Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1 Jenis Jenis Air Ada berbagai macam jenis air yang ada di bumi diantaranya adalah sebagai

i berikut :

1. Air Hujan
Zat-zat yang ikut bercampur dengan air hujan berupa zat padat yang mudah larut dan gas. Kandungan air hujan berbeda-beda dan tergantung pada tempatnya. Akibatnya, kandungan air hujan akan berbeda-beda di setiap tempat. Di daerah laut terbuka sampai daerah yang dekat dengan pantai, air hujan akan mengandung garam, CO2 dan bersifat asam. Air hujan di darat pun punya kandungan yang berbeda. Kandungan garamnya jauh lebih sedikit. Apalagi jika di kota-kota yang padat penduduknya, seperti Jakarta, banyak berasal dari sisa-sisa polusi udara. Jadi, kandungan air hujan itu tergantung dari kondisi geologi, jumlah penduduk, dan aktifitas yang dilakukan oleh manusia di daerah itu.

pH hujan selalu bervariasi yang umumnya dikarenakan daerah asal hujan tersebut. Di pesisir timur Amerika, hujan yang berasal dari Samudra Atlantik biasanya memiliki pH 5,0-5,6; hujan yang berasal dari seberang benua (barat) memiliki pH 3,8-4,8; dan badai petir lokal memiliki pH serendah [69] 2,0. Hujan menjadi asam karena keberadaan dua asam kuat, yaitu asam belerang (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Asam belerang berasal dari sumber-sumber alami seperti gunung berapi dan lahan basah (bakteri penghisap sulfat); dan sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pertambangan yang mengandung H2S. Asam nitrat dihasilkan oleh sumber-sumber alami seperti petir, bakteri tanah, dan kebakaran alami; selain itu juga sumber-sumber antropogenik seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pembangkit listrik. Dalam 20 tahun terakhir, konsentrasi asam nitrat dan asam belerang dalam air hujan telah berkurang yang dikarenakan adanya peningkatan amonium (terutama amonia dari produksi ternak) yang berperan sebagai penahan hujan asam dan meningkatkan pH-nya.

2. Air Laut
Sebagaimana halnya sifat air murni maka air lautpun mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah yang lebih banyak kandungan air laut berupa : 96,5 % air murni dan 3,5% zat terlarut. Zat terlarut tersebut meliputi garam-garam anorganik, senyawa- senyawa organik yang berasal dari organisme hidup, dan gas-gas terlarut. Banyak sekali unsur-unsur kimia utama yang terdapat dalam air laut. Bagian terbesar dari bahan terlarut terdiri dari garam-garam anorganik. Komposisi kimia air laut sangat kompleks, di dalamnya terdapat bermacam-macam unsur dan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kehidupan biota laut. Zat hara yang dibutuhkan sebagai nutrisi bagi biota laut merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dalam air laut. Nitrogen dalam bentuk persenyawaannya merupakan salah satu unsur nutrisi tersebut. Air laut mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah

klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam. Secara ideal, salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktis, susah untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang terpenting. 1. Klorida Klorida banyak ditemukan di alam, hal ini di karenakan sifatnya yang mudah larut. Kandungan klorida di alam berkisar < 1 mg/l sampai dengan beberapa ribu mg/l di dalam air laut. Air buangan industri, sisa konstruksi, irigasi sawah, kebanyakan menaikkan kandungan klorida demikian juga manusia dan hewan membuang material klorida dan nitrogen yang tinggi. Klorida dalam konsentrasi yang layak adalah tidak berbahaya bagi manusia. Klorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfectan. Unsur ini apabila berikatan dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin (Sutrisno.T, 2004). 2. Fosfat Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Keberadaan fosfat di dalam air akan terurai menjadi senyawa ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat diabsorpsi olehfitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan. Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk 3. pertumbuhan plankton adalah 0,27 5,51 mg/liter (Hutagalung et al, 1997). Nitrogen Nitrogen dalam air terjadi dalam berbagai bentuk senyawa. Nitrogen yang terbanyak dalam bentuk N-molekuler (N2) yang berlipat ganda jumlahnya daripada nitrit (NO2) atau nitrat (NO3), tetapi tidak dalam bentuk yang berguna bagi jasad hidup (Davis, 1986). Nitrogen memegang peranan kritis dalam siklus organic dalammenghasilkan asam-asam amino yang membuat protein. Dalam siklus nitrogen, tumbuh-tumbuhan menyerap N-anorganik dalam salah satu gabungan atau sebagai nitrogen molekuler. Tumbuh-tumbuhan ini membuat protein yang kemudian dimakan hewan dan diubah menjadi protein hewan. Jaringan organic yang mati diurai oleh berbagai jenis bakteri, termasuk didalamnya bakteri pengikat nitrogen yang mengikat nitrogen molekuler menjadi bentuk-bentuk gabungan (NO2, NO3, NH4) dan bakteri denitrifikasi yang melakukan hal sebaliknya. Nitrogen lepas ke udara dan diserap dari udara selama siklus berlangsung. Jumlah nitrogen yang tergabung dalam mineral dan mengendap di dasar laut tidak seberapa besar (Romimohtarto dan Juwana, 2001). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut: 4. Oksigen Terlarut (DO) Oksigen terlarut adalah jumlah oksigen dalam miligram yang terdapat dalam satu liter air

(ppt). Oksigen terlarut umumnya berasal daridifusi udara melalui permukaan air, aliran air masuk, air hujan, dan hasil dari proses fotosintesis plankton atau tumbuhan air. Oksigen terlarutmerupakan parameter penting karena dapat digunakan untuk mengetahui gerakan massa air serta merupakan indikator yang peka bagi proses-proses kimia dan biologi. Sedangkan pengaruh dari DO adalah suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer. Kadar oksigen yang terlarut bervariasi tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer. Kadar oksigen terlarutjuga berfluktuasi secara harian (diurnal) dan musiman, tergantung padapencampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) massa air, aktivitasfotosintesis, respirasi, dam limbah (effluent) yang masuk ke badan air. Selain itu, kelarutan oksigen dan gas-gas lain berkurang denganmeningkatnya salinitas sehingga kadar oksigen di laut cenderung lebih rendah daripada kadar oksigen di perairan tawar. Peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10.

3. Air Tanah
Bates dan Jackson (1983) dalam Dictionary of Geological Terms mendefinisikan geokimia air sebagai ilmu yang mempelajari sifat kimia airtanah dan air permukaan, terutama hubungan antara sifat sifat kimia dan kualitas air dengan kondisi geologi wilayah tempat airtanah dan air permukaan tersebut berada. Dengan demikian geokimia airtanah dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu geokimia air yang khusus mempelajari sifat sifat kimia dan kualitas airtanah yang berkaitan dengan kondisi geologi wilayah tempat airtanah tersebut berada. Sifat kimia airtanah merupakan salah satu sifat utama air yang mempengaruhi kualitas airtanah selain sifat fisik, biologi dan radioaktif. Sifat kimia airtanah sangat berguna untuk penentuan kualitas airtanah. Sifat kimia airtanah antara lain adalah kesadahan/kekerasan (total hardness), jumlah padatan terlarut (total dissolved solid), daya hantar listrik (electric conductance), keasaman dan kandungan ion. Sifat kimia airtanah yang akan dibahas lebih rinci dalam pembahasan ini adalah kandungan ion. Kandungan ion dalam air yang penting antara lain Na, K, Ca, Mg, Al, Mn, Cu, Fe, Zn, Cl, SO4, CO2, CO3, HCO3, H2S, F, NH4, NO3, NO3, NO2, KMNO4, SiO2 dan Boron. Selain itu ion ion logam yang biasanya jarang tapi bersifat racun antara lain As, Pb, Se, Cr, Cd, Hg, CO. Kandungan ion ion mayor yang akan dibahas yaitu magnesium (Mg), kalsium (Ca), Potassium (K), Sodium (Na), sulfat (SO4), nitrat (NO3), klorida (Cl) dan alkalinitas (HCO3). 1. Magnesium (Mg2+) Magnesium (Mg2+) sebagai kation yang dijadikan parameter besar kecilnya pengaruh pelarutan litologi dalam air. Magnesium pada batuan beku berasal dari mineral-mineral feromagnesium berwarna gelap,yakni olivine, piroksen, amfibol. Dalam batuan alterasi hadir dalam klorit, montmorilonit dan serpentin. Magnesium juga hadir dalam sedimen karbonat sebagai magnesit dan hidromagnesit serta hydroxide brucite. 2. Kalsium (Ca2+) Nilai kandungan kalsium (Ca2+) terlarut akan digunakan untuk menganalisis pengaruh litologi terhadap komposisi kimia airtanah. Kalsium adalah salah satu unsur penting dalam mineral-mineral

batuan beku yakni dalam rantai silika, piroksen, amfibol dan feldspar. Kalsium berada dalam air karena kontak air dengan batuan beku dan batuan metamorf umumnya mempunyai konsentrasi yang rendah karena laju dekomposisinya lambat. Kebanyakan kalsium terdapat dalam batuan sedimen karbonat. Kalsium hadir dalam gipsum (CaSO4.2H2O), anhidrit (CaSO4), dan florit (CaF2). Dalam batupasir sebagai semen. 3. Potassium (K+) Potassium merupakan kation yang tidak dominan ditemukan dalam airtanah. Terdapat dalam feldspar ortoklas dan mikroklin (KAlSI3O8), mika, feldspathoid leucite (KAlSi2O6). Dalam batuan sedimen Potassium umumnya hadir sebagai feldspar, mika atau illit atau mineral lempung lainnya. 4. Sodium (Na+) Sodium melimpah dalam grup logam alkali. Dalam batuan sedimen, Sodium hadir dalam mineralmineral yang resisten sebagai semen. Air yang terjebak dalam sedimen dan tersimpan dalam waktu yang lama akan mempunyai konsentrasi Na+ yang tinggi. 5. Sulfat (SO42-) Kandungan sulfat (SO42-) terlarut merupakan parameter utama yang digunakan untuk menentukan ada tidaknya proses oksidasi mineral sulfida terhadap komposisi kimia airtanah. Sumber lain adalah dari mineral gipsum (CaSO4.2H2O) dan mineral anhidrit (CaSO4) yang akan mudah terlarut oleh air menjadi Ca2+ dan SO42-. 6. Nitrat (NO3-) Nitrat (NO3-) merupakan anion yang penting. Nitrat dengan konsentrasi tinggi merupakan indikasi adanya sumber polutan dalam airtanah. Kandungan nitrat umumnya kurang dari 10 mg/l untuk airtanah dengan komposisi biasa (Todd, 1980). Tingginya konsentrasi nitrat (NO3-) dalam airtanah dapat disebabkan karena adanya aktivitas mikroba nitrat. Kadar nitrat lebih dari 5 mg/l menggambarkan terjadinya pencemaran antropogenik yang berasal dari aktivitas manusia dan tinja hewan. Air hujan memiliki kadar nitrat sekitar 0,2 mg/l. Pada perairan yang menerima limpasan air dari daerah pertanian yang banyak mengandung pupuk, kadar nitrat dapat mencapai 1.000 mg/l. 7. Klorida (Cl-) Analisis klorida (Cl-) dimaksudkan untuk memperkecil nilai ketidakseimbangan kation-anion dalam hasil perhitungan. Selain itu klorida juga digunakan untuk mengetahui berapa besar kadar Sodium klorida (NaCl) yang terlarut dalam air. Pelapukan batuan dan tanah melepaskan klorida ke perairan. 8. Alkalinitas (HCO3-) Tingkat kebasaan suatu sampel airtanah dinyatakan dalam nilai yang disebut alkalinitas. Dengan kata lain alkalinitas dapat diartikan sebagai berapa besar asam yang digunakan untuk menetralkan airtanah. Tingginya alkalinitas dalam air disebabkan oleh ionisasi asam karbonat, terutama pada air yang banyak mengandung karbondioksida (kadar CO2 mengalami saturasi/jenuh). Karbondioksida dalam air bereaksi dengan basa yang terdapat pada batuan dan tanah membentuk bikarbonat.

Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut : Air mengandung zat besi

Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning. Air kuning permanen

Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Kandungan Air Kelapa Cocos nucifera, atau yang biasa kita kenal dengan nama kelapa, merupakan jenis tanaman palma yang memiliki segudang manfaat. Dari daun kelapa hingga tempurung kelapa, seluruh bagian dari tanaman ini memiliki sumbangsih yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat.Kandungan air kelapa sendiri dipercaya mampu mengatasi beberapa keluhan penyakit. Konon dalam kitab suci agama Hindu, Kitab Weda, pohon kelapa dianggap pohon suci karena dipercaya mampu memanjangkan umur, membawa kedamaian dan kesehatan. Sebegitu besarnya manfaat air kelapa bagi tubuh manusia sehingga beberapa produsen minuman suplemen mengeluarkan produk minuman isotonik yang mengandung air kelapa. Di Indonesia sendiri, air kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku nata de coco (sejenis jelly). Selebihnya air kelapa hanya digunakan sebagai minuman menyegarkan yang dicampur buah kelapa atau jenis buah lain, sirup dan es.

Kandungan

Vitamin

Air

Kelapa

Dalam setiap butir kelapa, kadar air yang terkandung di dalamnya berbeda, tergantung ukuran buah kelapa. Umumnya jumlah air dalam setiap butir kelapa tidak kurang dari 250 ml. kandungan air kelapa pun tidak sama, tergantung umur dan jenis buah kelapa. Nilai kalori yang terkandung dalam air kelapa sekitar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa mengandung sejumlah vitamin yang bermanfaat sekali untuk diserap tubuh yaitu vitamin C, asam folat, asam nikotinat (berperan dalam kesehatan kulit, sistem syaraf dan pencernaan), biotin

(Vitamin B7), asam pantotenat (berperan dalam proses metabolisme tubuh) dan riboflavin (Vitamin B2). Kandungan Mineral Air Kelapa

Selain itu, air kelapa juga mengandung protein, lemak, hidrat arang (karbohidrat), kalsium (potassium), zat besi, fosfor dan gula (terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa). Kadar air dalam buah kelapa kira-kira berjumlah 95,5 gram per 100 gram. Zat yang sangat berfaedah bagi tubuh manusia dalam kandungan air kelapa adalah asam amino. Menurut penelitian, asam amino dalam air kelapa memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan asam amino dalam susu sapi. Kandungan air kelapa selanjutnya adalah asam amino dalam setiap butir air kelapa terdiri dari asam aspartat, arginine (membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan menghambat pertumbuhan sel tumor/kanker), lisin, leusin, tirosin (mampu menghambat penuaan sel dan membantu dalam mengobati depresi, kasus alergi dan sakit kepala), alanine (berperan dalam proses metabolisme), fenilalanin, serin, histidin (berguna dalam pengobatan yang berhubungan dengan syaraf pendengaran, kasus alergi, anemia, pembentukan leukosit dan eritrosit), sistin (berguna untuk kesehatan pankreas, mengurangi gejala alergi, penyembuhan luka bakar/operasi, meningkatkan aktifitas leukosit, mampu menstabilkan kadar gula dalam darah dan membantu proses metabolisme karbohidrat) dan asam glutamat.

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Dari-Kamu/Tanya-Nesi/Pelajaran-Sekolah/Air-Hujan http://sanudisetiawan.blogspot.com/2013/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html http://wiretes.wordpress.com/2010/01/14/sifat-kimia-airtanah/