Anda di halaman 1dari 69

LAPORAN

KERJA PRAKTEK "PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DI JALAN S. PARMAN"

Disusun Oleh :
RISMANTO. S NIM : 200912032

SOPAN RUDIANTO NIM : 200912031 JUSMAN. S NIM : 200912027

HABIBI AL JUFRIE NIM : 200912028

UNIVERSITAS KALTARA TANJUNG SELOR FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

LAPORAN KERJA PRAKTEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DI JALAN S. PARMAN


Laporan Kerja Praktek ini diajukan sebagai syarat lulus study Semester VII Jurusan Teknik Sipil Universitas Kaltara Tanjung Selor Disusun Oleh : 1. RISMANTO, S 2. SOPAN RUDIANTO 3. HABIBI AL JUFRIE 4. JUSMAN. S NIP. 200912032 NIP. 200912031 NIP. 200912028 NIP. 200912027

Tanjung Selor, 2012 Mengetahui, Pembimbing Lapangan CV. BENUANTA Kontraktor Pelaksana CV. BENUANTA

Petruk

Muhammad Rifai Direktur

Dosen Pembimbing

Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Kaltara

Hepy Nurtanto, ST

Enny Harviyanti, ST, MT

KATA PENGANTAR Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya, penyusun dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman Tugas ini merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh semua mahasiswa program study Strata 1 Fakultas Teknik Sipil Universitas Kaltara pada Semester VII. Dengan adanya Kerja Praktek ini diharapkan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan mengetahui segala permasalahan yang terdapat di lapangan yang berkaitan dengan program study. Dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek ini banyak pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan ini. Oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Enny Harviyanti, ST. MT selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Kaltara Tanjung Selor. 2. Bapak Hepy Nurtanto, ST selaku Dosen Pembimbing. 3. Bapak Dosen Wali dan Dosen Pengajar Jurusan Teknik Sipil. 4. Bapak Abd. Kadir selaku Pemilik Proyek yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melaksanakan Kerja Praktek. 5. Bapak Muhammad Rifai selaku Direktur CV. BENUANTA yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melaksanakan Kerja Praktek. 6. Bapak Petruk selaku Pembimbing Lapangan. 7. Seluruh staf dan pekerja yang telah ikut membantu dan membimbing kami di lapangan dalam Kerja Praktek. 8. Ibu dan Bapak tercinta yang telah mendukung, membimbing, mengarahkan dan mendoakan kami, sehingga kami dapat menyusun laporan ini. 9. Semua pihak dan teman-teman yang telah membantu kami dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek ini.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangan nya dan jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan kami. Oleh karena Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangunan demi kesempurnaan laporan kami. Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kususnya di bidang Teknik Sipil. Tanjung Selor, Desember 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ....................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1.2 Maksud dan Tujuan ..................................................................... 1.3 Ruang Lingkup Penulisan ............................................................ BAB II GAMBARAN UMUM PROYEK 2.1 Data Umum Proyek .................................................................... 2.2 Rencana Kegiatan Kerja Praktek ................................................ BAB III MANAJEMEN PROYEK 3.1 Struktur Organisasi Pelaksanaan ................................................ 3.2 Sistem Pembayaran .................................................................... 3.3 Jangka Waktu Pelaksanaan ......................................................... 3.4 Penyelesaian Perselisihan............................................................. 3.5 K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja ) ................................... 3.6 Spesifikasi Bahan dan Alat Bangunan ....................................... BAB IV PELAKSANAAN PEKERJAAN 4.1 Umum ......................................................................................... 4.2 Material dan Bahan ..................................................................... 4.3 Peralatan Kerja ........................................................................... 18 20 24 8 12 13 14 15 16 5 7 1 2 3 ii iv vi i

4.4 Metode Pelaksanaan ................................................................... Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

29

A. Pekerjaan Persiapan ............................................................... B. Pekerjaan Tanah ..................................................................... C. Pekerjaan Pondasi .................................................................. D. Pekerjaan Beton ..................................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ................................................................................. 3.2 Saran ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................

29 32 36 41

54 55 56

DAFTAR GAMBAR
Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

GAMBAR 1.1...................................................................................................... GAMBAR 1.2...................................................................................................... GAMBAR 1.3...................................................................................................... GAMBAR 1.4 .................................................................................................... GAMBAR 1.5...................................................................................................... GAMBAR 1.6...................................................................................................... GAMBAR 1.7 ..................................................................................................... GAMBAR 1.8...................................................................................................... GAMBAR 1.9...................................................................................................... GAMBAR 1.10.................................................................................................... GAMBAR 1.11 ................................................................................................... GAMBAR 1.12.................................................................................................... GAMBAR 1.13.................................................................................................... GAMBAR 1.14 ....................................................................................................... GAMBAR 1.15 ....................................................................................................... GAMBAR 1.16 ....................................................................................................... GAMBAR 1.17 .......................................................................................................

6 21 22 24 25 25 26 26 27 27 28 28 34 37 40 46 52

BAB I PENDAHULUAN
Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

1.1.

LATAR BELAKANG Sebagai seorang sarjana Teknik Sipil, ketika lulus nanti mahasiswa daharapkan mampu untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya secara professional, baik di bidang perencanaan dan perancangan suatu proyek teknik sipil, maupun di pelaksanaan dan manajemen suatu proyek. Untuk mencapai hal-hal tersebut, maka selama masa perkuliahan mahasiswa dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan di bidang teknik sipil. Namun, penguasaan terhadap ilmu-ilmu di bidang teknik sipil secara teoritis saja dirasa belum cukup. Penguasaan yang mendalam terhadap teori-teori yang diberikan lewat mata kuliah, tanpa didukung oleh pengetahuan dan pengalaman kerja di sebuah proyek teknik sipil akan memberikan hasil yang tidak maksimal.

Untuk itu, program study Teknik Sipil di Fakultas Teknik Sipil Universitas Kaltara mensyaratkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah Kerja Praktek sebagai salah satu syarat ketuntasan studi. Salah satu pertimbangan mengapa diperlukan mata kuliah Kerja Praktek adalah karena mahasiswa perlu mendapat pembekalan mengenai dunia kerja teknik sipil yang akan dihadapinya nanti. Selama kerja praktk ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat dan mengalami langsung bagaimana penerapan dari ilmu yang selama ini dipelajarinya pada sebuah proyek teknik sipil di lapangan.

Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenal metode pelaksanaan kontruksi dalam proyek teknik sipil dan juga bagaimana system dan manajemen proyek dilapangan.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Selain itu, dengan interaksi langsung dengan pihak-pihak yang terlibat di proyek, mahasiswa diharapkan dapat memahami seluk-beluk dalam proses pelaksanaan proyek kontruksi.

1.2.

MAKSUD DAN TUJUAN Tujuan utama dari pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di program studi Teknik Sipil pada Semester VII ini. Adapun selama pelaksanaannya, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari kerja praktek ini, anatara lain adalah : Mahasiswa memahami mengenai tahapan tahapan proses dalam suatu proyek, mulai dari pelaksanaan lelang sampai denan serah terima proyek. Mahasiswa mengerti mengenai metode metode kerja yang digunakan di lapangan, dan pertimbangan dalam pemilihan metode tersebut. Mahasiswa mempunyai gambaran mengenai alur komunikasi dan pergaulan di lingkungan kerja suatu proyek. Mahasiswa dapat belajar untuk menghadapi permasalahan yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung, dan bagaimana mencari solusi dari masalah masalah tersebut. Pada intinya, melalui kerja praktek ini mahasiswa dilatih untuk menghadapi pekerjaan dan memecahkan persoalan sebenarnya yang dijumpai dalam pelaksanaan suatu pekerjaan sipil.

Dalam kerja praktik ini praktikan dapat melihat penerapan bahan-bahan yang diperolehnya selama duduk dibangku kuliah dan melihat tata cara penyelesaian

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

suatu permasalahan yang dijumpai didalam pekerjaan dilapangan. Hubungan yang saling menguntungkan dapat terjalin melalui kerja praktik. Bagi mahasiswa, selain dapat memenuhi kewajibannya terhadap Jurusannya, kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk memperoleh pengalaman awal, melatih ketrampilan, sikap dan cara bertindak didalam lingkungan kerja yang sebenarnya nanti.

1.3.

RUANG LINGKUP PENULISAN Kegiatan kerja praktek yang dilakukan oleh kelompok kami mulai dilaksanakan pada Tanggal 27 Oktober 2012 26 Desember 2012 pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman Tanjung Selor. Dalam jangka waktu 60 ( Enam Puluh ) hari kalender tersebut kami akan membahas mengenai pelaksanaan pekerjaan sbb : a. Pekerjaan Persiapan Pembersihan lokasi dan pengukuran Pemasangan Bowplank Direksi keet Listrik dan air kerja Photo dokumentasi

b. Pekerjaan Tanah Galian tanah pondasi Urugan Pasir bawah pondasi

Urugan pasir dalam bangunan Pemancangan beton i

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

c. Pekerjaan Pondasi Pondasi plat setempat Pondasi batu gunung

d. Pekerjaan Pembetonan Pekerjaan Balok Sloof Pekerjaan Kolom Pekerjaan Balok

Selain itu, di laporan ini juga akan dibahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan gambaran umum proyek, manajemen proyek, struktur organisasi proyek, kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ).

BAB II GAMBARAN UMUM PROYEK


Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

2.1.

DATA UMUM PROYEK Proyek Pembangunan Rumah Tinggal ini merupakan milik dari Bapak Abd. Kadir

yang lokasinya terletak di Jalan S. Parman Kecamatan Tanjung Selor. Rencananya rumah ini akan dibangun 2 lantai. Selain sebagai rumah tinggal nantinya bangunan bagian belakang juga akan dijadikan sebagai sarang burung walet. CV. BENUANTA sebagai kontraktor telah siap melaksanakan pembangunannya, direncanakan dalam waktu 180 ( Seratus Delapan Puluh ) hari kalender proyek ini akan diselesaikan, sehingga pada tahun 2013 rumah ini sudah dapat diserah terimakan kunci, dimana seluruh tahapan pembangunan dan desain telah selesai, baik pekerjaan finishing interior maupun eksteriornya.

DATA PROYEK Pekerjaan Lokasi Luas tanah Luas Bangunan Pemilik Kontraktor Nilai Waktu Pelaksanaan : Pembangunan Rumah Tinggal : Jalan. S. Parman No. 09, Kec. Tanjung Selor : 490 M2 : 320 M2 : Bapak Abd. Kadir : CV. BENUANTA : Rp. 1.384.256.500,: 180 ( Seratus Delapan Puluh ) hari kalender

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

LOKASI KERJA PRAKTEK

Gambar. 1.1 Denah Lokasi proyek

2.2.

RENCANA KEGIATAN PRAKTEK KERJA

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Kerja praktek akan dilaksanakan selama 60 ( Enam Puluh ) hari kalender terhitung mulai tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 26 Desember 2012. Kegiatan kerja praktek akan dilakukan mengikuti jam kerja perusahaan. Pengumpulan data-data dari perusahaan akan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Rencana kegiatan yang akan dilakukan:

RENCANA KEGIATAN Orientasi Pengumpulan data, pemahaman cara kerja sistem dan peralatan Evaluasi dan Penarikan Kesimpulan Pembuatan Laporan

MINGGU I II III IV V VI VII VIII

BAB III MANAJEMEN PROYEK


Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

3.1

Struktur Organisasi Pelaksanaan

CV. BENUANTA
OWNER

DIREKTUR

PROJECT MANAGER

PELAKSANA

LOGISTIK

ADMINISTRAS I

MANDOR

PEKERJA

Uraian Tugas : a. Owner Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek Mengadakan kegiatan administrasi proyek Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor Mengesahkan direncanakan Meminta pertanggungjawaban kepada pelaksana proyek atas hasil pekerjaan kontruksi Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek apabila pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan isi surat perjanjian b. Direktur Melaksanakan semua ketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan. c. Site Engineer Menjabarkan Rencana Mutu Proyek (RMP) lebih detail . Melaksanakan proyek sesuai rencana kerja dan prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Membuat schedule pemakaian alat, material, upah, dan subkontraktor. Mengendalikan pemakaian alat, material, upah, dan K3 per 2 mingguan. Mengkoordinir pelaksanaan engineering proyek. Membuat laporan berkenaan dengan pelaksanaan proyek. Mengatasi masalah-masalah harian yang berhubungan dengan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah

lingkungan proyek.
Mengadakan rapat koordinasi intern dan ekstern lapangan secara berkala.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

d. Pelaksana Membuat rekaman terhadap seluruh aktivitas proyek. Bersama-sama direksi Mengkoordinir pelaksanaan engineering proyek Melakukan Pengukuran. Memeriksa kesiapan pelaksanaan untuk memulai pekerjaan. Melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan Melakukan tugas-tugas lain atas perintah pimpinan e. Logistik Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari beberapa supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih harga bahan termurah dan memenuhi standart kualitas yg telah ditetapkan. Melakukan pembelian bahan atau alat dengan melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bias mendapatkan harga barang termurah. Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yg ada di proyek sehingga dapat tertata rapid an terkontrol jumlah pemakaian dan pengeluarannya. Membuat dan menyusun laporan material. Berkoordinasi dengan pelaksana lapangan dan direksi mengenai jumlah dan schedule pendatangan bahan yang dibutuhkan. f. Administrasi Teknik Pembuatan laporan keuangan atau laporan khas proyek, laporan pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain. Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan dibayar oleh pemilik proyek. Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta retribusi. Mencatat aktiva proyek. Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta datadata proyek. g. Mandor Memberikan arahan terhadap kepala tukang dan pekerja Memonitoring kegiatan di lapangan Memonitoring pemakaian material bangunan h. Pekerja Menerima arahan dari atasan Mengerjakan pekerjaan sesuai sesuai arahan dan gambar pelaksanaan

3.2

Sistem Pembayaran

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Sistem pembayaran pekerjaan proyek Pembangunan Rumah Tinggal ini telah tercantum dalam kontrak Pasal 4 yaitu : Pasal 4 PEMBAYARAN 1. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tahapan kemajuan pekerjaan yang diatur sebagai berikut : a. Pembayaran Uang Muka Uang muka pembayaran ditetapkan sebesar 20 ( Dua Puluh ) Persen dari harga kontrak borongan seperti yang tercantum dalam pasal 3 Surat Perjanjian ini. Besarnya pembayaran tersebut adalah : 20% x Rp 1.384.256.500,Yang akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA setelah penandatanganan Surat Perjanjian ini. b. Pembayaran Lanjutan Uang pembayaran lanjutan ditetapkan sebesar 30 ( Tiga Puluh ) persen dari harga kontrak. Besarnya pembayaran tersebut adalah : 30% x Rp 1.384.256.500,Yang akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA apabila tahapan pekerjaan telah selesai sekitar 50% dari keseluruhan pekerjaan. c. Pembayaran Pelunasan Uang pembayaran pelunasan sebesar 50 ( Lima Puluh ) persen dari harga kontrak. Besarnya pembayaran tersebut adalah : 50% x Rp 1.384.256.500,Yang akan dibayarkan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA apabilaa pekerjaan telah selesai dilaksanakan dengan baik. 3.3 Jangka Waktu Pelaksanaan Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan proyek Pembangunan Rumah Tinggal ini telah tercantum dalam kontrak Pasal 2 yaitu : Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan pekerjaan tersebut harus mulai dilaksanakan selambat-lambatnya 10 ( Sepuluh ) hari setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini dan PIHAK KEDUA harus sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut secara keseluruhan serta menyerahkannya kepada PIHAK PERTAMA dalam keadaan baik selambatlambatnya pada hari Rabu Tanggal Dua Puluh bulan Maret Tahun Dua Ribu Tiga Belas. 2. Jangka waktu penyerahan sesuai pasal 2 ayat 1 tersebut dapat diperpanjang apabila ada permintaan secara tertulis dari PIHAK KEDUA dengan mengemukakan 20okum20n-alasan yang dapat diterima dan dipertimbangkan oleh PIHAK PERTAMA. 3. Untuk menindaklanjuti perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut PIHAK PERTAMA akan membuat Surat Perpanjangan Pelaksanaan Pekerjaan.

3.4

Penyelesaian Perselisihan Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Untuk menyelesaikan perselihan apabila terjadi dikemudian hari pada pekerjaan proyek Pembangunan Rumah Tinggal ini telah tercantum dalam kontrak Pasal 8 yaitu : Pasal 8 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Apabila terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak , maka akan ditempuh dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Melalui jalur musyawarah untuk kata mufakat. 2. Melalui Panitia Arbitrase apabila perselisihan tersebut tidak bisa diselesaikan melalui jalur musyawarah untuk mufakat. Panitia Arbitrase tersebut terdiri dari : a. Seorang wakil yang ditunjuk PIHAK PERTAMA. b. Seorang wakil yang ditunjuk PIHAK KEDUA,dan c. Seorang wakil yang ditunjuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. 3. Melalui jalur 21okum apabila perselisihan tersebut tidak bisa dilakukan melalui jalur musyawarah untuk mufakat dan juga melalui Panitia Arbitrase. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perselisihannya menurut 21okum yang berlaku.

3.5

K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja ) Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Kesehatan dan Keselamatan kerja ( K3 ) adalah suatu program yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit. Akibat kerja, dengan cara mengenali hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipasif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sistem Manajemen K3 (PERMENAKER NO. 05/MEN/1996)

SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN K3

Struktur Organisasi, Tanggung Jawab, pelaksanaan, Prosedur, Proses dan Sumberdaya

Pengembangan, Penerapan, Pencapaian, Pengkajian dan Pemeliharaan kebijakan K3

Pengendalian Resiko Kegiatan Kerja

Tempat Kerja Aman, Efisien dan Produktif

3.6

Spesifikasi Bahan dan Alat Bangunan Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

NO A. 1.

URAIAN BAHAN Semen Untuk pekerjaan cor, pasangan dan plesteran

KETERANGAN

Gresik

2.

Pasir Pasang, Urugan, dan Beton Pasir sungai digunakan untuk pekerjaan pasangan, cor, dan plesteran Pasir Sungai

3.

Batu Split ( batu pecah ) Batu pecah ukuran 2 x 3 cm untuk campuran cor Ex. Sekatak

4.

Besi Besi beton untuk tulangan dan kawat bendrat SNI

5.

Tanah Tanah urugan Tanah gunung

6.

Kayu Pemasangan bowplank Pemasangan begisting Meranti Begisting

7.

Bata Merah Digunakan untuk pasangan dinding Bata local

8.

Batu Gunung Batu gunung adalah ukuran 15 x 20 cm atau lebih besar Ex. Sekatak

9.

Paku Paku sebagai pengikat kayu ukuran 2 5 SNI

10.

Atap Rangka atap penutup atap Baja ringan ( Galvalume ) Sakura roof

11.

Keramik Keramik 20 x 20 cm untuk lantai KM/WC Keramik 20 x 25 cm untuk dinding KM/WC Keramik 40 x 40 cm untuk lantai rumah Roman Roman Roman

12.

Sanitair Wastafel Closed duduk Kran air Pipa air bersih, kotor, dan pipa pembuangan Toto Toto Toto Maspion

13.

Mekanikal & Elektrikal Kabel Lampu

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman


Focus Philips

BAB IV PELAKSANAAN PEKERJAAN


4.1 Umum Aspek teknologi sangat berperan dalam proyek konstruksi yang sedang dikerjakan ini. Umumnya aplikasi teknologi ini banyak juga diterapkan dalam metode-metode pelaksanaan pekerjaan kontruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan proyek kontruksi ini. Sehingga target 3T yaitu tepat mutu/kualitas, tepat biaya/kantitas dan tepat waktu dapat tercapai Dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi, adakalanya juga diperlukan suatu metode terobosan untuk menyelesaikan pekerjaan lapangan. Khususnya pada saat menghadapi kendala-kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan kontruksi yang sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian proyek kontruksi bersangkutan.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

MULA I
PEKERJAAN PERSIAPAN No
CEK CEK

Diagram Alir Pelaksanaan Pekerjaan

PEKERJAAN ATAP No
CEK CEK

Yes PEKERJAAN KUSEN No


CEK CEK

Yes PEKERJAAN GALIAN No


CEK CEK

Yes PEKERJAAN FINISHING No


CEK CEK

Yes

Yes PEKERJAAN TANAH No Yes


CEK CEK

Yes PEKERJAAN PEMANCANGAN No No Yes


CEK CEK

PEKERJAAN INSTALASI No No Yes


CEK CEK

No

CEK CEK

PEKERJAA N PONDASI

PEKERJAA N BETON

Yes
CEK CEK

PEKERJAAN PEMASANGA N

Yes
CEK CEK

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

SELESA I

4.2.

Material atau Bahan Bahan bangunan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi di dalam

mendirikan atau membuat suatu bangunan. Pemilihan bahan-bahan tersebut harus benarbenar mendapat perhatian demi kelancaran pelaksanaan pembangunan dan mendapatkan kualitas bangunan yang baik. Material yang diperlukan dalam Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman ini adalah sebagai berikut : 1. Mini Pile Tiang pancang jenis mini pile adalah pondasi yang dibuat untuk menahan beban yang berat pada suatu bangunan bertingkat. Pondasi tiang pancang jenis mini pile dibagi menjadi 2 macam menurut bentuk penampangnya, yaitu : 1. Triangle concrete pile dengan tulangan yang berbentuk segitiga sama sisi 2. Square concrete pile dengan tulangan yang berbentuk persegi Dimana square concrete pile merupakan perbaikan bentuk dari triangle concrete pile karena dianggap cukup rumit dalam pengerjaannya. Pondasi ini dibuat tanpa membuat lubang pengeboran, melainkan langsung dipancang dengan menggunakan hammer. Pemancangan dilakukan sampai mencapai lapisan tanah yang dianggap cukup keras. Dalam proyek pembangunan rumah tinggal jalan S. Parman ini menggunakan square concrete pile untuk pancang pondasi foot plat, karena tanah di lokasi adalah tanah gambut/rawa dan bangunan yang akan dibangun merupakan bangunan bertingkat. Ukuran pancang yang digunakan yaitu 20 cm x 20 cm panjang 4 M dengan kedalaman 12 M.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.2. Square Concrete Pile Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

2. Batu Gunung Batu gunung yang digunakan mempunyai ukuran 15 20 cm yang diambil dari daerah gunung seriang, karena batu gunung dari daerah itu mempunyai kualitas yang cukup bagus. Dalam proyek ini batu gunung digunakan sebagai anstampeng dan pondasi menerus bangunan. 3. Adukan Beton Siap Pakai ( Ready Mixed Concrete ) Adukan beton ready mixed adalah adukan beton siap pakai yang dibuat dan diolah sesuai dengan mutu pesanan, sehingga pemesan dapat langsung digunakan untuk keperluan pengecoran. Pada proyek ini, beton ready mixed digunakan untuk membuat pondasi foot plat, kolom, sloof, balok, Plat lantai dan pekerjaan pengecoran beton struktur lainnya dengan mutu beton K-225.

Gambar 1.3 Ready Mix Concrete

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

4. Tulangan Baja Tulangan baja digunakan untuk pembuatan tulangan foot plat, kolom, sloof, balok, plat lantai, dll. Tulangan baja harus bebas dari kawat, sisik dan lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. Tulangan baja yang digunakan adalah besi ulir dengan ukuran 16, 12, 8 5. Kawat Pengikat Tulangan Kawat pengikat tulangan terbuat dari baja dengan diameter minimal 1 mm. Kawat ini digunakan untuk mengikat tulangan baja agar tulangan-tulangan tersebut memiliki jarak yang tetap sesuai dengan rencana. 6. Papan Kayu / Multiplek Bahan ini digunakan untuk acuan/cetakan beton atau begisting pada pekerjaan pengecoran. 7. Kayu Kayu digunakan untuk membantu pembangunan kontruksi baik sebagai penyangga cetakan/begisting ataupun sebagai pijakan. Kayu yang dipakai harus pada kondisi yang baik, tidak cacat dan tidak lapuk. Pada proyek ini kayu digunakan sebagai perancah dan penguat begisting. Karena haya sebagai alat bantu dalam pelaksanaan pekerjaan tertentu dan sifatnya sementara, maka dipilih kayu dengan kelas keawetannya tidak terlalu tinggi tetapi cukup kuat untuk menahan beban yang akan diterima.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

4.3.

Peralatan Kerja Selain bahan bangunan, untuk pelaksanaan proyek ini juga diperlukan adanya

peralatan kerja sebagai sarana untuk membantu dan memudahkan pelaksanaan pekerjaan. Sebagaimana halnya pengadaan barang, maka dalam pengadaan dan pemilihan peralatan kerja harus dilakukan kiat kusus agar pemilihan jenis pealatan kerja tersebut dapat menghasilkan efektifitas dan produktifitas alat yang opimal, antara lain : a. Merinci mengenai peralatan yang dibutuhkan. b. Memperhitungkan banyaknya alat yang akan dipakai sesuai dengan volume pekerjaan yang dilaksanakan c. Memperhitungkan kapasitas alat. d. Memperhitungkan biaya alat ( sewa/beli, pemeliharaan, dll ) e. Memperhitungkan daya tahan alat alat. Peralatan peralatan yang digunakan pada Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman adalah : 1. Truck Mixer Truck mixer adalah kendaraan pengangkut adukan beton ready mix dari tempat pembuatannya di daerah Sabanar.

Gambar 1.4 Truk Mixer Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

2. Concrete Pump Concrete pump adalah kendaraan yang berfungsi untuk membantu mengalirkan adukan beton ready mix dari truck ke lokasi pengecoran yang lebih tinggi mapun yang jauh lebih rendah dari kedudukan truck mixer.

Gambar 1.5 Concrete Pump 3. Concrete Vibrator Concrete vibrator adalah alat yang berfungsi untuk memadatkan adukan beton, meningkatkan homogenitas adukan pada saat pengecoran, mengeluarkan gelembung-gelembung udara sehingga tida terjadi rongga udara setelah pengerasan beton dan berfungsi untuk meratakan beton ke segala arah, serta dapat menjangkau celah-celah terjauh di dalam begisting.

Gambar 1.6 Concrete Vibrator Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

4. Bar Bender Bar Bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokkan tulangan sesuai dengan ukuran yang dihendaki.

Gambar 1.7 Bar Bender 5. Stamper Stamper adalah alat yang digunakan untuk memadatkan timbunan yang ada dalam bangunan

Gambar 1.8 Stamper

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

6. Bar Cutter Bar Cuter adalah alat yang digunakan untuk memotong baja tulangan sesuai panjang yang ditentukan.

Gambar 1.9 Bar Cutter

7. Waterpass Waterpass adalah alat yang digunakan untuk menentukan elevasi bangunan.

Gambar 1.10 Waterpass

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

8. Dump Truck Dump tuck digunakan untuk mengangkut semua material dan membuang materialmaterial yang tidak diperlukan.

Gambar 1.11 Dump Truck 9. Water Pump Water Pump adalah alat yang digunakan untuk menyedot/membuang air yang ada dalam galian pondasi sebelum dilakukan pemasangan pondasi.

Gambar 1.12 Dump Truck

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

4.4.

Metode Pelaksanaan A. Pekerjaan persiapan 1. Pembersihan Lokasi dan Pengukuran Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah, rumput, dan berbagai hal lain yabg dapat menggagnggu pelaksanaan pekerjaan. Pembersihan dilakukan dengan tenaga manusia. Sampah-sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan di suatu tempat yang telah disetujui oleh pemilik proyek. Setelah pembersihan lokasi selesai dilakukan barulah dilakukan pengukuran lokasi. Hal ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan dan elevasi. Titik yang akan menjadi acuan ditandai dengan menggunakan patok yang terbuat dari kayu bulat maupun balok dengan panjang 1m yang ditancapkan kedalam tanah. 2. Bowplank a. Pemasangan bowplank dilakukan setelah pengukuran selesai dilakukan. b. Pemasangan bowplank dilaksanakan bersama-sama oleh Pemilik proyek, Pemborong dan Pelaksana. c. Bowplank terbuat dari papan yang bagian atas dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. d. Untuk menentukan ketinggian papan bowplank, bagian atanya harus di waterpass ( horizontal dan siku ), sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. e. Setiap titik pengukuran ditandai dengan paku dan ditulis ukuran pada papan bowplank agar mudah di cek kembali.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

f. Pemasangan bowplank dilaksanakan pada jarak 1.5 m dari As sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok-patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah. 3. Gudang a. Gudang material terbuat dari kayu dan dibuat panggung, agar semen aman dari basah. b. Luas lantai gudang 24 m2 c. Gudang disediakan oleh pemilik proyek d. Lokasi gudang terletak dekat dengan proyek tapi tidak mengganggu kegiatan proyek. 4. Direksi Keet a. Dalam pelaksanaan proyek ini direksi keet yang dibuat berukuran 5 x 6 m b. Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek berlangsung. 5. Listrik dan Air Kerja Penyediaan listrik dan air kerja untuk kebutuhan pelaksanaan menjadi tangung jawab kontraktor 6. Photo Dokumentasi a. Membuat foto-foto dokumentasi untuk tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan di lapngan. b. Pengambilan titik pandang dari setiap pemotretan harus tetap c. Photo pekerjaan dibuat dan disesuaikan dengan tahapan pembayaran.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Bagan Alir Pekerjaan Persiapan

MULAI
PENGADAAN

Yes
BAHAN BAHAN DAN DAN ALAT ALAT

No

CEK

Yes
IJIN

Yes

CE K

PEKERJAAN

CE K

No

Yes
IJIN

PEKERJAAN

Yes
CE K

SELESAI

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

B. Pekerjaan Tanah 1. Galian Tanah Pondasi Setelah pekerjaan pemancangan selesai dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi diperlukan untuk perletakan pondasi foorplat dan pondasi menerus. Penggalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi dan telah mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek. Bidang horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungsi untuk memungkinkan pemasangannya, penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana. Tanah hasil galian dibuang kedalam badan bangunan sebagai tambahan timbunan. 2. Urugan Pasir Bawah Pondasi Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian dipadatkan dengan menggunakan stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan pasir dipadatkan sesuai dengan gambar rencana yaitu sekitar 10 cm. 3. Urugan Pasir Dalam Bangunan Urugan pasir dilakukan setelah pondasi dan sloof telah selesai dan telah mengeras. Pasir dipadatkan lapis demi lapis dengan menggunakan stamper sampai batas ketebalan yang sudah direncanakan. 4. Pemancangan Beton Tiang pancang yang digunakan yaitu tiang pancang beton dengan ukuran 20 cm x 20 cm panjang 4 m dengan kedalaman 12 m. Tiang pancang ini merupakan barang pabrikan yang didatangkan dari Surabaya.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Pelaksanaan pemancangan yaitu sebagai berikut : Melakukan pengukuran kembali dengan theodolite untuk mendapatkan titik-titik yang akan dipancang dan disesuaikan dengan gambar rencana. Setelah didapatkan titik-titik yang akan dipancang, selanjutnya diatur posisi atau kedudukan dari hammer. Setelah itu dilakukan penyetelan tiang pancang agar tepat pada posisinya ( centre line ). Jika tiang pancang telah pas ( centre ) maka selanjutnya tiang pancang dipukul dengan menggunakan hammer. Jika tiang pancang tersebut telah hamper tertancap seluruhnya namun setelah dilakukan test calendring ( PDA Test ) masih belum mencapai tanah keras, maka tiang pancang disambung dengan menggunakan las. Kegiatan pemancangan dihentikan jika hasil tes calendring ( PDA Test ) telah menunjukkan nilai yang diingikan atau telah mencapai tanah keras, yaitu jika dipukul menggunakan hammer ( alat pemukul ) akan membalik. Sisa tiang pancang yang muncul di permukaan tanah dipotong dan dibobok dengan dengan menggunakan alat potong, kemudian besi dari tiang pancang yang muncul disambungkan ke foot plat.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.13 Pemancangan Beton

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Bagan Alir Pekerjaan Tanah

MULAI
PENGADAAN

No

BAHAN BAHAN DAN DAN ALAT ALAT

No
CEK PEKERJAAN
PANCANG PANCANG

Yes

CEK

Yes Yes PEKERJAAN

GALIAN GALIAN

Yes
CEK

PEKERJAAN

Yes No
PASANGA PASANGA N N

CEK

SELESAI

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

C. Pekerjaan Pondasi 1. Pondasi Plat Setempat Syatar-Syarat bahan Pondasi plat setempat terbuat dengan mutu beton K 225 Bahan semen, pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. Syarat-syarat pelaksanaan Merakit tulangan dan begisting footplat sesuai denga gambar kerja. Perakitan dan pembuatan mal ini dapat dilakukan bersamaan dengan penggalian tanah pondasi. Setelah itu begisting diletakkan diatas lantai kerja dan besi tulangan dimasukkan ke dalam begisting dengan memasukkan beton tahu sebelumnya yang berukuran 2 x 3 x 3 cm dengan mutu beton yang sama. Beton tahu ini berfungsi agar kedudukan tulangan pas berada di tengah dan memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup. Campuran beton dituang dengan memperhatikan tinggi curahan yaitu 80 cm, ini dimaksudkan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh material.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.14 Pondasi Plat Setempat Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

2. Pondasi Batu Gunung Syarat-syarat bahan Berupa batu gunung yang mempunyai kualitas baik, tidak porus, dan tidak mudah pecah Bahan semen, pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. Syarat-syarat pelaksanaan Dasar galian bebas dari lumpur Apabila muka air tanah cukup tinggi, sehingga dasar galian selalu terendam oleh air, maka air tersebut harus dipompa keluar terlebih dahulu. Anstampeng segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. Hal ini dilakuka untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakaninjakan para pekerja. Anstampeng dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat Agar pasangan anstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah, maka celah-celah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan anstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu Ukuran pondasi batu gunung harus sesuai dengan gambar, baik itu ukuran lebar dengan dasar, tinggi pondasi yang man dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

Pemasangan pondasi batu gunung menggunakan campuran 1Pc : 4Ps. Dalam pemasangannya antara batu gunung tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain, sehingga ikatan antara batu menjadi baik.

Pemasangan harus baik, lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakanpenampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi.

Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hamper rata dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan.

Bagian puncak horizontal dan seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15 mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.15 Pondasi Batu Gunung

Bagan Alir Pekerjaan Pondasi

MULAI
PENGADAAN

No

BAHAN BAHAN DAN DAN ALAT ALAT

No
CEK PEKERJAAN
PONDAS PONDAS I I

Yes

CEK

Yes

SELESAI

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

D. Pekerjaan Beton 1. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan struktur beton bertulang Sloof, Kolom, Balok, Plat Lantai dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana. 2. Standart-standart yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton, yakni perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang Indonesia, yang selanjutnya disingkat dengan PBI. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan PBI, maka dipakai standart SKSNIT15.ACI, ASTM dan AASHTO. 3. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana adalah K 225. Digunakan untuk Struktur Foot plat, Sloof, Kolom, Balok, Ring Balok dan Plat lantai. 4. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30C pada waktu pengecoran. 5. Persyaratan Bahan Beton ready berasal dari sabanar dan telah disetujui pemakaiannya oleh pemilik Apabila syarat dalam spesifikasi tidak dipenuhi oleh pemasok, pemilik dapat menghentikan persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok. Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

Beton harus diangkut dengan truk mixer yang harus terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik.

Kontraktor harus menyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas 12 m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. Kontraktor juga harus menyediakan material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut.

Pemilik proyek harus melihat dan memeriksa alat pembuat ready mix. Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah dipenuhi oleh pemasok yang bersangkutan. Proporsi campuran bahanbahan dari setiap mixer harus terus didata.

Tidak diperkenankan penambahan air maupun materual lainnya pada waktu pengecoran.

Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui pemilik.

6. Pengecoran Beton Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan/begisting, ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan, pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam, penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh pemilik.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Segera sebelum pengecoran beton, semua permukaan cetakan/begisting harus bersih dari air yang tergenang, reruntuh atau bahan lepas lainnya. Permukaan begisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempattempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton.

Kontraktor

harus

memperhatikan

letak/jarak/sudut

untuk

setiap

penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut, terhadap system struktur/penulangan yang ada. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran, dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase, terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton. Penempatan sparing-sparing sesuai denah gambar kerja dan bila tidak disebutkan, maka kontraktor harus mengusulkan dalam aktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. Sparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/berubah kedudukannya selama pengecoran. Sparing pipa harus dilindungi agar tidak terisi adukan beton. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terakhir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi dan segresasi. Segresasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi, atau sudut yang terlalu besar, atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan, tidak dapat diterima. Kalau diperkirakan segresi mungkin terjadi, kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton. Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i

Pengecoran dilakukan dengan menggunakan ready mix dan concrete pump untuk memompa cor beton sampai ke atas.

Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton, kepala vibrator arus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya.

Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktuwaktu membetulkan posisi dari baja tulangan.

Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya.

Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras, kecuali dilakukan dalam tepat yang terlindung.

Apabila setelah cetakan/begisting dibongkar ternyata terdapat bagianbagia beton yang keropos atau cacat maka kontraktor harus memperbaikinya.

Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan, maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor.

Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin dari pemilik proyek dan dimana menurut anggapan pemilik tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

adukan tidak boleh melebihi 0.45. beton tidak bleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air. cor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui pemilik. Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran, dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap dbawah permukaan adukan beton yang baru.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.16 Pengecoran

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

7. Pembesian a. Sloof Sloof adalah struktur dari bangunan yan terletak diatas pondasi, berfungsi untuk meratakan beban yang akan diterima oleh pondai, juga berfungsi sebagai pengunci dinding agar apabila terjadi pergerakan pada tanah, dinding tidak roboh. Sehingga sloof sangat berperan sekali terhadap kekuatan bangunan, mutu beton yang digunakan adalah K 225. Dimensi sloof yang digunakan pada bangunan rumah tinggal ini adalah lebar 150 mm, tinggi 300 mm. Besi beton tulangan utama menggunakan besi ulir 5 buah dengan diameter 13 mm ( 5 D 13 ), sedangkan untuk begel menggunakan diameter 8 mm berjarak 150 mm ( D 8 150 ). b. Kolom Kolom Utama merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya ( collapse ) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total ( total collapse ) seluruh struktur. Dalam bangunan rumah tinggal ini ada dua dimensi kolom utama yaitu : Kolom ukuran 150 mm x 300 mm Besi beton menggunakan besi ulir 6 buah dengan diameter 13 mm ( 6 D 13 ), sedangkan untuk begel menggunakan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm ( D 8 150 )

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Kolom ukuran 150 mm x 450 mm. Besi beton menggunakan besi ulir 6 buah dengan diameter 13 mm ( 6 D 13 ), sedangkan untuk begel menggunakan diameter 8 mm dengan jarak 150 mm ( D 8 150 )

Kolom Praktis Kolom Praktis adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3.5 M atau pada pertemuan pasangan bata ( sudut-sudut ). Dimensi kolom praktis adalah 150 mm x 150 mm dengan tulangan utama menggunakan besi ulir 4 buah dengan diameter 8 mm ( 4 D 8 ), sedangkan untuk begel menggunakan besi beton diameter 6 dengan jarak 150 mm ( D 6 150 mm ).

c. Balok ( Beam ) Balok ( beam ) merupakan elemen struktur yang berfungsi mentransmisikan beban dari plat menuju kolom. Pada umumnya, balok dicor secara monolit dengan kolom dan plat lantai. Lalu balok juga memiliki karakteristik penulangan pada satu sisi saja, hususnya untuk tahanan terhadap lentur. Dalam pelaksanaannya ada tiga tahapan yang harus diperhatikan yaitu stability, strength, dan serviceability. Dimensi balok yang digunakan pada bangunan rumah tinggal ini adalah - 150 mm x 200 mm, dengan besi tulangan menggunakan besi ulir 4 buah dengan diameter 8 mm ( 4 D 8 mm ), besi begel diameter 6 mm dengan jarak 150 mm ( D 6 150 mm )

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

- 150 mm x 350 mm, dengan besi tulangan menggunakan besi ulir 6 buah dengan diameter 13 mm ( 6 D 13 mm ), besi begel diameter 8 mm dengan jarak 150 mm ( D 8 150 mm ) - 150 mm x 450 mm, dengan besi tulangan menggunakan besi ulir 7 buah dengan diameter 13 mm ( 7 D 13 mm ), besi begel diameter 8 mm dengan jarak 150 mm ( D 8 150 mm ) d. Plat lantai Plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat. Plat lantai ini didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan. Ketebalan plat lantai ditentukan oleh : Besar lendutan yang diijinkan Lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung Bahan kontruksi plat lantai

Pada plat lantai dipasang tulangan baja pada kedua arah. Tulangan silang untuk menahan momen tarik dan lenturan. Untuk mendapatkan hubungan jepit-jepit tulangan plat lantai harus dikaitkan kuat pada tulangan balok penumpu. Tebal plat lantai yang digunakan adalah 12 cm, dengan tulangan besi polos diameter 10mm dengan jarak 200 mm ( D 10 200 mm ).

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

8. Pemasangan Begisting a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. kerja, bahan, peralatan, pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton sesuai dengan gambar-gambar konstruksi, dengan memperhatikan ketentuan tambahan dari arsitek dalam uraian dan syarat-syarat pelaksanaannya. b. Persyaratan Bahan Bahan acuan yang dipergunakan adalah plywood tebal 12 mm dengan kayu 4/6 cm sebagai peguatnya. Pemakaian bambu tidak diperbolehkan. Lain-lain jenis bahan yang akan dipergunakan harus. mendapat persetujuan dari pemilik proyek. Acuan yang terbuat dari kayu harus menggunakan kayu jenis meranti atau setara. c. Syarat-Syarat Pelaksanaan Semua ukuran-ukuran penampang struktur beton yang tercantum dalam gambar struktur adalah ukuran bersih penampang beton, tidak termasuk plesteran/finishing. Sebelum memulai pekerjaan, pemborong harus memberikan gambar dan perhitungan acuan serta sample bahan yang akan dipakai, untuk disetujui oleh pemilik. Pada dasarnya tiap-tiap bagian bekisting, harus mendapat persetujuan dari pemilik sebelum bekisting dibuat pada bagian itu. Acuan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak ada perubahan bentuk dan cukup kuat untuk menampung beban-beban sementara maupun tetap, sesuai dengan jalannya pengecoran beton.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Penyusunan

harus

sedemikian

rupa

hingga

pada

waktu

pembongkarannya tidak menimbulkan kerusakan pada bagian beton yang bersangkutan. Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran yang melekat seperti potongan-potongan kayu, kawat, paku, bekas hasil gergaji, tanah dan sebagainya. Begisting haus dapat emnghasilkan bagian kontruksi yang ukuran, kerataan/kelurusan, elevasi dan posisinya sesuai dengan gambar rencana. Begisting harus bersih dan dibasahi terlebih dahulu sebelum pengecoran tapi harus dihindari terkumpulnya air pembasahan tersebut pada sisi bawah. Begisting harus dibuat dan dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air semen selama pengecoran, tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan tidak bergoyang.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Gambar 1.17 Pemasangan Begisting 9. Pembongkaran Begisting Cetakan-cetakan bagian kontruksi dibawah ini boleh dilepas dalam waktu sebagai berikut : Sisi-sisi balok dan kolom yang tidak dibebani minimal 7 hari Sisi-sisi balok dan kolom yang dibebani minimal 21 hari Permukaan beton harus terlihat baik pada saat begisting dibuka, tidak bergelombang, berlubang atau retak-retak dan tidak menunjukkan gejala keropos/tidak sempurna. Begisting harus dibuka dengan hati-hati dan cermat, tidak dengan cara yang dapat menimbulkan kerusakan pada beton dan material-material lain sekitarnya Pemindahan begisting harus hati-hati sehinga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan pada saat pemindahan begisting.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

MULAI
PENGADAAN BAHAN DAN ALAT

BAHAN BAHAN DAN DAN ALAT ALAT

No Bagan Alir Pekerjaan Beton

CE K

Yes
ADUKA N BETON

MENENTUKAN ELEVASI

No
CE CE K K

Yes

PENGECORAN

No

PERANCA H
CE K

No
BEGISTI NG

No Yes
PEMBESIA N

No Yes Yes
ROJOKA N

Yes

CE CE K K

CE CE K K

IJIN SUPERVI SI

CE CE K K

SELES AI

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

BAB V PENUTUP
5.1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan selama melaksanakan Kerja Praktek pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman dan literatur yang mendukung proses pembuatan laporan kerja praktek ini secara umum, kelompok kami menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman ini selama pelaksanaan tidak terjadi perubahan terhadap gambar kerja maupun kualitas pekerjaan, semuanya sesuai dengan hasil perencanaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek cukup lancar karena manajemen pelaksanaan proyek sudah tertata cukup baik. 3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) mendapatkan perhatian khusus pada pelaksanaan pekerjaan, dengan menerapkan peraturan peraturan yang harus dipatuhi semua pekerja. 4. Pengunaan Ready Mix pada proyek Pembangunan Rumah Tinggal ini sangat membantu dalam mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan kekuatan beton tidak diragukan lagi. 5.2. SARAN Beberapa saran yang kelompok kami dapat sampaikan terhadap Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman serta untuk sema rekan mahasiswa yang akan melaksanakan kerja praktek adalah sebagai berikut : 1. Sebelum Suatu proyek dilaksanakan sebaiknya pihak Owner harus membuat planning dan Rencana yang matang untuk dalam hal gambar rencana dan

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

pemilihan kontraktor pelaksana, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. 2. Adanya hubungan kerjasama yang baik antara satu pihak dengan pihak yang lain yang saling berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan, agar pelaksanaan pekerjaan proyek dapat berjalan dengan baik. 3. Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek, sebaiknya perbanyak konsultasi dengan orang orang yang terlibat didalam proyek, agar mendapat ilmu dan data yang maksimal dalam penyusunan laporan.

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

DAFTAR PUSTAKA

Utomo, J. dkk., 2002, Modul Ajar Manajemen Konstruksi 1, Jurusan Teknik Sipil UNDIP Semarang Depkimpraswil, 2004, Pedoman Kontruksi dan Bangunan Pelaksanaan Bangunan Gedung Ervianto I., Wulfram, Manajemen Proyek Kontruksi, Andi, Yogyakarta, 2002. www.blok-q.blogspot.com/2011/06/contoh-laporan-kerja-praktek-teknik.html eprints.undip.ac.id/22326/1/full_paper.pdf

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

LAMPIRAN - LAMPIRAN

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ....................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1.3 Tujuan .......................................................................................... BAB II PEMBAHASAN MAKALAH 2.1 Jenis-Jenis Organisasi Dalam Proyek Kontruksi ........................ 2.1.1 Organisasi Proyek Fungsional ........................................... 2.1.2 Organisasi Proyek Tim Khusus ......................................... 2.1.3 Organisasi Proyek Matriks ................................................ 2.1.4 Organisasi Proyek Virtual .................................................. 2.2 Bentuk Organisasi Dalam Proyek Kontruksi ............................. 2.2.1 Bentuk Organisasi Menurut Soekanto (1983) .................. a. Struktur Organisasi Fungsional ..................................... b. Struktur Organisasi Proyek ............................................ c. Struktur Organisasi Matriks ........................................... Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman i 3 3 4 4 5 6 6 6 7 7 1 2 2 i ii

d. Struktur Organisasi Usaha (Ventura) ............................ e. Struktur Organisasi Tim Kerja (Task Force ) ................ 2.2.2 Bentuk Organisasi Menurut Barrie dan Paulson (1984) ... a. Struktur Organisasi Pendekatan Tradisional ................. b. Struktur Organisasi Pemilik-Pembangun ( The Owner Building ) .............................................. c. Struktur Organisasi Perancang-Pembangun Atau Perancang-Pengelola ( Putar Kunci ) ............................ d. Struktur Organisasi Manajemen Kontruksi Profesional BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ................................................................................. 3.2 Saran ........................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

8 9 9 9 10 11 12 14 14

DAFTAR ISI
Halaman Judul............................................................................................................. Halaman Pengesahan................................................................................................... Kata Pengantar............................................................................................................ Daftar Isi..................................................................................................................... Daftar Gambar............................................................................................................ Lembar Assistensi........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang............................................................................................. 1.2. Maksud dan Tujuan...................................................................................... 1.3. Ruang Lingkup............................................................................................. 1.4. Metode Pengumpulan Data........................................................................... BAB II PROSEDUR PELELANGAN 2.1. Penjelasan Umum......................................................................................... 2.1.1. Pelelangan Umum......................................................................................... 2.1.2. Pelelangan Terbatas...................................................................................... 2.1.3. Pemilihan Langsung....................................................................................... 2.1.4. Penunjukan Langsung................................................................................... 2.2. Sistem Kontrak............................................................................................ 2.2.1. Jenis Kontrak Berdasarkan Penggantian Biaya.............................................. 2.2.2. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.........................................

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

2.2.3. Cara Pembayaran Hasil Pekerjaan................................................................ BAB III MANAJEMEN KONSTRUKSI 3.1. Kontrak Konstruksi...................................................................................... 3.2. Sistem Pelaksanaan Proyek.......................................................................... 3.3. Unsur-unsur Dalam manajemen Konstruksi................................................... 3.4. Hubungan Kerja Antara Pemilik, Perencana dan Kontraktor.......................... 3.3.1. Pemberi Tugas (Owner)................................................................................ 3.3.2. Konsultan Perencana.................................................................................... 3.3.3. Konsultan Pengawas..................................................................................... 3.3.4. Kontraktor Pelaksana................................................................................... 3.5. Struktur Organisasi Proyek........................................................................... 3.5.1. Struktur Organisasi Pengguna Jasa................................................................ 3.5.2. Uraian Tugas Pengguna Jasa......................................................................... 3.5.3. Struktur Organisasi Kontraktor..................................................................... 3.5.4. Uraian Tugas Kontraktor Pelaksana.............................................................. 3.5.5. Struktur Organisasi Konsultan Pengawas....................................................... 3.5.6. Uraian Tugas Konsultan Perencana............................................................... 3.6. Perencanaan Proyek..................................................................................... 3.6.1. Perencanaan Teknis...................................................................................... 3.6.2. Perencanaan Non Teknis.............................................................................. BAB IV DESKRIPSI PROYEK 4.1. Unsur-unsur Proyek...................................................................................... 4.1.1. Pemberi Tugas (Owner)................................................................................ 4.1.2. Konsultan perencana.................................................................................... 4.1.3. Pelaksana/Kontraktor................................................................................... 4.1.4. Konsultan Pengawas..................................................................................... 4.1.5. Instansi Terkait............................................................................................. 4.2. Penjelasan Tentang Proyek........................................................................... 4.2.1. Syarat-syarat Administrasi Proyek................................................................ 4.2.2. Peraturan Teknis Pembangunan..................................................................... 4.2.3. Penjelasan Gambar dan RKS........................................................................ 4.2.4. Persiapan di Lapangan.................................................................................. 4.2.5. Jadwal Pelaksanaan...................................................................................... 4.2.6. Susunan Personil di Lapangan....................................................................... 4.2.7. Keamanan Proyek/Lokasi Pekerjaan............................................................ 4.2.8. Laporan Pelaksanaan Harian/Mingguan/Bulanan............................................ 4.2.9. Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.................................................. 4.3. Data Umum Proyek...................................................................................... 4.4. Lingkup Pekerjaan........................................................................................ 4.5. Data Teknis Embung Samigaluh.................................................................... BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN DI LAPANGAN

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman

5.1. Pekerjaan Pesiapan...................................................................................... 5.1.1. Penyediaan Sarana dan Prasarana................................................................. 5.1.2. Papan Nama Kegiatan dan Direksi Keet....................................................... 5.1.3. Pengeringan/Dewatering................................................................................ 5.1.4. Mobilisasi dan Demobilisasi.......................................................................... 5.2. Pekerjaan Pelimpah, Olak, Penguras dan Kolam Olak................................... 5.3. Pekerjaan Lantai Muka................................................................................. 5.4. Pekerjaan Tubuh Dam (Bendungan) Kanan+Kiri........................................... 5.5. Pekerjaan Sayap Hulu Kanan+Kiri............................................................... 5.6. Pekerjaan Bangunan Tangga......................................................................... 5.7. Pekerjaan Talud Pelindung Tebing Kolam Embung........................................ 5.8. Pekerjaan Bangunan Pengambilan Air Baku.................................................. 5.9. Pekerjaan Saluran Pengambil Air Baku......................................................... 5.10. Kegiatan Kerja Praktek Pembangunan Embung Samigaluh............................ BAB VI PERMASALAHAN DAN EVALUASI PERMASALAHAN 6.1. Permasalahan/Kendala Pelaksanaan Pekerjaan.............................................. 6.2. Pemecahan Masalah....................................................................................... BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN BAB VIII PENUTUP Daftar Pustaka

Laporan Kerja Praktek Pembangunan Rumah Tinggal di Jalan S. Parman