Anda di halaman 1dari 13

auLadie.

corp document

ANATOMI DAN FISIOLOGI HEPAR Anatomi dan fisiologi Hati

Hati terletak di belakang tulang iga(kosta) dalam rongga abdomen daerah kanan atas. Hati memiliki berat 1500 g dan di bagi menjadi empat lobus. Setiap lobus terbungkus oleh lapisan tipis jaringan ikat yang membentang ke dalam lobus itu sendiri dam mambagi masa menjadi unit-unit yang lebih kecil yang disebut lobulus. Sirkulasi darah ke dalam dan keluar hati sangat penting dalam penyelenggaraan fungsi hati. Darah yang mengalir kadalam hati berasal dari dua sumber. Kurang lebih 75% suplai darah datang dari vena porta yang mengalirkan darah yang kaya dengan nutrient dari traktus gastriintestinalis. Bagian lain suplai darah tersebut masuk kedalam hati melalui arteri hepatica dan banyak mengandung oksigen. Cabang-cabang terminalis kedua pembuluh darah ini bersatu untuk membentuk capillary beds bersama yang disebut sinusoid hepatic. Dengan demikian,sel-sel hati akan terendam oleh campuran darah vena dan arterial. Sinusoid mengosongkan isinya ke dalam venula yang berada pada bagian tengah masing-masing lobulus hepatic dan dinamakan vena sentralis. Vena sentralis bersatu membentuk vena hepatica yang merupakan drainase vena dari hati dan akan mengalirkan isinya ke dalam vena kava inferior di dekat diafragma. Jadi,terdapat dua sumber yang mengalirkan darah masuk ke dalam hati dan hanya terdapat satu lintasan keluarnya. Pada hati terdapat sel-sel fagositik yang termasuk dalam system retikuloendotelial yang dinamakan dengan sel Kupffer yang berfungsi untuk memakan benda asing seperti bakteri yang masuk kedalam hati lewat darah portal.

auLadie.corp document

menerima hasil sekresi dari hepatosit dan membawanya ke saluran empedu yang lebih besar yang akhirnya akan membentuk duktus hepatikus. Duktus hepatikus dari hati dan duktus sistikus dari kandung empedu bergabung untuk membentuk duktus koledukus yang akan mengosongkan isinya ke dalam intestinum. Aliran empedu ke dalam intestinum dikendalikan oleh sfingter Oddi yang terletak pada sambungan dimana duktus koledokus memasuki duodenum. Kandung empedu yang merupakan organ berbentuk seperti buah per, berongga dan menyerupai kantong dengan panjang 7,5 hingga 10 cm,terletak dalam suatu cekungan yang dangkal pada permukaan inferior hati imana organ tersebut terikat pada hati oleh jarigan ikat longgar. Kapasitas kandung empedu adalah 30 hingga 50 ml empedu. Dindingnya tersusun dari otot polos. Kandung empedu dihubungkan dengan duktus koledokus lewat duktus sistikus. Hati sangat penting untuk mempertahankan hidup dan berperan pada hampir setiap metabolik tubuh. Fungsi hati terutama dapat dibagi menjadi tiga diantara lain dapat memproduksi dan sekresi empedu, berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein, serta berperan dalam filtrasi darah, mengeliminasi bakteri dan benda asing yang masuk peredaran darah dari saluran pencernaan. IKTERUS DAN METABOLISME BILIRUBIN Penimbunan pigmen empedu dalam tubuh menyebabkan warna kuning pada jaringan yang dikenal sebagai ikterus. Ikterus biasanya dapat dideteksi pada sklera ( bagian mata yang putih ), kulit atau kemih yang menjadi gelap bila bilirubin serum mencapai 2 - 3 mg/100 ml. Bilirubin serum normal adalah 0,2 - 0.9 mg/100 ml. Jaringan permukaan yang kaya elastin, seperti sklera dan permukaan bawah lidah, biasanya pertama kali menjadi kuning. Metabolisme Bilirubin Normal Pada individu normal, pembentukan dan ekskresi bilirubin berlangsung melalui tahaptahap. Sekitar 85% bilirubin terbentuk dari pemecahan sel darah merah tua dalam sistem monosit magrofag. Masa hidup rata-rata sel darah merah adalah 120 hari. Setiap hari sekitar 50 ml darah dihancurkan, menghasilkan 200 - 250 mg bilirubin. Kini diketahui bahwa sekitar 15% pigmen empedu total tidak tergantung pada mekanisme ini, tetapi berasal dari destruksi sel eritrosit matang dalam sumsum tulang (hematopoiesis tak efektif) dan dari hemoprotein lain, terutama dari hati.

auLadie.corp document

Pada katabolisme hemoglobin

(terutama terjadi dalam limpa), globulin lama-lama

dipisahkan dari hem, setelah itu hem diubah menjadi biliverdin. Bilirubin tak terkonyugasi berikatan lemah dengan albumin, diangkut oleh darah ke sel-sel hati. Metabolisme bilirubin oleh sel-sel hati berlangsung dalam tiga langkah, yaitu pengambilan, konyugasi dan ekskresi. Pengambilan oleh sel hati memerlukan protein sitoplasma atau protein penerima, yang diberi simbol sebagai protein Y dan Z. Konyugasi molekul bilirubin dengan asam glukuronat berlangsung dalam retikulum endoplasma sel hati. Langkah ini tergantung pada adanya glukuronil transferase, yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi. Konyugasi molekul bilirubin sangat mengubah sifat-sifat bilirubin. Bilirubin terkonyugasi (direk) tidak larut dalam lemak, tetapi larut dalam air dan dapat di ekskresi dalam kemih. Sebaliknya bilirubin tak terkonyugasi (indirek) larut dalam lemak, tidak larut dalam air, dan tidak dapat di ekskresi dalam kemih. Transpor bilirubin terkonyugasi melalui membran sel dan sekresi kedalam kanalikuli empedu oleh proses aktif merupakan langkah akhir metabolisme bilirubin dalam hati. Agar dapat diekskresi dalam empedu, bilirubin harus dikonyugasi. Bilirubin terkonyugasi kemudian diekskresi melalui saluran empedu ke usus halus. Bilirubin tak terkonyugasi tidak diekskresikan ke dalam empedu kecuali setelah proses foto-oksidasi. Bakteri usus mereduksi bilirubin terkonyugasi menjadi serangkaian senyawa yang dinamakan sterkobilin atau urobilinogen. Zat-zat ini menyebabkan feses berwarna coklat. Sekitar 10-20% urobilinogen mengalami siklus enterohepatik, sedangkan sejumlah kecil diekskresi dalam kemih. Penimbunan Bilirubin Secara Berlebihan Penyakit hemolitik atau peningkatan kecepatan destruksi sel darah merah merupakan penyebab utama dari pembentukan bilirubin yang berlebihan. Ikterus yang sering timbul ikterus hemolitik. Konyugasi dan transfer pigmen empedu berlangsung normal, tetapi suplai bilirubin tak terkonyugasi melampaui kemampuan hati. Akibatnya kadar bilirubin tak terkonyugasi dalam darah meningkat. Meskipun demikian, kadar bilirubin serum jarang melebihi 5 mg/100 ml pada penderita hemolitik berat, dan ikterus yang timbul bersifat ringan, berwarna kuning pucat. Karena bilirubin tak terkonyugasi tidak larut dalam air, maka tidak dapat diekskresikan ke dalam kemih, dan bilirubinuria tidak terjadi. Tetapi pembentukan urobilinogen menjadi meningkat (akibat penigkatan beban peningkatan konyugasi dan ekskresi), yang selanjutnya mengakibatkan peningkatan ekskresi dalam feses dan kemih. Kemih dan feses dapat berwarna gelap.

auLadie.corp document

Beberapa penyebab ikterus hemolitik yang sering terjadi adalah hemoglobin abnormal (hemoglobin S pada anemia sel sabit), sel darah merah abnormal (sferositosis herediter), antibodi dalam serum (Rh atau inkompatibilitas transfusi atau sebagian akibat penyakit hemolitik autoimun), pemberian beberapa obat-obatan, dan beberapa limfoma (pembesaran limpa dan peningkatan hemolisis). Sebagian kasus ikterus hemolitik dapat diakibatkan oleh peningkatan destruksi sel darah merah atau prekusornya dalam sumsum tulang (talasemia, anemia pernisiosa, porfiria). Proses ini dikenal sebagai eritropoiesis tak efektif. Pada orang dewasa, pembentukan bilirubin secara berlebihan yang berlangsung kronik dapat mengakibatkan pembentukan batu empedu yang banyak mengandung bilirubin. Penurunan Bilirubin Terkonyugasi Gangguan ekskresi bilirubin, baik yang disebabkan oleh faktor-faktor fungsional maupun obstruktif, terutama mengakibatkan hiperbilirubinemia terkonyugasi. Karena bilirubin terkonyugasi larut dalam air, maka bilirubin ini dapat diekskresi ke dalam kemih, sehingga menimbulkan bilirubinuria dan kemih berwarna gelap. Urobilinogen feses dan urobilinogen kemih sering berkurang sehingga feses terlihat pucat. Peningkatan kadar bilirubin terkonyugasi dapat disertai bukti-bukti kegagalan ekskresi hati lainnya, seperti peningkatan kadar fosfatase alkali dalam serum, AST, kolesterol dan garam-garam empedu. Peningkatan garam-garam empedu dalam darah menimbulkan gatal-gatal pada ikterus. Ikterus yang diakibatkan oleh hiperbilirubinemia terkonyugasi biasanya lebih kuning dibandingkan dengan hiperbilirubinemia tak terkonyugasi. Perubahan warna berkisar dari warna kuning-jingga muda sampai kuning-hijau bila terjadi obstruksi total aliran empedu. Perubahan ini merupakan bukti adanya ikterus kolestatik, yang merupakan nama lain dari ikterus obstruktif. Kolestasis dapat bersifat intrahepatik (mengenai sel hati, kanalikuli, atau kolangiola) atau ekstrahepatik (mengenai saluran empedu dari luar hati). Pada kedua keadaan ini terdapat gangguan biokimia yang sama. SEKRESI EMPEDU OLEH HATI ; FUNGSI DARI SISTEM EMPEDU Salah satu dari berbagai fungsi hati adalah untuk mengeluarkan empedu, normalnya antara 600 dan 1200 ml/hari. Empedu melakukan dua fungsi penting: 1. Empedu memainkan peranan penting dalam pencernaan dan absorbsi lemak, bukan

akibat enzim apapun dalam empedu yang menyebabkan pencernan lemak tetapi karena asam empedu dalam empedu yang melakukan dua hal, yaitu : (1) asam empedu membantu

auLadie.corp document

mengemulsikan partikel-partikel lemak yang besar dalam makanan menjadi banyak bentuk partikel kecil yang dapat diserang oleh enzim lipase yang disekresikan dalam getah pankreas. (2) asam empedu membantu transpor dan absorbsi produk akhir lemak yang dicerna menuju dan melalui membran mukosa intestinal. 2. Empedu bekerja sebagai suatu alat untuk mengeluarkan beberapa produk buangan yang penting dari darah. Hal ini terutama meliputi bilirubin, suatu produk akhir dari penghancuran hemoglobi, dan kelebihan kolesterol yang di bentuk oleh sel-sel hati. Empedu disekresikan dalam dua tahap oleh hati : 1. Bagian awal disekresikan oleh sel-sel hepatosit hati; sekresi awal ini mengandung

sejumlah besar asam empedu, kolesterol, dan zat-zat organik lainnya. Kemudian empedu disekresikan kedalam kanalikuli biliaris kecil yang terletak diantara sel-sel hati didalam lempeng hepatik. 2. Kemudian, empedu mengalir keperifer menuju septa interlobularis, tempat kanalikuli mengosongkan empedu kedalam duktus biliaris terminal dan kemudian secara progresif kedalam duktus yang lebih besar, akhirnya mencapai duktus hepatikus dan duktus biliaris komunis, dari sini empedu langsung dikosongkan kedalam duodenum dan dialihkan melalui duktus sistikus kedalam kandung empedu. Dalam perjalanannya malalui duktus-duktus biliaris ini, bagian kedua dari sekresi ditambahkan kedalam sekresi empedu yang pertama. Sekresi tambahan ini berupa larutan ionion natrium dan bikarbonat encer yang disekrsikan oleh sel-sel sekretoris yang terletak didalam duktulus dan duktus. Sekresi kedua ini seringkali meningkatkan jumlah total empedu sebanyak 100%. Sekresi kedua ini dirangsang oleh sekretin, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah ion-ion bikarbonat yang menambah sekresi pankreas dalam menetralkan asam dari lambung. Selain efek perangsangan yang kuat dari asam empedu terhadap sekresi empedu, hormon sekretin meningkatkan sekresi empedu, seringkali meningkatkan kecepatan sekresi empedu lebih dari dua kali lipat selama beberapa jam sesudah makan. Peningkatan sekresi ini mewakili hampir semua sekresi larutan encer yang kaya bikarbonat oleh sel epitel duktulus dan duktus empedu dan bukan peningkatan sekresi oleh sel-sel parenkim hati sndiri. Bikarbonat kemudian akan diteruskan kedalam usus halus dan bergabung dengan bikarbonat dari pankreas untuk menetralkan asam dari lambung. Jadi mekanisme umpan-balik sekretin untuk menetralkan asam duodenum bekerja tidak hanya melalui efeknya terhadap sekresi pankreas tetapi juga melalui efeknya terhadap sekresi dari duktulus dan duktus hati.

auLadie.corp document

METABOLISME Hati memegang peran penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan juga memproduksi energi. Zat tersebut di atas dikirim melalui vena porta setelah diabsorpsi oleh usus. Monosakarida dari usus halus diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati (glikogenesis). Dari depot glikogen ini disuplai glukosa secara konstan ke darah (glikogenolisis) untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sebagian glukosa dimetabolisme dalam jaringan untuk menghasilkan panas atau energi dan sisanya diubah menjadi glikogen, disimpan dalam otot atau menjadi lemak yang disimpan dalam jaringan subkutan. Hati juga mampu menyintesis glukosa dari protein dan lemak (glukoneogenesis). Peran hati pada metabolisme protein penting untuk hidup. Protein plasma, kecuali gama globulin, disintesis oleh hati. Protein ini adalah albumin yang diperlukan dan untuk mempertahankan tekanan osmotik koloid, protrombin, fibrinogen faktor-faktor

pembekuan yang lain. Selain itu, sebagian besar asam amino mengalami degradasi dalam hati dengan cara deaminasi atau pembuangan gugusan amino (-NH2). Amino yang dilepaskan kemudian disintesis menjadi urea, diekskresi oleh ginjal dan usus. Amonia yang terbentuk dalam usus oleh kerja bakteri pada protein diubah juga menjadi urea dalam hati.Beberapa fungsi khas hati dalam metabolisme lemak yaitu oksidasi beta asam lemak dan pembentukan asam asetoasetat yang sangat tinggi, pembentukan lipoprotein, pembentukan kolesterol dan fosfolipid dalam jumlah yang sangat besar, perubahan karbohidrat dan protein menjadi lemak dalam jumlah yang sangat besar. 1. Fungsi pertahanan tubuh Terdiri dari fungsi detoksifikasi dan fungsi proteksi. Fungsi detoksifikasi sangat penting dan dilakukan oleh enzim-enzim hati yang melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisis, atau konjugasi zat yang kemungkinan membahayakan, dan mengubahnya menjadi zat yang secara fisiologis tidak aktif. Detoksifikasi zat endogen seperti indol, skatol, dan fenol yang dihasilkan dalam asam amino oleh kerja bekteri dalam usus besar dan zat eksogen seperti morfin, fenobarbital dan obat-obat lain. Hati juga menginaktifkan dan mengekskresikan aldosteron, glikokortikoid, estrogen, progesteron, dan testoteron.

auLadie.corp document

Fungsi proteksi dilakukan oleh sel Kupffer yang terdapat pada dinding sinusoid hati, sebagai sel endotel yang mempunyai fungsi sebagai system endothelial, berkemampuan fagositosis yang sangat besar sehingga dapat membersihkan sampai 99% kuman yang ada dalam vena porta sebelum darah menyebar melewati seluruh sinusoid. Sel Kupffer juga mengadakan fagositosis pigmen-pigmen, sisa-sisa jaringan dan lain-lain. Sel Kupffer juga menghasilkan immunoglobulin yang merupakan alat, berbagai macam antibodi yang timbul pada berbagai kelainan hati tertentu, anti mitochondrial antibody (AMA), smooth muscle antibody (SMA), dan anti nuclear antibody (ANA) 2. Fungsi Vaskular Hati Setiap menit mengalir 1200cc darah portal ke dalam hati melalui sinusoid hati, seterusnya darah mengalir ke vena sentralis dan dari sini menuju ke vena hepatika untuk selanjutnya masuk ke dalam vena kava inferior. Selain itu dari arteria hepatika mengalir masuk kira-kira 350cc darah. Darah arterial ini akan masuk ke dalam sinusoid dan bercampur dengan darah portal. Pada orang dewasa jumlah aliran darah ke hati diperkirakan mencapai 1500cc/menit. Hati sebagai ruang penampung dan bekerja sebagai filter, karena letaknya antara usus dan sirkulasi umum. Pada payah jantung kanan misalnya, hati mengalami bendungan pasif oleh darah yang banyak jumlahnya. Metabolisme K.H. : Fungsi hati ialah : 1. 2. 3. 4. Menyimpan glikogen Merubah galaktosa glukosa Glukoneogenesis (as. Amino glukosa) Membentuk senyawa kimia dari hasil antara Met. K.H.

Glukoneogenesis merupakan istilah yang digunakan untuk mencakup semua mekanisme dan lintasan yang bertanggung jawab atas pengubahan senyawa karbihidrat menjadi glukosa atau glikogen. Substrat utama bagi glukoneogenesis adalah asam amino glukogenik, laktat, gliserol dan propionate. Hepar dan ginjal merupakan jaringan utama yang terlibat karena organ tersebut mengandung komplemen lengkap enzim-enzim yang diperlukan.

auLadie.corp document

Glikogenesis yaitu proses anabolic pembentuk glikogen untuk simpanan glukosa saat kadar darah tinggi, seperti setelah makan. Glikogenesis terjadi terutama dalam sel-sel hati dan selsel otot rangka, tetapi tidak terjadi dalam sel-sel otak yang sangat bergantung pada persediaan konstan gula darah untuk energy. Glikogenolisis adalah penguraian glikogen menjadi glukosa untuk dilepas ke aliran darah oleh hati saat tubuh membutuhkan energy. Penguraian ini dipercepat oleh glucagon dan epinefrin. Metabolisme Lemak : 1. 2. 3. 4. Kecepatan beta oksidasi as. Lemak dan pembentukan as. Aseto Asetat yg sangat tinggi Membentuk lip protein Membentuk kolesterol dan fosfolipid dlm jumlah besar. Merubah K.H. dan protein jadi lemak

Hasil sintesa lemak dari KH dan protein oleh hati diangkut dalam bentuk lipo protein ke jaringan adiposa Metabolisme Protein : 1. 2. 3. 4. Peranan hati untuk met. protein sangat penting kematian

Tanpa fungsi ini dlm beberapa hari Fungsi hati pada met. protein ialah : Deaminasi as. Amino Pembentukan urea pembuangan amina Pembentukan protein plasma

Interkonversi asam amino dan senyawa lain dlm proses metabolisme tubuh

Pengaruh Alkohol terhadap metabolism karbohidrat, protein dan lemak di hati Ada tiga jalur yaitu: 1. Jalur Alkohol Dehidrogenase(ADH)

auLadie.corp document

ADh memetabolisme alcohol yang berasal dari fermentasi dalam saluran cerna dan untuk proses dehidrogenase steroid dan omega oksidasi dalam asam lemak. ADH memecah alkohol menjadi hydrogen dan asetaldehida(mempengaruhi mikrobulus sehingga hipotalamus menggembung) lalu diuraikan menjadi asetat dan diuraikan menjadi H2 O dan CO2 2. Jalur Microsomal Ethanol Oxydizing System(MEOS)

Terletak pada reticulum endoplasma, alcohol diuraikan menjadi asetaldehida yang dibantu oleh mikrosom ( sitokrom P-45o, reduktase, lesitin)ngkahapatotoksik.tkan senyawa Perubahan MEOS dapata disebabkan pemakaian alkohol yang lama sehingga bias menginduksi dan meningkatkan metabolism obat-obatan, meningkatkana hiperlipidemia, penurunan penimbunan vitamin A, men

3.

Jalur Enzim Katalase

Terdapat pada peroksison. Metabolisme alkohol menghasilkan hydrogen yang dapat mengubah redoks, pada pemakaian alkohol yang lama dapat mengecil sehingga menimbulkan perubahan metabolism lemak dan karbohidrat dan dapat juga menimbulkan bertambahnya jaringan kolagen dan dalam keadaan tertentu dapat menghambat sintesis protein. Pertubahan redoks dapat menimbulkan perubahan piruvat ke laktat sehingga menimbulkan hiperlaktasidemia dan menyebabkan laktat meningkat sehingga hiperurikemia. Apabila NADH( Nicotinamide Adinine Dinucleotida) meningkat maka konsentrasi alfa gliserofosfat pun akan meningkat dan menyebabkan akumulasi trigliserida meningkat dengan menangkap asam lemak dalam hepar. Mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lama menyebabkan perubahan pada mitokondria dan menyebabkan perlemakan pada hati.

auLadie.corp document

NO 1.

FUNGSI Pembentukan dan ekskresi empedu empedu metabolisme garam

KETERANGAN Garam empedu penting untuk pencernaan dan absorpsi lemak dan vitamin yang larut dalam lemak di usus.

2.

Metabolisme pigmen empedu

Bilirubin, pigmen empedu utama, merupakan hasil akhir metabolisme pemecahan sel darah merah yang sudah tua; proses konyugasinya berlangsung dalam hati dan diekskresi ke dalam empedu.

3.

Metabolisme karbohidrat Glikogenesis Glikogenelisis Glukoneogenesis

Hati memegang peranan penting dalam mempertahankan kadar glukosa darah normal dan menyediakan energi untuk tubuh. Karbohidrat disimpan dalam hati sebagai glikogen.

4.

Metabolisme protein Sintesis protein

Protein serum yang disintesis oleh hati termasuk albumin serta alfa dan beta globulin (tapi gama globulin tidak) Faktor pembekuan darah yang disintesis oleh hati adalah fibrinogen (I), protrombin (II), dan faktor V, VII, VIII, IX, dan X. Vitamin K diperlukan sebagai kofaktor pada sintesis

Pembentukan urea Penyimpanan protein

semua faktor ini kecuali faktor V. Urea dibentuk semata-mata dalam hati dari NH3, yang kemudian diekskresi dalam kemih dan feses.

(asam amino)

auLadie.corp document

NH3 dibentuk dari deaminasi asam amino dan kerja bakteri usus terhadap asam amino. 5. Metabolisme lemak Ketogenesis Sintesis kolesterol Penyimpanan lemak Hidrolisis trigliserida, kolesterol, fosfolipid, dan lipoprotein, (diabsorpsi dari usus) menjadi asam lemak dan gliserol. Hati memegang peranan utama pada sintesis kolesterol, sebagian besar di ekskresi dalam empedu sebagai kolesterol atau asam kolat 6. Penyimpanan vitamin dan mineral. Vitamin yang larut lemak (A,D,E,K) disimpan dalam hati; juga vitamin B12, tembaga, dan besi. 7. Metabolisme steroid. Hati menginaktifkan dan mensekresi aldosteron, glukokortikoid, esterogen,

progesteron dan testosteron. 8. Detoksikasi. Hati bertanggung jawab atas biotransformasi zat-zat berbahaya menjadi zat-zat yang tidak berbahaya yang kemudian dieksresi oleh ginjal ( misalnya obat-obatan)

Pembentukan dan ekskresi empedu merupakan fungsi utama hati; saluran empedu hanya mengangkut empedu sedangkan kandung empedu menyimpan dan mengeluarkan empedu ke usus halus sesuai kebutuhan. Hati mensekresi sekitar 1 liter empedu kuning setiap hari. Unsur utama empedu adalah air (97 %), elektrolit, garam empedu, fosfolipid (terutama lesitin), kolesterol, dan pigmen empedu (terutama bilirubin terkonyugasi). Garam empedu penting untuk pencernaan dan absorbsi lemak dalam usus halus. Setelah diolah oleh bakteri usus halus, maka sebagian besar garam empedu akan di reabsorbsi di ileum, mengalami resirkulasi

auLadie.corp document

ke hati, serta kembali di konyugasi dan sekresi. Bilirubin (pigmen empedu) merupakan hasil akhir metabolisme dan secara fisiologis tidak penting, namun merupakan petunjuk penyakit hati dan saluran empedu yang penting, karena bilirubin cenderung mewarnai jaringan dan cairan yang berkontak dengannya.