Anda di halaman 1dari 4

Rangkuman Kasus Identitas nama : Turip Muhamil alamat : Tegal Sari tgal masuk : 25/9 13 Umur : 73 th JK : laki-laki

S/ anamnesa : os mengeluh muntah darah berwarna merah sejak 1 hari yg lalu sebanyak 2 kali kira-kira 1 gelas belimbing, sakit perut 3 hari yllu, mual (+), batuk(-), BAB(+), BAK(+), BAB berwarna hitam sejak 3 hari yll, BAK kuning jernih, rw komsumsi kopi dan obat AINS disangkal Px Fisik TD RR : 100/56 :21 : CM : Reguler : CA (+/+), SI (-/-) : JVP tdak meningkat : Co : reguler, s1-s2 , bising (-) : Po : SDV (+/+), ST(-/-) abdo eks : BU (+), ty,pani, supel, NT(+) epigastrium : anemis +/+, edem -/-, akral hangat Suhu : 37 Nadi 79

Kesadaran Pernapasan Kepala Leher thoraks

px Penunjang : DL, GDS : 127 mg/dl diagnosa terapi : obs. hematemesis+melena+klinis anemis : Inf. nacl 0,9 % 20 tpm psang NGT obs residu - jika produktif- bilas lambung inj omeprazole 1x1 amp iv pasang DC - balance cairan ulsicral syr 3x10 cc ac domperidon 3x1 tab antasid syr 3x C1 ac

pertolongan yg telah diberikan : infus, ECG, NGT, cateter urine, injeksi : ranitidine 1 amp iv ondansetron 1 amp iv

Perasaan terhadap Pengalaman Manifestasi klinis berupa Hematemesis (muntah darah) dan melena (berak darah) merupakan keadaan yang diakibatkan oleh perdarahan saluran cerna bagian atas (upper gastroinstestinal tract) yaitu perdarahan yang berasal dari dalam lumen saluran cerna di atas (proksimal) ligamentum Treitz, mulai dari jejunum proksimal, duodenum, gaster, dan esophagus(1). Hal tersebut mengakibatkan muntah darah (hematemesis) dan berak darah berwarna hitam seperti aspal (melena). Kebanyakan kasus hematemesis dan melena adalah keadaan gawat di rumah sakit yang menimbulkan 8-14% kematian di rumah sakit. Faktor utama yang berperan dalam tingginya angka kematian adalah kegagalan untuk menilai masalah ini sebagai keadaan klinis yang gawat dan kesalahan diagnostik dalam menentukan sumber perdarahan. Evaluasi Hematemesis adalah dimuntahkannya darah dari mulut, darah bisa dalam bentuk segar (bekuan/ gumpalan/ cairan warna merah cerah) atau berubah karena enzim dan asam lambung menjadi kecoklatan dan berbentuk seperti butiran kopi. Melena yaitu keluarnya tinja yang lengket dan hitam seperti aspal (ter) dengan bau khas, yang menunjukkan perdarahan saluran cerna atas serta dicernanya darah pada usus halus. - Apa saja penyebab timbulnya perdarahan SCBA yg mengakibatkan hematemesis dan melena? - Apa tujuan dilakukannya pemasangan NGT pada kasus ini? Analisis Beberapa penyebab timbulnya perdarahan di saluran cerna atas yaitu : 1. Kelainan di esophagus a. Pecahnya varises esophagus Perdarahan varises secara khas terjadi mendadak dan masif, kehilangan darah gastrointestinal kronik jarang ditemukan. Perdarahan varises esofagus atau lambung biasanya disebabkan oleh hipertensi portal yang terjadi sekunder akibat sirosis hepatis. b. Karsinoma esophagus Karsinoma esophagus lebih sering menunjukkan keluhan melena daripada hematemesis. Pasien juga mengeluh disfagia, badan mengurus dan anemis. Hanya sesekali penderita muntah darah tidak masif. c. Sindrom Mallory-Weiss

Riwayat medis ditandai oleh gejala muntah tanpa isi (vomitus tanpa darah). Muntah hebat mengakibatkan ruptur mukosa dan submukosa daerah kardia atau esophagus bawah sehingga muncul perdarahan. Karena laserasi aktif disertai ulserasi, maka timbul perdarahan. Laserasi muncul akibat terlalu sering muntah sehingga tekanan intraabdominal naik menyebabkan pecahnya arteri di submukosa esophagus/ kardia. Sifat perdarahan hematemesis tidak masif, timbul setelah pasien berulangkali muntah hebat, lalu disusul rasa nyeri di epigastrium. d. Esofagogastritis korosiva e. Esofagitis dan tukak esophagus Esofagitis yang menimbulkan perdarahan lebih sering bersifat intermiten atau kronis, biasanya ringan, sehingga lebih sering timbul melena daripada hemetemesis. Tukak esophagus jarang menimbulkan perdarahan jika dibandingkan dengan tukak lambung dan duodenum 2. Kelainan di lambung a. Gastritis erosiva hemoragika Penyebab terbanyak adalah akibat obat-obatan yang mengiritasi mukosa lambung atau obat yang merangsang timbulnya tukak (ulcerogenic drugs). Misalnya obat-obat golongan salisilat seperti Aspirin, Ibuprofen, obat bintang tujuh dan lainnya. Obat-obatan lain yang juga dapat menimbulkan hematemesis yaitu : golongan kortikosteroid, butazolidin, reserpin, spironolakton dan lain-lain. Golongan obat-obat tersebut menimbulkan hiperasiditas. Gastritis erosiva hemoragika merupakan urutan kedua penyebab perdarahan saluran cerna atas b. Tukak lambung Biasanya sebelum hematemesis dan melena, pasien mengeluh nyeri dan pedih di ulu hati selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Sesaat sebelum hematemesis rasa nyeri dan pedih dirasakan bertambah hebat, namun setelah muntah darah rasa nyeri dan pedih tersebut berkurang. Sifat hematemesis tidak begitu masif, lalu disusul melena c. Karsinoma lambung Insidensinya jarang, pasien umumnya berobat dalam fase lanjut dengan keluhan rasa pedih dan nyeri di ulu hati, rasa cepat kenyang, badan lemah. Jarang mengalami hematemesis, tetapi sering melena 3. Kelainan di duodenum a. Tukak duodeni Tukak duodeni yang menyebabkan perdarahan panendoskopi terletak di bulbus. Sebagian pasien mengeluhkan hematemesis dan melena, sedangkan sebagian kecil mengeluh melena

saja. Sebelum perdarahan, pasien mengeluh nyeri dan pedih di perut atas agak ke kanan. Keluhan ini juga dirasakan waktu tengah malam saat sedang tidur pulas sehingga terbangun. b. Karsinoma papilla Vateri Karsinoma papilla Vateri merupakan penyebaran karsinoma di ampula menyebabkan penyumbatan saluran empedu dan saluran pancreas yang umumnya sudah dalam fase lanjut. Gejala yang timbul selain kolestatik ekstrahepatal, juga dapat menimbulkan perdarahan tersembunyi (occult bleeding), sangat jarang timbul hematemesis. Selain itu pasien juga mengeluh badan lemah, mual dan muntah

Pemasangan pipa naso-gastrik

Tujuan pemasangan pipa naso gastrik adalah untuk aspirasi cairan lambung, lavage (kumbah lambung) dengan air , dan pemberian obat-obatan. Pemberian air pada kumbah lambung akan menyebabkan vasokontriksi lokal sehingga diharapkan terjadi penurunan aliran darah di mukosa lambung, dengan demikian perdarahan akan berhenti. Kumbah lambung ini akan dilakukan berulang kali memakai air sebanyak 100- 150 ml sampai cairan aspirasi berwarna jernih dan bila perlu tindakan ini dapat diulang setiap 1-2 jam. Pemeriksaan endoskopi dapat segera dilakukan setelah cairan aspirasi lambung sudah jernih. Naso Gastric Tube digunakan untuk: 1. Mengurangi isi perut dengan cara menghisap apa yang ada dalam lambung(cairan,udara,darah) 2. Untuk memasukan cairan( memenuhi kebutuhan cairan atau nutrisi) 3. Untuk membantu memudahkan diagnosa klinik melalui analisa subtansi isi lambung

DAFTAR PUSTAKA Adi, P. Pengelolaan Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas : Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta : FKUI. 2006 Davey, P. Hematemesis & Melena : dalam At a Glance Medicine. Jakarta : Erlangga. 2006 Djumhana, A. Perdarahan Akut Saluran Cerna Bagian Atas : pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2011/03/pendarahan_akut_saluran_cerna_bagian_atas.pdf . 2011.