sinaps (synaptic cleft) Neuron prasimpatik (presympatic neuron) ; neuron yang terletak sebelum sinaps Neuron pascasinaps (postsynaptic neuron) ; neuron yang terletak setelah sinaps

Neuron Motorik Dendrit yang pendek dan akson yang panjang Dendrit berhubungan dengan akson lain Akson berhubungan dengan efektor yang berupa otot & kelenjar Berfungsi membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke otot atau kelenjar tubuh ; neuron penggerak

Sinaps aksosomatik ; sinaps yang terletak di antara akson dari satu neuron dengan badan sel dari neuron lain Sinaps aksodendritik ; sinaps yang terletak diantara akson dari neuron yang satu dengan dendrit dari neuron lain Impuls Saraf Permukaan luar (+), bagian dalamnya (-) Perbedaan potensial antara

Neuron Konektor / Interneuron Neuron multipolar yang memiliki dendrit yang pendek tetapi berjumlah banyak, serta akson ada yang panjang dan ada yang pendek. Ujung dendrit dari saraf yang satu berhubungan dengan ujung akson dari saraf lain membentuk sinaps

Terjadinya Gerak Gerak Biasa : reseptor neuron sensorik pusat saraf neuron motorik efektor Gerak Refleks : Reseptor neuron sensorik neuron konektor neuron motorik efektor

Otak Tengah (Mesencephalon) SISTEM SARAF Otak Besar (Cerebrum) Otak tengah berkaitan dengan refleks mata, tonus (kontraksi terus-menerus) otot, dan posisi tubuh

Terdiri atas dua lapis, yaitu: Korteks (lapisan luar) Medula (lapisan dalam) Otak Depan (Diencephalon) Otak depan terdiri dari: Talamus Hipotalamus

Korteks tipis dan berwarna kelabu. Pada lapisan ini banyak mengandung sel saraf dan neuron ajustor. Korteks merupakan pusat berbagai kegiatan (penglihatan, kesadaran, kecerdasan, pendengaran dan penciuman Medula tebal dan berwarna putih. Lapisan ini banyak mengandung serabut saraf. Bagian belakang (lobus oksipitalis) berperan dalam penglihatan Bagian samping (lobus temporalis) berperan sebagai pusat pendengaran Bagian depan (lobus frontalis) berperan sebagai pengendalian otot Terbagi menjadi 3 area, yaitu Area sensorik berkaitan dengan penerimaan rangsangan Area motorik berkaitan dengan menanggapi rangsangan Area asosiasi penghubung antara sensorik dan motorik yang berperan dalam proses belajar, berfikir, mengambil keputusan, mengingat dan penguasaan bahasa

Talamus berfungsi menerima semua rangsangan kecuali bau dan meneruskannya ke area sensorik otak besar Hipotalamus berkaitan dengan pengaturan suhu dan nutrien, penjagaan kesadaran dan penumbuhan sikap agresif

Otak Kecil (Cerebelum)

Otak kecil terbagi menjadi dua, yaitu belahan kiri dan kanan. Kedua belahan dihubungkan dengan jembatan varol Otak kecil mengatur keseimbangan tubuh dan pusat koordinasi kerja otot ketika bergerak

SUMSUM TULANG BELAKANG

Merupakan sambungan dari sumum lanjutan sampai vertebra lumbalis. Sumsum tulang belakang berperan dalam gerak reflek (tak sadar)

Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian, yaitu: Ventral (mengarah ke perut) Dorsal (mengarah ke punggung)

Saraf kranial yang sifatnya motorik, terdiri dari 3 pasang, yaitu saraf nomor I, II, VIII Saraf kranial yang sifatnya motorik terdiri dari lima pasang, yaitu saraf nomor III, IV, VI, XI dan XII Saraf kranial yang sifatnya gabungan sensorik dan motorik terdiri dari empat pasang, yaitu saraf nomor V, VII, IX, dan X Sistem saraf sumsum tulang belakang berasal dari arah dorsal sensorik Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang dibedakan menjadi 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, 1 pasang saraf ekor Gabungan saraf membentuk jaringan urat saraf pleksus Plexus cervicalis : gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu dan diafragma Plexus branchialis : gabungan urat saraf lengan atas yang mempengaruhi bagian tangan Plexus lumbo sakralis : gabungan urat saraf punggung dan pinggang yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki Saraf somatik (saraf sadar) : mengatur gerakan yang disadari, misalnya gerakan kepala, badan dan anggota gerak Saraf otonom (saraf tidak sadar) : mengatur gerakan yang tidak disadari,

Ventral mengandung badan neoron motorik dan neuritnya kearah efektor Dorsal mengandung badan neoron sensorik

SUMSUM LANJUTAN

Sumsum lanjutan berperan mengatur denyut jantung, penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah Bagian Sumsum lanjutan yang menghubungkan otak adalah pons, berfungsi sebagai pengatur pernafasan

SISTEM SARAF TEPI Sistem saraf perifer = lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Sistem saraf aferen membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat Sistem saraf eferen membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor Sistem saraf tepi pada manusia terdiri dari 31 pasang saraf spinal (saraf tulang belakang) dan 12 pasang saraf kranial (saraf kepala)

misalnya gerakan otot polos, otot jantung dan kelenjar Saraf otonom saraf simpatik SISTEM SARAF SIMPATIK Memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang punggung dan menempel pada sumsum tulang belakang Serabut praganglion yang pendek Serabut pascaganglion yang panjang saraf parasimpatik Serabut praganglion panjang Serabut pascaganglion pendek Susunan saraf parasimpatetik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh

Stimulan : zat yang mampu menimbulkan rasa senang dan menggairahkan Adiksi fisiologis : menyebabkan kecanduan sehingga timbul depresi yang ditandai dengan perasaan gelisah dan ketakutan Kecanduan : munculnya perasaan ingin meminum minuman beralkohol secara terus menerus Pandangan mata kabur, hilangnya kendali pada otot gerak, dan otot mulut serta denyut jantung dan frekuensi pernafasan menjadi lambat

Obat-obatan terlarang Golongan sedatif efek obat penenang, karena dapat menurunkan aktivitas otak. Golongan stimulan efek meningkatkan kerja otak, sehinngga dapat menimbulkan perasaan tidak mengantuk dan tubuh dalam kondisi prima Golongan halusinogen menimbulkan daya khayal (halusinasi) Golongan penahan rasa nyeri (painkiler) : zat kimia yang dapat menekan bagian otak yang mengatur pusat rasa sakit ; opium atau candu, morfin serta kokain Hilangnya koordinasi tubuh, kekurangan dopamin : zat kimia yang berfungsi sebagai neurotransmiter di dalam otak, gangguan sinaps

Pengaruh Obat-obatan dan narkoba terhadap sistem saraf Sistem saraf sakit : jika terjadi ketidakseimbangan dalam merespon berbagai rangsangan, baik yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuuh. Rangsangan dari luar dapat berupa mikroorganisme atau organisme patogen, toksin dan narkoba

Alkohol Disinfektan (membunuh kuman)

Hilangnya kendali otot gerak dan denyut jantung melemah Kerusakan pada alat respirasi Hilangnya nafsu makan Kerusakan dan pengerasan sel-sel hati

SISTEM SARAF VETEBRATA Sistem saraf ikan Otak besar, otak tengah, otak kecil dan sumsum lanjutan (medula oblongata) Otak kecil berkembang baik karena merupakan tempat berakhirnya saraf keseimbangan & gurat sisi keseimbangan tubuh yang baik Otak tengah & otak besar tidak berkembang baik pusat penglihatan & penciuman tdk berkembang dengan baik pula

GANGGUAN SISTEM SARAF Epilepsi Kelainan-kelainan pada neuron-neuron di otak Jika terkena serangan epilepsi, penderita tidak dapat merespon berbagai rangsangan. Bahkan terkadang otot-otot rangka berkontraksi secara tidak terkontrol Kerusakan otak ; kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, toksin, kecelakaan, tumor Obat antipiretik

Sistem Saraf Amphibi Otak Otak tengah sebagai pusat penglihatan berkembang lebih baik ; sehingga amphibi memiliki penglihatan yang baik

Neuritis

Sistem Saraf Burung Otak & sumsum tulang belakang Otak besar dan otak kecil berkembang dengan baik Permukaan otak kecil berlipat-lipat sehingga permukaannya semakin luas ; memiliki keseimbangan yang baik

Iritasi pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan, maupun karena obatobatan

Alzheimer 65 tahun ke atas Menurunnya kamampuan dalam mengingat Kehilangan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari Vitamin E, ekstrak Ginkgo biloba

INVETEBRATA Sistem Saraf Cacing Pipih Planaria memiliki sistem saraf yang terdiri dari dua ganglia yang terletak di daerah kepala

Di tiap ganglion terdapat seberkas saraf memanjang di bagian lateral tubuhnya. Tiap berkas saraf bercabang-cabang menuju ke seluruh bagian tubuh seperti tangga Sistem saraf tangga tali

Sistem Saraf Cacing Tanah Tangga tali Dua buah ganglion otak dan sebuah serabut saraf yang memanjang di sepanjang poros tubuhnya

Sistem Saraf Serangga Belalang sistem saraf tangga tali Serabut saraf yang memanjang di bagian ventral (bawah) tubuhnya Setiap segmen tubuh, serabut saraf membentuk simpul saraf yang disebut ganglion