Anda di halaman 1dari 12

TUBERCULIN TEST / PPD TEST / MANTOUX TEST

a. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti proses pembelajaran tentang pemeriksaan tuberculin test / PPD test / mantoux test, mahasiswa mampu melakukan prosedur pemeriksaan tuberculin test / PPD test / mantoux test dengan tepat dan benar.

b. Deskripsi Melakukan pemeriksaan tuberculin test / PPD test / mantoux test dengan memberikan obat PPD (Purified Protein Derivative) 2 TU / 5 TU sebanyak 0,1 ml melalui injeksi intra cutan di lengan bawah klien.

c. Tujuan Tuberculin test / PPD test / mantoux test dilakukan untuk mengidentifikasi apakah klien mempunyai kekebalan terhadap basil TBC, sehingga sangat baik untuk mendeteksi infeksi TBC.

d. Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi Dilakukan pada klien anak-anak yang dicurigai terkena infeksi TBC dan yang memiliki risiko tinggi terkena TBC Kontraindikasi -

e. Konsep yang Mendasari Tuberculosis Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis. Kuman ini ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882 dan bisa juga disebabkan oleh kuman Mycobacterium bovis yang terdapat pada susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Untuk menegakkan diagnosis TBC secara pasti pada anak sangat sulit sehingga sering terjadi overdiagnosis, dimana tenaga medis terlalu cepat memvonis padahal data yang dimilikinya masih minim.

Hal ini kemudian sering kali diikuti overtreatment atau pengobatan yang berlebihan. Akibatnya, konsekuensi yang diterima anak tidak ringan karena anak harus mengonsumsi 2-3 jenis obat sekaligus minimal selama 6 bulan atau lebih. Pengobatan yang tidak tepat ini tentu saja amat berisiko mengganggu fungsi hati, saraf pendengaran, dan organ-organ tubuhnya yang lain.

Selain itu, ditemukan juga underdiagnosis yaitu diagnosis yang terlambat sehingga menjadi undertreatment. Hal ini sama-sama bisa membahayakan anak karena anak penderita TBC perlu mendapat penanganan segera secara tepat. Bila tidak, jiwa anak pun menjadi taruhannya. Untuk mendapatkan diagnosis tepat, tuberculin test / PPD test / mantoux test dilakukan jika anak menujukkan gejala-gejala berikut: MMBB (Masalah Makan dan Berat Badan) Bila anak sulit makan dan memiliki berat badan yang kurang dari rata-rata anak seusianya, orangtua patut waspada, atau ada peningkatan berat badan tetapi tidak sesuai atau masih di bawah jumlah yang semestinya (tidak sesuai dengan yang tertera pada KMS/Kartu Menuju Sehat). Mudah sakit Anak sakit batuk pilek. Anak yang terinfeksi TBC akan lebih mudah tertulari penyakit. Jika orang di lingkungan sekitarnya batuk pilek, anak mudah tertulari. Kondisi ini harus mendapat perhatian. Lemah, letih, lesu dan tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas Anak-anak dengan TBC, umumnya terlihat berbeda dari anak kebanyakan yang sehat dalam beraktivitas. Ia tampak lemah, lesu dan tidak bersemangat. Reaksi cepat BCG Pada lokasi suntik vaksin BCG akan timbul tanda menyerupai bisul. Jika reaksi ini muncul lebih cepat, misalnya seminggu setelah pemberian, berarti tubuh anak sudah terinfeksi TBC. Padahal normalnya, tanda itu paling cepat muncul pada 2 minggu setelah anak divaksinasi BCG. Namun rata-rata, benjolan pada kulit muncul setelah 46 minggu. Batuk berulang Batuk berkepanjangan merupakan gejala yang paling dikenal di masyarakat sebagai pertanda TBC. Batuk yang awalnya berupa batuk kering kemudian lamakelamaan berlendir dan berlangsung selama 2 minggu lebih, merupakan salah satu

tanda TBC. Gejala ini akan muncul bila sudah terdapat gangguan di paru-paru. Hanya saja, bedakan dari batuk alergi dan asma. Benjolan di leher Pembesaran kelenjar getah bening di leher samping dan di atas tulang selangkangan bisa saja merupakan tanda TBC. Kelenjar getah bening merupakan salah satu benteng pertahanan terhadap serangan kuman. Kelenjar ini akan membesar bila diserang kuman. Namun, meski merupakan salah satu gejala TBC, tidak semua pembengkakan kelenjar getah bening adalah gejala penyakit TBC. Bisa jadi pembengkakan itu karena adanya infeksi atau radang di tenggorokan. Demam dan berkeringat di malam hari Gejala awal TBC biasanya muncul demam pada sore dan malam hari, disertai keluarnya keringat. Gejala ini dapat berulang beberapa waktu kemudian. Namun hal ini tetap belum dapat memastikan kalau anak menderita TBC. Tidak selalu anak-anak yang berkeringat di malam hari menderita TB. Keringat tidur justru merupakan pertanda sistem metabolisme yang sedang aktif bekerja. Pada saat tidurlah anak-anak mengalami metabolisme yang pesat. Diare persisten Diare akibat TBC biasanya tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa.

Cara Pemberian tuberculin test / PPD test / mantoux test Uji tuberkulin dilakukan dengan injeksi 0,1 ml PPD secara intradermal (dengan metode Mantoux) di volar / permukaan belakang lengan bawah. Injeksi tuberkulin menggunakan jarum gauge 27 dan spuit tuberculin. Saat melakukan injeksi harus membentuk sudut 10-15 antara kulit dan jarum. Penyuntikan dianggap berhasil jika pada saat menyuntikkan didapatkan indurasi diameter 6-10 mm. Uji ini dibaca dalam waktu 48-72 jam setelah suntikan. Hasil uji tuberkulin dicatat sebagai diameter indurasi bukan kemerahan dengan cara palpasi. Standarisasi digunakan diameter indurasi diukur secara transversal dari panjang axis lengan bawah dicatat dalam milimeter. Bila nilai indurasinya 0-4 mm, maka dinyatakan negatif. Bila 5-9 mm dinilai meragukan, sedangkan di atas 10 mm dinyatakan positif.

Setelah hasil tuberculin test / PPD test / mantoux test dinyatakan positif, anak sebaiknya diikutkan pada serangkaian pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah

rontgen yang bertujuan mendeteksi TBC lebih detail lewat kondisi paru yang tergambar dalam foto rontgen dan dan tes darah. Tuberculin test / PPD test / mantoux test dilakukan lebih dulu karena hasil rontgen tidak dapat diandalkan untuk menentukan adanya infeksi kuman TB. Bercak putih yang mungkin terlihat pada hasil foto bisa memiliki banyak penyebab. Anak yang sedang menderita batuk pilek pun kemungkinan memiliki bercak putih di paru. Jadi, tuberculin test / PPD test / mantoux test sangat perlu, tidak cukup hanya rontgen paru.

Mungkin saja hasil tes menunjukkan negatif, tetapi sebenarnya anak menderita TBC. Hal ini bisa terjadi pada anak-anak yang kondisi tubuhnya sangat buruk, seperti anak yang mengalami kekurangan gizi atau sedang menderita sakit berat. Disamping pemeriksaan di atas, ciri-ciri lain dari TBC pun harus dicermati. Misalnya apakah anak kurus, sering sakit, dan mengalami pembesaran kelenjar getah bening.

f. Alat yang Digunakan Alas Bengkok Bak Instumen kecil Kapas alkohol pada tempat tertutup Syringe/spuit 1 ml PPD (Purified Protein Derivative) 2 TU / 5 TU 0,1 ml Sarung tangan (jika diperlukan)

g. Standar Operasional Prosedur 1 Pengkajian 1.1 Memberi salam terapeutik kepada klien dan/keluarga 1.2 Mengkaji perencanaan tindakan pada klien 2 Persiapan 2.1 Mencuci tangan 2.2 Menyiapkan alat-alat yang diperlukan: - Alas - Bengkok - Bak Instrumen kecil - Kapas alkohol pada tempat tertutup - Syringe/spuit 1 ml - PPD (Purified Protein Derivative) 2 TU / 5 TU 0,1 ml - Sarung tangan (jika diperlukan) 3 Pelaksanaan 3.1 Mencuci tangan Menggunakan sarung tangan bila pada klien yang menderita penyakit menular (AIDS dan Hepatitis B) 3.2 Mengambil PPD dengan tepat : - Membersihkan bagian atas botol dengan kapas alkohol dan membiarkan kering sendiri - Membuang kapas alkohol ke bengkok - Memasukkan jarum melalui karet penutup botol ke dalam botol - Memegang botol dengan tangan yang tidak dominan - Menarik sejumlah PPD yang diperlukan (0,1ml) - Memeriksa adanya udara dalam syringe/spuit, bila ada keluarkan dengan posisi tepat - Mengecek ulang volume dengan tepat - Melepas jarum dari spuit dan menggantinya dengan jarum yang baru 3.3 Memberikan penjelasan tentang prosedur dan tujuan tindakan 3.4 Memberikan penjelasan tentang kerjasama yang diharapkan 3.5 Menutup tirai/penuhi kebutuhan privacy klien 3.6 Mengatur pencahayaan ruangan 3.7 Menentukan area penyuntikan pada permukaan lengan bagian

bawah Pada saat penyuntikan, jarum dimasukkan dengan bevel ke arah atas dengan sudut 10-15. Jangan lakukan aspirasi. Hasil tes dibaca dalam waktu 48-72 jam setelah injeksi intradermal. 3.8 Memasang alas perlak di bawah tangan klien 3.9 Mendekatkan bengkok ke samping klien 3.10 Bersihkan lokasi injeksi dengan alkohol dengan tehnik sirkuler atau atas ke bawah sekali hapus dan biarkan mongering 3.11 Membuang kapas alkohol ke dalam bengkok 3.12 Suntikkan PPD secara intrakutan dengan lubang jarum mengarah ke atas. Suntikan yang benar akan menghasilkan benjolan pucat, pori-pori tampak jelas seperti kulit jeruk, berdiameter 6-10 mm

3.13 Mendorong obat secara perlahan-lahan dan tepat 3.14 Mencabut jarum 3.15 Menginformasikan klien/keluarga klien untuk datang lagi (membaca hasil PPD) antara 48-72 jam kemudian 3.16 Mencuci tangan 4 Evaluasi 4.1 Melihat respon klien 4.2 Evaluasi kemungkinan penyuntikan tidak berhasil (terlalu dalam atau cairan terbuang keluar) 5 Dokumentasi 5.1 Mencatat lokasi suntikan dan waktu penyuntikan 5.2 Mencatat respon klien selama dan sesudah prosedur tindakan, 5.3 Catatan ditulis dengan jelas, mudah dibaca, ditanda tangani dan disertai nama jelas

5.4 Tulisan yang salah tidak dihapus tetapi dicoret, dibenarkan dan diparaf 5.5 Catatan dibuat dengan menggunakan tinta atau ballpoint

PEMBACAAN HASIL TUBERCULIN TEST / PPD TEST / MANTOUX TEST 1 Pengkajian 1.1 Memberi salam terapeutik kepada klien dan/keluarga 1.2 Mengkaji perencanaan tindakan pada klien 2 Persiapan 2.1 Mencuci tangan 2.2 Menyiapkan alat-alat yang diperlukan: - Pulpen - Meteran (dalam mm) 3 Pelaksanaan 3.1 Mencuci tangan 3.2 Memberikan penjelasan tentang prosedur dan tujuan tindakan 3.3 Menutup tirai/penuhi kebutuhan privacy klien 3.4 Mengatur pencahayaan ruangan 3.5 Tentukan indurasi (bukan eritema) dengan cara palpasi dan tandai batas indurasi dengan pulpen

3.6 Ukur diameter transversal terhadap sumbu panjang lengan 3.7 Interpretasikan hasil indurasi : a. 04mm : negatif Arti klinis : tidak ada infeksi TB b. 39mm : meragukan. Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi silang dengan

Mikobakterium atipik atau setelah vaksinasi BCG. c. 10mm : positif. Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi TB

Catatan : Pasien TB dengan anergi hasil PPD test negatif (malnutrisi, penyakit sangan berat, pemberian imunosupresif, dll) 3.8 Mencuci tangan 4 Evaluasi 4.1 Evaluasi kemungkinan hasil yang meragukan 4.2 Evaluasi respon klien (gatal, dll) 5 Dokumentasi 5.1 Mencatat hasil pengukuran indurasi dan tanggal pembacaan hasil 5.2 Mencatat respon klien 5.3 Catatan ditulis dengan jelas, mudah dibaca, ditanda tangani dan disertai nama jelas yang membaca hasil 5.4 Tulisan yang salah tidak dihapus tetapi dicoret, dibenarkan dan diparaf 5.5 Catatan dibuat dengan menggunakan tinta atau ballpoint

FORMAT PENILAIAN TUBERCULIN TEST / PPD TEST / MANTOUX TEST

N ELEMEN O 1 Pengkajian

KEGIATAN 1.1 Memberi salam terapeutik kepada klien dan/keluarga 1.2 Mengkaji perencanaan tindakan pada klien

SKOR 0 1 2

2.1 Mencuci tangan 2.2 Menyiapkan alat-alat yang diperlukan: - Alas - Bengkok - Kapas alkohol pada tempat tertutup - Syringe/spuit 1 ml - PPD (Purified Protein Derivative) 2 TU / 5 TU 0,1 ml 3 Pelaksanaan 3.1 Mencuci tangan 3.2 Mengambil PPD dengan tepat : - Membersihkan bagian atas botol dengan kapas alkohol dan membiarkan kering sendiri - Membuang kapas alkohol ke bengkok - Memasukkan jarum melalui karet penutup botol ke dalam botol - Memegang botol dengan tangan yang tidak dominan - Menarik sejumlah PPD yang diperlukan (0,1ml) - Memeriksa adanya udara dalam syringe/spuit, bila ada keluarkan dengan posisi tepat - Mengecek ulang volume dengan tepat - Melepas jarum dari spuit dan menggantinya dengan jarum yang baru 3.3 Memberikan penjelasan tentang prosedur dan tujuan tindakan 3.4 Memberikan penjelasan tentang kerjasama yang diharapkan 3.5 Menutup tirai/penuhi kebutuhan privacy klien 3.6 Mengatur pencahayaan ruangan 3.7 Menentukan area penyuntikan pada permukaan lengan bagian bawah 3.8 Memasang alas perlak di bawah tangan klien 3.9 Mendekatkan bengkok ke samping klien 3.10 Bersihkan lokasi injeksi dengan alkohol dengan tehnik sirkuler atau atas ke bawah sekali hapus dan biarkan mongering Persiapan

Membuang kapas alkohol ke dalam bengkok Suntikkan PPD secara intrakutan dengan lubang jarum mengarah ke atas. Suntikan yang benar akan menghasilkan benjolan pucat, pori-pori tampak jelas seperti kulit jeruk, berdiameter 6-10 mm 3.13 Mendorong obat secara perlahan-lahan dan tepat 3.14 Mencabut jarum 3.15 Menginformasikan klien/keluarga klien untuk datang lagi (membaca hasil PPD) antara 48-72 jam kemudian 3.16 Mencuci tangan 4 4.1 Melihat respon klien Evaluasi 4.2 Evaluasi kemungkinan penyuntikan tidak berhasil (terlalu dalam atau cairan terbuang keluar) 5 Dokumentasi 5.1 Mencatat lokasi suntikan dan waktu penyuntikan 5.2 Mencatat respon klien selama dan sesudah prosedur tindakan, 5.3 Catatan ditulis dengan jelas, mudah dibaca, ditanda tangani dan disertai nama jelas 5.4 Tulisan yang salah tidak dihapus tetapi dicoret, dibenarkan dan diparaf 5.5 Catatan dibuat dengan menggunakan tinta atau ballpoint

3.11 3.12

Keterangan : 0 : tidak dilakukan 1 : dilakukan tidak sempurna 2 : dilakukan dengan sempurna

Jumlah nilai yang didapat Nilai = ---------------------------------- X 100% Jumlah aspek yang dinilai

= ..

MAHASISWA,

PENGUJI,

FORMAT PENILAIAN PEMBACAAN HASIL TUBERCULIN TEST / PPD TEST / MANTOUX TEST N ELEMEN KEGIATAN SKOR O 0 1 2 1 Pengkajian 1.1 Memberi salam terapeutik kepada klien dan/keluarga 1.2 Mengkaji perencanaan tindakan pada klien 2 Persiapan 2.1 Mencuci tangan 2.2 Menyiapkan alat-alat yang diperlukan: - Pulpen - Meteran (dalam mm) 3 Pelaksanaan 3.1 Mencuci tangan 3.2 Memberikan penjelasan tentang prosedur dan tujuan tindakan 3.3 Menutup tirai/penuhi kebutuhan privacy klien 3.4 Mengatur pencahayaan ruangan 3.5 Tentukan indurasi (bukan eritema) dengan cara palpasi dan tandai batas indurasi dengan pulpen 3.6 Ukur diameter transversal terhadap sumbu panjang lengan 3.7 Interpretasikan hasil indurasi : a. 04mm : negatif Arti klinis : tidak ada infeksi TB b. 39mm : meragukan. Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi silang dengan Mikobakterium atipik atau setelah vaksinasi BCG. c. 10mm : positif. Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi TB Catatan : Pasien TB dengan anergi hasil PPD test negatif (malnutrisi, penyakit sangan berat, pemberian imunosupresif, dll 3.8 Mencuci tangan 4 4.1 Evaluasi kemungkinan hasil yang meragukan Evaluasi 4.2 Evaluasi respon klien (gatal, dll) 5 Dokumentasi 5.1 Mencatat hasil pengukuran indurasi dan tanggal pembacaan hasil 5.2 Mencatat respon klien 5.3 Catatan ditulis dengan jelas, mudah dibaca, ditanda tangani dan disertai nama jelas yang membaca hasil 5.4 Tulisan yang salah tidak dihapus tetapi dicoret, dibenarkan dan diparaf 5.5 Catatan dibuat dengan menggunakan tinta atau ballpoint

Keterangan : 1 : tidak dilakukan 2 : dilakukan tidak sempurna 3: dilakukan dengan sempurna

Jumlah nilai yang didapat Nilai = ---------------------------------- X 100% Jumlah aspek yang dinilai = ..

MAHASISWA,

PENGUJI,