Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN OPERASI

Rabu, 6 Juli 2005 Nama Umur Agama Alamat Pekerjaan Diagnosis Jenis operasi Operator Dokter Muda : Tn Markus Lambonaung : 71 tahun : Kristen Protestan : Malalayang : Pensiunan : Katarak senilis stadium matur okulus sinistra : Ekstraksi Katarak Ekstrakapsuler (EKEK) : dr. Decky Kindangen : Yosis Y. Motulo Said Muchdar Bin Smith Persiapan Operasi Rabu pagi, 6 Juli 2005 Periksa tanda-tanda vital. Diazepam 5 mg 1 tablet. Azetasolamid 250 mg (diamox) 1 tablet. Bulu mata kiri digunting Mata ditetesi Pantocaine 0,5% 1 tetes lalu TIO diukur. Mata kiri ditetesi dengan: Midriatyl 0,5% 1 gtt Os Noncort 1gtt Os Midriatyl 0,5% 1 gtt Os Noncort 1gtt Os Midriatyl 0,5% 1 gtt Os : 11.05 : 11.15 : 11.25 : 11.35 : 11.45

Jalannya Operasi Operasi dimulai jam 12.00 Wita.

Penderita dibawa ke ruang operasi dan dibaringkan terlentang di atas meja operasi. Mikroskop diatur sehingga lapangan pandang operasi jelas. Mata kiri ditetesi dengan Pantocaine 0,5% 2 tetes kemudian dilakukan spooling kantus medial/ lateral dari forniks superior/ inferior bola mata dengan campuran Povidone Iodine : Ringer Lactat (RL) = 1 : 9. Daerah palpebra sinistra didesinfeksi dengan Povidone Iodine lalu dibilas dengan alkohol 70%. Lapangan operasi diperkecil dengan doek steril besar dan kecil, lalu mata kiri dipasang spekulum mata. Kemudian dilakukan anestesi subtenon dengan Lidocaine 2% sebanyak 3 cc secara subkonjungtiva pada posisi jam 07.00 kira-kira 3 mm dari limbus inferionasal. Spekulum mata dilepas, mata kiri ditutup gaas steril, lalu dilakukan masase selama kira-kira 5 menit. Spekulum mata dipasang kembali, dilakukan fiksasi musculus rectus superior, 7 mm dari limbus superior dengan benang Maxon 5,0 yang difiksasi ke doek steril selama operasi. Selama operasi kornea dibersihkan dengan Ringer Laktat. kemudian dilakukan periotomi conjungtiva fornix base sebagian limbus superior kurang lebih 8 mm dengan gunting. Perdarahan yang terjadi dirawat dengan kapas pelintir dan kauter. Selanjutnya dibuat grooving pada limbus seluas 1000 dari arah jam 10.00 sampai dengan jam 02. 00 dan kontrol perdarahan. Kornea ditembus sampai CoA dengan jarum suntik 1 cc yang ujungnya telah dibengkokkan. Selanjutnya dilakukan kapsulektomi can opener. Insisi diperlebar dengan menggunting ke kiri dan ke kanan dengan gunting kornea. Nukleus lensa dikeluarkan perlahan-lahan dengan muscle hook pada arah jam 06.00 dan loop lensa pada arah jam 01.00, lalu nukleus lensa dikeluarkan. Kemudian dilakukan pengeluaran sisa-sisa korteks dengan tindakan aspirasi dan irigasi sebelum kornea dijahit dengan syringe, lalu disuntik cairan viscous ke CoA dan CoP, cairan viscous diaspirasi kembali. Luka insisi dijahit 5 jahitan dengan benang Dexon 10,0. Mata kiri kemudian disuntik dengan campuran Dexamethasone 0,3% sebanyak 0,5 cc dan Gentamycin 0,5% sebanyak 0,5 cc dengan menggunakan disposible 1 cc pada daerah subkonjungtiva pada posisi

jam 12.00, yaitu 2 mm di atas limbus superior. Benang fiksasi dan spekulum mata dilepaskan. Luka operasi diberi salep Gentamycin, kemudian mata kiri ditutup dengan gaas steril dan diplester. Operasi selesai jam 12.45 Wita. Terapi Post Operasi Amoxycillin 500 mg 3 x 1 tablet. Asam Mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet. Vitamin C 50 mg 3 x 1 table.t Operator, dr, Decky Kindangen Motulo Dokter Muda, Yosis Y.