Anda di halaman 1dari 10

Kosmetika Pelembab dan Pelindung

a. Kosmetik Pelembab (base, pre-foundation, atau moisturizer) Wanita yang memiliki kulit kering dan juga kulit normal yang cenderung kering sangat perlu menggunakan kosmetik pelembab, sedangkan yang memiliki kulit berninyak dan berjerawat tidak perlu menggunakan kosmetik pelembab. Secara alami, kulit memiliki lapisan lemak tipis pada permukaannya yang terdiri atas produksi kelenjar minyak kulit, yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kelebihan penguapan air yang akan menyebabkan dehidrasi kulit, oleh karena itu kulit memerlukan kosmetik pelembab. Base foundation atau moisturizer berfungsi sebagai bahan pelembab kulit untuk menormalisir kadar air dalam kulit serta untuk melindungi kulit terhadap bahan kosmetik lain yang akan membahayakan. Jenis bahan dasar pelembab ada dua macam yaitu minyak (oil base) dan air. Pelembab yang berbahan dasar minyak, baik untuk jenis kulit normal dan kering, sedangkan untuk kulit berminyak sebaiknya menggunakan pelembab yang berbahan dasar air. Jenis bahan dasar pelembab menentukan bentuknya, pelembab berbahan dasar minyak biasanya berbentuk krim, sedangkan pelembab berbahan dasar air biasanya berbentuk lotion. Cara menggunakan kosmetik ini dengan dioleskan secara tipis dan merata pada wajah dan leher setelah kulit dibersihkan serta biarkan + 2 menit sampai kering. Pelembab diratakan di wajah dengan gerakan yang menuju ke atas dan ke sisi wajah. Pelembab yang baik masa penggunaannya (kadaluwarsa) dapat bertahan maksimal 1 tahun selama disimpan dalam kondisi tertutup. Terdapat dua tipe kosmetik pelembab, yaitu kosmetik pelembab yang berbahan dasar lemak (moisturizer) dan kosmetik pelembab berbahan dasar gliserol atau humektan sejenis. Moisturizer berguna untuk mencegah penguapan air kulit dan menjadikan kulit lembab serta lembut. Penggunaan kosmetik pelembab harus dapat menutupi seluruh permukaan kulit wajah, sehingga dapat mencegah penguapan air kulit. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak harus dilindungi dan terbebas dari mikroorganisme serta jamur dengan penambahan pengawet, karena kosmetik jenis ini mudah menjadi tengik. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak jenisnya ada yang berbentuk krim lemak anhidrous, krim emulsi W/O, emulsi ganda, krim O/W yang kaya minyak dan emulsi O/W cair yang mengandung air lebih dari 80 %. Kosmetik pelembab berbahan dasar gliserol atau humektan sejenis, akan mengering pada permukaan kulit, membentuk lapisan yang bersifat higroskopis, yang menyerap uap air dari udara dan mempertahankannya di permukaan kulit. Preparat ini membuat kulit nampak lebih halus dan mencegah dehidrasi lapisan stratum corneum kulit. b. Kosmetik Pelindung

Kosmetik pelindung adalah kosmetik yang dikenakan pada kulit yang sudah bersih dengan tujuan untuk mempertahankan kondisi kulit sebaik-baiknya dan untuk melindungi kulit dari berbagai pengaruh lingkungan yang dapat merugikan kulit, terutama melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet matahari (tabir surya). Syarat-syarat preparat kosmetik tabir surya (s unscreen) adalah mudah dipakai, jumlah preparat yang menempel mencukupi kebutuhan, bahan dasar dan bahan aktif dalam preparat ini mudah tercampur serta bahan dasarnya mampu mempertahankan kelembutan dan kelembaban kulit.

Sekarang adalah saatnya membuat beberapa perubahan kulit dan kosmetik pilihan. Kendati masih sedikit penelitian mengenai ini, tetapi ada beberapa bahan yang biasanya ditemukan dalam produk perawatan kulit dan kosmetik yang diduga dapat mengganggu perkembangan janin. Oleh karenanya berhatihatilah sebelum menggunakannya.
Tip Seputar Kosmetik 1. Sebelum membeli kosmetik, baca labelnya dengan teliti yaitu bagian "Ingredients' atau "Bahan", Setelah itu baca pula aturan pakainya. 2. Untuk mengetes apakah kosmetik cocok atau tidak dengan kulit kita, sapukan sedikit kosmetik pada punggung tangan Anda. Biarkan selama 24 jam. Jika Anda merasa tidak nyaman dan timbul ruam-ruam merah pada kulit, atau timbul rasa gatal, segera hentikan pemakaiannya. Cuci bersih kulit yang telah terkena bahan kosmetik tersebut. 3. Pada saat mengoleskan krim malam, atau krim mata, sebaiknya gunakan spatula. Jika ingin menggunakan jari telunjuk, misalnya, pastikan jari dalam keadaan bersih. Ambil krim sekaligus banyak, lalu tutup wadahnya dengan rapat. Oleskan krim tersebut pada wajah sedikit demi sedikit. Jangan berkali-kali mencolek krim, apalagi saat jari kita sudah kotor. 4. Belilah kosmetik dekoratif dalam kemasan mini. Selain ekonomis, apabila kadaluwarsa dan harus dibuang, Anda tidak terlalu rugi. Setelah segelnya dibuka, kosmetik dekoratif sebaiknya diganti setiap 6 bulan. 5. Apabila memakai kosmetik perawatan, waktunya jangan kurang dari dua minggu atau satu bulan. Setelah pemakaian satu bulan, hasilnya baru tampak. Karena, regenerasi kulit berlangsung setelah 28 hari. Jika kita memakainya hanya 3-4 hari, belum ada hasilnya. Bahan-bahan yang harus dihindari dalam kosmetik 1. Formaldehid (formaldehyde), merupakan bahan pengawet yang terdapat pada produk kecantikan yang digunakan untuk tubuh, kulit, dan rambut. Zat ini dapat memicu alergi, asma, sakit kepala, depresi, pusing, dan nyeri sendi. Hidantoin dan surfaktan seperti sodium lauril sulfat (sls), dimungkinkan mengandung formaldehid. 2. Sodium Lauril Sulfat (SLS), sekarang ini sering digunakan oleh pabrik shampo, kondisioner rambut, pasta gigi, beberapa produk pembersih. SLS merupakan zat sejenis deterjen keras yang dapat mengiritasi mata. Dampak yang lebih buruk, menyebabkan kerusakan permanen pada mata anak-anak, ruam kulit, kerontokan rambut, dan borok pada mulut. 3. Tar Batubara (Coaltar), biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk perawatan rambut kering dan shampo anti-ketombe. 4. Petrolatum, adalah campuran hidrokarbon yang biasa dikenal sebagai gel petroleum, minyak pelumas, atau malam. Menghambat tubuh dalam mengeluarkan racun dan mengakibatkan kekeringan kulit, penuaan dini, timbulnya jerawat. 5. Alkohol atau isopropyl, banyak terdapat pada cat pewarna rambut, hand lotion, dan parfum. Dapat menyebabkan sakit kepala, depresi, dan mual. Selain itu dapat menyebabkan kekeringan pada kulit yang memungkinkan bakteri tumbuh subur.

6. Pewangi (fragrances, yaitu semua substansi alami maupun sintetis yang sematamata digunakan untuk memberi aroma pada produk-produk kosmetik). Sering ditambahkan pada parfum dan produk perawatan tubuh lain yang berbahan petroleum. Gangguan kesehatan yang disebabkan karena pewangi adalah penyakit kulit seperti dermatitis kontak iritan atau dermatis kontak alergi, gangguan saluran pernapasan, termasuk asma, rinitis (radang hidung), bronkitis, dan gangguan sistem saraf, mulai dari yang ringan, seperti sakit kepala dan migren sampai kelumpuhan fungsi saraf tertentu.

Sumber : nirmala

Bahan kosmetik apa saja yang berbahaya bagi ibu hamil? Beberapa jenis kosmetika dari bahan sintesis harus diwaspadai karen adapat melewati plasent a dan masuk ke otak janin sehingga mengganggu perkembangan janin. Berikut ini kandungan zat dalam kosmetika yang harus anda hindari ketika sedang hamil:

Benzoil peroksida, ditemukan dalam banyak produk yang digunakan untuk mengobati jerawat, termasuk kategori C yang sebaiknya dihindari. Salicylic acid (BHA atau beta hydroxxy acid), bahan ini ditemukan dalam produk yang digunakan untuk antipenuaan (antiaging) dan mengobati jerawat. Retinol A, merupakan bentuk vitamin A yang digunakan mengobati jerawat dan pengelupasan kulit mati. Dosis tinggi vitamin A terbukti dapat mengganggu perkembangan bayi. Parabns, yaitu pengawet yang sangat umum digunakan banyak produk perawatan kulit. Penelitian klinis menunjukkan adanya hubungan bahan ini dengan efek buruk pada sis tem reproduksi bayi laki-laki. Assutane, obat jerawat ini beresiko menyebabkan janin lahir cacat yang serius dan kemungkinan keguguran. Hidrokortison, krip topical ini mengakibatkan janin lahir cacat dan janin keracunan. 1,4 Dioksana, Ini merupakan bahan bahaya yang tercantum pada setiap produk perawatan kulit karena merupakan bahan sintesis lain berbasis minyak bumi. Bahan ini hadir dalam banyak jenis produk rambut dan pelembab. Bahan ini dapat menyebabkan kanker dan pengaruh efek pada perkembangan janin. Cream Hair Removers, kemungkinan bahan ini dapat diserap ke dalam kulit sehingga harus dihindari selama kehamilan (http://www.princiliabeauty.com/pelembab-wajah.html)

Memilih Pembersih Wajah Sesuai Jenis Kulit


Tidak semua orang memahami jenis kulit mereka, itu sebabnya mereka lantas salah memilih pembersih. Coba ikuti panduan berikut ini agar mengetahui jenis kulit Anda serta pembersih yang dianjurkan. 1. Kulit normal Ciri-cirinya adalah terasa mulus saat disentuh, pori-porinya kecil, dan memiliki kadar minyak serta air yang seimbang. Untuk perawatan, bersihkan wajah dengan cleanser yang sifatnya soap-free. Bisa juga dengan produk pembersih yang pH-nya netral, begitu saran ahli kulit Dr Tanya Gilmour dari Sydney. 2. Kulit kering Kulit jenis ini biasanya tidak selalu terlihat kering, melainkan sedikit bersisik dan bila diperhatikan tone warna di beberapa area lebih gelap dibandingkan area lainnya. Menurut National Skin Institute Australia, ada banyak faktor yang dapat membuat kulit menjadi kering, misalnya saja paparan penyejuk udara di kantor dan mobil yang terus-menerus, atau jarang minum air putih. Untuk pembersih, lebih baik hindari pembersih jenis foam atau busa, karena kandungannya cenderung mudah membuat kulit jadi kering. Lebih baik pilih jenis cleanser yang lebih lembut dan mengandung butiran scrub yang bisa membantu mengeksfoliasi sel-sel mati pada kulit. Selain itu, memakai rangkaian susu pembersih berikut penyegar khusus jenis kulit kering akan lebih baik, sebab biasanya jenis pembersih tersebut mengandung pelembab. 3. Kulit mudah berjerawat Jerawat bukan hanya masalah bagi kaum remaja, melainkan juga dialami oleh kaum dewasa, kata ahli bedah kosmetik dari Sydney, Dr Fabian Baez. Dalam memilih pembersih, carilah pembersih khusus untuk kulit berjerawat. Pastikan juga pembersih ini dapat membantu mengikis kulit mati, dan membantu menurunkan kadar minyak pada kulit. Hindari pembersih berbentuk sabun batangan dan yang mengandung parfum. Bila jerawat Anda sangat bermasalah, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli kulit untuk mendapatkan pembersih wajah yang cocok. 4. Kulit Berminyak Kulit berminyak biasanya rentan jerawat. Sebenarnya tidak apa menggunakan pembersih bentuk foam atau sabun khusus cuci muka. Asalkan anda memilih yang khusus untuk kulit

berminyak. Namun tetap saja, menggunakan cleanser yang ditutup dengan penggunaan penyegar akan lebih baik. 5. Kulit yang mengalami penuaan Menurut Dr Gilmour, penggunaan rangkaian produk perawatan kulit yang tepat bisa membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan pada kulit wajah. Ritual perawatan wajah yang baik dapat membantu agar penampilan anda tetap terlihat cerah dan segar, meskipun usia sudah bertambah, katanya. Ia menyarankan untuk menggunakan pembersih yang mengandung bahan anti-aging sebagai bagian dari ritual sehari-hari. 6. Kulit sensitif Karena cenderung dapat menjadi berminyak ataupun kering, kulit yang sensitif ini mudah sekali mengalami masalah bila Anda menggunakan produk yang salah. Sebaiknya, pilih pembersih yang memiliki kandungan bahan-bahan alami, sehingga tidak menimbulkan reaksi sensitif pada kulit. (sumber: kompas.com)

Kosmetik pelembab perlu dikenakan terutama pada kulit kering atau kulit normal cenderung kering. Jenis kulit yang secara alamiah sudah berminyak dan berjerawat tidak perlu memakai kosmetik pelembab. Secara alami, kulit memiliki lapisan lemak tipis pada permukaannya yang terdiri atas produksi kelenjar minyak kulit, yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kelebihan penguapan air yang akan menyebabkan dehidrasi kulit, oleh karena itu kulit memerlukan kosmetik pelembab.

Base foundation atau moisturizer berfungsi sebagai bahan pelembab kulit untuk menormalisir kadar air dalam kulit serta untuk melindungi kulit terhadap bahan kosmetik lain yang akan membahayakan. Jenis bahan dasar pelembab ada dua macam yaitu minyak (oil base) dan air. Pelembab yang berbahan dasar minyak, baik untuk jenis kulit normal dan kering, sedangkan untuk kulit berminyak sebaiknya menggunakan pelembab yang berbahan dasar air. Jenis bahan dasar pelembab menentukan bentuknya, pelembab berbahan dasar minyak biasanya berbentuk krim, sedangkan pelembab berbahan dasar air biasanya berbentuk lotion. Penggunaan kosmetik ini dengan cara dioleskan secara tipis dan merata pada wajah dan leher setelah kulit dibersihkan serta biarkan 2 menit sampai kering. Pelembab diratakan di wajah dengan gerakan yang menuju ke atas dan ke sisi wajah. Pelembab yang baik masa penggunaannya (kadaluwarsa) dapat bertahan maksimal 1 tahun selama disimpan dalam kondisi tertutup.

Terdapat dua tipe kosmetik pelembab, yaitu kosmetik pelembab yang berbahan dasar lemak dan kosmetik pelembab berbahan dasar gliserol atau humektan sejenis. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak dikenal dengan nama moisturizer. Krim ini membentuk lapisan lemak tipis pada permukaan kulit. Moisturizer berguna untuk mencegah penguapan air kulit dan menjadikan kulit lembab serta lembut. Viskositas lemak tidak boleh terlalu rendah karena dapat menyebar ke seluruh permukaan kulit, dan juga tidak boleh terlalu kental karena dapat membuat kulit menjadi lengket dan terlalu berminyak.

Berbagai jenis Pelembab Wajah

Penggunaan kosmetik pelembab harus dapat menutupi seluruh permukaan kulit wajah, sehingga dapat mencegah penguapan air kulit. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak harus dilindungi dan terbebas dari mikroorganisme serta jamur dengan penambahan pengawet, karena kosmetik jenis ini mudah menjadi tengik. Kosmetik pelembab berbahan dasar lemak jenisnya ada yang berbentuk krim lemak anhidrous, krim emulsi W/O, emulsi ganda, krim O/W yang kaya minyak dan emulsi O/W cair yang mengandung air lebih dari 80 %. Kosmetik pelembab berbahan dasar gliserol atau humektan sejenis, akan mengering pada permukaan kulit, membentuk lapisan yang bersifat higroskopis, yang menyerap uap air dari udara dan mempertahankannya di permukaan kulit. Preparat ini membuat kulit nampak lebih halus dan bercahaya. pelembab berbahan dasar airpelembab wajah berbahan dasar airpelembab wajahpelembab yang berbahan dasar airpelembab bahan dasar airmacam macam pelembab wajahmacammacam kosmetika perawatan wajah atau badanpelembabmacam macam pelembabpelembab dengan bahan dasar airkosmetik yang berbahan airnama pelembab yang berbahan dasar airkosmetik pelembabPelembab kulit berminyakpelembab yang bagus untuk kulit berminyakpelembab wajah yang berbahan dasar airmacam macam moisturizermacam-macam pelembab wajahmacam-macam moisturizernama pelembab yg cocok utk kulit berminyakpelembab wajah bahan dasar airalat-alat pembuat kosmetika pelembabJenis Pelembab yang berbahan dasar airjenis pelembab untuk kulit berminyakpelembab wajah untuk kulit berminyak (http://tipsperawatan.com/kosmetik-pelembab-base-pre-foundationatau-moisturizer.html)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti berhias. Kosmetika sudah dikenal orang sejak zaman dahulu kala. Di Mesir, 3500 tahun sebelum Masehi telah digunakan berbagai bahan alami baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan maupun bahan alam lain misalnya tanah liat, lumpur, arang, air, embun, pasir atau sinar matahari. Penggunaan susu, akar, daun, kulit pohon, rempah, minyak bumi, minyak hewan, madu dan lainnya sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat saat itu. Hal ini dapat diketahui melalui naskah-naskah kuno yang ditulis dalam papirus atau dipahat pada dinding piramid (Wasitaatmadja, 1997). Tidak dapat disangkal lagi bahwa produk kosmetik sangat diperlukan oleh manusia, baik laki-laki maupun perempuan, sejak lahir hingga saat meninggalkan dunia ini. Produk-produk itu dipakai secara berulang setiap hari dan diseluruh tubuh, mulai dari rambut sampai ujung kaki (Tranggono dan Latifah, 2007). Kulit merupakan organ pertama yang terkena polusi oleh zat-zat yang terdapat di lingkungan hidup kita. Berbagai faktor baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh dapat mempengaruhi struktur dan fungsi kulit, misalnya: udara kering, kelembaban udara yang rendah, sinar matahari, usia, berbagai penyakit kulit maupun penyakit dalam tubuh. Karena faktor-faktor tersebut dapat terjadi penguapan yang berlebihan pada epidermis kulit sehingga menyebabkan kulit kering (Wasitaatmadja, 1997). Universitas Sumatera Utara

Kosmetik pelembab (moisturizers) merupakan kosmetik perawatan yang bertujuan untuk mempertahankan struktur dan fungsi kulit dari berbagai pengaruh seperti udara kering, sinar matahari terik, angin keras, umur lanjut, berbagai penyakit kulit maupun penyakit dalam tubuh yang mempercepat penguapan air sehingga kulit menjadi lebih kering. Secara alamiah kulit telah berusaha untuk melindungi diri dari kekeringan dengan adanya tabir lemak di atas kulit yang diperoleh dari kelenjar lemak dan sedikit kelenjar keringat dari kulit serta adanya lapisan kulit luar yang berfungsi sebagai sawar kulit. Namun dalam kondisi tertentu faktor perlindungan alamiah tersebut tidak mencukupi. Oleh karena itu, dibutuhkan perlindungan tambahan non alamiah yaitu dengan cara memberikan kosmetik pelembab kulit. Cara mencegah penguapan air dari sel kulit adalah: 1. Menutup permukaan kulit dengan minyak (oklusif), seperti minyak hidrokarbon, waxes, minyak tumbuhan dan hewan, asam lemak, lanolin, asam stearat, fatty alcohols, setil alcohols, lauril alcohol, propilen glikol, wax esters lanolin, beeswax, steril stearat, carnauba, candelilla, lesitin, kolesterol. 2. Memberikan humektan yaitu zat yang mengikat air dari udara dan dalam kulit. Misalnya: gliserin, propilenglikol, sorbitol, gelatin, dan beberapa vitamin. 3. Membentuk sawar terhadap kehilangan air dengan memberikan zat hidrofilik yang menyerap air. 4. Memberikan tabir surya agar terhindar dari pengaruh buruk sinar matahari yang mengeringkan kulit (Wasitaatmadja, 1997).

Universitas Sumatera Utara

Berbagai bahan alami seperti bengkoang, alpukat, dan mentimun telah banyak digunakan dalam formulasi produk-produk kecantikan seperti masker, pelembab, body lotion, dan sebagainya. Wortel atau carrots (Daucus carota L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak terdapat di Indonesia. Bagian utama yang dikonsumsi masyarakat dari wortel adalah umbinya yang dapat dilalap mentah atau di masak. Disamping itu wortel dapat bermanfaat menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan juga digunakan untuk kesehatan kulit (Rukmana,R., 1995). Wortel mengandung gula alami, beta karoten, vitamin A, B kompleks, C, D, E, K, antioksidan dan fitokimia. Kandungan gula alami pada wortel dapat di gunakan sebagai pelembab kulit. Dan dengan adanya vitamin-vitamin pada wortel berfungsi sebagai penyokong sehingga kemampuan melembabkan kulit dari wortel lebih besar lagi. Dengan alasan ini penulis meneliti pengaruh dari wortel dalam krim pelembab (Rukmana,R., 1995).( http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24926/5/Chapter%20I.pdf)