Anda di halaman 1dari 6

Indera Pembau HIDUNG Terletak di dalam rongga hidung Daerah sensitif terletak di bagian atas rongga hidung.

g. Struktur indera pembau = sel penyokong ; sel epitel = sel pembau ; neuron Sel pembau memiliki tonjolan ujung dendrit berupa rambut yang terletak pada selaput lendir hidung Ujung lainnya berupa tonjolan akson membentuk berkas yang disebut saraf otak I (Nervus olfaktorius atau saraf olfaktori) Saraf menembus tulang tapis, masuk ke otak, bersinaps dengan neuron traktus olfaktorius pada bulbus olfaktorius. Zat uap atau gas reseptor bau udara inspirasi : dapat larut dalam lendir pada selaput lendir hidung pengikatan zat dengan protein membran pada dendrit impuls saraf olfaktori taktus olfaktorius otak diinterpretasikan di korteks otak pada daerah bau primer dihubungkan dengan pusat lainnya disimpan dikorteks otak sebagai memori

7 rasa bau primer : bau eter, bunga, pepermint, muski, kamper, tengik, pedas Anosmia : kehilangan sensitivitas terhadap bau Penyumbatan rongga hidung Sel rambut rusak akibat infeksi kronis Gangguan saraf olfaktori, bulbus olfaktori, dan traktus olfaktorius

Indera Pengecap LIDAH Papila : tonjolan kasar Papilla filiformis : benang halus, depan Papila fungiformis : kepala jamur, depan dan sisi Papila sirkumvalata, bulat huruf V terbalik, belakang lidah 1 papila : banyak tunas pengecap Tunas pengecap sel penyokong ; penopang sel pengecap ; sel rambut, reseptor keluar dari tunas pengecap Setiap tunas pengecap akan merespon secara maksimal terhadap salah satu rasa Tunas pengecap : Tenggorokan dan langit-langit rongga mulut

Indera Penglihatan MATA Cahaya Benda dipantulkan Mata : alat tambahan mata, otot bola mata, bola mata, saraf otak II Alat tambahan mata : Alis mata, kelopak mata, bulu mata, aparatus lakrimalis Alis Mata : rambut kasar melintang diatas mata. Kecantikan, melindungi mata dari keringat yang mengalir di dahi Kelopak mata : Kunjungtiva : selaput lendir yang melapisi bagian dalam kelopak mata & permukaan bola mata, kelenjar meibomian : menghasilkan lemak untuk mencegah pelekatan kedua kelopak mata, lapisan tarsal: lapisan jaringan ikat yang kuat untuk menunjang kelopak mata, otot orbikularis okuli : menutup bola mata, jaringan ikat, kulit luar Bulu mata : barisan rambut pada kelopak mata, kelenjar minyak = zeis ; akar bulu mata, infeksi kelenjar minyak : bintil (hordeolum) Aparatus lakrimalis : kelenjar lakrimalis, duktus, duktus nasolakrimalis Bola mata berdiameter 2,5cm dengan 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata dan hanya 1/6 bagian yang nampak dari luar Bola mata terdiri dari 3 lapisan:

Sklera yang berwarna putih dan tidak tembus cahaya. Kornea tembus cahaya, tidak mengandung pembuluh darah, banyak serabut saraf. Memfokuskan bayangan benda pada retina. Selaput pelindung : konjungtiva. Kanalis schlemm batas kornea dan sklera : menyerap kembali cairan aqueous humor bola mata

2. Tunika vaskulosa (uvea) Koroid : lapisan jaringan yang tipis banyak mengandung pembuluh darah ; memberi zat makanan pada retina Iris selaput yang terletak menggantung diantara lensa dan kornea Pupil : lubang bulat ditengah iris Di dalam iris otot dilator pupil : memperlebar pupil Otot sfingter : memperkecil diameter pupil Cahaya yang masuk ke bola mata melalui pupil dapat diatur Jumlah pigmen warna mata Tidak ada pigmen merah Sedikit pigmen biru Pigmen bertambah abu-abu, coklat, hitam

1. Tunika fibrosa 2

3. Tunika nervosa (retina)

Lapisan sel batang dan kerucut : lapisan yang berbatasan dengan sel pigmen. Sel batang :penglihatan cahaya remang Sel kerucut : penglihatan di waktu terang Lapisan neuron bipolar Lapisan neuron ganglion Bagian dalam bola mata : Di belakang lensa : vitreous humor, mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar tetap bundar Bagian yang berada di antara lensa dan iris : ruang depan (posterior chamber) Bagian yang berada diantara iris dan kornea ; ruang belakang (anterior chamber) aqueous humor : memberi makanan pada kornea & lensa

Objek yang dekat akan terlihat kabur karena bayangan jatuh di belakang retina, sedangkan objek jauh akan terlihat jelas karena bayangan jatuh di retina Lensa cembung

3. Mata Astigmatis Mata dengan lengkungan permukaan kornea atau lensa yang tidak rata. Astigmatis reguler : lensa silindris Astigmati ireguler : bila lengkung kornea tidak teratur ; lensa kontak

4. Mata presbiopi Mata dengan lengkungan permukaan kornea atau lensa yang tidak rata. Astigmatis reguler : lensa silindris Astigmati ireguler : bila lengkung kornea tidak teratur ; lensa kontak

Kelaianan pada mata : 1. Mata miopi Mata dengan lensa terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang Objek yang dekat akan terlihat jelas karena bayangan jatuh pada retina, sedangkan onjek yang jauh akan terlihat kabur karena bayangan jatuh di depan retina Lensa cekung

Indera Pendengaran TELINGA Telinga sebagai indera keseimbangan Terletak di dalam telinga, dekat indera pendengaran di bagian belakang telinga dalam yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus, serta kanalis semi sirkularis

2. Mata hipermetropi Mata dengan lensa yang terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek

Fungsi : mengatur keseimbangan tubuh yang dihubungkan dengan saraf otak VIII Saraf otak VII komponen pendengaran & keseimbangan Telinga sebagai indera pendengaran Gelombang suara : keras & lemahnya suara : besarnya getaran (amplitudo) & tinggi rendah suara (frekuensi). Daun telinga : corong mengumpulkan gelombang suara tulang pendengaran sanggurdi tingkap oval bergetar perilimfe di skala vestibuli bergetar melintasi membran vestibularis getar membran basilaris rambut pada sel rambut akan Bergetar terhadap membran tektoria impuls saraf VIII Korteks otak bagian pendengaran Interpretasikan

Telinga dalam

Telinga dalam terdiri atas: Rumah siput (koklea) Tiga saluran gelung (kanalis semisirkularis)

Koklea berfungsi dalam penerimaan suara Saluran gelung berfungsi sebagai alat keseimbangan

Gangguan pada indera pendengaran Tuli konduktif karena gangguan transmisi suara ke dalam koklea, kerusakan tulang pendengaran, kotoran yang menumpuk di saluran telinga luar, peradangan telinga tengah Tuli saraf: kerusakan pada organon korti, saraf VIII ataupun korteks daerah pendengaran

Telinga luar, Telinga Tengah, Telinga Dalam Telinga luar : Daun telinga, saluran telinga luar dan bagian yang berbatasan dengan telinga tengah atau disebut juga membran timpani (gendang telinga) Telinga tengah (rongga timpani) : rongga kecil berisi udara terletak di dalam tulang pelipis dan dindingnya dilapisi sel epitel. Rongga telinga : tulang martil, landasan, sanggurdi. Dihubungkan dengan tenggorokan : saluran eustachius ; menyeimbangkan tekanan udara pada telinga luar dengan telinga dalam

Indera Peraba KULIT Epidermis & Dermis Reseptor sensitif berupa ujung saraf yang bebas ataupun ujung saraf yang diselubungi kapsul jaringan ikat. Tipe reseptor : Nyeri : reseptor rasa nyeri berupa ujung saraf bebas yang terdapat di seluruh jaringan tubuh baik di bagian luar maupun bagian alat dalam

Panas dan dingin : reseptornya berupa ujung saraf Sentuhan : reseptornya adalah korpus meissner, diskus merkel dan ujung saraf yang melingkari akar rambut dan semuanya terletak di dekat permukaan kulit, korpus ruffini berperan dalam sentuhan yang kuat Tekanan : reseptornya korpus paccini, Ruffini dan krause. Semuanya terletak agak dalam pada kulit Bibir, ujung jari, ujung lidah, alat kelamin terdapat banyak reseptor dengan serabut saraf sensorik Daerah yang miskin reseptor : punggung, jika jarak titik rangsangan > 70mm

Sistem Indera Amhibi Mata : kelopak mata, selaput tidur (membran niktitans) yang berfungsi melindungi mata dari gesekan ketika berada di air serta menjaga mata agar tetap lembab ketika berada di darat

Sistem Indera Reptil Indera pembau yang tajam, Indera penglihatan kurang berkembang dengan baik

Sistem Indera Burung Penglihatan & keseimbangan yang baik Daya akomodasi baik melihat mangsa dari jauh Retina burung malam mengandung banyak sel batang, dapat melihat dengan jelas. Burung siang memiliki banyak sel kerucut yang peka terhadap cahaya kuat

Sistem Indera ikan Gurat sisi : mengetahui perubahan tekanan air, sehingga ikan mengetahui kedudukannya dalam air Mata : sel-sel batang yang peka terhadap cahaya lemah, akomodasi : mengubah kedudukan lensa ke arah belakang Pendengaran : telinga bagian dalam, alat keseimbangan dan alat-alat yang dapat menerima getaran-getaran suara Indera pembau yang peka

Sistem Indera invertebrata Indera Cacing Pipih Sepasang bintik mata : anterior Peka terhadap rangsangan, menjauhi cahaya

Indera Cacing Tanah

Indera penerima rangsangan yang cukup baik, permukaan tubuhnya : membedakan terang dan gelap. Sel sensitif terhadap rangsangan cahaya : kulit bagian dorsal terutama bagian anterior Menjauhi cahaya Sentuhan, zat kimia, suhu

Indera Serangga Mata oseli (tunggal), bentuk segitiga mata majemuk (faset) ribuan alat penerima rangsangan cahaya : omatidium : lensa, sel konus, pigmen, sel fotoreseptor dan sel sensorik Omatidium hanya mampu menerima rangsangan berupa cahaya yang jatuh tegak lurus pada lensa