Anda di halaman 1dari 7

Kelompok 9: Istiqamah Fitria osnela Laila husna

A. Pendahuluan

B. Pembahasan Johari window (jendela johari) berasal dari singkatan nama kedua perumusnya, yaitu Joe Luft dan Hari Ingham, yang menyajikan sebuah model yang dapat digunakan untuk belajar lebih mengenal diri seseorang.1

Diketahui oleh diri sendiri Diketahui oleh lain orang Daerah I Bebas dan terbuka: Anda sendiri tahu dan orang lain pun tahu Daerah II Kedirian yang disembunyikan: Anda sendiri yang tahu Dan orang lain tidak tahu

Tidak diketahui oleh diri sendiri Daerah III Buta diri: Orang lain tahu Tetapi anda sendiri tidak tahu Daerah IV Kedirian yang tak terungkapkan: Baik anda sendiri Maupun orang lain tidak tahu

Tidak

diketahui

oleh

orang

lain

Ada informasi tertentu tentang diri kita (kekuatan, dan kelemahan) yang diketahui oleh diri sendiri maupun oleh orang lain (daerah I, kedirian yang terbuka). Informasi itu mungkin diterima dari isyarat-isyarat visual, seperti mengenakan pakaian warna merah hari ini, misalnya merasa takut terhadap ular atau memberikan suara untuk seorang calon
1

Munro, e.a, dkk, Penyuluhan (Counselling) Suatu Pendekatan Berdasarkan Keterampilan , (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983) Hal.26

tertentu dalam pemilihan yang telah berlangsung. Isinya dapat berupa pikiran-pikiran ( kognitif ) atau perasaan-perasaan afektif dan/ tingkah laku- tingkah laku. Pada waktu yang sama, seseorang mungkin memiliki masalah pribadi, seperti membutuhkan/ memerlukan uang, tapi takut berbicara didepan orang ramai, atau saya bingung, dan sebagainya yang anda mungkin tidak ingin untuk mengemukakannya kepada orang lain. Hal ini menggambarkan anda sendiri yang mengetahuinya, sedangkan orang lain tidak mengetahuinya (daerah II, kedirian yang tertutup). Disamping itu, mungkin ada informasi lain yang diketahui oleh orang lain, tetapi anda sendiri tidak mengetahuinya. Misalnya, muka anda menjadi merah, anda memotong pembicaraan orang lain, atau tubuh anda gemetar ketika anda berbicara. Informasi ini diketahui oleh orang lain, atau anda gemetar ketika anda berbicara. Informasi ini diketahui oleh orang lain, sementara anda sendiri kadang kala tidak mengetahuinya (daerah III, buta diri). Akhirnya, ada daerah informasi baik anda maupun orang lain tidak mengetahuinya. Daerah ini disebut kedirian yang tak terungkapkan. Tujuan dari proses pembukaan diri ini adalah untuk meneruskan perolehan lebih banyak tentang informasi berkenaan dengan diri sendiri (pengetahuan tentang diri), untuk membuka daerah-daerah potensial yang tidak diketahui. Selama anda mengembangkan hubungan bantuan dengan orang lain dan mulai mengungkapkan informasi tentang diri anda. Daerah I secara berangsur-angsur semakin luas dan daerah II menjadi semakin sempit, hal ini merupakan proses timbal balik. Pengungkapan-pengungkapan diri mendorong balikan (feed- back) dari orang lain berkenaan dengan profesi anda. Konsekuensinya, daerah I semakin bertambah luas sedangkan daerah III menjadi semakin sempit. Melalui interaksi pengungkapan dan balikan yang terkombinasi, anda dapat mulai membuka daerah IV, daerah pikiran, perasaan dan tingkah laku yang tidak terjelajahi. Proses pengungkapan dan pemberian balikan tidak merupakan penceritaan segala sesuatu kepada semua orang. Lebih dari itu, ia meliputi saling tukar informasi yang relevan dengan hubungan bantuan. Misalnya, anda mungkin memiliki perasaan malu atau

ketidakmampuan yang dapat mempengaruhi kemampuan anda untuk berbuat dengan baik dalam situasi sosial. Dengan jelas saling tukar perasaan dan memberikan balikan dari pendengar yang simpatik, anda dapat memperoleh kesadaran tentang bagaimana orang lain melihat anda dan pengaruh perbuatan terhadap orang itu. anda dan teman tidak hanya saling tukar informasi yang berharga dan menjelaskan kemungkinan kesalaha-kesalahan persepsi, tetapi telah menumbuhkan hubungan yang lebih menyenangkan apabila dilakukan dengan tulus dan jujur.2

Sejak seorang penyuluh berusaha meningkatkan kesadaran tentang diri sendiri, tujuan yang hendak dicapai ialah memperbesar bagian bebas dan terbuka itu dan memperkecil ketiga bagian yang lain. Proses menjadi sadar tentang diri sendiri dan peningkatan pemahaman tentang diri sendiri meliputi dua usaha penting. Pertama, penyuluh harus benar-benar berani membuka atau mengungkapkan dirinya kepada orang lain. Kedua, penyuluh harus mau meminta dan menerima balikan dari orang lain tentang bagaimana dia berpengaruh terhadap orang lain, serta bagiamana dia berpengaruh terhadap orang lain, serta bagaimana pula taraf kesesuaian antara tingkah lakunya dan maksud-maksud baiknya. Keberanian membuka diri seperti tersebut diatas meliputi usaha untuk mencobakan tingkah laku baru saling tukar pikiran dan perasaan dengan orang lain, serta berusaha melakukan hal-hal yang mungkin dirasa sulit. Dengan cara ini, penyuluh mulai mengenal lebih banyak kemampuan-kemampuan dan kelemahan-kelemahannya, serta mengenal bagaimana orang lain memandang dirinya.3 dan memberikan tanggapan terhadap

Syofyan Suri, Komunikasi Antar Pribadi Suatu Tinjauan, Padang:Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. 2000. Hal. 43-45 3 Opcit. Munro, e.a, dkk, Penyuluhan (counselling) suatu pendekatan berdasarkan keterampilan, Jakarta: ghalia Indonesia. 1983. Hal.26

C. Kesimpulan