Anda di halaman 1dari 10

Modul Praktikum Teknik Digital

MODUL IIIB
MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa dapat :
a. Menentukan state logika untuk rangkaian multiplexer/demultiplexer
b. Memahami koneksi yang diperlukan untuk rangkaian multiplexer
c. Memahami koneksi yang diperlukan untuk rangkaian demultiplexer
d. Mendiagnosa kesalahan dalam rangkaian multiplexer

2. Peralatan yang digunakan


a. Signals Sources, CIRCUIT #2, #3 dan Logic Monitor of D3000 4.2 Combinational Logic
Systems-1 Module.
b. Multimeter.
c. Shorting links dan connecting leads.

3. Dasar Teori

Multiplexer

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 1

Modul Praktikum Teknik Digital

Gambar 3.1 Blok Diagram Logika Multiplexer


Multiplexer adalah suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu
output. Dengan menggunakan selector, kita dapat memilih salah satu inputnya untuk dijadikan
output. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n input, m selector , dan 1
output. Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya. Adapun macam dari multiplexer ini
adalah sebagai berikut:
o Multiplexer 4x1 atau 4 to 1 multiplexer
o Multiplexer 8x1 atau 8 to 1 multiplexer
o Multiplexer 16x1 atau 16 to 1 multiplexer dsb.
Gambar 3.2. berikut adalah symbol dari multiplexer 4x1 yang juga disebut sebagai data
selector karena bit output tergantung pada input data yang dipilih oleh selector. Input data
biasanya diberi label D0 s/d Dn. Pada multiplexer ini hanya ada satu input yang ditransmisikan
sebagai output tergantung dari kombinasi nilai selectornya. Kita misalkan selectornya adalah S1
dan S0, maka jika nilai : S1 S0 = 00
Maka outputnya (kita beri label Y) adalah : Y = D0
Jika D0 bernilai 0 maka Y akan bernilai 0, jika D0 bernilai 1 maka Y akan bernilai

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 2

Modul Praktikum Teknik Digital

Gambar 3.2 Simbol Multiplexer 4x1


Adapun rangkaian multiplexer 4x1 dengan menggunakan strobe atau enable yaitu suatu jalur bit
yang bertugas mengaktifkan atau menonaktifkan multiplexer, dapat kita lihat pada gambar 3.3
berikut ini.

Gambar 3.3 Rangkaian Gerbang Logika Multiplexer 4x1


Suatu desain dari rangkaian logic biasanya dimulai dengan membuat tabel kebenaran. Seperti
telah kita ketahui bahwa kita mengenal ada 2 macam metode yang diterapkan pada tabel
kebenaran, yaitu metode sum of product (SOP) dan metode product of sum (POS). Nah pada
bagian ini kita kenalkan dengan metode yang ketiga yaitu multiplexer solution.
Pada kenyataannya, kita dapat merancang suatu multiplexer 8x1 dari multiplexer 4x1 atau
multiplexer 16x1 dari multiplexer 8x1 dan seterusnya. Jika kita anggap selector sebagai n, maka
kita dapat membuat multiplexer 2nx1 dari multiplexer 2n-1x1. Dengan kata lain kita
memfungsikan multiplexer 2n-1x1 sebagai multiplexer 2nx1.
Jika kita menterjemahkan suatu kasus sebagai suatu fungsi F :
F(A, B, C ) = (1, 3, 5, 6)

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 3

Modul Praktikum Teknik Digital

Dimana parameter fungsi tersebut A, B, C adalah merupakan selector dari multiplexer dan sisi
sebelah kanan fungsi adalah output yang diinginkan dari multiplexer. Tanda beserta
parameter berikutnya adalah merupakan bentuk SOP (sum of product).

Demultiplexer
Sebuah Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu input data dan
mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia. Seleksi data-data input
dilakukan oleh selector line, yang juga merupakan input dari demultiplexer tersebut.

Gambar 3.4 Blok Diagram Logika Demultiplexer

4. Prosedur Percobaan
Karakteristik 4 Input Rangkaian Multiplexer

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 4

Modul Praktikum Teknik Digital

Gambar 3.5 Karakteristik 4 Input Rangkaian Multiplexer

Koneksikan rangkaian seperti ditunjukkan gambar 3.5 dan set control counter ke
MANUAL.

Switch modul power supply pada posisi ON, set switch ke logika 0 dan set counter ke
nol dengan menekan tombol UP & DOWN simultaneously.

Dengan switch B0 B3 set ke logika 0, perhatikan output level logika. Catat hasilnya
kedalam tabel 3.1.

Set switch B0 ke logika 1 dan perhatikan output level logika. Catat hasilnya kedalam
tabel 3.1.

Set masing-masing switch B1 B3 sementara ke logika 1 dan perhatikan output state.


Tidak akan ada perubahan dalam output karena input B0 hanya dihubungkan ke output
dengan kontrol pengaturan counter nol.

Sekarang mengatur input B0 B3 seperti ditunjukkan pada tabel 3.1, perhatikan output
logika state untuk setiap kombinasi pengaturan. Catat hasinya kedalam tabel 3.1
dibawah ini.
Tabel 3.1
Control

Input

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

O/P
III - 5

Modul Praktikum Teknik Digital

C1 C0 B3
B2
B1
B0
Y
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
1
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
Dengan control input dan pengaturan untuk set terakhir dari bacaan dalam tabel 3.1, set
switch A3 ke logika 1 dan perhatikan dampaknya terhadap output. Anda harus
memperhatikan perubahan output dari logika 1 ke logika 0. Input G adalah output
gerbang dengan input aktif, bar yang menunjukkan bahwa input dalam keadaan aktif
rendah (logika 0).

Catatan :
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
Karakteristik 1 Input 4 Output Rangkaian Demultiplexer

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 6

Modul Praktikum Teknik Digital

Gambar 3.6 Karakteristik 1 Input 4 Output Rangkaian Demultiplexer

Koneksikan rangkaian seperti ditunjukkan gambar 3.6 dan set control counter ke
MANUAL.

Switch modul power supply pada posisi ON, set switch B0 ke logika 0 dan set counter ke
nol dengan menekan tombol UP & DOWN simultaneously.
Perhatikan level logika dari setiap keluaran dan catat hasilnya kedalam baris pertama
pada tabel 3.2.

Set switch B0 ke logika 1, perhatikan output level logika dan catat hasilnya kedalam
baris kedua pada tabel 3.2.

Sekarang set control input dan input B0 seperti yang ditunjukkan untuk setiap baris yang
tersisa pada tabel 3.2, catat logika state pada semua output untuk setiap kombinasi
pengaturan.

Tabel 3.2
Control

I/P

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

Output
III - 7

Modul Praktikum Teknik Digital

C1
0
0
0
0
1
1
1
1

C0
0
0
1
1
0
0
1
1

B0
0
1
0
1
0
1
0
1

Y3

Y2

Y1

Y0

Catatan :
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

Karakteristik Rangkaian Multiplexer/Demultiplexer

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III - 8

Modul Praktikum Teknik Digital

Gambar 3.7 Karakteristik Rangkaian Multiplexer/Demultiplexer

Masukkan link antara socket 2.10 & 3.1, Koneksikan rangkaian seperti yang ditunjukkan
pada gambar 3.7 dan set control counter ke MANUAL.

Switch modul power supply pada posisi ON, set switch A3 ke logika 0 dan set counter ke
nol dengan menekan tombol UP & DOWN simultaneously.

Set input B3, B2, B1, B0 ke 1001, perhatikan output dari level logika dan catat hasilnya
kedalam tabel 3.3.

Set control counter dengan nilai input C1, C0 ke 0,1, perhatikan output dari level logika
dan catat hasilnya kedalam tabel 3.3.

Sekarang set control input C1, C0 ke 1,0 dan 1,1 seperti yang ditunjukkan pada tabel
3.3, perhatikan logika state pada semua output untuk setiap kombinasi pengaturan.
Catat hasilnya kedalam tabel 3.3 dibawah ini.

Ulangi langkah-langkah ini dengan input B3, B2, B1, B0 set ke 0110.

Tabel 3.3
Input
MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

Control

Output
III - 9

Modul Praktikum Teknik Digital

B3
1
1
1
1
0
0
0
0

B2
0
0
0
0
1
1
1
1

B1
0
0
0
0
1
1
1
1

B0
1
1
1
1
0
0
0
0

C1
0
0
1
1
0
0
1
1

C0
0
1
0
1
0
1
0
1

Y3

Y2

Y1

Y0

Perhatikan dari yang anda baca bahwa garis aktif sesuai dengan nilai desimal dari input
control biner, data pada garis input aktif kemudian ditransfer ke garis output aktif. Semua
baris output aktif ke logika 1.
Sebagai contoh, dengan C1, C0, set 0,0 (desimal 0), data pada B0 akan ditransfer ke
Y0.
Catatan :
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

MULTIPLEXER - DEMULTIPLEXER

III 10