Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PROYEK KOMPONEN SISTEM KONTROL Sensor GAS LPG

Oleh : Hendra (1022021) Ardyan.L (1022068) Billy Ramadhan (1022028)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG 2012

SENSOR GAS LPG MQ-6 Sensor gas LPG merupakan sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan gas LPG, melalui keberadaan senyawa propane dan butane yang memang terdapat dalam gas LPG. Sensor gas LPG memiliki sensitifitas yang tinggi dan waktu respon yang cepat dalam mendeteksi gas LPG. Pada percobaan ini kami menggunakan sensor gas MQ 6. Sensor gas MQ 6 sendiri dapat mendeteksi jenisjenis gas sebagai berikut : LPG, iso butana, propana dan LNG. Pada percobaan ini dapat dideteksi keberadaan gas iso butana dengan menggunakan korek api gas.

PRINSIP KERJA Sensor terdiri dari tabung keramik mikro berbahan AL2O3, lapisan sensitif SnO2(Tin Dioxide), elektroda pengukur dan kawat pemanas yang dibungkus dalam jaris besi dan plastik. Ketika molekul gas menyentuh permukaan lapisan sensitif SnO2 , maka satuan resistansi dari kawat pemanas (heater) akan mengecil sesuai dengan konsentrasi gas. Sebaliknya, jika konsentrasi gas menurun akan menyebabkan semakin tingginya resistansi kawat pemanas (heater) sehingga tegangan keluarannya akan menurun. Dengan demikian perubahan konsentrasi gas dapat mengubah nilai resistansi sensor dan juga akan mempengaruhi tegangan keluarannya juga, hal inilah yang dijadikan acuan bagi pendeteksian gas LPG.

Bagian-bagian Sensor dan Rangkaian Dasar Karakteristik SENSOR MQ-6

Gambar diatas merupakan respon karakteristik dari sensor MQ-6 untuk berbagai macam gas seperti LPG,H2,CH4,CO,Alkohol,dan udara bersih pada keadaan pengukuran standar.

APLIKASI PENGGUNAAN SENSOR GAS MQ-6 Pada umumnya, sensor gas MQ-6 digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kebocoran gas LPG. Sensor akan memberikan sinyal keluaran yang kemudian diolah menjadi sinyal notifikasi kebocoran gas seperti lampu atau suara alarm. DESAIN PROYEK

Pada kondisi rangkaian pengukuran standar, digunakan RL Sebesar 10k dan Vc sebesar 5V. Pada kondisi di udara bebas didapatkan Tegangan pada RL sebesar 0,42V. Dari nilai tegangan tersebut dapat dicari nilai Ro dengan rumus :

Sehingga nilai Ro didapatkan sebesar 109,047k. Dengan rangkaian standar yang digunakan, didapatkan VRL minimum 0 V dan VRL maksimum sebesar 4,93 V.

Dengan menggunakan rangkaian op-amp, kami membuat suatu rangkaian yang membuat tegangan output itu nilainya sama dengan konsentrasi gas dalam satuan ppm dengan skala 1:1000 karena konsentrasi gas yang bisa dideteksi oleh sensor bernilai antara 300ppm-10000ppm sehingga Vout minimum bernilai 0,3 V dan Vout maksimum bernilai 10V. Untuk mengkonversi nilai VRL menjadi Voutput maka digunakan rangkaian penguat non-inverting dengan penguatan sebesar :

Sehingga didapatkan nilai penguatan sebesar 2,15 kali. Untuk mendapatkan penguatan seperti nilai diatas maka untuk mencari nilai Rf & Rg digunakan rumus penguatan non-inverting amplifier =

Dengan perbandingan Rf dan Rg seperti diatas maka digunakan Rf sebesar 12k dan Rg sebesar 10k.

DATA PENGAMATAN PERCOBAAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 VRL 0,538 V 0,958 2,783 3,520 3,625 3,69 4,33 4,52 4,56 VOutput 1,11 V 2,028 V 5,734V 7,54V 7,62V 8,23V 9,207 9,718 9,780 Rs 82,936k 42,192k 7,966k 4,205k 3,793k 3,550k 1,547k 1,062k 0,964k Rs/Ro 0,761 0,387 0,073 0,039 0,035 0,033 0,014 0,010 0,009 Konsentrasi Gas 1110 ppm 2028 ppm 5734ppm 7540ppm 7620ppm 8230ppm 9207ppm 9718ppm 9780ppm

Grafik perubahan Voutput sensor terhadap tahanan sensor

Grafik sensivitas(Rs/Ro) terhadap konsentrasi gas

SIMPULAN Nilai hambatan sensor akan turun seiring naiknya konsentrasi gas yg diberikan, dengan turunnya nilai hambatan ini maka tegangan outputnya akan naik.