Anda di halaman 1dari 3

Adaptasi sistem kardiovaskular

Sirkulasi janin
Selama kehidupan intrauterin, darah dari plasenta mengalir menuju vana umbilikalis. 5060% menuju vena kava inverior, kemudian melintas hepar melalui duktus vevosus. 40 % menuju sirkulasi portral via vena porta dan masuk ke hati via vena porta dan menuju vena kava inferior. Kedua aliran ini berujung dan berakhir masuk ke dalam jantung. Sebagian besar masuk ke atrium kiri via voramen ovale dan menuju aorta asendens dan sirkulasi koroner. Darah dari aorta asendens ini memperdarahi otak dan organ tubuh lainnya. Sebagian kecil darah memasuki ventrikel kanan via katup trikuspid menuju arteri pulmonalis. Sebagian kecil masuk ke paru- paru untuk memperdarahi paru, dan sebagian besar melewati duktus arteriosus menuju aorta desenden dan bercampur dengan darah aorta asenden menuju organ tubuh dan kembali ke plasenta melalui arteri umbilikalis.

40% yang menuju aorta asendens: 4% menuju sirkulasi koroner, 20% menuju leher dan kepala, dan 16% menuju aorta desendens.

60% yang menuju arteri pulmonalis: 8% menuju paru- paru, 52% menuju duktus arteriosus menuju aorta desendens.

Dimensi pembuluh darah bergantung pada besarnya aliran darah, oleh karena itu ismus aorta yang sempit pada janin merupakan keadaan normal. Jika duktus menutup pada saat kelahiran, istmus akan melebar. Diameter duktus arteriosus pada janin sama dengan aorta dan kelanan arteri pulmonalis sama dengan tekanan aorta. Tahanan vaskular paru masih tinggi akibat kontraksi otot arteri pulmonalis.

Sirkulasi Bayi Baru Lahir


Perbedaan sirkulasi fetal dengan BBL 1. Pada fetal terdapat arah pirau dari atrium kanan ke atrium kiri, serta dari arteri pulmonalis menuju aorta via duktus arteriosus. 2. Pada sirkulasi fetal, ventrikel kanan & kiri bekerja serentak. 3. Selama sirkulasi fetal, ventrikel kanan memompa darah ke tampat tahanan lebih tinggi & ventrikel kiri melawan tekanan yg lebih rendah. 4. Pada sirkulasi janin, darah dipompa oleh ventrikel kanan sebagian besar menuju aorta via DA hanya sebagian kecil menuju paru. 5. Pada kehidupan janin paru mendapat oksigen dari darah yang diambil dari plasenta. 6. Selama kehidupan intrauterin, plasenta merupakan tempat utama untuk pertukaran gas, makanan & eksresi. 7. Selama masa fetal, plasenta menjamin berlangsungnya tahanan sirkuit yang rendah. Perubahan sirkulasi fetal ke sirkulasi BBL sebagai akibat dari keberhasilan adaptasi sistem pernafasan adalah: 1. Tahanan vaskular pulmonal menurun dan aliran darah pulmonal meningkat. 2. Tahanan vaskular sistemik meningkat. 3. Foramen ovale menutup.

4. Duktus arteriosus menutup. 5. Duktus venosus menutup.

Pada saat bayi lahir terjadi rangsangan kimia, rangsangan fisik, dan proses penjepitan dan pengikatan tali pusar. Pada semua proses ini terjadi tarikan nafas dan tangisan pertama pada bayi, sehingga fungsional paru menjadi normal. Arteri pulmonalis mendapat suplai dari ventrikel kanan kemudian terjadi pembuluh alveoli berdilatasi dan terjadi menurunnya tahanan pulmonal yang menyebabkan darah ke paru meningkat dan aliran vena pulmonalis menjadi tinggi sehingga aliran darah yg menuju atrium kiri menjadi deras dan mengakibatkan pendorongan pada voramen ovale dan terjadilah proses menutupnya foramen ovale. Pada saat bayi lahir terjadi peningkatan kadar kotekolamin, penurunan kada prostaglandin (PGE2) sehingga menyebabkan kontraksi pada duktus arteriosus yang secara fungsional menutup 1012 jam setelah lahir dan secar anatomi 2- 3 minggu setelah lahir.