Anda di halaman 1dari 2

BASIC HOSPITAL PUBLIC RELATIONS (DASAR-DASAR HUMAS RUMAH SAKIT)

Kegiatan humas adalah berusaha untuk mendapatkankan pengertian dan penerimaan publik. Publik tersebut dibagi menjadi dua, yaitu publik internal dan publik eksternal A. Publik Internal Hubungan dengan publik internal dapat dijalin dengan berbagai macam komunikasi. Kebajuan teknologi telah memungkinkan komunikasi dihasilkan, dudustribusikan, ditampilkan dan disimpan. 1. Pemilik Rumah Sakit Para pemilik/pemegang saham sangat menentukan tujuan, arah maupun kegiatan rumah sakit. Membangun hubungan baik dengan pemilik akan memudahkan humas menjalankan tugas. 2. Manajemen Pada umumnya terdiri dari bidang direktur, wakil direktur (wadir pelayanan medik dan keperawatan, wadir penunjang Medik, wadir umum dan keuangan, wadir komite medik dan rumah sakit), dan untuk rumah sakit pendidikan ada Unit Pelaksana Fungsional Membangun hubungan baik dengan manajemen akan mempermudah komunikasi dalam hal kebijakan manajemen baik intern maupun ekstern. 3. Karyawan SDM/karyawan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam produktivitas rumah sakit. 4 kategori karyawan rumah sakit: a. Tenaga Medis -> dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis dan subspesialis b. Tenaga Paramedis Keperawatan -> perawat, bidan c. Tenaga Paramedis non-Keperawatan -> apoteker dan asisten, analis laboratorium, fisoterapis, penata rontgen, dll. d. Tenaga non-Medis -> teknisi, akuntan, satpam, dll. Karyawan adalah aset utama rumah sakit. Karyawan dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada antar karyawan maupun kepada pasien.Humas rumah sakit bertanggung jawab dalam pembinaan kemampuan komunikasi karyawan. Kemampuan komunikasi yang baik tidak hanya diperlukan bagi profesi yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien melainkan dimulai dari pintu gerbang rumah sakit (satpam, tukang parkir, petugas informasi) sampai lini belakang (administrasi, kamar mayat, dll.) Banyak komplain terkadang disebabkan oleh kurangnya komunikasi atau buruknya komunikasi yang dilakukan karyawan terhadap pasien. B. Publik Eksternal Hubungan dengan pihak eksternal dibangun untuk mencapai tujuan rumah sakit. 1. Pemerintah Hubungan dengan pemerintah dilakukan humas dengan Departemen Kesehatan dan instansi teknis daerah yaitu Dinas Kesehatan. Hubungan yang baik akan memudahkan pencapaian kegiatan kebijakan pemerintah yang harus dilaksanakan rumah sakit (immunisasi, KB, dll) dan mengurangi/meniadakan persoalan yang merugikan rumah sakit.

2. Aparat Hukum Sejak era reformasi, rumah sakit di Indonesia termasuk salah satu entitas yang sering berkait dengan hukum. Dalam menangani terpidana yang melakukan indikasi mengelak dari penyidikan, humas harus mempunyai hubungan baik dengan aparat hukum dan pengacara. 3. Dunia Pendidikan Hubungan terhadap institusi kesehatan semacam rumah sakit pendidikan perlu dijalin karena mengawasi, mengatur, membinan, dan membimbing kegiatan mahasiswa yang berpraktek. 4. Institusi Penunjang Hubungan dengan institusi lain akan membantu fungsi rumah sakit, misalnya dengan perusahaan untuk kegiatan pelayanan dan administrasi. Perusahaan dapat membantu sebagai pemasok bahan makanan untuk pasien, pemasok oksigen, pemasok obat (Pedagang Besar Farmasi/PBF), pemasok alat-alat administrasi, jasa servis medis, perawatan gedung, dll. Keunggulan Respon Time Pelayanan Pasien merupakan salah satu produk unggulan rumah sakit. Kondisi ini dapat dicapai jika ada hubungan yang baik dengan Institusi penunjang tersebut. 5. Organisasi Profesi Kesehatan Organisasi profesi berperan dalam mengukur standar penerimaan karyawan. Hubungan dengan organisasi profesi perlu dijaga untuk pembinaan SDM rumah sakit. Organisasi tersebut antara lain : IDI, IBI, ISFI, Persagi, dll 6. Media Massa Meski dapat berfungsi baik sebagai sarana marketing, media pun dapat menjadi masalah bagi rumah sakit. Humas harus mempunyai kemampuan menyiapkan materi konsumsi media, berkomunikasi dalam konferensi pers, pun harus mampu membangun hubungan baik dengan media. Humas harus mampu mengontrol diri mana yang dapat atau tidak dapat dikomunikasikan kepada pers. 7. Pasien dan Keluarga Konsumen rumah sakit adalah pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Hubungan dengan pasien dan keluarganya juga menyangkut komunikasi, misal informasi hak-hak pasien, administrasi dan teknis perawatan. Kebanyakan pasien/keluarganya hanya tahu informasi mengenai kewajiban pasien terutama dalam hal pembayaran. 8. Institusi Kesehatan Lain Setiap rumah sakit tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan tersendiri. Jika mempunyai hubungan yang baik dengan institusi kesehatan lain, tentu dapat mengatasi kekurangan tersebut. Sumber: Basic Hospital Public Relation (Dasar-Dasar Humas Rumah Sakit) oleh Achmed Sukendro bab II:Publik-Publik Rumah Sakit