Anda di halaman 1dari 31

DARAH DAN ALAT-ALAT PEREDARAN DARAH Darah manusia adalah suatu cairan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh

darah yang warnanya merah. Darah merupakan cairan tubuh yang sangat penting dan harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Fungsi darah : Sebagai pembawa zat-zat makanan dari sistem pencernaan ke seluruh sel tubuh. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh. Mengangkut sisa-sisa metabolisme. Mengangkut hormon dari kelenjar hormon ke organ sasaran. Memelihara keseimbangan cairan tubuh. Mempertahankan tubuh dari serangan mikroorganisme atau zat asing lain. Memelihara suhu tubuh.

Komponen Penyusun Darah Darah tersusun oleh dua komponen yaitu plasma darah dan sel-sel darah. a. Plasma darah tersusun atas 90% air dan 10% bahan-bahan terlarut yang terdiri atas 7% protein, 1% garam-garam mineral, dan 2% lemak. Tabel 1 Komposisi Plasma Darah Bahan Penyusun Air Ion Natrium Kalium Kalsium Magnesium Klorida Keseimbangan osmotik, penyangga pH, penggumpalan, pertahanan. Fungsi Utama Pelarut untuk mengangkut zat-zat lain. Keseimbangan osmotik, penyanggaan pH, dan pengaturan permeabilitas membran

Bikarbonat Protein plasma Albumin

Fibrinogen

Imunoglobin (antibodi) Zat-zat yang diangkut oleh darah. Nutrien (misalnya glukosa, asam lemak, vitamin) Produk buangan metabolism Gas-gas respirasi (O2 dan CO2) Hormon

b. Sel-sel darah 1. Sel darah merah (eritrosit) Merupakan bagian utama dari sel darah, sekitar 99% dari komponen sel darah. Bentuk sel bikonkaf, tanpa inti sel. Berwarna kekuningan, dengan warna merah yang berasal dari Hb (Hemoglobin) yang mengandung protein hemin/heme (bentuk minerak Fe/zat besi dalam darah) dan globin. Hb digunakan untuk warna biru empedu yang disebut bilirubin. Berjumlah 4 5 juta butir/mm3 Dibentuk di sumsum tulang merah, tulang pipih dan pada bati di dalam hati. Eritrosit yang telah tua dan mati akan dirombak/diuraikan dalam limpa dan hati. Umur eritrosit 120 hari. Bila kekurangan Hb akan menderita Anemia. Penyakit ini ditandai dengan berkurang mineral Fe dalam Hb. Atau dapat pula akibat eritrosit yang dimakan oleh kuman penyakit. Bila darah kekurangan O2 maka darah akan berwarna biru yang disebut dengan Sianosis. Bila eritrosit tidak mampu berfungsi kurang dari 120 hari maka akan menderita Thallaasemia yaitu penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya daya ikat eritrosit terhadap O2 dan kegagalan pembentukan Hb dalam eritrosit.

2. Sel darah putih (leukosit) Bentuknya 1-3 buah bentuknya bulat/cekung. Berjumlah 0,2% dari sel darah yaitu sekitar 8.000 9.000 butir/mm3. Bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler, sehingga disebut Diapedesis. Bersifat fagositosis yang dapat memakan kuman/bibit penyakit. Dibentuk di sumsum tulang merah, jaringan reikulo-endotel bagi leukosit granulosit. Sedangkan bagi leukosit agranulosit dibentuk di kelenjar limfa. Bila jumlahnya kurang dari standar makam akan menyebabkan penyakit lekopeni. Bila jumlahnya melebihi dari jumlah normal maka akan meneyebabkan penyakit lekotosis. Contoh : Leukemia, yaitu penyakit kelebihan leukosit hampir mencapai 200.000 butir/mm3. Hal ini karena pembentukan leukosit yang tidak terkendali. 3. Keping-keping darah (trombosit) Trombosit atau keping-keping darah memiliki bentuk tidak teratur, tidak memiliki inti sel, dan berukuran sangat kecil. Tabel 2. Macam Leukosit Macam Leukosit Granulosit (Bersifat fagosit) Eosinofil Kandungan warna Mengandung bintik kemerahan Mengandung bintik biru tidak karena Jumlah inti 2 buah Umur Tidak diketahui ada Tidak diketahui Untuk Fungsi membunuh yang tidak beraturan, memiliki inti

bibit penyakit Untuk meningkatkan reaksi peradangan,

bentuknya Basofil berbaur dengan sel 3 buah --Neutrofil 1 buah dan 3 hari Monosit --paling besar 1 Agranulosit Limfosit ----7 jam

anti

alergi,

dan

perpindahan leukosit lain Fagositosit mikrobia dan jaringan yang rusak Bersifat fagosit dan bergerak cepat buah Untuk imunitas dan

dan lebih menghasilkan kecil dari antibodi. inti monosit

Alat-alat peredaran darah 1. Jantung Berfungsi untuk memompa darah. Terletak di ronggga dada dan diatas difragma. Selaput terdiri dari : Perikardium, selaput yang paling luar. Miokardium, selaput bagian tengah yang merupaka otot jantung. Endokardium, selaput paling dalam yang membatasi ruangan pada jantung.

Ruangan terdiri dari : Atrium dexter Atrium sinister

Ventrikel dexter Ventrikel sinister Pada bayi yang belum lahir terdapat lubang pada atrium dexter dan atrium sinister.

Katup terdiri dari : Valvula trikuspidalis, yaitu katup yang membatasi antara atrium dexter dengan ventrikel dexter. Valvula bikuspidalis, yaitu katup yang membatasi antara atrium sinister dengan ventrikel sinister. Valvula semilunaris, yaitu katup yang terdapat pada pangkal aorta.

Denyut pada orang dewasa secara normal berkisar 70X menit. Untuk mengetahui denyut nadi bisa dengan menggunakan rabaan pada daerah pergelangan tangan, diukur 3 jari kearah dalam. Atau didaerah siku bagian dalam dan dapat pula di daerah bawah telinga dekat leher. Pada saat olah raga cor akan memompa darah sebanyak 5 kali dari biasanya. Sehingga bias di asumsikan 5 X 5 L. Fungsi ruangan pada cor : Atrium, yaitu bagian yang berfungsi untuk trmpst masuknya darh yang berasal dari vena tubuh. Ventrikel, yaitu bagian yang berfungsi untuk memompakan darah pada saat meninggalkan cor. Atrium sinister, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima darah dari vena pulmonalis yang kaya akan O2. Atrium dexter, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima darah dari vena cava superior dan vena cava inferior yang kaya akan CO2. Ventrikel sinister, yaitu bagian yang berfungsi untuk memompakan darah yang kaya akan O2 ke seluruh jaringa tubuh. Ventrikel dexter, yaitu bagian yang berfungsi untuk memompakan darah yang kaya akan CO2 ke pulmo.

2. Arteri

Pembuluh darah Arteri disebut juga pembuluh nadi. Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darah meninggalkan jantung menuju seluruh tubuh. Vena Vena disebut juga pembuluh balik karena membawa aliran darah menuju jantung. Kapiler Kapiler atau pembuluh rambut merupakan pembuluh yang sangat kecil. Dindingnya tersusun oleh hanya satu lapis sel. Fungsi kapiler adalah sebagai tempat pertukaran zat yang dibawa oleh arteri dan vena.

Mekanisme Kerja Jantung pada manusia yang normal, biasanya jantung berkontraksi 72 kali setiap menit dan memompa darah 60 cm3. Periode dari suatu akhir kontraksi hingga akhir kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus jantung terdiri dari periode relaksasi yang dinamakan diastole yaitu jika serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang. Pada saat itu, otot bilik mengendur maksimum dan ruang bilik mengembang maksimum. Periode kontraksi dinamakan systole, yaitu jika otot bilik jantung menguncup dan darah di dalam bilik dipompa ke pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis) atau pun ke aorta secara bersamaan.

GOLONGAN DARAH DAN TRANSFUSI DARAH a. Golongan darah Golongan darah pada manusia dibedakan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya. Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel peka terhadap aglutinasi (penggumpalan darah). Aglutinogen disebut zat spesifik golongan karena digunakan untuk menentukan golongan darah. Ada banyak aglutinogen yang menjadi dasar pengelompokan golongan darah. Misalnya aglutinogen A dan B menjadi dasar pengelompokan golongan darah sistem ABO dan aglutinogen Rhesus D menjadi pengelompokan untuk sistem Rhesus. Aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinasi sel misalnya antibodi. Dr. Karl Landstainer seorang ahli imunologi dan patologi berkebangsaan Austria (1868 1943) dan Julius Donath adalah penemu perbedaan antigen dan antibodi dalam sel darah manusia. Berdasarkan hal tersebut Landstainer membagi golongan darah manusia menjadi 4 golongan, yaitu: A, B, AB, dan O. Dalam hal ini di dalam eritrosit terdapat antigen dan aglutinogen, sedangkan dalam serumnya terkandung zat anti yang disebut sebagai antibodi atau aglutinin. Dikenal 2 macam antigen yaitu dan , sedangkan zat antinya dibedakan sebagai anti A dan anti B. Antigen dan antibodi yang dikandung oleh darah seseorang dengan golongan darah tertentu adalah sebagai berikut: Tabel 1. Antigen dan Antibodi yang dikandung oleh darah seseorang Golongan Antigen Zat anti A B B A AB A+B O maupun Bila antigen bertemu dengan anti A dalam darah seseorang maka akan terjadi penggumpalan darah dan dapat menyebabkan kematian. b. Transfusi darah Pada transfusi darah, orang yang mendapat darah disebut resipien dan pemberi darah disebut donor. Sel darah yang diberikan kepada resipien adalah senyawa protein.

Jika tidak sesuai, berarti sel darh tersebut bersifat sebagai antigen sehingga sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi. Golongan darah O dapat memberikan darahnya kesemua golongan darah sehingga disebut donor universal. Hal ini terjadi karena sel-sel golongan darah O tidak mengandung kedua aglutinogen sehingga sejumlah kecil dari darah ini dapat ditransfusikan ke hamper setiap resipien tanpa terjadi reaksi aglutinasi dengan cepat. Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari semua golongan darah. Akan tetapi, transfusi darah sebaiknya dilakukan antargolongan darah yang sama. Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari semua golongan darah. Akan tetapi, transfusi darah sebaiknya dilakukan antargolongan darah yang sama. 1. Golongan darah A yang mempunyai aglutinin beta dalam serumnya. 2. Golongan darah B yang mempunyai agglutinin B dalam eritrositnya dan mengandung agglutinin alfa dalam serumnya. 3. Golongan darah AB yaitu darah yang mempunyai aglutinogen A dan B dalam eritrositnya dan tidak mengandung alfa dan beta dalam serumnya. 4. Golongan darah O yaitu darah yang tidak mengandung aglutinogen (antigen) yang mengandung aglutinin alfa dan beta dalam serumnya. Skema golongan darah Golongan darah Aglutinogen Eritrosit AB A B O A dan B A B Aglutinin serum BETA ALFA ALFA BETA

Tabel transfusi darah

Golongan darah resipien A B AB O Keterangan = terjadi penggumpalan = tidak terjadi penggumpalan A

Golongan darah donor B AB

Pada umumnya, transfusi dilakukan pada orang dalam kondisi berikut: 1) Orang yang mengalami kecelakaan atau luka-luka 2) Tubuh yang terbakar 3) Waktu tubuh kehilangan darah, misalnya operasi 4) Orang yang kekurangan darah akut 5) Orang yang mengidap penyakit kronis.

PEREDARAN DARAH MANUSIA

A. Peredaran darah pada orang dewasa Peredaran darah pada orang dewasa dibedakan menjadi 2, yaitu peredaran darah kecil (pulmonari) dan peredaran darah besar (sistematik). 1. Peredaran darah kecil (Pulmonari). Darah miskin oksigen dari seluruh bagian tubuh terkumpul di serambi kanan, kemudian di alirkan ke bilik kanan. Bilik kanan akan memompa darah ke dalam batang paru-paru . Saat darah mengalir melalui kapiler paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah kaya oksigen kembali ke serambi kiri melalui venula paru-paru yang bergabung membentuk vena paru-paru. secara garis besar, urutan peredaran darah pulmonari adalah ventrikel kanan (bilik kanan) arteri pulmonalis paru-paru vena pulmonalis atrium kiri (serambi kiri). 2. Peredaran darah besar (Sistematik). Darah kaya oksigen dari serambi kiri masuk ke bilik kiri. Saat bilik kontraksi, darah menuju aorta. Kemudian darah menuju cabang aorta, lalu ke jaringan, setelah itu ke vena dan vena kava lalu kembali lagi ke jantung di serambi kanan. Urutan peredaran darah sistematik adalah ventrikel kiri (bilik kiri) aorta arteri arteriola kapiler venula vena vena kava superior vena kava inferior atrium kanan (serambi kanan).

B. Peredaran darah pada fetus Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi dan anak. Dalam rahim, paru-paru tidak berfungsi sebagai alat pernafasan, pertukaran gas dilakukan oleh plasenta. Pembentukan pembuluh darah dan sel darah dimulai minggu ke tiga dan bertujuan menyuplai embrio dengan oksigen dan nutrien dari ibu. Darah mengalir dari plasenta ke janin melalui vena umbilikalis yang terdapat dalam tali pusat. Jumlah darah yang mengalir melalui tali pusat sekitar 125 ml/kg/Bb per menit atau sekitar 500 ml per menit. Peredaran darah pada fetus adalah sebagai berikut : 1. Plasenta (kaya oksigen) vena umbilikal hati (duktus venosus) vena kava posterior atrium kanan (menerima darah dari kepala melalui vena kava anterior,)foramen ovale atrium kiri (sebagian besar darah) ventrikel kiri aorta ke seluruh tubuh. 2. Plasenta (kaya oksigen) vena umbilikal hati (duktus venosus) vena kava posterior atrium kanan (menerima darah dari kepala melalui vena kava anterior,)ventrikel kanan (sebagian besar darah) arteri polmuner (sebagian besar darah) paru paru atrium kiri (bercampur dengan darah dari vena kava posterior) ventrikel kiri aorta ke seluruh tubuh. 3. Plasenta (kaya oksigen) vena umbilikal hati (duktus venosus) vena kava posterior atrium kanan (menerima darah dari kepala melalui vena kava anterior,)ventrikel kanan (sebagian besar darah) duktus arteriosus (sebagian besar darah) aorta ke seluruh tubuh.

PEREDARAN DARAH PADA HEWAN a. Peredaran darah pada avertebrata Pada hewan avertebrata terdapat 2 sistem peredaran darah, yaitu : 1. Peredaran darah terbuka Peredaran darah terbuka adalah peredaran atau distribusi darah ke seluruh tubuh (jaringan) yang tidak selalu melewati pembuluh darah. Sistem peredaran darah terbuka terdiri dari jantung sebagai pusat peredaran darah, sejumlah rongga yang disebut sinus, contohnya pada serangga (belalang). Peredaran darahnya adalah sebagai berikut: Bila jantung pembuluh berdenyut, darah akan terpompa ke arah depan melalui aorta. Selanjutnya darah akan beredar bebas ke seluruh tubuh tanpa melalui pembuluh pembuluh darah. Selama dalam peredarannya, darah mensuplai zat makanan ke jaringan-jaringan dan mengambil zat-zat sisa metabolisme. Selanjutnya darah dari jaringan akan kembali ke jantung pembuluh melalui lubang-lubang halus (ostium) yang terdapat diantara gelembung jantung. Darah serangga tidak mengandung hemoglobin maka tidak berwarna merah. Darah serangga hanya berperan mengedarkan nutrisi dan tidak berperan dalam pengangkutan oksigen, karena oksigen telah diedarkan oleh sistem trakea yang bercabang-cabang menuju ke berbagai jaringan.

2. Peredaran darah tertutup Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh pembuluh darah. Pada sistem peredaran darah ini, darah diedarkan melewati arteri ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung melewati vena, contohnya cacing tanah. Sistem sirkulasi pada cacing tanah terdiri atas lima pasang jantung pembuluh atau jantung semu yang terletak pada segmen tubuh VII hingga XI. Lima pembuluh darah sejajar dengan panjang tubuh. Pada setiap segmen tubuh terdapat sepasang pembuluh penghubung, pembuluh darah dorsal (punggung), pembuluh ventral (perut), serta anyaman pembuluh kapiler. Jantung pembuluh terdiri dari pembuluh pembuluh yang berukuran besar, yaitu pembuluh dorsal dan ventral yang mampu berkontraksi. Aliran darah t erjadi karena adanya kontraksi jantung semu (lengkung aorta). Jantung memompa darah dari pembuluh darah dorsal ke pembuluh darah ventral kemudian ke seluruh tubuh. Pertukaran gas pernapasan terjadi di dalam jaringanjaringan tubuh melalui kapiler. Dari seluruh tubuh, darah menuju dorsal tubuh kemudian baru kembali ke jantung.

b. Peredaran darah pada vertebrata 1. Peredaran darah pada Pisces ( Ikan ). Alat sirkulasi darah ikan terdiri atas jantung dan sinus venosus. Jantung terdiri atas dua ruangan yaitu atrium dan ventrikel. Jantung terletak di belakang insang, yaitu di dalam rongga perikardium. Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep untuk menjaga aliran darah tetap searah. Proses sirkulasi darah bermula dari darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke atrium, dilanjutkan ke ventrikel dan dipompa menuju insang melewati konus arteriosus. Di insang oksigen diikat dan CO2 dilepaskan, kemudian masuk ke aorta dorsalis dan diedarkan ke seluruh tubuh, lalu kembali ke jantung melalui vena.

2. Peredaran darah pada amfibi

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel sel darah (korpuskula), yakni sel sel darah merah , sel darah putih dan keeping sel darah. Jantung katak terdiri dari: a. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior. b. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister). c. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung. d. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik. Darah dari seluruh tubuh yang kaya CO2 masuk melalui vena cava, kemudian berkumpul di sinus venosus, selanjutnya menuju ke serambi kanan. Pada saat yang sama, darah dari paru paru yang kaya akan oksigen masuk ke serambi kiri. Jika kedua serambi berkontraksi maka darah dari serambi kanan dan serambi kiri akan bercampur di bilik. Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. Untuk selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali kejantung melewati pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung, sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular. Pada katak dikenal adanya sistem porta , yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena ) saja.

3. Peredaran darah pada reptil Sistem peredaran darah pada reptilian lebih maju bila dibandingkan dengan sistem peredaran amfibi karena adanya pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam jantung. Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian

depan ventral. Jantung terdiri dari sinus venosus, serambi kiri dan serambi kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan. Pada umumnya, diantara dua bilik terdapat sekat (septum) yang tidak sempurna, kecuali pada buaya. Pada buaya sekat tersebut hampir sempurna dan terdapat foramen panizzae, yaitu lubang yang terdapat pada tempat pertemuan arteri sistemik kanan dan kiri. Arteri sistemik merupakan arteri yang berasal dari jantung menuju ke aorta. Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus, menuju ke serambi kanan kemudian ke bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru, melalui arteria pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus. Dua arkus aortikus ini lalu menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis yang mensuplai darah ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang. Dari seluruh jaringan tubuh, darah menuju ke vena, kemudian menuju sinus venosus dan kembali ke jantung. 4. Peredaran darah pada aves Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah mengalir ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh. Jantung memompa darah ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh dan kembali ke jantung juga melalui pembuluh. Alat-alat yang menyusun sistem sirkulasi darah tertutup sudah lengkap, yaitu terdiri atas jantung sebagai alat pemompa darah, pembuluh aorta, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler, plasma, dan sel darah, serta jaringan tubuh yang dialirinya. Darah dari vena kava masuk ke atrium kanan, lalu ke ventrikel kanan. Kemudian, darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Darah dari paruparu kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis, lalu menuju ventrikel kiri. Di ventrikel kiri darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta. Darah dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan lagi ke atrium kanan jantung.

Kelainan/Penyakit pada Sistem Peredaran Darah.


Kelainan pada sistem peredaran darah adalah kelainan yang terjadi karena bawaan sejak lahir. 1. Jantung koroner Jantung koroner merupakan penyumbatan atau penyempitan arteri koroner sehingga suplai darah kejantung menjadi berkurang, apabila hal itu berlangsung terus menerus makan otot jangtung akan rusak dan penderita akan mengalami serangan jantung. Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Namun demikian kita harus mengetahui gejala-gejala serangan jantung. Serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Cara menangani

jantung koroner yaitu dengan cara mengurangi aktivitas yang berlebihan , olahraga secara teratur, menjaga pola makan, menjaga jangan sampai stres, dll. 2. Hemofilia Hemofilia adalah penyakit genetik/turunan, merupakan suatu bentuk kelainan pada darah yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya dimana protein yang diperlukan untuk pembekuan darah tidak ada atau jumlahnya sangat sedikit. Penyakit ini ditandai dengan sulitnya darah untuk membeku secara normal. Apabila penyakit ini tidak ditanggulangi dengan baik maka akan menyebabkan kelumpuhan, kerusakan pada persendian hingga cacat dan kematian dini akibat perdarahan yang berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan spontan yang berat dan kelainan sendi yang nyeri dan menahun. Penyakit ini diturunkan orang tua kepada seorang anak melalui kromosom X yang tidak muncul. Saat wanita membawa gen hemofilia, mereka tidak terkena penyakit itu. Jika ayah menderita hemofilia tetapi sang ibu tidak punya gen itu, maka anak laki-laki mereka tidak akan menderita hemofilia, tetapi anak perempuan akan memiliki gen itu. Jika seorang ibu adalah pembawa dan sang ayah tidak, maka anak laki-laki akan berisiko terkena hemofilia sebesar 50 persen, dan anak perempuan berpeluang jadi pembawa gen sebesar 50 persen. Gejala yang mudah dikenali adalah bila terjadi luka yang menyebabkan sobeknya kulit permukaan tubuh, maka darah akan terus mengalir dan memerlukan waktu berhari-hari untuk membeku. Bila luka terjadi di bawah kulit karena terbentur, maka akan timbul memar/ lebam kebiruan disertai rasa nyeri yang hebat pada bagian tersebut. Perdarahan yang berulang-ulang pada persendian akan menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga pergerakan jadi terbatas (kaku), selain itu terjadi pula kelemahan pada otot di sekitar sendi tersebut. Bagi mereka yang memiliki gejala-gejala tersebut, disarankan segera melakukan tes darah untuk mendapat kepastian penyakit dan pengobatannya. Ada dua cara pengobatan hemofilia : Pertama: terapi on demand yaitu terapi saat terjadi perdarahan menggunakan infus produk untuk menggantikan faktor pembekuan. Kedua : profilaksis adalah infus faktor ke delapan secara rutin untuk mempertahankan kadar minimum faktor VIII/IX dengan kadar konsentrasi untuk mencegah sebagian besar perdarahan.

3. Thalessemia Thalesemia adalah penyakit keturunan karena adanya kelainan darah yaitu adanya sel darah merah yang tidak normal, Penyebab penyakit ini adalah kegagalan gen dalam memproduksi protein penyusun hemoglobin secara lengkap sehingga mengakibatkan trnsportasi oksigen keseluruh tubuh terganggu. Untuk penderita thalassemia sampai saat ini belum ada obat yang menyembuhkan penyakit thalassemia secara total. Pada dasarnya pengobatan yang diberikan pada penderita thalssemia bersifat simptomatik dan suportif. Secara garis besar, pengobatan thalssemia terdiri dari pengobatan terhadap penyakitnya dan pengobatan terhadap komplikasi. Pengobatan terhadap penyakitnya meliputi transfusi darah, splenektomi, induksi sintesa rantai globin, transplantasi sumsum tulang dan terapi gen. Pengobatan terhadap komplikasi meliputi mencegah kelebihan dan penimbunan besi, pemberian kalsium, asam folat, imunisasi dan pengobatan terhadap komplikasi lainnya. Karena penyakit ini belum ada obatnya, maka pencegahan dini menjadi hal yang lebih penting dibanding pengobatan. Program pencegahan thalassemia terdiri dari beberapa strategi, yakni (1) penapisan (skrining) pembawa sifat thalassemia, (2) konsultasi genetik (genetic counseling), dan (3) diagnosis prenatal. Skrining pembawa sifat dapat dilakukan secara prospektif dan retrospektif. Secara prospektif berarti mencari secara aktif pembawa sifat thalassemia langsung dari populasi diberbagai wilayah, sedangkan secara retrospektif ialah menemukan pembawa sifat melalui penelusuran keluarga penderita thalassemia (family study) Konsultasi genetik meliputi skrining pasangan yang akan kawin atau sudah kawin tetapi belum hamil. Pada pasangan yang berisiko tinggi diberikan informasi dan nasehat tentang keadaannya dan kemungkinan bila mempunyai anak. Diagnosis prenatal meliputi pendekatan retrospektif dan prospektif.

Pendekatan retrospektif, berarti melakukan diagnosis prenatal pada pasangan yang telah mempunyai anak thalssemia, dan sekarang sementara hamil. Pendekatan prospektif ditujukan kepada pasangan yang berisiko tinggi yaitu mereka keduanya pembawa sifat dan sementara baru hamil. Diagnosis prenatal

ini dilakukan pada masa kehamilan 8-10 minggu, dengan mengambil sampel darah dari villi khorialis (jaringan ari-ari) untuk keperluan analisis DNA. Penyakit pada peredaran darah adalah ganguan pada sistem transportasi, dikarenakan infeksi yang tidak dapat ditanggulangi sistem pertahanan tubuh. 1. Hipertensi Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi, bila nilai ambang tekanan sistolik sekitar 140-200 mmHg atau lebih, dan nilai ambang tekanan diastolik sekitar 90-110 mmHg atau lebih, dan berpotensi tinggi menyebabkan serangan jantung dan strok. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Usia Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. Garam Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.

Kolesterol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.

Obesitas / Kegemukan Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.

Stres Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

Rokok Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

Kafein Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Alkohol Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Kurang Olahraga Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:

Kurangi konsumsi garam dalam makanan anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.

Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi. Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria

yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.

Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.

Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk. Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda. Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kendalikan kadar kolesterol Anda. Kendalikan diabetes Anda. Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

2. Varises Varises adalah penyakit yang menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan ini diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit varises adalah berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya. Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Pemicu varises : 1. Faktor keturunan

Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan. 2. Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat. 3. Kurang gerak Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. 4. Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. 5. Terlalu banyak berdiri. Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. 6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises. 7. Memakai sepatu hak tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal. Gejala terjadinya varises: Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah. Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.

Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy). Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.

Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah. Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Pencegahan Varises Beberapa cara mencegah munculnya Varises: 1. Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena, lakukan olahraga yang teratur 2. Kurangi menggunakan sepatu hak tinggi karena penggunaan otot betis menjadi tidak maksimal. Bila memang harus selalu menggunakan sepatu hak tinggi, sering istirahat dan menggerakkan kaki setiap 15 menit. 3. Hindari berdiri terlalu lama. Bila tuntutan kerja mengharuskan anda banyak berdiri, pindahkan beban dari satu kaki ke kaki yang lainnya setiap beberapa menit. 4. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat menghambat peredaran darah 5. Jangan sering menggunakan pakaian ketat pada bagian pinggang, paha dan kaki 6. Biasakan mengkonsumsi vitamin C dan E sebab baik untuk pembuluh darah. 7. Banyak mengkonsumsi makanan berserat, buah dan sayur 8. Kurangi konsumsi garam untuk menghindari pembengkakkan 9. Hindari makanan pedas karena dapat merangsang pelebaran pembuluh darah 10. Lakukan senam kaki. Sambil duduk putar pergelangan kaki searah jarum jam dan sebaliknya 11. Angkat kaki saat beristirahat 12. Berdiri tegak setiap 45 menit setelah anda duduk bekerja seharian 13. Mandi dengan air panas dan dingin bergantian sangat baik untuk peredaran darah

Tekhnologi yang digunakan dalam mengidentifikasi kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada system peredaran darah. 1. Angioplasti Angioplasti adalah prosedur medis, di mana balon digunakan untuk membuka pembuluh darah jantung (arteri koroner) yang menyempit atau tersumbat. Zat lemak dan kolesterol dapat menumpuk di lapisan dalam arteri, membentuk endapan yang disebut plak. Begitu plak menumpuk, arteri akan menyempit atau tersumbat (aterosklerosis). Pasokan darah yang berharga ke jantung akan terancam. Penyumbatan tidak parah, kateter balon mungkin dapat digunakan untuk membuka arteri jantung sebagai

alternatif bedah jantung terbuka. Kateter merupakan tabung kecil, berongga, fleksibel yang mempunyai balon di dekat ujungnya. Obat penipis darah juga diberikan untuk mencegah terbentuk penggumpalan darah. Pada hampir semua kasus, suatu alat yang disebut stent juga ditempatkan pada lokasi penyempitan menjaga Angioplasti mengobati:
a.

atau dapat

penyumbatan tetap dilakukan

untuk terbuka. untuk

agar

arteri

Nyeri dada yang terus-menerus (angina) Penyumbatan salah satu arteri koroner atau lebih Sisa penyumbatan di arteri koroner

b.

c.

setelah serangan jantung Angioplasti balon pada arteri koroner, atau percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), merupakan prosedur yang relatif baru yang diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an. PTCA adalah prosedur non-bedah untuk menghilangkan penyempitan atau penyumbatan arteri ke otot jantung (arteri koroner). Ini memungkinkan lebih banyak darah dan oksigen yang dialirkan ke otot jantung. PTCA dilaksanakan dengan kateter balon kecil yang disisipkan ke pangkal paha atau lengan, dan diteruskan ke arteri koroner yang menyempit. Balon lalu dipompa untuk memperbesar penyempitan arteri. Bila berhasil, PTCA dapat menghilangkan nyeri dada angina, memperbaiki prognosis pasien penderita angina tak-stabil, dan memperkecil atau menghentikan serangan jantung tanpa pasien harus menjalani bedah cangkok bypass arteri koroner (CABG) jantung terbuka. 2. EKG Untuk mengetahui jantung itu dalam keadaan normal atau abnormal dapat melalui EKG . kepanjangan EKG tersebut dengan elektrokardiografi atau elektrokardiogram karena grafik yang tercatat atau terekam oleh mesin EKG dinamakan Elektrokardigram, sedangkan ilmu yang mempelajari EKG dinamakan Elektrokardigrafi. Berarti elektrokardigrafi/elektrokardigram adalah elektro = listrik, kardio=jantung, grafi/gram=grafik. Jadi pengertian EKG secara lengkap adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau biolektrikal pada jantung yang menggambarkan

dengan sebuah grafik EKG atau dengan kata lain grafik EkG menggambarkan rekaman aktivitas listrik jantung.

3. Alat pacu jantung Alat pacu jantung adalah alat yang digunakan untuk mengatur detak jantung. Jika ditemukan seseorang memiliki detak jantung terlalu lambat, alat pacu bisa ditanam dalam tubuh untuk menggantikan fungsi tersebut. Alat elektronik kecil ini secara otomatis mengawasi dan mengatur detak jantung, dengan mengalirkan sinyal listrik untuk merangsang jantung ketika berdetak terlalu pelan. Alat pacu terdiri dari timah pacu dan generator nadi. Alat pacu berbilik satu hanya memiliki timah single sedangkan alat pacu berbilik dua memiliki satu timah di atrium dan lainnya di ventrikel.

4. Pesawat Defibrillator Pesawat Defibrilator adalah suatu pesawat yang digunakan untuk membantu para medis dibagian perawatan jantung untuk mengatasi kelainan pada jantung (cardioarrytmia). Pada pasien yang mengalami kegagalan jantung seperti ini disebut fibrilasi ventikuler dan keadaan pasien akan bertambah parah dalam beberapa menit apabila keadaan ini tidak diperbaiki, unutk mengembalikan denyutan jantung agar dapat bekerja sebagaimana mestinya, maka digunakan alat yang disebut defibrilator. Dengan memberikan ransangan arus listrik pada sel-sel ventrikuler jantung sehingga semua sel akan diharapkan melewati masa krisis secra bersamaan dan diharapkan jantung akan mulai berdenyut secara teratur.

Daftar Pustaka Abbas, M. 1997. Biologi Cetakan KeTiga. Yudistira. Jakarta. Claude A. Ville, Warren F. Walker, Robert D. Barnes. 1999. Zoologi umum (alih bahasa: Nawangsari Sugiri). Jakarta: Erlangga. Hal: 198 201 Houn H. Grey, dkk. 2007. Lecture Notes Kardiologi, Edisi Empat. Jakarta : Erlangga. John W. Kimball.1998. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta : Erlangga. Soewolo, dkk. 2003. Fisiologi Manusia. Malang : UM Press Sri Pujiyanto. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 2. Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang. UM Press Tutiek Rahayu. 2011. Diktat sistem gerak dan peredaran darah manusia. Yogyakarta: FMIPA UNY.

HANDOUT

SISTEM PEREDARAN DARAH


SMA KELAS XI SEMESTER I

Oleh : Fitri Lestari Fransiska Angela Etty Herjulianus Boby Maru Hipni Aswar

Josepha Jenly Riky

PPG BASIC SCIENCE FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012