Anda di halaman 1dari 6

KAPITA SELEKTA DAN PARIWISATA

Disusun Oleh : Nama NIM/Jurusan : Mia Miranti : 2011340008 / FTIP

UNIVERSITAS SAHID JAKARTA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN 2013

Jl. Prof. Dr. Soepomo SH No.84 Tebet, Jakarta Selatan 12870 Telp. (62-21) 831 2813-15 (Hunting), Fax. (62-21) 835 4763

Tugas I 1. Menjelaskan secara lengkap tentang pribadi berdasarkan Typical Psychographics yang meliputi diri sendiri. 2. Menentukan Tourism Characteristic yang dimiliki oleh pribadi serta menjelaskannya dengan jelas 3. Menentukan salah satu tempat wisata yang sesuai dengan karakteristik pribadi serta menjelaskan alasannya

What kind of traveler you are? What is the best for your business???
Personality

I.

Typical Psychographics meliputi tiga hal yaitu

Way of Life Social Clan

Maka, ditugas kali ini maka akan dibahas mengenai pribadi (diri sendiri) mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan Typical Psychographics yang meliputi Personality dan Way of Life. a. Personality (Kepribadian) Saya memiliki kepribadian yang menyukai ketenangan, bersahabat, fokus/ berorientasi pada suatu hal, dan menyukai sesuatu yang memang sudah memiliki alur. Namun, seketika saya kadang menjadi tipe orang yang melankolik, dimana perasaan saya menjadi penguasa jalan pikiran saya. Lebih mudah terharu, dan kadang lebih mudah murung. Berada di dalam suatu tempat yang menenangkan akan memberikan suatu energy baru dimana saya dapat melepas hampir separuh beban pikiran dan penat. Fokus/ berorientasi pada suatu hal, berarti saya dapat fokus dan disiplin terhadap suatu hal yang memang sudah menjadi tanggung jawab saya dan menjadikannya nomor satu yang harus dilakukan. Bagi saya, segala sesuatunya harus sesuai alur, tidak direkayasa dan tidak ada penafsiran lain, hal ini membuat saya pantang menjalankan segala sesuatunya yang berada di luar alur/ di luar jalannya. Saya memiliki banyak teman, saya mampu menyesuaikan diri dengan sekeliling saya dan memiliki semangat tinggi untuk bersosialisasi juga bersahabat. Kelemahan dalam diri saya adalah saya mudah dipengaruhi oleh perasaan. Saya mudah terharu bahkan saya kadang melakukan sesuatu berdasarkan perasaan dan menggunakan sedikit akal pikiran. Hal ini membuat saya sering

berlarut-larut dalam masalah dan memerlukan beberapa menenangkan pikiran seperti berlibur dan ketenangan.

hal

untuk

b. Way of Life (Cara/ Gaya Hidup) Menurut saya, gaya hidup meliputi bagaimana cara untuk mengalokasikan waktu serta bagaimana menggunakan uang yang dimiliki. Selain itu, gaya hidup juga meliputi tentang bagaimana keseharian untuk menjalani hidup seperti minat dan kegiatan. Saya memiliki gaya hidup normal seperti pekerja dan mahasiswi lainnya. Saya mengalokasikan waktu saya untuk bekerja dan menjalani pendidikan saya sebagai seorang mahasiswi. Saya senang bersahabat, namun tidak begitu menyukai berkumpul bersama relasi/temanteman setiap harinya. Saya menyukai kesendirian dan lebih memilih menggunakan waktu saya bersama keluarga. Saya tipe seseorang yang kurang bisa mengatur pengeluaran. Bukan boros untuk diri sendiri saja, saya juga lebih sering menggunakan uang untuk pergi bersama keluarga dan berwisata bersama mereka.

II.

Tipologi wisatawan (Tourism Characteristic) yang saya miliki adalah Mid-centris. Dimana menurut Plog (1972) dan Pitana (2005), mereka mendefinisikan beberapa tipologi wisatawan yaitu : 1. Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat lokal. 2. Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi daerah tujuan wisata sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya. 3. Mid-Centris, yaitu terletak diantara tipologi Allocentris dan Psycocentris Alasan mengapa saya lebih cenderung memiliki tipologi wisatawan Mid-centris adalah karena saya menyukai tempat baru dimana saya dapat menemukan halhal baru disana baik secara tempat, suasana, lingkungan, juga masyarakatnya. Kecenderungan saya menyukai tempat baru juga karena disana banyak hal-hal yang umumnya belum banyak orang yang mengetahui tentang tempat itu beserta keadaan sekitarnya. Pada umumnya, mereka yang pergi ke tempat baru dapat disebut Berpetualang atau lebih ke tipologi Alocentris. Namun pada tipe Allocentris, mereka tidak mau sesuatu yang sudah sesuai standar. Biasanya mereka hanya datang kesana, melakukan perjalanan dan memanfaatkan fasilitas seadanya yang disediakan oleh masyarakat. Sedangkan saya, saya suka pergi ke tempat baru namun dengan keadaan yang sudah pada alurnya. Dimana biasanya tidak mengandalkan fasilitas mewah, tidak juga standar namun lebih layak untuk dilakukan. Biasanya dengan menggunakan travel untuk melakukan kegiatan selama berada disana.

Tetap dengan berpetualang ke tempat baru, namun rutinitas selama berada di tempat tersebut sudah diatur menurut alurnya. Fasilitas standar namun tidak mewah akan menjadi pilihan saya selama berada di tempat tersebut. Biasanya para travel akan menyediakan jasa seperti penginapan, akomodasi dan hidangan untuk sehari-hari selama berada disana. Umumnya mereka juga memiliki paket dari mulai yang standar hingga termewah, dan saya lebih memilih paket standar namun sudah menjanjikan kenyamanan dan keamanan selama berada disana.

III.

Tempat Wisata Pilihan Dengan tipologi Mid-centris yang saya miliki, saya memilih untuk berwisata ke Dieng, Jawa Tengah. Alasan saya memilih Dieng adalah karena di Dieng kita bisa mendapatkan keindahan tersendiri. Berikut beberapa cuplikan artikel yang saya dapatkan tentang wisata ke Dieng.. Wisata Dieng Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15 20 C di siang hari dan 10 C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai obyek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa obyek wisata di Dieng : 1. Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara teelaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekedar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.

2. Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka. 3. Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, dan Candi Dwarawati. 4. Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual. 5. Sumur Jalatunda. 6. Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng. 7. Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran. 8. Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air). Selain sebagai kawasan wisata, Dieng juga memiliki berbagai macam hasil pertanian. Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditi utama. Selain itu, wortel, kubis, dan berbagai bawang-bawangan dihasilkan dari kawasan ini. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil pepaya gunung (carica) dan jamur. Namun demikian, akibat aktivitas pertanian yang pesat kawasan hutan di puncak-puncak pegunungan hampir habis dikonversi menjadi lahan pertanaman sayur.

Sekiranya itulah yang bisa saya sampaikan tentang Wisata Dieng dengan menyadur dari www.google.com tentang wisata Dieng. Dieng dengan banyak obyek wisata juga pemandangan dan berbagai tradisinya dapat menjadi salah satu inspirasi bagi kita untuk mengunjungi tempat tersebut. Sekarang ini, banyak wisatawan yang berkunjung kesana untuk mendapatkan pengalaman juga untuk menenangkan pikiran. Suhu dan kondisi disana sangat memungkinkan bagi berbagai kalangan untuk menikmati indahnya pemandangan yang dapat membantu dalam menghilangkan stress dan penat.