Anda di halaman 1dari 18

DISIPLIN

DAN PENERAPANNYA DI SEKOLAH


Disampaikan pada Musyawarah Guru Pembimbing di SMA 3 Metro, Tanggal 12 September 2006

Oleh : Bekti Satriadi, S.Pd


Guru Pembimbing SMKN 1 Metro

Mengapa Perlu Disiplin ?


BAGI INSTITUSI Tanpa disiplin produktifitas sekolah tidak optimal Tanpa disiplin wibawa sekolah rendah

BAGI SISWA Tanpa disiplin prilaku individu (siswa) tidak terkontrol; Tanpa disiplin, individu akan mengalami kegamangan dalam menentukan prilaku yang baik / buruk pada saat dewasa.

PENGERTIAN DISIPLIN

Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan institusi dan norma-norma sosial yang berlaku.

Kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela mentaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Dia akan mematuhi / mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabnya dengan baik bukan atas paksaan.

Kesediaan adalah kesanggupan (kerelaan) untuk bersikap atau melakukan sesuatu.

PENDIDIKAN DISIPLIN

Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral (Sukadji, 1988).

Pendidilan disiplin dilakukan dengan cara menanamkan perilaku yang dianggap baik dan menghindari perilaku yang dianggap tidak baik.

TUJUAN PENDIDIKAN DISIPLIN

TUJAPAN : Mengembangkan kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri sebagai salah satu ciri kedewasaan individu.
TUJAPEN : Patuh terhadap perintah dan aturan tertib.

TUJUAN SALAH : Peluapan emosi /


kekesalan guru.

PERATURAN / TATA TERTIB

Peraturan penting untuk menegakkan kedisiplinan. Dengan tata tertib yang baik, semangat, moral, efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar akan meningkat. Peraturan tidak untuk menjebak / menjegal siswa.

SANKSI / HUKUMAN

Peraturan tanpa sanksi, tidak akan dapat dijalankan; Cara tertua dan banyak dipakai untuk mendisiplinkan anak /siswa.
Perlu untuk meningkatkan kedisiplinan dan mendidik siswa bertanggung jawab. Kerugian Hukuman : disiplin yang tercipta merupakan disiplin jangka pendek .

DAMPAK PENERAPAN SANKSI

Anak cenderung mengingat hal-hal yang negatif daripada yang positif. perasaan tidak nyaman pada anak karena harus menanggung hukuman Timbul persepsi bahwa disiplin itu identik dengan penderitaan

DAMPAK LEBIH LANJUT

Orangtua membiarkan anak-anak "bahagia" tanpa disiplin. Individu / Siswa tersebut akan mengalami berbagai masalah dan kebingungan karena tidak mengenal aturan bagi dirinya sendiri.

PENERAPAN DISIPLIN
1.

Berkelanjutan Disiplin harus dimulai sejak dini dan berkembang hingga dewasa; Disiplin tidak hanya pada awal tahun ajaran baru; Hasil tidak dapat dilihat spontan.

2. Moderat Autoritatif Otoriter / dengan kekerasan : siswa menjadi seorang penakut, tidak ramah, dan membenci orang yang memberi hukuman, kehilangan spontanitas / inisiatif Permisif : cenderung menghasilkan anak manja, semenamena, anti sosial dan cenderung agresif Fleksibel tapi tegas.

Lanjutan
3.

Beri batas-batas yang jelas


Tata tertib sekolah harus memiliki batas-batas yang tegas antara yang boleh dilakukan dan tidak. Jangan samar, kabur atau bias yang dapat di interpretasikan bermacam-macam. Buat kesepakatan gurusiswa untuk sama-sama mematuhi tatib tersebut. Guru harus berani dan tegas memberi sanksi terhadap siswa indisipliner Pada kondisi yang memaksa harus melanggar tatib, guru harus memberi penjelasan yang memadai.

4. Konsisten, tegas dan fleksibel


lanjutan
5.

6.

Menjelaskan secara lengkap Guru harus sering menjelaskan dan meng-upgrade perilaku apa yang boleh / tidak boleh dilakukan, mengapa demikian dan apa alasannya, agar siswa turut berpartisipasi aktif. Peraturan harus berkembang sesuai perkembangan siswa dan zaman. Sanksi Bertahap / gradual : dari yang ringan berat. Jenis dan tingkatan telah dikomunikasikan sebelumnya. Tujuan pemberian sanksi : Pembinaan / mendidik. Diberlakukan secara aman, adil dan proporsional Hukuman harus aman, rasional (tidak emosional)

lanjutan
7.

Cara Komunikasi

Hindari kata-kata celaan, meremehkan, sindiran. Celaan, meremehkan, sindiran sakit hati, dendam
Tatib terlalu longgar siswa tidak termotivasi Tatib terlalu berat putus asa, pelanggaran Maka tatib sebaiknya setingkat diatas kemampuan maksimal siswa

8.

Proporsi kemampuan dengan harapan


9.

Keteladanan guru / karyawan


Pepatah : Guru kencing berdiri, murid kencing berlari

lanjutan 10. Perlakuan adil antar siswa


Sifat dasar manusia : merasa dirinya penting dan diperlakukan sama dengan yang lain. Adil dalam memberi sanksi/reward sikap positif dan disiplin siswa. Waskat siswa merasa mendapan bimbingan, perhatian, petunjuk dari guru Waskat juga untuk memahami bakat, kreatifitas, potensi dan permasalahan siswa. Jangan kesankan sebagai intel tetapi sebagai kawan

11. Pengawasan Melekat (Waskat)


lanjutan 12. Reward and reinforcement


Siswa berprilaku baik harus dipuji (prilaku tersebut didukung) diulang lagi. Diberikan dengan tidak berlebihan.

13.

Hubungan antar siswa Hubungan yang harmonis antara siswa siswa dan siswaguru akan menciptakan suasana yang kondusif dalam penegakan disiplin.

PENTING DI INGAT !!!

Manusia itu unik : walau 2 orang memiliki masalah yang sama, tapi membutuhkan penanganan yang berbeda.

Remaja bukanlah pendengar yang baik dari perkataan orang tuanya, tetapi mereka tak pernah salah ketika mencontoh orang tuanya.

Terima Kasih

Sampai jumpa lagi !!!!!!!!!!!!!