Anda di halaman 1dari 19

1. Pengertian Dinamika Populasi 2. Populasi Ciri populasi 3. Parameter Populasi a.

Kepadatan populasi
b. c. d. Pola distribusi populasi Struktur umur Pertumbuhan populasi

4. Kelangsungan Hidup Tabel kehidupan Kurva kehidupan 5. Persaingan Di Dalam Populasi Intraspesifik interspesifik

1. Pengertian Dinamika Populasi


Populasi :sekelompok individu dalam satu spesies yang menempati suatu habitat yangmenggunakan sumberdaya dengan cara yang sama dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam. Dinamika :suatu kumpulan dari dua atau lebih individu di mana perubahan individu satu dapat mempengaruhi individu lain. Dinamika Populasi : perubahan populasi dari waktu ke waktu (McNaughton, dan Larry, 1990).

2. Populasi
Individu (spesies) POPULASI Komunitas Ekosistem

Lingkungan Populasi : Kumpulan semua individu dari spesies tertentu, penerusan generatif, atau kesempatan meneruskan gene di dalam seluruh populasi. Ciri populasi : berkembang biak (laju kelahiran), angka kematian (laju kematian), sistem reproduksi, struktur umur, distribusi dan struktur sosial.

3. Parameter Populasi
a. Kepadatan populasi Kepadatan(densitas) populasi: jumlah individu suatu spesies per satuan ruang atau tempat. Kepadatan populasi Dibagi menjadi 2 jenis: 1. Kepadatan kotor: kerapatan yang didasarkan atas kesatuan ruang total 2. Kepadatan ekologi: kerapatan yang didasarkan atas ruang yang benar- benar (sesungguhnya) ditempati (mikrohabitat). Cara mengukur kepadatan populasi metode menghitung total (sensus) metode manandai dan menangkap kembali

Kepadatan dipengaruhi oleh :


KELAHIRAN Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar dikenal dua macam natalitas yaitu: 1.natalitas maksimum= n. mutlak (absolut)=n. 2. natalitas ekologi= pertambahan populasi dibawah kondisi lingkungan yang spesifik atau sesungguhnya. KEMATIAN Mortalitas adalah pengurangan cacah individu suatu populasi. dibedakan dalam dua jenis yakni: 1. Mortalitas ekologik = mortalitas yang direalisasikan yakni,matinya individu dibawah kondisi lingkungan tertentu. 2. Mortalitas minimum(teoritis), yakni matinya individu dalam kondisi lingkungan yang ideal, optimum dan mati semata- mata karena usia tua. IMIGRASI perpindahan masuk ke dalam suatu area populasi dan mengakibatkan meningkatkan kerapatan EMIGRASI perpindahan keluar dari area suatu populasi.

b. Pola Distribusi populasi


Acak (Random) Pada pola sebaran ini peluang suatu individu untuk menempati sesuatu situs dalam area yang di tempati adalah sama, yang memberikan indikasi bahwa kondisi lingkungan bersifat seragam.

Teratur (Seragam, unity): Pola sebaran ini terjadi apabila diantara individu-individu dalam populasi terjadi persaingan yang keras atau ada antagonisme positif oleh adanya teritori-teritori terjadi penjarakan yang kurang lebih merata. Pola sebaran teratur ini relatif jarang terdapat di alam.

Mengelompok (Teragregasi, Clumped) Merupakan pola sebaran yang relatif paling umum terdapat di alam pengelompokan itu sendiri dapat terjadi oleh karena perkembangbiakan, adanya interaksi sosial dan lain-lain.

C. Struktur Umur Populasi Menurut odum terdapat 3 fase umur ekologi yaitu 1. Prereproduksi 2. Reproduktif 3. Postreproduksi Penyebaran umur dalam populasi dengan menyusun data dalam bentuk suatu poligon atau piramida umur. 1. Piramida dengan dasar yang lebar muda > tua 2. Piramida bentuk genta . Muda = Tua 3. Piramida bentuk kendi .. Muda<Tua

3 Tipe Piramida Umur


Piramida dengan dasar lebar (bentuk segitiga)
Menunjukan persentase tinggi dari individu-individu muda dalam populasi.

Piramida bentuk genta (lonceng)


Menunjukan proporsi yang seimbang dari individuindividu muda sampai tua. Piramida bentuk kendi (pasu, jambangan) Menunjukan persentasi yang rendah untuk individuindividu muda dan proporsi besar pada fase setelah reproduksi.

d. Pertumbuhan Populasi Suatu populasi akan mengalami pertumbuhan, apabila laju kelahiran di dalam populasi itu lebih besar dari laju kematian, dengan mengasumsikan bahwa tidak ada laju emigrasi. Dikenal dua macam bentuk pertumbuhan populasi, yaitu: 1. bentuk pertumbuhan eksponensial ( dengan bentuk kurva J) 2. bentuk pertumbuhan sigmoid/ logistik (dengan bentuk kurva S)

1. Bentuk Pertumbuhan Eksponensial


Pertumbuhann populasi yang terjadi bilamana populasi pada keadaan lingkungan yang ideal, dimana tidak ada faktor pembatas (lingkungan fisik ataupun biotik) yang membatasi laju pertumbuhan populasi. Pada pertumbuhan populasi ini kepadatan bertambah dengan cepat secara eksponensial dan kemudian berhenti mendadak saat berbagai faktor pembatas mulai berlaku mendadak.

2. Bentuk Pertumbuhan Sigmoid/ Logistik


Kurva pertumbuhan populasi pada lingkungan yang terbatas disebut kurva bentuk S (sigmoid). Pada kurva ini dikenal laju pertumbuhan pada (a) fase tersendat (lag phase), (b) fase menanjak naik (accelerating growth phase), (c) fase pertumbuhan melambat (decelerating growth phase) dan (d) periode keseimbangan (equilibrium period). Kurva Sigmoid berbeda dengan kurva (bentuk J) dalam dua hal yaitu: (1) kurva ini memiliki asimptot atas (kurva tidak melebihi titik maksimal tertentu), (2) kurva ini mendekati asimptot secara perlahan

4. Kelangsungan Hidup
Tabel kehidupan : menggambarkan lama hidup, mortalitas, dan harapan hidup pada interval umur tertentu. Berdasarkan tabel kehidupan dibuat kurva kelangsungan hidup.

Contoh tabel kehidupan

Kurva Kehidupan
Kurva kehidupan : mengemukakan angka kehidupan atau laju kehidupan populasi jenisjenis organisme. Ada 3 tipe umum kurva kehidupan: a. Kurva cembung b. Kurva cekung c. Kurva diagonal (lurus)

Kurva kehidupan
a. Kurva cembung Mortalitas banyak terjadi di usia tua b. Kurva cekung Mortalitas banyak terjadi di usia muda c. Kurva diagonal (lurus) Mortalitas konstan

5. Persaingan di dalam populasi


interaksi antara dua individu atau lebih yang masing-masing individu saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Berdasarkan jenis individu yang bersaing dibedakan menjadi: 1) Persaingan intraspesifik bila individu-individu yang bersaing berasal dari populasi yang sama (spesies yang sama) 2) persaingan interspesifik bila individu-individu yang bersaing berasal dari populasi yang berbeda (spesies yang berbeda)