Anda di halaman 1dari 10

1. Perbedaan logam dan non logam 1.

Pengertian logam Logam adalah elemen kerak bumi (mineral) yang terbentuk secara alami. Jumlah logam diperkirakan 4% dari kerak bumi. Logam dalam bidang keteknisian adalah besi. Biasanya dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan, pipa-pipa, alat-alat pabrik dan sebagainya. Contoh dari logam yang sudah memiliki sifat-sifat penggunaan teknis tertentu dan dapat diperoleh dalam jumlah yang cukup adalah besi, tembaga, seng, timah, timbel nikel, aluminium, magnesium. Kemudian tampil logam-logam lain bagi penggunaan khusus dan paduan, seperti emas, perak, platina, iridium, wolfram, tantal, molybdenum, titanium, vokalt, anti monium (metaloid), khrom, vanadium, beryllium, dan lain-lain. Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat, yaitu :

Dapat ditempa dan diubah bentuk Penghantar panas dan listrik Keras (tahan terhadap goresan, potongan atau keausan), kenyal (tahan patah bila dibentang), kuat (tahan terhadap benturan, pukulan martil), dan liat (dapat ditarik).

Yang dimaksud besi dalam bidang keteknisan adalah besi teknis, bukan besi murni, karena besi murni (Fe) tidak memenuhi pernyataan teknik, persyaratan teknik adalah kekuatan bahan, keuletan, dan ketertahanan terhadap pengaruh luar (korosi, aus, bahan kimia, suhu tinggi dan sebagainya). Besi teknis selalu tercampur dengan unsure-unsur lain misalnya karbon (C), silicon (Si), mangan (Mn), Fosfor (P), dan belerang (S). Unsur-unsur tersebut harus dalam kadar tertentu, sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki, secara garis besar besi teknik terbagi menjadi : a. b. c. Besi kasar : kadar karbon lebih besar dari 3,5%, tidak dapat ditempa. Besi : kadar karbon lebih besar dari 2,5%, tidak dapat ditempa. Baja : kadar karbon kurang dari 1,7%, dapat ditempa.

Table jenis dan klasifikasi logam jenis Emas, perak dsb. Air raksa bentuk Batangan cair Pemakaian contoh dalam bangunan Aksesoris, interior. patri

no 1 2

klarifiskasi Logam mulia Logam setengah mulia Logam biasa berat >30 kg/dm3 Logam biasa ringan <30 kg/dm3

Nikel, kobalt

Butiran, batangan Plat blok

Campuran baja, konstruksi luar beton

Besi tuang Plumbum(timah hitam) Baja

Pengunci, pengantung landasan isolasi

Logam campuran

Plat, profil, batangan, tempa, gelombang plat, blok

Hubungan dak standar dengan atap, kudakuda bangunan, jembatan, neraca, tulangan beton, dinding, lantai

Penggantung, kunci, kran.

Kuningan

Table sifat-sifat baja dapat dipengaruhi oleh campuran logam yang lain. Pengaruh terhadap sifat-sifat baja

Campuran logam menambah Karbon (C) Kekokohan, pengerasan kekerasan, sifat mengurangi Titik lebur, keuletan, regangan sifat mengelas dan menempa Sifat mengelas

Silisium (Si)

Menambah elastisitas, kekokohan, kekerasan dan daya tahan karat Leburan encer Lebaran kental, serpihan mudah patah Kekerasan, kekokohan, daya kekuatan pukul dan daya keausan

Fosfor (P) Sulfur (S)

Rengangan dan daya kekuatan pukul Daya kekuatan pukul

Mangan (Mn)

Sifat membuat serpih

Nikel (Ni)

Keuletan regangan, kekokohan, Pegangan oleh suhu tinggi daya tahan karat, tahan listrik dan suhu tinggi Kekerasan, kekokohan, daya tahan karat, suhu tinggi dan ketajaman Daya tahan lama, kekerasan dan keuletan Kekerasan daya tahan lama Kekerasan, ketajaman regangan

Khrom (Cr)

Varadium (V)

Daya tahan suhu tinggi

Molibdenium (Mo) Kobalt (Co)

Regangan dan sifat menempa Keuletan mengurangi daya tahan suhu tinggi

Wolfram (W)

Kekerasan, kekokohan, daya tahan karat, suhu tinggi dan ketajaman

regangan

Table perubahan struktur logam Sistem pengubahan Pemanasan Cara Logam dipanaskan, kemudian dibiarkan dingin dengan sendirinya Logam di panaskan, kemudian didinginkan cepat dalamn air atau oli Logam dipanaskan, kemudian didingikan sedenikian rupa sehingga pengerasan merata Logam yang telah diperkeras dipanaskan pada suhu 180o-300oC Logam yang telah diperkeras dipanaskan pada suhu450o-700oC Pengerasan dilakukan dalam oven dengan semprotan nitrogen Pengerasan dilakukan dalam oven dengan pelapisan karbon sehingga mempengaruhi permukaan logam Hasil Struktur logam berbentuk baru dan logam jadi lebih lemah Menambah kekokohan

Pendinginan kejut

Pengerasan

Menambah ketajaman

kekerasan

dan

Tempering

Menambah elastisitas

Tempering kejut

Mempertinggi batas regang

Pelapisan nitrogen

Memperkeras permukaan logam dan daya tahan karat Memperkeras tepi dan inti logam tetap lunak

Pelapisan karbon

2. Pengertian Non Logam (Non Ferro) Pengertian dari bahan bukan logam atau non logam adalah unsure kimia yang mempunyai sifat-sifat, yaitu :

Elastis (karet), cair (bahan pelumas, dan tidak dapat menghantarkan arus listrik (bahan isolasi)). Peka terhadap api (bahan baker, tidak dapat terbakar (Asbes) dan mudah pecah (keramik)).

3. Macam-Macam Logam Ferro Logam ferro adalah suatu bahan yang mengandung unsure kebesi-besian seperti pada table dibawah ini :

Ikhtisar logam Komposisi Campuran besi dan karbon (4%) Sifat Rapuh, tidak dapat di tempa baik untuk dituand sukar diles Penggunaan Alas mesin, badan ragum, bagianbagian mesin bubut, blok silinder, cincin perak, meja datar Kait keran, landasan kerja plat, rantai jangkar Mur, baut, sekrup Poros, paron rel pipa,

Nama Besi tuang

Besi tempa

Campuran besi murni (99%) sedikit besi rongsokan Campuran besi dan karbon (0,1%-0,3%) Campuran besi dan karbon (0,4%-0,6%) Campuran besi dan karbon (0,7%-1,5%)

Dapat ditempa, liat, tidak dapat diruang

Baja lunak

Dapat ditempa, liat

Baja karbon sedang

Lebih kenyal

baja,

Baja karbon tinggi

Dapat ditempa, dapat disepuh, mudah ditempa

Perlengkapan mesin bubut, perlengkapan mesin frais, kikir, gergaji, pahat, tap,

stempel Baja cepat tinggi (HSS-High speed steel) Baja karbon tinggi di tambah nikel/ kobalt, khrom / tungken Rapuh, dapat disepuh, keras, dapat dimudakan, tahan suhu tinggi Mesin bubut, mesin frals, mesin bor, dll

Pengaruh karbon terhadap sifat logam

Dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Besi yang mengandung kadar C = 0%-0,5%, mempunyai sifat mudah ditempa dan tidak dapat disepuh atau dikeraskan. Besi ini dinamakan besi tempa. 2. Besi yang mengandung kadar C = 0,5%-1,7%, mempunyai sifat dapat ditempa dan dapat disepuh. Besi ini dinamakan baja. 3. Besi yang mengandung kadar C = 2,5%-6,67%, mempunyai sifat mudah dituang (dicor) dan besi ini dinamakan besi tuang.

Pengaruh kadar zat arang dalam besi Zat asam

1.

Terdapat pula dalam udara,yaitu campuran dari 21% zat asam dan 78% zat lemas, selanjutnya 1% helium, argon dan beberapa unsur zat lain. Zat asam dalam udara dapat menyebabkan logam besi rusak. 2. Oksid

Persenyawaan antara zat asam dengan unsur yang lain dinamakan oksid. Batu besi magnet, magnesit(Fe2O3)kandungan Fe 60 % sampai dengan 70% (Rusia, Swedia, Amerika). Batu besi merah, hemafite(Fe2O3), kandungan Fe 40% sampai dengan 60 % (Kanada, Spanyol, Inggris, Rusia). Proses dapur tinggi adalah proses reduksi, karena dalam dapur tinggi, zat asam dikeluarkan oksid besi dan tinggal besinya. 3. Karbonat

Batu besi spoat (FeCo3)adalah karbonat besi, karena dalam persenyawaan ini terdapat carbonium (zat orang). Batu besi spatik (Fe2(O3)), kandungan Fe 30 % sampai 40% (jerman, Austria)

4.

Zat arang

Unsur ini sangat penting untuk produksi baja. Zat arang murni terdapat dalam intan yang grafit. Zat arang ini diperoleh dari arang tulang belulang, arang kulit, arang kayu, arang batu (batu bara),dan lainnya. Dengan menambah zat arang dalam besi, baik banyak atau sedikit. Maka akan terjadi persenyawaan-persenyawaan besi zat arang yang mempunyai sifat-sifat keras. Unsur besi terdapat di alam, bahan dalam bentuk logam murni, tetapi terdapat dalam bentuk persenyawaan besi oksida, yang masih tercampur dengan unsur-unsur lain dan zat pengotor. 4. Macam -macam Logam Non Ferro

Unsur logam yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam industry adalah besi karena hampir 90 % dari logam-logam yang digunakan dalam industry adalah besi. Selain besi,logam yang penting anatara lain: alumunium (Al), timbal (Pb), nikel (Ni), perak(Ag), seng(Zn), dan lain sebagainya. Yang digunakan dalam keadaan murni ataupun dalam bentuk paduannya. Logam logam tersebut harus mempunyai sifat-sifat fisika atau mekanik yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang dikehedaki. Logam non ferro adalah suatu bahan yang tidak mengandung besi, yang dapat digolongkan menjadi :

logam berat : nikel, seng, tembaga, timah putih dan timah hitam logam mulia/murni : emas, perak, platina logam ringan : alumunium, barium, kalsium logam refraktori/tahan api : Molibdenum , titanium, wolfram, zirkonium logam radio aktif : radium dan uranium.

1. Tembaga (Cu) Diperoleh dari biji besi yang mengandung besi, timah hitam, seng dan sedikit mengandung perak dan emas. Sifat-sifat tembaga antara lain :sifat mekanik baik, tahan korosi, daya hantar listrik dan panas lebih baik, mampu dikerjakan mesin, mudah disambung dengan solder maupun dilas, BD 8,9 dan titik cair 1,083 C, serta dapat digosok dan temperature tempa lebih rendahdibanding bahan-bahan dari logam ferro. Pada pengerjaan panas suhu yang diperlukan antara 800C-900C, seperti untuk rolling extension dan forging/tempa. Baik dalam keadaan panas maupun dalam keadaan dingin, tembaga sangat luwes dan dapat direnggangkan, digiling dan dimartil. Pemberian bentuk dalam keadaan panas sekitar 650C, sedangkan dalam keadaan dingin 300C-700C. Kegunaan tembaga, yaitu alat-alat listrik, telepon dan telegram, kawat listrik, refrigerator dan pipa-pipaketel serta tembaga tidak bias digunakan untuk perabot masak.

2. Mangan (Mn) Sifat-sifat mangan adalahbaja konstruksi dan baja mesin memperbaiki sifat kekuatan tprik dan tahan aus serta baja perkakas memperbaiki sifat tanah ukuran. Kegunaannya adalah sebagai unsur paduan, bila dipadu dengan baja konstruksi dan baja mesin digunakan untuk pekerjaan yang menginginkan kekuatan tarik dan tahan aus. Bila dipadu dengan baja perkakas digunakan untuk pekerjaan yang menginginkan ketahanan ukuran. 3. Nikel (Ni) Sifat-sifat nikel yaitu cukup keras, BD 8,7 dan titik lebur 1, 455 C dengan kelihatan tinggi dan mudah dibentuk dalam keadaan dingin atau panas dan tahan korosi. Kegunaannya adalah untuk industri kimia, alat-alat listrik dan alat-alat kedokteran. 4. Uranium(U) Sifat-sifat uranium adalah BD 18,7, uranium murni malleable /liat dan ductile mudah di bentuk dan menstabilkan carbide keras. Kegunaannya untuk bahan amunisi dan persenjataan. 5. Alumunium(Al) Sifat-sifat Alumunium adalah penghantar arus listrik tinggi. Jenis logam ringan (BD 2,7)dengan titik lebur 600C, mudah dikerjakan/ dituang, penghantar panas, tahan karat dan non magnetis. Kegunaan Alumunium adalah untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga, mesin penggerak, mesin tenaga / penghasil kalor yang besar untuk pemanas, kabel dan pipa serta pembuatan mesin motor dan kapal terbang. Alumunium terdapat dua macam yaitu: alumunium tuangan mempunyai kekuatan tarik sebesar 10kg/ mm2 dan regangannya 18 -25 % dan alumunium tempa mempunyai kekuatan tarik sebesar 18-28kg/mm2 dan regangannya 3-5%. 6. Magnesium(Mg) Sifat-sifatnya adalah BD rendah 1,7, lunak dan titik cair rendah 800C serta tahan korosi. Kegunaannya adalah untuk bangunan dan kapal udara serta foto grafi dan sebagai unsure paduan non fero. 7. Kobalt(Co) Sifat-sifatnya adalah bila dipadu dengan baja maka akan menjadi keras, tahan panas dan tahan aus. Kegunaannya kobalt bila dipadu dengan baja banyak dipergunakan untuk konstruksi tahan tahan pesawat terbang dan konstruksi tahan panas. 8. Timah Putih(Sn)

Sifat-sifatnya yaitu titik cair rendah 232C, BD rendah 7,3, tahan terhadap udara lembab, kekerasan dan kekuatan sangat rendah dan tergolong logam lunak serta daya tahan korosi cukup tinggi. Kekuatan timah putih untuk pembungkus pipa-pipa/tabung yang dapat dilipat, tabungtabung pasta gigi dan plat-plat lembaran yang dapat dibuat kaleng makanan. 9. Timah Hitam(Pb) Sifat-sifat timah hitam adalah berwarna kebiru-biruan, agak lunak, mudah dituang, disolder, dan dilas (dengan api zat asam) sanagt mudah diberi bentuk dalam keadaan dingin dan panas, kekuatan tariknya sangat rendah BD 11,4 dengan titik cair 274C sangat tahan reaksi kimia dan tahan korosi. Kegunaanya adalah sebagai penutup atap , pipa saluran, pembungkus barang kesenian dari gelas, pembuatan penyehat, alat-alat dan saluran dalam industri kimia. 10. Wolfrom(W) Sifat-sifat wolfrom adalah keras BD 20 titk cair tinggi 3400C dan titk didih 5900C, dapat digilas menjadi lembaran dan bila dipadu dalam baja perkakas, akan memperbaiki ketahanan ausnya dan sifat tahan hangatnya. Kegunaannya dalam bidang elektronika seperti katoda tabung electron dan bidang kelistrikan, seperti kawat pijar dalam lampu, elektroda, pegas, unsure pemanas dan tabung sinar X. 11. Seng(Zn) Seng terdapat dialam terikat secara kimia secara di dalam bijih (asam belerang atau asam arang). Bijih seng yang terpenting adalah seng belerang dan seng karbonat (Galmei). Sifat-sifat seng mempunyai warna kelabu muda BD 7,1 dengan titk cair 149C. dan pada suhu 130C-150C seng dapat dipecah-pecah dan kenyal hingga dapat digiling serta tahan korosi. Kegunaan seng adalah untuk melindungi besi/ baja dengan jalan mencelupkan kedalam cairan yang disebut sepuh seng. Untuk melapisi besi/baja secara galvanis, melindungi permukaan benda dengan jalan disemprotkan membuat elemen-elemen listrik dan bahan baku pembuat cat. Bila dipadu dengan alumunium, magnesium dan tembaga yang disebut dengan samak, dipergunakan untuk membuat alat-alat bagian mobil seperti pintu dan karburator. 12. Khrom (Cr) Khrom terdapat di alam dalam bentuk bijih khrom yang disebut khromit (FeO.Cr2O3). Bijih khromit berwarna hitam mengandung33%-35% Cr2O3. Khrom adalah logam yang berwarna putih kebiruan lebih keras daripada kaca tapi rapuh. Sifat-sifat fisika dari khrom adalah titik lebur 1550C dengan titik didih 2477C dan kerapatan 7,138 gr/cm3, mudah larut dalam asam-asam seperti asam klorida, asam sulfat dan asam nitrat, untuk unsure paduan dalam baja konstruksi dan baja mesin, memperbaiki kekuatan tarik dan ketahanan korosi dan unsure paduan dalam baja perkakas, memperbaiki ketahanan ukuran. Kegunaan khrom sebagai unsure pemadu untuk bahan penghantar panas, bahan tahanan. Untuk paduan dengan

besi (ferro-khrom), untuk logam paduan nikhrom yang disebut khromel yang mempunyai tahanan listrik yang sangat tinggi, unsure paduan baja konstruksi dan baja mesin, untuk baja perkakas.