Anda di halaman 1dari 9

Kebudayaan makassar Ekonomi

Tator Ekonomi Toraja secara bertahap beralih menjadi pariwisata berawal pada tahun 1984. Antara tahun 1984 dan 1997, masyarakat Toraja memperoleh pendapatan dengan bekerja di hotel, menjadi pemandu wisata, atau menjual cinderamata. Timbulnya ketidakstabilan politik dan ekonomi Indonesia pada akhir 1990-an (termasuk berbagai konflik agama di Sulawesi) telah menyebabkan pariwisata Toraja menurun secara drastis. Toraja lalu dkenal sebagai tempat asal dari kopi Indonesia. Kopi Arabika ini terutama dijalankan oleh pengusaha kecil.

Mandar Masyarakat Mandar memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Melaut bagi suku Mandar merupakan sebuah penyatuan diri dengan laut. Chistian Pelras dalam Manusia bugis (Nalar, 2006) menilai bahwa sebenarnya leluhur orang Mandarlah yang ulung melaut bukan orang Bugis seperti pendapat banyak orang. Rumpon atau roppong dalam bahasa Mandar adalah tehnologi penangkapan ikan yang pertama kali ditemukan oleh pelaut Mandar, perahu sandeq adalah perahu tradisional bercadik yang tercepat dan ramah lingkunagn dikawasan Austronesia. Ide penciptanya berasal dari aral yang ditemukan pelaut mandar dilaut.

Bugis

Adapun orang Bugis

pada dan

Makassar yang tinggal di desa-desa di daerah pantai, mencari ikan merupakan suatu mata pencaharian yang hidup penting.

Memang orang Bugis dan Makassar terkenal sebagai suku-bangsa

pelaut di Indonesia yang mengembangkan suatu maritim beberapa kebudayaan sejak abad telah

lamanya. Kebudayaan maritim dari orang itu hanya

Bugis-Makassar tidak

mengembangkan perahu-perahu dan layar

kepandaian

berlayar yang cuckup tinggi, tetapi juga suatu dalam yang

meninggalkan hukum niaga pelayaran,

disebut Ade Allopi-

Kebudayaan makassar

Tator

Mandar

Bugis

loping Pabbalue tertulis

Bicaranna dan yang lontar

pada

oleh Amanna Gappa dalam abad ke-17.

Bakat berlayar yang rupa-rupanya telah

ada pada orang Bugis dan Makassar, akibat dari maritim abad kebudayaan dari yang abadtelah

lampau itu. Sebelum Perang Dunia ke-II, daerah sealatan Sulawesi merupakan

daerah surplus bahan makanan, yang

mengexport beras dan jagung ke lain-lain

tempat di Indonesia. Adapun kerajinan

rumah tangga yang khas dari Sulawesi adalah

Selatan

tenunan sarung sutera dari Mandar dan wajo dan tenunan sarung Samarinda dari

Kebudayaan makassar

Tator

Mandar

Bugis

Bulukumba.
Agama Sistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk, atau "jalan" (kadang diterjemahkan sebagai "hukum"). Dalam mitos Toraja, leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua, dewa pencipta. Alam semesta, menurut aluk, dibagi menjadi dunia atas (Surga) dunia manusia (bumi), dan dunia bawah.Pada awalnya, surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan, pemisah, dan kemudian muncul cahaya. Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar, bumi adalah tempat bagi umat manusia, dan surga terletak di atas, ditutupi dengan atap berbetuk pelana. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante (dewa bumi), Indo' Ongon-Ongon (dewi gempa bumi), Pong Pada umumnya dewasa ini suku Mandar adalah penganut agama Islam yang setia tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat lepas dari kepercayaankepercayaan seperti pemali, laranganlarangan dan perbuatan magis seperti pemakaian jimat atau benda-benda keramat dan sesaji. Didaerah pedalaman seperti di pegunungan Pitu Ulunna Salu sebelum Islam masuk, 1. religi budaya yang dikenal ketika itu adalah adat Mappurondo yang diterjemahkan sebagai2. bepeganng pada falsafah Pemali Appa 3. Randanna. Sedangkan untuk wilayah persekutuan Pitu Babana Binanga sendiri, religi budayanya dapat ditemui pada peningglaanya yang berupa ritual dan upacara-upacara adapt yang tampaknya bisa dijadikan patokan bahwa ia besumber dari religi budaya dan kepercayaan masa lalunya. Seperti ritual Mappasoro (menghanyutkan sesaji di sungai) atau Mattula

Religi Bugis-Makassar dalam dari zaman sure

orang

pra-

Islam, seperti tampak Galigo, telah suatau satu tunggal

sebenarnya mengandung kepercayaan dewa yang

yang disebut dengan beberapa nama seperti : Patoto-e (dia yang menentukan nasib). Dewata Turie (kehendak tertinggi). Sisa-sisa kepercayaan seperti ini lama masih seuwa-e arana yang

(dewa yang tunggal).

tampak jelas misalnya pada orang To Lotang di kabupaten

Sidenreng-Rappang dan pada orang di

Amma-Towa

Kebudayaan makassar

Tator Lalondong (dewa kematian), Indo' Belo Tumbang (dewi pengobatan), dan lainnya.

Mandar bala (menyiapkan sesjai untuk menolak musibah) dan lain sebagainya yang diyakini akan membawa manfaat kepada masyarakat yang melakukannya. Dari sini jelas tampak betapa symbol-simbol budaya itu berangkat dari religi budaya, yang untuk itu tidak dikenal dalam Islam.

Bugis

Kajang, Bulukumba.

kabupaten

Waktu agama islam Sulawesi masuk ke

Sealatan

pada permulaan abad ke-17, maka ajaran Tauhid dalam Islam, mudah pahami dapat di oleh

penduduk yang telah percaya kepada dewa yang tunggal dalam La Galigo. Demikian agama islam mudah diterima dan proses itu dipercepat dengan dan oleh kontak terusmenerus dengan

pedagang-pedagang Melayu islam yang sudah menetap di

Makassar, dengan kunjungan

maupun kunjunganorang ke lain

Bugis-Makassar negeri-negeri

yang sudah beragama islam. Hukum Islam

Kebudayaan makassar

Tator

Mandar

Bugis

atau diintegrasikan dan (unsur

syariah ke sara yang

dalam panngaderreng menjadi

mengandung pranatapranata dan hukum Islam) sebagai suatu unsur pokok darinya dan menjiwai keseluruhannya. Kira-kira 90% dari Sulawesi adalah agama penduduk Selatan pemeluk islam, kemudian

sedangkan hanya 10% memeluk agama

kristen protestan atau katolik. dawah dilakukan Kegiatan islam oleh

organisasi islam yang amat aktif sepetri wal

Muhamadiyah, Daruddawah Irsjad, politik ikatan

partai-partai islam mesjid dan dan

Kebudayaan makassar

Tator

Mandar

Bugis

musholla pusat Ujung

dengan di

islamnya

Pandang.

Kegiatan-kegiatan dari missi katolik dan penyebar injil lainnya juga ada di Sulawesi Selatan
Ilmu Pengetahuan

Seorang laki-laki atau wanita suku Mandar sebelum ia menikah pada umumnya sering diberi bekal berupa pengetahuan tentang hidup berkeluarga, ciri-ciri wanita atau laki-laki yang membawa sial atau keuntungan-keuntungan, orang yang disinggung; membawa sial yang disebut patula-tula yakni selalu meninggal suami atau istrinya. Suku mandar mempunyai pengetahun tentang tahi lalat, tanda yang disebut baba, yakni tanda yang berwarna merah atau hitam yang di bawah sejak lahir, bentuk tubuh dan sebagainya yang dianggap balk atau tidak baik. Mereka juga mengenal waktu, hari, bulan yang baik atau tidak baik.25

Kebudayaan makassar Politik

Tator

Mandar

Bugis

Kesenian

Seperti di masyarakat agraris lainnya, suku Toraja bernyanyi dan menari selama musim panen. Tarian Ma'bugi dilakukan untuk merayakan Hari Pengucapan Syukur dan tarian Ma'gandangi ditampilkan ketika suku Toraja sedang menumbuk beras Ada beberapa tarian perang, misalnya tarian Manimbong yang dilakukan oleh pria dan kemudian diikuti oleh tarian Ma'dandan oleh perempuan. Agama Aluk mengatur kapan dan bagaimana suku Toraja menari. Sebuah tarian yang disebut Ma'bua hanya bisa dilakukan 12 tahun sekali. Ma'bua adalah upacara Toraja yang penting ketika pemuka agama mengenakan kepala kerbau dan menari di sekeliling pohon suci. Alat musik tradisional Toraja adalah suling bambu yang disebut Pa'suling. Suling berlubang enam ini dimainkan pada banyak tarian, seperti pada tarian Ma'bondensan, ketika alat ini dimainkan bersama sekelompok pria yang menari dengan tidak berbaju dan berkuku jari

Kalau di daerah-daerah lain dikenal dengan tariantarian khusus, maka di Mandar dikenal juga tarian seperti pattu'du. Tarian tersebut berasal dari kerajaan Balanipa Mandar dahulu. Sekarang terkenal pula di daerah Tinambung. Kondo sapata; Mambi, Sumarorong, Pana, Mamasa, Seni rakyat yang juga terkenal ialah kuda Battu'du, yakni menari-nari mengikuti irama musik. Pencak silat, semuannya ini sering dipertunjukkan kalau ada pertunjukan juga kalau ada pesta perkawinan.

Alat musik: 1.Kacapi(kecapi) Salah satu alat musik petik tradisional Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis, Bugis Makassar dan Bugis Mandar. Menurut sejarahnya kecapi ditemukan atau diciptakan oleh seorang pelaut, sehingga bentuknya menyerupai perahu yang memiliki dua dawai,diambil karena penemuannya dari tali layar perahu. Biasanya ditampilkan pada acara penjemputan para tamu, perkawinan, hajatan, bahkan hiburan pada hari ulang tahun.

2. Sinrili Alat musik yang mernyerupai biaola cuman kalau biola di mainkan dengan membaringkan di pundak sedang singrili di mainkan dalam keedaan pemain duduk dan alat diletakkan tegak di depan pemainnya.

Kebudayaan makassar panjang.

Tator

Mandar

Bugis

4.

Gendang

Musik perkusi yang mempunyai dua bentuk dasar yakni bulat panjang dan bundar seperti rebana. 5. Suling Sulingbambu/buluh, terdiri dari tiga jenis, yaitu: Suling panjang (suling lampe), memiliki 5 lubang nada. Suling jenis ini telah punah. Suling calabai (Suling ponco),sering dipadukan dengan piola (biola) kecapi dan dimainkan bersama penyanyi Suling dupa samping (musik bambu), musik bambu masih terplihara di daerah Kecamatan Lembang. Biasanya digunakan pada acara karnaval (barisberbaris) atau acara penjemputan tamu.

Seni Tari Tari pelangi; tarian pabbakkanna lajina atau biasa disebut tari meminta hujan. Tari Paduppa

Kebudayaan makassar

Tator

Mandar

Bugis

Bosara; tarian yang mengambarkan bahwa orang Bugis jika kedatangan tamu senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran dan kehormatan Tari Pattennung; tarian adat yang menggambarkan perempuanperempuan yang sedang menenun benang menjadi kain. Melambangkan kesabaran dan ketekunan perempuanperempuan Bugis. Tari Pajoge dan Tari Anak Masari; tarian ini dilakukan oleh calabai (waria), namun jenis tarian ini sulit sekali ditemukan bahkan dikategorikan telah punah. Jenis tarian yang lain adalah tari Pangayo, tari Passassa ,tari Pagalung, dan tari Pabbatte(biasanya di gelar padasaat Pesta Panen).